Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Februari 2026 Hal 680-688 ISSN 2528-4967 . dan ISSN 2548-219X . Tata Kelola Desa Wisata Berkelanjutan melalui Pendampingan di Desa Lebih Kecamatan Gianyar Kabupaten Gianyar Sustainable Tourism Village Governance through Mentoring in Lebih Village Gianyar District Gianyar Regency Lilik Antarini1. I Wayan Sudemen2. Victorius Hamel Adventius3 Universitas Warmadewa lilikantarini2017@gmail. com, iwayansudemen@gmail. com, victrhamel71@gmail. Corresponding author: lilikantarini2017@gmail. ABSTRAK Pariwisata menjadi salah satu sektor sebagai penyumbang devisa terbesar di Provinsi Bali. Saat ini pengembangan wisata berkelanjutan sangat penting untuk dilakukan agar pariwisata terus berkembang dengan memperhatikan lingkungan. Permasalahan utama dalam pengembangan pariwisata di Desa Lebih yaitu partisipasi masyarakat dan belum optimalnya partisipasi POKDARWIS. Metode yang dilakukan yaitu dengan Focus Group Disscussion (FGD) yang dilakukan kepada Pemerintah Desa. Kelompok Dasar Wisata (POKDARWIS) dan Masyarakat Desa Lebih. Hasil FGD menunjukkan bahwa Desa Lebih tidak hanya memiliki potensi wisata bahari, tetapi juga potensi hutan desa yang belum tergara secara optimal. Namun demikian, pengembangan objek wisata masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi yang berdampak pada pencemaran lingkungan serta belum tersedianya regulasi lokal yang mengatur tata kelola pariwisata desa. Capaian program ditunjukkan melalui meningkatnya partisipasi aktif masyarakat dan POKDARWIS dalam diskusi perencanaan pariwisata dan munculnya sejumlah gagasan pengembangan Selain itu, kegiatan ini menghasilkan rekomendasi awal berupa kebutuhan penyusunan regulasi desa dan penguatan kelembagaan POKDARWIS sebagai langkah awal pengembangan pariwisata berkelanjutan di Desa Lebih. Kabupaten Gianyar. Kata Kunci: Desa Wisata. Tata Kelola Desa. Strategi Pengembangan Pariwisata ABSTRACT Tourism is one of the major contributors to regional revenue in Bali Province. The development of sustainable tourism has become increasingly important to ensure long-term growth while maintaining environmental sustainability. One of the main challenges in tourism development in Lebih Village is the limited community participation and the suboptimal role of the Tourism Awareness Group (POKDARWIS). This study employed a qualitative approach through Focus Group Discussions (FGD. involving the village government. POKDARWIS, and local community members. The findings reveal that Lebih Village possesses not only coastal tourism potential but also underutilized village forest resources. However, tourism development faces several constraints, including environmental pollution caused by the Temesi landfill site and the absence of local regulations governing village tourism management. The program outcomes indicate increased active participation of both the community and POKDARWIS in tourism planning discussions, along with the emergence of various tourism development ideas. Furthermore, the study formulates preliminary recommendations emphasizing the need for village-level tourism regulations and institutional strengthening of POKDARWIS as initial steps toward sustainable tourism development in Lebih Village. Gianyar Regency. Keywords: Tourism Village. Village Governance. Tourism Development Strategy PENDAHULUAN Pariwisata kini menjadi fenomena global yang luar biasa, mulanya pariwisata hanya menjadi kebutuhan terseir. Pariwisata merupakan Copyright A 2026. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. seseorang secara dasar ke wilayah lain serta menetap sementara di tempat tujuan diluar (Komiter Gamaliel. Namun, lambat laun pariwisata Antarini, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 680-688 menjadi bagian dari kebutuhan dasar masyarakat Pariwisata diposisikan tidak hanya Salah satu kebutuhannya adalah daerah sebagai sektor ekonomi, tetapi juga sebagai tujuan wisata (DTW) yang akan dikunjungi. instrument penting dalam mempromosikan Dalam DTW, budaya dan potensi keindahan alam daerah (Aminuddin et al. , 2. Sebagai bagian dari sektor pembangunan (Naqiah, 2. dijadikan dasar perencanaan (Kartimin et al. mendukung pembangunan daerah sekaligus Indonesia merupakan negara yang terdiri meningkatkan pendapatan daerah dari banyak pulau, memiliki banyak desa yang Salah satu kabupaten di Bali yang terkenal dengan seni dan bentang alamnya dikembangkan serta memberikan manfaat untuk Kabupaten kesejahteraan masyarakat. Sejak pemerintah Gianyar memiliki banyak desa wisata Indonesia menetapkan pariwisata sebagai sektor unggulan pembangunan nasional (Ayu & Putri, berbasis pada potensi pedesaan. Desa Lebih Pariwisata menjadi salah satu penyumbang merupakan bagian dari Kabupaten Gianyar devisa terbesar. Bali menjadi salah satu ikon yang saat ini beru masuk kedalam kriteria pariwisata Indonesia dimata dunia. sebagai Desa Wisata, namun belum masuk Gianyar. Kabupaten Perkembangan pariwisata Bali tidak serta dalam Surat Keputusan Desa Wisata merta dicapai dengan mudah, banyak proses yang Kebupaten Gianyar. Desa Lebih terkenal Terkenalnya Bali sebagai destinasi wisata dengan pantainya yaitu Pantai Lebih di kancah internasional tidak terlepas dari peran musikus dan seniman barat melalui laporan serta (Melia Sumitapradja & Anom, 2. karya-karya tulisnya. Adapun peran masyarakat Perkembangan desa di Indonesia juga penting dalam pengembangan pariwisata, menunjukkan peningkatan yang signifikan, terutama dalam pemberdayaan sosial ekonomi dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 2,29 persen atau sekitar 1. 409 desa per tahun masyarakat yang menjadi salah satu bentuk (Indhawati, 2. Desa Lebih terletak di paradigma baru dengan mengusung prinsip- bagian paling selatan Kabupaten Gianyar, prinsip pembangunan berkelanjutan (Sustainable berbatasan langsung dengan Selat Badung. Developmen. (Wijaya et al. , 2. Desa Lebih memiliki visi terwujudnya Desa Lebih Antarini, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 680-688 ekonomi, pertanian dan mina wisata berlandaskan Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 dan Tri Hita Karana. Intruksi Presiden RI No. 16 Tahun 2005 dan Berdasarkan Desa Lebih menunjukan bahwa sektor pariwisata menjadi salah satu prioritas dari pembangunan di Desa Permen Kebudayaan & Pariwisata Tahun 2010-2014 (Herlina et al. , 2. Upaya Lebih, untuk mewujudkan visi dituangkan dalam obyek wisata di Desa Lebih, melalui misi desa, yaitu mewujudkan pembangunan kepariwisataan berwawasan Tri Hita Karana dan terdapat 9 Pura yang akan dijadikan obyek wisata, yaitu Pura Sibi Agung. Pura Candi program Desa Wisata. Desa lebih berada di Agung. Pura Ratu Seruni. Pura Siwapati, daerah pesisir Kabupayen Gianyar dengan Pura Candi Alit. Pura Besi. Pura Blanjong, keunikan daya tarik wisata Pantai pasir hitamnya Pura Jaya dan Pura Taman Sari. Mina Pantai Wisata Lebih Namun menyajikan keelokan pantainya. Pantai Lebih wisata di Desa Lebih masih menghadapi yang terletak di pesisir Selatan Kabupaten berbagai permasalahan, diantaranya: Gianyar memiliki keunggulan pada pengolahan Minimnya hidangan laut mampu bersaing dengan daerah dimiliki, yang menyebabkan daya lainnya di Bali (Ariani & Suryawan, 2. tarik wisata masih kurang optimal. Kawasan pedesaan memiliki potensi besar Kurangnya partisipasi masyarakat bagi pengembangan wisata alternatif, mengingat keberadaan keunikan lokal, kearifan tradisional, pengembangan sektor wisata. serta beragam daya tarik wisata alam, budaya dan Belum optimalnya peran Kelompok buatan (Bahri, 2. Pengembangan pariwisata Sadar Wisata (POKDARWIS) dalam perdesaan tetap berfokus pada dimensi ekonomi mendukung industri pariwisata. tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk Kurangnya pendukung wisata, seperti akomodasi (Ariani & Suryawan, 2. Pengembangan transportasi, dan pusat informasi potensi wisata di Desa Lebih masih mengalami permasalahan dimana minimnya obyek wisata. Belum adanya konsep pengelolaan partisipasi masyarakat dan belum optimalnya partisipasi POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisat. POKDARWIS adalah organisasi sosial ekonomi kreatif, dan budaya lokal yang dibangun oleh Kemenparekraf berdasarkan sebagai daya tarik tambahan. Antarini, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 680-688 Permasalahan yang dihadapi Desa Lebih Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berkaitan dengan berbagai aspek kewilayahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Warmadewa pengembangannya di antaranya pariwisata masih terbatasnya objek wisata unggulan, kurangnya mengadakan Focus Group Disscussion inovasi dalam pengembanagn destinasi, serta berkaitan dengan AuStrategi Pengembangan minimnya keterlibatan masyarakat. Ekonomi. Obyek Wisata di Desa Lebih. Kecamatan masih rendahnya usaha berbasis pariwisata yang Gianyar. Kabupaten Gianyar. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat serta pendapatan desa namun belum banyak yang Disscussion (FGD) Pemerintah Desa. Desa pengembangan pariwisata (Sukaris, 2. Pada Focus Group POKDARWIS Masyarakat Desa Lebih. FGD merupakan metode dan teknik pengumpulan data atau optimalnya pemanfaatan kearifan lokal dan aset budaya sebagai daya tarik wisata yang dapat pengembangan penelitian potensi wisata meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk (Saraswati et al. , 2. Sebagai suatu mengatasi permasalahn ini, berbagai upaya metode pengumpulan data. FGD berfokus strategis perlu dilakukan termasuk peningkatan SDM pemberdayaan, penguatan peran POKDARWIS, serta pengembangan infrastruktur dan fasilitas permasalahan yang terjadi di suatu wilayah wisata yang baik. (Wahyuanto et al. , 2. Menggunakan Sehingga Lebih FGD sebagai metode dalam pelaksanaan ditetapkan sebagai salah satu kawasan prioritas di kegiatan pengabdian ini dapat menggali Kabupaten Gianyar karena mengalami abrasi lebih dalam terkait dengan pendapat, persepsi, masalah maupun harapan dari Pariwisata Pantai keberhasilan program pemerintah desa sangat ditentukan oleh kesesuaiannya dengan kebutuhan Lebih untuk kemudian menjadi dasar dalam kegiatan lanjut dalam hal pengembangan (Syaifudin. Berdasarkan latar belakang diatas, maka tim Pemerintah Desa potensi wisata. Antarini, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 680-688 Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini Kantor Desa Lebih. Kecamatan Gianyar, dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai Kabupaten Gianyar pada pukul 19. 00 Ae 00 Wita. Kegiatan pengabdian ini pada Tahap Persiapan tahun pertama berfokus pada penguatan Tahap persiapan yaitu berkoordinasi dengan daya tarik dan kapasitas sumber daya Pemerintah Desa Lebih, indentifikasi awal manusia yang dilakasanakan langkah- langkah sebagai berikut yaitu identifikasi penyusunan panduan FGD serta penentuan potensi wisata unggulan melalui kajian dan peserta FGD yang mewakili unsur pemerintah diskusi dengan masyarakat serta pemangku kepentingan terkait wisata religi. Untuk masyarakat lokal. mengidentifikasi potensi-potensi tersebut. Tahap Pelaksanaan kelompok tim pengabdian melaksanakan Tahap pelakasanaan dilakukan melalui FGD Focus Group Disscussion dengan tema yang difokuskan pada diskusi identifikasi AuStrategi Pengembangan Obyek Wisata di potensi wisata desa serta diskusi peran dan Desa LebihAy. POKDARWIS Kegiatan ini diawali dengan doa pembukaan oleh Bapak Kepala Desa Lebih Tahap Evaluasi yaitu Bapak I Wayan Agus Muliana. AP. Tahap evaluasi dilakukan dengan menganalisis Setelah itu, dilanjutkan dengan pemateri hasil FGD untuk menilai tingkat partisipasi dari tim pengabdian yaitu Ibu Dra. Lilik peserta, jumlah dan jenis ide pengembangan Antarini. Erg. Bapak Drs. I Wayan wisata yang muncul. Evaluasi juga mencakup Sudemen. Si dan Bapak Dr. Victorius pada identifikasi kebutuhan kelembagaan dan Adventius Hamel. Th. Si terkait regulasi lokal. dengan AuStrategi Pengembangan Obyek Tahap Tindak Lanjut Tahap Wisata BerkelanjutanAy. Gambar 1. Penyampaian Materi pariwisata desa sebagai rekomendasi awal bagi Pemerintah Desa Lebih dan POKDARWIS. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Kamis, 07 Agustus 2025 bertempat di Sumber: Dokumentasi, 2025 Antarini, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 680-688 pariwisata, terlindunginya laut, terjaganya Adapun hasil dari kegiatan FGD ini yaitu: nilai lokal, kepuasan wisatawan serta Pariwisata mengintegrasikan nilai lokal desa dengan mempertimbangkan beberapa hal didalamnya pengelolaan wisata saat ini. yaitu lingkungan, sosial, budaya dan ekonomi. Gambar 2. Penyampaian pendapat oleh Pariwisata memang banyak memberikan dampak perwakilan POKDARWIS positif bagi masyarakat, namun juga memberikan Untuk melalukan konservasi laut atau upaya untuk termasuk sumber daya alam seperti lahan, air. Pariwisata berkelanjutan sebaiknya berfokus pada partisipasi Sumber: Dokumentasi, 2025 Kendala-kendala yang dihadapi Desa Lebih dalam pengembangan pariwisata: masyarakat lokal, pembangunan ekonomi yang agar tetap lestari walaupun terpapar bersifat jangka panjang keadilan antar generasi. Desa Lebih memiliki potensi yang luar budaya dari luar. biasa yaitu berupa pantai, hasil lait dan komunitas Desa Lebih memperhatikan masyarakat. Desa Lebih dekat Denpasar. Jika pengembangan pariwisata di daerah selatan (Kuta. Jimbaran Cangg. pengembangan pariwisata pada musim hujan hotek menyerap banyak sekali air. Kegiatan pariwisata ini juga berdampak pada pengelolaan Belum taman desa. Pencemaran lingkungan dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Seperti pengelolaan air, dibagian selatan khususnya di berbulan-bulan menggunakan pengawet kimia. dengan pusat-pusat pariwisata yang dekat dengan Ubud Membuat oleh-oleh khas olahan laut agar awet hingga berminggu-minggu nelayan tradisional. Jika partisipasi masyarakat Menjaga pariwisata alam dan budaya Temesi. Belum ada regulasi lokal yang mengatur tentang pengelolaan pariwisata di Desa Lebih. Meningkatnya pendapatan dari sektor Antarini, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 680-688 Gambar 2. Penyampaian pendapat oleh perwakilan POKDARWIS edukasi pesisir, wisata kuliner laut dan taman desa. Namun demikian, pengembangan potensi wisata tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain dampak pencemaran lingkungan akibat keberadaan TPA Temesi serta belum tersedianya regulasi lokal yang mengatur pengelolaan pariwisata secara terintegrasi. Oleh karena Sumber: Dokumentasi, 2025 Harapan potensi wisata: Ingin berpartipasi langsung dalam proses pemimpin dalam pariwisata di Desa Lebih. Masyarakat pengelolaan wisata bukan investor. Terselesaikannya antara Desa Lebih dan Desa Temesi Meningkatkan promosi kuliner olahan hasil laut di Desa Lebih. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Focus Group Discussion (FGD) di Desa Lebih. Kabupaten Gianyar, bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata desa serta mengenai konsep pariwisata berkelanjutan. Hasil FGD menunjukkan bahwa Desa Lebih memiliki potensi wisata yang beragam, tidak hanya Pantai Lebih sebagai wisata bahasi, tetapi juga peluang pengembangan wisata pengalaman nelayan, pariwisata berkelanjutan di Desa Lebih. DAFTAR PUSTAKA