Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 Arsip Sejarah Ormas Islam: Studi Kasus Penyelamatan Arsip Nadhlatul Ulama Dan Muhammadiyah Lolytasari1. Lilik Istiqoriyah2 Abstract This article discusses the archives saving of the Islamic organizations in Indonesia as part of the historical development of Islamic syiar in Indonesia, which also shows the important role of Muslims for the progress of the nation. The purpose of this research is to know the saving effort of the archives conducted by two of the largest Islamic social organizations in Indonesia, namely NU and Muhammadiyah. The research uses qualitative approach with case study method. The results show that NU has begun rescue archives by submitting a static archive since 2014, although internal efforts have been made since 1983, while Muhammadiyah has done so since 2012. Structurally, both have specialized agencies whose task is related to this mission. Lakpesdam NU and the Library and Information Council of Muhammadiyah. The Islamic organization archives are also managed by competent human resources in the field supported by activist and intellectual leaders. Thus, it can be concluded that this Islamic mass organization has shown serious concern in saving Islamic archives through development of policy, plan and program procedure of archives. Keywords: Archive saving. Organization of Islamic Societies Abstrak Artikel ini membahas tentang penyelamatan rekam jejak organisasi Islam di Indonesia sebagai bagian bukti dari sejarah perkembangan syiar Islam di Indonesia, yang juga menunjukkan peran penting umat Islam bagi kemajuan bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya penyelamatan arsip yang tercipta di dua organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, yakni NU dan Muhammadiyah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NU telah memulai penyelamatan arsip dengan menyerahkan arsip statis sejak 2014, meskipun upaya internal telah dilakukan sejak 1983, sementara Muhammadiyah telah melakukannya sejak 2012. Secara struktural ke duanya memiliki lembaga khusus yang salah satu tugasnya berkaitan dengan misi ini, masing-masing adalah Lakpesdam NU dan Majelis Pustaka dan Informasi Muhammadiyah. Kearsipan ormas Islam ini juga dikelolah oleh SDM yang berkompeten di bidangnya dengan didukung oleh tokoh-tokoh aktivis dan intelektual. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ormas Islam ini telah menunjukkan perhatian serius dalam penyelamatan arsip keislaman melalui pengembangan kebijakan, rencana dan prosedur program kearsipan. Kata kunci: Penyelamatan arsip. Organisasi Kemasyarakatan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jakarta. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Lolytasari & Lilik Istiqoriyah : Keeping Archives of Islamic Society . Pendahuluan Latar Belakang Umat AUAUIslam di Indonesia telah lama berkembang melalui lahirnya kegiatankegiatan dan organisasi kemasyarakatan/ Di bawah penjajah kolonialis semakin menguatkan para aktivis gerakan Islam dan gerakan nasionalis untuk memimpin kesadaran untuk bergerak melalui jaringan masing-masing. Bisa dikatakan bahwa kemunculan organisasi sosial Islam memberikan akses terhadap kesadaran untuk memperjuangkan diri dan umat Islam sekaligus sebagai gerakan kebangkitan nasionalisme. Perkembangan keagamaan di Indonesia adalah sejarah yang sangat panjang dari waktu sebelum kemerdekaan sampai dengan era modern. Nottingham menyebutkan organisasi keagamaan sebagai upaya terorganisir untuk menyebarkan agama baru, atau interpretasi baru terhadap agama-agama yang ada. Agama Islam berkembang baik secara lokal, nasional Beberapa organisasi kemasyarakatan Islam terbesar secara nasional maupun lokal dengan fokus dan cakupan gerakan yang beragam, yakni: Nahdlatul Ulama (NU). Sarikat Islam (SI). Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI). Majelis Ulama Indonesia (MUI). Asosiasi Peningkatan Pendidikan Islam (GUPPI). Majelis Dakwah Islamiyah (MDI). Bahasa Indonesia Dewan Masjid (DMI). Asosiasi Intelektual Muslim Indonesia (ICMI). Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Serikat Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Aisyiah. Muslimat NU, dan sebagainya. Selain itu ada juga organisasi Islam yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan lokal seperti: majelis taklim, yayasan pendidikan islam, yayasan yatim, lembaga bimbingan dan konsultasi keislaman, dan sebagainya. Jalannya berbagai aspek kehidupan, tak terlepas dari arsip. Hal ini karena manusia selalu membutuhkan catatan atau rekaman dalam berbagai aktivitas yang dilakukan sebagai alat untuk kepentingan administrasi, hukum dan pembuktian. Sesuai dengan fungsinya, arsip dibuat berdasarkan bisnis pokoknya, dan misi dasar sebuah organisasi arsip adalah memilih, melestarikan dan menyediakan koleksi dalam perawatannya. Arsip adalah dasar ingatan, tapi kenangan tidak cukup diungkap jika tidak diarsipkan. Jika dikaitkan dengan masa kejayaan Islam, maka Khalifah Umar bin Abdul Aziz . -101 H) adalah khalifah yang pertama kali menyadari tertib arsip. Khalifah Umarlah yang pertama kali melakukan pembenahan administrasi di dunia Islam pada tahun 20 H, yang isinya adalah peraturan yang berkaitan dengan kekayaan negara. Pada saat itu Khalifah Umar menyadari pentingnya kebutuhan akan catatan pendapatan negara dan pengeluarannya. Selain itu, terdapat kebutuhan mendesak untuk mencatat siapa tentara yang harus dibayar dalam pembukuan. Saat itu pembukuan negara disebut sebagai dokumentasi rahasia negara. Gerakan tertib arsip oleh Khalifah Umar tersebut, dalam konteks saat ini dapat dianggap sebagai Pencanangan Gerakan Sadar Tertib Arsip sebagai Pilar Akuntabilitas atau yang dikenal dengans sebutan GETAR PIKAT (Gerakan Sadar Tertib Arsip sebagai Pilar Akuntabilita. yang dikomandoi dan disosialisasikan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Gerakan ini Muhammad ASh-Shalabi. The Great Leader of Umar Bin Al-Khathab . Kisah Kehidupan Dan Kepemimpinan Khalifah Kedua, 391Ae92. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 mulai diprogramkan sejak tahun 2017, dimana institusi pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan arsip institusi lokal harus mengelola dan meyelamatkan arsip yang dihasilkannya dengan sistem yang baik. Permasalahan Kesadaran merupakan bagian yang terpenting bagi organisasi dalam menyelamatkan aset dan meningkatkan akuntabilitasnya. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk menyerukan organisasi bersama semua komponen masyarakat lainnya termasuk individu agar arsip yang tercipta dapat diselamatkan. Hal ini disebabkan karena arsip dapat mencerminkan sejarah panjang dari suatu organisasi. Upaya pemerintah tersebut tercermin dari terbitnya Undang-Undang Kearsipan pada tahun 1971 Nomor 7 tentang Ketentuanketentuan Pokok Kearsipan, yang menyebutkan bahwa Arsip Nasional (ANRI) wajib menyimpan, memelihara dan menyelamatkan arsip yang berasal dari Lembaga-lembaga Negara. Badanbadan Pemerintah Pusat, badan-badan swasta dan atau perorangan4. Kemudian Undang-Undang mengenai kearsipan ini diperbaharui pada tahun 2009. Pembaharuan Undang-Undang Kearsipan belakangi perluasan penyelamatan arsip statis yang tercipta pada skala nasional yang diterima dari lembaga politik, organisasi kemasyarakatan dan perseorangan. 5 Dalam UndangUndang ini sudah mulai muncul kata Auorganisasi kemasyarakatanAy. Artinya Republik Indonesia. AuUndang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan,Ay 4. Republik Indonesia. AuUndang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan,Ay 17. ANRI sebagai lembaga pembina sistem kearsipan nasional sudah memikirkan pengelolaan arsip yag berasal dari organisasi kemasyarakatan. Termasuk kemasyarakatan Islam, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. menjadi fokus penelitian ini. Kedua organisasi tersebut layak dijadikan objek penelitian karena merupakan dua oragnisasi besar yang telah memiliki sejarah panjang yang lahir dalam bentuk pemikiran-pemikiran dan perannya dalam kehidupan beragama, mencerdaskan dan menyadarkan umat serta meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Disisi lain kedua organisasi Islam tersebut memiliki ciri khas tersendiri dalam menjalankan visi misinya dalam berdakwah. Muhammadiyah dalam berdakwah diwujudkan dengan mengaktualisasikan ajaran-ajaran Islam ke dalam kehidupan yang konkret dengan membangun sekolah guru, mendirikan balai kesehatan, memelihara anak yatim, memberdayakan orang-orang miskin dengan memelihara, melatih bekerja dan mencarikan mereka pekerjaan, mendidik anak-anak dan pemuda-pemuda dalam kepanduan Hizbul Wathan, mendirikan ganisasi wanita dan lain-lain. Senada Muhammadiyah. Nadhlatul Ulama pada awal berdirinya menitik beratkan perjuangannya di bidang pendidikan berbasis pesantren, dan berupaya mendirikan lembagalembaga sosial dengan mendirikan operasi sebagai salah satu contoh. Dari berbagai kegiatan yang dilakukan oleh kedua organisasi Islam ini terlihat adanya berbagai aset histori yang wajib diselamatkan oleh pemerintah sebagai Alwi Shihab. Membendung Arus Respon Gerakan Muhammadiyah Terhadap Penetrasi Misi Kristen Di Indonesia, xiAexiv. Hilmy Muhammdiyah & Sulthan Fatoni. NU: Identitas Islam Indonesia, 122. Lolytasari & Lilik Istiqoriyah : Keeping Archives of Islamic Society . khazanah perjalanan bangsa. Sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam hal ini ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesi. menerbitkan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2017 tentang Gerakan Nasional Sadar Arsip. Gerakan ini merupakan acuan bagi pencipta arsip baik lembaga maupun organisasi dalam melaksanakan tertib arsip yang diwujudkan melalui aspek kebijakan, organisasi, sumber daya kearsipan, prasarana dan sarana, pengelolaan arsip serta pendanaan kearsipan. Dengan adanya aturan-aturan kearsipan sebagai payung hukum pengelola arsip di atas, kedua organisasi baik Muhammadiyah dan Nadhlatul Ulama sejak tahun 1995 mulai menertibkan arsipnya dengan menyerahkan penyimpanannya kepada ANRI. Selain itu saat ini mereka mulai memikirkan untuk mengakuisisi arsip histori yang masih tersimpan pada individu-individu para tokoh dari kedua Berdasarkan pemikiran di atas, maka pertanyaan penelitian ini adalah bagaimanakah penyelamatan arsip yang dilakukan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar dalam melestarikan rekam jejak sejarahnya di Indonesia? Tujuan dan Manfaat Penelitian Indonesia, dalam hal ini diwakili oleh dua organisasi Islam tersebut di atas. Memberikan penyelamatan arsip organisasi Islam di Indonesia. Menjadi bagian dari sosialisasi program pengembangan kearsipan Tinjauan Literatur Masyarakat membuat dan menggunakan arsip berhubungan dengan aktivitas atau fungsi bisnis yang berkaitan dengan Oleh karenanya arsip dapat dijadikan sebagai alat bukti kegiatan dan antar hubungan . Selain itu arsip sebagai alat informasi yang berkaitan dengan asosiasi masyarakat, organisasi, peristiswa dan tempat kejadian. 9 Dari pernyataan ini dapat dikatakan bahwa yang dimaksud dengan arsip adalah sesuatu yang tercipta dari organisasi dan kemasyarakatan yang memiliki nilai bagi individu. Atau dapat dikatakan bahwa arsip merupakan sesuatu yang memiliki nilai keberlanjutan . ecords of continuin. Arsip yang bernilai seperti inilah yang harus diselamatkan. Penyelamatan arsip yang bernilai tersebut sebagaimana dinyatakan oleh Ellis . bahwa beberapa arsip dari aktivitas bisnis organisasi dilestarikan dan diselamatkan karena nilai guna keberlanjutan yang dimilikinya, baik dan nantinya akan bernilai guna bagi Beberapa arsip tersebut berfungsi di antaranya adalah: Tujuan adalah untuk mengetahui upaya penyelamatan arsip yang tercipta di dua organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, yakni NU dan Muhammadiyah. Adapun manfaat penelitian ini sebagai berikut: Memberi kontribusi pada masyarakat a. Arsip dijadikan sebagai memori jangka mengenai khasanah arsip keislaman di panjang, akses kepada pengalaman Arsip Nasional Republik Indonesia. Peraturan Kepala Arsip Nsaional Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip, 2. Sue McKemmish. Introducing Archives and Archival Programs. Dalam Judith Ellis (Ed. Keeping Archives, 1. Sue McKemmish, 18. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 yang telah lalu, keahlian dan pengetahuan, serta perspektif sejarah. Sebagai sebuah cara untuk mengakses pengalaman orang lain. Sebagai bukti atas hak-hak dan kewajiban yang berkelanjutan. Sebagai legitimasi dan akuntabilitas serta memfasilitasi interaksi dan kohesi Sebagai sumber pemahaman dan identifikasi diri, organisasi dan Sebagai sarana komunikasi nilai-nilai politik, sosial dan kultural. Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa arsip yang bernilai kelanjutan yang wajib diselamatkan terdapat pada sebuah organisasi. Organisasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah dua organisasi Islam. Muhammadiyah dan Nadhlatul Ulama. Nahdlatul Ulama disingkat NU berdiri pada 31 Januari 1926 yang memiliki makna AuKebangkitan Para UlamaAy. Makna ini bermakna bahwa NU didirikan oleh para ulama pengasuh pondok pesantren yang di dalam komunitas Islam mempunyai kesamaan wawasan, pandangan, sikap dan tatacara pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran Islam Ahlussunah Wal-Jamaah, yakni sebuah paham yang bersumber pada al-QurAoan. As-Sunnah. Al-Ijma dan ak-Qiyas. Muhammadiyah didirikan oleh Haji Ahmad Dahlan pada tahun 1912 dikampungnya Kauman. Yogyakarta. Sebagai organisasi pembaharu yang memiliki semboyan gerakan amar maAoruf nahi munkar kembali kepada Al-QurAoan dan Sunnah . l-ruju ila Al-QurAoan wa Al-Sunna. Muhammadiyah bergerak dengan membuka sekolah-sekolah yang Judith Ellis. Keeping Archives. Kacung Marijan. Quo Vadis NU. Setelah Kembali Ke Khittah 1926. bertujuan mengubah mindset masyarakat saat dengan dengan tindakan nyata yakni dengan mendirikan amal usaha. Konsep ini berakar dari pemikiran KH. Ahmad Dahlan yang mengajarkan untuk berbuat bukan berpikir. Sejauh ini penulis tidak mendapatkan kajian terdahulu mengenai penyelamatan arsip sejarah organisasi kemasyarakatan Islam. Penelitian menyangkut penyelamatan arsip negara dan sub-unit kerja perguruan tinggi. Metodologi Penelitian Tulisan ini didasari pada penelitian penulis yang menggunakan pendekatan kualitatif yang berangkat dari masalah untuk melihat fenomena secara lebih luas dan mendalam sesuai apa yang terjadi dan berkembang pada situasi sosial yang 14 Metode yang digunakan adalah studi kasus, di mana peneliti menyelidiki secara cermat suatu program, peristiswa, aktivitas, proses atau sekelompok Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara semi terstruktur dengan beberapa manager arsip atau pengelola arsip di kantor Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta dan kantor Pimpinan Besar Nahdlatul Ulama di Jakarta, sertra para tokoh yang memiliki kebijakan dalam pengelolaan arsip statis di kedua organisasi tersebut. Penulis melaksanakn kegiatan riset di Jakarta dengan mempertimbangkan bahwa kegiatan pengelolaan arsip secara khusus banyak dilakukan di kantor sekretariat yang berada di Jakarta sebagai pusat organisasi atau perwakilannya. Para Alwi Shihab. Membendung Arus Respon Gerakan Muhammadiyah Terhadap Penetrasi Misi Kristen Di Indonesia. Sugiono. Metode Peneliian Manajemen, 349. Creswell. Research Design Pendekatan Kualitatif. Kuantitatif, dan Mixed. Lolytasari & Lilik Istiqoriyah : Keeping Archives of Islamic Society . informan juga beraktivitas pada kantor tersebut. Selain itu penulis juga mewawancarai tokoh-tokoh pada organisasi NU maupun Muhammadiyah yang dinilai memiliki gagasan dan gerakan nyata, baik secara individu maupun secara organisatoris, dalam kegiatan penyelamatan arsip penting Dalam wawancara ini peneliti mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan informan. Dalam menyajikan data, peneliti melakukan pengolahan data, membaca keseluruhan dan mencatat data yang diperoleh, menganalisi dengan memberikan kode, melakukan penarikan kesimpulan, mengkaji literatur dan membuat kesimpulan, saat data dilapangan sudah mencapai titik jenuh. KH. Fahruddin sebagai tokoh pendiri Muhammadiyah dan KH. Hasyim AsyAoari sebagai pendiri Nahdlatul Ulama. Kedua organisasi Islam ini memiliki kesamaan yang cukup besar pembaharuanpembaharuan untuk kembali kepada AlQurAoan dan As-Sunnah. Caranya adalah dengan mendirikan dan memajukan lembaga pendidikan agama, memahami pengertian agama dan hidup berdasarkan Dengan demikian maka dalam memahami organisasi Islam dan arsipnya, maka tidak terlepas dari sejarah pendiri tokohnya, pemikirannya serta hasil produk kegiatannya. Dalam bab AuGetting OrganisedAy. AnneMarie Schwirtlich menyatakan bahwa archives are those records of social and organisational activity preserve because of their continuing value. 18 Jadi arsip aktivitas organisasi kemasyarakatan yang harus diperhatikan dengan sangat seksama pelestarian dan keselematannya yang mempunyai nilai kontinuitas . Hal ini dapat digambarkan sebagai produkproduk arsip yang tercipta . ibuat atau diterim. sebagai bukti keberadaan dari organisasi ini. Sampai akhir tahun 2000, jaringan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) meliputi: 31 Pengurus Wilayah, 339 Pengurus Cabang, 12 Pengurus Cabang Istimewa, 2. 630 Majelis Wakil Cabang dan 37. 125 Pengurus Ranting. 19 Selain itu dalam tubuh NU juga terdapat 18 lembaga sebagai perangkat departementasi organisasi NU yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan NU, berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu dan/atau yang memerlukan penanganan khusus. Lembaga-lembaga tersebut adalah : A Lembaga Dakwah Nahdlatul Pembahasan NU dan Muhammadiyah. Aktivitas dan Jenis Arsip yang dihasilkannya Gerak kemasyarakatan Islam di Indonesia merupakan sebuah fenomena menarik dan penting untuk dikaji, mengingat nahwa hal ini merepresentasikan kondisi mayoritas masyarakat muslim di Indonesia. Organisasi Islam dalam dinamikanya menjadi kekuatan sosial politik yang diperhitungkan. Dari kajian aspek sejarah, kehadirannya merupakan sebuah aset dasar dalam perubahan negara dan bangsa bersama lahirnya berbagai organisasi lainnya seperti Syarikat islam. Syarikat Dagang Islam, dan lain-lain yang berjuang bersama sejak masa pra-kemerdekan. Lahirnya organisasi Islam tidak lepas dari peran para ulama, seperti misalnya KH. Ahmad Dahlan dan Sugiono. Metode Peneliian Manajemen. Creswell. Research Design Pendekatan Kualitatif. Kuantitatif. Dan Mixed. Judith Ellis. Keeping Archives. Nahdlatul Ulama. AuJaringan,Ay 1. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 Ulama (LDNU), yang bertugas melaksanakan kebijakan NU di bidang pengembangan agama Islam A Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia NU (LESBUMI NU), yang menganut faham Ahlussunnah bertugas melaksanakan kebijakan wal Jamaah. Nahdlatul Ulama A Lembaga Pendidikan Maarif pengembangan seni dan budaya. Nahdlatul Ulama (LP Maarif NU) melaksanakan A Lembaga Amil Zakat. Infaq dan Shadaqah NU disingkat LAZISNU, kebijakan NU di bidang pendidikan bertugas menghimpun, mengelola dan pengajaran formal. dan mentasharufkan zakat dan A Rabithah MaAoahid al Islamiyah shadaqah kepada mustahiqnya. Nahdlatul Ulama disingkat RMI NU, melaksanakan A Lembaga Waqaf dan Pertanahan NU disingkat LWPNU, bertugas kebijakan Nahdlatul Ulama dibidang pengembangan pondok pesantren mengembangkan tanah dan bangunan dan pendidikan keagamaan. serta harta benda wakaf lainnya A Lembaga Perekonomian Nahdlatul milik NU. Ulama (LPNU) melaksanakan kebijakan NU di A Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama disingkat LBMNU, bertugas bidang pengembangan ekonomi masalah-masalah warga NU. maudluAoiyah . dan waqiAoiyah A Lembaga Pengembangan Pertanian . Nahdlatul Ulama disingkat LPPNU. Keputusan Pengurus Besar NU. bertugas melaksanakan kebijakan NU di bidang pengembangan dan A Lembaga TaAomir Masjid Nahdlatul Ulama disingkat LTMNU, bertugas pengelolaan pertanian, kehutanan dan lingkungan hidup. di bidang pengembangan dan A Lembaga Kemaslahatan Keluarga pemberdayaan Masjid. Nahdlatul Ulama (LKKNU), Kesehatan Nahdlatul bertugas melaksanakan kebijakan A Lembaga Ulama LKNU, NU di bidang kesejahteraan keluarga, melaksanakan kebijakan NU di sosial dan kependudukan. bidang kesehatan. A Lembaga Kajian dan Pengembangan Falakiyah Nahdlatul Sumberdaya Manusia Nahdlatul A Lembaga Ulama LFNU, Ulama disingkat LAKPESDAM mengelola masalah ruAoyah, hisab dan NU, pengembangan ilmu falak. kebijakan NU di bidang pengkajian dan pengembangan sumber daya A Lembaga TaAolif wan Nasyr Nahdlatul Ulama disingkat LTNNU, bertugas A Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama disingkat buku serta media informasi menurut LPBHNU, bertugas melaksanakan faham Ahlussunnah wal Jamaah. konsultasi, dan kajian kebijakan A Lembaga Pendidikan Lolytasari & Lilik Istiqoriyah : Keeping Archives of Islamic Society . Tinggi Nahdlatul Ulama disingkat A Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama LPTNU, bertugas mengembangkan disingkat IPPNU untuk pelajar dan pendidikan tinggi NU. santri perempuan Nahdlatul Ulama yang maksimal berusia 27 . ua puluh A Lembaga Penanggulangan Bencana tuju. dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama disingkat LPBI NU, bertugas A Pergerakan Mahasiswa Islam melaksanakan kebijakan NU dalam Indonesia disingkat PMII untuk pencegahan dan penanggulangan mahasiswa Nahdlatul Ulama yang bencana serta eksplorasi kelautan. maksimal berusia 30 . iga pulu. Selain itu dalam struktur organisasi NU juga terdapat Badan Otonom yakni perangkat organisasi NU yang berfungsi melaksanakan kebijakan NU yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu dan beranggotakan perorangan. Badan Otonom dikelompokkan dalam kategori Badan Otonom berbasis usia dan kelompok masyarakat tertentu, dan Badan Otonom berbasis profesi dan kekhususan lainnya. Badan otonom yang pertama sangat dikenal masyarakat dengan berbagai kiprah gerakannya yang bersifat strategis. Jenis Badan Otonom Sumber: Dokumen/ Arsip Koleksi berdasarkan kelompok usia dan Perpustakaan PBNU kelompok masyarakat tertentu tersebut Jenis badan otonom berbasis profesi dan kekhususan lainnya juga A Muslimat Nahdlatul Ulama disingkat terstruktur pada organisasi NU yakni: Muslimat NU untuk anggota JamAoiyyah Ahli Thariqah Al-MuAotabarah An-Nahdliyyah disingkat JATMAN perempuan NU. untuk anggota NU pengamal tharekat A Fatayat Nahdlatul Ulama disingkat yang muAotabar. JamAoiyyatul Qurra Wal Fatayat NU untuk anggota perempuan Huffazh disingkat JQH, untuk anggota muda NU berusia maksimal 40 NU yang berprofesi Qori/Qoriah . mpat pulu. dan Hafizh/ Hafizhah. Ikatan Sarjana A Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Nahdlalul Ulama disingkat ISNU Ulama disingkat GP Ansor NU untuk adalah Badan Otonom yang berfungsi anggota laki-laki muda NU yang membantu melaksanakan kebijakan maksimal berusia 40 . mpat pulu. NU pada kelompok sarjana dan kaum Serikat Buruh Muslimin Indonesia disingkat SARBUMUSI untuk A Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama anggota NU yang berprofesi sebagai disingkat IPNU untuk pelajar dan buruh/karyawan/tenaga kerja. Pagar santri laki-laki NU yang maksimal Nusa untuk anggota Nahdlatul Ulama berusia 27 . ua puluh tuju. yang bergerak pada pengembangan seni Nahdlatul Ulama. AuLembaga,Ay 1. Nahdlatul Ulama. AuBadan Otonom,Ay 1. Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 bela diri. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama disingkat PERGUNU untuk anggota NU yang berprofesi sebagai guru dan atau ustadz. Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama untuk anggota NU yang berprofesi sebagai nelayan. dan Ikatan Seni Hadrah Indonesia Nahdaltul Ulama disingkat ISHARINU untuk anggota NU yang bergerak dalam pengembangan seni hadrah dan Arsip yang tercipta dalam organisasi dapat timbul dalam berbagai media seperti kertas, bentuk mikro, film, pita magnetik, video, ataupun rekaman suara, dalam bentuk surat, file kertas, register, peta, foto, kaset video, pangkalan data terkomputerisasi dan surat elektronik. A Lembaga Penanganan Bencana A Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqqoh A Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik A Lembaga Seni Budaya dan Olahraga A Lembaga Hubungan dan Kerjasama International25 Dalam organisai Muhammadiyah juga terdapat beberapa organisasi otonom dengan bebragai aktivitas dan cakupan kerja yakni: Aisyiah. Ikatan Pelajar Muahmmadiyah (IPM). Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Hizbul Wathan, tapak Suci. Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiah (NA). Muhammadiyah juang memiliki beberapa jenis amal usaha di bidang Pada organisasi Muahmmadiyah pensisikan, rumah sakit dan sosial. terdapat beberapa majelis pembantu Berbagai lembaga/unit yang pimpinan persyarikatan yakni: Majelis pada organisasi di atas, akan Tarjih dan Tajdid. Majelis Tabligh. Majelis Pendidikan Tinggi. Majelis terlihat arsip yang diasumsikan bernilai Pendidikan Dasar dan Menengah, sejarah. Namun disisi lain. Majelis Pendidikan Kader. Majelis masyarakat terhadap arsipnya sendiri Pelayanan Sosial. Majelis Ekonomi dan hingga komitmen untuk menyelamatkan Kewirausahaan. Majelis Pemberdayaan arsip organisasi dan berujung pada Masyarakat. Majelis Pembina Kesehatan terpeliharanya arsip negara masih Umum. Majelis Pustaka dan Informasi, merupakan pekerjaan rumah yang belum Majelis Lingkungan Hidup. Majelis selesai. Kalangan Hukum Dan Hak Asasi Manusia. Majelis Wakaf dan Kehartabendaan. Selain itu tokoh-tokoh penting dan karya-karyanya juga terdapat beberapa lembaga yakni: disinyalir masih tersebar dan belum A Lembaga Pengembangan Cabang terakuisisi dan terpeihara dengan baik. dan Ranting Hal ini harus segera ditindaklanjuti A Lembaga Pembina dan Pengawasan karena dalam khasanah arsip itulah dapat dikenali dan dikonstruksi kembali sejarah Keuangan kemajuan umat Islam melalui organisasi A Lembaga Penelitian dan kemasyarakatannya. Organisasi yang Pengembangan ingin memajukan kehidupan umat dan bagsanya memerlukan arsip sebagai Nahdlatul Ulama. AuBadan Otonom. Ay bahan dalam mengambil keputusan dan Sue McKemmish. Introducing Archives and Archival Programs. Dalam Judith Ellis (Ed. bukti akuntabilitas gerakannya. Keeping Archives. Pimpinan Pusat Muhammdiyah. AuStruktur Organisasi,Ay 1. Pimpinan Pusat Muhammdiyah. AuStruktur Organisasi. Ay Lolytasari & Lilik Istiqoriyah : Keeping Archives of Islamic Society . Pelestarian Arsip di Nahdlatul Ulama relatif baru berdiri yakni di Pusat dan Muhammadiyah Studi Muhammadiyah dan Museum Muhammadiyah, yang bertempat di Dalam mengkaji penyelamatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta arsip, peneliti mengacu pada pendapat (UMY) yang berfungsi sebagai pusat yang dikemukakan oeh Anne-Marie repositori Muhammadiyah. Selain Schwirtlich, dimana disebutkan bahwa itu arsip publik kemuhammadiyahan hal yang terpenting dalam merancang juga diakuisisi di Pimpinan Pusat kebijakan arsip dengan menjawab 3 (PP) Muhammadiyah, pertanyaan, yakni, berkenaan dengan Yogyakarta maupun Gedung Dakwah pengembangan kebijakan, keaslian dari Muhammadiyah di Jakarta. Pada ormas arsip dan pengembangan sumber daya ini arsip dikelola dan dilayankan oleh kearsipan sebagai tonggak berjalannya unit layanan perpustakaan. Perpustakaan program penyelamatan arsip26 secara khusus mengakuisisi arsip berupa Pengembangan Kebijakan. Rencana terbitan Muhammadiyah dalam berbagai dan Prosedur Program Arsip Secara struktural organisasi ini Kebijakan penyelamatan arsip bidang khusus yang menangani statis Muhammadiyah telah dimulai sejak adanya kesepakatan kerjasama antara pengembangan layanan informasi dan Pimpinan Pusat Muhammdiyah dengan pustaka yakni Majelis Pustaka dan ANRI sejak tahun 1995. Sejak itu ANRI Informasi, yang dikembangkan dari telah menyimpan ribuan arsip milik tingkat pusat hingga daerah pada tingkat Muhammadiyah berupa surat keputusan. Kabupaten/Kota. Majelis ini memiliki foto kegiatan tokoh Muhammadiyah, beragam program kerja yang cukup himbauan dan lain-lain yang pernah komprehensif di bidang kearsipan, dikeluarkan PP Muhammadiyah sejak khususnya melalui Divisi Museum dan Kearsipan. tahun 1912 Ae 1989. Beberapa kegiatan tersebut antara lain Pada MoU tahun 2012 kesepakatan diperluas hingga mencakup pembinaan adalah penguatan aktivitas digitalisasi sistem pengelolaan arsip, akuisisi arsip dan dokumen Muhammadiyah. arsip, preservasi arsip, akses arsip, dan penataan sistem dokumentasi dan kegiatan-kegiatan lain yang disepakati pengarsipan oleh ke dua pihak selama tiga tahun. karya, baik internal dan eksternal. Melalui MoU ini dapat menambah penyusunan khazanah arsip Muhammadiyah periode arsip statis dan dinamis persyarikatan. 1912 Ae 2012 sehingga memungkinkan penyusunan desain dan pengelolaan masyarakat umum dapat mengetahui museum Muhammadiyah. peranan tokoh Muhammadiyah terdahulu melalui akses arsip kemuhammadiyahan ke masa. pendampingan pengelolaan arsip di Kantor PWM oleh kantor di layanan arsip ANRI. Secara internal arsip statis Arsip di Propinsi. penelusuran arsip Muhammadiyah juga dikelola secara persyarikatan. penyerahan arsip statis khusus dalam sebuah lembaga yang secara berkala ke ANRI. museum/ memorabilia atau pusat Judith Ellis. Keeping Archives. informasi Muhammadiyah. Arsip Nasional Republik Indonesia. AuMoU nota kesepahaman dan perjanjian ANRI Dengan PP Muhammadiyah Akan kerjasama Muhammadiyah Laksanakan Pengarsipan Arsip Kuno Dan ANRI. Modern Milik Muhammadiyah. Ay Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 mendirikan dan Muhammadiyah serta menggiatkan penulisan sejarah lokal Muhammadiyah28 Pada penyelamatan arsip didasari pada MoU antara PBNU dan ANRI. PBNU pada tahun 2014 telah menyerahkan arsip statis sebanyak 47 boks arsip NU. Salah satu subjek yang diserahkan adalah arsip tentang Gus Dur, baik dalam kapasitasnya sebagai Presiden RI ke-4 maupun sebagai tokoh NU. Arsip NU kini tengah ditingkatkan menjadi arsip inventaris. Dengan kelengkapan, kerapian katalog, dan klasifikasi, peran penting kesejarahan NU tampak utuh bagi mereka yang menulis NU. Secara struktural, pada organisasi NU terdapat lembaga kajian dan Pengembangan SDM NU (Lakpesdam NU) yang bertugas melaksanakan kebijakan NU di bidang pengkajian dan pengembangan SDM. Sejak tahun 1983 Lakpesdam bertugas mengumpulkan semua arsip tentang ke-NUan, yang didasari keprihatinan para kyai NU terhadap penyelamatan data NU, khususnya kitab-kitab yang digunakan dalam bahtsul masail dalam musyawarah nasional atau pun kongres besar NU. Dengan demikian perpustakaan NU dokumen primer berupa buku, hasil rapat pleno, hasil ketetapan muktmar, hasil ketetapan Munas AeKonbes atau karya tulis ilmiah perihal NU. Selain itu diakuisi pula arsip berupa rekaman audio, video, kalender, termasuk terbitan berkala NU29 ANRI, kedua organisasi Islam ini telah melaksanakan program kearsipan dalam rangka penyelamatan arsip organisasi massa Islam bagi kepentingan bangsa. Arsip Nasional Menyelamatkan arsip atau dokumendokumen penting milik organisasi Muhammadiyah mulai 1922-2001 yang diharapkan menjadi referensi kajian dan penelitian bagi generasi mendatang terhadap salah satu organisasi Islam terbesar itu. 30 Dokumen tersebut sangat bermanfaat bagi para peneliti, mahasiswa dan masyarakat umum sebagai sumber primer di ANRI tentang sejarah Muhammadiyah. Kepala Deputi Konservasi Arsip Nasional RI (ANRI) Taufik, mengatakan pengelolaan dokumen atau arsip yang akurat sangat penting untuk menghindari penyesatan informasi di masa mendatang tentang sepak terjang Muhammadiyah. Arsip Muhammadiyah seperti Majalah Suara Muhammadiyah, tentang organisasi Muhammadiyah Tanfidz Muktamar. Berita Resmi Muhammadiyah, dan lainnya, yang jumlahnya telah mencapai lebih dari 1300 judul dokumen, di antaranya Tafsir Sinar yang terbit tahun 1966, dan terbitan lain sejak 1930, diakusisi dengan dukungan peraturan deposit sehingga perpustakaan dapat memastikan tersedianya literatur Muhammadiyah keperluan penelitian. Program Arsip Sebelum dicanangkannya Gerakan Nasional Sadar Terbit Arsip oleh Muhammadiyah. AuJabaran Program MPI Ay Nahdatul Ulama. AuMelongok Perpustakaan PBNU. Ay Lince Eppang. AuArsip Muhammadiyah Diselamatkan Agar Tidak Ada Penyesatan Informasi Di Masa Depan. Ay Lince Eppang. Lolytasari & Lilik Istiqoriyah : Keeping Archives of Islamic Society . ketidaktahuan terhadap tokoh-tokoh penting yang terekam dalam sebuah arsip foto. Sumber: Dokumen/ Arsip Perpustakaan Gedung Dakwah Muhammadiyah Upaya pelestarian fisik dan isi kandungan arsip di ke dua organisasi sampai saat ini masih minim yakni hanya berupa pembersihan dan perbaikan. Arsip yang berusia tua dan langka masih disimpan bersama arsip lainnya, sehingga dikhawatirkan akan rusak. Muhammadiyah berencana melakukan digitalisasi dengan dukungan SDM yang lebih profesional. Adapun akses arsip statis kemuhammadiyahan di ANRI terbuka secara untuk umum, namun disesuaikan dnegan peraturan Undangundang Informasi Publik. Beberapa terbitan diketahui hanya dapat ditemukan di luar negeri. Pengelola perpustakaan juga aktif membeli buku Muhammadiyah. Sebagaimana disebutkan di atas, unit Majelis Pustaka dan Informasi bertanggungjawab atas pengelolaan arsip dan layanan informasi, serta Kondisi fisik arsip Muhammadiyah berwenang menyerahkan arsip statis pada umumnya baik, namun ditemukan organisasi ini untuk dikelola oleh negara. juga arsip yang kondisinya rusak, sebagian karena sobek dan sebagian Salah satu arsip penting yang lainnya karena serangga, ada pula arsip penulis temukan di lokus penelitian yang susah dibaca karena tintanya sudah berupa foto-foto kegiatan organisasi. terlalu tipis di atas kertas yang juga Arsip foto di organisasi Muhammadiyah termasakn usia. Sebagian karena sobek album dan sebagian lainnya karena serangga, sedangkan di PBNU sebagian arsip ada pula arsip yang susah dibaca karena foto sudah berupa hasil reproduksi tintanya terlalu tipis. Selanjutnya arsipyang dipajang dalam figura. Arsip jenis arsip tersebut akan diolah dengan ini sangat penting untuk segera diolah dilengkapi sesuai standar kerasipan, terutama untuk penelusuran sumber dan referensi arsip mendokumentasikan metadata arsip serta rekonstruksi arsip. dengan benar. Arsip statis NU yang telah diakuisisi Selain informasi yang dilekatkan di perpustakaan PBNU maupun ANRI pada foto, dibutuhkan pula pengetahuan dilayankan bagi pengguna internal pengelola arsip atau informan yang maupun masyarakat luas. Penyerahan memahami konteks sejarah terciptanya arsip statis periode 1983 telah dilakukan arsip tersebut. Hal ini sesuai dengan pada tahun 2014 berdasarkan MoU temuan lapangan pada penelitian dengan ANRI. Arsip NU di lembaga yang dilakukan oleh Arif menyangkut kearsipan negara ini dirawat secara asrama khusus. Arsip tersimpan di ruangan Ratnaningsih UGM, bahwa kerja pengarsipan terkait dengan intellectual 32Arif Rahman Bramantya. AuJejak Organisasi handling yang dimiliki individu Asrama Ratnaningsih: Digitalisasi Sebagai pengelola arsip, di mana keterbatasan Upaya Penyelamatan Arsip,Ay 30. Lince Eppang. AuArsip Muhammadiyah ini dapat menyebabkan kesalahan Diselamatkan Agar Tidak Ada Penyesatan tafsir dalam menata arsip foto akibat Informasi Di Masa Depan. Ay Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 dengan kadar suhu pendingin stabil kemudian mendapatkan apresiasi dan antara 18-22 derajat. diminta untuk menjadi salah satu tokoh Kesepakatan ini juga menyangkut pengarah dan pembina penataan Arsip pembinaan kearsipan oleh ANRI. Nina Nasional. Hal ini merupakan wujud Aupengelolaan nyata pelaksanaan PP No. 28 tahun arsip dilakukan dalam kordinasi 2012 pasal . yang menyebutkan Perpustakaan PBNU yang bertempat di bahwa Pemerintah dapat memberikan Kantor PBNU Jakarta Pusat. Program penghargaan36 ini sudah melangkah pada program masyarakat. Program digitalisasi sudah menjadi kebutuhan mendasar dalam merawat koleksi di Perpustakaan PBNU. Ay34 Selanjutnya arsip statis NU yang sudah dialihmediakan dalam bentuk digital dapat diakses melalui situs NU Online. Demikian halnya NU berambisi terus melakukan upaya akuisisi arsip hasil penelitian tentang NU dari penelitian yang berasal dari dalam dan luar Arsip NU yang telah diserahkan ke ANRI berisi lengkap dokumen muktamar, pertemuan alim-ulama, sidang pleno, administrasi keanggotaan, catatan keuangan, kepengurusan, dan badan otonom dan lembaga NU. Berkas arsip NU juga memuat informasi amal usaha dan peran NU terkait pendidikan, ekonomi, politik, sosial, ketenagakerjaan, keamanan, pertahanan, dan hubungan luar negeri baik pada masa penjajahan Belanda. Jepang, masa Revolusi hingga masa kemerdekaan RI. NU juga telah berhasil mengumpulkan arsip NU secara optimal yang digagas dan dimotori oleh Kyai MunAoim DZ. Sekjen PBNU. Dengan pembenahan ini pada tahun 2014 lalu NU mendapat anugrah AuOrmas dengan Penataan Arsip Paling Lengkap dan RapiAy yang diberikan oleh Kantor ARSIP Nasional (ANRI). Dengan pengabdiannya beliau 34Nina. AuWawancara Dengan Kepala Perpustakaan Pengurus Besar Nahdatul Ulama. Ay Alhafiz K. AuPBNU Pantau Pengolahan Arsip NU Di ANRI. Ay Kalangan Muhammadiyah Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, yang merupakan akademisi di bidang sejarah Islam yang sejak beberapa tahun lalu telah mengambil peran penting dalam penyelamatan arsip Muhammadiyah. Sudarnoto melakukan beberapa upaya meliputin penelusuran, pengumpulan naskah, tulisan, dan catatan lama tentang sebuah ayat atau terjemahan dan penjelasan dari tulisan yang dibuat oleh tokoh Muhammadiyah khususnya para pendiri, dan guru-guru Muhammadiyah agar tak hilang ditelan zaman. Arsip ini menunjukkan bukti bahwa para guru, mbah-mbah Muhammadiyah merupakan intelektual Islam. Sebagian catatan itu sudah dicetak. Hal itu membuktikan bahwa mereka pun sadar akan bentuk publikasi tentang keilmuan. Dalam penyelamatan arsip di lapangan ke dua organisasi Islam ini masih banyak menemui kendala dan tantangan. Tantangan terbesar dari penyelamatan arsip organisasi Islam adalah masih tersimpannya arsip secara desentralisasi. Artinya adalah bahwa masih tersimpan arsip organisasi di masing-masing tokoh, kantor wilayah, kantor daerah, kantor cabang, kantor ranting. Hal ini terungkap dari tulisan David Efendy yang menyatakan bahwa Auarsip Republik Indonesia. AuPeraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2012 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan. Ay Lolytasari & Lilik Istiqoriyah : Keeping Archives of Islamic Society . Muhammadiyah masih disimpan oleh sebesar besarnya kehidupan manusia. person-person atau cabang/ranting/ Untuk itu secara struktural organisasi ini memiliki bidang khusus yang daerahAy. menangani pengembangannya yakni Kalangan organisasi Bidang Pustaka dan Informasi, yang Muhammadiyah juga telah muncul dikembangkan dari tingkat pusat hingga kesadaran tertib arsip sebagaimana daerah di kabupaten/ kota. diungkap oleh Sudarnoto dalam pernyataan sebagai berikut: AuSemoga Sebagian arsip penting sejak masa arsip Muhammadiyah yang masih awal NU berdiri masih tersimpan di disimpan oleh person-person atau perpustakaan di Gresik yang menjadi cabang/ranting/daerah segera bisa rujukan peneliti internasional dalam dikumpulkan atau disalin oleh Majelis membuat laporan penelitian tentang NU Pustaka Informasi PP Muhammadiyah (Arsip NU Menuju Digitalisas. Pada sebagai lembaga yang paling otoritatif 2014 NU juga telah menyerahkan arsip terkait kearsipan Muhammadiyah. periode 1952Ae1982 untuk dititipkan Tahap berikutnya segera diserahkan kepada ANRI dan hanya boleh dibuka ke ANRI agar bisa diolah dan dirawat jika ada izin dari PBNU. Meskipun hal dengan baik, juga tentunya bisa diakses ini tampak sebagai pembatasan akses oleh siapapun yang ingin tahu tentang namun hal ini sesuai dengan pasal . Muhammadiyah sejak UU Kearsipan No. 43 tahun 2009 yang memungkinkan akses arsip berdsarkan Ay persetujuan dari pimpinan pencipta Secara kelembagaan, dari kalangan NU arsip. dinyatakan pula bahwa penyelamatan arsip khususnya baru dimulai pada masa . Manajemen Sumber daya Manusia Baik di organisasi NU maupun kepemimpinan alm Hasyim Muzadi. Hingga saat ini NU terus bebenah diri Muhammadiyah arsip statis dikelola dan mengumpulkan arsip terkait sejarah dilayankan oleh staf perpustakaan, baik organisasi, tokoh-tokoh dan karya- yang berkualifikasi pendidikan ilmu karya para civitasnya termasuk literatur perpustakaan dan informasi maupun manuskrip berupa berisi teks shalawat pelatihan kearsipan, yang didukung karya para ulama terdahulu yang oleh staf administrasi. Keterbatasan SDM kearsipan ini memang merupakan tersebar di berbagai pesantren39. masalah yang sangat mendasar, baik Muhammadiyah sebagai organisasi di lembaga pemerintah maupun nonkemasyarakatan Islam yang dikenal pemerintah. Penyelamatan arsip di organisasi karakter berkemajuan mensyaratkan Islam mengalami beberapa masalah. gerakan keilmuwan yang sangat David42 mengidentifikasi tantangan kuat yang ditopang oleh tradisi riset, utama di organisasi Muhammadiyah, dokumentasi, arsip, yang itu bermuara pada produksi dan reproduksi ilmu 40David Efendi. AuTantangan Pengeloaan Arsip pengetahuan dan teknologi untuk Muhammadiyah. Ay David Efendi. AuTantangan Pengeloaan Arsip Muhammadiyah. Ay David Efendi. Mastur. AuWawancara Dengan Sekretaris PBNU. Ay Republik Indonesia. AuPeraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2012 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan. Ay David Efendi. AuTantangan Pengeloaan Arsip Muhammadiyah. Ay Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 yakni tantangan mentalitas kearsipan. Pada tataran pimpinan dan warga masih belum cukup menghargai arsip. Kesadaran ini diperlukan karena akan menjadikan arsip bermakna, mendukung riset, dan juga mendukung kultur literasi dan akses informasi tentang Muhammadiyah bagi kalangan masyarakat luas baik dalam maupun luar negeri. Sudarnoto menegaskan bahwa meskipun usaha pengarsipan dan perawatan naskah sudah menjadi tugas Negara, akan tetapi keterlibatan individu yang sadar juga dibutuhkan ketika tradisi arsip belum menjadi kultur masyarakat. Naskah lama, tulisan-tulisan tentang Islam, yang dibuat oleh mbah-mbah Muhammadiyah banyak yang belum dibukukan, yang sebagian besar juga masih berupa tulisan tangan yang ditulis dalam lembaran lepas. Sebagian besar tulisan itu berbahasa Jawa dan ditulis dengan huruf Latin, bahkan juga ada yang menggunakan huruf Arab yang dikenal sebagai Arab Jawi. Beberapa bentuk arsip organisasi kemasyarakatan Islam menunjukkan pemikiran para tokoh Islam yang amat luas, terbuka, dan maju. Meskipun mereka menuliskan catatan tersebut awalnya mungkin hanya untuk tujuan mengajarkan Islam kepada murid-murid mereka, seperti sebagian besar tafsir Jus Amma, naskah terjemahan hingga naskah yang berbicara soal peradaban dan cara membangun peradaban bangsa. Ada catatan tentang perjalanan negeri ini dan komentar mereka tentang peristiwa yang terjadi ketika itu. Ada juga tentang catatan pengajian biasa, tetapi diberikan catatan penting tentang tafsir mereka AySemua itu penting dalam peradaban Islam Indonesia untuk membangun bangsa ini dengan elemen Islam dalam kebangsaannya,Ay jejak para penggerak Persyarikatan Muhammadiyah, yang selalu menularkan nilai universal, bersikap plural, mampu membumikan Islam dengan masyarakat dan budaya setempat, serta diakui di dunia Islam. Sesuai dengan UU No. 43 tentang Kearsipan, maka ANRI sebagai lembaga kearsipan nasional berkewajiban dan berwenang untuk memelihara dan melayankan arsip statis organisasi Untuk itu organisasi kemasyarakatan Islam harus berperan aktif dalam mendukung hal tersebut. Peran serta masyarakat dalam penyelamatan arsip diamanatkan dalam Undang-Undang tersebut pada Pasal 71 ayat . yang menyebutkan bahwa dengan cara: a. menyerahkan arsip statis kepada lembaga kearsipan. melaporkan kepada lembaga kearsipan apabila mengetahui terjadinya penjualan, pemusnahan, perusakan, pemalsuan, dan pengubahan arsip oleh lembaga negara tanpa melalui prosedur sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. melindungi dan menyelamatkan arsip dan tempat penyimpanan arsip dari bencana alam, bencana sosial, perang, sabotase, spionase, dan terorisme melalui koordinasi dengan lembaga Selanjutnya pada pasal 77 dinyatakan bahwa organisasi politik, statis dari kegiatan yang didanai dari anggaran negara dan/atau bantuan luar negeri kepada lembaga kearsipan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Dalam arsipnya. Muhammadiyah antara lain Sudarnoto Abdul Hakim. Republik Indonesia. AuUndangUndang Republik Indonesia Nomor 43 Sudarnoto Abdul Hakim. AuMerawat Catatan Tahun 2009 Tentang Kearsipan. Ay Republik Indonesia. Mbah-Mbah Muhammadiyah. Ay Lolytasari & Lilik Istiqoriyah : Keeping Archives of Islamic Society . juga telah melakukan Pameran Arsip 100 Tahun Muhammadiyah pada 2012 Pameran yang bertema AyMeretas Jejak Muhammadiyah Di Bumi NusantaraAy memamerkan khazanah arsip ANRI yang berhubungan dengan perkembangan Muhammadiyah di seluruh wilayah Indonesia. 47 Kegiatan ini mengungkapkan berbagai kenyataan tentang perkembangan Muhammadiyah yang mungkin selama ini juga tidak seluruhnya terlalu diketahui oleh warga Muhammadiyah. Demikian halnya ANRI bekerja sama dengan NU menggelar Ekspose Inventaris Arsip NU 1952-1982 pada Tujuan terselenggaranya kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadikan arsip sebagai sumber data, informasi dan NU mengharapkan untuk menjadikan arsip sebagai sumber data, informasi, pengetahuan, dan kearifan yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia dan dunia Inventaris arsip NU 19521982 berisi uraian informasi mengenai tugas dan fungsi NU sebagai organisasi sosial keagamaan maupun politik seperti informasi tentang kesekretariatan, keorganisasian, keagamaan, sosial, perburuhan, pendidikan dan lain-lain. Khazanah arsip NU yang tersimpan di ANRI banyak dicari oleh pengguna arsip untuk berbagai kepentingan terutama semasa NU masih menjadi partai politik. Untuk memenuhi ketersedian arsip statis NU dilakukan pengaturan informasi dan fisik arsip untuk menghasilkan sarana bantu penemuan kembali arsip . inding aid. berupa Inventaris Arsip NU 1952. Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah juga melakukan berbagai kegiatan pembinaan tata kelola arsip tingkat pusat, wilayah, maupun daerah, di antaranya dengan Roni Thabroni. Muhammadiyah,Ay 1. AuPameran menggelar Pelatihan dan Pengelolaan Arsip Persyarikatan di Pusat Dakwah Muhammadiyah. Pengelolaan dimulai pada tahun 1995. Perhatian organisasi Muhammadiyah terhadap pentingnya tata kelola arsip mengalami dinamika, ketika Majelis Pustaka PP Muhammadiyah sempat dinonaktifkan. Beberapa tahun kemudian majelis tersebut diaktifkan kembali dengan perubahan namanya Majelis Pustaka dan Informasi. Pada periode kepemimpinan Prof. Din Syamsudin Majelis Pustaka dan Informasi mulai berjalan dengan berbagai pembaharuan untuk kemajuan Kesimpulan NU yang dikenal sebagai penjaga tradisi Islam dan Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan Islam modern, keduanya melakukan gerakan keilmuwan maupun aktivitas dakwah sosial melalui berbagai lembaga dan kegiatan. Visi, misi dan aktivitasnya telah dan akan terus menghasilkan arsip yang sangat penting bagi masyarakat nasional maupun global. Kesadaran akan penyelamatan arsip organisasi massa Islam ini berhulu dari dalam organisasi itu sendiri dan kerjasama dengan ANRI. NU telah memulai upaya ini dengan menyerahkan arsip statis sejak 2014, meskipun upaya internal telah dilakukan sejak Muhammadiyah telah melakukannya sejak 2012. Secara struktural ke duanya memiliki lembaga khusus yang salah satu tugasnya berkaitan dengan misi ini, masing-masing adalah Lakpesdam NU dan Majelis Pustaka dan Informasi Muhammadiyah. Dengan demikian ormas Islam ini telah menunjukkan perhatian serius dalam penyelamatan arsip keislaman melalui pengembangan Arsip kebijakan, rencana dan prosedur program Buletin Al-Turas Mimbar Sejarah,Sastra,Budaya, dan Agama - Vol. XXIV No. Januari 2018 Upaya yang dilakukan Nomor 7 Tahun 2017 Tentang berupa akuisisi, pembersihan arsip. Gerakan Nasional Sadar Tertib perbaikan dan merencanakan program Arsip. Jakarta: Arsip Nasional Pada NU program seperti ini Republik Indonesia, 2017. http:// sudah berjalan dengan lebih baik, yang id/assets/collections/ dialkukan melalui Perpustakaan PBNU. files/Perka_7_2017. Dalam aspek SDM kearsipan ormas Creswell. John W. Research Design Islam ini juga didukung oleh SDM Pendekatan Kualitatif. Kuantitatif, bidang Ilmu Perpustakaan dan bidang Dan Mixed. 3rd ed. Yogyakarta: lain yang mendapat pelatihan kearsipan. Pustaka Pelajar, 2010. Selain itu program penyelamatan arsip David Efendi. AuTantangan Pengeloaan ini didukung oleh tokoh-tokoh aktivis Arsip Muhammadiyah. Ay Majelis dan intelektual. Pustaka dan Informasi Pimpinan Sinergi ini diharapkan akan dapat Pusat Muhammadiyah, 2016. diimplementasikan juga di kalangan Hilmy Muhammdiyah & Sulthan Fatoni. organisasi massa Islam lainnya di NU: Identitas Islam Indonesia. Indonesia. Jakarta: eLSAS, 2004. Daftar Pustaka Judith Ellis. Keeping Archives. 2nd ed. Australia: The Australian Society Alhafiz K. AuPBNU Pantau Pengolahan of Archivist, 1993. Arsip NU Di ANRI. Ay Nu Online. PBNU Pantau Pengolahan Kacung Marijan. Quo Vadis NU. Setelah Kembali Ke Khittah 1926. Jakarta: Arsip NU di ANRI. Erlangga, 1992. Alwi Shihab. Membendung Arus Respon Gerakan Muhammadiyah Lince Eppang. AuArsip Muhammadiyah Diselamatkan Agar Tidak Ada Terhadap Penetrasi Misi Kristen Penyesatan Informasi Di Masa Di Indonesia. Bandung: Mizan. Depan. Ay Netralnews. com, 2016. h t t p : / / w w w. n e t r a l n e w s . c o m / Arif Rahman Bramantya. AuJejak news/religi/read/40505/arsip. Organisasi Asrama Ratnaningsih: Digitalisasi Sebagai Upaya a g a r. t i d a k . a d a . p e n y e s a t a n . Penyelamatan Arsip. Ay Diplomatika 1, no. September 2017 . : 24Ae Mastur. AuWawancara Dengan Sekretaris PBNU. Ay Jakarta, n. Arsip Nasional Republik Indonesia. ASh-Shalabi. The AuMoU ANRI Dengan PP Muhammad Great Leader Umar Bin AlMuhammadiyah Akan Laksanakan Khathab . Kisah Kehidupan Dan Pengarsipan Arsip Kuno Dan Kepemimpinan Khalifah Kedua. Modern Milik Muhammadiyah. Ay Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2008. Arsip Nasional Republik Indonesia, 2015. http://w. Muhammadiyah. Majelis Pustaka