MANEKIN : Jurnal Manajemen. Ekonomi. Pendidikan dan Informatika Volume 1. No. Juni Tahun 2023 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 277-286 Pengaruh Aspek Ae Aspek Metode Springate Terhadap Going Concern Perusahaan Pada Masa Covid-19 Krisintiya Riyana1 . Muhammad Fachruddin Arrozi2 1Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Akuntansi. Universitas Esa Unggul. Jakarta. Indonesia Email: 1krisintiyariyana@gmail. com , 2*arrozi@esaunggul. AbstrakOePenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh seluruh rasio keuangan model Springate yaitu modal kerja terhadap total aset. EBIT terhadap total aset. EBT terhadap total kewajiban lancar, dan penjualan terhadap total aset terhadap going concern pada perusahaan sub sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2021. Populasi yang digunakan adalah 80 perusahaan. Sampel pada penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode purpose sampling dengan kriteria yang telah ditentukan, sehingga diperoleh 67 perusahaan. Metode analisis yang digunakan yaitu uji statistik deskriptif dan uji hipotesis menggunakan analisis regresi logistik binary. Hasil analisis dmenunjukkan besarnya pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen sebesar 0,904 atau 90,4% artinya variabel independen yang terdiri Rasio Modal Kerja Terhadap Total Aset (MKTA). Rasio Laba Sebelum Bunga dan Pajak Terhadap Total Aset (EBITTA). Rasio Laba Sebelum Pajak Terhadap Total Liabilitas Lancar (EBTLL), dan Rasio Penjualan Terhadap Total Aset (PTA) dapat menjelaskan prediksi going concern sebesar 90,4% dan sisanya sebesar 9,6% dijelaskan variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Rasio Penjualan Terhadap Total Aset (PTA) dapat menjelaskan prediksi going concern sebesar 90,4% dan sisanya sebesar 9,6% dijelaskan variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Kata kunci : Metode Springate. Going Concern. Financial Distress AbstractOe This study aims to determine and analyze the influence of all financial ratios of the Springate model, namely working capital to total assets. EBIT to total assets. EBT to total current liabilities, and sales to total assets to going concern in property and real estate sub-sector companies listed on Indonesia Stock Exchange for the 2020-2021 period. The population used is 80 companies. The sample in this study was selected using the purposive sampling method with predetermined criteria, so that 67 companies were obtained. The analytical method used is descriptive statistical test and hypothesis testing using binary logistic regression The results of the analysis show the magnitude of the influence of the independent variables simultaneously on the dependent variable of 0. 904 or 90. 4% meaning that the independent variables consist of the Ratio of Working Capital to Total Assets (MKTA), the Ratio of Earnings Before Interest and Taxes to Total Assets (EBITTA), the Ratio of Earnings Before Taxes to Total Current Liabilities (EBTLL), and the Ratio of Sales to Total Assets (PTA) can explain the going concern prediction of 90. 4% and the remaining 9. 6% is explained by other variables not included in the research model. The ratio of Sales to Total Assets (PTA) can explain the going concern prediction of 90. 4% and the remaining 9. 6% is explained by other variables not included in the research model. Keywords: Springate Method. Going Concern. Financial Distress PENDAHULUAN Dunia kini sedang mengalami peristiwa yang terjadi secara tak terduga atau disebut dengan fenomena Black Swan yang menyebabkan kehebohan di pasar keuangan, peristiwa tersebut adalah COVID-19 (Limba. Rijoly, & Tarangi, 2. COVID-19 membuat perekonomian Indonesia menjadi terpuruk, hal ini disebabkan adanya penurunan pertumbuhan ekonomi akibat meluasnya penyakit Covid-19 di dalam negeri yang berimbas pada semua sektor perusahaan (Fahrika & Roy. Dampak dari konsumsi masyarakat yang menurun dapat menganggu aktivitas operasional perusahaan yang mengakibatkan perusahaan tidak berjalan atau non going concern. Prediksi kelangsungan hidup suatu entitas atau perusahaan . oing concer. sangatlah bermanfaat bagi internal perusahaan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan serta dapat mengantisipasi akan kondisi yang dapat menyebabkan financial distress yang mengancam kelangsungan hidup perusahaan (Fernando, 2. Ketika perusahaan sedang dalam keadaan likuidasi, perusahaan dapat menggunakan semua aset yang dimilikinya untuk dijual sehingga perusahaan masih dapat mempertahankan kelangsungan usahanya . oing concer. (Ginting & Tarihoran, 2. Krisintiya Riyan. https://journal. id/index. php/manekin | Page 277 MANEKIN : Jurnal Manajemen. Ekonomi. Pendidikan dan Informatika Volume 1. No. Juni Tahun 2023 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 277-286 Peneliti mencoba mengumpulkan data dari laporan keuangan beberapa perusahaan property dan real estate selama tiga tahun, berdasarkan perhitungan model springate didapatkan data perusahaan Agung Podomoro Land Tbk dan Bumi Serpong Damai Tbk memiliki hasil S < 0,862 selama tiga tahun berturut turut, sedangkan perusahaan Kawasan Industri Jababeka Tbk pada tahun 2020 dan 2022 memiliki hasil S < 0,862, pada tahun 2021 hasilnya S > 0,862. Berdasarkan pengamatan data di atas, menunjukkan bahwa terdapat perusahaan sektor property dan real estate yang terdampak krisis ekonomi karena COVID-19, tetapi masih ada perusahaan yang dapat mempertahankan kelangsungan hidup . oing concer. Pentingnya penelitian ini untuk mengetahui tanda-tanda kesulitan keuangan lebih awal walaupun auditor belum mengeluarkan opini going concern agar perusahaan dapat segera mengambil keputusan manajemen jika diperlukan. METODE 1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada sampel tertentu, analisis data bersifat statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Parjaman & Akhmad, 2. Tipe penelitian adalah pengujian hipotesis dengan jenis kausalitas. Penelitian jenis kausalitas merupakan bentuk penelitian yang disusun untuk mencari penjelasan dalam bentuk hubungan sebab akibat antar beberapa variabel (Husain et al. , 2. 2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada perusahaan sub sektor property dah real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2021. Waktu penelitian dimulai pada bulan April 2022 sampai Agustus 2022. 3 Jenis dan Sumber Data Jenis data adalah data kuantitatif dari laporan keuangan. Sumber data yang digunakan yaitu data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan sub sektor property dah real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2021 atau selama masa Covid-19 yang diperoleh dari id, w. com, dan situs website perusahaan. 4 Populasi. Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi pada penelitian ini yaitu perusahaan sub sektor property dan real estate yang terdaftar di BEI periode 2020-2021 yang berjumlah 80 perusahaan. Sampel dipilih berdasarkan metode purposive sampling sehingga diperoleh sebanyak 67 perusahaan atau 134 data yang akan dijadikan sebagai objek penelitian ini. 5 Metode Pengambilan Data Metode pengambilan data pada penelitian ini adalah survey kepustakaan dengan melakukan Observasi dibagi menjadi dua, yaitu observasi langsung dan observasi tidak langsung. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan observasi tidak langsung, yaitu dengan membuka website dari objek yang diteliti yaitu w. id dan w. com, serta situs website perusahaan, sehingga dapat diperoleh laporan keuangan, gambaran umum perusahaan serta 6 Definisi Operasional Variabel Dalam penelitian ini, metode yang digunakan dalam memprediksi kelangsungan usaha Model Scott (Scott, 1. bahwa pembayaran bunga dihasilkan dari pendapatan sebelum bunga dan pajak perusahaan dan perubahan dalam ekuitas dalam hal ini adalah pembayaran Variabel going concern diukur dengan menggunakan variabel dummy dengan memberi kode 1 untuk perusahaan yang mengalami going concern atau R < EBIT S dan memberi kode 0 untuk perusahaan yang tidak going concern atau R > EBIT S. Krisintiya Riyan. https://journal. id/index. php/manekin | Page 278 MANEKIN : Jurnal Manajemen. Ekonomi. Pendidikan dan Informatika Volume 1. No. Juni Tahun 2023 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 277-286 7 Metode Analisis Data Teknik analisis yang digunakan pada penelitian adalah analisis regresi logistik biner. Hal ini dikarenakan variabel terikat merupakan suatu bentuk data kualitatif yang berisi kategori atau kode dummy . , dibagi menjadi dua kategori yaitu perusahaan going concern dan perusahaan yang tidak going concern (Anggraini, 2. Model persamaan regresi binary logistik penelitian ini adalah sebagai berikut: Ln Y/. -Y) = a 1X1 2X2 3X3 4X4 e Keterangan : Ln Y/. -Y) = Going Concern = Konstanta 1, 2, 3, 4 = Koefisien Regresi = Rasio Modal Kerja Terhadap Total Aset = Rasio Laba Sebelum Bunga dan Pajak = Rasio Laba Sebelum Pajak Terhadap Total Liabilitas Lancar = Rasio Penjualan Terhadap Total Aset = Error HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Tabel 1. Uji Statistik Deskriptif Rasio MKTA (X. Std. Deviation Rasio EBITTA (X. Rasio EBTLL (X. Rasio PTA (X. Going Concern (Y) Valid N . Minimum Maximum Mean Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan statistik deskriptif, variabel going concern merupakan variabel dummy yaitu dengan kode 0 dan 1, dimana jika perusahaan non going concern akan diberikan kode 0 dan perusahaan going concern akan diberikan kode 1. Nilai rata-ratanya yaitu 54, nilai rata-rata tersebut menandakan bila perusahaan property dan real estate yang terdaftar di BEI tahun 2020-2021 masih banyak yang terindikasi non going concern bila dilihat dari perhitungan R < EBIT S = going concern dan R > EBIT S = non going concern. Tabel 2. Menguji Kelayakan Model Regresi Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-square Sig. Dari tabel tersebut terlihat bahwa nilai signifikansinya adalah 0,988. Nilai signifikansi yang diperoleh lebih besar dari 0,05 yang berarti hipotesis 0 (H. Artinya model dapat Krisintiya Riyan. https://journal. id/index. php/manekin | Page 279 MANEKIN : Jurnal Manajemen. Ekonomi. Pendidikan dan Informatika Volume 1. No. Juni Tahun 2023 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 277-286 memprediksi nilai yang diamati, atau diterima karena cocok dengan data yang diamati, dan model ini dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Tabel 3. Menilai Keseluruhan Model Iteration Historya,b,c Coefficients Iteration Step 0 -2 Log likelihood Constant Constant is included in the model. Initial -2 Log Likelihood: 184. Estimation terminated at iteration number 2 because parameter estimates changed by less than . Berdasarkan hasil uji SPSS, tabel 4. 3 menunjukkan nilai awal 2 Log Likelihood sebesar 687, angka ini signifikan pada alpha 5%, artinya hiipotesis nol (H. Hanya konstanta yang tidak cocok dengan data . ebelum memasukkan variabel independen dalam model regres. (Ghozali, 2011:268 Tabel 4. Menilai Keseluruhan Model Iteration Historya,b,c,d Coefficients -2 Log likelihood Constant Iteration Rasio Rasio EBITTA MKTA (X. (X. Rasio EBTLL (X. Rasio PTA (X. Step 1 1 Krisintiya Riyan. https://journal. id/index. php/manekin | Page 280 MANEKIN : Jurnal Manajemen. Ekonomi. Pendidikan dan Informatika Volume 1. No. Juni Tahun 2023 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 277-286 Method: Enter Constant is included in the model. Initial -2 Log Likelihood: 184. Estimation terminated at iteration number 11 because parameter estimates changed by less than . Langkah selanjutnya adalah membandingkan antara nilai -2 Log Likelihood awal . abel Iteration History . dengan -2 Log Likelihood akhir . abel Iteration History . Pada tabel Iteration History 0, nilai -2 Log Likelihood awal menunjukan sebesar 184. Setelah variabel bebas dimasukan pada model regresi, maka nilai -2 Log Likelihood pada tabel 4. 4 Iteration History 1 adalah sebesar 33. Berdasarkan output tersebut, terjadi penurunan nilai antara-2 Log Likelihood awal dan akhir sebesar 151,172. Penurunan nilai-2 Log Likelihood ini dapat diartikan bahwa penambahan variabel bebas ke dalam model dapat memperbaiki model fit serta menunjukan model regresi yang lebih baik atau dengan kata lain model yang dihipotesiskan fit dengan data. Tabel 5. Koefisien Determinasi Model Summary -2 Log Step Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square Estimation terminated at iteration number 11 because parameter estimates changed by less than . Besarnya koefisien determinasi untuk model regresi logistik dapat dilihat pada nilai Nagelkerke R Square. Nilai Nagelkerke R Square yaitu sebesar 0. Artinya 90,4% variabilitas dalam variabel terikat dapat dijelaskan oleh variabel bebas, sedangkan sisanya 9,6% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian. Tabel 6. Uji Omnibus Test of Model Coefficients Omnibus Tests of Model Coefficients Chi-square Step 1 Sig. Step Block Model Uji hasil Omnibus Tests of Model Coeffiencients menjelaskan bahwa nilai Chi-Square 172 dengan nilai signifikan 0. 000 < 0,05 maka dikatakan secara simultan Rasio MKTA (X. Krisintiya Riyan. https://journal. id/index. php/manekin | Page 281 MANEKIN : Jurnal Manajemen. Ekonomi. Pendidikan dan Informatika Volume 1. No. Juni Tahun 2023 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 277-286 Rasio EBIITTA (X. Rasio EBTLL (X. , dan Rasio PTA (X. berpengaruh terhadap going concern pada perusahaan property dan real estate tahun 2020-2021. Tabel 7. Hasil Uji Wald (Uji Parsia. 95% C. for EXP(B) Step 1a Rasio MKTA (X. Rasio EBITTA (X. Rasio EBTLL (X. Rasio PTA (X. Constant Wald Sig. Exp(B) Lower 161E 3. 633E 1 Upper Variable. entered on step 1: Rasio Modal Kerja Terhadap Total Aset (X. Rasio Laba Sebelum Bunga dan Pajak terhadap Total Aset (X. Rasio Laba Sebelum Pajak terhadap Total Liabilitas Lancar (X. Rasio Penjualan terhadap Total Aset (X. Berdasarkan hasil uji Wald dapat diuraikan sebagai berikut : Variabel Rasio MKTA memiliki nilai signifikan sebesar 0,475 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Rasio MKTA tidak berpengaruh secara signifikan terhadap going concern. Variabel Rasio EBITTA memiliki nilai signifikan sebesar 0,001 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Rasio EBITTA berpengaruh secara signifikan terhadap going Variabel Rasio EBTLL memiliki nilai signifikan sebesar 0,048 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Rasio MKTA berpengaruh secara signifikan terhadap going Variabel Rasio PTA memiliki nilai signifikan sebesar 0,041 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Rasio EBITPTA berpengaruh secara signifikan terhadap going 2 Pembahasan Pengaruh Rasio MKTA. Rasio EBITTA. Rasio EBTLL, dan Rasio PTA terhadap Going Concern Berdasarkan hasil uji Omnibus Tests of Model Coeffiencients dapat dijelaskan bahwa nilai Chi-Square 151. 172 dengan nilai signifikan 0. 000 < 0,05 maka dikatakan secara simultan Rasio MKTA (X. Rasio EBIITTA (X. Rasio EBTLL (X. , dan Rasio PTA (X. berpengaruh simultan terhadap going concern, sehingga hipotesis H1 diterima. Besarnya pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen ditunjukkan oleh nilai Nagelkerke R square sebesar Krisintiya Riyan. https://journal. id/index. php/manekin | Page 282 MANEKIN : Jurnal Manajemen. Ekonomi. Pendidikan dan Informatika Volume 1. No. Juni Tahun 2023 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 277-286 0,904 atau 90,4% artinya variabel independen yang terdiri Rasio Modal Kerja Terhadap Total Aset (MKTA). Rasio Laba Sebelum Bunga dan Pajak Terhadap Total Aset (EBITTA). Rasio Laba Sebelum Pajak Terhadap Total Liabilitas Lancar (EBTLL), dan Rasio Penjualan Terhadap Total Aset (PTA) dapat menjelaskan prediksi going concern sebesar 90,4% dan sisanya sebesar 9,6% dijelaskan variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Pengaruh Rasio MKTA terhadap Going Concern Koefisien regresi variabel Rasio MKTA (X. 408 yang memiliki arti jika ada peningkatan pada Rasio MKTA sebesar 1 maka akan terjadi peningkatan terhadap Going Concern Koefisien bernilai positif yang menandakan arah hubungan Rasio MKTA terhadap Going Concern searah, sehingga apabila Rasio MKTA naik maka variabel Going Concern juga naik begitu pula sebaliknya. Rasio MKTA berfungsi untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi hutang jangka pendeknya dan untuk mengukur tingkat likuiditas aktiva perusahaan (Fitriani & Huda. Sehingga tidak berpengaruhnya Rasio MKTA terhadap Going Concern diduga karena di dalam rasio MKTA terdapat persediaan pada aset lancar. Pada umumnya persediaan tidak dapat langsung menjadi kas, melainkan akan menjadi piutang dan diperlukan waktu yang tidak singkat untuk mengubahnya menjadi kas. Kerugian perusahaan karena adanya gangguan pada kegiatan operasional selama pandemi COVID-19 dapat meningkatkan kemungkinan perusahaan dalam menghadapi kegagalan pelunasan kewajiban jangka pendeknya karena tidak tersedianya aset lancar yang cukup. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Arba Aryadi . Agustini & Wirawati . dan Sylviana & Widyawati . dimana hasil menunjukkan rasio MKTA tidak berpengaruh terhadap going concern. Pengaruh Rasio EBITTA terhadap Going Concern Koefisien regresi variabel Rasio EBITTA (X. 221 yang memiliki arti jika ada peningkatan pada Rasio EBITTA sebesar 1 maka akan terjadi peningkatan terhadap Going Concern Koefisien bernilai positif yang menandakan arah hubungan Rasio EBITTA terhadap Going Concern searah, sehingga apabila Rasio MKTA naik maka variabel Going Concern juga naik begitu pula sebaliknya. Rasio EBITTA digunakan untuk mengukur produktifitas aset perusahaan, bila dilihat dari deskriptif statistik nilai rata-rata rasio EBITTA pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di BEI periode 2020-2021 nilainya minus atau mengalami kerugian. Ini berarti menandakan bahwa situasi keuangan perusahaan sedang tidak baik dikarenakan masa pandemi COVID-19 yang membuat penurunan konsumsi masyarakat akan kebutuhan aset-aset yang sifatnya berjangka panjang seperti properti. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Tomu & Syaputra . Anggraini . , dan Fitriani & Huda . dimana hasil menunjukkan bahwa rasio EBITTA berpengaruh terhadap going concern. Pengaruh Rasio EBTLL terhadap Going Concern Koefisien regresi variabel Rasio EBTLL (X. 813 yang memiliki arti jika ada peningkatan pada Rasio EBTLL sebesar 1 maka akan terjadi peningkatan terhadap Going Concern Koefisien bernilai positif yang menandakan arah hubungan Rasio EBTTL terhadap Going Concern searah, sehingga apabila Rasio EBTLL naik maka variabel Going Concern juga naik begitu pula sebaliknya. Rasio EBTLL berguna untuk menentukan kemampuan perusahaan untuk membayar hutang lancarnya dan juga berfungsi untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang telah dikurangi biaya bunga dapat menutupi kewajiban jangka pendek yang ada, bila dilihat dari deskriptif statistik nilai rata-rata rasio EBTLL pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di BEI periode Krisintiya Riyan. https://journal. id/index. php/manekin | Page 283 MANEKIN : Jurnal Manajemen. Ekonomi. Pendidikan dan Informatika Volume 1. No. Juni Tahun 2023 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 277-286 2020-2021 nilainya minus atau mengalami kerugian. Ini berarti menandakan bahwa perusahaan tidak dapat menutupi kewajiban jangka panjangnya, situasi ini disebabkan karena ada penurunan penjualan akibat pandemi COVID-19 dimana masyarakat lebih mementingkan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya dibandingkan membeli aset yang berjangka panjang. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Yunindra . Nurlaila et al. , dan Islamy et al. yang menyatakan bahwa Rasio EBTLL berpengaruh signifikan secara positif terhadap going Pengaruh Rasio PTA terhadap Going Concern Koefisien regresi rasio PTA (X. 412 artinya terjadi peningkatan rasio PTA sebesar 1 maka akan mengakibatkan terjadinya penurunan terhadap going concern sebesar -22. Nilai rasio PTA bernilai negatif yang menandakan arah hubungan rasio PTA terhadap going concern tidak searah yang dimana apabila rasio PTA naik maka going concern turun begitu pula Dilihat dari nilai rata-rata rasio PTA yang kecil disebabkan akibat adanya pandemi COVID19 yang membuat perputaran penjualan hanya 1x dalam sebulan, tetapi perusahaan property dan real estate masih dapat dikatakan going concern dikarenakan aset lancar yang dimilikinya banyak, sehingga perusahaan property dan real estate masih dapat membayar kewajiban jangka pendeknya walaupun di masa pandemi COVID-19 yang membuat penjualan menurun. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Prayuningsih & Endiana . Soekotjo & Hariansyah . , dan (Silalahi et al. , 2. yang menunjukkan bahwa rasio PTA berpengaruh signifikan secara negatif terhadap going concern. KESIMPULAN Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan, penulis dapat menyimpulkan hasil yaitu : Hasil analisis dengan menggunakan regresi logistic binary menunjukkan bahwa variabel Rasio Modal Kerja Terhadap Total Aset (MKTA). Rasio Laba Sebelum Bunga dan Pajak Terhadap Total Aset (EBITTA). Rasio Laba Sebelum Pajak Terhadap Total Liabilitas Lancar (EBTLL), dan Rasio Penjualan Terhadap Total Aset (PTA) berpengaruh secara simultan terhadap going concern. Besarnya pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen sebesar 0,904 atau 90,4% artinya variabel independen yang terdiri Rasio Modal Kerja Terhadap Total Aset (MKTA). Rasio Laba Sebelum Bunga dan Pajak Terhadap Total Aset (EBITTA). Rasio Laba Sebelum Pajak Terhadap Total Liabilitas Lancar (EBTLL), dan Rasio Penjualan Terhadap Total Aset (PTA) dapat menjelaskan prediksi going concern sebesar 90,4% dan sisanya sebesar 9,6% dijelaskan variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Rasio Penjualan Terhadap Total Aset (PTA) dapat menjelaskan prediksi going concern sebesar 90,4% dan sisanya sebesar 9,6% dijelaskan variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Hasil pengujian dengan regresi logistik menunjukan bahwa variabel Rasio Modal Kerja Terhadap Total Aset (MKTA) tidak berpengaruh terhadap going concern. Hasil pengujian dengan regresi logistik menunjukan bahwa variabel Rasio Laba Sebelum Bunga dan Pajak Terhadap Total Aset (EBITTA). Rasio Laba Sebelum Pajak Terhadap Total Liabilitas Lancar (EBTLL) berpengaruh secara positif terhadap going concern. Hasil pengujian dengan regresi logistik menunjukan bahwa variabel Rasio Penjualan Terhadap Total Aset (PTA) berpengaruh secara negatif terhadap going concern. Berdasarkan hasil riset perusahaan property dan real estate yang terdaftar di BEI tahun 20202021 masih banyak yang terindikasi non going concern untuk itu manajemen perusahaan diharapkan untuk meningkatkan kinerja perusahaannya terutama meningkatkan rasio EBITTA agar perusahaan tidak mengalami kerugian pada masa pademi COVID-19, dengan Krisintiya Riyan. https://journal. id/index. php/manekin | Page 284 MANEKIN : Jurnal Manajemen. Ekonomi. Pendidikan dan Informatika Volume 1. No. Juni Tahun 2023 ISSN 2985-4202 . edia onlin. Hal 277-286 cara meningkatkan penjualan melalui promosi, mengurangi tingkat bunga yang diberikan kepada pembeli, atau perusahaan dapat melakukan kerjasama dengan instansi pemerintahan untuk melakukan pembelian rumah, dengan cara itu maka perusahaan akan dapat going Perusahaan dapat lebih memperhatikan beban penjualannya agar tidak dikatakan mengalami masalah keuangan jika tidak dapat mengefisiensikan biaya yang diperlukan dalam setiap penjualan. Serta perusahaan property dan real estate diharapkan melakukan peningkatan rasio EBTLL karena semakin besar nilai EBT maka perusahaan cenderung dapat menutupi kewajiban jangka pendeknya dengan lancar, ini akan membuat perusahaan menjadi going concern. REFERENCES