Jurnal Akuntansi Manajemen Madani Vol. No. Maret 2025 PENGARUH MEDIA SOSIAL DAN GAYA HIDUP TERHADAP PRILAKU KONSUMTIF GENERASI Z PADA KEWIRAUSAHAAN UMKM RETAIL (STUDI KASUS MAHASISWA DALAM PEMBELIAN AuTOKO EEN UNDERWAREAy DI BANDAR LAMPUNG Syahril Daud1. Sopian Ali2. Galih Pamungkas 3. Raychal Putra 4 Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Bandar Lampung daud@ubl. id , sopian. 21011130@student. 21011146@student. id , raychal. 21011162@student. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial dan gaya hidup terhadap perilaku konsumtif Generasi Z. Artikel Info dengan fokus pada pembelian produk di "Toko Een Underware" Sejarah Artikel: di Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah pendekatan Diterima: 19 Desember 2024 kuantitatif dengan analisis regresi berganda, melibatkan 100 Selesai Revisi: 17 Maret 2025 responden yang merupakan konsumen mahasiswa di Bandar Dipublikasi: Maret 2025 Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial Kata Kunci: Media sosial, gaya berperan sebagai mediator dalam hubungan antara gaya hidup hidup, perilaku konsumtif, dan perilaku konsumtif, di mana gaya hidup yang dipengaruhi Generasi Z. UMKM retail oleh media sosial dapat meningkatkan perilaku konsumtif. Namun, analisis menunjukkan bahwa media sosial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif di Toko Een Underware, dengan hanya 10,5% variabilitas perilaku konsumtif yang dapat dijelaskan oleh variabel media sosial dan gaya hidup. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pemilik UMKM dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif untuk menarik perhatian Generasi Z. Kata Kunci: Media sosial, gaya hidup, perilaku konsumtif. Generasi Z. UMKM retail. Abstrack This study aims to analyze the influence of social media and lifestyle on Generation Z's consumer behavior, focusing on product purchases at "Een Underware Store" in Bandar Lampung. The method used is a quantitative approach with multiple regression analysis, involving 100 respondents who are student consumers in Bandar Lampung. The results of the study indicate that social media acts as a mediator in the relationship between lifestyle and consumer behavior, where lifestyle influenced by social media can increase consumer behavior. However, the analysis shows that social media does not have a positive and significant effect on consumer behavior at Een Underware Store, with only 10. of the variability in consumer behavior that can be explained by social media and lifestyle variables. These findings provide important insights for MSME owners in designing more effective marketing strategies to attract Generation Z. Keywords: Social media, lifestyle, consumer behavior. Generation Z, retail MSMEs. PENDAHULUAN Perilaku konsumtif Generasi Z merupakan topik yang semakin menarik perhatian di tengah pesatnya Jurnal Akuntansi Manajemen Madani Vol. No. Maret 2025 perkembangan teknologi dan media sosial. Generasi ini, yang mencakup individu yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, dikenal sebagai generasi digital native yang sangat terhubung dengan berbagai platform online. Pengaruh media sosial dalam membentuk perilaku konsumsi mereka tidak dapat dipandang sebelah mata, terutama dalam konteks pembelian produk fashion seperti pakaian dalam. Berdasarkan penelitian Alvara Research Center . , sekitar 56% Generasi Z lebih memilih berbelanja secara berani, dengan pengaruh besar dari tren yang berkembang di media sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian sering kali dipengaruhi oleh rekomendasi dari influencer dan teman-teman mereka. Selain itu. Firamadhina & Krisnani . menemukan bahwa Generasi Z cenderung memiliki pola belanja impulsif dan lebih mengutamakan pengalaman emosional dalam proses pembelian dibandingkan dengan pertimbangan harga semata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media sosial dan gaya hidup terhadap perilaku konsumtif Generasi Z dalam pembelian pakaian di Een Underware, dengan fokus pada mahasiswa Bandar Lampung. Melalui pendekatan survei, penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana interaksi di media sosial dan gaya hidup sehari-hari mempengaruhi keputusan pembelian produk fashion di kalangan mahasiswa. KERANGKA TEORI MEDIA SOSIAL Media sosial memainkan peran yang sangat penting dalam mempengaruhi perilaku konsumtif, terutama di kalangan Generasi Z. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai platform komunikasi, tetapi juga sebagai sumber informasi yang signifikan dalam pengambilan keputusan pembelian. (Mangold & Faulds, 2. menjelaskan bahwa media sosial berfungsi sebagai elemen promosi yang baru dan hybrid. Mereka menyatakan bahwa platform seperti Facebook dan Twitter memungkinkan konsumen untuk berbagi informasi dan pengalaman, yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Konten yang diedarkan oleh pengguna sering kali dianggap lebih kredibel dibandingkan dengan iklan tradisional. (Kozinets, 2. meneliti bahwa media sosial semakin dipandang sebagai sumber informasi yang objektif dan berpengaruh pada perilaku konsumen. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumen cenderung mempercayai informasi yang mereka dapatkan melalui media sosial lebih dari iklan konvensional, sehingga berdampak pada perilaku konsumsi mereka. (Khatib ,2. menemukan bahwa pengaruh terbesar dari media sosial terjadi pada tahap pencarian informasi dan keputusan pembelian. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa ulasan positif di media sosial dapat mendorong keputusan pembelian, sementara ulasan negatif dapat menghalangi konsumen untuk membeli produk tertentu. (Hunaifi et al. , 2. dalam penelitian mereka tentang dampak media sosial terhadap perilaku konsumtif Pengaruh Media Sosial dan Gaya Hidup terhadap Prilaku Konsumtif Generasi Z pada Kewirausahaan UMKM Retail (Studi Kasus Mahasiswa dalam Pembelian AuToko EEN UnderwareAy di Bandar Lampung: Syahril Daud. Sopian Ali. Galih Pamungkas. Raychal Putra remaja menemukan bahwa interaksi di media sosial, terutama dengan influencer, dapat mempengaruhi keputusan pembelian remaja. Penelitian ini menunjukkan bahwa remaja lebih cenderung mengikuti tren yang mereka lihat di platform seperti Instagram dan TikTok. (Asrun & Gunawan, 2. tekanan pentingnya literasi keuangan dalam memoderasi pengaruh media sosial terhadap perilaku konsumtif. Penelitian ini menunjukkan bahwa generasi Z yang memiliki literasi keuangan yang cenderung lebih bijak dalam mengambil keputusan pembelian meskipun terpapar oleh berbagai promosi di media sosial. Indikator Pengaruh Media Sosial Menurut (Khatib, 2. , indikator-indikator pengaruh media sosial meliputi:1. Konten Menarik 2. Interaksi Konsumen 3. Interaksi Antarkonsumen 4. Kemudahan Komunikasi 5. Tingkat Kepercayaan GAYA HIDUP Gaya hidup merupakan pola perilaku yang mencerminkan cara hidup individu dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan. Dalam konteks perilaku konsumtif, gaya hidup sering kali menjadi faktor penentu yang mempengaruhi keputusan pembelian. Berbagai penelitian menunjukkan bagaimana gaya hidup dapat mendorong individu untuk berbelanja secara berlebihan dan mengadopsi perilaku (Mahrunnisya. Indriayu, & Wardani 2. menyatakan bahwa perilaku konsumtif sering kali dipicu oleh gaya hidup mewah yang berlebihan. Penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang terpapar pada lingkungan sosial dengan standar hidup tinggi cenderung melakukan pembelian impulsif dan menghabiskan uang untuk barang-barang yang tidak diperlukan. (Hayati. Yusuf, & Asnah, 2. menjelaskan bahwa gaya hidup konsumtif melibatkan pembelian barang tanpa pertimbangan rasional, lebih mengutamakan keinginan daripada kebutuhan. Penelitian ini menekankan pentingnya memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan dalam pengambilan keputusan konsumsi. (Lestarina et al. , 2. menemukan bahwa pembelian impulsif merupakan salah satu ciri utama dari perilaku konsumtif yang dipengaruhi oleh gaya hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang mencari kesenangan melalui pembelian barang trendi sering kali terjebak dalam siklus belanja yang tidak terkendali. (Amalia, 2. menyoroti bahwa perubahan gaya hidup yang lebih fokus pada penampilan dapat menyebabkan perilaku konsumtif di kalangan generasi muda. Penelitian ini menunjukkan bahwa dorongan untuk tampil baik di depan orang lain mendorong individu untuk menghabiskan lebih banyak uang untuk barang-barang yang tidak penting. Kurniawan . mencatat bahwa meskipun perilaku konsumtif dapat memberikan dampak positif seperti menciptakan lapangan kerja, namun juga memiliki dampak negatif seperti pola hidup boros dan kurangnya tabungan untuk masa depan. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya keseimbangan antara memenuhi keinginan dan perencanaan keuangan. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani Vol. No. Maret 2025 Indikator Gaya Hidup Konsumtif Indikator-indikator gaya hidup konsumtif menurut (Lestarina et al. Pembelian Impulsif 2. Ketergantungan pada Merek 3. Kepuasan Instan4. Penggunaan Kartu Kredit Berlebihan 5. Tidak Memiliki Rencana Keuangan PRILAKU KONSUMTIF Perilaku konsumtif merupakan kecenderungan individu untuk membeli barang dan jasa secara berlebihan, sering kali tanpa pertimbangan rasional. Dalam konteks ini, berbagai penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumtif dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk gaya hidup, pengaruh sosial, dan motivasi pribadi. (Sumartono, 2. menjelaskan bahwa perilaku konsumtif dapat tercermin melalui beberapa aspek, seperti membeli produk karena iming-iming hadiah, kemasan yang menarik, dan untuk menjaga penampilan diri. Penelitian ini menekankan bahwa banyak konsumen yang dipengaruhi oleh faktor eksternal dalam pengambilan keputusan pembelian mereka. (Mahrunnisya et al. dalam penelitian mereka menyatakan bahwa perilaku konsumtif sering kali ditandai dengan pembelian impulsif dan pencarian kesenangan melalui barang-barang mewah. Mereka menemukan bahwa generasi muda cenderung mengedepankan keinginan daripada kebutuhan dalam keputusan belanja mereka. (Hayati et al. , 2. mengemukakan bahwa perilaku konsumtif dapat dipicu oleh status sosial dan tekanan dari lingkungan sekitar. Penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang berada dalam lingkungan yang mendorong gaya hidup mewah cenderung melakukan pembelian yang tidak perlu. (Lestarina et al. , 2. mencatat bahwa pembelian impulsif adalah salah satu karakteristik utama dari perilaku konsumtif. Penelitian ini menunjukkan bahwa emosi dan iklan yang menarik dapat mendorong individu untuk membeli barang tanpa pertimbangan matang. (Kurniawan et al. , 2. menyoroti bahwa meskipun perilaku konsumtif dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian, namun juga memiliki dampak negatif seperti pemborosan dan ketidakmampuan dalam mengelola keuangan pribadi. Penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran akan konsekuensi dari perilaku konsumtif. Indikatorindikator perilaku konsumtif menurut (Sumartono, 2. meliputi: 1. Penampilan Diri 2. Pertimbangan Harga 3. Simbol Status 4. Konformitas 5. Pembelian Impulsif METODE PENELITIAN Penelitian ini akan menganalisis pengaruh Media sosial dan Gaya Gaya Hidup terhadap prilaku konsumtif generasi Z pada pembelian di een underware studi kasus pada mahaiswa universitas bandar Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis kuantitatif berdasarkan analisis regresi berganda, dimana penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menekankan analisis pada data numerical . Populasi dari penelitin ini adalah seluruh konsumen mahasiswa Pengaruh Media Sosial dan Gaya Hidup terhadap Prilaku Konsumtif Generasi Z pada Kewirausahaan UMKM Retail (Studi Kasus Mahasiswa dalam Pembelian AuToko EEN UnderwareAy di Bandar Lampung: Syahril Daud. Sopian Ali. Galih Pamungkas. Raychal Putra universitas Bandar Lampung dan peneliti ngambil 100 sampel konsumen Een Underware untuk Teknik pengambilan sampel menggunakan metode teknik simple random sampling yaitu adalah metode pengambilan sampel secara acak tanpa melihat perbedaan gender, agama, umur, dan lain-lain. Memberikan yang kesempatan kepada setiap anggota populasi, dimana teknik pengumpulan data primer menggunakan kuesioner. Analisis ini menggunakan perhitungan dengan statistik demi memudahkan pengujian untuk analisis data nya, oleh karena itu analisis diatas menggunakan perangkat aplikasi SPSS 25. Penelitian ini memakai analisis atau uji regresi linier berganda yang mana merupakan sebuah hubungan yang saling keterkaitan antara 2 atau lebih dan berguna untuk memprediksi dampak variabel independen pada variable dependend. Uji t ditambahkan untuk membuktikan sebuah dampak variable independen pada variable dependend berasumsi tetap. Uji F ini gunanya sebagai bagaimana melihat besarnya dampak variable independen secara bersama-sama pada variable dependend. Berkat analisis simultan, seseorang bisa melihat seberapa besar dampak variabelvariabel ini terhadap satu sama lain dengan melihat koefisien determinasi (R. Dari koefisien determinasi (R. terlihat bahwa akurasi analisis regresi linier berganda menunjukkan besarnya variasi kontribusi seluruh variabel independen dan variabel dependennya. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Berdasarkan hasil uji validitas yang telah dilakukan terhadap variabel X1. X2 dan Y nilai r-hitung menunjukan angka yang lebih besar dari r-tabel 0,1966 maka seluruh pernyataan dinyatakan valid Uji Reliabilitas Variabel CroncbachAos Alpha Explanation Media Sosial (X. 0,758 Reliable Gaya Hidup (X. 0,661 Reliable Perilaku konsumtif (Y) 0,677 Reliable Tabel 1 Hasil Uji Reliabilitas Sumber: Diolah SPSS 25, 2024 Ketika nilai CroncbachAos Alpha > 0,60 maka seluruh pernyataan dapat dikatakan reliable Berdasarkan hasil uji reliabiltas, nilai CroncbachAos Alpha lebih besar dari > 0,60 maka seluruh pernyataan dikatakan reliable. Uji Regresi Linear Berganda Jurnal Akuntansi Manajemen Madani Vol. No. Maret 2025 Tabel 2 Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Standardize Model Unstandardized Coefficients Coefficients (Consta Std. Error Beta Sig. Dependent Variable: Y Sumber: Diolah SPSS 25, 2024 Y=24. 064X1 0. Konstanta sebesar 24. 855 hal ini menunjukan bahwa apabila X1 dan X2 bernilai sebesar 0 maka nilai Y tetap sebesar 24. Berdasarkan variabel X1 hasil uji regresi yang menunjukan bahwa variabel X1 memiliki koefisien regresi positif dengan nilai 0. 064 artinya apabila terjadi kenaikan nilai variabel X1 sebesar 1 poin maka akan terjadi pula peningkatan terhadap variabel Y sebesar 0. Berdasarkan variabel X2 hasil uji regresi yang menunjukan bahwa variabel X2 memiliki koefisien regresi positif dengan nilai 0. 303 artinya apabila terjadi kenaikan nilai variabel X1 sebesar 1 poin maka akan terjadi pula peningkatan terhadap variabel Y sebesar 0. Uji T (Parsia. Tabel 3 Hasil Uji T Coefficientsa Standardize Model Unstandardized Coefficients Coefficients (Consta Std. Error Beta Sig. Dependent Variable: Y Sumber: Diolah SPSS25, 2024 Berdasarkan hasil analisis dari tabel diatas diperoleh nilai t hitung 0. 832 < t tabel 1. 985 dan 407 > dari 0,05 maka dapat disimpulkan media sosial tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap perilaku konsumtif sehingga H1 ditolak dan Ho diterima Pengaruh Media Sosial dan Gaya Hidup terhadap Prilaku Konsumtif Generasi Z pada Kewirausahaan UMKM Retail (Studi Kasus Mahasiswa dalam Pembelian AuToko EEN UnderwareAy di Bandar Lampung: Syahril Daud. Sopian Ali. Galih Pamungkas. Raychal Putra Berdasarkan hasil analisis dari tabel diatas diperoleh nilai t hitung 2. 900 > t tabel 1. 985 dan 005 < dari 0,05 maka dapat disimpulkan gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif sehingga H1 diterima dan Ho ditolak. Uji F (Simulta. Tabel 4 Hasil Uji F ANOVAa Sum of Model Mean Squares Regressi Square Residual Total Sig. Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. X2. X1 Sumber: Diolah SPSS 25, 2024 Berdasarkan hasil analisis tabel diatas didapatkan niali f hitung 5. 686> f tabel 3. 939 dan nilai 005<0. 05 maka disimpulkan terdapat pengaruh positif dan signifikan pada variabel media sosial dan gaya hidup secara simultan terhadap perilaku konsumtif sehingga H3 diterima dan Ho di Uji Koefisien Determinasi Tabel 5 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Std. Error of Adjusted R Square Estimate Square Predictors: (Constan. X2. X1 Sumber: Diolah SPSS 25, 2024 Berdasarkan hasil analisis diatas diperoleh presentase kergaman variabel perilaku konsumtif (Y) yang dapat dijelaskan oleh variabel media sosial (X. dan gaya hidup (X. adalah 10,5% atau 0. sedangkan 89,5% sisanya dijelaskan oleh variabel lein diluar penelitian ini PENUTUP Berdasarkan pengolahan data diatas maka dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut: Jurnal Akuntansi Manajemen Madani Vol. No. Maret 2025 Media sosial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif pada toko een underware di Bandar Lampung. Gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif pada toko een underware di Bandar Lampung. Media sosial dan gaya hidup secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif pada toko een underware di Bandar Lampung. Pengaruh Media Sosial dan Gaya Hidup terhadap Prilaku Konsumtif Generasi Z pada Kewirausahaan UMKM Retail (Studi Kasus Mahasiswa dalam Pembelian AuToko EEN UnderwareAy di Bandar Lampung: Syahril Daud. Sopian Ali. Galih Pamungkas. Raychal Putra DAFTAR PUSTAKA