https://siberpub. org/JHESM Vol 1. No 3. Juli 2023 e-ISSN:2964-6057, p-ISSN: 2964-6065 DOI: https://doi. org/10. 38035/jhesm. Received: 15 Juli 2023. Revised: 15 Agustus 2023. Publish: 30 September 2023 https://creativecommons. org/licenses/by/4. Strategi Pembelajaran Al-QurAoan Hadis Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa Disekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah Parit Subulus Salam Desa Pancur Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Riau Yazid Hakami1*. Musli2. Shalahudin3. Aprizal Wahyudi Diprata4 Postgraduate Magester Student. UIN Sulthan Thaha Saifuddin. Jambi. Indonesia, email: yazidhakamisbc@gmail. Dosen Pascasarjana. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, email: musli@uinjambi. 3Dosen Pascasarjana. UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, email: shalahudinjambi@gmail. Postgraduate Doctoral Student. UIN Sulthan Thaha Saifuddin. Jambi. Indonesia, email: awd960401@gmail. *Corresponding Author: Yazid Hakami1 Abstract: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Strategi Pembelajaran Al-QurAoan Hadis Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa Di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah Parit Subulus Salam Desa Pancur Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data adalah observasi. Wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah Reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Pertama. Strategi Pembelajaran Al-Qur'an Hadis di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah mencakup tiga metode utama: Metode Iqra'. Metode Qira'aty, dan Metode An-Nahdliyah. Ketiga metode ini menciptakan pendekatan komprehensif dalam pengajaran Al-Qur'an, memungkinkan siswa untuk memahami tajwid, penghayatan, dan pemahaman makna Al-Qur'an. Kedua. Kemampuan membaca Al-Qur'an siswa di sekolah ini terlihat meningkat dengan baik. Siswa memiliki kebiasaan shalat dan ibadah, membaca Al-Qur'an setiap hari, berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan, memiliki kesadaran etika dan moral yang baik, menunjukkan sikap peduli, dan mendapatkan dukungan dari guru-guru yang berperan dalam pengawasan dan pembinaan. Ketiga ,metode pengajaran Al-Qur'an, yaitu Metode Iqra'. Metode Qira'aty, dan Metode An-Nahdliyah, memberikan dampak positif pada pembelajaran Al-Qur'an. Masing-masing memiliki keunggulan sendiri dalam mengembangkan pemahaman siswa tentang Al-Qur'an. Keempat. Faktor pendukung dalam strategi pembelajaran Al-Qur'an dan Hadis mencakup komitmen siswa, ketersediaan sumber belajar, dukungan orang tua, 159 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol 1. No 3. Juli 2023 kualitas pengajaran, dan lingkungan sekolah yang mendukung. Sementara faktor penghambat meliputi kurangnya motivasi siswa, keterbatasan sumber daya, teknologi yang terbatas, gangguan lingkungan, dan kesibukan lainnya. Dengan memanfaatkan faktor pendukung dan mengatasi faktor penghambat, sekolah dapat terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an siswa. Keywords: Strategi. Pembelajaran. Al-QurAoan Hadis. Membaca Al-QurAoan Hadis. INTRODUCTION Guru yang profesional relatif akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efisien dan menyenangkan serta akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat optimal. Tugas dan tanggung jawab seorang guru tersebut erat kaitannya dengan kemampuan dasar yang harus dimiliki sebagai seorang guru. Kemampuan dasar tersebut tidak lain adalah kompetensi guru. Cooper mengemukakan ada empat kompetensi guru seperti yang dikutip oleh Nana Sudjana, yakni:1. Mempunyai pengetahuan tentang belajar dan tingkah laku manusia. Mempunyai pengetahuan dan menguasai bidang studi yang dibinanya, 3. Mempunyai sikap yang tepat tentang diri sendiri, sekolah, teman sejawat, dan bidang studi yag dibinanya, 4. Mempunyai keterampilan teknik mengajar. Kondisi di lapangan dalam kegiatan pembelajaran pada saat ini antara guru dan siswa terjadi interaksi secara secara langsung. Guru bertindak sebagai pembimbing dan siswa sebagai terbimbing. Sebagai pembimbing peranan guru sangat diperlukan untuk menciptakan situasi belajar yang kondusif. Untuk itu, ia harus mengerti ciri-ciri interaksi, mengelola kegiatan belajar mengajar, dan kondisi peserta didik sehingga kegiatan dapat dilaksanakan secara sistematis dan tujuan dapat tercapai. Untuk mencapai semua itu dijembatani oleh sejumlah materi pelajaran. Penyajian materi harus dilandasi oleh pendekatan dan teknik yang Seorang guru dituntut usaha dan kerja kerasnya dalam mempersiapkan segala sesuatu yang berkenaan dengan kegiatan pembelajaran. Tanpa adanya usaha dan kerja keras dari guru, maka pembelajaran yang diharapkan tidak akan tercapai. Oleh karena itu, seorang guru diwajibkan berusaha dan bekerja keras demi mencapai tujuan yang diinginkan. Salah satu persiapan yang dapat dilakukan oleh seorang guru antara lain mengenai media yang akan dipergunakan dalam proses pembelajaran. Media dalam pembelajaran sangat berguna sebagai penyalur pesan atau informasi belajar. Media sebagai alat bantu mengajar berkembang demikian pesatnya sesuai dengan kemajuan teknologi. Ragam dan jenisnya pun cukup banyak sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan siswa, materi yang disampaikan, waktu pembelajaran serta kondisi keuangan sekolah. Setiap jenis media memiliki karakteristik dan kemampuan dalam menayangkan pesan dan informasi. Karakteristik dan kemampuan tersebut perlu mendapat perhatian dari para pendidik atau guru, sehingga mereka dapat memilih media yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Dari uraian di atas dapat diasumsikan bahwa seorang guru yang profesional salah satu cirinya adalah mampu memilih dan mempergunakan media yang relevan dengan pelajaran yang disampaikannya. Apalagi untuk mata pelajaran Al-Qur`an Hadits yang sekarang sepertinya dianggap sebagai suatu pelajaran yang membosankan, kurang menantang, tidak bermakna serta kurang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Sebab menurut anggapan Nana Sudjana. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algeusindo, 2. , 7. Sudjana. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, 7. 160 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol 1. No 3. Juli 2023 sebagian orang kegiatan membaca Al-Qur`an hanya dapat dipergunakan ketika seseorang melaksanakan ibadah, terutama ibadah shalat saja. Akibatnya pelajaran ini kurang diminati dan tidak mendapat perhatian serius yang menyebabkan prestasi belajar siswa menurun. Apalagi ditambah dengan tidak aktifnya siswa dalam belajar dan kurangnya variasi strategi dan media yang digunakan guru dalam pembelajaran. Penggunaan media yang relevan dengan pelajaran yang disampaikan tentunya akan membuat pelajaran lebih bermakna dan berarti dalam kehidupan anak. Situasi belajar pun dapat tercipta lebih kondusif. Guru adalah bagian terpenting untuk menentukan keberhasilan pendidikan. Pendidikan tidak akan pernah terpisah dengan kehidupan manusia. Hampir semua orang melakukan Anak-anak pertama kali mendapat pendidikan dari orang tua dan setelah anakanak ini menjadi dewasa dan berkeluarga mereka sebaliknya akan mendidik anak-anaknya. Pendidikan terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. Suatu rumusan nasional tentang pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Jadi untuk melakukan pendidikan harus dilakukan dngan rencana matang, mantap dan jelas. Dalam suatu negara pendidikan selalu dipandang hal terpenting, dapat terlihat saat negara mengalami hambatan seperti munculnya suatu masalahmasalah yang dapat menghambat kemajuan Bangsa dan Negara misalnya masalah kriminal dikalangan Remaja atau terjadi tindakan asusila maka sistem pendidikannya yang akan ditinjau. Hal ini disebabkan karena tujuan pendidikan secara umum yaitu mewujudkan dan melahirkan individu, keluarga masyarakat yang shaleh serta menumbuhkan konsep-konsep kemanusiaan diantara umat manusia dalam mencapai suasana paling pengertian yang artinya bahwa suatu pendidikan berada pada konteks nyata. Sebenarnya sebagian masyarakat sadar bahwa pendidikan yang benar dan terarah akan membuat kualitas hidup peserta didik lebih baik dimasa depannya. Oleh sebab itu orang tua adalah pendidik yang paling utama. Pendidikan dalam Islam bertujuan untuk membina dan mengasuh peserta didik agar dapat senantiasa memahami Islam secara menyeluruh lalu menghayati tujuan yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Pendidikann dalam Islam memiliki kedudukan yang paling tinggi dan utama, karena Pendidikan Agama menjamin memperbaiki Ibadah ank-anak dan mengangkat mereka kederajat yang tinggi. Pendidikan Islam yang paling utama harus bersumber pada Al-Qur`an dan as-sunnah. Al-Qur`an sebagai sumber utama dalam pendidikan Islam. Misi kependidikan yang dibawa Al-Qur`an mencangkup hakikat pendidikan yang bersifat Universal dalam arti bahwa kegiatan pendidikan merupakan suatu proses yang abadi sejak keberadaan manusia di dalam dunia sampai akhir zaman. Substansi pendidikan Islam yang dibawa oleh Al-Qur`an tidak mengalami perubahan, yakni merupakan suatu proses untuk memperteguh keyakinan manusia untuk menerima kebenaran Ilahi dan pengembangan potensi manusia untuk mengembangkan kebenaran tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan rumusan masalah sebagai berikut yaitu: Oemar Hamalik. Kurikulum Dan Pembelajaran, (Jakarta: Bumi Aksara,2. , 2. Abdul aziz. Syafnidah Ifrianti. Upaya Guru Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Fiqih Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Mukti Karya Kecamatan Panja Jaya Kabupaten Mesuji, jurnal Terampil . Vol. 2, no. , 2. 161 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol 1. No 3. Juli 2023 Bagaimana Strategi Pembelajaran Al-QurAoan Hadis Di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah Parit Subulus Salam Desa Pancur Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Riau? Bagaimana Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa Di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah Parit Subulus Salam Desa Pancur Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Riau? Bagaimana Strategi Pembelajaran Al-QurAoan Hadis Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa Di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah Parit Subulus Salam Desa Pancur Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Riau? Apa saja faktor penghambat dan faktor pendukung dalam Strategi Pembelajaran AlQurAoan Hadis Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa Di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah Parit Subulus Salam Desa Pancur Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Riau? LITERATURE REVIEW Strategi Konsep Strategi semakin marak dibicarakan seiring dengan banyaknya pakar yang memberikan kontribusi pemikiran tentang Strategi kebijakan sebagai salah satu tahap dari proses kebijakan. Wahab dan beberapa penulis menempatkan tahap Strategi kebijakan pada posisi yang berbeda, namun pada prinsipnya setiap kebijakan publik selalu ditindaklanjuti dengan Strategi kebijakan. Strategi dianggap sebagai wujud utama dan tahap yang sangat menentukan dalam proses 6 Pandangan tersebut dikuatkan dengan pernyataan Edwards i bahwa tanpa Strategi yang efektif keputusan pembuat kebijakan tidak akan berhasil dilaksanakan. Strategi kebijakan merupakan aktivitas yang terlihat setelah dikeluarkan pengarahan yang sah dari suatu kebijakan yang meliputi upaya mengelola input untuk menghasilkan output atau outcomes bagi masyarakat. Menurut Purwanto dan Sulistyastuti. AuStrategi intinya adalah kegiatan untuk mendistribusikan keluaran kebijakan . o deliver policy outpu. yang dilakukan oleh para implementor kepada kelompok sasaran . arget grou. sebagai upaya untuk mewujudkan kebijakanAy. Ripley dan Franklin . alam Winarn. menyatakan bahwa Strategi adalah apa yang terjadi setelah undang-undang ditetapkan yang memberikan otoritas program, kebijakan, keuntungan . , atau suatu jenis keluaran yang nyata . angible outpu. Strategi mencakup tindakantindakan oleh sebagai aktor, khususnya para birokrat yang dimaksudkan untuk membuat program berjalan. Grindle . alam Winarn. , memberikan pandangannya tentang Strategi dengan mengatakan bahwa secara umum, tugas Strategi adalah membentuk suatu kaitan . yang memudahkan tujuan-tujuan kebijakan bisa direalisasikan sebagai dampak dari suatu Akib. Haedar dan Antonius Tarigan. AuArtikulasi Konsep Implementasi Kebijakan: Perspektif. Model dan Kriteria Pengukurannya,Ay Jurnal Baca. Volume 1 Agustus 2008. Universitas Pepabari Makassar, 2014, 117. Ripley. Rendal B. and Grace A. Franklin. Policy Implementation and Bureaucracy, second edition, the Dorsey Press. Chicago-Illionis, 2015, 15. Edward i. George C . Public Policy Implementing. Jai Press Inc. LondonEngland. Goggin. Malcolm L et al. 2016, 1. Purwanto dan Sulistyastuti. Analisis Kebijakan dari Formulasi ke Implementasi Kebijakan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 21. Ripley. Rendal B. and Grace A. Franklin. Policy Implementation and Bureaucracy, (Chicago-Illionis: second edition, the Dorsey Press, 2. , 148. 162 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol 1. No 3. Juli 2023 kegiatan pemerintah. Daniel A. Mazmanian dan Paul A. Sabatier menjelaskan makna Strategi. AuPelaksanaan keputusan kebijaksanaan dasar, biasanya dalam bentuk undang-undang, namun dapat pula berbentuk perintahperintah atau keputusan-keputusan eksekutif yang penting atau keputusan badan peradilan. Lazimnya, keputusan tersebut mengidentifikasikan masalah yang ingin diatasi, menyebutkan secara tegas tujuan atau sasaran yang ingin dicapai, dan berbagai cara untuk menstrukturkan atau mengatur proses Strategi nyaAy. Kesulitan dalam proses Strategi kebijakan dapat kita lihat dari pernyataan seorang ahli studi kebijakan Eugne Bardach melukiskan kerumitan dalam proses Strategi menyatakan pernyataan sebagai berikut : AuAdalah cukup untuk membuat sebuah program dan kebijakan umum yang kelihatannya bagus diatas kertas. Lebih sulit lagi merumuskannya dalam kata-kata dan slogan-slogan yang kedenganrannya mengenakan bagi telinga pemimpin dan para pemilih yang mendengarkannya. dan lebih sulit lagi untuk melaksanakannya dalam bentuk cara yang memuaskan semua orang termasuk mereka anggap klienAy. Dari berbagai defenisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa Strategi adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh berbagai aktor pelaksana kebijakan dengan sarana-sarana pendukung berdasarkan aturan-aturan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan yang telah Pembelajaran al-QurAoan Menurut Rusman pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri dari berbagai komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya. Pembelajaran adalah suatu proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Dengan kata lain pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Proses pembelajaran dialami manusia sepanjang hayat, serta berlaku dimanapun dan kapanpun. Membaca dalam aneka maknanya adalah syarat pertama dan utama pengembangan imu pengetahuan dan teknologi. Ilmu yang kasbi . cquired knowledg. maupun yang laduni . badi, perennia. tidak dapat dicapai tanpa terlebih dahulu melakukan qiraAoat AobacaanAo dalam arti yang Sebelum melaksanakan pembinaan membaca al-QurAoan kepada anak, dibutuhkan pemahaman awal tentang konsep dasar pembelajaran membaca al-QurAoan, secara eksplisit di dalam al-QurAoan surat al-Alaq ayat 1-6 dinyatakan bahwa: Aubacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, yang mengajar . dengan perantaraan kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Ketahuilah ! sesungguhnya manusia melmpaui batas. Ay (QS. Al-alaq:1-. 12 Al-QurAoan didefinisikan sebagai kalam Allah swt yang di turunkan . kepada Nabi Muhammad saw melalui perantaraan malaikat Jibril, yang merupakan mukjizat, yang di riwayatkan secara mutawatir, yang di tulis di mushaf, dan membacanya adalah ibadah. dalam memberikan definisi ini sengaja di cantumkan kata Auyang merupakan mukjizatAy karena inilah segi keunggulan al-QurAoan dan bedanya dengan kitab-kitab yang lain yang diturunkan kepada Nabi. Menurut Abdullah tentang pembelajaran al-QurAoan bahwa dalam pembelajaran al-QurAoan ada sedikit perbedaan dengan pembelajaran bidang studi pada umumnya. Menurut M. Quraish Shihab al-QurAoan secara harfiah Aubacaan yang mencapai puncak kesempurnaanAy. Al-QurAoan Al-Karim berarti Aubacaan yang maha sempurna dan maha mulia. Ay al-QurAoan itu turun dengan memiliki beberapa fungsi. Pertama, bukti kerasulan Muhammad Mazmanian. Daniel A and Paul A. Sabatier. Implementation and Public Policy, (USA: Scott Foresman and Company, 2. , 139. Sabatier. Implementation and Public Policy, 141. Wiwik Anggranti. Penerapan Metode Pembelajaran Baca Tulis Ak- QurAoan: Studi Deskriptif Analitik Di SMP Negeri 2 Tanggarong, (Kartanegara: Jurnal Intelegensia. April 2. Vol 1. No 1, 24 163 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol 1. No 3. Juli 2023 dan kebenaran ajarannya. Kedua, petunjuk akidah dan kepercayaan yang harus dianut oleh manusia, yang tersimpan dalam keimanan akan keesaan Alah dan kepercayaan akan kepastian adanya hari pembalasan. Ketiga, petunjuk mengenai akhlak yang murni dengan jalan menerangkan normanorma keagamaan dan susila yang harus diikuti oleh manusia dalam kehidupannya secara individual dan kolektif. Keempat, petunjuk syariAoat dan hukum dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum yang harus diikuti oleh manusia dalam hubungannya dengan tuhan dan sesama manusia. Atau dengan kata lain yakni al-QurAoan adalah petunjuk bagi seluruh manusia ke jalan yang harus di tempuh demi kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Dari beberapa pendapat di atas tentang pengertian al-qurAoan bahwa al-QurAoan bacaan yang maha sempurna yang di turunkan melalui malaikat jibril dengan menggunakan bahasa arab agar dijadikan undangundang . bagi umat manusia serta sebagai petunjuk dan merupakan ibadah bagi yang menjalankannya. Jadi pembelajaran al-QurAoan adalah proses interaksi antara peserta didik dan pendidik dalam suatu kegiatan merangkai huruf atau kata dengan melihat, mengenali dan memahami pedoman hidup yaitu alQurAoan untuk mendapat informasi yang terdapat dalam tulisan sehingga memberikan keuntungan bagi peserta didik. RESEARCH METHODS The The method of writing scientific articles is the qualitative method and literature review (Library Researc. Examining theories and relationships or influences between variables from books and journals both offline in libraries and online sourced from Mendeley. Scholar Google and other online media. This study uses the library research method, namely. this type of qualitative research. In general, in every research discussion obtained in the literature and sources, and or the latest findings regarding the role of leadership in the organization of Islamic educational Second, analyze everything findings from various readings, relating to the shortcomings of each source, the strengths or relationships of each about the discourse discussed in it. According to Kaelan, in library research sometimes has descriptive and also has historical characteristics (Kaelan, 2. In qualitative research, literature review must be used consistently with methodological assumptions. This means that it must be used inductively so that it does not direct the questions posed by the researcher. One of the main reasons for conducting qualitative research is that the research is exploratory in nature, (Ali. , & Limakrisna. For this reason, in library research, collecting books must be done in stages, because to get all the needs mentioned above, they can be produced through libraries, books, articles, or journals related to the discussion to be studied, using data from various sources. These references are collected by reading . ext readin. , reviewing, studying, and recording literature that is related to the issues discussed in this paper. Data collection techniques, in this case the author will identify discourse from books, papers, or articles, magazines, journals, the web . , or other information related to writing titles to look for things or variables in the form of notes, transcripts, books, newspapers, magazines and so on related to the study of the role of leadership in the organization of Islamic educational institutions. Meanwhile, as a data analysis model, this study uses a descriptive analysis model. Quraish Shihab. Membumikan al-QurAoan. Fungsi Dan Peran Wahyu Dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 2. , 27-40. 164 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol 1. No 3. Juli 2023 TEMUAN DAN PEMBAHASAN Strategi Pembelajaran Al-QurAoan Hadis Di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah Parit Subulus Salam Desa Pancur Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah Parit Subulus Salam. Desa Pancur. Kecamatan Keritang. Kabupaten Indragiri Hilir. Riau, dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga metode utama yang digunakan dalam pengajaran Al-Qur'an: Metode Iqra': Metode Iqra' fokus pada pembelajaran membaca Al-Qur'an dengan memahami makna dan tajwidnya. Siswa diajarkan melalui drill, latihan berulang-ulang, dan pengulangan suara huruf dengan benar. Metode ini menggunakan seri buku Iqra' sebagai materi pembelajaran utama. Metode Qira'aty: Metode Qira'aty menekankan pada pengajaran tajwid dan tartil . embaca dengan tartil dan penghayata. Siswa diajarkan untuk membaca Al-Qur'an dengan penerapan tajwid yang benar dan dengan kecepatan yang terkontrol. Pengajaran dalam Metode Qira'aty melibatkan latihan berulangulang dan penghayatan makna ayat. Metode An-Nahdliyah: Metode An-Nahdliyah mengacu pada pendekatan pembelajaran Al-Qur'an yang dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia. Metode ini menekankan pemahaman tajwid dan makhroj huruf, serta pengembangan akhlak yang baik. Siswa diajarkan dengan langkah-langkah yang bertahap, dan guru-guru yang terlatih memberikan bimbingan yang mendalam. Penggunaan berbagai metode ini menciptakan pendekatan yang komprehensif dalam pengajaran Al-Qur'an di sekolah tersebut. Siswa memiliki kesempatan untuk memahami tajwid, penghayatan, dan pemahaman makna Al-Qur'an, sambil juga mengembangkan akhlak yang baik. Guru-guru yang terlatih dalam metode ini memastikan siswa mampu membaca Al-Qur'an dengan benar, fasih, dan dengan pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam. Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa Di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah Parit Subulus Salam Desa Pancur Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah Parit Subulus Salam Desa Pancur. Kecamatan Keritang. Kabupaten Indragiri Hilir, terdapat upaya yang baik dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islami dan meningkatkan kemampuan membaca AlQuran siswa. Berikut adalah analisis lebih mendalam terkait aspek-aspek tersebut: Kebiasaan Shalat dan Ibadah Siswa di sekolah ini menunjukkan komitmen terhadap aspek spiritual dan ibadah dalam Islam dengan menjalankan shalat lima waktu dan menghormati waktu-waktu Pengawasan dan bimbingan dari guru serta dukungan dari sekolah memainkan peran kunci dalam memelihara praktik ini. Membaca Al-Quran Setiap Hari Praktik membaca Al-Quran setiap hari menjadi rutinitas harian siswa, yang membantu mereka mengasah kemampuan membaca Al-Quran secara konsisten. Hal ini penting dalam meningkatkan bacaan Al-Quran. Partisipasi dalam Kegiatan Keagamaan Keterlibatan siswa dalam kegiatan keagamaan seperti pengajian, ceramah, dan pelatihan Islami adalah cara yang baik untuk memperdalam pemahaman mereka tentang nilai-nilai Islami. Ini mencerminkan minat siswa dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang Islam. Kesadaran Etika dan Moral Pengajaran etika dan moral Islami di sekolah ini membantu dalam membentuk karakter siswa. Pemahaman dan implementasi nilai-nilai seperti sopan santun, kejujuran, dan menghormati orang lain adalah aspek penting dalam membentuk kepribadian siswa sesuai dengan ajaran Islam. Sikap Peduli dan Kepedulian Keterlibatan siswa dalam kegiatan sosial dan amal berbasis komunitas mencerminkan pentingnya nilai-nilai seperti kepedulian dan empati dalam Islam. Siswa diajarkan untuk menjadi pemimpin yang peduli terhadap kesejahteraan sesama. Pengawasan 165 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol 1. No 3. Juli 2023 dan Pembinaan Guru Peran guru dalam mengawasi dan membimbing siswa dalam praktik nilai-nilai Islami sangat penting. Dengan memberikan dorongan dan nasihat, guru dapat membantu siswa dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Karakter Penekanan pada pendidikan karakter berlandaskan nilai-nilai Islami seperti kesabaran, rendah hati, dan kejujuran adalah langkah positif dalam membentuk karakter siswa. Ini membantu siswa untuk menginternalisasi nilai-nilai Islami dalam tindakan dan sikap mereka. Penghormatan terhadap Perbedaan Pengajaran untuk menghormati perbedaan dan keragaman antar individu mencerminkan nilai-nilai toleransi dan penghormatan dalam Islam. Hal ini membantu siswa untuk menjadi lebih inklusif dan menerima perbedaan. Kesadaran Terhadap Pentingnya Tajwid Kesadaran siswa tentang pentingnya tajwid dalam Metode Iqra' adalah aspek penting dalam memahami dan membaca Al-Quran dengan benar. Penekanan pada tajwid dalam pembelajaran Al-Quran membantu siswa dalam mengasah kemampuan membaca dengan benar. Peningkatan dalam Pengucapan Kemajuan siswa dalam pengucapan huruf Al-Quran menunjukkan bahwa Metode Iqra' efektif dalam mencapai tujuan tajwid yang benar. Ini juga membangun kepercayaan diri siswa dalam Dengan demikian, praktik pengamalan nilai-nilai Islami dan metode pembelajaran Al-Quran di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah mencerminkan komitmen sekolah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan spiritual dan moral siswa serta meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran Hal ini penting dalam membentuk generasi yang kuat secara nilai-nilai Islami. Strategi Pembelajaran Al-QurAoan Hadis Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa Di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah Parit Subulus Salam Desa Pancur Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Berdasarkan hasil observasi dan informasi yang disediakan, dapat disimpulkan bahwa Metode Iqra'. Metode Qira'aty, dan Metode An-Nahdliyah memiliki dampak positif dalam pengajaran Al-Quran di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah. Berikut adalah analisis lebih rinci terkait ketiga metode tersebut: Metode Iqra': Metode Iqra' telah diimplementasikan dengan baik di sekolah ini. Metode ini memberikan manfaat yang signifikan dalam pembelajaran Al-Quran. Fokus pada pemahaman makna dan tajwid AlQuran membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih dalam terhadap isi AlQuran. Latihan berulang-ulang dan pengulangan suara huruf yang benar membantu siswa untuk mempraktikkan keterampilan membaca Al-Quran secara konsisten. Metode Iqra' juga membentuk fondasi yang kuat dalam membaca Al-Quran sejak usia dini, yang penting untuk pemahaman dan pengamalan Al-Quran sepanjang hidup siswa. Metode Qira'aty: Metode Qira'aty menekankan tajwid dan tartil, yaitu membaca dengan tajwid yang benar dan dengan kecepatan yang terkontrol. Metode ini melibatkan latihan berulang-ulang dan penghayatan makna ayat, yang membantu siswa dalam meningkatkan pengucapan yang benar dan pemahaman terhadap Al-Quran. Partisipasi siswa dalam sesi Listening Skill. Oral Drill, dan Reading Drill mencerminkan efektivitas metode ini dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa secara bertahap. Metode An-Nahdliyah: Metode An-Nahdliyah adalah metode yang dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia dan menekankan pemahaman tajwid, makhroj huruf, dan pengembangan akhlak yang baik. Kasus sukses yang disebutkan menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam membantu siswa mengatasi kesulitan dan mencapai peningkatan yang signifikan dalam membaca Al-Quran. Metode ini juga mencerminkan peran guru yang berpengalaman dan terlatih dalam memberikan bimbingan yang mendalam kepada siswa. 166 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol 1. No 3. Juli 2023 Faktor penghambat dan faktor pendukung dalam Strategi Pembelajaran Al-QurAoan Hadis Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa Di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah Parit Subulus Salam Desa Pancur Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Dalam implementasi strategi pembelajaran Al-Qur'an dan Hadis di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah, faktor-faktor pendukung meliputi komitmen siswa, ketersediaan sumber belajar, dukungan orang tua, kualitas pengajaran, dan lingkungan sekolah yang mendukung. Faktor-faktor penghambat mencakup kurangnya motivasi siswa, keterbatasan sumber daya, teknologi yang terbatas, gangguan lingkungan, dan kesibukan Penting untuk memanfaatkan faktor pendukung dan mengatasi faktor penghambat untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an siswa. Strategi Pembelajaran Kemampuan Membaca AlQurAoan Siswa Mata Al-QurAoan Hadis Figure 1: Conceptual Framework Didalam CF ini dapat digambarkan kerangka konsep Ingin Melihat dampak langsung Strategi Pembelajaran Al-QurAoan Hadis Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca AlQurAoan Siswa. Table 1: Relevant Previous Research Results Author . (Tedi Choirul Basyir. Previous Research Results berjudul AuUpaya guru PAI dalam kemampuan membaca al-QurAoan siswa-siswi SD Muhammadiyah Sapen di Nitikan YogyakartaAy. (Ary Nur Dwiyati. Tesis dengan judul AuPembelajaran Baca Tulis al-QurAoan di SMP Dharma Karya UT (Universitas Terbuk. JakartaAy. Similarities to this Article Difference with this article Penelitian ini merupakan penilitian kualitatif, sedangkan pengumpulan datanya menggunakan wawancara, pengamatan serta dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada beberapa siswa yang masih kurang lancar dalam membaca al-QurAoan, sehingga kemampuan siswa siswi SD Muhammadiyah dalam membaca al-QurAoan harus ditingkatkan lagi. Pada penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dokumentasi dan observasi sebagai alat untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru cukup baik dalam melaksanakan pembelajaran baca tulis al-QurAoan, hal ini berdasarkan terpenuhinya 8 . aspek yang dijadikan bahan penilaian. Namun ada beberapa kelemahan Adapun faktor pendukung upaya guru PAI dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca al-QurAoan dengan mengadakan bimbingan berkelanjutan di sekolah. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya perhatian dari orang tua dalam hal membaca alQurAoan karena beragamnya kemampuan siswa. Mengacu pada kajian penelitian terdahulu yang telah dipaparkan di atas, bahwasanya penelitian yang saya lakukan ini adalah penelitian yang baru, karena sangat berbeda dari penelitian Perbedaannya terlihat dari segi lokasi, variabel, sampel dan analisis data. Pokok permasalahan yang akan dibahas oleh peneliti juga erbeda dari penelitian sebelumnya. Karena pada penelitian ini, difokuskan 167 | P a g e https://siberpub. org/JHESM (Jurnal Aldiansyah Siregar dkk, dengan judul Strategi Pembelajaran Baca Tulis Al-QurAoan dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca dan Menulis Al-QurAoan pada Siswa Sekolah Dasar tahun 2022 Vol 1. No 3. Juli 2023 dan inkonsistensi guru pada pembelajaran seperti proses pembelajaran yang kurang menarik, sehingga langkah dan upaya yang direkomendasikan adalah mengembangkan Strategi yang variatif, rileks, menggembirakan dan Strategi merupakan acuan terpenting yang dipegang para guru untuk menggapa sesuatu yang diharapkan dalam sebuah proses pendidikan formal ataupun nonformal. Setiap orang yang beragama Islam, harus bisa membaca Al-QurAoan secara baik dan benar sesuai kaidah Al-QurAoan merupakan sebuah kitab yang dianjurkan untuk selalu dibaca. Membacanya akan dinilai oleh Allah SWT sebagai suatu Pahala yang diberikan dihitung mempelajari Al-QurAoan itu sebenarnya bukan hal yang terlalu sulit asal ada kemauan dan usaha mempelajarinya. Allah sudah menjamin kemudahannya bagi umat yang mau mempelajari Al-QurAoan adalah mampu dalam membaca dan menulis Al-QurAoan, jadi peningkatannya tentu mnejadi tuntutan dan kebutuhan utama. pada peningkatan kemampuan mahasiswa dalam membaca alQurAoan, sehingga peneliti ingin menelaAoah seberapa besar pengaruh pembelajaran BTQ di Universitas Muhammadiyah terhadap peningkatan kemampuan mahasiswa dalam membaca alQurAoan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana aktualisasi strategi pembelajaran baca tulis Al-QurAoan guna meningkatkan pemahaman tentang Al-QurAoan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik studi Dengan tujuan untuk mencapai tujuan pendidikan Islam sebagai manusia yang memiliki iman dan takwa serta akhlak mulia dan membentuk cinta Al-QurAoan KESIMPULAN DAN SARAN Strategi Pembelajaran Al-QurAoan Hadis Di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah Parit Subulus Salam Desa Pancur Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah Parit Subulus Salam. Desa Pancur. Kecamatan Keritang. Kabupaten Indragiri Hilir. Riau, dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga metode utama yang digunakan dalam pengajaran Al-Qur'an: Metode Iqra': Metode Iqra' fokus pada pembelajaran membaca Al-Qur'an dengan memahami makna dan tajwidnya. Siswa diajarkan melalui drill, latihan berulang-ulang, dan pengulangan suara huruf dengan Metode ini menggunakan seri buku Iqra' sebagai materi pembelajaran utama. Metode Qira'aty: Metode Qira'aty menekankan pada pengajaran tajwid dan tartil . embaca dengan tartil dan penghayata. Siswa diajarkan untuk membaca Al-Qur'an dengan penerapan tajwid yang benar dan dengan kecepatan yang terkontrol. Pengajaran dalam Metode Qira'aty melibatkan latihan berulang-ulang dan penghayatan makna ayat. Metode An-Nahdliyah: Metode An-Nahdliyah mengacu pada pendekatan pembelajaran Al-Qur'an yang dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia. Metode ini menekankan pemahaman tajwid dan makhroj huruf, serta pengembangan akhlak yang Siswa diajarkan dengan langkah-langkah yang bertahap, dan guru-guru yang terlatih memberikan bimbingan yang mendalam. Penggunaan berbagai metode ini 168 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol 1. No 3. Juli 2023 menciptakan pendekatan yang komprehensif dalam pengajaran Al-Qur'an di sekolah Siswa memiliki kesempatan untuk memahami tajwid, penghayatan, dan pemahaman makna Al-Qur'an, sambil juga mengembangkan akhlak yang baik. Guruguru yang terlatih dalam metode ini memastikan siswa mampu membaca Al-Qur'an dengan benar, fasih, dan dengan pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam. Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa Di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah Parit Subulus Salam Desa Pancur Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah Parit Subulus Salam Desa Pancur. Kecamatan Keritang. Kabupaten Indragiri Hilir, terdapat upaya yang baik dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islami dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran siswa. Berikut adalah analisis lebih mendalam terkait aspek-aspek tersebut: Kebiasaan Shalat dan Ibadah Siswa di sekolah ini menunjukkan komitmen terhadap aspek spiritual dan ibadah dalam Islam dengan menjalankan shalat lima waktu dan menghormati waktu-waktu ibadah. Pengawasan dan bimbingan dari guru serta dukungan dari sekolah memainkan peran kunci dalam memelihara praktik ini. Membaca Al-Quran Setiap Hari Praktik membaca Al-Quran setiap hari menjadi rutinitas harian siswa, yang membantu mereka mengasah kemampuan membaca Al-Quran secara Hal ini penting dalam meningkatkan bacaan Al-Quran. Partisipasi dalam Kegiatan Keagamaan Keterlibatan siswa dalam kegiatan keagamaan seperti pengajian, ceramah, dan pelatihan Islami adalah cara yang baik untuk memperdalam pemahaman mereka tentang nilai-nilai Islami. Ini mencerminkan minat siswa dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang Islam. Kesadaran Etika dan Moral Pengajaran etika dan moral Islami di sekolah ini membantu dalam membentuk karakter siswa. Pemahaman dan implementasi nilai-nilai seperti sopan santun, kejujuran, dan menghormati orang lain adalah aspek penting dalam membentuk kepribadian siswa sesuai dengan ajaran Islam. Sikap Peduli dan Kepedulian Keterlibatan siswa dalam kegiatan sosial dan amal berbasis komunitas mencerminkan pentingnya nilai-nilai seperti kepedulian dan empati dalam Islam. Siswa diajarkan untuk menjadi pemimpin yang peduli terhadap kesejahteraan Pengawasan dan Pembinaan Guru Peran guru dalam mengawasi dan membimbing siswa dalam praktik nilai-nilai Islami sangat penting. Dengan memberikan dorongan dan nasihat, guru dapat membantu siswa dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Karakter Penekanan pada pendidikan karakter berlandaskan nilai-nilai Islami seperti kesabaran, rendah hati, dan kejujuran adalah langkah positif dalam membentuk karakter siswa. Ini membantu siswa untuk menginternalisasi nilai-nilai Islami dalam tindakan dan sikap mereka. Penghormatan terhadap Perbedaan Pengajaran untuk menghormati perbedaan dan keragaman antar individu mencerminkan nilai-nilai toleransi dan penghormatan dalam Islam. Hal ini membantu siswa untuk menjadi lebih inklusif dan menerima perbedaan. Kesadaran Terhadap Pentingnya Tajwid Kesadaran siswa tentang pentingnya tajwid dalam Metode Iqra' adalah aspek penting dalam memahami dan membaca Al-Quran dengan benar. Penekanan pada tajwid dalam pembelajaran Al-Quran membantu siswa dalam mengasah kemampuan membaca dengan benar. Peningkatan dalam Pengucapan Kemajuan siswa dalam pengucapan huruf Al-Quran menunjukkan bahwa Metode Iqra' efektif dalam mencapai tujuan tajwid yang benar. Ini juga membangun kepercayaan diri siswa dalam membaca. Dengan demikian, praktik pengamalan nilai-nilai Islami dan metode pembelajaran Al-Quran di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah mencerminkan komitmen sekolah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan spiritual dan moral siswa serta meningkatkan 169 | P a g e https://siberpub. org/JHESM Vol 1. No 3. Juli 2023 kemampuan membaca Al-Quran mereka. Hal ini penting dalam membentuk generasi yang kuat secara nilai-nilai Islami. Strategi Pembelajaran Al-QurAoan Hadis Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa Di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah Parit Subulus Salam Desa Pancur Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Berdasarkan hasil observasi dan informasi yang disediakan, dapat disimpulkan bahwa Metode Iqra'. Metode Qira'aty, dan Metode An-Nahdliyah memiliki dampak positif dalam pengajaran Al-Quran di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah. Berikut adalah analisis lebih rinci terkait ketiga metode tersebut: Metode Iqra': Metode Iqra' telah diimplementasikan dengan baik di sekolah ini. Metode ini memberikan manfaat yang signifikan dalam pembelajaran Al-Quran. Fokus pada pemahaman makna dan tajwid Al-Quran membantu siswa mengembangkan pemahaman yang lebih dalam terhadap isi Al-Quran. Latihan berulang-ulang dan pengulangan suara huruf yang benar membantu siswa untuk mempraktikkan keterampilan membaca AlQuran secara konsisten. Metode Iqra' juga membentuk fondasi yang kuat dalam membaca Al-Quran sejak usia dini, yang penting untuk pemahaman dan pengamalan AlQuran sepanjang hidup siswa. Metode Qira'aty: Metode Qira'aty menekankan tajwid dan tartil, yaitu membaca dengan tajwid yang benar dan dengan kecepatan yang terkontrol. Metode ini melibatkan latihan berulang-ulang dan penghayatan makna ayat, yang membantu siswa dalam meningkatkan pengucapan yang benar dan pemahaman terhadap Al-Quran. Partisipasi siswa dalam sesi Listening Skill. Oral Drill, dan Reading Drill mencerminkan efektivitas metode ini dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa secara bertahap. Metode An-Nahdliyah: Metode An-Nahdliyah adalah metode yang dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia dan menekankan pemahaman tajwid, makhroj huruf, dan pengembangan akhlak yang baik. Kasus sukses yang disebutkan menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam membantu siswa mengatasi kesulitan dan mencapai peningkatan yang signifikan dalam membaca Al-Quran. Metode ini juga mencerminkan peran guru yang berpengalaman dan terlatih dalam memberikan bimbingan yang mendalam kepada siswa. Faktor penghambat dan faktor pendukung dalam Strategi Pembelajaran Al-QurAoan Hadis Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Siswa Di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah Parit Subulus Salam Desa Pancur Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Dalam implementasi strategi pembelajaran Al-Qur'an dan Hadis di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Muslimatul Ittihadziah, faktor-faktor pendukung meliputi komitmen siswa, ketersediaan sumber belajar, dukungan orang tua, kualitas pengajaran, dan lingkungan sekolah yang mendukung. Faktor-faktor penghambat mencakup kurangnya motivasi siswa, keterbatasan sumber daya, teknologi yang terbatas, gangguan lingkungan, dan kesibukan lainnya. Penting untuk memanfaatkan faktor pendukung dan mengatasi faktor penghambat untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an siswa. DAFTAR PUSTAKA