Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 04 No. 02 (Juni 2. 121 Ae 141 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) e-ISSN 2775-4006 https://ejurnal. id/index. php/juteolog p-ISSN 2774-9355 https://doi. org/10. 52489/juteolog. Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Di Kalangan Hamba Tuhan GUPDI Wilayah IX Kabupaten Sekadau Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto. Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta, sinardisamosir@gmail. Recommended Citation Turabian 8th edition . ull not. Sinardi, et al. AuImplementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Di Kalangan Hamba Tuhan GUPDI Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Ay Jurnal Teologi (JUTEOLOG) 4, no. 2 (Juni 30, 2. : 121-141, accessed Juni 30, 2024, https://doi. org/10. 52489/juteolog. American Psychological Association 7th edition (Sinardi, 2024, p. Received: 11 Oktober 2024 Accepted: 16 Juli 2025 Published: 30 Juli 2024 This Article is brought to you for free and open access by Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. It has been accepted for inclusion in Christian Perspectives in Education by an authorized editor of Jurnal Teologi (JUTEOLOG). For more information, please contact sinardisamosir@gmail. Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto Abstract The testaments of the kingdom of heaven and Jesus Christ must be delivered to all people around the world because the Lord Jesus Christ came to the world to save people from The right teaching method can have a great impact on servants of God in delivering and teaching the testament of the kingdom of heaven. These methods can help God's people resolve their problems by learning and teaching God's words. If we look at the Gospel of Mark, we see that the Lord Jesus Christ taught in a very compelling way, which attracted many people to listen to His teaching. As educators, they should emulate the way the Lord Jesus taught. This must be done so that their lessons can have a significant impact on the people they teach. The Bible provides a wealth of information on the teachings taught by the Lord Jesus Christ. The teachings taught by the Lord Jesus Christ always fulfill the needs of His disciples. Scholarly research on the Gospel of Mark found various methods of Jesus' teaching, including discussions, parables, questions and answers, props, and lectures. Every educator, teacher, lecturer, and servant of God of the Pentecostal Messenger Church in Indonesia Region IX Sekadau Regency can use all five of Jesus' teaching methods in the education process, especially in churches and theological schools. Jesus, as a great teacher, has demonstrated an innovative way to teach. He used varied learning methods. So that the growing of faith can be achieved optimally. Christian education in the Church can use Jesus' teaching methods in a way that suits the congregation's circumstances. Keywords: implementation, teaching. Lord Jesus. Gospel of Mark, teaching methods of the Lord Jesus Abstrak Injil Kerajaan Sorga dan Injil Yesus Kristus harus disampaikan kepada semua orang di seluruh dunia karena Tuhan Yesus Kristus datang ke dunia untuk menyelematkan manusia dari kematian. Metode mengajar yang tepat dapat berdampak besar bagi hamba Tuhan dalam menyampaikan dan mengajar Injil Kerajaan Sorga. Metode ini dapat membantu jemaat Tuhan menyelesaikan masalah mereka dengan belajar dan mengajar firman Tuhan. Jika kita melihat Injil Markus, kita melihat bahwa Tuhan Yesus Kristus mengajar dengan cara yang sangat menarik, yang menarik banyak orang untuk mendengarkan pengajaran-Nya. Sebagai pendidik, mereka harus mencontohi cara Tuhan Yesus mengajar. Ini harus dilakukan agar pelajaran mereka dapat memberikan dampak yang signifikan bagi orang yang mereka ajar. Alkitab menyediakan banyak informasi tentang pengajaran yang diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Pengajaran yang diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus selalu memenuhi kebutuhan murid-muridNya. Penelitian ilmiah tentang Injil Markus menemukan berbagai metode Yesus mengajar, termasuk diskusi, perumpamaan, tanya jawab, penggunaan alat peraga, dan Setiap pendidik, guru, pengajar, dan hamba Tuhan Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau dapat menggunakan kelima metode mengajar Yesus tersebut dalam proses pendidikan, terutama di gereja dan di sekolah teologi. Yesus, sebagai guru agung, telah menunjukkan cara yang inovatif untuk mengajar. Dia menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi. Sehingga pendewasaan iman dapat Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto tercapai secara optimal, pendidikan Kristen di Gereja dapat menggunakan metode mengajar Yesus dengan cara yang sesuai dengan keadaan jemaat. Kata kunci: implementasi, pengajaran. Tuhan Yesus. Injil Markus, metode mengajar Tuhan Yesus PENDAHULUAN Tuhan Yesus Kristus telah memberikan banyak contoh kepada setiap orang yang percaya, guru, hamba Tuhan, dan Gembala Sidang Kristen di masa kini, bagaimana setiap proses pendidikan harus berdampak positif. Pendidikan harus dimulai dari keluarga, gereja dan sekolah (Supianto et al. , 2. Seorang guru kristen masa kini harus memiliki kekuatan untuk menyampaikan setiap ajaran kepada jemaat Tuhan. Teori, ide, dan contoh yang diberikan Tuhan Yesus Kristus kepada kita dapat diterapkan ketika kita menerapkan Metode Pengajaran Tuhan Yesus Kristus. Seperti yang dinyatakan oleh B. Sidjabat, "dengan kasih dari Allah, seorang pengajar dimampukan menerapkan keadilan dikalangan yang diajarnya. Dengan hikmat dan kekuatan Allah, dia memiliki kreativitas dan kekuatan (Sidjabat, 1999, p. Karena ketidakmampuan para hamba Tuhan menerapkan metode mengajar Tuhan Yesus Kristus dengan benar akan berdampak kepada jemaat tidakmemiliki pertumbuhan kerohanian secara maksimal baik secara kuantitas naupun kualitasnya. Karena itu, mereka memerlukan ide tentang metode pengajaran yang mengubahkan. Bagi Tuhan Yesus, memberikan instruksi adalah penting dan mengubahkan. Yesus mengajar berdasarkan kekuatan, otoritas, dan wibawa. Orang-orang yang mendengarkan pengajaran-Nya menjadi takjub, terpukau, dan menanggapi dengan baik (Matius 7:28Ae. "Hal yang menarik. Tuhan Yesus memberikan mandat kepada para murid-Nya untuk menjadikan segala bangsa muridNya. Mereka harus mengajarkan segala sesuatu yang telah Dia ajarkan kepada mereka (Mat. 28:19-. ," menurut pendapat Junihot Simanjuntak (Simanjuntak, 2013, p. Teknologi yang semakin canggih dan tidak terkendali membuat sikap hamba Tuhan saat ini tidak relevan dengan pengajaran Tuhan Yesus. Seperti yang dicontohkan oleh Tuhan Yesus Kristus yang melakukan segala sesuatu atas kehendak BapaNya yang disorga pribadinya cenderung bergantung pada kecanggihan dalam penggunaan informasi dan teknologi tinggi, yang membuatnya bergantung pada Allah (Parulian & Emeliana, 2. Lois E. Lebar menyatakan bahwa "ada terlalu banyak kaum muda Kristen yang merasa seperti ini. " Mereka pergi ke gereja Tuhan, mendengarkan Firman Allah, dan kemudian pulang tanpa melakukan apa pun (Lebar, 2. Kebanyakan pengajar firman Tuhan saat ini tidak peduli bagaimana dia mengajar, yang penting adalah melakukan pekerjaan mereka sebagai pemberita firman tanpa didasarkan pada kebenaran Allah, seperti Tuhan Yesus secara konsisten menyerahkan pekerjaan pelayanan dan pengajaran-Nya kepada Sang Bapa. Paulus Lilik Kristianto berkata, "Roh Kudus adalah pengajar yang sesungguhnya (Yoh. Roh Kudus bukan hanya membimbing untuk memahami kebenaran (Yoh. , tetapi Ia juga disebut sebagai Roh Kebenaran (Yoh. " (Kristianto, 2008, p. Seorang guru dikatakan efektif dalam pengajarannya jika ia Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto memiliki dua komponen utama: kepercayaan pada Roh Kudus dan kesucian hidup, yang ditunjukkan dalam tindakan dan keteladanan. Proses belajar mengajar samgat memerlukan persiapan dan perencanaan yang matang. Ini harus mencakup metode pengajaran yang akan digunakan dalam pembelejaran. Untuk menyampaikan materi pendidikan dari firman Tuhan melalui proses pendidikan, metode mengajar diperlukan oleh seorang hamba Tuhan atau pendidik (Kadarmanto, 2004, p. Metode adalah cara seseorang menyampaikan sesuatu, terutama dalam proses belajar Metode berkaitan dengan mengajar (Cully, 1995, p. Seorang hamba Tuhan dan pendididk menggunakan metode ini dalam proses pendidikan untuk mencapai tujuan Metode itu sendiri bukanlah tujuan. itu adalah cara atau alat untuk mencapainya (E. Homrighausen & I. Enklaar, 2. Tujuan bukan tujuan itu sendiri. metode hanyalah alat untuk mencapainya. Menurut Tung, metode adalah cara untuk mengkomunikasikan pelajaran dan kebenaran kepada siswa dan antara pelajaran dan pengalaman (Tung, n. , p. Berdasarkan serangkaian pengertian di atas, dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran dalam memberitakan Injil Keraja Sorga atau berita sukacita kebenaran firman Tuhan adalah cara atau alat yang digunakan oleh seorang hamba Tuhan untuk memberi tahu Jemaat Tuhan tentang kebenaran Firman Tuhan, yaitu Injil Kerajaan Sorga dan Injil Yesus Kristus, sehingga mereka dapat memahaminya. Untuk memilih pendekatan pembelajaran yang tepat, hamba Tuhan harus bertanggung jawab. Metode pengajaran pendidik adalah yang paling mempengaruhi pemahaman siswa tentang pelajaran. Menurut BS Sidjabat, kegiatan mengajar membutuhkan metode yang tepat untuk mencapai tujuan (Sidjabat, 2000, p. Metode pembelajaran dapat membantu seseorang menjadi hamba Tuhan dan bagaimana kita bekerja dan melayani Tuhan Yesus dan manusia agar keduanya dapat bertemu satu sama lain (Nuharmara, 2007, p. Menurut beberapa penelitian sebelumnya tentang metode mengajar Tuhan Yesus Kristus, seperti Siska Siahaan dan kawan-kawan, metode mengajar dalam kitab Markus dapat digunakan sebagai model pelayanan guru Sekolah Minggu dengan cara yang berbeda. yang berbeda ini meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan oleh guru di Sekolah Minggu (Siahaan, 2. Martinus dan Krsitiani memaparkan metode mengajar Yesus dalam Kitab Markus bagi aktualisasi Guru Sekolah Minggu (Martinus, 2. Arozatulo Telaumbanua membahas tentang implementasi konsep pengajaran Tuhan Yesus Kristus pada pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (Telaumbanua, 2. Daud Darmadi memaparkan metode pengajaran Tuhan Yesus Kristus dalam tulisannya metode mengajar Tuhan Yesus Kristus dalam Injil Matius dan penerapannya dalam Pendidikan Kristen masa kini (Darmadi. Dalam penulisan artikel ini penulis memaparkan metode-metode pangajaran Tuhan Yesus Kristus dalam menyampaikan Injil Kerajaan Sorga berdasarkan Kitab Markus dengan judul Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Di Kalangan Hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto LANDASAN TEORI Metode Pengajaran Tuhan Yesus Kristus Gaya Yesus mengajar menarik banyak orang pada saat itu. Jika dilihat dari kitab Injil, banyak orang mulai bosan dengan cara mengajar guru-guru zaman itu. Catatan Injil Markus menunjukkan reaksi orang-orang. Ia mengajar mereka sebagai seorang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat, jadi mereka takjub mendengar pengajaran-Nya. Banyak orang mendengarkan Dia dengan penuh perhatian (Mark. 1:22. Apa yang dikatakan Markus sangat menarik jika dilihat lebih dalam. Dalam ayat 22, dikatakan bahwa orang banyak yang sangat besar mendengarkan Dia, yang menunjukkan bahwa Yesus mengajar dengan cara yang sangat menarik dan dengan gaya berbicara yang luar biasa. Mungkin saja Yesus menggunakan pendekatan yang berbeda dari pendekatan yang digunakan oleh guru-gurunya pada masa itu. Metode yang menarik yang digunakan Tuhan Yesus untuk mengajar menjadikannya sebagai pusat dari berbagai pendekatan yang berbeda. Pendekatan yang digunakan Tuhan Yesus ini sangat baik untuk dicontoh oleh guru-guru saat Sebab metode pembelajaran yang menarik akan membuat siswa senang, tetapi metode yang tidak menarik oleh guru akan membuat siswa bosan. minat (Matius 1:22. Yohanes 13:. Ada 5 metode mengajar yang pakai Tuhan Yesus di dalam Injil Markus yaitu: Pertama. Metode Diskusi. Diskusi yang dilakukan oleh Tuhan Yesus meliputi: Diskusi tentang hal Puasa dengan orang Farisi (Mrk. 2:18-. Tentang Hari Sabat dengan orang Farisi (Mrk. 2:23-. Memberi makan lima ribu orang (Mrk. 6:35-. dan Hukum yang terutama (Mrk. 12:28-. Kedua. Metode Perumpamaan. Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Perumpamaan yang dipakai oleh Tuhan Yesus, yaitu: Perumpamaan tentang seorang penabur (Mrk. 4:1-. Perumpamaan tentang pelita dan tentang ukuran (Mrk. 4:2. Perumpamaan tentang benih yang tumbuh (Mrk. 4:26-. dan Perumpamaan tentang biji sesawi (Mrk. 4:30-. Ketiga. Metode Tanya-Jawab. Adapun yang menjadi tema tanya jawab adalah: Kasih dalam Keluarga (Mrk. 3:31-. Belaskasihan (Mrk. 6:30-. Kasih bagi Bangsa Lain (Mrk. 7:24-. Seputar identitas-Nya (Mrk. 8:27-. Perceraian (Mrk. 10:1-. Pajak (Mrk. 12:13-. dan Kehidupan yang Kekal (Mrk. 12:18-. Keempat. Metode Penggunaan Alat Peraga. Alat peraga yang dipakai oleh Tuhan Yesus adalah : Lima roti dan dua ikan (Mrk. 6:41-. Anak kecil (Mrk. 9:36-37. Pohon Ara (Mrk. 11:20-. dan Uang Dinar (Mrk. 12:15-. Kelima. Metode Ceramah. Tuhan berceramah secara bervariasi sesuai maksud dan tujuan-Nya. Metode Ceramah yang Ia pakai adalah: Pidato Ekstemporan Monolog (Mrk. 13:5-. Informatif (Mrk. 13:14-. Nasihat (Mrk. 13:33-. dan Persuasif (Mrk. 1:21-. Tuhan Yesus dapat menggunakan kelima metode mengajar dalam Injil Markus tersebut tepat sasaran sesuai konteksnya (Homrighausen. Enklaar, 2. Tuhan Yesus adalah seorang guru teladan yang penuh kasih. Keteladanan dan metode mengajar-Nya sangat penting dimiliki hamba Tuhan Yesus dalam mengajarkan firman Tuhan. Metode yang baik juga akan menentukan tingkat pemahaman pendengar dan kualitas rohani jemaat yang dipimpinnya. Yesus menggunakan kata-kata yang setara dengan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto pengertian lawan bicara-Nya, sehingga pendengar-ya mudah mengerti berita yang di sampaikan-Nya dan pendengar-Nya percaya kepada-Nya. Metode Diskusi Menurut Ruth Laufer, diskusi adalah. Aupercakapan yang direncanakan dan yang melibatkan dua orang atau lebih. Metode ini dipakai untuk memproses suatu masalah atau problema, isu dan sebagainya, dan memberikan satu pengertian bersama, bahkan menolong sehingga ada solusi yang dapat menjadi bagian dalam pribadinya. Ay (Laufer, 1986, p. Metode diskusi merupakan cara penyajian pelajaran di mana para peserta didik dihadapkan pada suatu masalah yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematik untuk dibahas dan dipecahan bersama. Metode diskusi merupakan respons terhadap metode-metode lainnya, yang dianggap kurang memberikan kesempatan kepada partisipan atau peserta untuk aktif. Dalam diskusi ada interaksi, hubungan komunikasi timbal balik, di mana tidak hanya pengajar atau pendidik yang aktif berbicara, namun partisipan atau peserta didik juga ikut berperan aktif. Pada umumnya metode ini akan berlangsung dengan baik jika para peserta yang terlibat memiliki kesamaan minat dan tingkat pendidikan (Martinis, 2013, p. Metode diskusi itu harus dilakukan secara terencana untuk membahas suatu masalah dengan melibatkan beberapa orang baik melalui pernyataan maupun pertanyaan untuk menemukan solusi bersama (Mulyasa, 2006, p. Metode diskusi bertujuan untuk penyelesaian atau pemecahan masalah, pengumpulan gagasan yang dilakukan secara mendadak, studi kasus, dan debat. Diskusi yang ditampilkan Tuhan Yesus Kristus . Yesus dengan orang Farisi: Hal Puasa (Markus 2:18-. Yesus dengan Orang Farisi: Hari Sabat (Markus 2:23-. Yesus dengan para Murid-Nya: Memberi Makan Lima Ribu Orang (Markus 6:35-. Yesus dengan Ahli Taurat: Hukum yang Terutama (Markus 12:28- . Metode Perumpamaan Dalam pengajaran-Nya Tuhan Yesus juga menggunakan Metode Perumpamaan. Tuhan Yesus memilih menggunakan perumpamaan dalam mengajar ketika berhadapan dengan orang yang kurang terpelajar. Dalam dunia kristiani istilah 'perumpamaan' dikhususkan untuk cerita-cerita atau lukisan-lukisan yg digunakan Tuhan Yesus untuk mengajarkan kebenaran-kebenaran rohani. Dalam pewartaanya. Yesus menggunakan perumpamaanperumpamaan agar setiap pendengarnya mudah untuk memahami pewartaan yang Ia sampaikan (Perumpamaan Sebagai Model Pembelajaran Yang Efektif Untuk Proses Belajar Mengajar, 2. Perumpaan adalah kisah atau contoh yang diberikan secara berdampingan dengan kisah atau topik yang berbeda. Perumpamaan Yesus adalah kisah-kisah yang diberikan secara berdampingan dengan suatu kebenaran guna menjabarkan kebenaran itu. Perumpaan-Nya adalah alat bantu mengajar dan dapat dianggap sebagai analogi. Perumpamaan seperti ini kadang disebut sebagai kisah duniawi dengan arti sorgawi. Cara yang di pakai oleh Tuhan Yesus dalam menggunakan perumpamaan dalam mengajar yaitu dengan memperhatikan siapa pendengar-Nya. Kalau pendengarnya sebagian Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto besar para petani maka maka dalam pemberitaan-Nya. Ia menggunakan perumpamaan biji sesawi, lalang diantara gandum, pembajak sawah, penabur benih dan sebagainya untuk Tuhan. Kalau maka Yesus menggunakan perumpamaan pukat, jala dan sebagainya (Michaelis, 1973, pp. 18Ae. Metode pengajaran dengan perumpamaan dalam Injil Markus, . Perumpamaan Tentang Penabur (Markus 4:1-. Perumpamaan Tentang Pelita (Markus 4:21-. Perumpamaan Tentang Ukuran (Markus 4:24-. Perumpamaan Tentang Benih (Mrk. Perumpamaan Tentang Biji Sesawi (Markus 4:30-. Biji Sesawi (Markus 4:30-. Perumpamaan Tentang Penggarap-Penggarap Kebun Anggur (Markus 12:1-. Metode Tanya-Jawab Metode Tanya Jawab adalah metode mengajar yang memungkinkan terjadinya komunikasi langsung yang bersifat two way traffic sebab pada saat yang sama terjadi dialog antara guru dan murid (Sudjana, 2009, p. Guru bertanya murid menjawab atau sebaliknya murid bertanya guru menjawab. Dalam komunikasi ini terlihat adanya hubungan timbal balik secara langsung antara guru dan murid. Metode pembelajaran Tanya Jawab sangat penting untuk mengaktifkan setiap murid dalam berpikir, melatih murid berbicara atau mengeluarkan pendapatnya (L, 1985, p. Tuhan Yesus menghargai setiap jawaban yang diberikan oleh murid-Nya. Yesus tidak memberikan pertanyaan atau jawaban yang menyinggung atau menyakiti hati murid-murid-Nya (Yesus Rendah Hati, 2. Metode Tanya jawab yang ditampilkan Tuhan Yesus Kristus adalah, . Kasih dalam Keluarga (Markus 3:31-. : . Belas kasihan (Markus 6:30-. Kasih bagi Bangsa Lain (Markus 7:24-. Identitas Yesus (Markus 8:27-. Identitas Yesus (Markus 8:2. Perceraian (Mrk. 10:1-. Pajak (Markus 12:13-. Kehidupan Yang Kekal (Markus 12:18-. Metode Penggunaan Alat Peraga Alat peraga adalah media alat bantu pembelajaran dan segala macam benda yang digunakan untuk memperagakan materi pelajaran. Pentingnya alat peraga untuk mengongkritkan pemahaman yang masih abstrak. Penggunaan alat peraga bertujuan agar pembelajaran menjadi aktif dan kreatif dan membantu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik. Pembelajaran dengan menggunakan media alat peraga dapat meningkatkan interaksi antara guru dan siswa, membuat siswa lebih fokus dalam belajar (Sulistyo, 2022, p. Tuhan Yesus selalu mencari dan menemukan berbagai cara dalam mengajar, dan dalam menghadapi berbagai situasi pendengar-Nya. Pengajaran-Nya menimbulkan kesan yang mendalam bagi pendengar-Nya. Mereka takjub dan mempunyai keinginan untuk belajar lebih dalam lagi. Sebab disamping Dia mengajar dengan berbagai media alat peraga, dan metode. Tuhan Yesus juga mengajar dengan kuasa-Nya. Dengan menggunakan media visual dalam pengajaranNya, orang-orang yang mendengar-Nya mampu memahaminya dan mudah mengingatnya Metode pengajaran Tuhan Yesus Kristus, yang menggunakan alat peraga, disebutkan dalam . Lima Roti dan Dua Ikan (Markus 6:41-. Anak Kecil (Markus 9:36-. Pohon Ara (Markus 11:20-. Uang Dinar (Markus 12:13-. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto Metode Ceramah Metode ceramah adalah salah satu metode mengajar yang di pakai oleh Tuhan Yesus (Markus 13:5-. Metode ceramah dilakukan dengan penerangan dan penuturan secara lisan oleh seorang nara sumber kepada pendengarnya. Sang Guru bebas menyampaikan materi pelajaran-Nya tanpa dibatasi waktu dan kondisi. Dalam hal ini, murid-murid-Nya hanya jadi pendengar yang pasif yang hanya mengamini perkataan Sang Guru. Karena materi ajar-Nya berasal dari diri-Nya. Ia selalu siap untuk mengajar dalam berbagai kesempatan. Mengajar dengan metode ceramah tidak membutuhkan peralatan yang rumit, mudah untuk dilakukan, cakupan materi yang disampaikan guru menjadi lebih banyak, kondisi kelas dan suasana pembelajaran lebih mudah dikontrol dan peserta didik bisa mendapatkan ilmu pengetahuan secara langsung. Tuhan Yesus mengajar sangat baik dan menarik sehingga tidak membosankan para pendengar-Nya. Ia menguasai materi pelajaran, mengenal murid-muridNya secara pribadi, tahu latar belakang para murid-Nya dan agama mereka masing-masing. Pidato Ekstemporan Monolog (Markus 13:5-. Pidato Ekstemporan Monolog (Markus 13:5-. Pidato Ekstemporan Monolog (Markus 13:5-. Persuasif (Mrk. 1:21-. METODE Penulis dalam artikel ini menggunakan metode penelitian kwantitatif. Metode penelitian kuantitatif merupakan suatu cara yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian yang berkaitan dengan data berupa angka dan program statistik. Untuk dapat menjabarkan dengan baik tentang pendekatan dan jenis penelitian, populasi dan sampel, instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, dan analisis data dalam suatu proposal dan/atau laporan penelitian diperlukan pemahaman yang baik tentang masing-masing konsep tersebut. Metode penelitian kuantitatif adalah sebuah metode penelitian yang di dalamnya menggunakan banyak angka, sebuah studi mendalam dan penuh dengan kehati-hatian dari segala fakta. Penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang sistematis, terencana, dan terstruktur (Nugroho, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengumpulan Data Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Di Kalangan Hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat (Y). Statistics Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Valid Missing Mean 317,3939 Median 316,0000 Mode 315,00 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto Std. Deviation Range Minimum Maximum Sum 11,04380 70,00 280,00 350,00 20948,00 Berdasarkan data responden sebanyak 66, dihasilkan skor empiris antara 280 sampai dengan 350, mean sebesar 317,3939, median sebesar 316, modus sebesar 315, standar deviasi 11,04380 dan range sebesar 70. Metode Diskusi (D. Statistics Metode Diskusi Valid Missing Mean 51,7879 Median 52,0000 Mode 54,00 Std. Deviation 3,17933 Range 14,00 Minimum 45,00 Maximum 59,00 Sum 3418,00 Berdasarkan data responden sebanyak 66, dihasilkan skor empiris antara 45 sampai dengan 59, mean sebesar 51,7879, median sebesar 52, modus sebesar 54 dan standar deviasi sebesar 3,17933 dan range sebesar 14. Metode Perumpamaan (D. Statistics Metode Perumpamaan Valid Missing Mean 71,6818 Median 72,0000 Mode 73,00 Std. Deviation 3,39755 Range 16,00 Minimum 64,00 Maximum 80,00 Sum 4731,00 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto Berdasarkan data responden sebanyak 66, dihasilkan skor empiris antara 64 sampai dengan 80, mean sebesar 71,6818, median sebesar 72, modus sebesar 73 dan standar deviasi sebesar 3,39755 dan range sebesar 16. Metode Tanya - Jawab (D. Statistics Metode Tanya - Jawab Valid Missing Mean 85,6667 Median 86,0000 Mode 85,00 Std. Deviation 3,76761 Range 20,00 Minimum 75,00 Maximum 95,00 Sum 5654,00 Berdasarkan data responden sebanyak 66, dihasilkan skor empiris antara 75 sampai dengan 95, mean sebesar 85,6667, median sebesar 86, modus sebesar 85 dan standar deviasi sebesar 3,76761 dan range sebesar 20. Metode Penggunaan Alat Peraga (D. Statistics Metode Penggunaan Alat Peraga Valid Missing Mean 49,6667 Median 50,0000 Mode 49,00 Std. Deviation 2,62727 Range 12,00 Minimum 43,00 Maximum 55,00 Sum 3278,00 Berdasarkan data responden sebanyak 66, dihasilkan skor empiris antara 43 sampai dengan 55, mean sebesar 49,6667, median sebesar 50, modus sebesar 49 dan standar deviasi sebesar 2,62727 dan range sebesar 12. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto Metode Ceramah (D. Statistics Metode Ceramah Valid Missing Mean 58,5909 Median 59,0000 Mode 59,00 Std. Deviation 2,35325 Range 15,00 Minimum 49,00 Maximum 64,00 Sum 3867,00 Berdasarkan data responden sebanyak 66, dihasilkan skor empiris antara 49 sampai dengan 64, mean sebesar 58,5909, median sebesar 59, modus sebesar 59 dan standar deviasi sebesar 2,35325 dan range sebesar 15. Uji Persyaratan Analisis Persyaratan analisis regresi merupakan prosedur yang harus dilaksanakan dan dipenuhi, sehingga kesimpulan yang diambil dari hasil analisis regresi yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya apabila syaratAesyarat analisisnya telah dipenuhi. Persyaratan uji analisis regresi meliputi uji normalitas, uji linieritas, dan uji homogenitas. Adapun penjabarannya adalah sebagai berikut: Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk variabel . ndogenous Variabl. dan semua dimensi . xogenous variabl. dengan estimasi proporsi melalui rumus Blom dengan pendekatan P-P Plot guna mengetahui apakah nilai residu yang diteliti memiliki distribusi normal atau tidak Nilai residu berdistribusi normal jika dilihat pada gambar normal PAeP Plot regresion standardized, titikAetitik/sebaran data mengarah atau berada disekitar garis diagonal serta tidak memiliki outlier. Demikian juga dengan detrended untuk sebaran data variabel maupun indikator tidak menggambaran kurve tertentu dan terkumpul di sekitar garis horisontal yang melalui titik nol . etrended lampira. Dari uji normalitas PAeP Plot regresion standardized dengan bantuan SPSS 25 diketahui sebagai berikut. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto Dari gambar A. PAeP plot dari dimensi 1 Metode Diskusi menunjukkan bahwa data berdistribusi secara normal karena titikAetitik (Plo. mengikuti garis diagonal. Dari gambar B. PAeP plot dari dimensi 2 Metode Perumpamaan berdistribusi secara normal karena titikAetitik (Plo. mengikuti garis diagonal. Dari gambar C. PAeP plot dari dimensi 3 Metode Tanya - Jawab menunjukkan bahwa data berdistribusi secara normal karena titikAetitik (Plo. mengikuti garis diagonal. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto Dari gambar D. PAeP plot dari dimensi 4 Metode Penggunaan Alat Peraga menunjukkan bahwa data berdistribusi secara normal karena titikAetitik (Plo. mengikuti garis diagonal. Dari gambar E. PAeP plot dari dimensi 5 Metode Ceramah di atas menunjukkan bahwa data berdistribusi secara normal karena titikAetitik (Plo. mengikuti garis diagonal. Dari gambar PAeP plot dari endogenous variabel di atas menunjukkan bahwa data berdistribusi secara normal karena titikAetitik (Plo. mengikuti garis diagonal. Uji Linearitas Uji Linearitas merupakan suatu perangkat uji yang diperlukan untuk mengetahui bentuk hubungan yang terjadi di antara variabel X dan Y. Uji ini dilakukan untuk melihat apakah ada nilai linear yang signifikan dari dua buah variabel yang sedang diteliti. Uji ini merupakan prasyarat penggunaan uji hipotesis baik itu dengan korelasi maupun regresi. Linearitas akan terpenuhi dengan asumsi jika plot antara nilai residual terstandarisasi dengan nilai prediksi terstandarisasi tidak membentuk suatu pola tertentu . Uji linieritas dihitung dengan uji galat regresi linier atau uji linieritas atas penyimpangan . eviation from liniearit. Uji linieritas dilakukan untuk melihat apakah persamaan regresi Y = a bXn berbentuk Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto persamaan linier untuk menemukan bahwa persamaan regresi berbentuk linier atau tidak dengan melihat besarnya koefisien P-Value. Dua variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linier bila nilai linearity kurang dari 0,05 atau deviation from linearity lebih dari 0,05. Uji Linieritas D1-Y ANOVA Table Sum of Squares Implementasi Between (Combine. 4284,84 Metode Groups Mengajar Linearity 3282,24 Tuhan Yesus Kristus Deviation 1002,59 Berdasarkan from Linearity Injil Markus * Within Groups 3642,91 Metode Diskusi Total 7927,75 Mean Square Sig. 14 306,060 4,285 ,000 1 3282,24 45,95 13 77,123 1,080 ,000 ,397 71,430 Output pengujian linieritas Dimensi D1 Metode Diskusi menunjukan bahwa nilai signifikansi liniearity adalah 0,000 dan deviation from linierity 0,397 lebih besar atau sama dengan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Dimensi D1 Metode Diskusi dinyatakan linier. Uji Linieritas D2AeY Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus * Metode Perumpamaan ANOVA Table Sum of Squares Betwee (Combine. 5709,63 Groups Linearity 4445,14 Deviation 1264,49 from Linearity Within Groups 2218,12 Total 7927,75 Mean Square 14 407,831 9,377 Sig. ,000 1 4445,14 102,205 13 97,269 2,236 ,000 ,121 43,493 Output pengujian linieritas Dimensi D2 Metode Perumpamaan menunjukan bahwa nilai signifikansi liniearity adalah 0,000 dan deviation from linierity 0,121 lebih besar atau sama Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto dengan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Dimensi D2 Metode Perumpamaan dinyatakan Uji Linieritas D3AeY ANOVA Table Sum of Squares Implementasi Between (Combined 6221,68 Metode Groups Mengajar Linearity 4915,62 Tuhan Yesus Kristus Deviation 1306,06 Berdasarkan Injil Markus * Linearity Metode Tanya - Within Groups 1706,07 Jawab Total 7927,75 Mean Square Sig. 14 444,406 13,285 ,000 1 4915,62 146,94 13 100,466 3,003 ,000 ,202 33,452 Output pengujian linieritas Dimensi D3 Metode Tanya - Jawab menunjukkan bahwa nilai signifikansi liniearity adalah 0,000 dan deviation from linierity 0,202 lebih besar atau sama dengan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Dimensi D3 Metode Tanya - Jawab dinyatakan linier. Uji Linieritas D4AeY ANOVA Table Sum of Squares (Combine. 5210,225 4187,356 1022,869 2717,532 7927,758 Implementasi Between Metode Groups Linearity Mengajar Tuhan Yesus Kristus Deviation from Berdasarkan Injil Linearity Markus * Within Groups Metode Total Penggunaan Alat Peraga Mean Square 473,657 9,412 4187,35 83,20 102,287 2,033 Sig. ,000 ,000 ,147 50,325 Output pengujian linieritas Dimensi D4 Metode Penggunaan Alat Peraga menunjukkan bahwa nilai signifikansi liniearity adalah 0,000 dan deviation from linierity 0,147 lebih besar atau sama dengan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Dimensi D3 Metode Tanya - Jawab dinyatakan linier. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto Uji Linieritas D5AeY Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus * Metode Ceramah ANOVA Table Sum of Squares Between (Combine. 5216,46 Groups Linearity 3563,96 Deviation 1652,50 from Linearity Within Groups 2711,28 Total 7927,75 Mean Square 11 474,224 9,445 Sig. ,000 1 3563,96 70,98 10 165,251 3,291 ,000 ,102 50,209 Output pengujian linieritas Dimensi D5 Metode Ceramah menunjukkan bahwa nilai signifikansi liniearity adalah 0,000 dan deviation from linierity 0,102 lebih besar atau sama dengan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Dimensi D3 Metode Tanya - Jawab dinyatakan Uji Homogenitas Uji homogenitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa dua atau lebih kelompok data responden berasal dari populasi yang memiliki variansi yang sama. Pada analisis regresi, persyaratan analisis yang dibutuhkan adalah bahwa galat regresi untuk setiap pengelompokan berdasarkan variabel terikatnya memiliki variansi yang sama. Uji Homogenitas YAeD1- D5 Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic Metode Based on Mean 2,067 Diskusi Based on Median ,633 Based on Median and ,633 with adjusted df Based on trimmed mean 2,018 Metode Based on Mean 2,343 Perumpamaa Based on Median 1,534 Based on Median and 1,534 with adjusted df Based on trimmed mean 2,304 Metode Based on Mean 4,427 18,730 Sig. ,030 ,850 ,831 18,911 ,035 ,014 ,133 ,182 ,016 ,000 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto Tanya Jawab Metode Penggunaan Alat Peraga Metode Ceramah Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean 1,756 1,756 12,300 ,073 ,159 4,147 2,249 1,450 1,450 18,303 ,000 ,018 ,166 ,218 2,164 1,905 ,708 ,708 7,670 ,023 ,048 ,781 ,742 1,770 ,070 Pertama. Dari hasil analisis data SPSS 25 untuk uji homogenitas antara variabel Y dengan Dimensi D1 Metode Diskusi dapat diketahui karena p-value = 0,831 > 0,05 maka dapat disimpulkan data diambil dari responden yang homogen. Kedua. Dari hasil analisis data SPSS 25 untuk uji homogenitas antara variabel Y dengan Dimensi D2 Metode Perumpamaan maka dapat diketahui karena p-value = 0,182 > 0,05 maka dapat disimpulkan data diambil dari responden yang homogen. Ketiga. Dari hasil analisis data SPSS 25 untuk uji homogenitas antara variabel Y dengan Dimensi D3 Metode Tanya - Jawab maka dapat diketahui karena p-value = 0,159 > 0,05 maka dapat disimpulkan data diambil dari responden yang homogen. Keempat. Dari hasil analisis data SPSS 25 untuk uji homogenitas antara variabel Y dengan Dimensi D4 Metode Penggunaan Alat Peraga dapat diketahui karena pvalue = 0,218 > 0,05 maka dapat disimpulkan data diambil dari responden yang homogen. Kelima. Dari hasil analisis data SPSS 25 untuk uji homogenitas antara variabel Y dengan Dimensi D5 Metode Ceramah dapat diketahui karena p-value = 0,742 > 0,05 maka dapat disimpulkan data diambil dari responden yang homogen. Pengujian Hipotesis dan Hasil Penelitian Pertama, berdasarkan pengujian hipotesis pertama dengan confident Interval dihasilkan Lower Bound dan Upper Bound 314,6790 Ae 320,1088 yang berada pada interval kategori Hal tersebut menunjukkan bahwa posisi Tingkat Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Di Kalangan Hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat (Y) ada pada kategori sedang sehingga hipotesis yang menyatakan implementasi pada kategori sedang dinyatakan diterima. Bahwa Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Di Kalangan Hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat sudah mencapai 88,165% yang menyatakan sebenarnya mayoritas Hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat merasa dan mengaku sudah Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto mengimplementasikan Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus. Kedua, berdasarkan pengujian hipotesis kedua dengan regresi menunjukkan bahwa Dimensi Metode tanya jawab (D. memiliki nilai determinasi tertinggi yaitu 0,787 dengan kontribusi terhadap endogenous variabel sebesar 62%. Hal ini menandakan bahwa dimensi yang paling dominan menentukan Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Di Kalangan Hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat (Y) adalah Metode tanya jawab (D. Hal tersebut didukung dengan pengujian ulang dengan CRT yang menunjukkan hasil yang sama. Dari tabel Surrogates diketahui dimensi Metode Tanya - Jawab (D. , mampu memperbaiki sebesar 41,150 point dari kondisi Tingkat Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Di Kalangan Hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat (Y). Sehingga hipotesis yang diajukan Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Di Kalangan Hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat (Y) adalah Metode ceramah (D. dinyatakan ditolak. Ketiga, pengujian hipotesis ketiga menggunakan CRT menunjukkan hasil latar belakang pendidikan menjadi kategori latar belakang paling dominan membentuk Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Di Kalangan Hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat (Y). Dari tabel suragates diketahui Latar belakang Pendidikan mampu memperbaiki sebesar 10,368 point dari kondisi Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Di Kalangan Hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat (Y). Dari hasil angket diketahui bahwa dari 66 responden setelah dikurangi 20 responden percobaan, terdiri dari 5 orang berpendidikan SD, 28 berpendidikan SMA, 13 orang berpendidikan D3, 19 orang berpendidikan S1 dan 1 berpendidikan S2. KESIMPULAN Pertama, pengujian atas hipotesis pertama menunjukkan bahwa Tingkat Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Di Kalangan Hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat (Y) ada pada kategori sedang, hal ini sesuai dengan hipotesis yang diajukan. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dinyatakan diterima. Diketahui dari hasil perhitungan dengan mengunakan perhitungan statistik Confidence Interval pada taraf signifikansi 5% dihasilkan Lower Bound dan Upper Bound 314,6790 Ae 320,1088 yang menyatakan berada pada interval sedang. Kedua, pengujian atas hipotesis kedua menunjukkan bahwa dimensi yang paling dominan menentukan Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Di Kalangan Hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat adalah dimensi Metode tanya jawab (D. , sedangkan hipotesis yang diajukan adalah dimensi Metode ceramah (D. , dengan demikian hipotesis yang diajukan dinyatakan ditolak. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan analisis Regresi linier menyatakan bahwa dimensi Metode tanya jawab (D. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto memiliki nilai determinasi tertinggi yaitu 0,787 dengan kontribusi terhadap endogenous variabel sebesar 62%. Hal tersebut didukung dengan pengujian ulang dengan CRT yang menunjukkan hasil yang sama. dari tabel Surrogates diketahui dimensi Metode tanya jawab (D. , mampu memperbaiki sebesar 41,150 point dari kondisi Tingkat Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Di Kalangan Hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat (Y). Ketiga, pengujian atas hipotesis ketiga menunjukkan bahwa kategori latar belakang yang dominan menentukan Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Di Kalangan Hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat adalah pendidikan, hal ini sesuai dengan hipotesis yang diajukan. Dengan demikian Hipotesis yang diajukan dinyatakan diterima. Dari hasil analisis menggunakan Classification and regression trees (CRT) menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan menjadi kategori latar belakang paling dominan membentuk Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Di Kalangan Hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat (Y). Dari tabel suragates diketahui Latar belakang Pendidikan mampu memperbaiki sebesar 10,368 point dari kondisi Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Di Kalangan Hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat (Y). Karena diketahui bahwa Implementasi Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus Di Kalangan Hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat tergolong sedang dinyatakan Melihat hal tersebut, peneliti memandang level Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus Berdasarkan Injil Markus sangat perlu ditingkatkan lagi. Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat, bahwa metode mengajar Tuhan Yesus Kristus berdasarkan Injil Markus di kalangan hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat perlu dievaluasi sehingga ke depannya lebih baik lagi. perlunya hamba Tuhan Yesus Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat melakukan pelatihan metode mengajar, . membantu hamba Tuhan Yesus Kristus di Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat untuk mengetahui tentang Metode Mengajar Tuhan Yesus Kristus berdasarkan Injil Markus. membantu hamba Tuhan Yesus Kristus agar lebih mempraktikkan metode mengajar Tuhan Yesus Kristus. Gereja Utusan Pantekosta Di Indonesia Wilayah IX Kabupaten Sekadau. Kalimantan Barat diharapkan memfasilitasi hamba Tuhan Yesus Kristus untuk belajar tentang metode mengajar Tuhan Yesus Kristus. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 2 Juni 2024 Sinardi. Hana Suparti. Kristian Handoyo Sugiyarto DAFTAR PUSTAKA