P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 Adaptasi Dan Validasi Awal Alat Ukur Sikap Membuang Sampah Sembarangan (Littering Attitude Scal. Ke Dalam Versi Bahasa Indonesia Adaptation and Initial Validation of the Littering Attitude Scale Into the Indonesian Language Version 1,2,3 Rahmad Muliadi1. Ratna Jatnika2. Yuliana Hanami3 Universitas Padjadjaran Bandung. Jln. Raya Bandung-Sumedang Km. 21 Jatinangor, 45363. Indonesia e-mail: rahmad23001@mail. ABSTRACT Litter is one of the most important environmental problems to be addressed. Because the problem is very complex, the efforts made must be comprehensive and involve many parties. Several researchers stated that public attitudes towards the phenomenon of littering itself are important to study, because it can be one of the factors that determine whether someone will litter or not. By following the guidelines of the International Test Commission, this study aims to translate and adapt into Indonesian the "littering attitude scale" so that it can be used in Indonesia. The results of this study present the process of obtaining two pieces of validity evidence, namely evidence based on test content that obtained from expert assessments, and validity evidence based on response process that explored through how some participants understand the meaning of the scale elements. Specifically, the two pieces of validity evidence obtained can be the initial basis for this scale to be tested on a larger In general, this study is expected to be a guide for the initial process of adaptation or development of a psychological scale. Keywords: AikenAos V. CVR. CVI. Instrument. Content Validity ABSTRAK Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang paling penting untuk ditangani. Karena permasalahan yang sangat kompleks, maka upaya yang dilakukan harus secara menyeluruh serta melibatkan banyak pihak. Beberapa peneliti menyatakan sikap masyarakat terhadap fenomena membuang sampah sembarangan penting untuk dipelajari, karena dapat menjadi salah satu faktor yang menentukan apakah seseorang akan melakukan perilaku membuang sampah sembarangan atau tidak. Dengan mengikuti pedoman dari International Test Commission, penelitian ini bertujuan untuk mengalih bahasa dan mengadaptasi ke dalam bahasa Indonesia sebuah skala sikap membuang sampah sembarangan, agar dapat digunakan di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menampilkan proses untuk mendapatkan dua bukti validitas, yaitu bukti berdasarkan konten tes yang diperoleh dari penilaian para ahli, dan bukti validitas berdasarkan proses respon yang digali melalui bagaimana pemahaman beberapa partisipan terhadap maksud dari elemen skala. Secara khusus, dua bukti validitas yang diperoleh dapat menjadi landasan awal bagi skala ini untuk diuji coba pada sampel yang lebih banyak. Secara umum, penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan untuk proses awal adaptasi maupun mengembangkan sebuah skala psikologi. Kata Kunci: AikenAos V. CVR. CVI. Instrumen. Validitas Isi FIRST RECEIVED: 28 October 2024 REVISED: 20 November 2024 ACCEPTED: 16 January 2025 PUBLISHED: 22 March 2025 Rahmad Muliadi. Ratna Jatnika. Yuliana Hanami: Adaptasi dan Validasi Awal Alat Ukur Sikap Membuang Sampah Sembarangan (Littering Attitude Scal. Ke Dalam Versi Bahasa Indonesia Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 PENDAHULUAN Sampah yang berserakan merupakan masalah lingkungan yang serius (Gholami dkk. Sampah merupakan material sisa dari aktvitas manusia maupun alam (I. Wijaya. Menurut KBBI, sampah adalah barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai Sedangkan menurut UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang dimaksud dengan sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat (Siagian, 2. Membuang sampah sembarangan adalah salah satu bentuk penyebab kerusakan alam yang paling menonjol (Chaudhary dkk. , 2. Pembuangan sampah sembarangan dianggap sebagai masalah global yang berdampak signifikan pada lingkungan dan masyarakat, sehingga penting untuk segera ditangani (Kahfi, 2. Membuang sampah sembarangan menjadi masalah yang semakin parah dengan efek negatif yang berkelanjutan pada kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan dan pertumbuhan ekonomi (Aretoulaki dkk. , 2021. Gholami dkk. , 2. Secara global, lebih dari 200 juta orang terkena dampak pencemaran lingkungan, termasuk sampah yang dibuang sembarangan (Chaudhary dkk. , 2. Berdasarkan data laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, 2. , pada tahun 2019 total jumlah timbulan sampah di Indonesia sebesar 67 juta ton. Indonesia juga menjadi negara terbesar kedua di dunia yang menyumbang timbulan sampah plastik ke laut (Jambeck dkk. , 2. Meskipun slogan yang ada hubungannya dengan konsep dalam Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia sering kali disampaikan (Heriyanto, 2019. Wijaya, 2. , yaitu Aukebersihan sebagian dari imanAy, namun masalah ini tidak kunjung usai. Isu penanganan sampah merupakan permasalahan yang kompleks. Beberapa penelitan mendapati penyebab membuang sampah sembarangan tampaknya bersifat psikologis, sehingga diperlukan solusi yang tepat untuk mengatasi hal ini (Almosa. Parkinson, & RundleThiele, 2. Dengan permasalahan yang sangat kompleks, maka upaya yang dilakukan harus secara menyeluruh serta melibatkan banyak pihak terkait. Almosa dkk. , . melakukan tinjauan literatur sistematis (SLR) pada studi yang pernah dipublikasikan . 5Ae2. mengenai perilaku membuang sampah sembarangan, terutama tentang program, eksperimen, atau intervensi yang melibatkan pengukuran obyektif. Mereka mendapati berbagai kegiatan yang pernah dilakukan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya membuang sampah sembarangan, mengubah keyakinan dan sikap terhadap membuang sampah sembarangan, serta mengubah perilaku membuang sampah Dalam kajian literatur sistematis lain. Chaudhary dkk. , . menghimpun dan mengurutkan berbagai variabel yang berkaitan dengan permasalahan sampah. Selain perilaku membuang sampah itu sendiri, faktor demografi, sikap membuang sampah sembarangan, niat membuang sampah sembarangan, dan faktor situasional menjadi variabel yang paling sering dikaji di negara berkembang. Sikap juga ditemukan menjadi variabel mediator yang pernah Meskipun definisi formal tentang sikap berbeda-beda, sebagian besar psikolog sosial kontemporer sepakat bahwa ciri khas dari sikap adalah sifat evaluatifnya . ro-kontra. Rahmad Muliadi. Ratna Jatnika. Yuliana Hanami: Adaptasi dan Validasi Awal Alat Ukur Sikap Membuang Sampah Sembarangan (Littering Attitude Scal. Ke Dalam Versi Bahasa Indonesia Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 menyenangkan-tidak menyenangka. (Ajzen, 2. Sikap adalah kecenderungan untuk memberikan tanggapan positif atau negatif terhadap suatu objek, orang, lembaga, atau peristiwa (Azwar, 2. Ajzen . menyatakan sikap tidak dapat diakses oleh pengamatan langsung, harus disimpulkan dari tanggapan yang terukur, sistem klasifikasi yang paling populer setidaknya berasal dari Plato dan membedakan tiga kategori respons: kognisi, afek, dan konasi. Sikap seseorang merupakan hal yang penting terkait isu lingkungan (Ibyyez dkk. Gashaw dkk. , . juga mendapati bahwa sikap pro-lingkungan mempengaruhi perilaku pro-lingkungan. Sikap individu terhadap fenomena membuang sampah sembarangan dapat menjadi faktor yang menentukan apakah seseorang akan melakukan perilaku membuang sampah sembarangan atau tidak (Singh & Kaur, 2. Allport dalam Azwar . menjelaskan bahwa sikap merupakan state atau keadaan mental yang tidak dapat langsung diamati . Sikap seseorang merupakan variabel yang bervariasi berdasarkan magnitude . dan didapat dengan cara mengukur, sehingga dibutuhkan sebuah alat ukur untuk mengukurnya. Metode pengukuran sikap dalam bentuk self report dengan menggunakan daftar pernyataan yang harus direspons oleh individu dianggap dapat diandalkan (Azwar, 2. Ojedokun . mengembangkan skala sikap membuang sampah sembarangan (The littering attitude scale [LAS] dan menguji validitasnya pada masyarakat negara bagian barat daya di Nigeria. Pada proses pengembangannya. LAS dikonstruksi mengikuti tiga klasifikasi sikap . ognisi, afek, dan konas. terhadap membuang sampah sembarangan. Pernyataan yang menjadi indikator dalam LAS dihimpun dan dikembangkan berdasarkan wawancara dan kuesioner yang diberikan pada warga Ibadan Nigeria. Skor indikator atau pernyataan LAS menunjukkan konsistensi internal dan validitas konstruk yang baik. Skala tersebut juga menunjukkan kecocokan yang baik dalam faktor konfirmatori analisis dengan sampel yang Meskipun terdapat beberapa skala la-in, misalnya New Environmental Paradigm Scale (NEP) Revised (Dunlap dkk. , 2. Environmental Attitudes Measure (Hayat dkk. , 2. maupun Ecological Consciousness scale (Ellis & Thompson, 1. LAS yang spesifik pada sikap membuang sampah sembarangan, dikembangkan sebagai alternatif dari alat ukur lain yang cenderung lebih umum terkait lingkungan (Ojedokun, 2. LAS dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan audit lingkungan oleh para akademisi, praktisi, dan organisasi non-pemerintah yang tertarik pada manajemen sosial dan perilaku atas kualitas lingkungan. Sebagaimana semua skala yang mengukur atribut psikologis skala sikap dituntut untuk memenuhi kualitas dasar alat ukur yang standar yaitu di antaranya reliabel, valid dan karakteristik lain yang menyangkut masalah administrasi dan penyajiannya (Azwar, 2. Keterbatasan dari penggunaan Skala LAS adalah format bahasa yang digunakan yaitu Bahasa Inggris, sehingga diperlukan penyesuaian atau adaptasi dalam format bahasa Indonesia sebelum digunakan di Indonesia. Selain itu. Indonesia memiliki banyak perbedaan dengan Nigeria. Lokasi negara, bahasa, kultur maupun budaya yang ada di masyarakat kedua negara ini berbeda. Lebih lanjut. Epstein dkk. , . menjelaskan bahwa proses adaptasi alat ukur Rahmad Muliadi. Ratna Jatnika. Yuliana Hanami: Adaptasi dan Validasi Awal Alat Ukur Sikap Membuang Sampah Sembarangan (Littering Attitude Scal. Ke Dalam Versi Bahasa Indonesia Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 perlu dilakukan untuk memastikan adanya kesetaraan . fungsi skala baru yang memiliki sifat dan fungsi sama seperti skala asli. Dalam Standards for Educational and Psychological Testing, sebuah acuan yang disusun oleh American Educational Research Association (AERA). American Psychological Association (APA) dan National Council on Measurement in Education (NCME) . , untuk pengembangan alat tes pendidikan dan psikologi, adaptasi adalah proses penyesuaian dalam desain atau pelaksanaan tes awal . untuk memfasilitasi akses kepada individu yang akan diuji. Namun, adaptasi yang melibatkan terjemahan tes memerlukan pertimbangan Hanya menerjemahkan tes dari satu bahasa ke bahasa lain tidak menjamin bahwa terjemahan tersebut akan setara dengan versi aslinya, atau bahwa skor yang diperoleh dari tes yang diterjemahkan akan seakurat dan valid seperti skor dari tes aslinya. Oleh karena itu, setiap kali tes diterjemahkan dari satu bahasa ke bahasa lain, penting untuk melaporkan bukti tentang validitas, reliabilitas, dan komparabilitas skor dari kedua versi tes . an de Vijver. Validitas mengacu pada pengumpulan bukti-bukti mengenai interpretasi dari hasil ukur (AERA. APA. , & NCME. , 2. Proses validasi bisa dianggap sebagai langkah konstruksi dan evaluasi argumen yang bertujuan untuk memahami hasil tes serta relevansinya terhadap tujuan awal pembuatan alat ukur tersebut (AERA. APA. , & NCME. , 2. Proses adaptasi skala psikologi, tetap harus mengikuti kaidah-kaidah yang baik. Salah satu pedoman untuk proses adaptasi alat ukur adalah ITC Guidelines for Translating and Adapting Tests yang disusun oleh International Test Commission . Karena bukti-bukti yang mendukung validitas skala dikumpulkan dengan cara yang spesifik untuk skala tersebut, maka perubahan atau adaptasi terhadap aspek apa pun dari skala tersebut tentu saja akan menimbulkan pertanyaan mengenai validitas skala yang diadaptasi tersebut (Heggestad dkk. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan adaptasi dan validasi konstruk instrument Ojedokun . ke dalam versi bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan demi tersedianya skala untuk mengukur sikap membuang sampah sembarangan yang diharapkan berguna bagi penelitian-penelitian yang relevan di Indonesia, baik riset yang dengan topik Psikologi Sosial, khususnya Psikometrika. METODE PENELITIAN Metode kualitatif dengan wawancara serta kuantitatif dengan kuesioner dikombinasikan dalam proses mengumpulkan informasi yang berguna untuk penelitian ini. Alat Ukur The littering attitude scale (LAS) dikembangkan Ojedokun . Terdiri atas 15 pernyataan yang mengikuti tiga klasifikasi sikap . ognisi, afek, dan konas. LAS ditanggapi responden dengan format skala likert lima poin . ulai dari sangat setuju sampai sangat tidak Skor LAS yang lebih tinggi menunjukkan sikap negatif terhadap membuang sampah Peserta yang dilibatkan sebagai sampel dalam pengembangan LAS adalah 1360 orang warga Ibadan, ibu kota negara bagian Oyo di Nigeria, dengan usia berkisar antara 18 Rahmad Muliadi. Ratna Jatnika. Yuliana Hanami: Adaptasi dan Validasi Awal Alat Ukur Sikap Membuang Sampah Sembarangan (Littering Attitude Scal. Ke Dalam Versi Bahasa Indonesia Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 hingga 65 tahun (M = 32. SD= 10,. , 56. 6% . diantaranya laki-laki dan 43. 4% . Skala ini dikembangkan dengan model satu faktor . yang diuji dengan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan didapati kecocokan model yang baik (N 2. = p < 0. CMIN/DF. CFI = 0. RMSEA = 0. 061, 90% CI . 056, 0. CFit. RMSEA = 0. Koefisien reliabilitas Cronbach's LAS menunjukkan ukuran yang baik ( = 0. Prosedur dan Analisis Data Proses adaptasi dan validasi awal LAS ke dalam bahasa Indonesia mengikuti pedoman dari International Test Commission Guidelines . , yang terdiri atas enam tahap, yaitu . Pre-condition, . Test Development, . Confirmation, . Administration, . Score scales and Interpretation, dan . Documentation. Pre-condition adalah proses sebelum melakukan adaptasi, yaitu mendapatkan izin dari pemegang hak kekayaan intelektual berkaitan dengan instrumen penelitian yang akan Test Development difokuskan pada proses aktual dalam mengadaptasi suatu tes, seperti penerjemahan. Confirmation melibatkan bukti yang relevan tentang kesetaraan konstruk, kesetaraan metode, dan kesetaraan pernyataan untuk semua populasi yang dituju. Administration adalah menyiapkan bahan dan instruksi serta menentukan kondisi pengujian yang harus diikuti. Score scales and Interpretation ialah menafsirkan perbedaan skor kelompok dengan mengacu pada semua informasi relevan yang tersedia. Terakhir. Documentation berarti menyediakan dokumentasi teknis dari setiap perubahan, termasuk penjelasan tentang bukti yang diperoleh untuk mendukung ekivalensi, ketika suatu tes diadaptasi untuk digunakan pada populasi lain. Penerjemahan LAS menggunakan metode forward-backward translation. Empat orang penerjemah . forward, 2 backwar. dengan kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni . kor TOEFL diatas . dilibatkan dalam proses ini dan bekerja secara Salah satu penerjemah di kedua proses translasi adalah seseorang yang diberikan pemahaman mengenai konten skala dan pengukuran psikologi. Proses Dalam penelitian ini, dua dari lima bukti validitas dikumpulkan, yaitu: bukti berdasarkan konten tes dan bukti berdasarkan proses respon (AERA. APA. , & NCME. Bukti Validitas Berdasarkan Konten Tes Bukti ini diperoleh dari penilaian ahli terkait hubungan antara konten skala . engacu pada tema, kata-kata, dan format item, tugas, atau pertanyaa. dengan konstruk yang ingin diukur (Azwar, 2. Penilaian juga mencakup analisis logis atau empiris tentang kecukupan konten skala yang mewakili domain konten dan relevansi domain konten dengan interpretasi skor skala yang diusulkan (AERA. APA. , & NCME. , 2. Sebelas orang ahli yang juga akademisi dengan kepakaran di berbagai bidang terkait dilibatkan dalam proses ini, yaitu ahli di bidang psikologi sosial, psikometrika dan lingkungan hidup. Tujuh dari sebelas orang ahli berjenis kelamin perempuan. Briefing dilakukan untuk menjelaskan instrumen yang dikembangkan. Penjelasan tentang uraian tugas, yaitu menganalisis item LAS terkait relevansi dan kejelasan, juga diberikan. Rahmad Muliadi. Ratna Jatnika. Yuliana Hanami: Adaptasi dan Validasi Awal Alat Ukur Sikap Membuang Sampah Sembarangan (Littering Attitude Scal. Ke Dalam Versi Bahasa Indonesia Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Dalam hal evaluasi butir skala, relevansi mengacu pada apakah butir pernyataan mewakili domain isi yang dijelaskan dalam definisi konseptual. Sedangkan kejelasan berkaitan dengan seberapa jelas setiap kalimat dan kata-kata dalam butir skala (Rubio dkk. Yaghmaie, 2. Para ahli secara independen menilai setiap butir soal dengan empat jangkar skala, dari 1 hingga 4 untuk aspek representatif maupun kejelasan. Pada Tabel 1. Akan menampilkan cuplikan format penilaian yang akan diisi oleh para ahli. Berikut Tabel 1 yang berisi tentang hasil Format Penilaian oleh para Ahli. Tabel 1. Format Penilaian Ahli Petunjuk: Kuesioner ini bertujuan untuk mengevaluasi validitas isi butir-butir soal yang dikembangkan. Berikan analisis berdasarkan uraian berikut: Menilai tingkat relevansi . setiap item atau kesesuaian tiap butir pernyataan terhadap atribut yang diukur serta konteksnya di Indonesia, dalam rentang 1-4, yang mana 1 menunjukkan bahwa item tersebut sama sekali tidak relevan, dan 4 menunjukkan bahwa item tersebut sangat relevan. Menilai tingkat kejelasan (Clarit. dari pernyataan, kalimat atau pesan dalam setiap butir skala, dalam rentang 1-4, dimana 1 menunjukkan bahwa item tersebut sangat tidak jelas, dan 4 menunjukkan bahwa item tersebut sangat jelas. Ruang untuk komentar mengenai revisi . ika diperluka. disediakan di kolom paling kanan pada tabel, dan untuk skala secara keseluruhan di bawah tabel penilaian. Terima kasih atas partisipasinya. Tabel Penilaian: Pernyataan Item 1A Item 15A Forward Forward 1 Forward 2 Forward 1 Forward 2 Relevancy Clarity Backward translation 1 2 3 4 1 2 3 4 item 1A Backward 1 Backward 2 item 15A Backward 1 Backward 2 Komentar/saran untuk skala secara umum: Sintesis Komentar/ Skor penilaian dari panel ahli yang telah dikumpulkan akan dihitung dengan beberapa pendekatan, yaitu: AikenAos Validity dan Content Validity Index (CVI). Rumus validitas Aiken: V adalah validitas Aiken. Oc adalah jumlah r-lo . = penilaian ahli terhadap item. skor kategori terenda. N adalah jumlah penilai. c adalah jumlah kategori item. Rentang koefisien V adalah 0 hingga 1, nilai tinggi menunjukkan bahwa suatu item memiliki validitas konten yang tinggi (Aiken, 1. Dengan rater/penilai sebanyak 11 orang dan kategori nilai yang diberikan ada 4, maka nilai validitas aiken minimal sebesar 0. 73 (Aiken, 1. Metode CVI pada dasarnya mirip dengan CVR. Koefisien ne dalam rumus CVR adalah jumlah pakar atau panelis yang memberikan skor esensial . kor 3 atau . , sedangkan N adalah jumlah pakar yang dilibatkan. Angka CVR bergerak antara -1. 00 hingga 1. Semakin besar nilai CVR maka semakin semakin tinggi validitas isinya. Lawshe . Rahmad Muliadi. Ratna Jatnika. Yuliana Hanami: Adaptasi dan Validasi Awal Alat Ukur Sikap Membuang Sampah Sembarangan (Littering Attitude Scal. Ke Dalam Versi Bahasa Indonesia P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 mengemukakan bahwa kriteria minimum agar nilai CVR dapat diterima adalah berdasarkan jumlah pakar. Misalnya, jika jumlah pakar adalah 11, maka jumlah minimum CVR yang dianggap dapat diterima adalah 0. Rumus CVR: Untuk memperoleh CVI pada masing-masing item (I-CVI), dihitung jumlah ahli yang memberikan skor 3 atau 4 pada masing-masing item dan dibagi dengan jumlah seluruh ahli yang terlibat dalam penilaian (Rubio dkk. , 2. Rumus I-CVI: Item dengan I-CVI di bawah 0. 70 (I-CVI < 0. harus digugurkan, sedangkan item dengan I-CVI antara 0. 70 dan 0. 70 O I-CVI O 0. harus direvisi, dan item dengan ICVI di atas 0. 90 (I-CVI > 0. CVI pada level Skala (S-CVI) dapat diukur dengan dua pendekatan. Pendekatan pertama melalui skor kesepakatan universal (UA). Item diberikan nilai 1 apabila item tersebut mencapai 100% persetujuan para ahli dan jika tidak skor UA yang diberikan pada item adalah 0. Kemudian dan skor total UA dibagi dengan jumlah total item . (Polit & Beck, 2. Rumus S-CVI/UA: Pendekatan kedua indeks validitas isi tingkat skala berdasarkan metode rata-rata (SCVI/AVE) relatif lebih mudah karena hanya menghitung skor rata-rata I-CVI dalam instrumen (I-CVI) (Rubio dkk. , 2003. Polit & Beck, 2. Rumus S-CVI/AVE: Nilai minimum S-CVI adalah 0. 80 (Davis, 1. Antara S-CVI/Ave dan S-CVI/UA. Polit dan Beck . lebih menyarankan penggunaan S-CVI/Ave karena universal agreement (UA) dianggap terlalu ketat dan menuntut item mendapat persetujuan 100% dari seluruh expert. Bukti Validitas Berdasarkan Proses Respon Bukti validitas ini berkaitan dengan tumpang tindih antara konstruk yang dimaksud dan respon peserta. Bertanya pada responden yang merepresentasikan populasi tentang strategi kinerja atau respons mereka terhadap item tertentu dapat menghasilkan bukti yang memperkaya definisi suatu konstruk (AERA. APA. , & NCME. , 2. Proses berpikir yang digunakan oleh responden saat menanggapi item menunjukkan apakah interpretasi mereka mencerminkan konstruk yang dimaksud, dan prosedur kualitatif sering kali digunakan untuk Rahmad Muliadi. Ratna Jatnika. Yuliana Hanami: Adaptasi dan Validasi Awal Alat Ukur Sikap Membuang Sampah Sembarangan (Littering Attitude Scal. Ke Dalam Versi Bahasa Indonesia P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 mempelajari bagaimana responden memahami pertanyaan, memperoleh informasi, membuat penilaian dan melaporkan jawaban mereka (Sireci & Benytez, 2. Sebanyak 13 orang partisipan dari berbagai latar belakang profesi, yaitu mahasiswa, guru, ibu rumah tangga, pemilik warung, buruh pabrik maupun pensiunan TNI dilibatkan dalam tahap ini. Rentang usia responden mulai dari 19-55 tahun (M= 31. SD= 11. dan 8 diantaranya berjenis kelamin perempuan. Partisipan diminta menanggapi skala yang sudah melalui proses revisi dan validasi ahli, kemudian menilai apakah intruksi dan setiap butir pernyataan mudah atau sulit dipahami. Selanjutnya partisipan diwawancarai oleh peneliti untuk menggali bagaimana pemahamannya terhadap item-item tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Melalui pesan email, peneliti berkomunikasi serta mengajukan permintaan izin untuk mengadaptasi alat ukur LAS kepada Oluyinka Ojedokun dan disetujui. Maka peneliti melanjutkan ke proses test development yaitu alih bahasa. Hasil dari forward translation oleh dua orang penerjemah, satu versi terjemahan hasil rekonsiliasi dengan peneliti . , maupun hasil translasi kembali ke dalam bahasa asal yakni bahasa Inggris oleh dua penerjemah . ackward translatio. diberikan pada panel ahli sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan penilaian. Validitas Berdasarkan Konten Tes Perhitungan koefisien validitas Aiken. CVR serta CVI untuk aspek relevancy dan clarity dilakukan setelah para ahli mengembalikan hasil penilaiannya kepada peneliti. Tabel 2. menunjukkan hasil perhitungan tersebut. Tabel 2. Hasil Perhitungan Validitas Isi Ocr-lo Relevancy Ocn3-4 CVR I-CVI Ocr-lo Clarity Ocn3-4 CVR I-CVI Relevancy: S-CVI/UA = . S-CVI/Ave = . Clarity: S-CVI/UA: . S-CVI/Ave = . Ket: Ocr-lo= jumlah dari penilaian ahli pada item dikurangi skor kategori terendah. V= validitas aiken. Ocn 3-4= jumlah ahli yang memberikan skor 3 atau 4. CVR= content validity ratio. I-CVI= conten validity indeks item. Item 1 Item 2 Item 3 Item 4 Item 5 Item 6 Item 7 Item 8 Item 9 Item 10 Item 11 Item 12 Item 13 Item 14 Item 15 Rahmad Muliadi. Ratna Jatnika. Yuliana Hanami: Adaptasi dan Validasi Awal Alat Ukur Sikap Membuang Sampah Sembarangan (Littering Attitude Scal. Ke Dalam Versi Bahasa Indonesia P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 UA= universal agreement. S-CVI/UA= conten validity indeks skala universal agreement. S-CVI/Ave= conten validity indeks skala rata-rata. Superscrip= interpretasi . = valid. b= tidak valid. c= dipertahankan. d= direvisi. Untuk aspek relevansi di level item, hasil perhitungan validitas dengan Aiken. CVR maupun I-CVI pada semua item LAS berada di atas kriteria yang ditetapkan. Artinya semua item LAS valid dan dipertahankan karena relevan untuk mengukur sikap membuang sampah Nilai aiken terendah adalah 0. tem 5 dan item . dan yang tertinggi adalah 1 . tem 6 dan item . Item 5, 10, 12 dan 14 diberi skor 3 atau 4 oleh 10 orang ahli, sedangkan pada item lainnya semua ahli memberikan skor 3 atau 4. Keempat item tersebut (Item 5, 10, 12 dan . mendapatkan skor 0. 82 berdasarkan perhitungan CVR dan 0. 91 berdasarkan perhitungan I-CVI. Validitas aspek relevansi dilevel skala berdasarkan conten validity indeks universal agreement (S-CVI/UA) sebesar 0. 73 yang artinya tidak valid, namun jika berdasarkan conten validity indeks skala rata-rata (S-CVI/AVE) skor yang didapatkan sebesar 98 yang artinya valid. Penilaian validitas untuk aspek clarity . menunjukkan beberapa variasi yang lebih rendah dibandingkan dengan relevansi. Di level item, meskipun sebagian besar menunjukkan kejelasan yang cukup baik, namun terdapat item masih perlu ditinjau lebih Nilai Aiken's V tertinggi mencapai 1 . tem 6 dan item . dan nilai terendah adalah 0. , yang menunjukkan bahwa semua item dianggap cukup jelas oleh panel ahli kecuali Item 10 mendapatkan nilai 3 atau 4 oleh delapan orang ahli sedangkan 3 ahli lainnya memberi skor lebih rendah. Item 10 dikatakan tidak valid jika penilaian panel ahli dihitung menggunakan CVR dengan skor 0. 45 dan jika dihitung dengan I-CVI didapati skor 0. 73 yang artinya perlu direvisi. Di level skala, validitas aspek kejelasan berdasarkan content validity index universal agreement (S-CVI/UA) adalah 0. 40, yang berarti kejelasan skala ini secara keseluruhan belum sepenuhnya valid dari sudut pandang kesepakatan penuh antara para ahli dan skor yang didapatkan sangat rendah. Namun, jika dilihat dari content validity index skala rata-rata (S-CVI/AVE), skala ini mendapatkan nilai 0. 93 yang berarti valid. Tabel 3. Hasil Translasi Pernyataan Item 10 dan 12 Pernyataan asli Litter is only considered a problem when it hurts oneAos personal well-being Litter is only considered a problem when it hurts the wellbeing of others Forward translation Sampah hanya dianggap masalah jika itu merugikan kesejahteraan pribadi seseorang Sampah dapat dikatakan sebagai masalah ketika memberikan dampak pada kesejahteraan Sampah hanya dianggap masalah jika itu merugikan kesejahteraan orang lain Sampah dapat dikatakan sebagai permasalahan ketika itu memberikan Sintesis Sampah hanya dianggap masalah jika itu menyakiti kesejahteraan pribadi Sampah hanya dianggap masalah ketika merugikan kesejahteraan orang Backward translation Litter is only considered as problem if it harms someoneAos personal well-being Waste is only considered a problem if it harms someone's personal well-being Litter is only considered as problem if it harms the well-being of others Waste is only considered a problem when it harms the well- Rahmad Muliadi. Ratna Jatnika. Yuliana Hanami: Adaptasi dan Validasi Awal Alat Ukur Sikap Membuang Sampah Sembarangan (Littering Attitude Scal. Ke Dalam Versi Bahasa Indonesia Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 dampak pada kesejahteraan orang lain P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 being of others Selain item 10, item lainnya memenuhi kriteria yang ditetapkan. Ini berarti mayoritas item sudah dianggap cukup jelas oleh para ahli, namun Item 10 perlu mendapat perhatian khusus untuk perbaikan kejelasan. Dalam LAS versi aslinya, kalimat pernyataan item 10 secara struktur kalimat identik dengan item 12. Tabel 3. menunjukkan proses translasi dan sintesis yang kemudian dinilai oleh para ahli. Secara penulisan, kalimat pernyataan kedua item tersebut hanya berbeda dibagian akhirnya, yaitu AuAoneAos personal well-beingAy pada item 10 dan AuAthe well-being of othersAy pada item 12. Penerjemah forward pertama mengartikan akhir kalimat item 10 menjadi AuAkesejahteraan pribadi seseorangAy dan penerjemah kedua mengartikan AuAkesejahteraan individuAy, sedangkan pada bagian akhir item 12, kedua penerjemah sama-sama mengartikannya menjadi AuAkesejahteraan orang lainAy. Hasil rekonsiliasi peneliti menyatakan kedua kalimat tersebut tidak berbeda berdasarkan makna maupun maksudnya. Berikutnya perbedaan didapati dari kedua penerjemah dalam mengartikan kata AuhurtsAy. Oleh penerjemah pertama kata tersebut diartikan menjadi AumerugikanAy sedangkan penerjemah kedua menggunakan frasa "memberikan dampak" yang lebih netral dan mencakup spektrum yang lebih luas, baik dampak positif maupun negatif. Namun jika makna item tidak jelas, maka sulit untuk mengukur konstruk yang ingin diukur secara akurat. Pada tabel 3, peneliti memilih untuk menggunakan kata "menyakiti" untuk item 10 dan kata AumerugikanAy untuk item 12. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya item yang identik atau terlalu mirip dalam sebuah skala jika sama-sama menggunakan kata tersebut. Item yang identik tidak memberikan informasi tambahan yang signifikan. Kata "menyakiti" dan AumerugikanAy memiliki nuansa makna yang sedikit berbeda. "Menyakiti" cenderung lebih fokus pada dampak emosional atau fisik secara langsung, sedangkan "merugikan" lebih bersifat umum dan mencakup berbagai jenis dampak. Perubahan ini menjadi sorotan oleh beberapa ahli dalam memberikan penilaian item. Kata AumenyakitiAy dianggap kurang relevan, sehingga mereka lebih mengarahkan untuk menggunakan kata AumerugikanAy. Untuk revisi item yang kembar, maka fokus ditujukan pada kata AukesejahteraanAy yang dalam versi aslinya adalah Auwell-beingAy pada kedua item. Karena akan sulit untuk dipahami oleh responden nantinya, beberapa ahli menyarankan untuk mengganti kata tersebut dengan kata AukenyamananAy atau AukesehatanAy. Maka peneliti menyepakati perubahan di salah satu dari dua item, yaitu item 12 menjadi AuSampah hanya dianggap masalah ketika merugikan kenyamanan orang lainAy dan item 10 AuSampah hanya dianggap masalah jika itu merugikan kesejahteraan pribadi seseorangAy. Catatan substantif lainnya yang diberikan oleh para ahli di antaranya terdapat pasangan pernyataan yang cenderung mirip, kesannya sama yang dicurigai akan overlaping. Yaitu item nomor 6 dengan 9, 8 dengan 14 dan 2. Validitas Berdasarkan Proses Respon Semua partisipan dalam tahap ini dapat menangkap maksud dari instrumen yang diberikan adalah untuk mengukur bagaimana sikap mereka terhadap fenomena membuang Rahmad Muliadi. Ratna Jatnika. Yuliana Hanami: Adaptasi dan Validasi Awal Alat Ukur Sikap Membuang Sampah Sembarangan (Littering Attitude Scal. Ke Dalam Versi Bahasa Indonesia Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 sampah sembarangan. Secara umum setiap butir pernyataan dapat dipahami dengan mudah dan makna yang dipikirkan oleh para partisipan tidak berbeda dengan apa yang diharapkan dari instrumen ini, sehingga respon yang diberikan cenderung lugas serta meyakinkan. Temuan yang menarik didapati pada item 10. Item tersebut cenderung sulit dimengerti, terutama bagi mereka yang latar belakangnya bukan mahasiswa. Kata AukesejahteraanAy dalam item ini memunculkan beragam interpretasi di antara partisipan. Sebagian besar dari mereka merasa bingung dan cenderung berpikir lebih lama untuk menangkap maksud dari kalimat pernyataan item 10 jika dibandingkan item lainnya. Terdapat partisipan yang menganggap kata AukesejahteraanAy merujuk pada keadaan makmur, yang cenderung bermakna ekonomi. Beberapa partisipan menyatakan kata tersebut memiliki arti yang cukup luas, sehingga interpretasinya bisa beragam. Selain itu, salah satu partisipan menyatakan bahwa kata sampah sendiri harus diperjelas, karena ia menganggap sampah dengan karakteristik tertentu . isalnya sampah basa. akan dimaknai berbeda dengan sampah pada umumnya. Menuliskan tipe sampah yang dimaksud dalam butir pertanyaan akan membuat ia lebih mudah untuk merespon. Berdasarkan pola respon yang diberikan, mayoritas partisipan cenderung memilih kategori yang paling kanan . angat setuj. pada item favorable dan kategori yang paling kiri . angat tidak setuj. pada item unfavorable. Variasi respon yang diberikan pada beberapa item hanya ditemukan dari beberapa partisipan. Keseluruhan hasil dari tahapan ini kemudian dibahas kembali bersama beberapa ahli dan menjadi bahan pertimbangan untuk menyempurnakan formulasi butir-butir pertanyaan skala versi akhir. Dari temuan di atas, maka dapat didiskusikan bahwa atribut psikologis manusia seperti sikap adalah sesuatu yang tidak terlihat . (Kline, 2. Dalam mengamati bagaimana atribut psikologi seseorang atau kelompok, dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya dengan instrument atau alat ukur psikologi (DeVellis & Thorpe, 2. Prosedur pengukuran tidak akan dapat terlaksana dengan baik tanpa mengunakan alat ukur yang berfungsi dengan benar. Pengukuran yang menghasilkan data yang valid harus dilakukan dengan alat ukur dan prosedur sitematis yang tepat (Azwar, 2. Dibandingkan pengukuran atribut fisik . isalnya berat badan, luas bidan. pengukuran atribut-atribut psikologis jauh lebih sukar. Prosedur konstruksi skala-skala psikologi harus dilakukan dengan cara yang sistematis dan dirancang dengan baik sehingga sumber kesalahan yang mungkin ada dapat ditekan sesedikit mungkin (Azwar, 2. Maka skala-skala untuk mengukur berbagai atribut psikologi sebuah penelitian, termasuk skala sikap membuang sampah sembarangan, harus dikonstruksi dengan baik. Mengadaptasi skala yang telah dikembangkan oleh peneliti lain menjadi praktek yang umum dalam sebuah penelitian, dan jumlah praktek ini ditemukan terus meningkat (Hambleton & Zenisky, 2. Penggunaan alat ukur psikologi dari bahasa dan budaya lain dengan hanya mengalih bahasakan alat ukur tersebut bukanlah hal yang bijak. Bahasa dan budaya yang berbeda dapat memberikan kesenjangan pada bagaimana penggunaan alat ukur lintas budaya. Konsep tentang kesetaraan . sering kali menjadi inti dari setiap adaptasi alat ukur (Iliescu dkk. , 2. Proses adaptasi dan validasi awal LAS ke dalam Rahmad Muliadi. Ratna Jatnika. Yuliana Hanami: Adaptasi dan Validasi Awal Alat Ukur Sikap Membuang Sampah Sembarangan (Littering Attitude Scal. Ke Dalam Versi Bahasa Indonesia Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 bahasa Indonesia yang dilakukan pada penelitian ini berupaya untuk sedekat mungkin sama dengan LAS versi aslinya. Bahasa Indonesia memiliki kekayaan nuansa yang berbeda dengan bahasa Inggris. Terkadang, satu kata dalam bahasa Inggris dapat diterjemahkan menjadi beberapa kata atau frasa dalam bahasa Indonesia dengan makna yang sedikit berbeda. Proses evaluasi skala terjemahan atau upaya adaptasi dimulai dengan refleksi terfokus pada kualitas keseluruhan hasil penerjemahan, apakah setiap butir pernyataan memiliki makna yang sama atau sangat mirip dalam kedua bahasa? (Hambleton & Zenisky, 2. Analisis validitas oleh peneliti bersama para ahli merupakan langkah penting dalam pengembangan instrumen penelitian, yaitu memastikan bahwa setiap item pada skala tidak hanya relevan secara konsep, tetapi juga memiliki kejelasan linguistik dalam bahasa target. Kata AuWell-beingAy dalam kamus Psikologi American Psychological Associaton . dimaknai sebagai Aua state of happiness and contentment, with low levels of distress, overall good physical and mental health and outlook, or good quality of lifeAy yang artinya keadaan bahagia dan puas, dengan tingkat kesusahan yang rendah, kesehatan fisik dan mental serta pandangan yang baik secara keseluruhan, atau kualitas hidup yang baik. Memang kata tersebut umumnya oleh para akademisi dibidang psikologi dipertukarkan dengan kesejahteraan, namun temuan menarik dari penelitian ini adalah interpretasi kata kesejahteraan sendiri berbeda bagi beberapa partisipan. Kesalahan dalam interpretasi bahasa dapat mengakibatkan distorsi dalam pengukuran konstruk, yang pada akhirnya memengaruhi validitas skor hasil penelitian. Jika makna item tidak jelas, maka skor hasil pengukuran konstruk psikologis yang ingin diukur menjadi tidak Oleh karena itu, peneliti yang melakukan adaptasi skala lintas budaya harus melakukan penyesuaian kontekstual, misalnya dengan memilih kata-kata atau frasa yang sesuai dengan nilai-nilai budaya dan perilaku sehari-hari masyarakat setempat. Sebagaimana yang telah dibahas pada awal penelitian ini, permasalahan sampah sangat kompleks, dan bagaimana individu maupun masyarakat bersikap dapat dipengaruhi banyak hal. Berdasarkan pengamatan pada tahap respon proses, yang mana mayoritas partisipan cenderung memilih opsi ekstrem . angat setuju atau sangat tidak setuj. pada itemitem skala, peneliti bersama para ahli mencurigai situasi ini disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya karakteristik sikap partisipan yang memang sangat kuat terhadap permasalahan sampah atau kecenderungan untuk memberikan jawaban sosial yang diinginkan . ocial Tidak bisa dipungkiri, salah satu kunci yang juga merupakan keterbatasan dari penggunaan instrumen pelaporan diri . elf-repor. dalam sebuah penelitian adalah kejujuran responden dalam menanggapi skala. Mengingat objeknya . embuang sampah sembaranga. yang sudah jelas merupakan hal negatif bagi mayoritas individu, maka mengungkap atau mengukur derajat sikap individu terhadap objek tersebut cukup rumit dan membutuhkan usaha lebih. Hal ini sesungguhnya membuka peluang dan menjadi sebuah panggilan bagi para peneliti yang memiliki ketertarikan pada isu lingkungan untuk mengembangkan instrumen asli versi Indonesia, yang mana setiap elemen dalam instrumen tersebut berangkat dan Rahmad Muliadi. Ratna Jatnika. Yuliana Hanami: Adaptasi dan Validasi Awal Alat Ukur Sikap Membuang Sampah Sembarangan (Littering Attitude Scal. Ke Dalam Versi Bahasa Indonesia Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 mempertimbangkan fenomena, perilaku sehari-hari, budaya serta berbagai macam hal terkait isu sampah dan membuang sampah di Indonesia. Berdasarkan penelitian ini, secara umum bukti validitas berdasarkan konten tes yang diperoleh dari penilaian para ahli, lalu hitung dengan berbagai formula didapati memenuhi CVI. I-CVI. S-CVI, dan CVR adalah beberapa cara untuk memeriksa apakah pertanyaan dalam suatu skala benar-benar mengukur apa yang ingin diukur. Metode ini menghitung kesepakatan atas pertanyaan yang dianggap relevan oleh para ahli (Azwar, 2. Semakin tinggi skornya, semakin baik kualitas pertanyaan. Namun, metode ini kurang sensitif terhadap perbedaan pendapat di antara para ahli. Meski perhitungannya lebih rumit. Aiken's validity index lebih mampu menangkap perbedaan pendapat tersebut. Lalu S-CVI/UA dan SCVI Ave yang menggunakan rata-rata, dapat menjadi ukuran pada level skala. Bukti validitas berdasarkan proses respon yang digali melalui bagaimana pemahaman terhadap maksud dari elemen skala oleh beberapa partisipan, yang mewakili karakteristik populasi dalam penelitian ini, menjadi bukti validitas serta menjadi bahan pertimbangan untuk memformulasikan skala sikap membuang sampah sembarangan versi akhir. Hasil adaptasi dan validasi awal Littering Attitude Scale (LAS) versi bahasa Indonesia menunjukkan bahwa skala ini dapat digunakan. Namun sebaiknya sebelum digunakan lebih lanjut, proses validasi dan uji reliabilitas instrumen harus mencakup tahapan evaluasi menyeluruh, termasuk memastikan bahwa struktur faktor skala tetap konsisten setelah diadaptasi ke bahasa lain. Seperti yang dicatat oleh Aguinis dan Vandenberg. Ausetelah skala dibuat, perubahan apa pun seperti mengubah kata-kata untuk beberapa item atau menghilangkan yang lain dari skala berarti bahwa skala yang dihasilkan mungkin tidak lagi secara akurat mengukur konstruk dasar yang awalnya dibuat untuk dinilaiAy (Heggestad dkk. , 2. Analisis menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) pada studi LAS versi asli juga dapat diterapkan pada versi bahasa Indonesia, untuk memastikan keabsahan struktur Hasil analisis dengan CFA atau dengan metode lain . isalnya item response theor. pada skor yang dihasilkan dari skala sikap membuang sampah sembarangan versi bahasa Indonesia dapat menjadi bukti validitas berdasarkan struktur internal, salah satu bukti validitas yang tidak didapatkan dalam penelitian ini. Kesetaraan konstruk pada sebuah skala yang digunakan lintas budaya dapat didukung dengan berbagai cara, baik kuantitatif maupun Bukti kuantitatif harus diberikan dalam bentuk analisis invariansi pengukuran . easurement invarianc. Disisi lain, bukti kualitatif . harus diberikan untuk generalisasi konstruk pada populasi sasaran (Iliescu dkk. , 2. , dan penelitian ini hanya mengambil sisi kualitatifnya saja. Terakhir, secara umum penelitian ini diharapkan dapat menambah literatur bagi peneliti yang tertarik pada pengembangan skala psikologi. Sejatinya, dimensi psikologi manusia dipengaruhi oleh berbagai hal, misalnya budaya dan agama (Kim & Park, 2. termasuk di Indonesia. Maka mengembangkan skala baru versi Indonesia yang berangkat dari nilai-nilai tersebut dapat dipertimbangkan oleh para peneliti. Sebagai agama mayoritas di Indonesia. Al-Qur'an dan Al-Hadis kaya akan ajaran tentang kebersihan, yang dapat dijadikan Rahmad Muliadi. Ratna Jatnika. Yuliana Hanami: Adaptasi dan Validasi Awal Alat Ukur Sikap Membuang Sampah Sembarangan (Littering Attitude Scal. Ke Dalam Versi Bahasa Indonesia Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 rujukan kuat untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan di kalangan masyarakat (Heriyanto & Warsono, 2. Mengintegrasikan ajaran tersebut dalam penelitian akan memungkinkan variabilitas dari konstruk yang pelajari. SIMPULAN Penelitian ini secara sistematis melaporkan proses adaptasi ke dalam bahasa Indonesia dan dua bukti validitas awal Littering Attitude Scale (LAS) versi bahasa Indonesia. Bukti validitas lain yang lebih menekankan pada analisis kuantitatif dapat melengkapi bagian yang tidak menjadi perhatian dalam penelitian ini. Skala sikap membuang sampah sembarangan versi bahasa Indonesia dapat dipertimbangkan untuk penelitian di bidang psikologi sosial atau psikometrika maupun berbagai pihak untuk mengukur sikap membuang sampah sembarangan di Indonesia, terutama jika didukung dengan analisis struktur internalnya, dan juga dapat menjadi pedoman bagi penelitian lainnya untuk mengembangkan versi asli dari Indonesia. DAFTAR PUSTAKA