77 PENGARUH LIKUIDITAS DAN LEVERAGE TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA 2017-2020 Napiajo. Syarif Ahmadin. Lia Nurina , lianurina. ak@gmail. STIE Pontianak ABSTRACT Dividend Policy concerns the issue of the use of profits which are the rights of shareholders, the profits can be divided as dividends or retained for reinvestment. This study aims to analyze the Effect of Liquidity and Leverage on Dividend Policy in food and beverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The population of this study is all food and beverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange 2017-2020, as many as 33 companies. The sampling method used is purposive sampling with a sample of 13 This study uses the associative method, multiple linear regression analysis techniques, and partial test . , but the classical assumption test is carried out first before testing the hypothesis. Partially Liquidity (Current Rati. has a positive effect on Dividend Policy (Dividend Payout Rati. , and Leverage (Debt to Equity Rati. does not affect Dividend Policy (Dividend Payout Rati. Keywords: Liquidity. Leverage. Dividend Payout Ratio PENDAHULUAN Perusahaan consumer goods tergolong ke dalam kelompok industri manufaktur yang dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) dikenal istilah consumer goods industry dengan memiliki beberapa sub sektor salah satunya yang menjadi objek dalam penelitian ini yaitu food and beverages atau perusahaan makanan dan Sektor makanan dan minuman memiliki tempat tersendiri dalam kelompok perusahaan go public yang listing pada Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga perusahaan makanan dan minuman harus mempunyai kinerja perusahaan dan laporan keuangan yang baik, agar setiap orang yang akan menginvestaskan modalnya tertarik untuk berinvestasi pada sektor ini. Investasi merupakan kegiatan menanamkan sejumlah dana yang dimiliki pada saat ini, dengan tujuan untuk memperoleh return atau keuntungan di masa depan. Investasi dapat dilakukan pada aset nyata dan aset finansial, adapun orang yang melakukan aktivitas investasi disebut dengan investor (Tandelilin, 2. Salah satu bentuk investasi di pasar modal dikenal dengan saham. Setiap investor yang menginvestasikan dananya JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. Mei2022 akan memperoleh pendapatan . yang berupa pendapatan dividen . ividen yiel. maupun pendapatan dari selisih harga jual saham terhadap harga belinya . apital gain. Setiap perusahaan disektor apapun termasuk perusahaan makanan dan minuman tentunya menginginkan laba atau keutungan dan sering juga disebut dengan istilah profit, laba merupakan point penting yang sangat diperlukan setiap perusahaan untuk dapat terus bertahan dalam perekonomian dan kelangsungan hidup perusahaan, terlebih lagi perusahaan yang telah go public dengan banyak investor didalamnya, yang tentunya para investor tersebut akan selalu berharap menerima dividen dari keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam menjalankan aktivitas operasionalnya atau perusahaan untuk memperoleh dividen yang lebih besar lagi. Keputusan untuk menentukan berapa banyak dividen yang harus dibagikan kepada para investor disebut kebijakan deviden . ividend polic. Pernyataan tersebut didukung oleh Harjito . yang menyatakan bahwa kebijakan dividen adalah sebuah keputusan perusahaan berkaitan dengan laba yang diperoleh perusahaan yang akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau ditahan dalam bentuk laba ditahan guna pembiayaan invetasi di masa yang akan Kebijakan mengakomodir dua pihak yang berkepentingan dalam menentukan pilihan terkait dividen yang peroleh apakah akan digunakan untuk pendanaan perusahaan dalam bentuk laba ditahan atau dibagikan kepada investor pemegang saham melalui persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) baik dalam bentuk tunai (Cash dividen. maupun dividen saham (Stock dividen. (Darmadji, 2. Jika perusahaan membuat keputusan untuk membagi dividen, maka akan berimbas pada berkurangnya jumlah laba yang ditahan, dan jika perusahaan membuat keputusan tidak membayar dividen, maka dapat menambah dan meningkatkan pendanaan yang berasal dari sumber dana internal. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen diantaranya adalah Likuiditas kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban . jangka pendek (Kasmir, 2. Tingkat likuiditas yang tinggi memungkinkan perusahaan untuk membagikan dividen, hal ini terjadi karena perusahaan mampu membiayai segala operasional dalam perusahaan tanpa adanya beban hutang, berarti semakin besarnya posisi likuiditas suatu perusahaan maka semakin besar kemampuannya untuk melakukan pembayaran dividen. Penelitian tentang pegaruh variabel likuiditas juga dilakukan oleh Nugraheni dan Mertha . yang menemukan bahwa likuiditas berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen. Sedangkan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Bawamenewi . , mengemukakan bahwa likuiditas berpengaruh negatif terhadap kebijakan Hasil yang berbeda juga ditemukan oleh Suriani . menemukan hasil bahwa likuiditas tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Sedangkan faktor lainnya yang berpengaruh terhadap kebijakan dividen yaitu leverage. Leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya (Kasmir, 2. Tingkat hutang yang mengalami permasalahan dalam operasional selain itu perusahaan dengan tingkat hutang yang tinggi akan lebih fokus pada pembayaran hutang jangka JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. Mei 2022 pendek maupun jangka panjang sehingga tidak mampu membayar dividen. Pegaruh variabel leverage didalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Sri dan Purnawati . berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sari dan Sudjarni . , bahwa leverage berpengaruh negatif terhadap kebijakan dividen. Hasil yang berbeda juga ditemukan oleh Sri dan Purnawati . menemukan hasil bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap kebijakan Kebijakan pembagian dividen pada perusahaan makanan dan minuman berbeda-beda sesuai besaran laba yang di peroleh masing-masing Perkembangan perusahaan sektor makanan dan minuman diprediksi akan terus mengalami kondisi yang terus membaik meskipun ditengah-tengah keadaan pandemi Covid-19 yang melanda beberapa tahun belakangan ini. Dalam keadaan sulit tersebut dapat memicu terjadinya persaingan yang mengharuskan setiap perusahaan lebih inovatif dan kreatif lagi dalam mencari investor agar mau menanamkan modalnya pada perusahaan makanan dan minuman yang memiliki performa baik dengan likuiditas yang tinggi serta rasio leverage yang menurun. Penelitian ini mengambil subjek perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar atau listing di BEI periode 2017-2020, dengan menganalisa dan melihat detail laporan keuangan perusahaan yang menjadi sampel penelitian selama rentang waktu empat tahun, adapun alasan mengambil subjek penelitian pada sektor makanan dan minuman ini, dikarenakan memiliki konsistensi dan kestabilan saham perusahaan ditengah-tengah kondisi pandemi covid-19, dimana kebanyakan perusahaan tetap dapat membagikan dividen secara rutin setiap tahun. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini Bagaimana pengaruh Likuiditas terhadap Kebijakan Dividen pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia? Bagaimana pengaruh Leverage terhadap Kebijakan Dividen pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia? TINJAUAN TEORITIS DIVIDEN Dividen adalah bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham . emilik modal sendir. Menurut Hafsah, dkk . Menyatakan dividen adalah bagian laba Perseroan yang dibagikan kepada pemegang saham. Apabila rekening saldo laba menunjukkan saldo debit maka disebut defisit . ekurangan ka. Pembayaran dividen yang diberikan kepada pemilik saham sebanding dengan jumlah saham yang dimiliki oleh masing-masing. Pembagiannya disahkan oleh direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Untuk membagikan dividen manajemen harus mempertimbangkan kondisi keuangan Dalam jangka pendek harus mempertimbangkan ketersediaan kas yang dapat digunakan untuk segera membayar dividen. Menurut Martono dan Harjito . kebijakan dividen adalah sebuah keputusan perusahaan berkaitan dengan laba yang diperoleh perusahaan yang akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau ditahan dalam bentuk laba ditahan guna pembiayaan invetasi di masa yang akan datang, jika perusahaan memutuskan untuk membagi atau membayar laba sebagai dividen tentunya hal tersebut akan mengurangi laba yang ditahan dan kemudian mengurangi total sumber dana intern, tapi sebaliknya pada saat perusahaan memilih untuk menahan dividen yang diperoleh, maka kemampuan dana intern yang terbentuk akan semakin besar. Likuiditas Menurut Kasmir . Rasio likuiditas atau sering juga disebut dengan nama rasio modal kerja merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Caranya adalah dengan membandingkan komponen yang ada di neraca, yaitu total aktiva lancar dengan total passiva lancar . tang jangka pende. Penilaian dapat dilakukan untuk beberapa periode sehingga terlihat perkembangan likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu. Leverage Menurut Agus Sartono . Leverage adalah sumber dana . ource of fund. oleh perusahaan yang memiliki biaya tetap . eban teta. dengan maksud agar meningkatkan keuntungan potensial pemegang saham. Rasio ini berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam . dengan pemilik perusahaan. Dengan kata lain, rasio ini berfungsi untuk JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. Mei 2022 mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang (Kasmir, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono . Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian ini dilakukan pada Perusahaan Manakanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2020 dalam kurun waktu kurang lebih 5 bulan. Varabel penelitian ini terdiri 2 variabel bebas yaitu : Likuiditas dan Leverage, sedangkan variabel dependennya adalah Kebijakan Deviden. Definisi operasional dari tiap variabel tersebut adalah sebagai berikut : Kebijakan Deviden yaitu Kebijakan Dividen adalah keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau akan ditahan dalam bentuk laba ditahan guna pembiayaan investasi di masa yang akan datang. Dengan rumus: DPR = DPS / EPS Likuiditas yaitu Kemampuan suatu perusahaan kewajiban-kewajiban keuangan yang segera dapat dicairkan atau yang sudah jatuh tempo. Secara spesifik likuiditas mencerminkan ketersediaan dana yang dimiliki perusahaan guna memenuhi semua hutang yang akan jatuh tempo. Dengan CR = Aktiva Lancar / Hutang Lancar Leverage yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya seberapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan Dalam arti luas rasio leverage kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka Dengan rumus: DER = Total Hutang / Total Ekuitas Dalam penelitian ini teknik pengujian yang digunakan yaitu Uji T dan Regresi Linier Berganda. HASIL PENELITIAN Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Berdasarkan dari pengujian regresi linear berganda untuk menguji pengaruh variabel independen Likuiditas dan Leverage terhadap variabel dependen Kebijakan Deviden adalah sebagai berikut: Tabel 1 Hasil Uji Regresi Linier Berganda Berdasarkan tabel 3 di atas, dapat diketahui hasil dari uji adjusted R2 sebesar 0,77. Hal ini berarti besarnya persentase dari likuiditas (CR) dan leverage (DER) mempengaruhi kebijakan dividen (DPR) yaitu sebesar 7,7% sedangkan sisanya yaitu sebesar 92,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian PEMBAHASAN Sumber: IBM Statistical SPSS 24 Output, 2021 Y = -5,505 0,104 X1 0,255 X2 e Hasil Uji-t Parsial Berdasarkan tabel 1 di atas, bisa dilihat hasil uji t . dimana nilai thitung sebesar 2,334 dan ttabel sebesar 2,018. Dengan demikian thitung lebih besar dari ttabel . ,334 > 2,. dan nilai signifikan 0,024 < 0,05 yang artinya H1 diterima. Dari hasil uji parsial tersebut dapat disimpulkan bahwa likuiditas (CR) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen (DPR) perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2017-2020. Berdasarkan tabel 1 di atas, bisa dilihat juga hasil uji t . dimana nilai thitung sebesar 1,418 dan ttabel sebesar 2,018. Dengan demikian thitung lebih kecil dari ttabel . ,418 < 2,. dan nilai signifikan 0,164 > 0,05 yang artinya H2 ditolak. Dari hasil uji parsial tersebut dapat disimpulkan bahwa leverage (DER) secara parsial tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen (DPR) perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2017-2020. Hasil Uji Koefisien Determinasi (Uji Adjusted R Squar. Tabel 3 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Sumber: IBM Statistical SPSS 24 Output, 2021 JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. Mei 2022 Pengaruh Likuiditas (CR) terhadap Kebijakan Dividen (DPR) Hasil pengujian menunjukkan bahwa likuiditas (CR) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen (DPR). Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan Ratnasari dan Purnawati. serta Jayanti . berpengaruh positif terhadap kebijakan Nilai current ratio yang tinggi menunjukkan kemampuan pemanfaatan aktiva lancar perusahaan dan kemampuan likuidasi kewajiban lancar secara optimal sehingga keuntungan yang diperoleh perusahaan dapat dibagikan dalam bentuk dividen. Tingginya tingkat likuiditas perusahaan menggambarkan tingginya kemampuan perusahaan dalam pelunasan hutang yang akan segera jatuh tempo sehingga semakin besar dividen yang akan Pengaruh Leverage (DER) terhadap Kebijakan Dividen (DPR) Hasil pengujian menunjukkan bahwa leverage (DER) secara parsial tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen (DPR). Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Suriani Ginting . yang menjelaskan bahwa secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Kebijakan Dividen (DPR). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pembayaran dividen tidak dipengaruhi oleh besarnya hutang yang dimiliki perusahaan. Hal ini disebabkan oleh komitmen perusahaan manufaktur untuk melakukan pembayaran dividen secara teratur, bahkan kenaikan hutang dapat meningkatkan kemampuan pembayaran dividen selama peningkatan laba perusahaan. Semakin tinggi DER menunjukkan jumlah hutang yang semakin tinggi sehingga akan membagi deviden, tetapi jumlah hutang yang tinggi tidak menghalangi perusahaan dalam membagi deviden karena perusahaan juga memperhatikan kepentingan pemilik modal sehinga leverage (DER) tidak berpengaruh terhadap kebijakan deviden. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh simpulan sebagai berikut: Likuiditas (CR) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen (DPR) perusahaan makanan dan minuman tahun 2017-2020, dengan nilai signifikan nilai signifikan 0,024 < 0,05. Nilai thitung 2,334 dan ttabel 2,018. Dengan demikian thitung lebih besar dari ttabel . ,334 > 2,. Leverage (DER) secara parsial tidak berpengaruh terhadap Kebijakan Dividen (DPR) perusahaan makanan dan minuman tahun 2017-2020, dengan nilai signifikan 0,164 > 0,05. Nilai thitung sebesar 1,418 dan ttabel sebesar 2,018. Dengan demikian thitung lebih kecil dari ttabel . ,418 < 2,. SARAN Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang pengaruh Likuiditas dan Leverage terhadap Kebijakan Deviden. Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan. Keterbatasan-keterbatasan tersebut diharapkan dapat memberi gambaran dan peluang bagi peneliti yang akan datang untuk melakukan penelitian yang lebih baik. Berikut ini adalah keterbatasan dan saran yang dapat dipertimbangkan bagi peneliti yang akan datang. Bagi perusahaan, sebaiknya perusahaan yang memiliki tingkat current rasio (CR) yang rendah untuk terus meningkatkan aktiva lancar yang dimiliki agar dapat memenuhi semua kewajiban yang akan jatuh tempo, mengingat hasil penelitian menunjukkan bahwa Likuiditas (CR) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen (DPR), yang berarti bahwa jika semua kewajiban kemungkinan pembagian dividen juga akan semakin besar diterima oleh para investor. Bagi para investor yang ingin berinvestasi di perusahaan makanan dan minuman hendaknya dapat melihat tingkat likuiditas yang dimiliki JES [Jurnal Ekonomi STIEP] Vol. No. Mei 2022 oleh perusahaan karena didalam penelitian ini likuiditas berkaitan dengan kewajiaban yang harus diselesaikan oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu berpengaruh terhadap kebijakan dividen, serta dengan melihat daftar perusahaan-perusahaan sektor makanan dan minuman yang rutin membagikan dividen selama tahun 2017-2020 dari penelitian yang telah dilakukan, sehingga dapat dilakukan perhitungan untuk memprediksi besar keuntungan yang akan di terima kedepannya dari hasil investasi yang dilakukan. Bagi peneliti yang selanjutnya akan melakukan penelitian dengan variabel yang serupa diharapkan dapat memperbanyak lagi jumlah sampel jika memungkinkan dapat memasukkan semua sub sektor yang ada di perusahaan penelitian lain yang relevan agar hasil memunculkan cakupan yang lebih luas lagi. DAFTAR PUSTAKA