JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 1 - 11 MODUL LARAS BAHASA PERGURUAN TINGGI BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MATA KULIAH BAHASA INDONESIA SEBAGAI PENGAYAAN SUMBER BELAJAR Achmad Tantowi Azis1 Puput Zuli Ekorini2 STKIP PGRI NGANJUK ahmadtantowi@stkipnganjuk. id 2puputzuli@stkipnganjuk. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul laras bahasa perguruan tinggi berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam bentuk buku ajar yang efektif dan praktis untuk dapat digunakan sebagai buku referensi mahasiswa dalam proses belajar mengajar Bahasa Indoesia. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang merupakan salah satu model pengembangan dalam penelitian untuk mengembangkan suatu produk. Model pengembangan ADDIE terdiri dari lima tahap sesuai dengan namanya yang merupakan singkatan dari Analysis (Analisi. Design (Desai. Development (Pengembanga. Implementation (Implementas. , dan Evaluation (Evaluas. Hasil penelitian menunjukkan . Pengembangan modul laras bahasa perguruan tinggi pada mata kuliah Bahasa Indonesia berbasis PBL menerapkan model pengembangan ADDIE. Kualitas modul laras bahasa perguruan tinggi pada mata kuliah Bahasa Indonesia yang dikembangkan sebagai berikut. Ditinjau dari aspek kevalidan, diperoleh skor rata-rata 4,11 yang termasuk dalam kategori . Ditinjau dari aspek efektivitas, mean antara kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol didapatkan informasi bahwa 81,20 > 78,63 sehingga hasil uji kelas eksperimen dinyatakan lebih efektif dibandingkan kelas . Ditinjau dari aspek kepraktisan, didapatkan hasil respon mahasiswa terhadap modul juga baik dengan rata- rata 4,22 yang temasuk aktegori baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan praktis, yaitu modul efektif digunakan pada kegiatan pembelajaran. Kata kunci: Modul. Laras Bahasa. PBL Pendahuluan Berbahasa adalah berbudaya, keduanya merupakan hal yang saling berkaitan erat. pengembangkan kemampuan berbahasa bagi mahasiswa sangat Dengan penguatan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar serta penguatan literasi bagi mahasiswa diharapkan mampu menjadi bentuk pelestarian budaya di Indonesia. Karena budaya dan bahasa yang beragam memiliki keunikan dan fungsi masing-masing yang menarik untuk diteliti dan dan harus diketahui oleh masyarakat luas. Sebagai upaya menumbuhkembangakan sikap bahasa Indonesia yang positif bagi mahasiswa di perguruan tinggi, mata kuliah bahasa indonesia JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 1 - 11 menjadi salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa yang merupakan bentuk mata kuliah pengembangan kepribadian. Mata kuliah ini diberikan kepada mahasiswa agar mahasiswa terampil berbahasa baik secara lisan maupun tulisan, di era ini negara kita menguatkan sisi literasi guna mendunkung program pemerintah Repubilk Indonesia dan sebagai upaya untuk menyambut generasi emas di tahun 2025. Bahasa Indonesia memiliki Laras Bahasa yang tidak sedikit Karena berbagai pertimbangan kepentingan dan perhitungan konteksnya hadirlah laras bahasa yang wujud nya bermacam-macam itu. Agar komunikasi yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan baik, penerima dan pengirim bahasa harus mengerti, memahami, dan menguasai Laras bahasa adalah Kesesuaian antara bahasa yang dipakai dengan fungsi pemakaian bahasa. Menurut Hasan Alwi . Laras ialah bentuk bahasa yang wujud akibat situasi sosial berlainan merujuk kepada cara penggunaan sesuatu bahasa dan variasi bahasa mengikut bidang dan situasi seseorang penutur sewaktu berbahasa, sama ada secara lisan atau tulisan. Agar pembelajaran bisa berjalan dengan efektif dan praktis, perlu adaya inovasi pembelajaran bagi mahasiswa dan dosen. Modul merupakan suatu bahan ajar yang disusun dalam bentuk tertentu untuk keperluan belajar, sebagaimana diungkapkan oleh (Prastowo, 2. bahwa modul adalah sebuah bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta didik sesuai tingkat pengetahuan dan usia mereka, agar mereka dapat belajar sendiri . dengan bantuan atau bimbingan yang minimal dari pendidik. Modul merupakan salah satu bentuk bahan ajar yang dikemas secara utuh dan sistematis, didalamnya memuat seperangkat pengalaman belajar yang terencana dan didesain untuk membantu peserta didik menguasai tujuan belajar yang spesifik (Daryanto, 2. Modul digunakan sebagai sarana belajar yang bersifat mandiri dan merupakan komponen yang memiliki peran penting dalam proses pembelajaran, ketersediaan modul dapat membantu siswa dalam memeroleh informasi tentang materi pembelajaran. Modul JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 1 - 11 merupakan suatu unit yang lengkap yang berdiri sendiri dan terdiri atas suatu rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu siswa mencapai sejumlah tujuan yang dirumuskan secara khusus dan jelas (Nasution,2. Problem Based Learning merupakan strategi pembelajaran dengan menghadapkan siswa pada permasalahan-permasalahan praktis sebagai pijakan dalam belajar dengan kata lain siswa belajar melalui permasalahanpermasalahan. Esensi pembelajaran berbasis masalah adalah pembelajaran yang menyuguhkan berbagai situasi masalah yang autentik dan bermakna kepada siswa agar mereka menyelidikinya dengan belajar berpikir kritis dalam keterampilan memecahkan masalah dari materi pembelajaran (Suprijono: 2. Metode Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam mengembangkan modul ini adalah model pengembangan ADDIE. Model pengembangan ADDIE terdiri dari lima tahap Analysis (Analisi. Design (Desai. Development (Pengembanga. Implementation (Implementas. , dan Evaluation (Evaluas. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini antara lain angket penilaian modul, posttest dan angket respon mahasiswa. Hasil Dan Pembahasan Hasil Berdasarkan ADDIE, langkah-langkah pengembangan modul Analisa Vektor dengan pendekatan PBL adalah sebagai Tahap Analysis (Analisi. Ada beberapa tahap analisis dalam penelitian ini, yakni analisis kurikulum dan analisis kebutuhan. Analisis kurikulum dilakukan dengan menganalisis RPS. RPS dikembangkan sesuai kurikulum terbaru dan sesuai dengan konsep PBL. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul laras bahasa perguruan tinggi berbasis PBL. Pendekatan PBL mampu menghubungkan materi dengan kehidupan nyata. Selain itu, dengan menghubungkan kehidupan nyata diharapkan ketertarikan mahasiswa untuk mempelajari mata kuliah ini lebih meningkat. JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 1 - 11 Analisis kebutuhan modul dilakukan dengan melakukan observasi terhadap dosen pengajar dan pemberian angket kepada mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah Bahaa Indonesia. Berdasarkan hasil analisis dari penelitian pendahuluan di dapatkan hasil sebagai berikut. proses pembelajaran laras bahasa pada program studi pendidikan bahasa Inggris STKIP PGRI Nganjuk masih menggunakan ceramah dan diskusi . dosen membutuhkan suatu bahan ajar berupa modul untuk meningkatkan hasil belajar siswa . 3 % mahasiswa menyatakan bahwa sub materi laras bahasa pada mata kuliah Bahasa Indonesia termasuk mata kuliah yang sukar dan 91% mahasiswa mendukung pengembangan modul agar mahasiswa dapat belajar secara mandiri dengan menggunakan modul. Berdasarkan kelemahan yang ditemukan dari hasil analisis kebutuhan nantinya modul yang dikembangkan dengan pendekatan PBL diharapkan dapat menutupi kelemahan dalam proses pembelajaran yang masih menggunakan ceramah dan diskusi. Kemudian tercipta produk baru dalam bentuk modul yang digunakan sebagai bahan pembelajaran selama proses perkuliahan berlangsung. Modul ini juga diharapkan dapat membuat mahasiswa belajar secara mandiri, karena dengan modul mahasiswa dapat mempelajari sesuai dengan kecapatan belajar masing-masing mahasiswa dan mahasiswa yang terlambat dalam proses pembelajaran dapat mengulangi mempelajarinya lagi di lain waktu. Sehingga diharapakan semua mahasiswa akan memiliki kemampuan yang sama setelah proses pembelajaran Tahap Design (Perancanga. Tahap selanjutnya adalah tahap design . , beberapa hal yang dilakukan dalam tahap ini adalah sebagai berikut. Penyusunan garis besar isi modul Garis besar isi modul berisi tentang penyajian materi laras bahasa pada modul. Penyajian materi laras bahasa disesuaikan dengan hasil analisis kurikulum. Menyiapkan buku referensi dan materi. Kemudian dilanjutkan menentukan spesifikasi modul dan Menyusun instrument penilaian modul. Instrument penilaian modul berupa angket penilaian modul untuk ahli JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 1 - 11 media dan ahli materi. Penilaian ahli materi dilakukan untuk menilai kualitas materi dari modul yang dikembangkan, sedangkan penilaian ahli modul dilakukan untuk menilai kualitas bentuk serta konsep pembuatan modul agar tujuan pembuatan modul dapat sampai pada mahasiswa. Angket penilaian modul berbentuk checklist dengan menggunakan skala bertingkat yang terdiri dari 5 kategori, yaitu skor 5 . angat vali. , 4 . , 3 . ukup vali. , 2 . urang vali. atau 1 . idak vali. Angket penilaian modul untuk ahli materi terdiri dari dua aspek penilaian yaitu kelayakan isi dan kesesuain modul dengan pendekatan PBL. Pada aspek kelayakan ini terdapat tiga indicator yaitu kesesuaian materi dengan RPS, keakuratan materi, dan kemuktahiran materi. Aspek kesesuaian modul dengan pendekatan PBL terdiri dari dua indikator, yaitu karakteristik PBL dan prinsip PBL. Angket penilaian untuk ahli materi sejumlah 15 butir Angket penilaian modul untuk ahli media terdiri dari tiga aspek penilaian, yaitu kelayakan penyajian, kelayakan bahasa, dan kelayakan Pada aspek kelayakan penyajian terdapat tiga indicator, yaitu teknik penyajian, pendukung penyajian, dan penyajian pembelajaran. Pada aspek bahasa terdiri dari tiga indicator yaitu kesesuaian dengan tingkat perkembangan berpikir mahasiswa, komunikatif dan interaktif, serta sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Angket penilaian untuk ahli media sejumlah 29 butir. Peneliti juga menyusun tes hasil belajar . ost-tes. yang digunakan untuk mengetahui keefektifan modul dan angket respon yang digunakan untuk mengetahui kepraktisan modul. Tahap Development (Pengembanga. Tahap Development (Pengembanga. dalampengembangan modul analisa vektor ini nantinya akan menghasilkan modul analisa vektor dengan pendekatan PBL. Modul yang dikembangkan memiliki komponen yang mempermudah mahasiswa untuk memahami materi yang diajarkan. Modul yang telah dikembangkan kemudian divalidasikan kepada ahli media dan ahli materi. Ahli materi yakni Bapak Sujono SS. Pd dari STKIP ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 1 - 11 JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK PGRI Nganjuk dan Bapak Dr. Suharto. Kes dari STKIP PGRI Nganjuk sedangkan yang bertindak sebagai ahli media adalah Ibu Dr. Vera Septi Andrini. MM dan Bapak Arindr Trisna Widiansyah. Pd dari STKIP PGRI Nganjuk. Berikut rekapitulasi hasil penilaian modul oleh ahli materi dan ahli media. Tabel rekapitulasi penilaian modul oleh ahli materi dan ahli media Ahli Ahli materi 58,50 3,90 Valid Ahli media 122,50 4,22 Sangat valid 4,11 Valid jumlah skor Skor ratarata Katergori Berdasarkan hasil perhitungan, penilaian modul oleh ahli materi termasuk kategori valid dan penilaian modul oleh ahli media termasuk kategori sangat valid. Secara keseluruhan, modul yang dikembangkan dinyatakan valid dengan skor rata- rata 4,11. Revisi awal modul dilakukan setelah modul dinilai kevalidannya oleh ahli materi dan ahli media. Perbaikan dilakukan berdasarkan komentar dan saran yang diberikan oleh validator. Berikut perbaikan yang dilakukan oleh peneliti untuk perbaikan modul sesuai dengan saran dan komentar validator. Hasil revisi modul menurut saran ahli materi Setelah modul dipelajari oleh ahli materi, kemudian ahli materi memberikan beberapa arahan untuk kemudian direvisi untuk memperbaiki kalimatnya agar tidak menimbulkan makna ganda dan menyarankan untuk memperbanyak contoh. Penjelasan akan lebih mudah dipahami jika terdapat contoh, agar pembaca khususnya mahasiswa mudah memahami maksud dari penjelasan tersebut. Hasil revisi modul menurut saran ahli media Beberapa point yang harus diperbaiki sesuai dengan saran dari ahli media adalah sajian modul sebelumnya belum mewakili isi dari modul, akhirnya peneliti membuat sajian modul yang lebih rinci dan mudah Halaman pengenalan belum memberikan contoh autentik kehidupan sehari-hari dari masing-masing kelompok belaja. JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 1 - 11 Kemudian peneliti menambahi poin pendahuluan dengan contoh autentik masalah yang dialami dari materi yang akan dipelajari. Beberapa file ditemukan memiliki ukuran huruf yang tidaks sesuai, ada yang lebih besar ada pula yang lebih Hal ini dimungkinkan karena ketelitian penulis yang kurang. Tahap Implementation (Implementas. Setelah modul dinyatakan layak untuk diuji cobakan dengan revisi ahli materi dan ahli media, modul dapat diimplementasikan pada proses Implementasi dalam penelitian ini adalah proses uji coba modul analisa vektor pada mahasiswa semester 4 prodi pendidikan bahasa Inggris. Peneliti memberikan modul kepada mahasiswa sehingga dapat mempelajari modul dengan atau tanpa bimbingan. Modul laras bahasa perguruan tinggi diimplementasikan pada tanggal 6, 13, 20, 27 Agustus dan 3 September 2018. Pada uji coba ke- 1 s. d 4 pengajar memberikan apersepsi dan menjelaskan sekilas terkait materi kemudian dilanjutkan dengan mahasiswa mempelajari sendiri materi berdasarkan modul yang telah Mahasiswa diberi kesempatan untuk menyelesaikan permasalahan secara diskusi agar pemahaman mahasiswa lebih kuat. Pada uji coba terakhir dilakukan pengambilan nilai dengan melaksanakan posttest. Tahap Evaluation (Evaluas. Melakukan revisi akhir. Refisi akhir diberikan untuk menyempurnakan modul berdasarkan hasil dari angket mahasiswa dan beberapa temuan selama proses uji coba Menghasillkan produk akhir Modul akhir yang dihasilkan adalah modul analisa vektor dengan pendekatan PBL yang telah direvisi. Pembahasan Pengembangan modul yang digunakandalam penelitian ini adalah tahap pengembangan ADDIE. Tahap analysis . dilakukan dengan menganalisis kurikulum pada mata kuliah analisa vektor dan analisis kebutuhan modul analisa vektor. JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 1 - 11 Dari hasil analisis kebutuhan dan analisis kurikulum ditemukan informasi bahwa mahasiswa membutuhkan modul dan modul yang cocok adalah modul dengan pendekatan PBL. Pada tahap design . dilakukan beberapa kegiatan yaitu menyusun garis besar modul, menyiapkan buku referensi, gambar, materi, sola soal dan menentukan spesifikasi modul. instrument penelitian yang digunakan meliputi angket penilaian modul untuk ahli materi, angket penilaian modul untuk ahli media dan angket respon mahasiswa. Setelah instrument penelitian selesai disusun kemudian divalidasikan. Instrument penelitian tersebut direvisi sesuai dengan saran dari validator sehingga valid dan siap untuk digunakan. Tahap selanjutnya adalah development . Pada tahap ini peneliti mengembangkan modul analisa vektor sesuai dengan desain awal yang telah dirancang. Berdasarkan penilaian diperoleh skor rata-rata penilaian modul yaitu 4,11 yang berarti valid Pada . , dikembangkan diuji cobakan dalam pembelajaran di kelas. Tahap implementasi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas dan untuk menilai keterbacaan modul. untuk mengetahui tingkat efektivitas modul digunakan uji independent test dengan terlebih dahulu dilaksanakan uji normalitas dan homogenitas. Uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk dalam program SPSS versi 0 for windows dengan taraf signifikasi 5%. Dengan pengambilan keputusan jika nilai sig. >0,05 maka data berdistribusi normal, begitu sebaliknya apabila nilai sig. <0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Uji Normalitas Kelompok Kontrol pretest kontrol Kolmogorov-Smirnov Statistic Sig. Shapiro-Wilk Statistic Sig. Nilai sig pretest kelompok kontrol 0. 123>0. 05 sedangkan pada posttest dengan nilai sig. 132>0. 05 pada tes Shapiro-Wilk dengan demikian dapat dikatakan bahwa data pada kelompok kontrol memenuhi prasyarat lolos uji normalitas. Hasil yang sama juga didapatkan pada uji Kolmogorov- ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 1 - 11 JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK Smirnov yang didapatkan nilai sig. lebih besar dari nilai alpaha 0. Uji Normalitas Kelompok Eksperimen kelomp ok Kolmogorov-Smirnov Sig. Statist ic Shapiro-Wilk Statist ic Sig. Nilai sig. pretest pada kelompok eksperimen 0. 307>0. 05 sedangkan pada posttest didapatkan nilai sig. 187>0. 05 pada tes Shapiro-Wilk dengan demikian dapat dikatakan bahwa data pada kelompok eksperimen memenuhi prasyarat lolos uji normalitas. Hasil yang sama juga didapatkan pada uji Kolmogorov-Smirnov yang didapatkan nilai sig lebih besar dari nilai alpha Uji Homogenitas Kelompok Kontrol nilai kelompok control Levene Statistic Sig. Berdasarkan hasil uji homogenitas menggunakan Test of Homogeneity of Variance dalam program SPSS versi 22. 0 for windows diperoleh 0,100>0,05 pada hasil kelas kontrol. Dengan demikian, data diatas memenuhi prasyarat uji homogen karena hasil uji sig. pada kelas kontrol lebih besar dari taraf signifikansi 0,05. Selanjutnya hasil uji homogenitas kelompok eksperimen penelitian yang disajikan sebagai berikut : Uji Homogenitas Kelompok Ekspserimen posttest eksperimen Levene Statistic Sig. Berdasarkan hasil uji homogenitas menggunakan Test of Homogeneity of Variance dalam program SPSS versi 22. 0 for windows diperoleh 0,208>0,05 pada hasil kelas eksperimen. Dengan demikian, data diatas memenuhi prasyarat uji homogen karena hasil uji sig. pada kelas eksperimen lebih besar dari taraf signifikansi 0,05. ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 1 - 11 JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK Independent Samples Test t-test for Equality of Means Levene's Test for Equality of Variances Tes Equal variances Equal variances not Std. Error Differ Sig. Mean Sig. Differe 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Berdasarkan tabel diperoleh hasil F sebesar 0,000, signifikan 0. 985 dan thitung 1. 117 dengan df . erajat beba. sebesar 29 didapatkan nilai t tabel sebesar 1,699, sesuai norma keputusan yang diuraikan di atas apabila t hitung bernilai negatif maka norma yang diambil t hitung78,63 maka hasil uji kelas eksperimen dinyatakan lebih unggul dibandingkan kelas kontrol. Hasil respon mahasiswa terhadap modul juga baik dengan rata-rata 4,22 yang temasuk aktegori baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan praktis, yaitu modul mudah digunakan dalam kegiatan Pada tahap evaluasi dilakukan revisi akhir modul yang telah dikembangkan berdasarkan hasil pengamatan selama implementasi proses pembelajaran dikelas dan saran dari mahasiswa. Dari hasil revisi akhir tersusunlah produk akhir modul analisa vektor dengan pendekatan PBL. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki kualitas baik, karena memenuhi 3 aspek, yaitu velid, efektif dan praktis. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap modul yang dikembangkan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Pengembangan JURNAL DHARMA PENDIDIKAN STKIP PGRI NGANJUK ISSN: 1907 Ae 2813 Volume 14. Nomor 2. Oktober 2019 Halaman : 1 - 11 modul laras bahasa perguruan tinggi pada mata kuliah Bahasa Indonesia berbasis PBL menerapkan model pengembangan ADDIE. Kualitas modul laras bahasa pada mata kuliah Bahasa Indoneisa berbasis PBL yang dikembangkan sebagai berikut. Ditinjau dari aspek kevalidan, diperoleh skor rata-rata 4,11 yang termasuk dalam kategori valid. Ditinjau dari aspek efektivitas, mean antara kelompok eksperimen dibandingkan kelompok control didapakan informasi bahwa 81,20 > 78,63 sehingga hasil uji kelas eksperimen dinyatakan lebih evektif dibandingkan kelas kontrol. Ditinjau dari aspek kepraktisan, didapatkan hasil respon mahasiswa terhadap modul juga baik dengan rata-rata 4,22 yang temasuk aktegori baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan praktis, yaitu modul mudah digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Daftar Pustaka Alwi.