P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 PERAN KECANDUAN SMARTPHONE DAN STRES AKADEMIK TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA THE ROLE OF SMARTPHONE ADDICTION AND ACADEMIC STRESS ON SLEEP QUALITY IN UNIVERSITY STUDENTS Raisya Azzahra Fazril1. Fara Ulfa2. Yuli Widiningsih3 1,2,3 Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Pekanbaru. Panam. Jl. HR. Soebrantas No. Km. RW. Simpang Baru. Kota Pekanbaru. Riau 28293. Indonesia e-mail: farapsi@uin-suska. ABSTRACT Sleep is a fundamental necessity that must be met by every individual, including students. Poor sleep patterns among students can have significant impacts on both their physical and psychological well-being. Therefore, students must pay attention to their sleep habits to ensure they achieve high-quality rest. Quality sleep refers to a state in which a person experiences restful and restorative sleep, leaving them feeling refreshed and energized upon waking. Factors such as smartphone addiction and academic stress have been shown to affect sleep quality. This study aims to examine the influence of smartphone addiction and academic stress on sleep quality among students at a university in Pekanbaru. The study's participants consisted of 250 students aged between 17 and 24 years, selected through purposive sampling. Data were collected using scales that measured sleep quality, smartphone addiction, and academic stress, and were analyzed using multiple linear regression. The results indicated that both smartphone addiction and academic stress significantly impacted sleep quality (R=0. R2=0. F=45. p<0. Achieving good sleep quality is more feasible when smartphone usage is kept in moderation and emotional regulation is well-managed. Keywords: Smartphone Addiction. Academic Stress. Sleep Quality ABSTRAK Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh setiap individu termasuk mahasiswa. Buruknya pola tidur pada mahasiswa dapat berdampak pada kesehatan fisik dan psikologisnya. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memperhatikan aktivitas tidurnya agar memperoleh tidur yang berkualitas. Kualitas tidur merupakan suatu kondisi di mana tidur yang dinikmati oleh seseorang memberikan perasaan segar dan bugar ketika mereka bangun. Kecanduan smartphone dan stres akademik merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran dari kecanduan smartphone dan stres akademik terhadap kualitas tidur pada mahasiswa di salah satu universitas di Kota Pekanbaru. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa dengan rentang usia 17-24 tahun, sebanyak 250 orang. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan skala kualitas tidur, kecanduan smartphone dan stres akademik. Analisis data menggunakan analisis regresi linear Temuan penelitian menunjukkan bahwa ada peran kecanduan smartphone dan stres akademik dalam mempengaruhi kualitas tidur mahasiswa (R=0,521. R2=0,271. F=45,92. p<0,. Kualitas tidur yang baik lebih mudah dicapai dengan penggunaan smartphone yang sesuai dengan kebutuhan dan pengolahan emosi yang baik. Kata Kunci: Kecanduan Smartphone. Stres Akademik. Kualitas Tidur FIRST RECEIVED: 03 May 2024 REVISED: 16 October 2024 ACCEPTED: 16 October 2024 PUBLISHED: 31 October 2024 Raisya Azzahra Fazril. Fara Ulfa. Yuli Widiningsih: Peran Kecanduan Smartphone dan Stres Akademik Terhadap Kualitas Tidur pada Mahasiswa Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 (Nashori & Wulandari, 2. , kualitas tidur adalah suatu keadaan tidur yang dijalani seseorang yang menghasilkan kesegaran dan kebugaran di saat terbangun. Ada 5 aspek kualitas tidur yaitu, nyenyak selama tidur, waktu tidur yang cukup, tidur lebih cepat dan bangun lebih awal, tidak mengalami mimpi buruk dan merasa segar ketika terbangun. Beberapa mahasiswa di Indonesia memperoleh data bahwa mayoritas mahasiswa memiliki kualitas tidur dengan kategori buruk (Hidayat , 2. Fitriyani dkk. , 2024. Herawati & Gayatri, 2. Kualitas tidur yang optimal dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan individu, sementara tidur yang tidak berkualitas dapat berdampak negatif pada kondisi kesehatan individu (Norhafizah & Hidayat, 2. Mahasiswa yang kesehatannya memburuk, akan terhambat dalam memenuhi kewajiban akademik maupun non-akademiknya. Kecanduan smartphone merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas tidur mahasiswa. Smartphone, sebagai objek yang sangat penting dalam tugas-tugas mahasiswa, menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas tidur. Pada saat ini, smartphone telah menjadi kebutuhan utama yang tak terpisahkan di keseharian Mahasiswa smartphone untuk keperluan perkuliahan, mencari hiburan, informasi, dan lain Selain berperan memenuhi kebutuhan primer, smartphone terkadang juga menjadi simbol gaya hidup yang menjadi wajib dimiliki. Sebagai alat yang multifungsi, smartphone telah mengubah cara mahasiswa informasi, serta menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari mereka. Penggunaan PENDAHULUAN Menurut Maslow . alam Trivedi & Mehta, 2. , pada hirarki kebutuhan. Oleh karenanya, tidur menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh setiap individu, termasuk juga pada Homaedi. Mafrurah, dkk. menyebutkan bahwa tugas pokok mahasiswa adalah memenuhi kewajiban akademik selama masa studi di perguruan tinggi serta dapat menyelesaikannya dengan tepat waktu. Kewajiban akademik meliputi aktivitas belajar di kelas, menyelesaikan tugas dari dosen, melaksanakan penelitian maupun aktivitas pengandian kepada masyarakat melalui organisasi. Aktivitas yang padat dan kompleks tersebut, mengakibatkan kurangnya waktu istirahat dan berdampak pada pola tidur yang tidak sehat. Berdasarkan konsensus American Academy of Sleep Medicine dan Sleep Research Society, orang dewasa minimal tidur selama 7 jam di malam hari. Jika kurang. Dari itu, maka akan ada dampak negatif yang Kemenkes RI menyatakan bahwa dampak negatif kualitas tidur yang buruk pada fisik yaitu dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kulit terlihat tua, dan Sedangkan dampak psikologisnya yaitu, tingkat stress yang tinggi, sering lupa, dan hilangnya konsentrasi pada saat belajar. Jalali dkk. mengatakan kurangnya waktu tidur pada mahasiswa berkaitan dengan depresi, bunuh diri dan penyalahgunaan obat. Artinya, kurangnya waktu tidur yang terjadi pada mahasiswa dapat merugikan aspek fisik maupun psikologisnya. Mahasiswa membutuhkan aktivitas tidur yang berkualitas untuk menjaga kesehatan dan produktivitasnya. Menurut Raisya Azzahra Fazril. Fara Ulfa. Yuli Widiningsih: Peran Kecanduan Smartphone dan Stres Akademik Terhadap Kualitas Tidur pada Mahasiswa Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 menyebabkan buruknya kualitas tidur seseorang(Alzhrani Mohammadbeigi dkk. , 2016. Sahin dkk. Menurut Griffiths . segala menyebabkan kecanduan. Kwon dkk. memaknakan kecanduan smartphone sebagai smartphone sehingga menyebabkan masalah sosial seperti menarik diri, kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,dan masalah dalam mengendalikan impuls. Pada awalnya, penggunaan smartphone pada mahasiswa, mengerjakan tugas kuliah, berinteraksi dengan teman dan mencari hiburan untuk menghilangkan kebosanan dalam beraktivitas. Namun, jika sudah mencapai candu akan menimbulkan dampak buruk. Nikolic dkk. mengatakan bahwa penggunaan smartphone yang berlebihan berhubungan dengan kebiasaan tidur yang buruk, kelelahan, sulit mengantuk, dan menyebabkan durasi tidur yang singkat. Lebih lanjut, kecanduan smartphone dapat dikaitkan dengan adanya depresi, kecemasan dan stress. MenurutPirdehghan dkk. , . terdapat korelasi negatif antara penggunaan smartphone pada remaja dengan durasi tidur Remaja menggunakan smartphone untuk pengantar tidur, seperti bermain media sosial, berkomunikasi atau bermain games. Temuan lain membuktikan, media sosial menjadi aktivitas yang paling sering menyebabkan kurangnya waktu tidur dan menyebabkan kualitas tidur yang buruk pada mahasiswa (Elsheikh dkk. , 2. Lebih lanjut Rohmah & Santik . menambahkan bahwa jika seseorang terus-menerus terpapar stimulus dari media sosial di malam hari. P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 seperti membaca pesan, melihat berita, atau berinteraksi dengan teman, maka otak mungkin tetap terjaga dan sulit untuk mencapai fase tidur yang dalam, hal ini dapat mengakibatkan gangguan tidur, termasuk kesulitan tidur atau tidur yang terputus-putus, sehingga dapat mengganggu kualitas tidur. Artinya smartphone, terutama di malam hari, untuk kepentingan perkuliahan maupun hiburan maka akan muncul dampak jangka panjang yang mengganggu kualitas tidurnya. Orang yang mengalami kecanduan smartphone menghabiskan lebih banyak waktu menggunakan smartphone. Dalam sehari orang yang candu pada ponselnya membutuhkan sekitar 5,2 jam sedangkan orang normal 4,6 jam (Cha & Seo, 2. Penggunaan smartphone berlebihan, yaitu dalam waktu 6 jam atau lebih dapat berpotensi menyebabkan depresi atau kecemasan, yang pada akhirnya dapat mengganggu pola tidur seseorang(Demirci , 2. Kecemasan dan depresi dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk bersantai dan tidur dengan nyenyak, sehingga perasaan gelisah atau pikiran yang tidak tenang dapat membuat seseorang sulit tidur atau tidur dengan kualitas yang baik. Individu dengan kecanduan smartphone mungkin memiliki keterampilan manajemen waktu yang buruk karena mereka menggunakan sebagian besar waktu mereka di smartphone dan meninggalkan hal-hal penting lainnya dalam kehidupan sehari-hari (Rathakrishnan , 2. Selain kecanduan smartphone, tingkat stres sedang hingga berat juga berbanding lurus dengan kualitas tidur (Herawati & Gayatri, 2. Oleh karena itu, tingkat stres menjadi salah satu faktor yang menentukan kualitas tidur mahasiswa. Kemunculan stres Raisya Azzahra Fazril. Fara Ulfa. Yuli Widiningsih: Peran Kecanduan Smartphone dan Stres Akademik Terhadap Kualitas Tidur pada Mahasiswa Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 pada mahasiswa biasanya disebabkan oleh banyaknya tuntutan akademik seperti menghadiri kelas, aktif dalam diskusi, presentasi, membuat tugas, praktikum dan lain sebagainya. Selain itu, keinginan dan kesempatan mengikuti kegiatan diluar perkuliahan menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa dalam mengatur jadwal. Oleh perencanaan dan pengelolaan diri yang baik agar segala aktivitas yang diikuti tidak menjadi beban dan menimbulkan stres yang sulit diatasi. Keseimbangan antara pemenuhan kewajiban akademis dan sosial dapat menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa, sehingga rentan terhadap stres, gelisah, kecemasan, tidak stabil, ataupun gangguan tidur seperti Beberapa penelitian terdahulu telah membuktikan adanya hubungan negatif antara stres akademik dengan kualitas tidur (Wang & Fan, 2023. Shofia & Trihandayani, 2. Kualitas tidur yang rendah dipengaruhi oleh tekanan dari eksternal. Stres akademik meningkatkan ketegangan dan melemahkan kesadaran diri remaja yang kemudian menurunkan kualitas tidurnya (Wang & Fan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Ratnaningtyas dan Fitriani . bahwa adanya hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa, mahasiswa yang memiliki pola pikir terlalu keras maka dapat menimbulkan dampak stres, sehingga akan sulit bagi mahasiswa untuk mengontrol emosinya dan berdampak pada ketegangan sehingga mahasiswa kesulitan untuk memulai Menurut (Wilks, 2. stres akademik merupakan tuntutan terkait akademik namun melebihi kapasitas yang dimiliki seorang Biasanya tuntutan tersebut berasal dari keluarga, dosen, dan lingkungan yang P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 mengharapkan sesuatu hal lebih namun individu tersebut tidak mampu menjalaninya. Reddy dkk. , . menambahkan bahwa stres akademik adalah suatu harapan yang diberikan orang tua kepada anaknya dan menjadi beban berat sehingga anak tidak mampu lagi menanggungnya karena tuntutan tersebut diluar batas kemampuannya. Tekanan yang berlebihan terkait menyebabkan masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan bahkan gejala fisik seperti sakit kepala, gangguan tidur, dan masalah pencernaan. Adapun faktor penyebab stres akademik yaitu, peningkatan beban kerja di kelas, ekspektasi yang lebih rendah dari kelulusan, dan konflik yang signifikan dengan pembimbing atau dosen (Maisa dkk. , 2. Pada mahasiswa kualitas tidur yang buruk biasanya disebabkan karena mengerjakan tugas hingga larut malam, berpartisipasi dalam kegiatan di luar kampus, penggunaan media sosial, bermain game, serta beraktivitas di luar hingga larut malam, hal tersebut dapat berdampak negatif pada kualitas tidur mereka (Aminuddin, 2. Berdasarkan peneliti memandang penting untuk melakukan penelitian lebih dalam mengenai keterkaitan antara kecanduan smartphone dan stres akademik terhadap kualitas tidur mahasiswa. Adapun yang menjadi alasan bagi peneliti untuk memilih judul ini yaitu karena belum ada peneliti lain yang membahas tiga variabel serupa yaitu mengenai peran kecanduan smartphone dan stres akademik terhadap kualitas tidur pada mahasiswa. Sehingga hal ini lah yang melatarbelakangi penulis untuk mengangkat judul tentang AuPeran kecanduan Smartphone dan Stres Akademik terhadap Kualitas Tidur pada MahasiswaAy. Raisya Azzahra Fazril. Fara Ulfa. Yuli Widiningsih: Peran Kecanduan Smartphone dan Stres Akademik Terhadap Kualitas Tidur pada Mahasiswa Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 hipotesis dalam penelitian ini adalah ada peran kecanduan smartphone dan stres akademik terhadap kualitas tidur mahasiswa secara simultan maupun parsial. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Tujuannya untuk melihat peran kecanduan smartphone (X. dan stres akademik (X. terhadap kualitas tidur (Y. Roscoe . alam Amin dkk. , 2. berpendapat bahwa ukuran sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 sampai 500. Peneliti menetapkan sampel yang akan diambil adalah 250 mahasiswa atau 50% dari ukuran maksimal kelayakan. Dalam pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan kriteria yaitu: . Mahasiswa/i aktif di Universitas X di Kota Pekanbaru. Menggunakan smartphone. Perekrutan partisipan dilakukan secara online. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan skala berjenis likert. Dalam penelitian ini terdapat 3 skala yaitu, skala kualitas tidur, skala kecanduan smartphone, skala stres akademik. Skala kualitas tidur dalam penelitian ini menggunakan skala yang di adaptasi dari Larasati . yang mengacu pada aspekaspek kualitas tidur yang dikemukakan oleh (Nashori & Diana, 2. Skala kecanduan smartphone dalam penelitian ini adalah modifikasi skala Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV) yang telah digunakan oleh Arthy dkk. Skala stres akademik dalam penelitian ini adalah adaptasi skala Perceived Sourcase of Academic Stress yang digunakan oleh Ramadhani . Sedangkah teknik analisis data adalah statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Adapun proses analisis menggunakan bantuan program SPSS versi 20 for windows. Adapun HASIL DAN PEMBAHASAN Subjek pada penelitian ini adalah 250 orang mahasiswa aktif di Universitas X di Kota Pekanbaru. Rentang usia subjek yang diperoleh adalah 17-24 tahun. Selain itu, diketahui bahwa subjek penelitian didominasi oleh subjek perempuan yaitu sebesar 70,4% sementara laki-laki 29,0%. Tabel 1. Data Demografi Demografi Usia 18,8% 7,2% Jenis kelamin Perempuan 70,4% Laki-laki 29,6% Kemudian, kategorisasi data penelitian untuk melihat posisi mahasiswa berdasarkan kualitas tidur, kecanduan smartphone, dan stres akademik. Diketahui bahwa pada setiap variabel tergolong sedang. Seperti yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 2. Kategorisasi Kualitas Tidur Kategorisasi Sangat buruk 3,2% Buruk 16,4% Cukup 59,2% Baik 20,4% Sangat Baik 0,8% Berdasarkan tabel 2, diketahui bahwa pada variabel kualitas tidur, mayoritas subjek berada pada tahap cukup, yaitu sebanyak 59,2%. Tabel 3. Kategorisasi Kecanduan Smartphone Kategorisasi Sangat Rendah 3,2% Rendah 16,4% Sedang Tinggi 28,8% Sangat Tinggi 17,6% Raisya Azzahra Fazril. Fara Ulfa. Yuli Widiningsih: Peran Kecanduan Smartphone dan Stres Akademik Terhadap Kualitas Tidur pada Mahasiswa Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 Berdasarkan tabel 3, dapat dilihat bahwa mayoritas subjek memiliki tingkat kecanduan smartphone pada kategori sedang yaitu sebanyak 34%. P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 semakin tinggi tingkat stres akademik mahasiswa maka semakin buruk kualitas Analisis sumbangan efektif dari masing-masing variabel menghasilkan data bahwa kecanduan smartphone memiliki kontribusi yang lebih besar terhadap kualitas tidur mahasiswa, yaitu 20,3%, dibanding stres akademik yang hanya memberikan kontribusi sebesar 6,7% Tabel 4. Kategorisasi Stres Akademik Kategorisasi Sangat Rendah 0,4% Rendah 8,8% Sedang 48,4% Tinggi 36,8% Sangat Tinggi 5,6% Tabel 6. Uji Regresi Berganda Variabel Sig. Kecanduan Stres akademik 0,521 0,271 45,92 p<0,01 pada Kualitas Berdasarkan tabel 4, diperoleh data bahwa mayoritas subjek memiliki tingkat stres yang tinggi yaitu sebanyak 36,8%. Kemudian, analisis lanjutan dilakukan. Sebelum melakukan uji hipotesis, maka dilakukan uji asumsi seperti uji normalitas, linearitas dan multikolinearitas. Berdasarkan uji normalitas diketahui bahwa data penelitian terdistribusi normal dengan nilai signifikansi Kolmogorov-Smirnov 0,200. Kemudian, hubungan antar variabel bersifat linear dengan signifikansi 0,001. Selanjutnya. VIF=1,255 tolerance=0,797, sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi masalah multikolinearitas. Setelah uji asumsi terpenuhi, maka dilakukan uji hipotesis dengan hasil seperti tabel di bawah ini Berdasarkan analisis regresi berganda, diperoleh hasil bahwa secara simultan kecanduan smartphone dan stres akademik mampu memprediksi kualitas tidur (F=45,9. pvalue=0,. dengan koefisien determinasi R2=0,271. Penelitian mengetahui peran kecanduan smartphone dan stres akademik terhadap kualitas tidur Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat dibuktikan bahwa kedua variabel bebas memiliki peran bernilai negatif terhadap kualitas tidur. Artinya semakin tinggi tingkat kecanduan smartphone dan stres akademik maka semakin buruk kualitas tidur yang dimiliki mahasiswa Universitas X di Kota Pekanbaru. Kecanduan smartphone berperan cukup mahasiswa, yaitu sebesar 20,3%. Rasa candu menimbulkan perasaan resah yang begitu mengganggu ketika harus berpisah dengan Hal ini, memiliki peran signifikan terhadap menurunnya kualitas Demirci dkk. , . mengatakan berlebihan mempengaruhi kualitas tidur Lebih lanjut, paparan LED dari smartphone dapat menghambat sekresi Tabel 5. Uji Regresi Sederhana Variabel Sig. Kecanduan -0,494 0,411 80,13 p<0,01 Stres -0,369 0,184 39,10 p<0,01 Berdasarkan tabel 3, dapat dilihat bahwa terdapat peran kecanduan smartphone dalam memprediksi kualitas tidur (R=-0,494. p-value=0,. Peran bernilai negatif, yang artinya semakin tinggi tingkat kecanduan smartphone maka semakin buruk kualitas Sedangkan hasil lainnya, menunjukkan bahwa ada peran prediksi stres akademik terhadap kualitas tidur yang juga bernilai negatif (R=-0,369. p-value=0,. Artinya. Raisya Azzahra Fazril. Fara Ulfa. Yuli Widiningsih: Peran Kecanduan Smartphone dan Stres Akademik Terhadap Kualitas Tidur pada Mahasiswa Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 hormon melatonin yang berfungsi sebagai hormon yang menyebabkan rasa kantuk (Rosenberg, dkk. dalam Firmansyah dkk. Dengan kata lain, orang yang candu menggunakan smartphone senantiasa terjaga dan sulit mencapai rasa kantuk yang membuatnya tertidur. Selain itu, hasil penelitian juga membuktikan kualitas tidur yang baik dapat dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat stres akademik mahasiswa dengan kontribusi yang tidak terlalu besar yaitu 6,7%. Tingginya tingkat stres akademik pada mahasiswa biasanya disebabkan karena memikirkan tugas kuliah yang menumpuk, tuntutan dalam menyelesaikan tugas, sering tidur larut malam menyebabkan kualitas tidur yang buruk. Hal ini sejalan dengan pendapat Sherwood . alam (Mudhmainnah dkk. , 2. ketika individu berada dalam kondisi stres, hormon meningkat, yang dapat mempengaruhi sistem saraf pusat untuk meningkatkan kewaspadaan. Dimana perubahan hormon ini juga dapat mengganggu siklus tidur NREM (Non-Rapid Eye Movemne. , dan REM (Rapid Eye Movemen. , yang menyebabkan individu sering terbangun di malam hari karena mimpi buruk, sehingga hal ini dapat berdampak pada kualitas tidur mahasiswa. Dengan mengacu pada pendapat Sherwood ini, maka dapat dipahami bahwa dengan stres akademik yang tinggi akan membuat mahasiswa mampu mencari jalan keluar dari setiap permasalahan yang ada sehingga dapat mencegah mahasiswa mengalami kualitas tidur yang Kategorisasi data menampilkan hasil tingkat kualitas tidur mahasiswa tergolong Ini artinya, sebagian besar mahasiswa dalam penelitian ini sudah mampu mengatur P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 pola tidur yang berkualitas. Misalnya, waktu tidur cukup, mudah dan tetap tenang saat tertidur, dan merasa segar pada saat bangun. Sedangkan mahasiswa lain yang kualitas tidurnya belum optimal, masih memiliki permasalahan pada tidurnya. Jika seseorang sering mengeluh tentang gangguan tidur seperti sering terbangun di tengah malam atau tidur tidak nyenyak, itu menandakan bahwa orang tersebut memiliki kualitas tidur yang buruk (Gunarsa & Wibowo, 2. Selanjutnya, diperoleh data bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat kecanduan smartphone pada kategori sedang. Sebagian besar mahasiswa dalam penelitian masih menggunakan smartphone secara Khasanah & Winarti . mengendalikan diri maka ia dapat mengambil keputusan dengan baik dan tindakan yang dilakukan akan lebih terarah. Jika mahasiswa memiliki pengendalian diri yang tinggi, mestinya ia menggunakan smartphone sesuai dengan kebutuhan saja, sehingga tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Terakhir, diketahui tingkat stres akademik mahasiswa dalam penelitian ini adalah tinggi. Menurut (Deng dkk. , 2. sumber stres yang paling umum pada mahasiswa adalah tekanan dalam studi seperti menulis makalah, mempersiapkan ujian, menghadapi dosen yang membosankan. Selain itu, ditambahkannya stres juga muncul karena persaingan di kelas dan banyaknya materi perkuliahan. Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kecanduan smartphone dan stres akademik secara signifikan berkontribusi terhadap kualitas tidur pada Penelitian ini memiliki keterbatasan. Selain jumlah sampel yang tergolong kecil. Raisya Azzahra Fazril. Fara Ulfa. Yuli Widiningsih: Peran Kecanduan Smartphone dan Stres Akademik Terhadap Kualitas Tidur pada Mahasiswa Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 21 No. Oktober 2024 teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling, sehingga hasil yang diperoleh belum dapat digeneralisasi mewakili keseluruhan populasi Hal ini dapat diatasi dengan menambah jumlah sampel yang lebih banyak dan penggunaan teknik sampling yang lebih tepat di penelitian selanjutnya, misalnya random sampling. P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Indonesian Version of Addiction Rating Scale of Smartphone Usage Adapted from Smartphone Addiction Scale-Short Version (SASSV) In Junior High School. Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 7. , 3235Ae3239. https://doi. org/10. 3889/oamjms. Cha. , & Seo. Smartphone use and smartphone addiction in middle school students in Korea: Prevalence, social networking service, and game Health Psychology Open, 5. https://doi. org/10. 1177/2055102918755 Demirci. Akgynyl. , & Akpinar. Relationship of smartphone use severity with sleep quality, depression, and anxiety in university students. Journal of Behavioral Addictions, 4. , 85Ae92. https://doi. org/10. 1556/2006. Deng. Cherian. Khan. Kumari. Sial. Comite. Gavurova. , & Popp. Family and Academic Stress and Their Impact on StudentsAo Depression Level and Academic Performance. Frontiers Psychiatry, https://doi. org/10. 3389/fpsyt. Elsheikh. Elsharkawy. , & Ahmed. Impact of smartphone use at bedtime on sleep quality and academic activities among medical students at Al -Azhar University at Cairo. Journal of Public Health (German. https://doi. org/10. 1007/s10389-02301964-8 Fitriyani. Fathurrahman. Mandala. , & Anggorotomo. Gambaran Kualitas Tidur pada Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Dalam Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan (Vol. Nomor . SIMPULAN Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kecanduan smartphone dan stres akademik memiliki peran yang signifikan terhadap kualitas tidur pada Kontribusi sumbangan kecanduan smartphone dan stres akademik terhadap kualitas tidur sebesar 27,1%, dan selebihnya dipengaruhi faktor lain. DAFTAR PUSTAKA