Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam e-ISSN: 3830-1420 Vol. No. : 418-428 http://urj. uin-malang. id/index. php/uajmpi PERAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Rindu Ilahi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Indonesia Rindu_Ilahi@email. ABSTRACT The quality of education is a goal pursued by all education from the central government to local governments. Quality education will be a means for the development of educational institutions and at the same time will produce quality graduates. Building quality madrasas involves many factors, the principal of the madrasa is one of the strategic and most important factors in the development of quality madrasas. if it is not supported by the team at school. This study describes the principal as a supervisor, the principal as a manager, and the principal as an innovator in improving the quality of education. In achieving the objectives of this study, the researcher used a qualitative approach with a descriptive type of research. The results showed that the Head of the Bilingual MA carried out his role as a supervisor, with class visits, group discussions, learning simulations, and individual communication. The head of the Bilingual MA plans programs, organizes programs, drives programs, monitors, and develops religious culture. Innovation in IT-based learning systems. Creating language programs after class learning is over, namely the English Program and the Arabic Keywords: Quality of education. The role of the madrasa principal. Bilingual Madrasa Development ABSTRAK Mutu pendidikan merupakan tujuan diupayakan oleh semua pendidikan dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Pendidikan yang bermutu akan menjadi sarana bagi pengembangan lembaga pendidikan dan pada saat yang sama akan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Membangun madrasah yang bermutu atau berkualitas melibatkan banyak faktor, kepala madrasah menjadi salah satu faktor strategis dan terpenting dalam pengembangan madrasah bermutu. secara maksimal jika tidak didukung oleh tim yang ada di sekolah. Studi ini untuk mendeskripsikan kepala madrasah sebagai supervisor, kepala madrasah sebagai manajer, kepala madrasah sebagai Inovator dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dalam mencapai tujuan penelitian ini, peneliti mengunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Hasil penelitian menunjukan bahwa Kepala MA Bilingual melakasanakan perannya sebagai supervisor, dengan adanya kegiatan kunjungan kelas, diskusi kelompok, simulasi pembelajaran, dan komunikasi individual. Kepala MA Bilingual merencanakan program, mengorganisasikan program, mengerakan program, monitoring, dan pengembangan budaya religius. Inovasi dalam sistem pembelajaran berbasis IT. Membuat program bahasa setelah pembelajaran kelas usai yakni English Program dan Arabic program. PERAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Rindu Ilahi Kata-Kata Kunci: Mutu pendidikan. Peran kepala madrasah Pengembangan Madrasah Bilingual PENDAHULUAN Mutu pendidikan merupakan tujuan yang selalu diupayakan oleh semua pelaku pendidikan dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, sehingga organisasi yang mengelola satuan pendidikan selalu mengupayakan pendidikan yang bermutu. Pendidikan yang bermutu akan menjadi sarana bagi pengembangan lembaga pendidikan dan pada saat yang sama akan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Indikator lulusan yang berkualitas dapat dilihat dari kemampuan siswa untuk mandiri dan dapat berkompetensi dalam dunia usaha nantinya. Disamping itu pentingnya mutu pendidikan, dapat mencetak karakter siswa yang unggul. Indikator mutu pendidikan nasional diukur melalui ketercapaian standar pendidikan nasional yang telah tercantum dalam Peraturan pemerintah PP No 19 tahun 2005 dan direvisi menjadi PP No 13 tahun 2015 ditetapkannya kualitas pendidikan di Indonesia untuk menjamin dan dapat di ukur dengan Standar Nasional Pendidikan yang terdiri dari 8 Standar yaitu: . Standar Isi. Standar Lulusan. Standar Kompetensi. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Standar Sarana dan Prasarana. Standar Pengolahan. Standar Pembiayaan. Standar Penilaian Pendidikan. Sebagaimana dikutip dari Depdiknas tahun 2006 tentang peran Kepala Sekolah/madrasah, bahwa terdapat tujuh peran kepala sekolah yaitu sebagai pendidik, manajer, administratir, supervisior, pemimpin, inovator, dan motivator. Dalam konteks ini, peneliti memfokuskan pada peran kepala sekolah sebagai supervisor, inovator dan administrator dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolahnya. Membangun madrasah yang bermutu atau berkualitas melibatkan banyak faktor, kepala madrasah menjadi salah satu faktor strategis dan terpenting dalam pengembangan madrasah bermutu, selain itu kepala madrasah menghadapi tantangan dan tuntutan yang semakin dinamis dari stakeholders, khususnya dalam perannya sebagai pemimpin yang membuat keputusan menentukan arah dan tujuan yang ingin dicapai oleh sekolah. Kepala Madrasah berperan sebagai supervisor . ang mengawasi atau mengarahka. tim yang terdiri dari guru, staf, dan siwa dalam rangka mewujudkan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien serta sehingga tercapainnya produktivitas belajar yang dapat meningkatkan mutu pendidikan. MA Bilingual memiliki inovasi baru untuk menghasilkan output yang baik dengan mengadakan program kebahasaan (English program dan Arabic MA Bilingual Kota Batu merupakan madrasah yang berdiri sejak tahun 2010, yang relatif masih muda, namun sudah memiliki nama di masyarakat, dengan tingkat keunggulan bahasa yang tinggi, walaupun tidak seperti sekolah lain yang hanya memiliki beberapa siswa saja, namun MA bilingual bersaing dengan sekolah negeri dan swasta di kota Batu karena telah memenangkan beberapa kompetisi. MA Bilingual Batu pada tahun 2013 telah terakreditasi AuAAy hingga saat ini. Mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya prestasi tetapi juga oleh keberhasilan kepala madrasah dalam membimbing siswanya menuju pendidikan tinggi sesuai dengan potensinya. Maka disinilah pentingnya kepala madrasah sebagai supervisor, inovator dan manajer dalam meningkatkan mutu Menurut Mulyadi yang menyimpulkan pendapat Carvin. Crosby. Deming. Juran, dan Feigenbaum bahwa pengertian mutu mengandung tiga unsur, yaitu: kesesuaian Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. dengan standar, kesesuaian dengan harapan stakeholders, pemenuhan janji yang diberikan (Mulyadi, 2. KAJIAN LITERATUR Pengertian Kepala Sekolah / Kepala Madrasah Lazaruth . mendeskripsikan bahwa: "Kepala sekolah adalah seorang pemimpin di bidang pendidikan yang punya peran besar dalam hal pengembangan mutu Daryanto . juga berpendapat bahwa : "Kepala madrasah adalah personel sekolah yang memiliki tanggung jawab terhadap seluruh kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah". Wahjosumidjo . juga mendefinisikan Kepala madrasah adalah seorang tenaga personal guru yang diberi amanah tugas untuk bisa memimpin suatu sekolah yang mana merupakan tempat diselenggarakannya pembelajaran atau tempat dimana terjadi interaksi timbal balik antara guru yang memberi pelajaran dan peserta didik yang menerima pelajaran. Dari beberapa pengertian mengenai kepala madrasah di atas dapat kita simpulkan bahwa kepala sekolah atau kepala madrasah adalah sebuah kompetensi dan terjadi proses untuk membimbing, mengkoordinasi, dan mempengaruhi serta menggerakan orang yang memiliki hubungan dengan pengembangan ilmu pendidikan serta penyelenggaraan proses pendidikan dan pembelajaran, yang mana agar kegiatan-kegiatan yang dijalankan menjadi lebih efektif dan efisien guna mencapai tujuan-tujuan pendidikan di sebuah lembaga. Selain itu, kita dapat menyimpulkan bahwa posisi kepala sekolah amat sangat menentukan kemana arah program yang ada disekolah akan dilaksanakan. Kepala sekolah nantinya diharapkan akan membawa semangat kerja bagi guru dan pegawai di sekolah serta diharapkan akan mampu membangun kultur sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan. Peran Kepala Sekolah / Madrasah Beberapa ahli memberikan pandangan atau pendapat yang mengkaji mengenai peranan kepala sekolah dasar. Campbell, dkk. , . dalam jurnal Ahmad Yusuf Sobri, dkk . mendeskripsikan mengenai tiga klasifikasi peranan kepala sekolah dasar, yaitu: . berkaitan dengan hubungan personal, sebagai simbol organisasi . igure hea. , pemimpin . , dan penghubung . , . berkaitan dengan informasi, sebagai pemonitor, disseminator, dan spokesman organisasi, dan . berkaitan dengan pengambilan keputusan, sebagai entreneur, disturbance handler, penyedia segala sumber, dan negosiator. Sergiovanni . terkait dengan jurnal Ahmad Yusuf Sobri, dkk . membagi tugas kepala sekolah atau madrasah menjadi dua, yakni : proses administrasi . erencanakan, mengorganisasi, mengkoordinasi, mengkomunikasikan, mempengaruhi, dan mengevaluas. , dan bidang garapan pendidikan . rogram sekolah, siswa, personel, dana, fasilitas fisik, dan hubungan dengan masyaraka. Keberhasilan suatu lembaga pendidikan sangat tergantung dengan kepemimpinan kepala sekolah / madrasah. Oleh karena itu kepala sekolah / madrasah harus mampu membawa lembaganya ke arah yang cemerlang demi tercapainya tujuan yang telah Selain itu, kepala sekolah / madrasah harus bisa melihat adanya perubahan baik di masa sekarang maupun di masa depan seiring dengan dinamisnya kehidupan globalisasi di tengah masyarakat dunia. Kepala sekolah/madrasah harus bertanggung jawab atas kelancaran dan keberhasilan segala urusan pengaturan dan pengelolahn secara formal PERAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Rindu Ilahi kepada atasannya maupun secara informal kepada masyarakat yang telah menitipkan anak Selain itu, kepala sekolah / madrasah memiliki peran dan tugas sebagai berikut: Kepala Sekolah Sebagai Educator, berarti kepala madrasah memiliki peran dalam pembentukan karakter yang didasari dengan nilai-nilai pendidik. Kepala Sekolah Sebagai Manager, berarti kepala madrasah berperan dalam mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan institusi atau lembaga secara efektif dan efisien. Kepala Sekolah Sebagai Administrator, berarti kepala madrasah berperan dalam mengatur tata laksana dan tata kelola sistem administrasi di sekolah sehingga nantinya akan menjadi lebih efektif dan efisien. Kepala Sekolah Sebagai Innovator, memiliki arti bahwa kepala madrasah merupakan pribadi yang dinamis dan kreatif yang tidak terikat dalam rutinitas. Kepala Sekolah Sebagai Motivator, memiliki arti bahwa kepala madrasah harus mampu memberi dorongan sehingga seluruh komponen pendidikan yang ada di lembaga dapat berkembang secara profesional. Kepala Sekolah Sebagai Supervisor, berarti kepala madrasah berperan dalam upaya membantu pengembangan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan lainnya di Kepala Sekolah Sebagai Leader, berarti kepala madrasah berperan dalam mempengaruhi orang-orang di sekitarnya untuk bekerja sama dalam mencapai visi dan tujuan bersama. METODE Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif karena datanya tidak berupa angka, tetapi berupa kata-kata dan gambar. Hal ini didukung oleh pernyataan Bagda dan Taylor yang dikutip oleh Lexy J. Moleong yang mengatakan bahwa metode kualitatif adalah suatu proses penelitian yang menghasilkan data deskriptif, yaitu data yang berupa uraian tertulis atau tuturan dari narasumber maupun perilaku seseorang. (Lexy J. Moleong, 2. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan, dimana penelitian ini dilakukan dalam lokasi MA Bilinguala Kota Batu penelitian ini di lakukan dengan mengangkat data- data yan ada di lapangan mengenai hal-hal yang di teleti, yaitu peran Kepala Madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Bilingual Kota Batu. HASIL Berdasarkan paparan data mengenai Peran Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MA Bilingual Batu, dapat disimpulkan dengan beberapa hal sebagaiberikut: Kepala Madrasah Sebagai Supervisor dalam Meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Bilingual Kota Batu. Supervisi adalah proses yang dirancang khusus untuk membantu guru dan pengawas mempelajari tugas sehari-hari di madrasah, sehingga mereka dapat menggunakan pengetahuan dan keterampilan mereka untuk melayani orang tua siswa dan madrasah dengan lebih baik, dan madrasah menjadi komunitas belajar yang lebih Efektif. Supervisi dapat dilakukan oleh kepala sekolah sebagai pengawas, tetapi dalam organisasi pendidikan modern diperlukan pengawas khusus yang lebih mandiri dan dapat meningkatkan objektivitas dalam pelatihan dan Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. pelaksanaan tugasnya (E. Mulyasa, 2. Kepala madrasah sebagai supervisor mempunyai tugas membimbing, mendukung dan menginstruksikan para pendidik dan tenaga kependidikan untuk menghargai dan melaksanakan tata cara pendidikan untuk menunjang kemajuan pendidikan. Kepala madrasah juga harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian untuk meningkatkan kinerja Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif agar para pendidik tidak menyimpang dan menjalankan tugasnya dengan lebih hati-hati. Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, sebaiknya kepala sekolah melakukan kegiatan supervisi secara berkala, yang dapat juga meliputi kunjungan ke kelas, guna mengamati secara langsung proses pembelajaran, khususnya dalam pemilihan dan penerapan metode, cara yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dari hasil supervisi ini dapat diketahui baik kelemahan maupun kelebihan guru dalam pelaksanaan pembelajaran, tingkat penguasaan kompetensi guru yang bersangkutan, kemudian solusi yang diinginkan, pembinaan dan tindak lanjut Bagi guru untuk mengoreksi kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulannya dalam melaksanakan pembelajaran. Kepala Sekolah Sebagai Supervisor berfungsi untuk membimbing, membantu dan mengarahkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan untuk menghargai dan melaksanakan prosedur-prosedur pendidikan guna menunjang terwujudnya mutu Berbicara mutu pendidikan di sekolah/madrasah tidak terlepas dari mutu input, proses, dan output. Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun, dan melaksanakan program supervisi pendidikan serta memanfaatkan Kemampuan menyusun program supervisi pendidikan Harus diwujudkan dalam penyusunan program supervisi kelas, pengembangan program supervisi untuk kegiatan ekstrakurikuler, pengembangan program supervisi perpustakaan, laboratorium, dan ujian. Kemampuan melaksanakan program supervisi pendidikan Harus diwujudkan dalam pelaksanaan program supervisi klinis supervisi non klinis dan program supervisi kegiatan ekstrakurikuler sedangkan kemampuan memanfaatkan hasil supervisi pendidikan Harus diwujudkan dalam pemanfaatan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan, dan pemanfaatan hasil supervisi untuk mengembangkan Madrasah. Peran Kepala Sekolah sebagai supervisor ialah. kepala sekolah merencanakan program supervisi kunjungan kelas dan ekstrakurikuler . kepala sekolah melaksanakan program supervisi kunjungan kelas dan ekstrakurikuler . kepala sekolah mengadakan tindak lanjut untuk meningkatkan profesionalisme guru. Salah satu fungsi kepala Madrasah adalah supervisor, yaitu mengawasi pekerjaan tenaga kependidikan, dalam hal ini guru. Mulyasa mengatakan bahwa pengawasan adalah upaya mengamati, mencatat, memberi penjelasan, petunjuk dan bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan, serta mengoreksi berbagai hal PERAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Rindu Ilahi yang kurang tepat dan mengoreksi kesalahan. Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan secara efektif untuk menunjang peran kepala madrasah sebagai supervisor antara lain. Diskusi Kelompok. Merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan bersama guru-guru dan bisa juga melibatkan tenaga administrasi untuk memecahkan berbagai macam di sekolah, dalam mencapai suatu keputusan. Banyak masalah yang dapat diselesaikan dalam diskusi kelompok, seperti peningkatan kemampuan tenaga kependidikan, dan menyelesaikan beberapa masalah temuan oleh kepala madrasah baik di dalam maupun di luar kelas. Diskusi kelompok ini, sudah dilaksanakan oleh kepala madrasah dengan cara melaksanakan beberapa pertemuan guru . dan melaksanakan beberapa rapat yang dibutuhkan oleh madrasah, madrasah juga melaksanakan pertemuan dengan wali murid yang mana paling sedikit dilaksanakan dua kali . X) dalam satu tahun bersamaan dengan pembagian rapor peserta didik. Kunjungan kelas dapat digunakan oleh kepala madrasah sebagai salah satu teknik atau cara untuk mengamati pembelajaran secara langsung. Kunjungan kelas merupakan teknik yang sangat bermanfaat untuk mendapatkan informasi secara langsung tentang berbagai hal yang berkaitan dengan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugas pokoknya terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode pembelajaran, media yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran serta mengetahui secara langsung kemampuan siswa dalam menangkap materi yang diajarkan. Pelaksanaan kunjungan kelas oleh kepala madrasah dapat diberitahukan terlebih dahulu, tetapi dapat pula dilakukan secara mendadak sesuai dengan kebutuhan dan program kerja kepala madrasah atau atas undangan guru. Kegiatan berkeliling kelas telah dilaksanakan oleh Kepala Madrasah MA Bilingual Batu, dengan bertujuan sebagai monitoring terhadap kegiatan belajar mengajar di madrasah untuk melihat kinerja guru dan mengamati proses belajar mengajar guru. Kepala MA Bilingual melaksanakan kegiatan supervisi bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja Dalam hal ini kepala madrasah dan waka kurikulum menyusun jadwal untuk melaksanakan supervisi agar kegiatan tersebut berjalan secara terstruktur. Kepala Madrasah Sebagai Manajer dalam Meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Bilingual Kota Batu. Kepala Madrasah sebagai Manajer dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Bilingual Kota Batu. Manajemen pada hakekatnya merupakan suatu proses merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, memimpin dan mengendalikan usaha anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk melaksanakan peran dan fungsinya kepala sekolah sebagai manajer memiliki strategi yang tepat melalui kerjasama, memberikan kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah. Kepala madrasah sebagai manajer dalam pelaksanaan program kebijakan melalui perumusan visi, misi dan tujuan sekolah dilakukan dengan melibatkan seluruh komponen madrasah dalam penyusunan visi, misi dan tujuan sekolah Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. juga memperhatikan kebutuhan lingkungan untuk peningkatan mutu pendidikan. Seluruh warga sekolah telah menjalankan visi, misi dan tujuan yang telah disusun, hal ini terlihat jelas dari berjalannya proses belajar mengajar yang berkualitas. Kepala MA Bilingual sebagai manajer berpusat pada visi dan misi madrasah, dimana mengadakan rapat bersama dengan tenaga kependidikan dan kepegawaian seperti guru, komite dan semua komponen yang bertanggung jawab, untuk merencanakan atau menetapkan program dan meminta persetujuan dari perangkat yang terhubung. Sehingga dapat mencapai visi, misi dan tujuan madrasah. Contoh dari visi lembaga pendidikan yaitu peserta didik menjadi lulusan yang berwatak Islami dan berkemampuan untuk hidup mandiri sekaligus berdedikasi kepada agama dan masyarakat. Tugas Kepala sekolah sebagai manajer dalam meningkatkan mutu pendidikan ialah merencanakan program, mengorganisasikan program, menggerakkan program, monitoring, dan pengembangan Merencanakan program jangka panjang maupun pendek kepala sekolah selalu memanggil wakil kepala sekolah, serta perwakilan dari guru mata pelajaran guna meminta pendapat dan bantuannya dalam menyusun sebuah program tersebut. Dalam menyusun sebuah kebijakan, kepala sekolah ada yang membantu yaitu wakil kepala sekolah bidang Komite sekolah juga ikut dilibatkan dalam menyusun kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan siswa dan kontrol anggaran yang diterima oleh sekolah. Komite sekolah aktif dalam mengontrol sekolah hal tersebut dibuktikan dengan sering hadirnya komite sekolah di sekolah dan berdiskusi dengan kepala sekolah dan guru lainnya. Kepala Madrasah Sebagai Inovator dalam Meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Bilingual Kota Batu. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai inovator, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan, mencari ide-ide baru, mengintegrasikan setiap Kegiatan, menjadi panutan bagi seluruh tenaga kependidikan di sekolah, dan mengembangkan model-model pembelajaran yang efektif. Kepala sekolah sebagai inovator tercermin dari cara melakukan pekerjaan secara konstrukstif, kreatif, delegatif, integratif, rasional dan objective, pragmatis, keteladanan, disiplin, serta adabtabel dan fleksibel. ran kepala sekolah sebagai inovator . Menjalin hubungan harmonis dengan lingkungan, . Mencari gagasan baru, . Mengimplementasikan ide-ide baru, . Mengintegrasikan seluruh kegiatan sekolah, . Memberikan keteladanan, dan . Mengembangkan model-model pembelajaran inovatif. PEMBAHASAN Kepala Madrasah Sebagai Supervisor dalam Meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Bilingual Kota Batu. Kepala Madrasah sebagai Supervisor menunjukkan bahwa supervisi merupakan komponen kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan di MA Bilingual Batu. Kepala madrasah, sebagai supervisor, memainkan peran vital dalam membimbing, mendukung, dan menginstruksikan para pendidik serta tenaga kependidikan. Dengan melaksanakan supervisi secara berkala, termasuk kunjungan kelas, diskusi kelompok, dan pembicaraan individual, kepala madrasah dapat mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan dalam pelaksanaan pembelajaran. Supervisi ini tidak hanya melibatkan pemantauan langsung. PERAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Rindu Ilahi tetapi juga melibatkan strategi pembinaan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dan mendukung perbaikan dalam proses pembelajaran. Kemampuan kepala madrasah untuk menyusun dan melaksanakan program supervisi pendidikan sangat penting dalam memastikan kualitas pengajaran. Program supervisi yang efektif mencakup berbagai aspek, seperti supervisi klinis, non-klinis, dan kegiatan ekstrakurikuler, serta pemanfaatan hasil supervisi untuk pengembangan madrasah. Supervisi yang dilakukan oleh kepala madrasah bertujuan untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil sesuai dengan tujuan peningkatan mutu pendidikan dan untuk memberikan bimbingan yang berkelanjutan bagi tenaga kependidikan. Kepala madrasah berusaha melakukan supervisi dengan mengunjungi tiap kelas. Kalau tidak ada urusan di kantor, kepala madrasah langsung berkunjung ke kelas untuk mengamati kegiatan guru dalam mengajar. Pembicaraan Individual. Merupakan teknik bimbingan dan konseling, yang dapat digunakan oleh kepala sekolah untuk memberikan konseling kepada guru baik berkaitan kegiatan pembelajaran maupun masalah yang menyangkut profesionalisme guru. Pembicaraan individual dapat menjadi strategi pembinaan tenaga kependidikan yang sangat efektif, terutama dalam memecahkan masalah yang menyangkut pribadi tenaga kependidikan. Simulasi pembelajaran. Merupakan suatu teknik supervisi berbentuk demonstrasi pembelajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah, sehingga guru dapat menganalisa penampilan yang diamatinya sebagai instrospeksi diri, walaupun sebenarnya tidak ada cara mengajar yang paling baik. Kepala Madrasah Sebagai Manajer dalam Meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Bilingual Kota Batu. Kepala Madrasah sebagai Manajer menunjukkan bahwa manajemen yang efektif memerlukan perencanaan yang cermat, pengorganisasian, penggerakan, monitoring, dan pengembangan budaya. Kepala madrasah harus memiliki strategi manajerial yang tepat, melibatkan seluruh komponen madrasah dalam perumusan visi, misi, dan tujuan sekolah, serta memanfaatkan umpan balik dari berbagai pihak untuk merencanakan dan melaksanakan program-program yang mendukung peningkatan mutu pendidikan. Komite sekolah juga ikut dilibatkan dalam menyusun sebuah kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan siswa dan kontrol anggaran yang diterima oleh sekolah. Komite sekolah aktif dalam mengontrol sekolah hal tersebut dibuktikan dengan sering hadirnya komite sekolah di sekolah dan berdiskusi dengan kepala sekolah dan guru lain. Mengorganisasikan program. Peranan kepala sekolah sebagai organisator di MA Bilingual kota Batu, diperoleh hasil adanya keterlibatan orang tua melalui komite sekolah dengan melengkapi sarana yang dibutuhkan oleh sekolah, memantau pembelajaran di kelas, pembagian tugas sesuai kemampuan guru baik di kelas maupun keterampilan yang mereka miliki, membentuk kepanitiaan dalam menghadapi lomba. Struktur organisasi di sekolah dipandang sudah sesuai dengan kebutuhan karena dalam organisasi sekolah merupakan hak prerogratif kepala sekolah sesuai kebutuhan kepala sekolah dalam menjalankan tugas. Menggerakan progam. Peranan kepala sekolah sebagai penggerak di MA Bilingual Batu, diperoleh hasil sebagai berikut: untuk guru adanya motivasi semangat life long education, peningkatan kesejahteraan dan adanya kesempatan untuk bertanya dalam suasana yang menyenangkan, mendatangkan narasumber untuk membimbing guru dalam pembuatan Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. tulisan ilmiah, mengikuti seminar dan lainnya seperti mengikutsertakan guru dalam MGMP. Sebulan sekali diadakan briefing dengan guru dan dengan staf dalam rangka mengevaluasi kinerja guru selama satu bulan. Dalam membina pendidik dan tenaga kependidikan, kepala sekolah selalu mengadakan pengarahan terhadap pendidik dan tenaga kependidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan memperjelas tugas dari masing-masing, contoh nyata kepala sekolah dalam membina pendidik yaitu dengan adanya in house training, mengikuti MGMP setiap bulan baik tingkat rayon maupun kabupaten, sedangkan dari tenaga kependidikan seperti di bagian TU dan perpustakaan guna meningkatkan kinerja tenaga kependidikan diadakan pelatihan penataan ruang perpustakaan supaya tertata rapih dan siswa betah apabila sedang membaca di perpustakaan. Monitoring. Kepala sekolah sebagai manajer yang memiliki tugas untuk memonitoring seluruh progam sekolah, di MA Bilingual dengan adanya monitoring dari seluruh perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dimulai dari pengawasan pembuatan program semester, pembuatan RPP, pelaksanaan PBM baik langsung maupun tidak langsung. Semua dievaluasi secara periodik minimal pada akhir semester atau pada tahun ajaran baru. Evaluasi tersebut dibantu oleh pengawas dan guru lainnya yang dianggap mampu dalam menjalankan tugas sebagai pengevaluasi Pengembagan budaya, kepala sekolah mempunya strategi lain dalam menjalankan tugasnya sebagai manajer di MA Bilingual, strategi tersebut adalah menjadi seorang pengembang budaya yakni membudayakan untuk berdisiplin, membiasakan untuk mencintai kebersihan, membudayakan berprestasi, serta budaya keagamaan yang dilaksanakan dengan bimbingan kegiatan sholat dhuha dan duhur berjamaah yang dilaksanakan setiap hari danmengawali kelas dengan melaksanakan tadarus alAoquran serta memperingati hari-hari besar islam. Kepala Madrasah Sebagai Inovtor dalam Meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Aliyah Bilingual Kota Batu. Kepala Madrasah sebagai inovator berusaha untuk mendorong dan membimbing setiap pengajar maupun tenaga kependidikan agar dapat berkembang secara optimal. Kepala MA Bilingual Kota Batu telah memberikan wadah MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajara. untuk mengembangkan kemampuan dan keahlian guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, sehingga dapat menunjang usaha peningkatkan mutu pendidikan. Kepala madrasah juga berusaha mencari gagasan dan cara baru dalam melaksakan tugasnya. Dengan hal ini kepala sekolah berusaha meningkatkan kualitas teknolgi yang ada di MA Bilingual batu untuk meningkatkan kualitas belajar. Untuk meningkakan profesionalisme tenaga kependidikan di MA Bilingual, kepala madrasah berusaha menjadi contoh teladan dan baik. Dan mempu beradaptasi dan fleksibel dalam menghadapi situasi baru, serta berusaha menciptakan suasana kerja yang menyenangkan dan memudahkan tenaga kependidikan untuk beradaptasi dalam melakukan tugasnya. Kepala madrasah sebagai inovator memiliki hubungan yang baik dengan lingkungan, serta kepala madrasah berusaha untuk membimbing anak didik menjadi yang lebih baik. Kepala Madrasah Aliyah Bilingual Batu secara garis besar telah berperan aktif sebagai peningkat mutu pendidikan di madrasah tersebut, namun tidak menutup kemungkinan terjadinya beberapa kendala, salah satu kendala yang ada pada madrasah tersebut adalah terkait dengan sarana dan prasarana, yang mana peningkatan mutu dalam sarana dan prasarana tidak cukup hanya dengan peran kepala sekolah saja, namun dalam hal ini pembiayaan dalam peningkatan mutu sarana dan prasarana juga sangat penting. SIMPULAN PERAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Rindu Ilahi Berdasarkan penelitian dan kajian yang telah dilakukan terkait Peran Kepala Madrasah dalam Miningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Aliyah Bilingual Batu, secara garis besar sudah melakukan peran kepala madrasah dengan optimal dan telah melaksanakan sesuai dengan beberapa isntrumen peran kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan, adapun dapat disimpulkan dengan beberapa hal sebagai Kepala Madrasah sebagai Supervisor. Kepala Madarasah Aliyah Bilingual Batu telah melakasanakan beberapa hal yang menunjang peran sebagai supervisor, dengan adanya kegiatan kunjungan kelas, diskusi kelompok, simulasi pembelajaran, dan komunikasi Melaksanakan kegiatan supervisi dalam mengawasi kegiatan belajar mengajar kepala madrasah di bantu oleh waka kurikulum membuat jadwal kepada tenaga pengajar untuk berperan sebagai pengawas dalam berlangsungnya kegiatan mengajar dengan sistem bergilir setiap harinya. Kepala Madrasah Sebagai Manajer. Kepala Madrasah Aliyah Bilingual Batu telah memiliki visi, misi untuk madrasah dan juga telah merencanakan program, mengorganisasikan program, mengerakan program, monitoring, dan pengembangan budaya religius. Kepala MA Bilingual sebagai manajer berpusat pada visi dan misi madrasah, mengadakan rapat bersama dengan tenaga kependidikan dan kepegawaian seperti guru, komiten dan semua komponen yang bertanggungjawab, untuk merencanakan atau menetapkan program dan meminta persetujuan dari perangkat yang terhubung. Sehingga dapat mencapai visi, misi dan tujuan madrsah. Kepala Madrasah Sebagai Inovator. Setiap madrasah pasti bersaing dengan madrasah yang lain, namun persangan tersebut dalam ranah baik dan sehat sehingga madrasah harus senantiasa memiliki inovasi yang tinggi sebagai bukti berkembang nya sebuah madrasah, dengan penggerak utama yakni kepala madrasah. Kepala Madrasah Aliyah Bilingual Batu, telah beru saha melaksanakan beberapa inovasi, khususnya inovasi dalam sistem pembelajaran berbasis IT. Disamping itu Madrasah Aliyah Bilingual juga memiliki inovasi yang unik dalam hal bahasa, sebagaimana namanya yakni AuBilingualAy maka selalu melibatkan tenaga pendidik dan siswa untuk terbiasa dengan dua bahasa dalam sehari-hari dan membuat program bahasa setelah pembelajaran kelas usai yakni English Program. REFERENSI