Indonesian Journal of Economic and Social Science ISSN 2987-7458 - Vol. No. Mei 2024, hlm 23-32 Analisis Pengendalian Persediaan dengan Metode EOQ untuk Meningkatkan Efisiensi Biaya Persediaan pada Maula Hijab Yogyakarta Putri Ratnani a,1,*. Inna Zahara b,2. David Sulistiyantoro c,3 Fakultas Ekonomi dan Sosial. Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Yogyakarta Fakultas Ekonomi dan Sosial. Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Yogyakarta Fakultas Ekonomi dan Sosial. Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Yogyakarta ratnaniputri24@gmail. com, 2 innazahara@gmail. com, 3heruts@upnyk. * corresponding author : ratnaniputri24@gmail. ABSTRACT ARTICLE INFO The purpose of this study was to analyze inventory control using the Economic order quantity (EOQ) method to increase the cost efficiency of raw material inventory at Maula Hijab Yogyakarta. This study uses a descriptive research method with data collection methods in the form of interviews, observations, and documentation. The data analysis technique used is a comparative method by comparing the Economic Order Quantity (EOQ) method with the method used by the company to control inventory. The results showed that the application of the Economic Order Quantity (EOQ) method in controlling raw material inventory can minimize the total inventory cost of Rp. 830 with a total purchase of 84. 561 yards each time with a purchase frequency of 6 The conclusion of this study shows that the application of the Economic Order Quantity (EOQ) method shows the number of orders that are more economical and can streamline the cost of raw material inventory than the method used by company. Article history Received:4 Mei 2023 Revised: 1 Februari 2024 Accepted: 30 Mei 2024 Keywords Raw Material Inventory Control Economic Order Quantity (EOQ) This is an open access article under the CCAeBY-SA license. Pendahuluan Permasalahan yang sering timbul dalam suatu perusahaan pada dasarnya yaitu anggaran biaya tidak sesuai dengan realisasi biaya. Dalam perusahaan manufaktur, biaya-biaya ini biasanya terjadi dalam proses produksi maupun dalam pengadaan bahan baku. Oleh karena itu, guna mencapai produksi yang efisien dibutuhkan pengendalian terhadap setiap biaya yang dikeluarkan dalam proses Langkah dalam pengendalian biaya produksi salah satunya ialah dengan mengendalikan biaya bahan baku atau biaya persediaan bahan baku. Bagi perusahaan manufaktur, bahan baku menjadi elemen yang sangat penting untuk memelihara proses produksi agar berjalan dengan lancar. https://ejournal. id/index. php/ijess Penulis: Ratnani. Zahara. Sulistiyantoro Ae Analisis Pengendalian Persediaan dengan Metode EOQ ISSN 2987-7458 Namun, apabila melampaui jumlah yang dibutuhkan perusahaan, maka akan memicu biaya penyimpanan dan pemeliharaan yang tinggi. Apabila persediaan bahan baku terlampau kecil, juga dapat menyebabkan perusahaan menjadi rugi dikarenakan proses produksi terhambat dan mengakibatkan hilangnya peluang mendapatkan keuntungan jika terjadi kelebihan permintaan produk yang telah diperkirakan. Oleh karena itu persediaan bahan baku menjadi input mutlak yang wajib dikendalikan dengan baik oleh perusahaan manufaktur. Maula Hijab adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang produksi fashion muslim terutama hijab wanita. Perusahaan ini memiliki bahan baku utama yakni kain. Maula Hijab menghitung biaya-biaya persediaan tanpa metode khusus. Sehingga di Maula Hijab mengalami pembengkanan jumlah persediaan bahan baku kain yang pergerakannya lambat dan menumpuk Ada banyak metode untuk mengendalikan tingkat persediaan, diantaranya metode Economic Order Quantity (EOQ). Metode EOQ dipergunakan agar dapat menetapkan kuantitas barang yang optimal dengan meminimalkan total biaya persediaan dalam satu periode. Penelitian ini akan menggunakan metode EOQ yang menurut beberapa penelitian terdahulu berguna untuk meningkatkan efisiensi biaya persediaan bahan baku dan dikomparasikan dengan cara yang digunakan perusahaan dalam pengendalian persediaan bahan baku, sehingga perusahaan dapat memilih kebijakan mana yang lebih efisien dalam menghitung total biaya persediaan. Tujuan penelitian ini antara lain: Mengetahui perbandingan total biaya persediaan bahan baku menggunakan kebijakan perusahaan saat ini dengan menggunakan metode EOQ. Menganalisis dapatkah metode EOQ meningkatkan efisiensi total biaya persediaan bahan baku pada Maula Hijab Yogyakarta. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode deskriptif komparatif. Penelitian ini dilaksanakan pada perusahaan Maula Hijab Yogyakarta yang beralamat di Jl. Sidomoyo. Kec. Godean. Kab. Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta 55264. Sedangkan waktu penelitian dilakukan selama 3 . bulan yaitu bulan Mei sampai Juli 2022. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder diperoleh dengan cara dokumentasi. Uji reabilitas data primer dilakukan dengan wawancara tidak hanya dilakukan pada satu karyawan, namun pada dua kayawan yang berhubungan langsung dengan persediaan bahan baku dan pemilik perusahaan selaku tokoh yang melakukan pembelian bahan baku. Peneliti melakukan pengujian keabsahan data dengan teknik triangulasi sumber. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan metode deskriptif komparatif. Dalam penelitian ini yang akan dikomparasikan adalah total biaya persediaan menurut kebijakan perusahaan dengan metode Economic Order Quantity (EOQ). Hasil dan Pembahasan Maula Hijab Yogyakarta merupakan perusahaan start up yang didirikan oleh Ibu Ati Atul Maula Bersama dengan sang suami yakni BapakBurhan Alfironi Muktamar. Maula Hijab berdiri sejak 1 September 2017. Izin usaha Maula Hijab baru dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal Pemerintah Republik Indonesia tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Nomor: 00292010082528 dan diterbitkan pada 22 Oktober 2020 terkait pendirian Usaha Mikro Maula Hijab. Dari waktu ke waktu, perusahaan ini terus mengalami peningkatan penjualan dan akhirnya Bu Ati dan sang suami memutuskan mendirikan ruko sekaligus tempat produksi dan gudang persediaan sendiri pada tahun Vol. No. Mei 2024, hlm 23-32 Indo. Jour. of Econo. and Soc. Science Penulis: Ratnani. Zahara. Sulistiyantoro Ae Analisis Pengendalian Persediaan dengan Metode EOQ ISSN 2684-9240 2019 dan kegiatan operasi perusahaannya dilakukan mulai dari produksi sendiri hingga penjualan. Bahan baku utama yang digunakan perusahaan ini adalah kain. Maula Hijab melakukan pembelian bahan baku kain dari salah satu supplierkain yang telah menjadi rekanannya selama ini. Berikut data yang diperolehdari perusahaan mengenai pengadaan bahan baku kain selama tahun 2021. Tabel 1 Data Pembelian Bahan Baku 2021 No. Bulan. Kuantitas Kain (Yar. Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Pembelian Rata-rata 495,75 Berdasarkan Tabel 1, selama tahun 2021 perusahaan melakukan pembelian dengan kuantitas yang Pada tahun 2021 perusahaan melakukan pengadaan bahan baku dengan jumlah total 949 Yard. Penggunaan bahan baku kain pada Maula Hijab pada tahun 2021 sebanyak 505. 365 Yard dengan frekuensi pembelian sebanyak 34 kali selama tahun 2021. Data rincian penggunaan bahan baku kain pada tahun 2021 disajikan pada tabel berikut ini. Tabel 2. Data Pemakaian Bahan Baku 2021 No. Bulan. Kuantitas Kain (Yar. Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Pemakaian Rata-rata 113,75 Tabel 2 diatas menunjukkan bahwa pemakaian bahan baku kain pada Maula Hijab tidak konsisten pada setiap bulannya. Penggunaan bahan baku kain paling tinggi ada pada bulan Juni yakni sebesar 367 Yard dan pemakaian peling rendah yaitu sebesar 8. 251 Yardpada bulan Oktober. Indo. Jour. of Econo. and Soc. Science Vol. No. Mei 2024, hlm 23-32 Penulis: Ratnani. Zahara. Sulistiyantoro Ae Analisis Pengendalian Persediaan dengan Metode EOQ ISSN 2987-7458 Biaya pemesanan ialah segala biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan kegiatan pemesanan barang-barang atau bahan-bahan dimulai dari pesanan dibuat sampai barang-barang atau bahanbahan tersebut tersedia. Besarnya biaya pemesanan kain selama tahun 2021 ditunjukkan pada tabel berikut ini. Tabel 3. Data Biaya Pemesanan Bahan Baku 2021 No. Jenis Biaya. Jumlah (R. Biaya Pengiriman Total Biaya Penyimpanan adalah pengeluaran biaya sehubungan dengan diadakannya persediaan atau biaya yang ditimbulkan karena perusahaan melakukan penyimpanan persediaan. Persentase biaya simpan yang ditetapkan perusahaan sebesar 1% dengan harga rata-rata per Yard kain sebesar Rp No. Tabel 4. Data Biaya Penyimpanan Bahan Baku 2021 % Biaya Simpan. Harga per yard Biaya Penyimpanan per Yard Rp 15. Rp 150 Langkah selanjutnya setelah memperoleh data-data diatas adalah mencari jumlah biaya persediaan bahan baku yang efisien dengan perhitungan metode EOQ, safety stock, reorder point dan total biaya persediaan. Economic Order Quantity (EOQ) Untuk menghitung jumlah pembelian paling ekonomis (EOQ), perusahaan dapat menggunakan rumus berikut: 2ycIya ycE=Oo ya Keterangan: Q = Jumlah pesanan yang ekonomis D = Permintaan barang persediaan, dalam unit per tahun. S = Biaya pesanan untuk setiap kali pesanan. H = Biaya penyimpanan per unit . per tahun Setelah mengetahui rumus perhitungan EOQ, selanjutnya kita harus mengetahui antara lain: Menentukan jumlah permintaan tahunan (D) Pada 2021 terdapat jumlah permintaan tahunan bahan baku kain perusahaan sebesar 505. Yard. Menghitung biaya pemesanan (S) Perhitungan biaya pemesanan sebesar Rp. 959 : 34 = Rp. Menghitung biaya penyimpanan (H) Perhitungan biaya penyimpanan sebesar 1% x Rp. 000 = Rp. 150/unit/tahun. Setelah mengetahui ketiga langkah diatas, maka dapat dihitung: 2ycIya ycE=Oo ya 2 x 1. 205 ycu 505. ycE=Oo ycE = Oo7. ycE = 84. 561 Yard Perusahaan dapat menghitung frekuensi pemesanan dengan rumus: Vol. No. Mei 2024, hlm 23-32 Indo. Jour. of Econo. and Soc. Science Penulis: Ratnani. Zahara. Sulistiyantoro Ae Analisis Pengendalian Persediaan dengan Metode EOQ yaycyceycoycyceycuycycn ycEyceycoyceycycaycuycaycu . ce ) = ISSN 2684-9240 ya yaycCycE Keterangan: = Frekuensi pembelian dalam satu tahun D = Jumlah kebutuhan bahan baku selama satu tahun EOQ = Jumlah pembelian yang optimal Sehingga didapatkan frekuensi pemesanan adalah sebagai berikut: ya yce= yaycCycE yce= yce = 6 kali Dari hasil perhitungan EOQ, kuantitas pemesanan yang optimal dalam setiap kali melakukan pemesanan dapat diperoleh sebesar 84. 561 Yard dengan frekuensi pemesanan dalam setahun sebanyak 6 kali pemesanan. Persediaan Pengaman (Safety Stoc. Persediaan pengaman adalah tambahan persediaan yang diadakan guna menjaga dan melindungi terjadinya kemungkinan kekurangan bahan baku . tock ou. dan menghindari terjadinya penerimaan pemesanan bahan baku yang tidak sesuai dengan waktu yang telah direncanakan atau mengalami keterlambatan. Persediaan pengaman dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut: ycIycI = . cEyceycoycaycoycaycnycaycu ycoycaycoycycnycoycyco Oe ycyyceycoycaycoycaycnycaycu ycycaycyca ycycaycyc. ycu yayc Keterangan: SS = Safety stock Lt = waktu tunggu kedatangan barang yang dipesan. Dari data penggunaan bahan baku kain pada Maula Hijab selama tahun 2021 kita dapat . pemakaian maksimum kain tahun 2021 adalah 75. 367 Yard . pemakaian rata-rata kain pada tahun 2021 adalah 42. 114 Yard . waktu tunggu kedatangan kain yang dipesan adalah 1 hari Sehingga persediaan pengaman bahan baku kain dapat dihitung dengan cara berikut: ycIycI = . cEyceycoycaycoycaycnycaycu ycoycaycoycycnycoycyco Oe ycyyceycoycaycoycaycnycaycu ycycaycyca ycycaycyc. ycu yayc = . 367 Ae 42. x 1 = 33. 253 Yard Berdasarkan perhitungan diatas, maka kuantitas persediaan pengaman bahan baku kain yang harus tersedia di Maula Hijab sebesar 33. 253 Yard. Titik Pemesanan Kembali (Reorder Poin. Reorder point adalah titik dimana suatu perusahaan harus melakukan pemesanan bahan baku untuk mewujudkan kondisi persediaan yang harus terkendali. Reorder point dapat dirumuskan sebagai berikut: ROP = d x Lt SS Keterangan: ROP = Titik pemesanan kembali = Tingkat kebutuhan per unit waktu Lt = Waktu tenggang SS = Safety Stock Tingkat kebutuhan per unit waktu (D) bahan baku kain dapat dirumuskan dengan cara berikut: Indo. Jour. of Econo. and Soc. Science Vol. No. Mei 2024, hlm 23-32 Penulis: Ratnani. Zahara. Sulistiyantoro Ae Analisis Pengendalian Persediaan dengan Metode EOQ ISSN 2987-7458 ya yaycycoycoycaEa Eaycaycycn ycoyceycycyca ycyyceyc ycyyceycycnycuyccyce ycc= ycc = 1. 625 Yard Maka perhitungan ROP bahan baku kain dapat dilakukan sebagai berikut: ycIycCycE = ycc ycu yayc ycIycI ycIycCycE = 1. 625 ycu 1 33. ycIycCycE = 34. 878 Yard Jadi, dapat diketahui Maula Hijab harus kembali melakukan pembelian bahan baku kain ketika persediaan bahan baku kain di gudang senilai 34. 878 Yard. Total Biaya Persediaan (Total Inventory Cos. Heizer dan Render . merumuskan perhitungan total biaya persediaan sebagai berikut: ya ycE ycNycuycycayco yaAycnycaycyca ycEyceycycyceyccycnycaycaycu . cNyay. = ycuycI ycuya ycE Keterangan: TIC = Total biaya persediaan Q = Jumlah pesanan yang ekonomis D = Permintaan persediaan, dalam unit per tahun S = Biaya pemesanan untuk setiap kali pesanan H = Biaya penyimpanan per unit . per tahun Data yang diperlukan untuk melakukan perhitungan total biaya persediaan dapat dilihat pada tabel berikut ini: ycc= Tabel 5. Data Jumlah Permintaan Periode Tertentu. EOQ. Biaya Pemesanan dan Biaya Penyimpanan Bahan Baku 2021 No. D (Yar. Q (Yar. S (R. H (R. Berdasarkan tabel diatas, total biaya persediaan bahan baku kain dengan metode EOQ dapat dihitung dengan rumus berikut: ya ycE ycNyaya = ycuycI ycuya ycE ycNyaya = ( ycu 1. ycNyaya = 6. ycNyaya = Rp. Jadi, total biaya persediaan yang dikeluarkan oleh Maula Hijab jika dihitung menggunakan metode EOQ sebesar Rp. Setelah mengetahui jumlah total biaya persediaan dengan metode EOQ, tahap berikutnya adalah menghitung total biaya persediaan yang dikeluarkan oleh Maula Hijab Yogyakarta yang dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: ycNyaya = . cEyceycoycaycoycaycnycaycu ycycaycyca Oe ycycaycyca ycu y. cE ycu y. Keterangan: C = Biaya penyimpanan = Biaya pemesanan = Frekuensi pembelian Adapun data yang diperlukan untuk melakukan perhitungan total biaya persediaan bahan baku kain yang dikeluarkan Maula Hijab Yogyakarta disajikan dalam tabel berikut ini: Vol. No. Mei 2024, hlm 23-32 Indo. Jour. of Econo. and Soc. Science Penulis: Ratnani. Zahara. Sulistiyantoro Ae Analisis Pengendalian Persediaan dengan Metode EOQ ISSN 2684-9240 Tabel 6. Data Pemakaian Rata-Rata. Biaya Penyimpanan. Biaya Pemesanan dan Frekuensi Pembelian Bahan Baku 2021 No. Pemakaian rata-rata C (R. P (R. (Yar. 113,75 Sehingga didapatkan: TIC = (Pemakaian rata-rata x C) (P x F) = . 113,75 x . 205 x . = 6. = Rp. Setelah mengetahui total biaya persediaan bahan baku kain menggunakan metode EOQ, maka terlihat bahwa total biaya persediaan bahan baku kain yang dikeluarkan Maula Hijab Yogyakarta tahun 2021 sebesar Rp. Sedangkan total biaya persediaan bahan baku kain yang dihitung dengan metode yang digunakan Maula Hijab Yogyakarta berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, maka total biaya persediaan bahan baku kain tahun 2021 sebesar Rp 42. Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui selisih total biaya persediaan dengan menggunakan metode EOQ dan metode yang digunakan perusahaan adalah sebesar Rp. Peneliti telah melakukan analisis dan perhitungan terkait pengendalian persediaan bahan baku untuk mengefisiensi total biaya persediaan di Maula Hijab dan memperoleh hasil perbandingan antara perhitungan persediaan bahan baku menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan perhitungan berdasarkan kebijakan perusahaan dengan hasil perhitungan jumlah pembelian persediaan bahan baku yang optimal, persediaan pengaman, titik pemesanan kembali dan total biaya Hasil perbandingan tersebut disajikan dalam tabel sebagai berikut: No. Tabel 7. Perbandingan Perhitungan Persediaan Bahan Baku Kain Berdasarkan Kebijakan Perusahaan dan Metode EOQ 2021 Perhitungan. Jumlah ROP TIC (R. Pembelian (Yar. (Yar. (Yar. Kebijakan Perusahaan Metode EOQ Tabel 7 diatas menunjukkan jumlah pemesanan bahan baku kain berdasarkan kebijaksanaan perusahaan setiap kali melakukan pemesanan rata-rata adalah 42. 496 Yard dengan frekuensi pemesanan sebanyak 34 kali dalam setahun. Sedangkan jumlah pemesanan persediaan bahan baku kain dengan menggunakan metode EOQ setiap kali melakukan pembelian sebesar 84. 561 Yard dengan frekuensi pemesanan sebanyak 6 kali dalam setahun. Sehingga dapat diketahui bahwa pemesanan bahan baku kain berdasarkan sistem pengendaliaan persediaan bahan baku oleh perusahaan hasilnya belum optimal dan biaya persediaan yang dikeluarkan tidak efisien. Frekuensi pembelian yang terlalu sering menimbulkan pengeluaran biaya pemesanan yang tinggi, kemungkinan persediaan bahan baku yang menumpuk dan mengalami kerusakan yang tidak diinginkan. Sedangkan apabila pembelian bahan baku kain dilakukan dengan frekuensi yang jarang maka dapat menimbulkan biaya penyimpanan yang dikeluarkan menjadi tinggi. Berdasarkan analisis dengan metode EOQ, besarnya persediaan pengaman sebesar 33. 253 Yard. Dapat diketahui bahwa Maula Hijab dapat menetapkan persediaan pengaman yang harus ada di Gudang melalui analisis dengan metode EOQ, sehingga bisa megamankan atau menangkal peluang terjadinya kekurangan bahan baku kain . tock ou. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode EOQ dan perhitungan reorder point. Maula Hijab harus melakukan pemesanan persediaan bahan baku kain apabila persediaan bahan baku kain di gudang tersisa 34. 878 Yard agar terhindar dari kekurangan maupun Indo. Jour. of Econo. and Soc. Science Vol. No. Mei 2024, hlm 23-32 Penulis: Ratnani. Zahara. Sulistiyantoro Ae Analisis Pengendalian Persediaan dengan Metode EOQ ISSN 2987-7458 kelebihan bahan baku kain dimana titik tersebut yang menandai kapan perusahaan harus melakukan pemesanan kembali. Berdasarkan besarnya total biaya persediaan yang dikeluarkan Maula Hijab berdasarkan kebijaksanaan perusahaan dibandingkan metode EOQ menunjukkan bahwa pengendaliaan persediaan bahan baku kain di Maula Hijab belum efektif dan efisien dari aspek biaya. Metode EOQ lebih efektif dan efisien digunakan dalam mengendalikan persediaan bahan baku kain pada Maula Hijab karena dengan menggunakan metode EOQ perusahaan dapat mengetahui persediaan bahan baku kain yang paling optimal dengan total biaya persediaan yang kecil. Ditetapkannya persediaan pengaman dan titik pemesanan kembali. Maula Hijab dapat melindungi atau menjaga kegiatan produksi perusahaan dari terjadinya kelebihan atau kekurangan persediaan bahan baku kain sehingga dapat berjalan dengan lancar tanpa kekhawatiran dengan tingginya biaya-biaya persediaan yang Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan terkait pengendalian persediaan bahan baku dapat ditarik kesimpulan bahwa: Besarnya total biaya persediaan yang dikeluarkan Maula Hijab menurut kebijaksanaan perusahaan adalah senilai Rp. Sedangkan total biaya yang dikeluarkan Maula Hijab menurut metode Economic order quantity (EOQ) adalah senilai Rp. Sehingga didapatkan selisih total biaya persediaan bahan baku kain sebesar Rp. Sehingga kita dapat mengetahui bahwa pengendalian persediaan bahan baku kain dengan menggunakan kebijakan perusahaan belum optimal sehingga belum mengefisiensi biaya persediaan bahan baku. Dibandingkan dengan menggunakan metode (EOQ), perusahaan akan mencapai titik yang paling optimal sehingga dapat mengefisiensi biaya persediaan. Penerapan metode EOQ, persediaan pengaman . afety stoc. dan titik pemesanan ulang . eorder poin. pada Maula Hijab Yogyakarta dapat mengefisiensi biaya persediaan dan melindungi perusahaan dari terjadinya kelebihan ataupun kekurangan persediaan bahan baku kain sehingga kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan dengan baik dan mendapatkan keuntungan yang Keterbatasan pada penelitian ini adalah bahwa metode EOQ tidak dapat digunakan apabila jumlah pembelian bahan baku berubah-ubah. Selain itu metode EOQ juga menganggap biaya penyimpanan untuk setiap bahan baku adalah sama. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah dapat menganalisis lebih dalam dengan membedakan biaya penyimpanan berdasarkan jenis bahan baku. Untuk pemilik perusahaan, dapat menggunakan metode EOQ dengan jumlah dan waktu pembelian bahan baku yang sudah ditetapkan agar biaya persediaan bahan baku bisa lebih efisien. Referensi