JURNAL PERTANIAN BERBASIS KESEIMBANGAN EKOSISTEM http://e-journal. id/index. php/agrimeta Vol . 14 No 1 (APRIL, 2. 11 - 15 e-ISSN : 2721-2556 . p-ISSN : 2088-2531 PENGARUH KONSENTRASI POC AIR KELAPA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT(Capsicum frutescen. Komang Dean Ananda. Ni Putu Eka Pratiwi*. Ramdhoani. I Nyoman Aditya Wirananta Kusuma Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian dan Bisnis. Universitas Mahasaraswati Denpasar *Corresponding Author: ekkapratiwi@unmas. ABSTRACT Production of rawit pepper in Bali has decreased from 2020 to 2022. By 2020, production of chili in Bali will be around 43,380 tonnes, while by 2022 production will significantly decrease to 34,948 tonnes. This decrease is due to the decline in the cultivation of rawit peppers, resulting in decreased harvest yields as well, then the lack of maximum fertilization makes the ravit pepper farmers fail to harvest, so the purpose of this research is to find out the influence of different coconut water POC concentrations on the polybag system on the growth and yield of ravit Pepper plants to get the right POC water concentration of coconut pepper in rawit plants. The scheme used in the study is a group random scheme (RAK), with 6 treatments POC coconut water i. P0=Control. P1=100 ml/liter of water. P2=200 ml/litre of air. P3=300 ml/Liter of Water. P4=400ml/Litre of Water. P5=500 ml /Liter. is the result of the administration of POC Coconut Water P5 500 ml/1 litre of water gives the best results such as plant height 48,25 cm, number of leaves 33. 75 strands, amount of flowers 7. 5 flowers, volume of fruit 3. 5 pieces, fresh fruit 3. 88 g and wet weight of crop 38. 43 g. The effect of the POC water administration is the lowest occurred on POC COC water supply P0 . such as crop height 27 cm, the number of strands 20. 75 leaves, the amount of flower flowers 2. 25 fruit 1. 75 amount of fruit, the weight of fresh fruit 2. 50 g and moist weight of the crop 15. Conclusion Research results of the influence of POC concentrations of coconut water on growth parameters and the yield of pepper crops show a very real influence on all parameters. Keywords : POC coconut water. Raw Cabbage Plants. Concentration . Growth. Outcome PENDAHULUAN Tanaman cabai rawit (Capsicum frutescen. merupakan salah satu jenis sayuran yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Selain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, cabai rawit juga banyak digunakan sebagai bahan baku industri pangan dan farmasi. Hal tersebut menyebabkan komoditas ini memiliki potensi pemasaran, baik tujuan domestik maupun ekspor (Munandar, 2. Produksi cabai rawit di Bali menurun dari tahun 2020 sampai 2022. Pada tahun 2020 produksi cabai di Bali sekitar 43. 380 ton, sedangkan pada tahun 2022 produksi cabai signifikan menurun menjadi 948 ton (BPSB, 2. Penurunan ini terjadi akibat adanya budidaya cabai rawit yang menurun yang mengakibatkan hasil panen juga menurun, lalu adanya pemupukan yang kurang maksimal membuat petani cabai rawit mengalami gagal panen, serta kebutuhan manusia akan cabai rawit yang meningkat. Maka dari itu dengan terjadinya penurunan sangat diperlukan adanya usaha untuk meningkatkan pertumbuhan cabai Dalam usaha untuk meningkatkan hasil panen cabai ada beberapa cara, salah satunya dengan menggunakan pupuk secara optimal. Terdapat 2 jenis pupuk yaitu, pupuk anorganik dan pupuk organik. Pupuk anorganik merupakan pupuk yang diproduksi oleh pabrik-pabrik pupuk dengan mencampur bahanbahan kimia . dengan tingkat kadar hara yang tinggi. Pupuk anorganik ini dapat menyebabkan tanah menjadi tidak sehat, karena mikroorganisme yang berada di dalam tanah mati yang disebabkan zat zat kimia yang tidak cocok dengan mikroorganisme Pupuk organik merupakan jenis pupuk yang berasal dari bahan-bahan alami yang mengandung bahan organik, seperti bahan tumbuhan, hewan, atau limbah organik lainnya. Pupuk organik secara alami mengandung nutrisi esensial bagi tanaman, seperti AGRIMETA. VOL. 14 NO. APRIL 2024. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 nitrogen, fosfor, kalium, mikronutrien, dan bahan organik yang bermanfaat. (Kustono, 2. organik ini memberikan dampak positif untuk jangka panjang karena tanah menjadi subur dan cocok sebagai habitat biota tanah. Jenis jenis pupuk organik ada beberapa macam seperti pupuk kandang, pupuk kompos, pupuk hijau, pupuk hayati, humus, pupuk serasah, pupuk guano, dan pupuk organik cair. Dalam penelitian ini menggunakan Organik Cair (POC) Air Kelapa untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman rawit. (Kustono. Pemanfaatan air kelapa untuk bahan organik merupakan cara alternatif sebagai bahan pengganti bahan sintetik yang digunakan dalam pembuatan media Air kelapa selain mudah didapatkan, juga memiliki harga yang lebih terjangkau. Air kelapa juga mengandung hormon sitokinin yang baik untuk pertumbuhan, sama seperti penambahan gula. Penambahan gula sesuai dengan kebutuhan untuk menyediakan sumber energi selama pertumbuhan Pasokan sukrosa dalam media in vitro berfungsi sebagai pengganti untuk mengasilkan fotosintesis eksplan sebagai sumber karbo (Samudera. Sukrosa memiliki peran seluler penting seperti produksi energi dalam respirasi, regulasi stabilitas membrane, dan mendukung proses pembentukan sel baru pada tumuhan. (Heriansyah, 2. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sampai dengan Februari 2024. Lokasi penelitian dilaksanakan pada lahan perkebunan yang berlokasi di Jalan Nangka Gang Cendrawasih No. Denpasar. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 24 tanaman cabai yang berumur 9 HST dan POC air kelapa, tanah subur. EM4. Polybag yang berukuran 15 x 30 cm dan Alat yang digunakan pada penelitian ini yaitu tempat semprot pupuk cair (POC), penggaris, kamera, alat tulis, dan timbangan analog. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan dengan total percobaan 24 percobaan, berikut rancangan percobaan P0 = kontrol . anpa perlakua. P1= 100 ml POC air kelapa /l air P2= 200 ml POC air kelapa /l air P3= 300 ml POC air kelapa /l air P4= 400 ml POC air kelapa /l air P5= 500 ml POC air kelapa /l air Cara Pembuatan POC Air Kelapa : Dimasukkan 10 liter air kelapa ke dalam wadah drum atau galon. Kemudian ditambahkan EM4 dan tetes tebu masing-masing 200 ml. Diaduk semua bahan agar Lakukan setiap hari selama 1 menit. Dibiarkan di ruang yang teduh atau tidak terkena sinar matahari selama 10 hari hingga fermentasi selesai. (Pada hari ke 10. POC dianggap sudah siap digunaka. Keberhasilan fermentasi dapat ditentukan dengan buka tutupnya setelah 10 hari, dan jika berbau tape bukan bau busuk, berarti fermentasi telah berhasil. Aplikasi Air Kelapa : Pupuk Akar : Ambil sesuai perlakuan diatas POC air kelapa lalu larutkan ke dalam air sesuai perlakuan. Lalu disiramkan ke media tanam sekitar perakaran sebanyak perlakuan yang diberikan. Perlakuan Aplikasi Aplikasi Aplikasi Aplikasi Persiapan Media Tanam Media tanam yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa tanah subur. Media tanam subur dimasukan kedalam polybag 5 kg. Pencampuran media tanam ini dilakukan satu minggu setelah persemaian tanaman cabai selesai. Persemaian Persemaian dilakukan pada tray semai dengan menanam satu benih pada tiap lubang tray semai. Persemaian dilakukan selama 3-9 hari. Penanaman Penanaman bibit cabai rawit dilakukan tepat pada tengah polybag dan dilakukan pada sore hari, setiap polybag berisi satu tanaman cabai. Jarak antara polybag adalah 15 cm x 30 cm, ini bertujuan untuk mendapatkan ruang tumbuh yang baik bagi pertumbuhan tanaman guna menghindari persaingan sinar matahari. Pemeliharaan Penyiraman tanaman dilakukan sekali dalam dua hari pada saat sore hari dan dilakukan penyiangan gulma agar tidak terjadi kompetisi unsur hara antara tanaman dan gulma. Penyiangan dilakukan secara manual menggunakan tangan setelah tanaman berumur 15 hari agar tidak merusak perakaran tanaman. Pemanenan Cabai dipanen pada umur 112 hari setelah tanam (HST). Ciri-cirinya yaitu pada buah sudah bewarna Cara pemanenan adalah dengan mencabut buah dari tanaman sampelnya dimasukan dalam plastik. Hal ini bertujuan agar tidak merusak buah cabai akibat adanya gesekan. Variabel Penelitian Tinggi tanaman . Tinggi tanaman diukur mulai dari permukaan tanah sampai titik tumbuh dengan menggunakan penggaris. AGRIMETA. VOL. 14 NO. APRIL 2024. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 Pengukuran dilakukan seminggu sekali sampai tanaman cabai rawit berbuah. Jumlah daun . Pengamatan jumlah daun dilakukan setiap minggu, daun yang dihitung adalah seluruh daun dalam 1 pohon selama tanaman cabai tumbuh buah. Jumlah bunga Pengamatan bunga dilakukan pada 105 hst, bunga yang dihitung adalah bunga yang terbuka sempurna, pengamatan jumlah bunga selesai sampai tumbuh buah. Jumlah buah . Pengamatan dilakukan pada tanaman cabai berumur 112 hst, atau buah buah saat pertama kali muncul hingga panen pertama selesai. Berat segar buah . Berat segar buah didapat setelah panen dengan cara menimbang seluruh buah cabai, ditimbang memakai timbangan analog. Berat segar total tanaman . Berat segar basah tanaman didapat setelah panen dengan cara menimbang dari akar sampai seluruh bagian tanaman cabai. Analisis Data Semua data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan analisis varian sesuai dengan rancangan yang digunakan yaitu rancangan Acak Kelompok (RAK). Apabila perlakuan berpengaruh nyata atau sangat, maka dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Tabel 1. Hasil Tinggi Tanaman Cabai Rawit. Perlakuan BNT 5% 84 Hst Tinggi Tanaman . 91 Hst 98 Hst Hst Hst Hasil Jumlah Daun Hasil analisis statitiska menunjukkan bahwa, pengaruh Pemberian beberapa POC air kelapa pada tanaman cabai rawit pada sistem polybag berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah daun. Jumlah daun terbanyak yaitu 33. 75 helai dan yang terendah yaitu 75 helai. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik cair (POC) dari air kelapa memiliki dampak yang signifikan pada pertumbuhan tanaman cabai rawit, terutama dalam hal peningkatan jumlah daun. Dengan adanya variasi yang tercatat dari jumlah daun tanaman cabai rawit, terlihat bahwa pemilihan jenis dan konsentrasi POC yang tepat dapat mempengaruhi secara positif perkembangan tanaman. Tabel 2. Hasil Daun Tanaman Cabai Rawit HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh beberapa pemberian POC air kelapa pada tanaman cabai rawit pada sistem polybag memberikan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, (Tabel . Tinggi tanaman tertinggi yaitu 48,25 cm yang berpengaruh sangat nyata dengan tinggi tanaman pada perlakuan cabai rawit memberikan pengaruh tinggi dan jumlah daun dengan perlakuan P1 = 100 ml/liter air. P2 = 200 ml/liter air. P3 = 300 ml/liter air. P4 = 400 ml/liter air. P5 = 500 ml/liter. terhadap parameter pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit pada sistem polybag menunjukkan pemberian POC air kelapa berpengaruh sangat nyata . < 0,. terhadap semua parameter yang diamati. pemberian POC air kelapa P0,P1,P2,P3,P4, dan P5. Tinggi tanaman terendah yaitu 27 cm yang berpengaruh sangat nyata dengan tinggi tanaman dengan tinggi tanaman pada perlakuan lainnya. Adapun Pengaruh beberapa pemberian POC air kelapa pada tanaman cabai rawit pada sistem polybag memberikan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, (Tabel Perlakuan 84 Hst BNT 5% Jumlah Daun . Hst 98 Hst Hst 112 Hst Hasil Jumlah Bunga Hasil analisis statitiska menunjukkan bahwa, pengaruh Pemberian beberapa POC air kelapa pada tanaman cabai rawit pada sistem polybag berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah bunga. Jumlah bunga terbanyak yaitu 7. 5 bunga dan yang terendah yaitu 2. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik cair (POC) dari air kelapa memiliki dampak yang signifikan pada pertumbuhan tanaman cabai rawit, terutama dalam hal peningkatan jumlah AGRIMETA. VOL. 14 NO. APRIL 2024. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 bunga. Dengan adanya variasi yang tercatat dari jumlah daun tanaman cabai rawit, terlihat bahwa pemilihan jenis dan konsentrasi POC yang tepat dapat mempengaruhi secara positif perkembangan tanaman. Tabel 3. Hasil Jumlah Bunga Tanaman Cabai Rawit Perlakua BNT 5% 105 Hst Jumlah Bunga 112 Hst Hasil Jumlah Buah Hasil analisis statitiska menunjukkan bahwa, pengaruh Pemberian beberapa POC air kelapa pada tanaman cabai rawit pada sistem polybag berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah buah. Jumlah buah terbanyak yaitu 3. 5 buah dan yang terendah yaitu 1. buah Hasil ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair (POC) dari air kelapa berpengaruh sangat signifikan terhadap jumlah buah pada tanaman cabai rawit memberikan indikasi kuat tentang potensi pupuk organik cair tersebut dalam meningkatkan hasil panen. Variasi dalam jumlah buah yang diamati menunjukkan bahwa jenis dan konsentrasi POC yang digunakan dapat memengaruhi produktivitas tanaman secara Dengan hasil terbanyak mencapai 3,5 buah dan yang terendah sebesar 1,75 buah, penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran penting POC dari air kelapa dalam merangsang pembentukan buah pada tanaman cabai rawit. Tabel 4. Hasil Jumlah Buah Tanaman Cabai Rawit Perlakuan BNT 5% Jumlah Buah Hasil Berat Segar Buah Hasil analisis statitiska menunjukkan bahwa, pengaruh Pemberian beberapa POC air kelapa pada tanaman cabai rawit pada sistem polybag berpengaruh sangat nyata terhadap parameter berat segar buah. Berat segar buah terbanyak yaitu 3. 88 g dan yang terendah 50 g. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian berbagai jenis pupuk organik cair (POC) dari air kelapa pada tanaman cabai rawit dalam sistem polybag memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap parameter berat segar total buah. Notasi pada (Tabel . berat segar buah yang diamati menunjukkan bahwa perlakuan POC air kelapa mempengaruhi secara nyata produksi buah pada tanaman cabai rawit. Tabel 5. Berat buah segar cabai rawit Perlakuan BNT 5% Berat Segar Buah Tanaman Cabai Rawit Hasil Berat Segar Total Tanaman Hasil analisis statitiska menunjukkan bahwa, pengaruh Pemberian beberapa POC air kelapa pada tanaman cabai rawit pada sistem polybag berpengaruh sangat nyata terhadap parameter berat segar total tanaman. Berat segar total tanaman terbanyak yaitu 38. 43 g dan yang terendah yaitu 15. 63 g. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian berbagai jenis pupuk organik cair (POC) dari air kelapa pada tanaman cabai rawit dalam sistem polybag memiliki pengaruh yang sangat nyata. Tabel 6. Hasil Berat Segar Total Tanaman Cabai Rawit Berat Segar Total Perlakuan Tanaman BNT 5% SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai berikut :Perlakuan pemberian beberapa dosis POC air kelapa memberikan respon yang sangat nyata terhadap parameter tinggi, jumlah daun, jumlah bunga, dan jumlah buah, berat segar buah, berat segar total tanaman. Pemberian konsentrasi POC air kelapa 500 ml/l air memberikan pertumbuhan dan hasil yang paling maksimal mulai AGRIMETA. VOL. 14 NO. APRIL 2024. p-ISSN : 2088-2531, e-ISSN : 2721-2556 dari tinggi tanaman 48. 25 cm, jumlah daun 33. 75 helai, 75 bunga, dan memiliki 3. 25 buah, berat segar 88 g dan berat segar total tanaman 38. 43 g. Saran Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan beberapa halUntuk budidaya tanaman cabai rawit diperlukan kandungan NPK yang cukup dan perlu pengujian pada POC air kelapa agar menemukan POC air kelapa yang bagus. Penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh konsentrasi POC air kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit di lapangan perlu dilakukan lagi. REFERENSI