Al Basirah Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 Hal. ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://doi. org/10. 58326/jab. PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH SEBAGAI STRATEGI PEMBERDAYAAN KETAHANAN PANGAN DI DESA GAYAM,KECAMATAN KENDAL KABUPATEN NGAWI JAWA TIMUR Utilizing Home Yards As A Strategy To Strengthen Food Security In Gayam Village Kendal District Ngawi Regency East Java Erna Riska Fitri Laili Amalia UIN Sunan Ampel Surabaya riskafitri757@gmail. Ahmad Farihy UIN Sunan Ampel Surabaya farihahmad121@gmail. Kartika Devita UIN Sunan Ampel Surabaya devitaayantii33@gmail. Yanti Ghoutsi Islahiyah Nurrohmah UIN Sunan Ampel Surabaya ghoutsiislahiyah1@gmail. Amal Taufiq UIN Sunan Ampel Surabaya amaltaufiq70@gmaill. Abstrak Kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan optimalisasi pekarangan rumah tangga ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar aktif mengelola pekarangan rumah melalui budidaya sayuran, buah, dan tanaman obat untuk memperkuat ketahanan pangan serta menjaga kelestarian lingkungan. Program dijalankan dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui lima tahapan strategis:Discover. Dream. Design. Define, dan Destiny. Metode ini berfokus pada pemanfaatan aset, potensi lokal, seperti lahan pekarangan warga, jenis tanaman lokal, dan jaringan sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan bagi masyarakat desa yang berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Penyuluh Pertaninan lapangan (PPL) setempat dengan tema AuGemar Menanam dengan Memanfaatkan Pekarangan Rumah Tangga (Gema Paru. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung ketahanan pangan keluarga dan pelestarian lingkungan hidup melalui kegiatan sederhana namun berdampak langsung di tengah masyarakat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa keberhasilan meliputi dua aspek pertama pada tahap proses kegiatan yang ditunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif masyarakat selama proses kegiatan, dan kedua setelah adanya kegiatan berupa peningkatan pemahaman pentingnya keberadaan aset yang mereka miliki baik aset fisik seperti pekarangan rumah, bibit tanaman, dan berbagai perangkat lain dalam pertanian serta aset non fisik yaitu adanya kerja sama, organisasi, jejaring sosial dan Monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengetahui kondisi masyarakat sebelum Erna Riska Fitri. Ahmad Farihy. Kartika Devita. Yanti Ghoutsi Islahiyah. Amal Taufiq adanya kegiatan dengan kondisi sesudah adanya kegiatan yang meunjukkan peningkatan yang Kata kunci: Pemanfaatan. Pekarangan rumah. Ketahanan pangan Abstract This community empowerment activity by optimizing household yards aims to encourage people to actively manage their yards through the cultivation of vegetables, fruits, and medicinal plants to strengthen food security and maintain environmental sustainability. The program is implemented with an Asset-Based Community Development (ABCD) approach through five strategic stages: Discover. Dream. Design. Define, and Destiny. This method focuses on the utilization of assets, local potential, such as residents' yards, local plant species, and social This community service activity takes the form of training for village communities in collaboration with the Department of Agriculture and local Agricultural Extension Workers (PPL) with the theme "Enjoy Planting by Utilizing Household Yards (Gema Paru. This activity is a form of contribution in supporting family food security and environmental preservation through simple activities but has a direct impact in the community. The results of the community service show that success includes two aspects, first at the activity process stage which is shown by the enthusiasm and active participation of the community during the activity process, and second after the activity in the form of increasing understanding of the importance of the existence of assets they have, both physical assets such as home gardens, plant seeds, and various other tools in agriculture as well as non-physical assets, namely cooperation, organizations, social networks and so on. Monitoring and evaluation are carried out to determine the condition of the community before the activity with the condition after the activity which shows a significant Keywords: Utilization. Home yard. Food security PENDAHULUAN Indonesia sebagai negara agraris, tengah menghadapi penyusutan luas lahan pertanian akibat alih fungsi lahan untuk pemukiman dan infrastruktur. Berdasarkan data nasional, luas lahan pertanian telah menyusut dari 8. 13 juta hektar pada tahun 2013 menjadi 7,1 hektar pada 2018. Di wilayah lain seperti Sulawesi selatan, kehilangan lahan sawah rata-rata mencapai 1,67% per tahun (Linggarweni et , 2. Penurunan ini tidak hanya berdampak pada produksi pangan, tetapi juga pada penghasilan petani, ketersediaan bahan pangan, dan gizi keluarga. Bahkan menurut data BULOG, produksi beras nasional sempat menurun drastis sebesar 17,74% pada awal tahun 2024. Maka dari itu, upaya pemanfaatan lahan alternatif seperti pekarangan rumah menjadi semakin mendesak dan merupakan upaya strategis (Mustikasari & Supriadi, 2. Pekarangan rumah merupakan sebidang lahan di sekitar rumah yang berada baik di depan, samping, maupun belakang yang memiliki potensi besar jika dimanfaatkan secara optimal. Dalam konteks pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan, pekarangan dapat difungsikan sebagai warung hidup, apotek hidup, lumbung hidup, dan bank hidup. Hal ini berarti bahwa kebutuhan pangan dan gizi keluarga dapat dipenuhi langsung dari lingkungan terdekat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada Al Basirah. Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Erna Riska Fitri. Ahmad Farihy. Kartika Devita. Yanti Ghoutsi Islahiyah. Amal Taufiq pasar (Sitinjak et al. , 2. Menurut Arifin dkk, pemanfaatan pekarangan rumah tangga melalui budidaya sayuran tidak hanya sebatas untuk pemenuhan pangan, tetapi juga berkontribusi terhadap konservasi keanekaragaman hayati, mendukung sistem agrokeologi, serta memperkuat ketahanan pangan keluarga dalam konteks urban maupun semi urban (Solihin et al. , 2. Rohmatullayaly & Irawan dalam penelitiannya mencatat bahwa optimalisasi fungsi pekarangan selama masa pandemi COVIDAc19 secara signifikan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang diversifikasi tanaman pangan pekarangan dan teknik urban farming, sehingga memungkinkan ketahanan pangan keluarga tetap terjaga meskipun akses ke pasar terganggu (Rohmatullayaly & Irawan, 2. Selain itu, berdasarkan studi yang pernah dilakukan, menunjukkan bahwa pendidikan teknis terstruktur, praktik langsung bercocok tanam sayuran dan tanaman obat, serta pendampingan berkala dapat meningkatkan pemanfaatan pekarangan dan kualitas gizi keluarga secara berkelanjutan (Seto, n. Hal ini menjadi potensi sekaligus tantangan yang harus dijawab secara konkret. Berdasarkan data dari indonesiabaik. id, terdapat sekitar 10,3 juta hektar lahan pekarangan potensial di seluruh Indonesia, namun pemanfaatannya belum optimal. Jika dikelola secara terpadu dan berkelanjutan, pekarangan dapat dijadikan menjadi sumber pangan sehat, sumber nutrisi keluarga sekaligus menambah pendapatan rumah tangga hingga 7-45% (Solihin et al. , 2. Salah satu desa yang sedang menggalakkan optimalisasi fungsi pekarangan rumah adalah desa Gayam. Kecamatan Kendal. Kabupaten Ngawi. Warga masayarakat di desa ini sebagian besar menggantungkan hidup dari pertanian dan usaha kecil menengah, sebagian besar rumah memiliki pekarangan, namun banyak diantaranya yang belum dimanfaatkan secara produktif. Pekarangan rumah ini masih dominan digunakan hanya untuk tanaman hias atau dibiarkan kosong sehingga diperlukan adanya inisiasi untuk membuat gerakan secara serentak dan kolektif yang melibatkan masyarakat menanam di pekarangan rumah mereka yang disebut Gema Parut (Gerakan Menanam di Pekarangan Rumah Tangg. Gema Parut adalah salah satu bentuk nyata program pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal bertujuan untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sayuran, buah, dan tanaman obat (Linggarweni et al. , 2. Kegiatan ini juga sejalan dengan kebiajakan pemerintah berupa pelaksanaan Program Rumah Pangan Lestari yang digagas oleh Badan Ketahanan Pangan, sekaligus mendukung implementasi Peraturan Presiden No. 22 Tahun 2009 tentang Percepatan Keanekagaraman Konsumsi Pangan Lokal serta Program dari Pemerintah Kabupaten Ngawi (Nandita & Maslahah, 2. Melalui edukasi, pemberian bibit, dan pelatihan teknis kepada warga. Gema Parut diharapkan dapat mendorong Desa Gayam menjadi desa mandiri pangan yang Tangguh, tidak hanya dalam sektor pertanian konvensional, tetapi juga dalam pengelolaan sumber daya lokal yang lestari dan berbasis keluarga. Dengan begitu, keberlanjutan ketahanan pangan, gizi seimbang, serta kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara Al Basirah. Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Erna Riska Fitri. Ahmad Farihy. Kartika Devita. Yanti Ghoutsi Islahiyah. Amal Taufiq METODE Pelaksanaan pengabdian kepadsa masyarakat yang dilaksanakan di desa Gayam Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi ini menggunakan metode Asset-Based Community Development (ABCD) dengan tahapan 5D (Discover. Dream. Design. Define. Destin. (Chasannudin et , 2. Pendekatan ini menekankan pada optimalisasi aset dan potensi lokal yang dimiliki masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber daya produktif untuk mendukung ketahanan pangan dan lingkungan yang berkelanjutan (Mufarrihah et al. , 2. Teknik pengumpulan data menggunakan. observasi,dengan mengamati dan memperhatikan suasana dan lingkungan desa Gayam, mengamati interaksi masyarakat baik dengan sesama warga maupun dengan aparat pemerintah, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Wawancara, dilakukan kepada perangkat desa, tokoh masyarakat dan warga untuk menggali infomasi dan data tentang beragam aset yang ada di masyarakat. Dokumentasi, digunakan untuk mendapatkan data-data skunder tentang monografi desa seperti jumlah penduduk, pekerjaan, tingkat pendidkan dan sebagainya. Kegiatan PKM dilaksanakan di Posyandu Desa Gayam dengan menggandeng Kelompok Tani Sri Lubur II sebagai mitra utama dalam pelatihan pertanian serta didukung oleh Tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Gayam sebagai mitra teknis dalam proses edukasi dan pendampingan masyarakat. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 60 orang warga Desa Gayam, terdiri atas anggota kelompok tani, ibu rumah tangga, kader PKK, serta tokoh masyarakat yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan pekarangan rumah. HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk mencapai tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan berbagai macam tahapan yang melibatkan partisipasi aktif dari mahasiswa mulai proses pra kegiatan sampai pada kegiatan inti pengabdian seperti diuraikan berikut iini : Proses Pendampingan Masyarakat Proses pendampingan masyarakat desa Gayam menggunakan beberapa tahap sesuai dengan siklus dan alur dalam pendekatan ABCD yaitu : Inkulturasi, mahasiswa memulai proses penyesuaian diri dengan kehidupan masyarakat Sebagai bagian dari perkenalan mereka, mahasiswa mengunjungi rumah-rumah penduduk setempat, terutama tokoh-tokoh penting seperti perangkat desa, tokoh agama (TOGA), dan tokoh masyarakat setempat (TOMAS). Melalui metode ini, mahasiswa menyatu dengan masyarakat melalui keterlibatan dalam berbagai rutinitas sehari-hari. Kegiatan-kegitan ini meliputi kunjungan ke rumah-rumah, partisipasi dalam kegiatan rutinan yasinan, menghadiri majelis taklim, terlibat dalam kerja bakti, menghadiri pertemuan-pertemuan desa, terlibat dalam kegiatan PKK, mengajar di TPA di desa Gayam, mengikuti BTQ dan berpartisipasi dalam inisiatifinisiatif peningkatan kualitas masyarakat. Al Basirah. Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Erna Riska Fitri. Ahmad Farihy. Kartika Devita. Yanti Ghoutsi Islahiyah. Amal Taufiq Discovery, tahap ini bertujuan untuk mengidentifikasi aset-aset Desa Gayam. wawancara apresiatif kepada masyarakat. Percakapan dilakukan dalam konteks informal menjadi langkah awal dalam proses identifikasi aset. Tahap ini penting untuk menentukan potensi masyarakat, baik aset fisik maupun non fisik, sehingga mereka dapat mengenalii berbagai potensi yang belum termanfaatkan di desa. Berbagai aset, tersebut adalah aset sosial, kelembagaan, dan aset alam, yang ditemukan melalui diskusi warga. Termasuk kepemilikan pekarangan rumah yang belum dimanfaatkan secara optimal, aset tersebut dapat dikembangkan menjadi lahan produktif yang dapat meningkatkan pendapatan warga yang membutuhkan pendampingan untuk memastikan perkembangannya. Dream, dengan menemukenali dan mengetahui berbagai macam aset yang ada di dalam masyarakat maka masyarakat akan memiliki harapan-harapan dan keinginan yang terkait dengan aset aset tersebut. Harapan ini merupakan harapan bersama yang penting untuk di eksplorasi secara bersama-sama untuk mewujudkan impian mereka. Dari harapan-harapan yang sudah teridentifikasi maka muncullah gerakan-gerakan masayarakat untuk perubahan mindset dan cara pandang dari yang pesimisme mengarah ke optimisme. Beberpa diantara mereka sudah ada yang pernah melakukan penanaman tumbuhan di pekarangan rumah, namun masih bersifat individual dan sporadis belum tersistem dan terlaksana secara masif. Maka perlu ada upaya yang serentak dan terstruktur dengan menambahkan strategi yang lebih bagus melalui tahapan-tahapan tertentu sehingga akan menghasilkan produksi yang maksimal. Design, pada tahap ini dilakukan rencana aksi yang akan merumuskan bentuk-bentuk kegiatan dan langkah aksi nyata di dalam masyarakat. Rencana aksi ini mengusung tema Gema Parut (Gerakan Menanam di Pekarangan Rumah Tangg. salah satu bentuk nyata program pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal yang bertujuan untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sayuran, buah, dan tanaman obat yang diinisasi oleh warga, pemerintah desa bersama-sama mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu desa Gayam dengan menggandeng Kelompok Tani Sri Lubur II sebagai mitra utama dalam pelatihan pertanian serta didukung oleh Tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Gayam sebagai mitra teknis dalam proses edukasi dan pendampingan masyarakat. Destiny, dalam tahap ini merupakan proses implementasi dari program yang telah dirumuskan dalam tahap design. Beberapa kegiatan dilaksanakan secara berurutan dalam satu rangkaian uama memberikan wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan peluang yang dimilki berupa pakarangan rumah yang rata-rata semua orang memilikinya, sehingga perlu adanya strategi dan cara memanfaatkan pekarangan itu dengan sebaik-baiknya dengan menghadirkan nara sumber yang berkompeten di bidangnya. Al Basirah. Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Erna Riska Fitri. Ahmad Farihy. Kartika Devita. Yanti Ghoutsi Islahiyah. Amal Taufiq Pelaksanaan Pelatihan Gema Parut Pelatihan Gema Parut dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2025 di Posyandu desa Gayam kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi dimulai pukul 08. 00 WIB sampai jam 12. 00 dihadiri oleh kepala desa, semua perangkat desa, kelompok Tani Sri Lubur II sebagai mitra utama, tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Gayam sebagai mitra teknis selarah masyarakat desa Nara sumber dalam kegiatan iini adalah dari Dinas Pertanian memberikan materi mulai dari teknik pembibitan, penanaman sampai pemanenan. Kehadiran beliau memberikan wawasan praktis dan teknis kepada warga terkait cara budidaya tanaman yang baik serta pengelolaan pekarangan secara produktif dan berkelanjutan. Gambar 1 Penyampaian materi dan peserta pelatihan Gema Parut Gambar 2 Uraian materi Pelatihan Gema Parut Selama pelaksanaan program, warga menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi, hal ini terlihat dari keikutsertaan warga dalam kegiatan sosialisasi, pelatihan penanaman, serta pendampingan langsung. Warga diedukasi mengenai manfaat menanam tanaman pangan Al Basirah. Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Erna Riska Fitri. Ahmad Farihy. Kartika Devita. Yanti Ghoutsi Islahiyah. Amal Taufiq seperti tanaman cabai, sayr, dan lain-lainnya. Kegiatan pelatihan ini berlangsung satu hari karena seluruh kebutuhan telah dipersiapkan dengan matang sebelumnya, termasuk sarana dan prasarana pendukung seperti bibit tanaman serta media tanam. Keberhasilan pelaksanaan pelatihan ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara keompok mahasiswa KKN dengan Perangkat desa Gayam. Dinas Ketahanan Pangan. Dinas Pertanian, dan Babinsa setempat. Partisipasi aktif warga menjadi indikator kuat bahwa pelatihan ini diterima dengan baik dan memiliki dampak positif di lingkungan masyarakat. Program Kegiatan mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Surabaya tema AuGemar Menanam dengan Memanfaatkan Pekarangan Rumah Tangga (Gema Paru. merupakan salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung ketahanan pangan keluarga dan pelestarian lingkungan hidup melalui kegiatan sederhana namun berdampak langsung di tengah masyarakat . Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, mengajak warga untuk secara aktif memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang sebelumnya kurang dimaksimalkan. Pembagian Bibit Pemberian bibit adalah tahap berikutnya setelah selesai pelaksanaan pelatihan Gema Parut. Agar peserta pelatihan merasa lebih dekat dengan tema yang di bahas yakni bagaimana cara menanam dan jenis tanaman apakah yang baik serta cocok untuk ditanam di sekitar rumah maka tinndakan kongkrit berupa pembagan bibit meerupakan langkah yang tepat karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk segera mempraktekkan pengetahuan dan strategi yang telah diterima selama proses pelatihan. Kegiatan ini mencakup penyaluran bibit tanaman hortikultura dan toga kepada warga serta pelaksanaan penanaman secara bersama-sama. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat partisipasi warga dalam pengelolaan sumber daya lokal secara Gambar 3. Pembagian bibit dan pendampingan penanaman bibit cabai Setelah kegiatan pendampingan penanaman tanaman cabai di sejumlah pekarangan warga di desa Gayam selesai dilaksanakan, diharapkan masyarakat dapat melanjutkan perawatan secara mandiri dan optimal terhadap beberapa bibit tanaman yang telah ditanam di pekarangan rumah masing-masing. Dengan perawatan yang baik, diharapkan tanaman tersebut Al Basirah. Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Erna Riska Fitri. Ahmad Farihy. Kartika Devita. Yanti Ghoutsi Islahiyah. Amal Taufiq dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kebutuhan rumah tangga di warga Desa Gayam. Hal ini sekaligus menjadi langkah awal bagi warga dalam membangun ketahanan pangan lokal yang berkelanjutan. ontribusi Gema Parut bagi Warga Masyarakat Melalui pelaksanaan program kerja Gma parut, diharapkan Desa Gayam dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Ngawi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis partisipasi masyarakat. Harapan Mahasiswa KKN 112 UIN Sunan Ampel Surabaya, melalui kegiatan ini para petani dan warga desa Gayam mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki desa, meningkatkan produktivitas hasil pertanian, serta turut mendorong terbentuknya desa yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing. Tema AuGemar Menanam dengan Memanfaatkan Pekarangan Rumah Tangga (GEMA PARUT)Ay merupakan salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung ketahanan pangan keluarga dan pelestarian lingkungan hidup melalui kegiatan sederhana namun berdampak langsung di tengah masyarakat . Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, mengajak warga untuk secara aktif memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang sebelumnya kurang dimaksimalkan (Hazidan Rifqi et al. , 2. Lahan pekarangan umumnya belum banyak dioptimalkan sebagai sumberdaya produktif oleh penduduk, baik di perdesaan maupun di perkotaan. Alasan penduduk belum atau tidak mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan tersebut disebabkan banyak faktor. Boleh jadi karena ketidaktahuan, atau tahu tetapi tidak mau, atau mau tetapi tidak punya modal, dan alasan non teknis lainnya (Hafid et al. , 2. Melalui program ini, warga mulai menyadari bahwa menanam di pekarangan tidak hanya menghasilkan bahan pangan sendiri, tetapi juga memberikan nilai tambah dari segi ekonomi dan Secara keseluruhan, program ini dinilai berhasil menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan pekarangan rumah tangga (Daryanti et al. , 2. Selain sebagai media penghijauan, kegiatan menanam juga mempererat hubungan sosial antarwarga, khususnya melalui kegiatan bersama seperti pembuatan kebun mini edukasi dan berbagi hasil Keberlanjutan program diharapkan dapat terus berjalan melalui inisiatif warga dan dukungan dari tokoh masyarakat serta perangkat desa setempat (Sao et al. , 2. Kelompok mahasiswa terlibat secara langsung di lapangan bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga untuk merealisasikan program ini. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan serta mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi lokal (L et al. , 2. Pelaksanaan kegiatan GEMA PARUT diharapkan dapat mendorong Desa Gayam menjadi desa mandiri pangan yang Tangguh, tidak hanya dalam sektor pertanian konvensional, tetapi juga dalam pengelolaan sumber daya lokal yang lestari dan berbasis Dengan begitu, keberlanjutan ketahanan pangan, gizi seimbang, serta kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara simultan Al Basirah. Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Erna Riska Fitri. Ahmad Farihy. Kartika Devita. Yanti Ghoutsi Islahiyah. Amal Taufiq Tahapan Evaluasi dan Monitoring Pelaksanaan program pemanfaatan pekarangan rumah sebagai strategi penguatan kapasitas masyarakat di Desa Gayam. Kecamatan Kendal. Kabupaten Ngawi tidak hanya berfokus pada tahap perencanaan dan implementasi, tetapi juga menekankan pentingnya evaluasi dan monitoring sebagai langkah akhir yang tidak terpisahkan dari siklus pemberdayaan. Setelah seluruh tahapan program dijalankan secara sistematis, proses evaluasi dan monitoring dilakukan guna memastikan bahwa seluruh target program telah tercapai sesuai indikator yang ditetapkan, sekaligus untuk mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki pada kegiatan mendatang. Evaluasi dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui diskusi kelompok terfokus, wawancara mendalam, serta penyebaran melalui testimoni dari peserta kegiatan dengan tujuan untuk mengetahui persepsi, dampak, dan efektivitas dari setiap rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan. Aspek evaluasi mencakup ketercapaian output program seperti jumlah partisipan yang aktif, tingkat keberhasilan penanaman bibit di pekarangan, serta perubahan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan. Selain itu, evaluasi juga mempertimbangkan outcome jangka menengah berupa peningkatan kapasitas warga dalam bertani secara mandiri, serta keberlanjutan inisiatif pengelolaan pekarangan secara kolektif maupun individu. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kesadaran ekologis, semangat gotong royong, dan transformasi pola pikir warga mengenai nilai produktif dari pekarangan rumah mereka. Indikator keberhasilan ini sejalan dengan tujuan dari pendekatan ABCD (Asset-Based Community Developmen. yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam perubahan sosial berbasis aset lokal. Kesimpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema Gema Parut (Gerakan Menanam di Pekaranagan Ruma. merupakan usaha nyata dalam mendukung ketahanan pangan keluarga dan pelestarian lingkungan hidupmasyarakat . Kegiatan ini berlangsung dengan baik dan berdampak bagi masyarakat desa Gayam kecamatan Kendal dan sekitarnya. Masyarakat sangat antusias dan berperan aktif selama proses kegiatan berlangsung. Setelah kegiatan selesai dilaksanakan ada beberapa perubahan yang tejadi yaitu kesadaran bahwa Desa Gayam dan masyarakat memiliki beragam aset dan potensi yang melimpah seperti kepemilikan pekarangan rumah yang bisa dimanfaatkan sebagai lahan produktif, ada juga aset yang tidak kalah penting yaitu asset sosial seperti kebersamaan yang dimiliki masyarakat desa Gayam dengan bersatu padu baik dalam internal desa maupun luar desa seperti Dinas Ketahanan Pangan. Dinas Pertanian. Babinsa dan lain sebagainya serta partisipasi aktif warga merupakan unsur-unsur yang sangat penting dalam kesuksesan proses kegiatan. Bertolak dari keberhasilan kegiatan ini diharapkan akan menjadi stimualasi bagi desa-desa lain dalam mengmebnagkan desanya berbasis pada aset lokal yang dimiliki. Al Basirah. Volume 5. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2776-4702 . 2798-5946 . https://e-journal. id/index. php/albasirah Erna Riska Fitri. Ahmad Farihy. Kartika Devita. Yanti Ghoutsi Islahiyah. Amal Taufiq DAFTAR PUSTAKA