iC15 Ar Ruh: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Volume 1 Nomor 1 Edisi Juni 2025 ISSN. E-ISSN. Metode Tafsir MaudluAoiy/Tematik Mengenal Bentuk dan Cara Kerjanya Husnul Amin STAI Raudhatul Ulum Email: husnulamin@stairu. Abstract This study aims to determine the Concept of Maudlu'iy Interpretation Study. The method in this study emphasizes more on the type of library research obtained from the Qur'an, books related to the verses of the Qur'an, the early history of interpretation, methods, features & differences with other methods. Data collection techniques through sources of the Qur'an, books, journals, articles or magazines and the internet related to the verses of the Qur'an, the early history of interpretation, methods, features & differences with other methods. Data analysis uses the analysis technique proposed by Miles and Huberman with the stages of data reduction, data presentation and drawing conclusions . The results of the study show that there are various efforts starting from the development of Maudlu'iy interpretation that have existed since the time of the Prophet Muhammad SAW in its very simple form. The Prophet himself has begun to interpret the verses of the Qur'an with other verses that still have a theme connection. Furthermore, the Maudlu'iy method developed, including discussing one letter in its entirety and whole by explaining the general and specific meaning of the letter, and explaining the correlation between the various problems contained therein so that one letter appears to discuss one whole problem & collects all the verses of the Qur'an that discuss the same theme and then given an interpretation. Next, recognizing the working method & special features of Maudlu'iy interpretation, including the results of Maudlu'iy interpretation tend to be easier to understand, the relative truth is more accountable and allows the interpreter to know a problem from its various aspects. Keywords: Method. Tafsir. Maudlu'i Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konsep Studi Tafsir MaudluAoiy. Metode dalam penelitian ini lebih menekankan pada jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. diperoleh dari Al-QurAoan, buku yang berhubungan dengan ayat-ayat al-qurAoan sejarah awal penafsiran, metode, keistimewaan & perbedaan dengan metode lainnya. Teknik pengambilan data melalui sumber Al-QurAoan, buku, jurnal, artikel maupun majalah dan internet yang berhubungan dengan ayat-ayat al-qurAoan sejarah awal penafsiran, metode, keistimewaan & perbedaan dengan metode Analisis data menggunakan teknik analisis yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan . Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat berbagai upaya dimulai dari perkembangan tafsir MaudluAoiy sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW dalam bentuknya yang sangat sederhana. Rasulullah sudah memulai sendiri untuk menafsirkan ayat al-QurAoan dengan ayat lain yang masih memiliki keterkaitan tema. Selanjutnya berkembang metode MaudluAoiy diantaranya membahas satu surat secara menyeluruh dan utuh dengan menjelaskan maksud surat baik yang umum dan yang khusus, dan menjelaskan korelasi antara berbagai masalah yang terkandung di dalamnya sehingga satu surat tersebut nampak membicarakan satu masalah yang 16iC Husnul Amin. Metode Tafsir MaudluAoiy/Tematik Mengenal Bentuk dan Cara Kerjanya utuh & menghimpun seluruh ayat al-qurAoan yang membicarakan satu tema yang sama dan kemudian diberikan penafsiran. Berikutnya mengenali cara kerja & kesitimewaan tafsir MaudluAoiy diantaranya hasil tafsir maudluAoiy cenderung lebih mudah dipahami, kebenaran yang relative lebih bisa dipertanggungjawabkan dan memungkinkan mufasir untuk mengetahui suatu masalah dari berbagai aspeknya. Kata Kunci: Metode. Tafsir. MaudluAoi Pendahuluan Al-Farmawiy mengatakan bahwa metode tafsir MaudluAoiy ini sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. dalam bentuknya yang sangat sederhana. Menurutnya. Rasul sendiri sudah memulai untuk menafsirkan ayat al-QurAoan dengan ayat lain yang menurut Rasul kedua ayat tersebut masih mempunyai keterkaitan tema. Rasul pernah menafsirkan kata A EIAdalam surat al-AnAoam ayat 82: AEOI IIO OEI OEOuOIINI EIA c dalam surat Luqman ayat 12. Dengan ditafsirkan dengan ayat AuI EE EEI OIA penafsiran semacam ini. Rasul telah memberi pelajaran kepada para Sahabatnya bahwa ayat-ayat al-QurAoan mempunyai keterkaitan satu sama lain yang bisa dikelompokkan dalam tema-tema tertentu. Al-Farmawiy juga mengatakan bahwa semua penafsiran alQurAoan dengan al-QurAoan, di samping sebagai al-Tafsir bi al-MaAotsur, adalah sebagai tafsir maudluAoiy. Penafsiran al-QurAoan dengan al-QurAoan ini merupakan cikal bakal tumbuhnya metode maudluAoiy. Metode Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Studi Tafsir MaudluAoiy. Metode dalam penelitian ini lebih menekankan pada jenis penelitian kepustakaan . ibrary research (Subagyo, 1. diperoleh dari Al-QurAoan & buku yang berhubungan dengan ayat-ayat al-qurAoan sejarah awal penafsiran, metode, keistimewaan & perbedaan dengan metode Teknik pengambilan data melalui sumber Al-QurAoan, buku, jurnal, artikel maupun majalah dan internet yang berhubungan dengan dengan ayat-ayat al-qurAoan sejarah awal penafsiran, metode, keistimewaan & perbedaan dengan metode lainnya. Analisis data menggunakan teknik analisis yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan . Al-Farmawiy. Metode Tafsir, hlm. iC17 Ar Ruh: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Volume 1 Nomor 1 Edisi Juni 2025 ISSN. E-ISSN. (Sugiyono, 2. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Setelah membahas berbagai uraian dan penjelasan hasil penelitian tentang metode MaudluAoiy maka penulis dapat menyimpulkan bahwa terdapat berbagai upaya dimulai dari perkembangan tafsir MaudluAoiy sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW dalam bentuknya yang sangat Rasulullah sudah memulai sendiri untuk menafsirkan ayat al-QurAoan dengan ayat lain yang masih memiliki keterkaitan tema. Selanjutnya berkembang metode MaudluAoiy diantaranya membahas satu surat secara menyeluruh dan utuh dengan menjelaskan maksud surat baik yang umum dan yang khusus, dan menjelaskan korelasi antara berbagai masalah yang terkandung di dalamnya sehingga satu surat tersebut nampak membicarakan satu masalah yang utuh & menghimpun seluruh ayat al-qurAoan yang membicarakan satu tema yang sama dan kemudian diberikan penafsiran. Berikutnya mengenali cara kerja & kesitimewaan tafsir MaudluAoiy diantaranya hasil tafsir maudluAoiy cenderung lebih mudah dipahami, kebenaran yang relative lebih bisa dipertanggungjawabkan dan memungkinkan mufasir untuk mengetahui suatu masalah dari berbagai aspeknya. Hasil Dan Pembahasan Pengertian Tafsir MaudluAoiy Kata A IoAadalah kata bentukan dari kata dasar A OAyang mempunyai beberapa arti. meletakkan, merendahkan, menjatuhkan, menyusun/mengarang dan lainlain. Kata A IOOAsendiri adalah bentuk isim mafAoul dari A OAyang berarti Aumasalah atau pokok pembicaraanAy. 2 Dari arti bahasa ini sudah bisa dipahami bahwa tafsir maudluAoiy adalah metode penafsiran al-QurAoan dengan cara menghimpun seluruh ayat-ayat alQurAoan yang berbicara tentang satu tema atau masalah . sekalipun ayat itu berbeda cara, tempat, dan waktu turunnya serta terdapat pada surat yang berbeda. Dalam bahasa Indonesia, metode tafsir ini sering disebut dengan metode tafsir tematik. Warson Munawwir. Al-munawwir. Kamus Arab-Indonesia (Surabaya: Pustaka Progressif, 2. , cet. 20, hlm. Ali Hasan al-AoAridl. Sejarah dan Metodologi Tafsir, terj. Ahmad Akrom (Jakarta: RajaGrafindo, 1. , cet. 2, hlm. 18iC Husnul Amin. Metode Tafsir MaudluAoiy/Tematik Mengenal Bentuk dan Cara Kerjanya Metode Tafsir MaudluAoiy Ada sebuah pertanyaan tentang mengapa para mufasir tidak menggunakan metode tematik yang sudah dicontohkan Rasul? Bahkan kebanyakan para penafsir lebih menggunakan metode tahliliy yang mengikuti runtutan ayat demi ayat dari awal sampai akhir dari pada hanya mengembil tema-tema tertentu. Al-Farmawiy mengemukakan dua alasan mengapa tafsir tematik tidak muncul pada masa klasik. Pertama, metode tematik ini pada mulanya merupakan kajian atas motif perseorangan untuk mengkaji salah satu tema yang ada dalam al-QurAoan. Kajian ini kemudian diikuti oleh orang lain dan menjadi trend. Prinsip spesialisasi semacam ini saat itu belum menjadi tujuan kajian, maka para mufasir tidak memakai metode ini. Kedua, para mufasir saat itu belum merasa perlu untuk melakukan kajian tematik. Alasannya, karena mereka adalah penghafal al-QurAoan dan menguasai ilmu keislaman yang mendalam dan meliputi segala aspek. Mereka juga mempunyai kompetensi untuk menghubungkan maksud suatu ayat yang berkaitan dengan topik tertentu dengan keilmuan yang dimilikinya. 4 Dua alasan inilah yang membuat metode tafsir tematik belum dikenal pada masa klasik. Al-Syathibi . 1388 M) dianggap sebagai tokoh yang pertama kali melontarkan ide maudluAoiy ini dengan pernyataannya bahwa walaupun dalam satu surat al-QurAoan masalah-masalah dikorelasikan satu dengan yang lain. Maka, untuk memahaminya harus dengan memperhatikan semua ayat yang ada pada surat tersebut. Demikianlah al-Syathibi mengemukakan gagasan barunya. Tokoh modern yang dianggap sebagai pelopor yang melahirkan tafsir maudluAoiy adalah Muhammad Abduh dengan tafsir Al-Manar. Walaupun secara umum masih bercorak tahliliy tetapi dianggap mempunyai kecenderungan yang sangat kuat untuk memperhatikan tema-tema tertentu dalam 5 Akan tetapi, tafsir maudluAoiy ini baru benar-benar muncul berawal pada tahun 1960. Sejak masa kodifikasi tafsir, yang dimulai oleh al-FarraAo. 207 H), sampai tahun 1960, kitab-kitab tafsir yang ada masih dikategorikan sebagai tafsir tahliliy karena Ibid, hlm. Al-Farmawiy. Metode Tafsir,hlm. iC19 Ar Ruh: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Volume 1 Nomor 1 Edisi Juni 2025 ISSN. E-ISSN. dalam karya-karya tersebut para mufasir masih menafsirkan al-QurAoan secara berurutan dari satu ayat ke ayat berikutnya sesuai dengan urutan di dalam mushaf. Kemunculan kitab tafsir maudluAoiy ditandai dengan kitab "A " AO ECI EEOIAkarya Syaikh al-Azhar. Mahmud Syaltut pada bulan Januari 1960. Di dalam kitab ini tidak lagi dijumpai penafsiran ayat demi ayat, tetapi membahas surat demi surat, atau bagian tertentu dalam satu surat dan kemudian merangkainya dengan tema sentral dalam surat tersebut. Tetapi karya ini juga masih punya kelemahan. Mahmud Syaltut belum menjelaskan secara menyeluruh pandangan al-QurAoan tentang satu tema secara utuh. Dalam kitabnya, satu tema dapat ditemukan dalam berbagai surat. Seperti diketahui bahwa satu masalah tidak hanya ada dalam satu surat saja, tetapi akan dijumpai dalam beberapa surat Setelah Syaltut, pada akhir tahun 60-an muncul ulama al-Azhar lainnya. Ahmad Sayyid al-Kumiy, yang melanjutkan kerja Syaltut. Al-Kumiy mulai menghimpun semua ayat yang berbicara tentang satu masalah tertentu dan menafsirkannya secara utuh dan Bentuk Tafsir MaudluAoiy Di atas sudah dijelaskan mengenai lahirnya metode maudluAoiy sejak zaman Nabi Muhammad SAW. , sebagai cikal bakalnya, sampai pada masa Mahmud Syaltut dan alKumiy. Dari dua karya tafsir maudluAoiy awal yang ada, metode ini dapat dibagi menjadi dua bentuk. Pertama. Mufassir membahas satu surat secara menyeluruh dan utuh dengan menjelaskan maksud surat baik yang umum dan yang khusus, dan menjelaskan korelasi antara berbagai masalah yang terkandung di dalamnya sehingga satu surat tersebut nampak membicarakan satu masalah yang utuh. Cara inilah yang digunakan Mahmud Syaltut dalam Tafsir al-QurAoan al-Karim. Kedua. Menghimpun seluruh ayat al-QurAoan yang membicarakan satu tema yang sama dan kemudian diberikan penafsiran atas kumpulan surat tersebut. 7 Cara kedua Sihab. AuMembumikanAy Al-QurAoan, hlm. Al-Farmawiy. Metode Tafsir, hlm. 20iC Husnul Amin. Metode Tafsir MaudluAoiy/Tematik Mengenal Bentuk dan Cara Kerjanya inilah yang banyak dikenal orang sebagai metode tafsir maudluAoiy. Metode ini yang sekarang banyak digunakan para mufassir untuk menafsirkan al-QurAoan secara tematik berkaitan dengan tema-tema sosial, politik, ekonomi dan lainnya. Pada awalnya metode ini digunakan untuk kepentingan penelitian dan kemudian berkembang menjadi jenis tafsir kontemporer. Cara Kerja Tafsir MaudluAoiy Tafsir tematik ini mempunyai kekhasan tersendiri yang dimulai dari cara kerja atau langkah-langkah yang ditempuh para mufassirnya. Al-Farmawiy, yang juga menjadi guru besar Fakultas Ushuluddin di Al-Azhar, menjelaskan 7 langkah yang harus ditempuh dalam melakukan penafsiran dengan metode maudluAoiy: 9 Memilih atau menetapkan tema/masalah yang akan dibahas. Pemilihan masalah ini, menurut Quraish Shihab, harus diprioritaskan pada persoalanpersoalan yang sedang terjadi di masyarakat agar terhindar dari pembahasanpembahasan masalah yang hanya bersifat teoritis. Oleh karena itu seorang mufassir harus mempunyai pengetahuan yang memadahi akan problem-problem apa saja yang sedang terjadi di masyarakat yang butuh jawaban dari al-QurAoan. Ini juga untuk menghindari pembahasan masalah yang tidak berkaitan langsung pada kehidupan sosial saat tafsir itu mulai ditulis. Menghimpun ayat-ayat yang berkaitan dengan tema yang sudah dipilih. Menyusun ayat-ayat tersebut secara runtut sesuai dengan kronologi masa turunnya disertai dengan pengetahuan tentang asbab al-nuzulnya. Memahami munasabah . ayat tersebut di dalam suratnya masing-masing serta kaitan ayat tersebut dengan ayat sesudahnya. Menyusun pembahasan dalam kerangka pembahasan yang sistematis. Agar para mufassir dalam penafsirannya tidak terpengaruh dengan pra-konsepsi yang dibawanya, maka dalam penyusunan kerangka pembahasan ini agar disusun Shalahuddin Hamid. Study Ulumul QurAoan (Jakarta: Intimedia, 2. , hlm. Al-Farmawiy. Metode Tafsir, hlm. Shihab. AuMembumikanAy Al-QurAoan, hlm. iC21 Ar Ruh: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Volume 1 Nomor 1 Edisi Juni 2025 ISSN. E-ISSN. bahan-bahan langkah-langkah Melengkapi pembahasan dan uraian tema yang dipilih dengan hadis-hadis yang Hadis-hadis ini juga perlu ditakhrij untuk mengetahui darajat Perlu juga dikemukakan pula riwayat-riwayat . dari para sahabat dan tabiAoin. Mempelajari ayat-ayat tersebut secara keseluruhan dengan jalan menghimpun ayat-ayatnya yang mempunyai pengertian yang sama atau mengkompromikan yang Aoam . dan yang khash . , muthlaq dan muqayyad . erikat,) mengsinkronkan ayat-ayat yang secara lahir tampak kontradiktif, menjelaskan yang nasikh dan mansukh13, sehingga ayat-ayat tersebut bertemu dalam satu muara tanpa ada pemaksaan pemaknaan terhadap sebagian ayat dengan maknamakna yang sebenarnya tidak tepat. Ali Hasan al-AoAridl menambahkan satu hal, yaitu: Merujuk pada kalam Arab . ngkapan-ungkapan orang Ara. serta syair-syair mereka dalam menjelaskan lafadz-lafadz yang ada pada ayat yang sedang dikaji. Walaupun tafsir ini tidak mengharuskan pengertian tentang kosa kata, tetapi, menurut Quraish, pertama kali mufassir harus mencari arti kosa kata tersebut dalam al11 Shihab. AuMembumikanAy Al-QurAoan, hlm. Al-AoAridl. Sejarah dan Metodologi, hlm. 13 Nasakh . embatalan/penghapusa. adalah jika ada ayat yang membatalkan . ayat lain . Penghapusan/pembatalan ini menurut al-Zarqani hanyalah terputusnya hubungan hukum yang dihapus dengan seorang mukallaf, tetapi subtansi dari hukum itu masih tetap ada. Lihat Muhammad AoAbd al-AoAzim al-Zarqawi. Manahi al-Irfan fi AoUlum al-QurAoan (Bairut: Dar al-Fikr, t. ), jilid 2, hlm. AoAm adalah kata yang mempunyai arti umum yang lawan katanya adalah khash yang berarti mempunyai arti khusus atau sebagai pengecualian dari yang Aoam. Contoh kata-kata yang Aoam seperti kata EECUAAEa aEUACsa dalam ayatEECUAAEa Ca a aEUACsaCA aCCsa. Untuk yang khash seperti kata CACAoa yang Aoam dikhashkan dengan kata ACUEaCo AECUAAEaAEAAEuAANECoAA aC dalam ayat AACUEaCo AECUAAEaAEAAEuAANECoAA aC AsECaEa AEaACACAoaCeAAEa Sedangkan muthlaq adalah kata-kata yang menunjukkan makna hakekatnya tanpa ada batasan. Lawan dari muthlaq adalah muqayyad yang berarti katakata yang mempunyai arti dengan pembatasan tertentu. Contoh muthlaq seperti kata auAACc dalam al-Mujadalah ayat 3. auAACc ECsCEEUCsEaNAE. Sedangkan muqayyad serperti kata aoEaACEACiAC yang membatasi kata auAACc dalam al-NisaAo ayat 92. aoEaACEACiAC auAACc ECsCEEUCsEaNAE. Lihat MannaAo Khalil al-Qaththan. Mabahits fi AoUlumi al-QurAoan. (Riyadl: Mansurat al-AoAshri al-Hadits, t. 221-227 dan 245-246. 15 Al-AoAridl. Sejarah dan Metodologi, hlm. 22iC Husnul Amin. Metode Tafsir MaudluAoiy/Tematik Mengenal Bentuk dan Cara Kerjanya QurAoan karena seperti yang sudah disebut di atas, tafsir ini merupakan tafsir bi alMaAotsur. Lebih lanjut Quraish menambahkan walaupun dalam langkah-langkah di atas tidak disebutkan tentang asbab al-nuzul, tetapi ini sangat penting untuk memahami ayat secara cermat walaupun tidak harus dicantumkan dalam uraian ayat. 16 Pendekatan kesejarahan ini dipandang sangat penting. Fazlur Rahman, yang dikutip Umar Shihab, mengatakan bahwa pendekatan historis . sbab al-nuzu. ini nerupakan satu-satunya metode yang lebih dapat diterima, lebih dapat berlaku adil terhadap respon intelektual dan realitas sosial. Subtansial keabadian hanya ada pada firman Allah, sementara keabadian harfiah hukum-hukunya dapat dikaitkan dengan realitas sosial ketika ayat itu diturunkan maupun realitas sosial ketika ayat itu ditafsirkan. Dalam menggunakan ayat sebagai penjelas ayat lainnya,18 dikenal dua macam metode yang bisa digunakan. Pertama, dengan metode Tafsir Muttashil, yaitu menafsirkan ayat dengan ayat berikutnya secara berkaitan atau berhubungan. Dengan kata lain, untuk mengetahui makna satu ayat dapat diperoleh dari keterangan ayat 19 Kedua, dengan metode Munfashil, yaitu menafsirkan satu ayat dengan ayat lain yang berbeda tempat. Mungkin dalam ayat lain atau bahkan berada pada surat Keterkaitan ayat ini harus benar-benar dipahami agar terhindar dari kesalahan dan kekeliruan dalam memahami ayat al-QurAoan. Kesalahan pemahaman terhadap maksud ayat-ayat al-QurAoan biasanya terjadi akibat dari pemahaman parsial terhadap satu ayat tanpa menyadari adanya keterkaitan dengan ayat lain. Shihab. AuMembumikanAy Al-QurAoan, hlm. Umar Shihab. Kontekstualitas al-QurAoan: Kajian Tematik atas Ayat-Ayat Hukum dalam al-QurAoan (Jakarta: Penamadani, 2. , hlm. Ayat yang saling berhubungan ini diistilahkan dengan munasabah, yaitu korelasi makna antarayat atau antarsurat, baik korelasi itu bersifat umum atau khusus, rasional (Aoaqli. , persepsi . , imajimasi . , atau korelasi itu berupa sebab akibat. Aoillat dan maAolul, perbandingan dan perlawanan. Rosihon Anwar. Ulumul QurAoan (Bandung: Pustaka Setia, 2. , hlm. 19 Contoh yang muttashil seperti dalam surat al-Baqarah ayat 1 tentang siapa yang disebut sebagai AEICIA dijelaskan oleh ayat ke2-3 aEAEaEAoECE E AaEACaoEAuACAACcACEEOAIa aCEaEAUCUEOAECEa EsAECUAEEAA EaA aEAoEaACEAECE AeaAuCa ENEUEO AAEaAEau AEaAC aEUCeAeEA aCa AAECUAAEaA aEUCeAeEA aEEaA A AAEAoEaACEAECE AeaAuCa aEAoEaAuAECEE AEAEs AACsEIAAIAA EaENEsEO Untuk Munfashil sudah dicontohkan pada keterangan sebelumnya. 20 Shihab. Kontekstualitas al-QurAoan, hlm. iC23 Ar Ruh: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Volume 1 Nomor 1 Edisi Juni 2025 ISSN. E-ISSN. Keistimewaan Tafsir MaudluAoiy Setiap metode memang tidak luput dari kekurangan dan kelebihannya masing- Metode tafsir tematik ini juga mempunyai kelebihan dibanding dengan metode tafsir lainnya. Kelebihan metode ini antara lain dikemukakan oleh tokoh tafsir seperti Quraish Shihab. Abd al-Hayyi al-Farmawi juga AoAli Hasan al-AoAridl yang mengutip alFarmawiy, dapat dirangkum dalam 5 hal. Hasil karya tafsir maudluAoiy lebih mudah dipahami dibanding karya tafsir metode Ini disebabkan karena maudluAoiy hanya terfokus dalam satu tema permasalahan yang tidak terpecah-pecah. Dengan pembahasan pertema ini pesan al-QurAoan menjadi lebih utuh sehingga lebih mudah diserap orang yang Kebenarannya penafsirannya lebih menggunakan cara-cara tafsir bi al-MaAotsur . anafsirkan ayat dengan ayat atau dengan hadis Nab. Metode ini memungkinkan mufassir untuk mengetahui suatu masalah dari berbagai aspeknya, sehingga mampu memberikan argumen yang kuat dan jelas dengan mengungkapkan rahasia-rahasia ayat-ayat yang sedang ditafsirkan. Di samping lebih utuh dalam pembahasan dan mudah dalam pemahaman, tafsir ini juga dapat membuktikan bahwa persoalan yang dibahas dalam al-QurAoan tidak hanya persoalan yang bersifat teoritis saja. Tafsir ini bisa membuktikan keistimewaan al-QurAoan bahwa persoalan praktis kekinian juga bisa dijawab oleh al-QurAoan. Metode ini juga bisa membuktikan bahwa ayat-ayat al-QurAoan tidak bertentangan satu dengan yang lainnya. Bahkan al-QurAoan juga sejalan dengan ilmu pengetahuan dan perubahan sosial. 21 Shihab. AuMembumikanAy Al-QurAoan, hlm. Juga dalam Al-Farmawiy. Metode Tafsir, hal. 52-53 dan dalam Al-AoAridl. Sejarah dan Metodologi, hlm. 24iC Husnul Amin. Metode Tafsir MaudluAoiy/Tematik Mengenal Bentuk dan Cara Kerjanya Perbedaan Tafsir MaudluAoiy dengan Metode Tafsir Lain Masing-masing metode tafsir mempunyai ciri khas tersendiri yang dapat diketahui melalui cara kerja metodenya. Menurut Syalthut, metode maudluAoiy ini merupakan metode yang paling ideal untuk membimbing umat untuk mengenal macam-macam petunjuk yang dikandung al-QurAoan dan untuk membuktikan bahwa al-QurAoan tidak bersifat teoritis belaka tanpa memilliki hubungan yang riil dengan kehidupan Perbedaan antara metode maudluAoiy dengan metode lain dapat diringkas semacam Perbedaan dengan Metode Analisis (Tahlili. Metode tahliliy . adalah penjelasan tentang arti ayat-ayat dari segala segi dengan menjelaskan ayat demi ayat sesuai urutan dalam mushaf melalui penafsiran kosa kata, penjelasan asbab al-nuzul, munasabah serta kandungan ayat-ayat tersebut sesuai dengan keahlian dan kecenderungan mufassir. Jika dilihat apa itu tahliliy, setidaknya ada tiga perbedaan mendasar dengan metode maudluAoiy. Perbedaan-perbedaan tersebut antara lain. Pertama. MaudluAoiy tidak terikat dengan dengan urut-urutan ayat tetapi lebih terikat pada urut-urutan kronologis turunnya ayat. Tahliliy sangat terikat dengan urutan ayat seperti dalam mushaf. Kedua, maudluAoiy hanya membahas ayat dari segi permasalahan yang sudah ditetapkan. Tahliliy menguraiakan segala sesuatu yang ditemui dalam ayat dan tidak terfokus pada satu aspek saja. Ketiga, dalam penafsirannya, mufassir maudluAoiy berusaha untuk menuntaskan pembahasan tema yang dipilihnya, sedangkan mufassir tahliliy tidak tuntas dalam membahas persoalan yang ada pada ayat karena ayat yang dijelaskannya berdiri sendir-sendiri, sedangkan banyak ayat yang punya munasabah dengan ayat lain yang tidak berurutan. Al-Farmawiy. Metode Tafsir, hlm. Nashiruddin Baidan. Metode Penafsiran al-QurAoan. Kajian Kritis terhadap Ayat-ayat yang Beredaksi Mirip (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , hlm. Karena adanya kecenderungan mufasir dianggap terlalu besar, maka metode ini melahirkan tujuh corak tafsir yaitu: Tafsir bi al-MaAosur. Tafsir bi al-RaAoyi. Tafsir Fiqhiy. Tafsir shufiy. Tafsir Falsafiy. Tafsir AoIlmiy. Tafsir Adabiy wa al-IjtimaAoiy. Lihat Azyumardi Azra . Sejarah dan Ulum al-QurAoan (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2. , hlm. Shihab. AuMembumikanAy Al-QurAoan, hlm. iC25 Ar Ruh: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Volume 1 Nomor 1 Edisi Juni 2025 ISSN. E-ISSN. Perbedaan dengan Metode Komparasi (Muqara. Metode muqaran adalah membandingkan ayat-ayat al-QurAoan yang mempunyai persamaan atau kemiripan redaksi, yang berbicara tentang masalah atau kasus yang berbeda, dan yang memiliki redaksi berbeda tetapi membahas masalah yang sama. Tafsir ini juga membandingkan ayat dengan hadis yang sekilas tampak bertentangan, atau juga membandingkan pendapat ulama tafsir dalam menafsirkan ayat-ayat alQurAoan. Muqaran tidak menjelaskan petunjuk-petunjuk yang ada pada ayat yang dibandingkannya, kecuali untuk menjelaskan sebab musabab perbedaan redaksionalnya. Sedangkan maudluAoiy menghimpun semua ayat yang sesuai dengan tema yang juga mencari persamaan-persamaan serta petunjuk yang ada di dalamnya. Perbedaan dengan Metode Ijmaliy Metode ijmaliy adalah manafsirkan dengan cara mengemukakan makna global yang dimaksud oleh ayat-ayat al-QurAoan. Makna-makna yang diungkapkannya adalah makna-makna umum yang telah dikenal luas. Seperti halnya tahliliy, dalam melakukan penafsiran, mufassir dengan metode ijmaliy ini juga masih mempunyai keterikatan yang kuat dengan urut-urutan ayat dan surat dalam mushaf. Meskipun ada kemiripan dengan maudluAoiy tetapi ijmaliy tidak menfokuskan pada satu pembahasan dan masih terikat pada urutan ayat. Beberapa Contoh Karya Tafsir MaudluAoiy Ada beberapa contoh karya tafsir yang dikategorikan sebagai tafsir maudluAoiy. Dalam kitab al-Tafsir wa al-Mufasirun disebutkan beberapa contoh karya tafsir maudluAoiy, antara lain: Al-Tibyan fi Aqsam al-QurAoan karya Ibnul Qayyim. Majaz al-QurAoan karya Abu AoUbaidah. Mufradat al-QurAoan karya al-Raghib al-Ashfahaniy. Al-Nasikh wa al-Mansukh min al-QurAoan karya Abu JaAofar al-Nahas. Asbab al-Nuzul al-QurAoan karya Abu Hasan al-Wahidi. 25 Baidan. Metode Penafsiran, hlm. Al-Farmawiy. Metode Tafsir, hlm. 26iC Husnul Amin. Metode Tafsir MaudluAoiy/Tematik Mengenal Bentuk dan Cara Kerjanya Ahkan al-QurAoan karya al-Jashshash. Ada beberapa karya , yang dicontohkan al-Farmawiy, dari generasi setelah Syalthut yang dari judulnya saja tampak lebih jelas bahwa karya ini merupakan karya tafsir metode maudluAoiy. Karya-karya ini antara lain. Al-MarAoatu fi al-QurAoan karya Abbas al-AoAqqad. Al-Riba fi al-QurAoan karya Abu al-AAola al-Maududiy. Washaya Suratu al-IsraAoI karya Adb al-Hayy al-Farmawiy. Al-Insan fi al-QurAoan al-Karim karya Ibrahim Mahna. Perpaduan Metode tafsir Untuk mendapatkan karya tafsir yang betul-betul AubenarAy memang amatlah sulit karena masing-masing metode penafsiran yang dipakai, di samping berbeda, juga mempunyai kekuatan dan kelemahan masing-masing. Lalu timbul pertanyaan apakah bisa menggabungkan empat metode di atas untuk mendapatkan karya tafsir yang paling AubenarAy? Dengan melihat karakteristik masing-masing metode penafsiran di atas tentunya hal ini agaknya tidak mungkin dilakukan, khususnya metode muqaran dan maudluAoiy. Ketidak mungkinan ini karena masing-masing metode mempunyai karakteristik dan cara kerja yang berlainan. Muqaran hanya membandingkan dan menjelaskan sebab musabab perbedaan redaksional ayat, sedangkan maudluAoiy hanya menfokuskan pada tema tertentu dari tema-tema yang ada dalam al-QurAoan. Keduanya juga tidak terikat pada urutan teks dalam mushaf, sedangkan ijmaliy dan tahliliy sangat terikat dengan urutan ayat dalam mushaf dan tidak mengkhususkan pada pembahasan perbedaan redaksional maupun terfokus pada tema-tema tertentu. Metode yang mungkin dikawinkan adalah ijmaliy dan tahliliy yang cara kerjanya mempunyai kemiripan tetapi dengan resiko metode ijmaliy akan menjadi lebih ketahliliy-tahliyan. Ijmaliy dikenal dengan metode yang mengedepankan aspek kebahasaan, makna gramatikal dan semantik, serta aspek asbab al-nuzul yang kadang27 Muhammad Husain al-Dahabiy. Al-Tafsir wa al-Mufasirun (Kairo: Maktabah Wahbah, 2. jilid I. Kitab-kitab ini juga disebutkan oleh MannaAo Qaththan sebagi contoh karya tafsir maudluAoiy. Al-Qaththan. Mabahits fi AoUlumi, hlm. 28 Al-Farmawiy. Metode Tafsir, hlm. iC27 Ar Ruh: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Volume 1 Nomor 1 Edisi Juni 2025 ISSN. E-ISSN. kadang salah satu aspek saja. 29 Ini bisa digabungkan dengan metode tahliliy dengan menggunakan cara kerja tahliliy. Cara kerja tahliliy ditempuh dengan langkah-langkah: Menerangkan munasabah ayat dan asbab al-nuzul. Manganalisis kosa kata dan memaparkan kandungan ayat secara umum dan Menerangkan unsur-unsur fashahah, bayan, iAojaz al-QurAoan. Menjelaskan hukum-hukum yang terkandung dalam ayat. Menerangkan makna dan maksud syarAoi yang terkandung dalam ayat dengan menyandarkan pada ayat lain, hadis Nabi, maupun dengan atsar sahabat dan tabiAoin. KESIMPULAN Setelah membahas berbagai uraian dan penjelasan hasil penelitian tentang metode MaudluAoiy maka penulis dapat menyimpulkan bahwa terdapat berbagai upaya dimulai dari perkembangan tafsir MaudluAoiy sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW dalam yang sangat sederhana. Rasulullah sudah memulai sendiri untuk menafsirkan ayat al-QurAoan dengan ayat lain yang masih memiliki keterkaitan tema. Selanjutnya berkembang metode MaudluAoiy diantaranya membahas satu surat secara menyeluruh dan utuh dengan menjelaskan maksud surat baik yang umum dan yang khusus, dan menjelaskan korelasi antara berbagai masalah yang terkandung di dalamnya sehingga satu surat tersebut Nampak membicarakan satu masalah yang utuh & menghimpun seluruh ayat al-qurAoan yang membicarakan satu tema yang sama dan kemudian diberikan penafsiran. Berikutnya mengenali cara kerja & kesitimewaan tafsir MaudluAoiy diantaranya hasil tafsir maudluAoiy cenderung lebih mudah dipahami, kebenaran yang relative lebih bisa dipertanggungjawabkan dan memungkinkan mufasir untuk mengetahui suatu masalah dari berbagai aspeknya. Muhammad Amin Suma. Studi Ilmu-Ilmu al-QurAoan (Jakarta: Pustaka Firdaus, 2. , hlm. Didin Saefuddin Buchori. Pedoman Memahammi Kandungan al-QurAoan (Bogor: Granada Sarana Pustaka, 2. , hlm. 28iC Husnul Amin. Metode Tafsir MaudluAoiy/Tematik Mengenal Bentuk dan Cara Kerjanya Daftar Pustaka