AL QOLAM Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat ISSN 2657-2168 (P) ISSN. 2774-9215 . Vol. No. Pemberdayaan Kesehatan Perempuan Desa Petani Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis Provinsi RIAU Mariatul Fitri STAI Hubbulwathan Duri mariatulfitri27@gmail. Aldi Kurniawan Mahasiswa STAI Hubbulwathan Duri Prodi Pengembangan masyarakat Islam aldikurniawan260517@gmail. Abstrak Masyarakat di wilayah Desa Petani Kecamatan Bathin Solapan masih berpendidikan minim dan masalah kesehatan yang selalu ada, diantaranya diare. Faktor yang melatarbelakangi diantaranya belum sadarnya masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, dan rendahnya cakupan ASI Eksklusif. Selain itu, masih minimnya pendidikan yang ada. Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut maka solusinya adalah melalui Pemberdayaan Masyarakat melalui PenKes (Pendidikan dan Kesehata. untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, antara lain dengan: . Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), melalui lokakarya mini kesehatan, promosi berbagai upaya kesehatan, dan pelatihan serta praktek pembuatan teknologi air bersih dengan saringan air bertingkat, . Peningkatan Pendidikan Masyarakat melalui pembentukan dan pelatihan kader pendidik AuPondok PintarAy. Kata Kunci: Pendidikan. Kesehatan. Pemberdayaan Masyarakat Abstract People in the Farmers Village area. Bathin Solapan Sub-district, still have minimal education and health problems that always exist, including diarrhea. The background factors include the public's lack of awareness in implementing clean and healthy living behaviors, and the low coverage of exclusive breastfeeding. addition, there is still a lack of existing education. In an effort to overcome these problems, the solution is through Community Empowerment through Health Education (Education and Healt. to improve public health, among others by: . Counseling on Clean and Healthy Life Behavior (PHBS), through mini health workshops, promotion of various health efforts, and training and practice of making clean water technology with multilevel water filters, . Improving Public Education through the formation and training of AuPondok PintarAy educator cadres. Keywords: Education. Health. Community Empowerme AL QOLAM Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat ISSN 2657-2168 (P) ISSN. 2774-9215 . Vol. No. Pendahuluan Program peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang diimplementasikan melalui Program Desa/Kelurahan Siaga perlu melibatkan perempuan melalui pemberdayaan dengan pemanfaatan sumber daya yang ada. Upaya peningkatan kapasitas perempuan dengan memperhatikan status perempuan dalam mewujudkan peningkatan derajat kesehatan masyarakat merupakan hal yang sangat penting dan (Qolam. Tengah, & Distancing, 2. Masalah kesehatan pada umumnya, disebabkan tiga faktor yang timbul secara bersamaan, yaitu . adanya bibit penyakit, . adanya lingkungan yang memungkinkan berkembangnya bibit penyakit, dan . adanya perilaku hidup manusia yang tidak peduli terhadap bibit penyakit dan lingkungannya. Oleh sebab itu, sehat dan sakitnya seseorang sangat ditentukan oleh perilaku hidup manusia sendiri. Karena masalah perubahan perilaku sangat terkait dengan promosi kesehatan maka peran promosi kesehatan sangat diperlukan dalam meningkatkan perilaku masyarakat agar terbebas dari masalah-masalah Peningkatan derajat kesehatan masyarakat juga tidak terlepas dari komitmen Indonesia sebagai warga masyarakat dunia untuk ikut merealisasikan tercapainya MDGs. Dalam MDGs, kesehatan dapat dikatakan sebagai unsur dominan. Dari delapan agenda MDGs, lima di antaranya berkaitan langsung dengan kesehatan dan tiga yang lain berkaitan secara tidak langsung. Lima tujuan/goal yang berkaitan langsung dengan kesehatan itu adalah Goal 1 (Memberantas kemiskinan dan kelapara. Goal 4 (Menurunkan angka kematian ana. Goal 5 (Meningkatkan kesehatan ib. Goal 6 (Memerangi HIV dan AIDS. Malaria, dan penyakit lainny. , serta Goal 7 (Melestarikan lingkungan hidu. Dalam mencapai target kelima goal tersebut diperlukan peran dan pemberdayaan perempuan. Hal tersebut selaras dengan Goal 3 MDGs yaitu Pengarusutamaan Gender dan Pemberdayaan Perempuan dalam Pembangunan. Upaya pengembangan Kelurahan Siaga merupakan program lanjutan dan akselerasi dari program Pengembangan Desa Siaga yang sudah dimulai pada tahun 2006 Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 564/Menkes/SK/Vi/2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga. AL QOLAM Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat ISSN 2657-2168 (P) ISSN. 2774-9215 . Vol. No. Selanjutnya setelah pada tahun 2010 diperbarui berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1529/Menkes/SK/X/2010 Tahun 2010 Tentang Pedoman Umum Pengembangan Desa dan Kelurahan Siaga. pengembangan Kelurahan Siaga dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat, yaitu upaya memfasilitasi proses belajar masyarakat desa dan kelurahan dalam memecahkan masalah-masalah Oleh karena merupakan upaya pembangunan desa dan kelurahan, maka program ini memerlukan peran aktif dari berbagai pihak yang terkait, mulai dari pusat, provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, sampai ke desa dan kelurahan. Penelitian ini berusaha mengungkapkan sejauh mana partisipasi masyarakat berbasis pemberdayaan masyarakat dalam pelaksanaan desa Siaga Petani. Penelitian ini menjadi penting mengingat isu perempuan terkait dengan pembangunan menjadi salah satu Goal dalam MDGs sedangkan isu kesehatan berkaitan langsung dengan lima Goal dalam MDGs. Metode Metode kegiatan yang dilaksanakan, yaitu pendampingan dan pelatihan. Dalam bidang kesehatan dilakukan melalui promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait pentingnya hidup bersih dan sehat. Selain itu, juga dilakukan pelatihan dan pendampingan pembuatan teknologi saringan air bersih sederhana, sosialisasi tanaman obat keluarga (TOGA). Sedangkan dalam bidang pendidikan dilakukan melalui pendampingan pondok pintar, pelatihan pada kader pendidik, dan pendampingan dalam pengelolaan pondok pintar. Hasil dan Pembahasan Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku sehat dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga oleh karena itu kesehatan perlu dijaga, dipelihara, dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta diperjuangkan oleh semua pihak. Rumah tangga sehat AL QOLAM Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat ISSN 2657-2168 (P) ISSN. 2774-9215 . Vol. No. berarti mampu menjaga, meningkatkan, dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat (Depkes, 2. PHBS adalah upaya memberikan pengalaman belajar bagi perorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan edukasi guna meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku melalui pendekatan advokasi, bina suasana . ocial suppor. , dan gerakan masyarakat . sehingga dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara, dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Aplikasi paradigma hidup sehat dapat dilihat dalam program Perilaku Hidup Bersih Sehat (Depkes RI, 2. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya memberikan pengalaman belajar bagi perorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan edukasi guna meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku melalui pendekatan advokasi, bina suasana . ocial suppor. , dan gerakan masyarakat . sehingga dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara, dan meningkatkan kesehatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tersebut harus dimulai dari tatanan rumah tangga atau keluarga, karena rumah tangga yang sehat merupakan aset atau modal pembangunan di masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan dan dilindungi Beberapa anggota rumah tangga mempunyai masa rawan terkena penyakit menular dan tidak menular, oleh karena itu untuk mencegah penyakit tersebut anggota rumah tangga perlu diberdayakan untuk melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Indikator dari PHBS tatanan rumah tangga terdiri dari: Persalinan di tolong oleh tenaga kesehatan. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan . idan, dokter, dan tenaga para medis lainny. Setiap persalinan dari ibu hamil harus ditolong oleh tenaga kesehatan karena a. Tenaga kesehatan merupakan orang yang sudah ahli dalam membantu persalinan, sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin. Apabila terdapat kelainan dapat diketahui dan segera ditolong oleh atau dirujuk ke AL QOLAM Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat ISSN 2657-2168 (P) ISSN. 2774-9215 . Vol. No. Puskesmas atau Rumah Sakit. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan menggunakan peralatan yang aman, bersih, dan steril sehingga mencegah terjadinya infeksi dan bahaya kesehatan lainnya. Apabila terdapat tanda-tanda persalinan seperti ibu mengalami mulas-mulas yang timbulnya semakin sering dan semakin kuat, rahim terasa kencang bila diraba terutama saat terasa mulas, keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir, keluar cairan ketuban yang berwarna jernih kekuningan dari jalan lahir, merasa seperti mau buang air besar maka harus segera hubungi tenaga kesehatan . idan/ dokte. , tetap tenang dan tidak bingung, untuk mengurangi rasa sakit dari mulasnya dapat bernapas panjang melalui hidung dan mengeluarkan melalui mulut. ASI eksklusif. ASI (Air Susu Ib. adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan bayi, sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik. ASI pertama berupa cairan bening berwarna kekuningan . , sangat baik untuk bayi karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit. Bayi disusui sesegera mungkin paling lambat 30 menit setelah melahirkan untuk merangsang agar ASI cepat keluar dan menghentikan pendarahan, berikan ASI dari kedua payudara secara bergantian. ASI Eksklusif diberikan pada bayi usia 0-6 bulan, hanya diberi ASI saja tanpa memberikan tambahan makanan atau minuman lain, sementara selain ASI diberikan pula Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dalam bentuk lumat dan jumlah yang sesuai dengan perkembangan umur bayi. Pemberian ASI tetap dilanjutkan hingga bayi berusia 2 tahun. Pemberian ASI juga harus memperhatikan bahwa ibu harus yakin mampu menyusui bayinya dan mendapat dukungan dari keluarga agar upaya pemberian ASI Eksklusif selama enam bulan bisa . Menimbang bayi dan balita setiap bulan. Penimbangan bayi dan balita dilakukan setiap bulan mulai umur 1 bulan sampai 5 tahun di Posyandu untuk memantau pertumbuhannya setiap AL QOLAM Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat ISSN 2657-2168 (P) ISSN. 2774-9215 . Vol. No. Setelah bayi dan balita ditimbang, catat hasil penimbangan di Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Ana. atau Kartu Menuju Sehat (KMS) maka akan terlihat berat badannya naik atau tidak naik . ihat perkembanganny. Berat badan naik, bila : a. Garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna pada KMS. Garis pertumbuhannya pindah ke pita warna di Dengan melihat berat badan bayi dan balita naik atau tidak naik pada pencatatan setiap bulan, dapat diketahui apakah bayi dan balita tumbuh sehat, bisa mencegah gangguan pertumbuhan, jika berat badan dua bulan berturut-turut tidak naik atau bahkan berat badannya dibawah garis merah (BGM) dan dicurigai gizi buruk, dapat segera dirujuk ke Puskesmas. Datang secara rutin ke Posyandu juga berfungsi untuk mengetahui kelengkapan imunisasi serta untuk mendapatkan penyuluhan . Menggunakan air bersih. Air bersih adalah air yang secara fisik dapat dibedakan melalui indera kita . apat dilihat, dirasa, dicium, dan dirab. : a. Air tidak berwarna, harus bening/ jernih. Air tidak keruh, harus bebas dari pasir, debu, lumpur, sampah, busa dan kotoran lainnya. Air tidak berasa. Air tidak berbau seperti bau amis, anyir, busuk, atau bau belerang. Dengan menggunakan air bersih dapat terhindar dari gangguan penyakit seperti diare, kolera, disentri, thypus, kecacingan, penyakit mata, penyakit kulit atau keracunan selain itu, setiap anggota keluarga terpelihara kebersihannya. Keberadaan air bersih ini yang sangat penting, maka perlu untuk menjaga kebersihan sumber air bersih yaitu a. Jarak letak sumber air dengan jamban dan tempat pembuangan sampah sampai paling sedikit 10 meter. Sumber mata air harus dilindungi dari bahan pencemaran. Sumur gali, sumur pompa, kran umum dan mata air harus dijaga bangunannya agar tidak rusak. Harus dijaga kebersihannya seperti tidak ada genangan air di sekitar sumber air, tidak ada bercak-bercak kotoran, tidak berlumut pada lantai/ dinding sumur. Ember/ gayung pengambil air harus tetap bersih dan tidak AL QOLAM Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat ISSN 2657-2168 (P) ISSN. 2774-9215 . Vol. No. diletakkan di lantai. Meskipun air sudah bersih tetapi ketika diminum harus tetap dimasak mendidih karena air belum tentu bebas kuman penyakit, yang hanya bisa mati pada suhu 1000C . aat mendidi. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun merupakan suatu intervensi kesehatan yang paling hemat tapi sangat bermanfaat karena dapat membunuh kuman penyakit yang ada di tangan sehingga tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman, mencegah penularan penyakit, seperti disentri, flu burung, flu babi, typhus, dll Aktivitas yang dianjurkan untuk cuci tangan yaitu a. Setiap kali tangan kita kotor . memegang uang, memegang binatang, berkebun, dl. Setelah buang air besar. Setelah menceboki bayi atau anak. Sebelum makan dan menyuapi anak. Sebelum memegang makanan. Sebelum menyusui bayi. Adapun cara yang benar untuk cuci tangan itu sendiri dengan menggunakan air bersih yang mengalir dan memakai sabun seperlunya, selanjutnya bersihkan telapak tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari dan punggung tangan, dan yang terakhir bersihkan tangan pakai lap bersih. Menggunakan jamban sehat. Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia. Jamban yang sehat harus memenuhi persyaratan a. Tidak mencemari sumber air minum (Jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 mete. Tidak berbau. Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus. Tidak mencemari tanah Mudah dibersihkan dan aman digunakan. Dilengkapi dinding dan atap pelindung. Penerangan dan ventilasi cukup. Lantai kedap air dan luas ruangan memadai. Tersedia air, sabun, dan alat Semua anggota keluarga harus menggunakan jamban untuk membuang tinja, sehingga dapat menjaga lingkungan menjadi bersih, sehat, nyaman dan tidak berbau, tidak mencemari sumber air yang dijadikan sebagai air baku air minum atau air untuk kegiatan seharihari. AL QOLAM Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat ISSN 2657-2168 (P) ISSN. 2774-9215 . Vol. No. menyebarluaskan bibit penyakit. Makan buah dan sayur setiap hari. Sayur dan buah merupakan sumber nutrisi antioksidan dengan kandungan vitamin dan mineral. Buah dan sayur juga kaya akan senyawa fitokimia anti-kanker serta serat. Adapun porsi ideal sayur dan buah tiap hari untuk menjaga tubuh tetap sehat yaitu mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayuran atau sebaliknya setiap hari. Konsumsi sayur dan buah yang tidak merusak kandungan dari gizinya adalah dengan memakannya dalam keadaan mentah atau dikukus . Memberantas jentik nyamuk. Keluarga perlu melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M Plus (Menguras. Menutup. Mengubur, plus Menghindari gigitan 3 M Plus adalah tiga cara plus yang dilakukan pada saat PSN yaitu : a. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tatakan kulkas, alas pot kembang. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti lubang bak kontrol, lubang pohon, lekukan-lekukan yang dapat menampung air hujan. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air. Plus menghindari gigitan nyamuk yaitu dengan menggunakan kelambu, memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk, menghindari pencahayaan dan ventilasi yang memadai, menabur larvasida di tempat yang sulit dikuras dan memelihara ikan pemakan jentik di kolam. Melakukan aktivitas fisik setiap hari. Setiap anggota keluarga diharapkan melakukan aktivitas fisik secara bertahap sampai mencapai 30 menit setiap hari, bisa dilakukan sebelum makan atau 2 jam sesudah makan, berupa kegiatan sehari-hari dan Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dapat menyehatkan jantung, paru-paru serta alat tubuh lainnya. AL QOLAM Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat ISSN 2657-2168 (P) ISSN. 2774-9215 . Vol. No. Tidak merokok dalam rumah. Bahaya merokok di dalam rumah yaitu asap rokok yang mengandung zatzat nikotin, tar dan zat berbahaya lainnya terhisap oleh perokok pasif yang dapat menyebabkan berbagai penyakit antara lain jantung dan pembuluh 17 Jika di dalam lingkungan masyarakat, semua rumah tangga menerapkan PHBS maka akan diperoleh manfaat sebagai berikut: Bagi Rumah Tangga Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit. Anak tumbuh sehat dan cerdas. Anggota keluarga giat bekerja. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan keluarga. Bagi Masyarakat Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat. Masyarakat masalahmasalah kesehatan. Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada. Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) seperti posyandu, tabungan ibu bersalin, arisan jamban, ambulans desa dan lain-lain. Bagi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/ Kota Peningkatan Rumah Tangga ber-PHBS menunjukkan kinerja dan citra pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang baik. Biaya yang tadinya dialokasikan untuk menanggulangi pengembangan lingkungan yang tertata rapi dan sehat serta penyediaan sarana pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau. AL QOLAM Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat ISSN 2657-2168 (P) ISSN. 2774-9215 . Vol. No. Provinsi dan kabupaten/ kota dapat dijadikan pusat pembelajaran bagi daerah lain dalam pembinaan PHBS di Rumah Tangga Rumah Tangga ber-PHBS berarti mampu menjaga, meningkatkan dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat. Penerapan PHBS di rumah tangga merupakan tanggung jawab setiap anggota rumah tangga. Dampak yang timbul jika tidak melaksanakan PHBS tatanan rumah tangga yaitu mudahnya terserang dari berbagai penyakit, misalnya apabila bayi tidak diberi ASI eksklusif maka akan berdampak pada perkembangan bayi tersebut, seperti kurangnya berat badan bayi dan lemahnya kekebalan tubuh bayi tersebut, dan apabila tidak menggunakan air bersih dan tidak cuci tangan pakai sabun maka akan memudahkan seseorang untuk tertular dari penyakit seperti diare. Apabila tidak menggunakan jamban sehat maka cenderung akan terjadi pencemaran lingkungan yang dapat merusak kesehatan, dan apabila tidak memberantas jentik nyamuk maka akan mudah terserang dari penyakit malaria dan demam berdarah serta penyakit berbahaya lainnya yang ditularkan oleh nyamuk tersebut. Apabila tidak memakan buah dan sayur, serta tidak melakukan aktivitas fisik, maka kita tidak akan mendapat gizi sehat serta kurangnya daya tahan tubuh terhadap penyakit, dan apabila merokok didalam rumah maka akan membahayakan diri sendiri maupun keluarga karena racun yang terkandung di dalam sebatang rokok sangatlah merusak kesehatan. Untuk itu penting sekali penerapan PHBS dalam tatanan rumah tangga. Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, meliputi: Loka Karya Mini di tingkat kecamatan dan desa. Promosi kesehatan meliputi penyuluhan tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Seha. dan GERMAS (Gerakan Masyarakat Seha. , sosialisasi jajanan sehat, sarana air bersih, kesehatan reproduksi, dan sanitasi lingkungan. Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Program perilaku hidup bersihdan sehat ini difokuskan pada kegiatan penyuluhan, demonstrasi dan FGD (Focus Froup Discussio. pada 3 sasaran utama yaitu. siswa SD. SMP/MTs, dan Masyarakat umum. Program AL QOLAM Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat ISSN 2657-2168 (P) ISSN. 2774-9215 . Vol. No. perilaku hidup bersih dan sehat ini meliputi dua kegiatan utama yaitu cara cuci tanganyang baik dan senam sehat. Pada demonstrasi dan penyuluhan dilakukan di masyarakat. Majelis TaAolim dan kader posyandu langsung dibekali dengan perlengkapan PHBS seperti modul materi Toga dan pamflet mengenai KB dan ASI Ekslusif di setiap posyandu. Hasil kegiatan ini meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, dan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku yang sehat. Hal ini dapat dilihat dari evaluasi setelah dilakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang PHBS. Dalam proses ini juga terlihat masyarakat yang mengikuti mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan selalu bertanya. Selain itu, juga terbentuk komitmen dari masyarakat yang terlibat untuk mulai menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga dan tempat tinggal mereka. Hasil kegiatan pengabdian ini sejalan dengan beberapa penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif intervensi yang berupa penyuluhan melalui media film dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam berperilaku hidup bersih dan sehat. Sosialisasi pemanfaatan lahan pekarangan untuk tanaman obat keluarga (TOGA) dan hidroponik. Tanah yang terdapat di wilayah Desa Petani cenderung kurang subur dengan komposisi terbesarnya adalah tanah liat. Oleh karena itu, budidaya hidroponik sangat cocok dilaksanakan di daerah tersebut. Desa Petani merupakan tempat yang dipilih sebagai lokasi pelatihan dan budidaya. Kegiatan tersebut melibatkan para remaja yang ada. Masyarakat Desa Petani terdapat tanaman obat keluarga (TOGA) tetapi masyarakat disana tidak memanfaatkan tanaman TOGA tersebut untuk proses pengobatan dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenaimanfaat tanaman obat keluarga tersebut. Oleh karena itu, upaya meningkatkan pengetahuan tentang pemanfaatan tanaman TOGA dimulai dengan sosialisasi TOGA, penataan teknik budidaya tanaman yang dapat dimanfaatkan AL QOLAM Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat ISSN 2657-2168 (P) ISSN. 2774-9215 . Vol. No. Upaya tempat percontohan budidaya TOGA dengan memasukan ilmu landscape kedalamnya. Kegiatan ini dilaksanakan di posyandu Desa Petani, posyandu Desa Petani dan ibu-ibu PKK Desa Petani ibu-ibu dan remaja maupun pemuda yang ada di Kecamatan Sungai Kakap. Kegiatan diawali dengan sosialisasi terhadap jenis jenis tanaman obat keluarga yang mudah didapatkan dan belum tahu secara mendalam khasiat dari tanaman tersebut. Setelah penyuluh, ibu-ibu dan remaja maupun pemuda mendata tanaman obat yang berada di sekitar desa mereka masing-masing yang selanjutnya dikumpulkan untuk ditanam di lingkungan sekitar setelah itu mereka diberikan buku panduan penggunaan TOGA yang telah disusun. Peningkatan pendidikan dalam upaya mendukung program wajib belajar pemerintah . , meliputi: Penyuluhan Pondok Pintar padaAnak sekolah tingkat SD. SMP/MTs dan SMA/SMK merupakan sasaran utama dari kegiatan penyuluhan pondok pintar. Kegiatan ini berbentuk penyuluhan yang dikhususkan pada penataan ruangan pondok pintar di desa Petani dan meningkatkan minat baca anak serta kegiatan penyuluhan dilakukan di pondok pintar Desa Petani . Setelah mengikuti penyuluhan anak-anak termotivasi untuk meningkatkan minat bacanya baik dimana pun mereka berada. Dengan penataanruangan yang menarik dapat meningkatkan minat anak untuk selalu berkunjung ke pondok pintar Desa Petani. Simpulan Berdasarkan pelaksanaan yang sudah dilakukan dapat disimpulkan: Kegiatan pendampingan, penyuluhan, dan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan/pemahaman masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat serta menimbulkan kesadaran untuk memulai berperilaku hidup Pembentukan pondok pintar dan kader pendidik dapat meningkatkan minat membaca anak-anak, dan membantu menanggulangi permasalahan dalam bidang pendidikan yang ada. Pemerintah setempat diharapkan dapat menjadi motivator dan fasilitator bagi masyarakat dalam upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat dan AL QOLAM Jurnal Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat ISSN 2657-2168 (P) ISSN. 2774-9215 . Vol. No. peningkatan potensi wilayah desa sehingga dapat terciptanya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, sosial dan ekonomi di wilayah tertinggal. Daftar Pustaka