1419 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 KOLABORASI PERGURUAN TINGGI DAN MASYARAKAT UNTUK PENGEMBANGAN DESA TIMORO BERKELANJUTAN MELALUI KKN MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAMUJU Oleh Kurnia1. Yati Heriyati2. Abdul Wahab3 1,2,3Universitas Muhammadiyah Mamuju Email: 1niaharun34@gmail. Article History: Received: 21-08-2025 Revised: 14-09-2025 Accepted: 24-09-2025 Keywords: Community Empowerment. Health Education. Environmental Management. Local Product Innovation. Sustainable Village Abstract: The Community Service Program (Kuliah Kerja Nyata/KKN) represented a tangible implementation of the Tri Dharma of Higher Education, particularly in the area of community engagement. This article discussed an integrated community empowerment initiative in Timoro Village. Tabulahan Sub-district. Mamasa Regency. West Sulawesi, which was carried out by students of Universitas Muhammadiyah Mamuju. The program was designed to address local issues such as low awareness of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), suboptimal waste management, and the underdeveloped potential of local economic products. The method employed was a participatory approach, involving students, village authorities, and community members in every stage of the activities, ranging from problem identification, planning, and implementation to The results indicated an increase in community awareness of the importance of PHBS and stunting prevention, the establishment of routine practices for maintaining environmental cleanliness, as well as the creation of innovative local products such as pineapple jam and dodol, which had the potential to enhance economic self-reliance. In addition to delivering tangible benefits for the community, the program also strengthened studentsAo competencies in leadership, communication, and teamwork. The study concluded that the integration of health education, environmental management, and local product innovation could serve as a sustainable and replicable model of community service in rural areas of Indonesia. PENDAHULUAN Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu pendekatan strategis dalam pembangunan berkelanjutan, terutama di wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan sumber daya dan akses pembangunan. Konsep ini berorientasi pada peningkatan kapasitas, kemandirian, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola potensi lokal serta menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Menurut Chambers . , pemberdayaan tidak hanya menekankan pada peningkatan aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut penguatan kesadaran sosial, pendidikan, dan kesehatan yang secara keseluruhan berkontribusi pada kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, program http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 pemberdayaan perlu dirancang secara komprehensif dengan mengintegrasikan berbagai sektor yang saling berkaitan. Di Indonesia, program pengabdian masyarakat melalui skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui KKN, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan pengetahuan akademik dalam menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. Kegiatan ini juga membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan warga setempat dalam menghadirkan solusi yang kontekstual dan berkelanjutan (Suharto, 2. Lebih dari sekadar aktivitas akademik. KKN dapat diposisikan sebagai model intervensi sosial yang berbasis partisipasi, inovasi, dan Desa Timoro. Kecamatan Tabulahan. Kabupaten Mamasa. Sulawesi Barat, merupakan salah satu desa dengan potensi agraris yang besar, namun masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Hasil observasi menunjukkan adanya permasalahan yang kompleks, di antaranya rendahnya kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), keterbatasan sarana pengelolaan sampah, serta tingginya risiko stunting pada anak. Selain itu, potensi ekonomi masyarakat yang bersumber dari hasil pertanian lokal, seperti nanas dan padi, belum dikelola secara maksimal sehingga belum mampu meningkatkan kesejahteraan warga. Kondisi ini menuntut adanya intervensi terintegrasi yang tidak hanya fokus pada satu bidang, tetapi juga menghubungkan aspek kesehatan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat. Berbagai penelitian sebelumnya menekankan pentingnya pendekatan lintas sektor dalam pemberdayaan masyarakat desa. Misalnya, penelitian oleh Nurdin . menegaskan bahwa program edukasi kesehatan akan lebih berdampak jika dikombinasikan dengan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, studi oleh Wijayanti & Prasetyo . menunjukkan bahwa inovasi produk lokal berbasis sumber daya desa mampu menjadi motor penggerak ekonomi apabila didukung dengan pendampingan dan akses pasar yang memadai. Namun demikian, masih terdapat keterbatasan penelitian yang mengkaji pemberdayaan masyarakat secara terintegrasi, khususnya yang mengombinasikan edukasi kesehatan, pengelolaan lingkungan, dan inovasi produk lokal dalam satu model Berdasarkan kondisi tersebut, artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi program pemberdayaan masyarakat terintegrasi melalui edukasi kesehatan, pengelolaan lingkungan, dan inovasi produk lokal yang dilaksanakan di Desa Timoro. Mamasa. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap literatur pengabdian masyarakat, sekaligus menghadirkan model yang aplikatif dan replikatif bagi pengembangan desa berkelanjutan di Indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN Alternatif Pemecahan Masalah Hasil observasi lapangan dan diskusi bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga Desa Timoro menunjukkan adanya sejumlah persoalan yang saling berkaitan, mulai dari aspek kesehatan, lingkungan, hingga ekonomi lokal. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan tidak dapat bersifat parsial, melainkan perlu dirancang secara terintegrasi dan partisipatif agar mampu memberikan dampak berkelanjutan. Strategi alternatif pemecahan masalah dalam program ini dikelompokkan ke dalam tiga bidang utama berikut. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Bidang Kesehatan Permasalahan utama terkait kesehatan di Desa Timoro meliputi rendahnya pemahaman masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kurangnya praktik gizi seimbang, serta masih ditemukannya risiko stunting pada anak-anak. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan Sosialisasi PHBS dan gizi seimbang dengan metode edukasi interaktif, termasuk simulasi cuci tangan pakai sabun, praktik menu sehat berbasis bahan lokal, dan penyuluhan bahaya penyakit berbasis lingkungan. Pencegahan stunting melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan desa, meliputi pemantauan tumbuh kembang anak, pemberian informasi terkait makanan bergizi, serta pembentukan kader kesehatan masyarakat yang berperan sebagai pendamping keluarga. Internalisasi nilai kesehatan di sekolah melalui program edukasi sederhana kepada siswa SD, sehingga generasi muda terbiasa menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Gambar 1 Bidang Lingkungan Masalah kebersihan dan pengelolaan sampah menjadi tantangan serius, ditandai dengan terbatasnya sarana prasarana dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Alternatif pemecahan yang dilaksanakan adalah: Penyediaan sarana pengelolaan sampah berupa tempat sampah terpilah di titik strategis, disertai dengan papan edukasi tentang lama waktu sampah terurai. Program Jumat Sehat & Bersih sebagai gerakan kolektif masyarakat untuk membersihkan lingkungan sekitar secara rutin, guna menumbuhkan budaya peduli Edukasi kreatif berbasis visual seperti pembuatan plang larangan membuang sampah sembarangan dan mural edukatif, untuk meningkatkan kesadaran sekaligus mempercantik lingkungan desa. Rehabilitasi fasilitas publik seperti kantor desa dan taman dasawisma agar menjadi ruang yang representatif sekaligus memicu partisipasi warga dalam menjaga aset bersama. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 Gambar 2 Bidang Ekonomi dan Pemberdayaan Lokal Potensi ekonomi masyarakat Desa Timoro cukup besar, terutama dari hasil perkebunan seperti nanas, padi, dan kakao. Namun, keterbatasan pengetahuan dalam pengolahan produk menyebabkan potensi tersebut belum optimal. Untuk itu, strategi pemberdayaan yang diterapkan meliputi: Pelatihan pembuatan produk olahan seperti selai nanas dan dodol, lengkap dengan aspek pengemasan sederhana dan pemasaran berbasis komunitas. Pendampingan kelompok usaha mikro agar masyarakat mampu berorganisasi, mengelola modal, dan membangun jejaring distribusi lokal. Integrasi aspek kearifan lokal dengan produk yang dikembangkan, sehingga selain bernilai ekonomi, produk juga merepresentasikan identitas budaya masyarakat Timoro. Gambar 3 Pendekatan Partisipatif dan Keberlanjutan Agar program tidak berhenti pada masa KKN, strategi alternatif pemecahan masalah dirancang dengan pendekatan partisipatif. Masyarakat dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga evaluasi, sehingga tercipta rasa memiliki terhadap program yang dijalankan. Selain itu, keberlanjutan dijamin melalui kerja sama dengan pemerintah desa, lembaga kesehatan, serta kader masyarakat yang dibentuk selama kegiatan berlangsung. Pendekatan ini sejalan ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 dengan pandangan Ife . bahwa pemberdayaan masyarakat hanya dapat berhasil apabila masyarakat ditempatkan sebagai subjek, bukan objek pembangunan. KESIMPULAN Program pemberdayaan masyarakat terintegrasi yang dilaksanakan di Desa Timoro. Mamasa, berhasil menunjukkan bahwa pendekatan lintas bidang yang menggabungkan aspek kesehatan, lingkungan, dan ekonomi lokal mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pada aspek kesehatan, sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta edukasi pencegahan stunting berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan ibu rumah tangga. Pada aspek lingkungan, kegiatan rutin Jumat Sehat & Bersih serta penyediaan sarana pengelolaan sampah menciptakan budaya baru dalam menjaga kebersihan desa. Sementara pada aspek ekonomi, pelatihan pembuatan produk olahan seperti selai nanas dan dodol mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal menjadi sumber penghasilan Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi praktis terhadap permasalahan desa, tetapi juga menghadirkan model pemberdayaan masyarakat yang berbasis partisipasi, gotong royong, dan keberlanjutan. Pengalaman ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pembangunan desa berkelanjutan di Indonesia. Saran Berdasarkan hasil pelaksanaan program, terdapat beberapa saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi berbagai pihak: Bagi masyarakat Desa Timoro Perlu menjaga konsistensi kegiatan rutin seperti Jumat Sehat & Bersih serta mengembangkan kelompok swadaya masyarakat yang berfokus pada kesehatan, lingkungan, dan usaha mikro. Produk olahan lokal seperti selai nanas dan dodol sebaiknya terus dikembangkan dengan peningkatan kualitas pengemasan, sertifikasi produk, dan perluasan pasar. Bagi mahasiswa peserta KKN Pengalaman lapangan harus dijadikan sebagai sarana pengembangan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen program. Ke depan, mahasiswa perlu memperkuat pendekatan riset partisipatif agar setiap program pengabdian semakin tepat sasaran dan dapat direplikasi di lokasi lain. Bagi Universitas Muhammadiyah Mamuju Penting untuk memberikan pembekalan komprehensif kepada mahasiswa sebelum turun ke lapangan, khususnya terkait metodologi pemberdayaan masyarakat, inovasi produk lokal, dan strategi penguatan ekonomi desa. Universitas sebaiknya menjalin kerja sama jangka panjang dengan pemerintah daerah dan lembaga mitra, sehingga program pengabdian tidak hanya berhenti pada periode KKN, melainkan berlanjut dalam bentuk pendampingan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan pemberdayaan masyarakat terintegrasi di Desa Timoro dapat dijadikan sebagai model pengabdian yang replikatif untuk wilayah pedesaan lain di Indonesia, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 5 Oktober 2025 DAFTAR PUSTAKA