Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index PENYULUHAN PENGGUNAAN KOSMETIK HERBAL YANG AMAN PADA KADER PKK DI DESA BENGKAUNG Neneng Rachmalia Izzatul Mukhlishah1. Agriana Rosmalina Hidayati1. Dedianto Hidajat1. Candra Eka Puspitasari1*. Nisa Isneni Hanifa1. Faizul Bayani2 1Program Studi Farmasi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mataram. Mataram. Nusa Tenggara Barat. Indonesia 2Program Studi D3 Farmasi. Fakultas Kesehatan. Universitas Qamarul Huda Badaruddin. Nusa Tenggara Barat *korespondensi : candrapuspitasari@unram. Artikel history Received Revised Published : 26 Agustus 2023 : 15 Oktober 2023 : 30 Oktober 2023 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. ABSTRAK Kosmetik herbal merupakan produk atau formulasi perawatan kulit yang mengandung bahan kimia aktif berupa ekstrak yang berasal dari alam seperti tanaman, daun, akar, buah dan bunga yang memiliki khasiat untuk kesehatan kulit. Memilih produk kosmetika herbal yang aman untuk kulit menjadi salah satu tantangan saat ini. Walaupun akses mendapatkan kosmetika sudah sangat mudah, tetapi masih banyak ditemui kosmetik yang beredar di pasaran yang tidak memiliki izin edar BPOM dan mengandung bahan-bahan berbahaya yang jika digunakan akan menimbulkan efek yang merugikan bagi kulit. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan penggunaan kosmetik herbal yang aman pada kader PKK di Desa Bengkaung dilakukan untuk peningkatan pengetahuan kader PKK terkait kosmetik herbal yang aman, legal dan telah memiliki nomor izin edar dari BPOM. Dalam kegiatan penyuluhan ini terdapat peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah pemaparan materi . -value < 0. Melalui kegiatan pengabdian ini, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan penggunaan kosmetik herbal yang aman pada kader PKK di Desa Bengkaung dapat diimplementasikan untuk pemilihan dan penggunaan bahan herbal atau alami sebagai kosmetik yang aman di kalangan masyarakat. Kata kunci: penyuluhan, edukasi, kosmetik herbal, aman. Kader PKK ABSTRACT Herbal cosmetics are products or skin care formulations that contain active chemical ingredients in the form of extracts that were derived from nature, such as plants, leaves, roots, fruits, and flowers, which have beneficial properties for skin health. Choosing safe herbal cosmetic products for the skin is one of the challenges today. Although the access to cosmetics is very easy, there are still many cosmetics in the market that do not have the approval of the National Agency of Drug and Food Control (BPOM) and contain harmful substances that can have adverse effects on the skin when applied. Community engagement activities in the form of educating the safe use of herbal cosmetics for the PKK cadres in Bengkaung Village are conducted to enhance the knowledge of PKK cadres regarding safe herbal cosmetics that are legal and have received approval from BPOM. In this educational activity, there is an increase in knowledge before and after the material presentation . -value < 0. Through this engagement activity, it can be concluded that educating the safe use of herbal cosmetics for PKK cadres in Bengkaung Village Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index can be implemented for the selection and use of herbal or natural ingredients as safe cosmetics among the public. Keywords: education, herbal cosmetics, safe. PKK cadres PENDAHULUAN Kosmetika merupakan salah satu produk farmasi yang digunakan setiap hari oleh wanita dan pria mulai dari bayi sampai orang dewasa. Penggunaan beberapa kosmetik seperti bedak, pelembab, krim, tabir surya, dll dapat menimbulkan efek merugikan seperti timbulnya jerawat (Andriana, 2. Efek negatif ini dapat terjadi karena adanya bahan-bahan dalam kosmetik yang tidak sesuai atau tidak cocok dengan kondisi kulit seseorang, namun bukan berarti bahwa bahanbahan tersebut termasuk dalam klasifikasi bahan yang berbahaya saat digunakan dalam formulasi Jerawat dapat muncul karena adanya bahan-bahan komedogenik seperti lanolin, petrolatum, dan bahan berminyak lain dalam kosmetik (Pujianta, 2. Selain itu bahan seperti sodium lauril sulfat (SLS) dan propilen glikol dapat menyebabkan iritasi, serta pengawet paraben yang dapat menyebabkan kemerahan dan alergi kulit. Bahan-bahan tersebut bukan merupakan bahan yang dilarang digunakan pada kosmetik, namun merupakan bahan yang harus digunakan pada konsentrasi tertentu (Pangaribuan, 2. Badan Pengawas Obat dan Makanan . menyatakan produsen dalam upaya meningkatkan penjualan kosmetiknya melakukan iklan produk di berbagai media. Melalui iklan dapat disampaikan berbagai informasi yang berkaitan dengan keunggulan produk kepada Kenyataan yang ada saat ini, terdapat pelaku usaha yang tidak menaati atau tidak mengetahui peraturan dan etika tentang cara mengiklankan produknya. Hal tersebut dapat merugikan konsumen. Selain itu, kosmetika ilegal juga banyak beredar di pasaran. Mulyawan,dkk . menyatakan banyak produk kosmetika yang beredar di pasaran mengandung bahan berbahaya yang dilarang penggunaannya dalam kosmetika. Bahan berbahaya tersebut umumnya ditemukan dalam produk kosmetika pemutih wajah dan antiaging. Bahan berbahaya dan bahan yang dilarang penggunaannya dalam kosmetika oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan diantaranya adalah merkuri, zat warna K3, merah K. , dan jingga K. Penyuluhan penggunaan kosmetik herbal yang aman dilakukan dengan metode pendekatan Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan perijinan untuk melakukan kegiatan pengabdian, koordinasi kegiatan pengabdian bersama dengan mitra yaitu Kader PKK Desa Bengkaung, pelaksanaan kegiatan pengabdian dan evaluasi kegiatan. Untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian diawali dengan observasi tingkat pengetahuan masyarakat terhadap kosmetik herbal yang aman dan bagaimana cara memilih dan menggunakan kosmetik herbal yang aman. Untuk kegiatan observasi dilakukan dengan pretest untuk menggambarkan tingkat pengetahuan Kegiatan selanjutnya adalah pemberian penyuluhan dan di bagian akhir kembali dibagikan soal yang post-test yang sama dengan pretest untuk mengobservasi apakah terdapat peningkatan pengetahuan setelah pemberian penyuluhan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap kosmetik herbal yang aman dan bagaimana cara memilih dan menggunakan kosmetik herbal yang aman. METODOLOGI PELAKSANAAN Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi tentang penggunaan kosmetik herbal yang aman. Edukasi akan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan langsung kepada kader PKK di Desa Bengkaung. Pendekatan yang akan digunakan kepada peserta adalah edukatif, yaitu pendekatan yang dalam program maupun pelaksanaan pengabdian mengandung unsur pendidikan yang dapat mendinamisasikan masyarakat menuju kemajuan yang Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index dicita-citakan. Sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah ibu-ibu kader PKK di Desa Bengkaung Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penyuluhan akan dilaksanakan sebanyak 1 kali. Pemateri adalah dokter spesialis kulit dan kelamin yaitu dr. Dedianto Hidajat. Sp. KK, yang berpraktik di klinik kecantikan utama di Kota Mataram. Edukasi akan diberikan dengan bantuan media power point yang dapat membantu dalam penjelasan materi yang disampaikan. Peserta dan narasumber langsung dapat berinteraksi selama acara terutama pada sesi tanya jawab. Kegiatan penyuluhan terdokumentasi pada Gambar 1 dan Gambar 2. Gambar 1. Dokumentasi kegiatan penyuluhan Gambar 2. Daftar hadir peserta penyuluhan Sebelum edukasi dimulai, peserta akan diberikan pretest untuk mengetahui sejauh apa wawasan peserta terhadap tema penyuluhan. Di akhir acara akan dilaksanakan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta. Pertanyaan pada pretest dan post-test dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Pertanyaan pretest dan post-test No. Pertanyaan Pilihan Jawaban Apakah yang dimaksud Produk yang mengandung bahan kimia dengan kosmetik herbal? Produk yang mengandung bahan aktif berupa ekstrak yang berasal dari bahan alam Produk yang dapat memutihkan Produk yang dapat menghilangkan jerawat Di bawah ini termasuk Berasal dari alam faktor-faktor Mudah ditemui dan dikenali masyarakat sekitar mempengaruhi pemilihan Menimbulkan alergi Ramah lingkungan herbal, kecuali? Dari bahan-bahan di bawah ini manakah yang memiliki efek antioksidan? Bahan yang memiliki efek untuk kesehatan rambut Daun pegagan Daun kelor Wortel Teh hijau Akar manis Bengkuang Minyak kelapa Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index No. Pertanyaan Bahan aktif yang tidak boleh ada di semua jenis sediaan kosmetik adalah? Di bawah ini hal yang sebaiknya dilakukan saat herbal, kecuali? Pilihan Jawaban Pepaya Merkuri Hidrokinon Kortikosteroid Asam retinoate Tujuan menggunakan kosmetik herbal untuk merawat kulit bukan untuk mengobati Proses pembuatan harus higienis . ila membuat Mengkombinasikan berbagai macam produk dalam 1 kali waktu pemakaian Aplikasikan pada area yang diinginkan HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan ini dimulai dengan pretest untuk mengukur wawasan awal peserta terhadap tema yang diangkat dalam penyuluhan. Setelah melakukan pretest dilanjutkan dengan penyampaian materi penyuluhan dengan tema AuAplikasi Kosmetik Herbal Yang AmanAy oleh pakar di bidangnya. Materi yang disampaikan pada penyuluhan ini membahas mulai dari definisi kosmetik herbal, alasan memilih produk berbahan dasar herbal dan bahan-bahan alami yang sering menjadi kandungan dalam kosmetik herbal di Indonesia. Selain itu dibahas juga efek samping dari penggunaan kosmetik herbal yang kurang tepat meliputi iritasi, alergi dan infeksi serta tips aplikasi kosmetik herbal yang aman. Setelah penyampaian materi dan diskusi selesai, dilakukan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta terhadap materi yang diberikan. Hasil pretest dan post-test peserta dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Hasil pretest dan post-test peserta Parameter Pretest Post-test Rata-rata (ASD) 40,38A 17,67 95,63A 11,47 Min Max pvalue Berdasarkan tabel 2, terdapat perbedaan bermakna antara nilai pretest dan post-test . value<0. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada peserta penyuluhan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat dinyatakan bahwa pemberian informasi mengenai aplikasi penggunaan kosmetik herbal yang aman memberikan pengaruh yang signifikan terhadap proses penerimaan informasi oleh peserta. Peserta mampu memahami materi sehingga dapat menjawab soal dengan lebih tepat dibandingkan sebelumnya. Peserta juga lebih termotivasi dalam menggali informasi mengenai aplikasi kosmetik herbal yang aman. Hal ini ditunjukkan melalui diskusi berupa tanya jawab dengan pemateri. Menurut Notoatmodjo, pengetahuan adalah salah satu determinan yang dapat membentuk sikap (Notoadmodjo, 2. Melalui pengetahuan yang baik, seseorang dapat membentuk persepsi yang Jurnal PEPADU e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Oktober 2023 https://journal. id/index. php/pepadu/index Berdasarkan pengetahuan yang diberikan melalui penyuluhan ini, peserta dapat memiliki sikap positif yang tercermin dari antusiasme selama mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat KESIMPULAN Melalui kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa penyuluhan penggunaan kosmetik herbal yang aman pada kader PKK di Desa Bengkaung dapat diimplementasikan untuk pemilihan dan penggunaan bahan herbal atau alami sebagai kosmetik yang aman di kalangan UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada LPPM Universitas Mataram yang telah memberi dana untuk melaksanakan kegiatan pengabdian, serta seluruh mahasiswa dan tim yang berpartisipasi dalam kegiatan. DAFTAR PUSTAKA