Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Volume 11. Nomor 02. Desember 2024 Madinah. JSI by IAI TABAH is licensed under a Creative CommonsAttribution- NonCommercial 4. 0 International License Naskah masuk Direvisi Diterbitkan 30 Oktober 2024 22 Nopember 2024 10 Desember 2024 DOI : https://doi. org/10. 58518/madinah. PENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA MELALUI INTERNALIASI NILAI DALAM KEGIATAN KEAGAMAAN DAN SOSIAL Moh. Nasrul Amin Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah. Lamongan. Indonesia E-mail: narulamin07@gmail. Muhammad Nashihin Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah. Lamongan. Indonesia E-mail: nasihin@iai-tabah. Mukh Nursikin Universitas Islam Negeri Salatiga. Indonesia E-mail: ayahnursikin@gmail. ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui srtategi internalisasi nilai karakter religius dalam kegiatan keagamaan dan sosia dan nilai religius apa saja yang diinternasilasikan di Madrasah Aliyah (MA) Tarbiyatut Tholabah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penggalian data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi dengan sumber informan dari para pemimpin sekolah, guru, dan siswa. kebsahan data menggunakan triangulasi teknik dan analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau kesimpulan data. Temuan menunjukkan bahwa strategi internalisasi nilai religius berbasis kegiatan keagamaan dan sosial dilakukan melalui pertama kegiatan rutin yakni shalat berjamaah, ngaji rutin, dan kegiatan peringatan hari besar islam, kedua Kegiatan Sosial Kemasyarakatan seperti program bakti sosial dan pengabdian masyarakat, ketiga Pendekatan Pembiasaan dalam Kehidupan Sehari-hari yang terdapat dalam kultur islami dan Monitoring harian oleh guru, keempat adalah Program Tahfidz Al-QurAoan. adapun nilai religius yang diinternalisasikan adalah nilai keimanan dan ketaatan beribadah, kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, toleransi, kepedulian sosial. Hasil ini menyoroti potensi mengintegrasikan kegiatan keagamaan dan sosial dalam kurikulum untuk mengembangkan individu yang berwawasan luas yang memiliki landasan spiritual dan bertanggung jawab secara sosial. Penelitian ini berkontribusi pada literatur yang ada dengan memberikan bukti empiris tentang efektivitas integrasi kegiatan keagamaan dan sosial dalam pendidikan karakter di 295 Moh. Nasrul Amin, at. Internalisasi Nilai Karakter Religious. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Volume 11. Nomor 02. Desember 2024 sekolah Islam yang dapat di rekomendasikan untuk penerapan yang lebih luas di lembaga pendidikan Islam lainnya. Kata Kunci: Pendidikan Karakter. Internalisasi Nilai Religius. Kegiatan Keagamaan dan Sosial ABSTRACT: This study aims to determine the strategy of internalizing religious character values in religious and social activities and what religious values are internalized in Madrasah Aliyah (MA) Tarbiyatut Tholabah. The approach used is a qualitative approach with a case study design, data collection through interviews, documentation, and observation with informant sources from school leaders, teachers, and students. Data validity using triangulation techniques and data analysis through data reduction, data presentation and verification or data conclusions. The findings show that the strategy of internalizing religious values based on religious and social activities is carried out through first routine activities, namely congregational prayer, routine Koran reading, and activities to commemorate Islamic holidays, second Social Community Activities such as social service programs and community service, third Habitual Approach in Daily Life contained in Islamic culture and daily monitoring by teachers, fourth is the Al-Qur'an Tahfidz Program. The religious values that are internalized are the values of faith and obedience to worship, honesty, responsibility, simplicity, tolerance, social concern. These results highlight the potential of integrating religious and social activities in the curriculum to develop broad-minded individuals who are spiritually grounded and socially This study contributes to the existing literature by providing empirical evidence on the effectiveness of integrating religious and social activities in character education in Islamic schools that can be recommended for wider implementation in other Islamic educational institutions. Keywords: Character Education. Internalization Of Religious Values. Religious And Social Activities PENDAHULUAN Fenomena penurunan nilai-nilai agama di kalangan remaja adalah masalah fundamental yang ditandai dengan berkurangnya partisipasi kalangan remaja dalam kegiatan keagamaan. Remaja mengalami penurunan nyata dalam nilai-nilai agama, yang tercermin dalam berkurangnya partisipasi mereka dalam kegiatan keagamaan dan meningkatnya perilaku menyimpang. 1 Peningkatan perilaku menyimpang, dan berkurangnya apresiasi terhadap nilai-nilai spiritual dapat dilihat dari pengaruh globalisasi dan pergeseran budaya yang telah berkontribusi pada peningkatan sekularisme dan penurunan praktik keagamaan tradisional di Lene Arnett Jensen. AuThe Cultural Psychology of Religiosity. Spirituality, and Secularism in Adolescence,Ay Adolescent Research Review 6, no. : 277Ae88, https://doi. org/10. 1007/s40894-020-00143-0. 296 Moh. Nasrul Amin, at. Internalisasi Nilai Karakter Religious. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Volume 11. Nomor 02. Desember 2024 kalangan remaja. 2 Sebagai tanggapan fenomana tersebut, gerakan pendidikan karakter di sekolah atau madrasah semakin dilihat sebagai respons terhadap degradasi moral di kalangan remaja3 Lingkungan sosial, termasuk rumah, sekolah, dan komunitas, memainkan peran penting dalam membentuk karakter religious siswa, seperti misalnya hasil penulisan abdi dan kuswatun menjelaskan bahwa konseling kelompok berbasis nilai Islam telah terbukti secara efektif mengurangi perilaku menyimpang dengan menanamkan disiplin dan tanggung jawab pada siswa. 4 Selain itu, lingkungan sosial, termasuk keluarga, sekolah, dan komunitas, memainkan peran penting dalam membentuk karakter agama Penguatan positif dari lingkungan ini dapat menyebabkan kelangsungan hidup sosial dan pribadi yang lebih baik di kalangan remaja. Pendidikan di Madrasah Aliyah (MA), yang memadukan antara penguatan agama dengan ilmu pengetahuan menjadi sekolah yang relevan dalam pengembangan atau internalisasi nilai-nilai agama yang mendalam. Sebagaimana di MA yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dan sosial sebagai upaya penguatan nilai-nilai agama pada peserta didik. 6 Selain itu, pengitegrasian antara nilai agama dengan sosial dalam suatu praktik kegiatan di madrasah memiliki potensi untuk memperkuat karakter religiuos siswa jika dibandingkan dengan sekolah yang orientasinya prstasi, karena MA mengintegrasikan nilai-nilai agama dan sosial dalam kurikulumnya, menawarkan media yang menjanjikan untuk memperkuat karakter agama siswa. Namun, ada kesenjangan dalam penelitian tentang bagaimana kegiatan keagamaan dan sosial di MA dapat secara efektif membentuk karakter religious siswa karena secara teoritis kegiatan keagamaan berbeda dengan kegiatan sosial begitu juga orientasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan ini dan mencari bentuk integrasi seperti apa yang harus dilaksanakan dalam bentuk kegiatan nyata di madrasah. Teori pendidikan karakter saat ini sering berfokus pada aspek moral dan etika tanpa merinci bagaimana nilai-nilai agama dapat Jensen. Kandiri Kandiri et al. AuBuilding StudentsAo Moral Through Uswatun Hasanah Principles: A Systematic Literature Review,Ay Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam 15, no. : 109Ae28, https://doi. org/10. 21580/nw. Eni Kuswatun. N Nurjannah, and D Depriansya. AuKonseling Islam Dengan Pendekatan Cognitive Behavioural Therapy (Cb. Untuk Mengatasi Kenakalan Remaja [Islamic Counseling With Cognitive Behavioral Therapy (Cb. Approach To Overcome Juvenile Delinquenc. ,Ay Journal of Contemporary Islamic Counselling 1, no. : 1Ae10, https://doi. org/10. 59027/jcic. Iwona Rawicka. AuWspyCczesna MCodzie. Jej PoglIdy i Wyznawane Wartouci,Ay Studia TeologicznoHistoryczne olIska Opolskiego 40, no. : 135Ae54, https://doi. org/10. 25167/sth. Wawancara Bersama Muhammad Ali Mahmudi Wakil Kurikulum MA Tarbiyatut Tholabah Ifham Choli and Raihan. AuFactors That Influence the Character of Students in School,Ay Journal of Educational and Social Research 10, no. : 105Ae14, https://doi. org/10. 36941/jesr-2020-0050. 297 Moh. Nasrul Amin, at. Internalisasi Nilai Karakter Religious. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Volume 11. Nomor 02. Desember 2024 diinternalisasi melalui kegiatan praktis di sekolah. 8 Ada kebutuhan untuk penelitian yang mengeksplorasi integrasi efektif kegiatan agama dan sosial di MA untuk membentuk karakter religius siswa. 9 Sementara penurunan nilai-nilai agama di kalangan remaja memprihatinkan, integrasi nilai-nilai agama dan sosial dalam lingkungan pendidikan seperti Madrasah Aliyah menawarkan solusi Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai ini dapat diinternalisasi secara efektif melalui kegiatan praktis, mengatasi kesenjangan saat ini dalam literatur. Melihat hasil literatur yang sudah ada. Internalisasi nilai-nilai etika agama dicapai melalui model konseptual yang melibatkan pemahaman . , pemurnian jiwa . azkiyatun naf. , dan pengasuhan jiwa . Model ini menekankan tidak hanya transfer pengetahuan tetapi juga transfer nilai, yang bertujuan untuk membentuk karakter yang baik. 10 Efektivitas program pendidikan karakter dievaluasi melalui berbagai metode, termasuk evaluasi harian dan semester. Program-program ini telah terbukti meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan positif, menanamkan praktik-praktik ini ke dalam rutinitas bawah sadar mereka. 11 Selain itu, pengembangan kebijakan pendidikan karakter dengan mengintegrasikan nilai-nilai agama dan sosial di tingkat pendidikan menengah harus dilakukan. Integrasi ini sangat penting untuk mengatasi krisis moral di kalangan remaja dan memperkuat peran strategis pendidikan karakter di sekolah. Sedangkan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peningkatan karakter keagamaan di Madrasah Aliyah melalui kegiatan keagamaan dan sosial, dengan fokus pada bagaimana srtategi internalisasi nilai karakter religius dalam kegiatan keagamaan dan sosial serta nilai religius apa saja yang diinternalisasikan kepada peserta didik. Pada prosesnya tentu Ini juga mengevaluasi efektivitas kegiatan yang ada di madrasah dalam membentuk karakter religius siswa dan menawarkan rekomendasi untuk implementasi yang lebih luas di sekolah-sekolah Islam. Penelitian ini sangat penting dalam mengatasi Ritonga Mahyudin et al. AuMental Health and Adolescents Character Development Islamic Perspective,Ay European Journal of Molecular & Clinical Medicine 7, no. : 235Ae40. Abd Mutalib Mohamad Ghazi Faris and Anas Norazmi. AuPemulihan Akhlak Remaja Melalui Pendekatan Tahfiz Di Malaysia: Tinjauan Awal,Ay Jurnal Islam Dan Masyarakat Kontemporari 21, no. : 134Ae40. Nadri Taja et al. AuConceptual Model of Internalization of Religious Ethical Value in Education Perspective Islamic Characters,Ay TaAodib Jurnal Pendidikan Islam 9, no. : 99Ae110, https://ejournal. id/index. php/tadib/article/view/7004. Helmi Aziz. Rahila Rahila, and Agus Halimi. AuImplementation of Islamic Character Education Through Morning Habit Program,Ay TaAodib: Jurnal Pendidikan Islam 9, no. : 69Ae77, https://ejournal. id/index. php/tadib/article/view/6425. Murtadha Prodi et al. AuAl-Madyris INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER (Studi Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Isla. Ay . https://journal. id/index. php/almadaris. 298 Moh. Nasrul Amin, at. Internalisasi Nilai Karakter Religious. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Volume 11. Nomor 02. Desember 2024 krisis moral di kalangan remaja, menekankan peran strategis pendidikan karakter di sekolah. Integrasi kegiatan keagamaan dan sosial sangat penting untuk membangun karakter. Kegiatan seperti salam pagi, zikir Asmaul Husna, dan bacaan Al-Qur'an adalah contoh bagaimana madrasah aliyah tersebut menerapkan pendidikan karakter melalui program pembiasaan, yang membantu menanamkan kebiasaan positif pada siswa . awancara, 2. Penelitian ini menggaris bawahi pentingnya pendekatan holistik untuk pendidikan karakter, mengintegrasikan nilai-nilai agama dan sosial untuk mengatasi krisis moral di kalangan remaja. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami fenomena kompleks yang berkaitan dengan internalisasi nilai karakter religious siswa berbasis kegiatan keagamaan dan sosial di madrasah. Pendekatan kualitatif digunakan karena memberikan wawasan mendalam tentang perspektif individu dan interaksi sosial dalam konteks pendidikan Islam. 13 Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus, yang memungkinkan analisis mendalam terhadap fenomena spesifik dalam konteks nyata. 14 Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik utama: wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Wawancara mendalam dilakukan dengan pimpinan lembaga, pendidik, peserta didik, dan wali siswa untuk mendapatkan perspektif yang beragam. Dokumentasi mencakup pengumpulan dokumen terkait laporan kegiatan keagaman dan sosial di madrasah, dan kurikulum mengenai pelaksanaan Selain itu, observasi partisipatif dilakukan di lembaga pendidikan Islam untuk memahami dinamika interaksi dan proses kegiatan dan pembelajaran secara langsung. Lokasi penelitian difokuskan pada Madrasah Aliyah Tarbiyatut Tholabah yang didasarkan pada reputasi lembaga tersebut dalam upaya meningkatkan karakter bagi peserta didik. Subjek penelitian terdiri dari tiga pimpinan Madrasah Aliyah, lima guru, dan lima siswa yang mewakili kelas jurusan dan tingkat kelas. Analisis data dilakukan menggunakan analisis reduksi data, penyajian data dan verifikasi data memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi pola tema yang muncul dari data yang terkumpul. 16 Pemilihan analisis ini didasarkan pada kemampuannya untuk menangkap pengalaman subjektif dan makna yang dihasilkan oleh para subjek penelitian, sehingga memberikan gambaran yang lebih holistik tentang internalisasi nilai karakter religious. Dengan demikian. Creswell. Research Design: Qualitative. Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications. (USA, 2. Mattew B. dan A. Michael Huberman. Miles. Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Method. (USA, 1. Peter Newby. Research Methods for Education . nd Ed. Comparative Edition of the Syriac Gospels. Miles. Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Method. 299 Moh. Nasrul Amin, at. Internalisasi Nilai Karakter Religious. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Volume 11. Nomor 02. Desember 2024 analisis ini diharapkan dapat menggali isu-isu kunci dan menghasilkan rekomendasi yang praktis untuk pengembangan pendidikan Islam khususnya internalisasi nilai karakter melalui integrasi kegiatan keagamaan dan sosial di HASIL DAN PEMBAHASAN Integrasi Kegiatan Keagamaan dan Sosial Sebagai Upaya Menumbuhkan Karakter Religius Siswa Penelitian ini berfokus pada bagaimana integrasi kegiatan keagamaan dan sosial di Madrasah Aliyah menjadi salah satu strategi utama dalam menumbuhkan karakter religius siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah ini berhasil menciptakan lingkungan pendidikan yang memadukan aspek spiritual dengan tanggung jawab sosial untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya religius, tetapi juga peduli terhadap masyarakat di sekitarnya. Lebih lanjut, madrasah menyadari betul akan pentingnya habluminallah dan habluminannas atau bahasa lainya seorang siswa harus memiliki karakter yang kuat terkait tanggungjawab atas ibadah mahdhoh dan ghoiru mahdhoh. 17 Nilai-nilai agama yang diajarkan di madrasah tidak hanya diterima secara kognitif tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari oleh siswa. Aplikasi praktis ini sangat penting untuk internalisasi nilai-nilai ini. 18 Studi ini mendukung bahwa kegiatan keagamaan di madrasah memainkan peran penting dalam menginternalisasi nilai-nilai agama. Hal ini konsisten dengan temuan yang menekankan pentingnya pendidikan agama dalam membentuk karakter dan perkembangan moral murid. 19 Hal ini konsisten dengan temuan yang menekankan pentingnya pendidikan agama dalam membentuk karakter dan perkembangan moral murid. Maka dengan demikian. MA sangat menekankan religiusitas siswa yang bisa diukur dengan bagaimana mereka beribadah dengan Allah dan berribadah dengan sesama yang ditunjukan dengan kualitas prilaku yang baik. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa integrasi kegiatan keagamaan dan sosial merupakan strategi yang efektif dalam menumbuhkan karakter religius siswa di MA. Hal ini juga didukung dengan hasil penelitian yang menjelaskan Integrasi kegiatan keagamaan dan sosial dalam kurikulum tidak hanya memperkuat dimensi spiritual siswa tetapi juga mengembangkan keterampilan sosial seperti kerja sama, empati, dan toleransi. 21 Temuan ini Wawancara Dengan wakil kurikulum MA Tarbiyatut Tholabah Ririn Nuraini and Ika Wahyu Susiani. AuInternalization of Islamic Education Values in Establishing Student Social Characters,Ay Aqlamuna: Journal of Educational Studies 1, no. : 289Ae98, https://doi. org/10. 58223/aqlamuna. Agus Samsudin. Supiana Supiana, and Nanat Fatah Natsir. AuInternalization of Religious Moderation Values Through Extracurricular Scouts,Ay Jurnal Sosial Dan Sains 3, no. : 1288Ae1303, https://doi. org/10. 59188/jurnalsosains. Samsudin. Supiana, and Fatah Natsir. Rahmat Hidayat. AuKonsep Pendidikan Karakter Dalam Pengembangan Masyarakat Islam (Studi Pemikiran Burhanuddin Al-Zarnuj. ,Ay Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan 3, no. : 1, https://doi. org/10. 31958/jsk. 300 Moh. Nasrul Amin, at. Internalisasi Nilai Karakter Religious. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Volume 11. Nomor 02. Desember 2024 mendukung pengembangan program pendidikan karakter di sekolah-sekolah berbasis Islam, menunjukkan bahwa pendekatan holistik yang mencakup dimensi agama dan sosial adalah efektif. Pendekatan ini tidak hanya membentuk siswa yang religius secara individual, tetapi juga mendorong mereka untuk berkontribusi positif dalam kehidupan sosial. Strategi ini dapat dijadikan model bagi institusi pendidikan lainnya yang ingin mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan tanggung jawab sosial dalam kurikulum mereka, sehingga dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga berperan aktif dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Strategi Internalisasi Nilai Karakter Religius Berbasis Kegiatan Keagamaan dan Sosial di Madrasah Aliyah Penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi internalisasi nilai karakter religius di Madrasah Aliyah menggunakan pendekatan berbasis kegiatan keagamaan dan sosial yang terintegrasi secara sistematis ke dalam kurikulum dan budaya sekolah. Strategi ini dirancang dengan mempertimbangkan aspek pengalaman langsung yang diperoleh siswa melalui partisipasi aktif dalam kegiatan tersebut, sehingga nilai-nilai religius tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi juga dipraktikkan secara konkret. Strategi ini dibagi ke dalam empat pilar utama: . Kegiatan Keagamaan Rutin, . Kegiatan Sosial Kemasyarakatan, . Program Tahfidz Al-QurAoan dan . Pendekatan Pembiasaan dalam Kehidupan Sehari-hari. 23 Setiap pilar berperan penting dalam mendukung pembentukan karakter religius siswa secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kegiatan Keagamaan Rutin Kegiatan keagamaan rutin di MA meliputi shalat berjamaah, pengajian, dan peringatan hari besar Islam. Shalat berjamaah dilakukan setiap hari, baik pada waktu Dzuha dan Dzuhur, di mana seluruh siswa diwajibkan ikut serta. Shalat berjamaah ini berfungsi sebagai sarana internalisasi nilai kebersamaan, ketaatan dalam beribadah, serta kedisiplinan. Pengajian rutin diadakan setiap minggu, yang dipimpin oleh guru atau pengasuh pondok setempat, dengan fokus pada kajian akhlak dan spiritualitas. Pengajian ini memperkuat pemahaman siswa terhadap nilai-nilai religius dan menanamkan sikap taat serta cinta terhadap ilmu agama. Kegiatan peringatan hari besar Islam seperti Maulid Nabi dan Isra MiAoraj juga digunakan sebagai momen untuk menguatkan nilai-nilai spiritual serta mengajarkan sejarah perjuangan Nabi Muhammad sebagai teladan. 24 Kegiatan seperti ini penting untuk membangun karakter religius siswa. Kegiatan-kegiatan ini juga memberikan kerangka Furqon Arifin et al. AuManagement Of Strengthening Character Education In Fostering Morals Of Karimah Students At Madrasah Tsanawiyah. Bandung Regency,Ay International Journal of Educational Research & Social Sciences 3, no. : 1920Ae26, https://doi. org/10. 51601/ijersc. Wawancara Dengan wakil kurikulum MA Tarbiyatut Tholabah Wawancara Dengan Guru MA Tarbiyatut Tholabah 301 Moh. Nasrul Amin, at. Internalisasi Nilai Karakter Religious. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Volume 11. Nomor 02. Desember 2024 praktis bagi siswa untuk mengalami dan menginternalisasi ajaran agama. Partisipasi aktif siswa dalam kegiatan ini berfungsi sebagai media yang efektif untuk pembelajaran spiritual, memungkinkan mereka untuk memahami konsep iman baik secara teoritis maupun praktis. 26 Sementara penelitian ini menggarisbawahi dampak positif dari kegiatan keagamaan pada pengembangan karakter siswa, penting untuk mempertimbangkan konteks pendidikan yang lebih luas. Kegiatan Sosial Kemasyarakatan Pada madrasah aliyah kegiatan sosial merupakan bagian integral dari strategi ini, di mana siswa diajak untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap Contoh nyata adalah program bakti sosial yang dilakukan secara berkala, di mana siswa mengunjungi organisasi sosial yang ada di desa kranji yang mengurus terkait anak yatim, membantu masyarakat kurang mampu, atau terlibat dalam kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan. Aktivitas ini menanamkan nilai empati, kerjasama, dan solidaritas sosial dalam diri siswa. Kegiatan sosial seperti gotong royong dan program pelayanan sosial efektif dalam membangun ciri-ciri karakter seperti toleransi dan empati di kalangan siswa. Kegiatan ini mendorong siswa untuk bekerja sama, menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling menghormati. 27 Interaksi antar siswa selama kegiatan ini mempromosikan suasana saling menghormati dan toleransi, yang penting untuk koeksistensi yang harmonis dalam masyarakat yang beragam. Selain itu, program pengabdian masyarakat melalui kegiatan keagamaan di luar sekolah, seperti membantu tempat-tempat pendidikan disekitar Madrasah dalam memberikan pendidikan agama seperti TPQ, pengajian di Musholla atau mengimami, mendorong siswa untuk mengaplikasikan ilmu agama dalam konteks sosial yang lebih luas. Kegiatan sosial, termasuk kerjasama dalam acara keagamaan dan komunitas, memainkan peran penting dalam meningkatkan aspek spiritual dan sosial siswa. Kegiatan-kegiatan ini menumbuhkan rasa komunitas dan tanggung jawab kolektif di antara siswa. Integrasi pendidikan agama dan moral melalui kegiatan sosial membantu siswa mengembangkan sifat-sifat positif yang dapat diterapkan dalam Siti Sofiyah. AuImplementasi Pendidikan Karakter Religius Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Purworejo,Ay Ar-Rihlah: Jurnal Inovasi Pengembangan Pendidikan Islam 7, no. : 50Ae59, https://doi. org/10. 33507/ar-rihlah. M R Hamzah et al. AuProyek Profil Pelajar Pancasila Sebagai Penguatan Pendidikan Karakter Pada Peserta Didik,Ay A Pendidikan, 2022, https://ejournal. id/index. php/JJP/article/view/309. Mahyudin et al. AuMental Health and Adolescents Character Development Islamic Perspective. Ay Ahmad Suradi. Mary C Tabata, and Buyung Surahman. AuThe History And Values of Tolerance In Tabot Traditional Ceremonies In Bengkulu Society,Ay Paramita: Historical Studies Journal 30, no. : 170Ae 79, https://doi. org/10. 15294/paramita. Agus Sutiono. Nur Aini, and Abrar Parinduri. AuHubungan Religiusitas Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Perkembangan Moral Siswa Sekolah Menegah Atas Tarbiyah Islamiah Hamparan Perak,Ay Journal of Education. Humaniora Social Sciences (JEHSS) . 27Ae35, https://doi. org/10. 34007/jehss. 302 Moh. Nasrul Amin, at. Internalisasi Nilai Karakter Religious. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Volume 11. Nomor 02. Desember 2024 kehidupan sehari-hari. 30 Pelaksanaan kegiatan sosial dalam pengaturan pendidikan didukung oleh teori pembelajaran sosial, yang menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dapat secara signifikan berkontribusi pada pengembangan sifat karakter positif pada siswa. 31 Kegiatan sosial seperti gotong royong dan program pelayanan sosial efektif dalam membangun ciriciri karakter seperti toleransi dan empati di kalangan siswa. Kegiatan ini mendorong siswa untuk bekerja sama, menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling menghormati. 32 Pelaksanaan kegiatan sosial dalam pengaturan pendidikan didukung oleh teori pembelajaran sosial, yang menunjukkan bahwa kegiatan tersebut dapat secara signifikan berkontribusi pada pengembangan sifat karakter positif pada siswa. Pendekatan Pembiasaan dalam Kehidupan Sehari-hari Pendekatan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari melibatkan upaya sekolah untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengamalan nilainilai religius. Misalnya. Madrasah Aliyah menerapkan kultur islami yang kuat, di mana siswa dibiasakan untuk mengucapkan salam, berpakaian sopan sesuai syariat, dan menjaga adab dalam berkomunikasi dengan guru serta sesama Pembiasaan ini dilihat sebagai strategi penting dalam membangun karakter religius yang konsisten, karena nilai-nilai tersebut bukan hanya diinternalisasi di ruang kelas, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa di sekolah. Pendekatan menggunakan kegiatan keagamaan dan sosial yang dilaksanakan dalam keseharian sebagai media pendidikan karakter didukung oleh program-program serupa di SMP PGII 1 Bandung, di mana praktik keagamaan sehari-hari digunakan untuk menanamkan kebiasaan Monitoring harian oleh guru untuk memastikan penerapan pembiasaan ini memberikan pengawasan langsung terhadap proses internalisasi nilai, serta mendorong tanggung jawab individu siswa dalam menjaga perilaku religius Integrasi kegiatan keagamaan dan sosial di MA membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai agama, yang mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini tercermin dalam peningkatan disiplin mereka dalam praktik keagamaan dan kepedulian terhadap orang lain. Sahlan Hafidzudin Fikri. Wahyu Raman Warnerin Rangga Panji, and Eka Laila Fitriyah. AuUrgensi Pelaksanaan Pendidikan Karakter Yang Terintegrasi: Analisis Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter,Ay Indonesian Journal of Educational Management and Leadership (Kuras Institute, 2. , https://doi. org/10. 51214/ijemal. Anastasia Kotelevets. AuTheoretical and Methodological Principles of Social Activity of Students,Ay Scientific Bulletin of Uzhhorod University. Series: APedagogy. Social WorkA 1, no. : 134Ae37, https://doi. org/10. 24144/2524-0609. Sarip Sarip and Muhammad Abdul Azis. AuFilosofi Peletakan Hajar Aswad Dalam Bentuk Permainan Anak Di Desa Wilulang Cirebon Jawa Barat,Ay Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat 5, no. 76Ae84, https://doi. org/10. 25134/empowerment. Kotelevets. AuTheoretical and Methodological Principles of Social Activity of Students. Ay Aziz. Rahila, and Halimi. AuImplementation of Islamic Character Education Through Morning Habit Program. Ay Hamzah et al. AuProyek Profil Pelajar Pancasila Sebagai Penguatan Pendidikan Karakter Pada Peserta Didik. Ay 303 Moh. Nasrul Amin, at. Internalisasi Nilai Karakter Religious. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Volume 11. Nomor 02. Desember 2024 Program Tahfidz Al-QurAoan Salah satu kegiatan unggulan yang terbukti efektif dalam internalisasi nilai religius adalah kegiatan tahfidz Al-QurAoan, di mana siswa didorong untuk menghafal Al-QurAoan secara terstruktur dan rutin. 36 Kegiatan seperti doa, jamaah dan pembacaan agama seperti membaca Al-QurAoan berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai spiritual, yang sangat penting untuk pengembangan karakter. 37 Program ini tidak hanya mengasah kemampuan akademik siswa dalam hal hafalan, tetapi juga membentuk karakter disiplin, ketekunan, dan kecintaan pada Al-QurAoan sebagai pedoman hidup. Kegiatan tahfidz juga diintegrasikan dengan pengajaran tafsir untuk memperdalam pemahaman siswa tentang makna ayat-ayat Al-Qur'an, sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diinternalisasi dengan lebih mendalam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, program ini juga menguatkan siswa pada konteks keimanan dan badahnya. Strategi yang diterapkan di Madrasah Aliyah menunjukkan bahwa integrasi antara kegiatan keagamaan dan sosial dalam kurikulum serta pembiasaan sehari-hari mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi pembentukan karakter religius. Temuan ini memperkuat pentingnya pengalaman langsung dan lingkungan sosial yang mendukung dalam proses internalisasi nilai religius, yang dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai institusi pendidikan Islam. Teori pendidikan karakter mendukung gagasan bahwa pendidikan moral dan etika paling baik diajarkan melalui pengalaman langsung dan kegiatan kolektif, yang merupakan pusat pendekatan pendidikan di MA. Teori Internalisasi Nilai lebih lanjut mendukung hal ini dengan menyoroti pentingnya praktik berulang dalam menanamkan nilai-nilai agama pada siswa. 39 Penelitian ini memberikan perspektif baru dalam pengembangan pendidikan karakter religius di madrasah, serta berkontribusi pada literatur yang semakin berkembang mengenai efektivitas kegiatan berbasis keagamaan dan sosial dalam membentuk karakter siswa. Nilai-Nilai Karakter Religius yang Diinternalisasikan dalam Kegiatan Keagamaan dan Sosial di Madrasah Aliyah Penelitian ini menemukan bahwa Madrasah Aliyah telah berhasil menginternalisasikan berbagai nilai karakter religius kepada siswa melalui rangkaian kegiatan keagamaan dan sosial yang sistematis dan terencana. Dimensi-dimensi nilai tersebut dapat dielaborasikan dalam kegiatan di madrasah Wawancara Dengan Siswa Penghafal Al-QurAoan MA Tarbiyatut Tholabah Mohammad Kumaidi and Muhammad Ali Sibram Malisi. AuConstruction of Boarding School Religious Extracurricular Model in Secondary School,Ay International Journal of Education. Culture and Society 6, no. : 43, https://doi. org/10. 11648/j. Taja et al. AuConceptual Model of Internalization of Religious Ethical Value in Education Perspective Islamic Characters. Ay Tobroni. Nur Chanifah, and Saiful Akhyar Lubis. AuReligious Character Teaching and Learning Model to Prevent Radicalism in Universities,Ay Systematic Reviews in Pharmacy 11, no. : 102Ae11, https://doi. org/10. 31838/srp. 304 Moh. Nasrul Amin, at. Internalisasi Nilai Karakter Religious. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Volume 11. Nomor 02. Desember 2024 karena Pendidikan karakter mencakup pengetahuan moral, sikap, dan perilaku etis, selaras dengan nilai-nilai budaya dan religius. 40 Nilai-nilai tersebut, yang mencakup aspek moral, spiritual, dan sosial, menjadi fondasi penting dalam membentuk perilaku dan kepribadian siswa. Adapun nilai-nilai karakter religius yang diinternalisasikan meliputi dan ketaatan beribadah, kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, toleransi, serta kepedulian sosial. Proses internalisasi ini dilakukan melalui pendekatan praktis yang memungkinkan siswa untuk mengalami dan mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Keimanan dan Ketaatan Beribadah Nilai keimanan dan ketaatan beribadah merupakan elemen kunci yang diinternalisasikan melalui kegiatan keagamaan rutin di madrasah. Madrasah Aliyah Tarbiyatut Tholabah menyelenggarakan shalat berjamaah setiap hari, yang menjadi sarana utama untuk memperkuat komitmen siswa dalam menjalankan kewajiban agama. Praktek shalat jamaah sehari-hari di Madrasah Aliyah Tarbiyatut Tholabah merupakan metode utama untuk memperkuat komitmen siswa terhadap kewajiban agama. Ibadah yang teratur ini tidak hanya menanamkan disiplin tetapi juga meningkatkan kesadaran spiritual dan memperkuat hubungan siswa dengan Tuhan. 41 Kegiatan keagamaan semacam itu sangat penting dalam membangun solidaritas di antara siswa, karena mereka berbagi perjalanan spiritual yang sama dan saling mendukung dalam praktik iman mereka. 42 Shalat berjamaah tidak hanya mengajarkan disiplin dalam beribadah, tetapi juga menguatkan kesadaran spiritual siswa, memperdalam hubungan mereka dengan Allah, serta membangun solidaritas antar sesama siswa. Selain itu, kegiatan tadarus Al-QurAoan yang dilakukan setiap pagi juga menanamkan nilai kecintaan terhadap Al-QurAoan dan kesadaran bahwa kitab suci tersebut merupakan panduan hidup yang harus diamalkan dalam Kegiatan pengajaran Al-Qur'an yang dilakukan setiap pagi semakin menanamkan cinta kepada Al-Qur'an, menekankan perannya sebagai panduan hidup. Praktek ini memastikan bahwa siswa menginternalisasi ajaran kitab suci dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kejujuran Kejujuran menjadi salah satu nilai yang ditekankan melalui berbagai kegiatan, terutama dalam konteks interaksi sosial dan tanggung jawab Madrasah Aliyah menerapkan kegiatan diskusi kelompok dalam pengajaran, di mana siswa diajak untuk berbicara secara terbuka dan jujur Etep Rohana. AuCharacter Education Relation with Spiritual Intelligence in Islamic Education Perspective,Ay International Journal of Nusantara Islam 6, no. : 165Ae74, https://doi. org/10. 15575/ijni. M Sayyidul Abrori and Moh. Solikul Hadi. AuIntegral Values in Madrasah: To Foster Community Trust in Education,Ay Istawa : Jurnal Pendidikan Islam 5, no. : 160, https://doi. org/10. 24269/ijpi. Rifqi Taufiqul Hakim and Dinnie Anggraeni Dewi. AuURGENSI PENDIDIKAN KARAKTER GUNA CALON GENERASI EMAS BANGSA,Ay Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan (LPPM IKIP PGRI Pontianak, 2. , https://doi. org/10. 31571/pkn. Abrori and Hadi. AuIntegral Values in Madrasah: To Foster Community Trust in Education. Ay 305 Moh. Nasrul Amin, at. Internalisasi Nilai Karakter Religious. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Volume 11. Nomor 02. Desember 2024 mengenai pemahaman mereka terhadap materi keagamaan dan sosial. Kejujuran merupakan nilai inti yang ditekankan melalui berbagai kegiatan di madrasah, khususnya dalam interaksi sosial dan tanggung jawab akademik. Diskusi kelompok mendorong siswa untuk mengekspresikan pandangan mereka secara terbuka dan jujur, menumbuhkan budaya kepercayaan dan saling menghormati. 44 Kegiatan ini mendorong siswa untuk berani menyatakan pandangan mereka dengan jujur, serta membangun kepercayaan antar sesama siswa dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman. Tanggung Jawab Nilai tanggung jawab diinternalisasikan melalui berbagai program yang menuntut keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Salah satu contohnya adalah membimbing ibadah juniornya, di mana lebih banyak siswa senior diberi tanggung jawab membimbing adik kelas dalam melakukan ibadah harian. 45 Program ini tidak hanya mengajarkan kepemimpinan, tetapi juga membangun kesadaran siswa akan tanggung jawab mereka dalam menjaga dan mengarahkan sesama Muslim menuju ketaatan ibadah. 46 Selain itu, program kerja social membersihkan kelas, masjid sangat efektif menumbuhkan nilai tanggung jawab, penelitian lain menunjukkan seperti partisipasi dalam kegiatan membersihkan masjid dan lingkungan sekolah, memberikan siswa tanggung jawab langsung untuk menjaga kebersihan dan keindahan fasilitas umum sebagai bagian dari amal sosial mereka. Kesederhanaan Madrasah Aliyah menginternalisasikan nilai kesederhanaan melalui budaya sehari-hari di sekolah yang menekankan pola hidup sederhana dan jauh dari sikap materialistis. Kegiatan seperti puasa sunnah bersama pada harihari tertentu diikuti oleh seluruh siswa, yang bertujuan untuk menanamkan nilai kesederhanaan dalam makan dan minum, sekaligus meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah. Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk berbagi makanan sederhana dengan teman-temannya, kesederhanaan juga harapanya menjadi gaya hidup mereka. Kegiatan berpuasa ini didukung dengan hasil peneltian amiruddin bahwa nilai kesederhanaan dapat meningkatkan rasa syukur. 48 Selain itu, kesederhanaan tidak hanya dipraktikkan secara individu, tetapi juga dalam konteks sosial. 49 Program ini Abrori and Hadi. Kandiri et al. AuBuilding StudentsAo Moral Through Uswatun Hasanah Principles: A Systematic Literature Review. Ay Noor Amirudin and Hasan Basri. AuInternalzaton of Islamc Values on Undergraduate Students Through The Batul Arqam,Ay DAYAH: Journal of Islamic Education 3, no. : 142, https://doi. org/10. 22373/jie. Mynica Cecilia Aguirre Garayar. AuLa Mystica Del Servicio y El Compromiso yOtico Como Fundamento de La Responsabilidad Social de La UMCH. ,Ay Revista EDUCA UMCH 15, no. : 36Ae47, https://doi. org/10. 35756/educaumch. Amirudin and Basri. AuInternalzaton of Islamc Values on Undergraduate Students Through The Batul Arqam. Ay Kandiri et al. AuBuilding StudentsAo Moral Through Uswatun Hasanah Principles: A Systematic Literature Review. Ay 306 Moh. Nasrul Amin, at. Internalisasi Nilai Karakter Religious. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Volume 11. Nomor 02. Desember 2024 mendorong siswa untuk hidup hemat, sederhana, dan tidak terpengaruh oleh gaya hidup konsumtif. Toleransi Nilai toleransi menjadi sangat penting dalam membentuk sikap saling menghormati di antara siswa, terutama dalam konteks keberagaman dalam praktik beragama dan kehidupan sosial. Kegiatan seperti diskusi antar kelompok agama yang diadakan di madrasah memberikan ruang bagi siswa untuk berdialog dengan individu dari latar belakang keagamaan yang berbeda. Hal ini mendorong mereka untuk memahami dan menghormati perbedaan, serta mengembangkan sikap toleransi dalam menjalani kehidupan di masyarakat yang plural. Dalam konteks keagamaan, madrasah juga mengajarkan pentingnya toleransi antar mazhab, dengan memberikan pengajaran mengenai perbedaan mazhab dalam Islam dan mendorong siswa untuk menghormati berbagai pandangan yang ada dalam agama mereka Toleransi sangat penting dalam membentuk sikap saling menghormati di antara siswa, terutama dalam lingkungan agama dan sosial yang beragam. Diskusi antar kelompok agama di madrasah menyediakan platform bagi siswa untuk terlibat dengan individu dari latar belakang agama yang berbeda, mempromosikan pemahaman dan penghormatan terhadap perbedaan. Madrasah mengajarkan pentingnya toleransi dalam Islam dengan mendidik siswa tentang perbedaan antara aliran pemikiran Islam dan mendorong penghormatan terhadap berbagai pandangan dalam agama mereka. Kepedulian Sosial Nilai kepedulian sosial diinternalisasikan melalui berbagai kegiatan amal dan pengabdian masyarakat. Salah satu kegiatan utama adalah program bakti sosial, di mana siswa secara rutin mengunjungi panti asuhan, rumah jompo, atau masyarakat yang membutuhkan bantuan. Melalui kegiatan ini, siswa diajarkan untuk peduli terhadap orang lain yang kurang beruntung, serta berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial di sekitarnya. Program penggalangan dana untuk bencana juga menjadi bagian dari pembelajaran sosial di madrasah, di mana siswa diajak untuk berempati dan berkontribusi secara nyata dalam membantu korban bencana. Kegiatan-kegiatan ini secara efektif menanamkan nilai kepedulian sosial, yang menjadi salah satu pilar penting dalam pembentukan karakter religius yang seimbang. Program penggalangan dana untuk bantuan bencana adalah aspek penting lainnya dari pembelajaran sosial. Inisiatif ini mendorong siswa untuk berempati dengan Partono - - et al. AuInternalization of Moral Values in the Frame of International School,Ay AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan 13, no. : 126Ae35, https://doi. org/10. 35445/alishlah. Aufa Fitria and M. Ikhsan Tanggok. AuInter-Religious Tolerance in Indonesia From the Perspective of Pancasila Philosophy,Ay Al-Albab 9, no. : 265Ae74, https://doi. org/10. 24260/alalbab. Ahmad Fikri Sabiq and Abdul Ckamim. AuReligious Learning at Material of Tolerance in the Salatiga State Vocational of High School (SMK),Ay Istawa : Jurnal Pendidikan Islam 5, no. : 132, https://doi. org/10. 24269/ijpi. Ahmad Musyafiq. AuThe Cultivation of Tolerance Value in Madrasah through Tahfidh Hadits,Ay Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam 12, no. : 243Ae58, https://doi. org/10. 21580/nw. 307 Moh. Nasrul Amin, at. Internalisasi Nilai Karakter Religious. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Volume 11. Nomor 02. Desember 2024 korban bencana dan berkontribusi nyata untuk bantuan mereka, memperkuat pentingnya tanggung jawab sosial. 54 Partisipasi dalam kegiatan ini membantu siswa memahami dampak yang lebih luas dari kontribusi mereka, mempromosikan budaya memberi dan dukungan komunitas Temuan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter religius seperti keimanan, kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, toleransi, dan kepedulian sosial dapat diinternalisasikan secara efektif melalui kegiatan keagamaan dan sosial di Madrasah Aliyah. Proses internalisasi ini tidak hanya mengandalkan pembelajaran teoretis, tetapi juga didukung oleh praktik langsung yang memungkinkan siswa merasakan dan menghayati nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, madrasah berfungsi sebagai laboratorium kehidupan, di mana siswa belajar untuk menjadi individu yang religius, berintegritas, dan peduli terhadap sesama, yang diharapkan dapat berkontribusi pada pembentukan masyarakat yang lebih baik. Akan tetapi siswa menghadapi tantangan dari lingkungan eksternal seperti pergaulan bebas dan media sosial, yang dapat mengganggu komitmen mereka terhadap nilai-nilai agama. Hal ini konsisten dengan temuan bahwa pengaruh sekuler dan materialistis dapat mengurangi praktik keagamaan di kalangan remaja. 55 Kurangnya dukungan keluarga dalam pendidikan agama di rumah juga merupakan hambatan yang Internalisasi nilai-nilai agama yang efektif membutuhkan kerja sama antara orang tua, guru, dan komunitas. 56 Temuan penelitian ini sangat relevan untuk Indonesia, di mana pendidikan karakter merupakan prioritas nasional. KESIMPULAN Penelitian ini secara sistematis mengidentifikasi dan menganalisis strategi serta nilai-nilai karakter religius yang diinternalisasikan melalui kegiatan keagamaan dan sosial di Madrasah Aliyah. Berdasarkan dua temuan utama yang dihasilkan, dapat disimpulkan bahwa internalisasi nilai karakter religius di madrasah ini dilakukan dengan pendekatan yang holistik, mengintegrasikan berbagai kegiatan berbasis agama dan sosial yang bertujuan untuk membentuk kepribadian siswa yang religius, berintegritas, dan peduli sosial. Pertama, strategi internalisasi karakter religius berfokus pada keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan rutin keagamaan seperti shalat berjamaah, tadarus Al-Qur'an, dan mentoring ibadah, serta program sosial seperti kerja bakti dan bakti sosial. Strategi ini menciptakan lingkungan yang kondusif untuk mengembangkan kesadaran spiritual siswa sekaligus memperkuat keterlibatan mereka dalam aktivitas sosial yang berdampak langsung pada masyarakat. Gazal Chhabadia. AuCOVID-19 Pandemic: Health Impact and Social Responsibility,Ay Journal of Pharmaceutical Research International 33 . : 68Ae74, https://doi. org/10. 9734/jpri/2021/v33i38a32061. Christian C Catindig and M A Ed. AuPredictors of Religiosity among High School Adolescents of La Consolacion University PhilippinesAy 3, no. : 1Ae8. Muhammad Mushfi El Iq Bali and Devi Ruzifah. AuMitigation of Student Deviant Behavior through AlGhazaliAos Perspective Spiritual Values in the Disruptive Era,Ay Jurnal Pendidikan Progresif 11, no. 63Ae76, https://doi. org/10. 23960/jpp. Choli and Raihan. AuFactors That Influence the Character of Students in School. Ay 308 Moh. Nasrul Amin, at. Internalisasi Nilai Karakter Religious. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Volume 11. Nomor 02. Desember 2024 Kedua, nilai-nilai karakter religius yang berhasil diinternalisasikan melalui kegiatan-kegiatan tersebut mencakup keimanan dan ketaatan beribadah, kejujuran, tanggung jawab, kesederhanaan, toleransi, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai ini ditekankan tidak hanya melalui pembelajaran formal tetapi juga melalui praktik langsung yang memungkinkan siswa mengaplikasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari Proses ini tidak hanya memperkuat fondasi religius mereka, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan sosial dan moral yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Hasil penelitian ini berkontribusi pada literatur pendidikan karakter dengan memberikan bukti empiris tentang pentingnya integrasi kegiatan keagamaan dan sosial dalam mendukung pembentukan karakter religius di lembaga pendidikan Islam. Sebagai rekomendasi, model internalisasi ini dapat diterapkan lebih luas di madrasah lain, dengan penyesuaian yang diperlukan berdasarkan konteks dan kebutuhan lokal. Dengan demikian, penelitian ini mengisi kekosongan dalam literatur yang membahas internalisasi nilai religius di madrasah dengan memberikan perspektif baru tentang pentingnya kombinasi kegiatan keagamaan dan sosial sebagai strategi pendidikan karakter yang efektif dan berkelanjutan BIBLIOGRAFI -. Partono -. Wifda Untsa Nailufaz. Uswatun - Khasanah. Nur Anisa Amala Widyastuti, and Sinta Ulliyana Hidayatika. AuInternalization of Moral Values in the Frame of International School. Ay AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan 13, no. : 126Ae35. https://doi. org/10. 35445/alishlah. Abrori. M Sayyidul, and Moh. Solikul Hadi. AuIntegral Values in Madrasah: To Foster Community Trust in Education. Ay Istawa : Jurnal Pendidikan Islam 5, no. : 160. https://doi. org/10. 24269/ijpi. Aguirre Garayar. Mynica Cecilia. AuLa Mystica Del Servicio y El Compromiso yOtico Como Fundamento de La Responsabilidad Social de La UMCH. Ay Revista EDUCA UMCH 36Ae47. https://doi. org/10. 35756/educaumch. Amirudin. Noor, and Hasan Basri. AuInternalzaton of Islamc Values on Undergraduate Students Through The Batul Arqam. Ay DAYAH: Journal of Islamic Education 3, no. : 142. https://doi. org/10. 22373/jie. Arifin. Furqon. Ulfiah Ulfiah. Supyan Sauri, and Nandang Koswara. AuManagement Of Strengthening Character Education In Fostering Morals Of Karimah Students At Madrasah Tsanawiyah. Bandung Regency. Ay International Journal of Educational Research & Social Sciences 3, no. : 1920Ae26. https://doi. org/10. 51601/ijersc. Aziz. Helmi. Rahila Rahila, and Agus Halimi. AuImplementation of Islamic Character Education Through Morning Habit Program. Ay TaAodib: Jurnal Pendidikan Islam . 69Ae77. https://ejournal. id/index. php/tadib/article/view/6425. Catindig. Christian C, and M A Ed. AuPredictors of Religiosity among High School 309 Moh. Nasrul Amin, at. Internalisasi Nilai Karakter Religious. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Volume 11. Nomor 02. Desember 2024 Adolescents of La Consolacion University PhilippinesAy 3, no. : 1Ae8. Chhabadia. Gazal. AuCOVID-19 Pandemic: Health Impact and Social Responsibility. Ay Journal of Pharmaceutical Research International 33 . : 68Ae https://doi. org/10. 9734/jpri/2021/v33i38a32061. Choli. Ifham, and Raihan. AuFactors That Influence the Character of Students in School. Ay Journal of Educational and Social Research 10, no. : 105Ae14. https://doi. org/10. 36941/jesr-2020-0050. Creswell. Research Design: Qualitative. Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications. USA, 2014. Fikri. Sahlan Hafidzudin. Wahyu Raman Warnerin Rangga Panji, and Eka Laila Fitriyah. AuUrgensi Pelaksanaan Pendidikan Karakter Yang Terintegrasi: Analisis Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter. Ay Indonesian Journal of Educational Management Leadership. Kuras Institute, https://doi. org/10. 51214/ijemal. Fitria. Aufa, and M. Ikhsan Tanggok. AuInter-Religious Tolerance in Indonesia From the Perspective of Pancasila Philosophy. Ay Al-Albab 9, no. : 265Ae https://doi. org/10. 24260/alalbab. Hakim. Rifqi Taufiqul, and Dinnie Anggraeni Dewi. AuURGENSI PENDIDIKAN KARAKTER GUNA CALON GENERASI EMAS BANGSA. Ay Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan. LPPM IKIP PGRI Pontianak, https://doi. org/10. 31571/pkn. Hamzah. M R. Y Mujiwati. I M Khamdi, and . AuProyek Profil Pelajar Pancasila Sebagai Penguatan Pendidikan Karakter Pada Peserta Didik. Ay A Pendidikan, https://ejournal. id/index. php/JJP/article/view/309. Hidayat. Rahmat. AuKonsep Pendidikan Karakter Dalam Pengembangan Masyarakat Islam (Studi Pemikiran Burhanuddin Al-Zarnuj. Ay Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan 3, no. : 1. https://doi. org/10. 31958/jsk. Jensen. Lene Arnett. AuThe Cultural Psychology of Religiosity. Spirituality, and Secularism in Adolescence. Ay Adolescent Research Review 6, no. : 277Ae88. https://doi. org/10. 1007/s40894-020-00143-0. Kandiri. Kandiri. Arfandi Arfandi. Moh. Zamili, and Masykuri Masykuri. AuBuilding StudentsAo Moral Through Uswatun Hasanah Principles: A Systematic Literature Review. Ay Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam 15, no. 109Ae28. https://doi. org/10. 21580/nw. Kotelevets. Anastasia. AuTheoretical and Methodological Principles of Social Activity of Students. Ay Scientific Bulletin of Uzhhorod University. Series: APedagogy. Social WorkA 134Ae37. https://doi. org/10. 24144/2524-0609. Kumaidi. Mohammad, and Muhammad Ali Sibram Malisi. AuConstruction of Boarding School Religious Extracurricular Model in Secondary School. Ay International Journal of Education. Culture and Society 6, no. : 43. https://doi. org/10. 11648/j. Kuswatun. Eni. N Nurjannah, and D Depriansya. AuKonseling Islam Dengan Pendekatan Cognitive Behavioural Therapy (Cb. Untuk Mengatasi 310 Moh. Nasrul Amin, at. Internalisasi Nilai Karakter Religious. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Volume 11. Nomor 02. Desember 2024 Kenakalan Remaja [Islamic Counseling With Cognitive Behavioral Therapy (Cb. Approach To Overcome Juvenile Delinquenc. Ay Journal of Contemporary Islamic Counselling 1, no. : 1Ae10. https://doi. org/10. 59027/jcic. Mahyudin. Ritonga. Lahmi Ahmad. Wahyuni Sri. Armalena Armalena, and Latmini Lasari Yufi. AuMental Health and Adolescents Character Development Islamic Perspective. Ay European Journal of Molecular & Clinical Medicine 7, no. : 235Ae40. Miles. Mattew B. dan A. Michael Huberman. Qualitative Data Analysis: A Sourcebook of New Method. USA, 1992. Mohamad Ghazi Faris. Abd Mutalib, and Anas Norazmi. AuPemulihan Akhlak Remaja Melalui Pendekatan Tahfiz Di Malaysia: Tinjauan Awal. Ay Jurnal Islam Dan Masyarakat Kontemporari 21, no. : 134Ae40. Mushfi El Iq Bali. Muhammad, and Devi Ruzifah. AuMitigation of Student Deviant Behavior through Al-GhazaliAos Perspective Spiritual Values in the Disruptive Era. Ay Jurnal Pendidikan Progresif . 63Ae76. https://doi. org/10. 23960/jpp. Musyafiq. Ahmad. AuThe Cultivation of Tolerance Value in Madrasah through Tahfidh Hadits. Ay Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam 12, no. : 243Ae58. https://doi. org/10. 21580/nw. Newby. Peter. Research Methods for Education . nd Ed. Comparative Edition of the Syriac Gospels, 2014. Nuraini. Ririn, and Ika Wahyu Susiani. AuInternalization of Islamic Education Values in Establishing Student Social Characters. Ay Aqlamuna: Journal of Educational Studies . 289Ae98. https://doi. org/10. 58223/aqlamuna. Prodi. Murtadha. Pendidikan Agama. Islam Stai, and Jamiatut Tarbiyah Lhoksukon. AuAl-Madyris INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER (Studi Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Isla. Ay 3, no. : 2022. https://journal. id/index. php/almadaris. Rawicka. Iwona. AuWspyCczesna MCodzie. Jej PoglIdy i Wyznawane Wartouci. Ay Studia Teologiczno-Historyczne olIska Opolskiego 40, no. : 135Ae54. https://doi. org/10. 25167/sth. Rohana. Etep. AuCharacter Education Relation with Spiritual Intelligence in Islamic Education Perspective. Ay International Journal of Nusantara Islam 6, no. 165Ae74. https://doi. org/10. 15575/ijni. Sabiq. Ahmad Fikri, and Abdul Ckamim. AuReligious Learning at Material of Tolerance in the Salatiga State Vocational of High School (SMK). Ay Istawa : Jurnal Pendidikan Islam . https://doi. org/10. 24269/ijpi. Samsudin. Agus. Supiana Supiana, and Nanat Fatah Natsir. AuInternalization of Religious Moderation Values Through Extracurricular Scouts. Ay Jurnal Sosial Dan Sains . 1288Ae1303. https://doi. org/10. 59188/jurnalsosains. Sarip. Sarip, and Muhammad Abdul Azis. AuFilosofi Peletakan Hajar Aswad Dalam 311 Moh. Nasrul Amin, at. Internalisasi Nilai Karakter Religious. Madinah : Jurnal Studi Islam ISSN : 1978-659X (Printe. ,: 2620-9497 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/madinah Volume 11. Nomor 02. Desember 2024 Bentuk Permainan Anak Di Desa Wilulang Cirebon Jawa Barat. Ay Empowerment : Jurnal Pengabdian Masyarakat 5, no. : 76Ae84. https://doi. org/10. 25134/empowerment. Sofiyah. Siti. AuImplementasi Pendidikan Karakter Religius Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 3 Purworejo. Ay Ar-Rihlah: Jurnal Inovasi Pengembangan Pendidikan Islam 7, no. : 50Ae59. https://doi. org/10. 33507/ar-rihlah. Suradi. Ahmad. Mary C Tabata, and Buyung Surahman. AuThe History And Values of Tolerance In Tabot Traditional Ceremonies In Bengkulu Society. Ay Paramita: Historical Studies Journal . 170Ae79. https://doi. org/10. 15294/paramita. Sutiono. Agus. Nur Aini, and Abrar Parinduri. AuHubungan Religiusitas Dan Interaksi Teman Sebaya Dengan Perkembangan Moral Siswa Sekolah Menegah Atas Tarbiyah Islamiah Hamparan Perak. Ay Journal of Education. Humaniora and Social Sciences (JEHSS) 5, no. : 27Ae35. https://doi. org/10. 34007/jehss. Taja. Nadri. Encep Syarief Nurdin. Aceng Kosasih, and Edi Suresman. AuConceptual Model of Internalization of Religious Ethical Value in Education Perspective Islamic Characters. Ay TaAodib Jurnal Pendidikan Islam 9, no. 99Ae110. https://ejournal. id/index. php/tadib/article/view/7004. Tobroni. Nur Chanifah, and Saiful Akhyar Lubis. AuReligious Character Teaching and Learning Model to Prevent Radicalism in Universities. Ay Systematic Reviews Pharmacy . 102Ae11. https://doi. org/10. 31838/srp. 312 Moh. Nasrul Amin, at. Internalisasi Nilai Karakter Religious.