At-TaAodib Vol 5. No. Jurnal At-TaAodib: Jurnal Pendidikan Agama islam https://ejurnal. id/index. php/at-tadib/index Aktualisasi Sikap TaAodzim Santri Terhadap Ustadz Dalam Pembelajaran Kitab TaAolim MutaAoallim Aminatu Zahroh (Universitas KH. Abdul Chali. aminatuzahroh681@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktualisasi sikap taAodzim santri terhadap ustadz dalam pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim di Pondok Pesantren Fatchul Ulum 3 Pacet Mojokerto, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan sikap tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sementara analisis data dilakukan dengan tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi sikap taAodzim santri terhadap ustadz dalam pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim tampak melalui beberapa perilaku, antara lain tidak memulai berbicara sebelum ustadz, mendengarkan penjelasan ustadz dengan khidmat, tidak duduk di tempat duduk ustadz, menundukkan kepala saat melewati ustadz, serta bersalaman dan mengucapkan salam ketika berjumpa. Selain itu, santri menunjukkan kepatuhan dengan melaksanakan perintah ustadz, menjaga tata krama ketika berada di sekitar dhalem, dan berbicara dengan penuh hormat sambil menundukkan kepala. Faktor pendukung sikap taAodzim ini meliputi motivasi internal santri, dukungan lingkungan pesantren, serta keteladanan ustadz. Adapun faktor penghambat mencakup kondisi pribadi santri yang beragam, pengaruh lingkungan luar, serta keterbatasan metode pengajaran tertentu. Penelitian ini menegaskan bahwa aktualisasi sikap taAodzim santri tidak hanya menjadi bagian dari tradisi pesantren, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter religius dan adab santri terhadap gurunya. Kata Kunci: TaAodzim Santri. Ustadz. Pembelajaran. TaAolim MutaAoallim. Pesantren ABSTRACT This study aims to explore the actualization of studentsAo taAodzim . espectful attitud. toward teachers in the learning of TaAolim MutaAoallim at Pondok Pesantren Fatchul Ulum 3 Pacet Mojokerto, as well as to identify supporting and inhibiting factors in its implementation. This research employed a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while data analysis involved condensation, presentation, and conclusion drawing. Data validity was ensured using source triangulation and technique triangulation. The findings reveal that the actualization of taAodzim is reflected in several behaviors, such as refraining from speaking before the teacher, attentively listening during lessons, avoiding the teacherAos seat, bowing the head when passing by the teacher, greeting and shaking hands when meeting, as well as complying with instructions given by the teacher. Moreover, students demonstrate respect by maintaining proper manners around the teacherAos residence and lowering their heads when speaking with their teachers. The supporting factors include studentsAo internal motivation, the pesantren environment, and teachersAo exemplary conduct, while the inhibiting factors consist of studentsAo personal conditions, external environmental influences, and limitations in certain teaching methods. This research emphasizes that the actualization of taAodzim is not only a pesantren tradition but also a vital element in shaping studentsAo religious character and manners toward their teachers. Keywords: StudentsAo TaAodzim. Teacher. Learning. TaAolim MutaAoallim. Pesantren Aminatu Zahroh Pendahuluan Sikap taAodzim merupakan salah satu unsur penting dalam pendidikan Islam, khususnya dalam relasi antara santri dengan ustadz. Sikap ini tidak hanya mencerminkan tata krama seorang pelajar, tetapi juga menjadi prasyarat untuk memperoleh keberkahan ilmu. Seorang santri yang memiliki sikap taAodzim akan menempatkan ustadznya pada posisi yang layak dihormati, sehingga proses pembelajaran berjalan dengan penuh keikhlasan, adab, dan Sebaliknya, hilangnya sikap taAodzim dapat menimbulkan masalah serius, baik pada aspek keberhasilan akademik maupun pada pembentukan akhlak. Fenomena yang muncul di era digital saat ini menunjukkan bahwa nilai-nilai penghormatan terhadap guru semakin mengalami degradasi. Beberapa kasus bahkan memperlihatkan terjadinya konflik antara murid dengan guru, baik dalam bentuk pertengkaran, perkelahian, maupun perselisihan yang berujung ke ranah hukum. Hal ini menjadi indikasi menurunnya moral pelajar dalam memposisikan guru sebagai sosok yang patut dihormati. (AL-HADIQ, 2. Di tengah pesatnya perkembangan pendidikan modern, tradisi taAodzim terhadap ustadz semakin terpinggirkan. Pendidikan modern cenderung menempatkan guru sebatas fasilitator atau teman belajar, sementara aspek afektif dalam pembentukan karakter peserta didik kurang mendapat perhatian. Akibatnya, penghormatan kepada ustadz yang dahulu menjadi identitas pesantren kini dipandang berlebihan atau tidak relevan. Padahal, tradisi taAodzim memiliki peranan penting dalam menanamkan adab serta membentuk karakter religius santri. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya untuk mengembalikan kembali nilai-nilai taAodzim melalui lembaga pendidikan yang konsisten menjaga tradisi tersebut, salah satunya adalah pondok (Kathrine, 2. Salah satu kitab yang menjadi rujukan utama dalam menanamkan sikap taAodzim adalah TaAolym al-MutaAoallim. Kitab ini memuat ajaran mengenai adab seorang penuntut ilmu terhadap guru, teman, maupun lingkungannya. Relevansi isi kitab ini tetap bertahan hingga saat ini, bahkan mampu menjadi filter di tengah arus globalisasi yang membawa perubahan nilai. TaAolym al-MutaAoallim dipandang sebagai pedoman praktis dalam membentuk karakter santri agar memiliki akhlak mulia dan menghargai guru. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran kitab ini sering kali kurang mendapatkan perhatian yang cukup. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat perkembangan teknologi, gaya hidup modern, dan pengaruh budaya Barat yang lebih menekankan aspek duniawi dapat melemahkan semangat santri dalam menjaga adab terhadap ustadz. (Hidayat et al. , 2. Pondok Pesantren Fatchul Ulum 3 Pacet Mojokerto merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang berupaya menanamkan nilai-nilai taAodzim melalui pembelajaran kitab At-TaAodib Vol 5. No. 2 Oktober 2025 Aminatu Zahroh TaAolym al-MutaAoallim. Pesantren ini merupakan cabang dari Pondok Pesantren Fatchul Ulum Pacet yang didirikan oleh KH. Muslich Abbas, sedangkan Fatchul Ulum 3 sendiri diasuh oleh KH. Ustadz Supartono. Mayoritas santrinya adalah penghafal Al-QurAoan . , sehingga kebutuhan akan pendidikan adab dan akhlak sangat penting untuk menjaga kualitas spiritual sekaligus intelektual mereka. Pembelajaran kitab TaAolym al-MutaAoallim di pesantren ini dilaksanakan secara wajib oleh para ustadz dan ustadzah yang kompeten di bidangnya. Dengan demikian, penelitian mengenai aktualisasi sikap taAodzim santri terhadap ustadz dalam pembelajaran kitab ini menjadi sangat relevan untuk dikaji lebih mendalam. (Kh. Ustadz supartono, 2. Berdasarkan uraian di atas, dapat dirumuskan dua permasalahan utama dalam penelitian ini. Pertama, bagaimana aktualisasi sikap taAodzim santri terhadap ustadz dalam pembelajaran kitab TaAolym al-MutaAoallim di Pondok Pesantren Fatchul Ulum 3 Pacet Mojokerto. Kedua, apa saja faktor pendukung dan penghambat sikap taAodzim santri terhadap ustadz di pesantren tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk aktualisasi sikap taAodzim santri serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun Secara teoritik, penelitian ini didukung oleh kajian mengenai adab menuntut ilmu dalam kitab TaAolym al-MutaAoallim karya Syekh al-Zarnuji, yang menekankan pentingnya sikap hormat kepada guru sebagai jalan memperoleh keberkahan ilmu. Selain itu, kajian teori pendidikan karakter juga relevan digunakan, mengingat taAodzim merupakan bagian integral dari pembentukan karakter religius peserta didik. Teori pendidikan Islam klasik maupun modern sama-sama mengakui bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik, dengan adab sebagai fondasi utamanya. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat tradisi pendidikan pesantren sekaligus menawarkan solusi atas krisis moralitas pelajar di era (Syaehotin et al. , 2. Metode Penelitian Kualitatif dengan jenis studi kasus . ase stud. Pemilihan pendekatan ini didasarkan pada tujuan penelitian yang ingin menggali secara mendalam bagaimana aktualisasi sikap taAodzim santri terhadap ustadz dalam pembelajaran kitab TaAolym al-MutaAoallim di Pondok Pesantren Fatchul Ulum 3 Pacet Mojokerto. Studi kasus dipandang tepat karena penelitian berfokus pada satu lokasi dan fenomena tertentu dengan permasalahan yang khas. Subjek penelitian adalah para santri yang mengikuti pembelajaran kitab TaAolym al13 | At-TaAodib Vol 5. No. 2 Oktober 2025 Aminatu Zahroh MutaAoallim serta ustadz dan ustadzah yang menjadi pengampu pembelajaran tersebut. Informan penelitian dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran dan relevansi informasi yang dapat diberikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara, yaitu: . observasi, untuk mengamati perilaku santri dalam menunjukkan sikap taAodzim terhadap ustadz baik di kelas maupun lingkungan pesantren. wawancara mendalam, dengan santri, ustadz, dan pengasuh pesantren guna menggali pemahaman serta pengalaman mereka terkait sikap taAodzim. dokumentasi, berupa arsip kegiatan, catatan pesantren, dan dokumen pendukung (Marzukah et al. , 2. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis kualitatif yang meliputi tiga tahapan, yaitu kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik, serta konfirmasi ulang hasil wawancara kepada informan. Dengan rancangan tersebut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif tentang aktualisasi sikap taAodzim santri terhadap ustadz serta faktor pendukung dan penghambatnya dalam konteks pembelajaran kitab TaAolym al-MutaAoallim. Hasil dan Pembahasan Hasil Konsep Sikap TaAodzim Berdasarkan kajian literatur, sikap taAodzim dipahami sebagai perilaku yang menunjukkan penghormatan dan kesopanan, khususnya kepada orang yang lebih tua, guru, atau kiai (Poerwadarminta, 2. Dalam kitab TaAolym al-MutaAoallim karya Burhanuddin Az-Zarnuji, konsep taAodzim menempati posisi penting sebagai adab santri kepada ustadz. Etika tersebut tidak hanya menjaga kehormatan guru, tetapi juga diyakini sebagai pintu keberkahan ilmu. Temuan penelitian ini menguatkan bahwa sikap taAodzim di Pondok Pesantren Fatchul Ulum 3 masih diajarkan secara konsisten melalui pembelajaran kitab TaAolym al-MutaAoallim(Fattah et al. Bentuk-bentuk Sikap TaAodzim Hasil observasi menunjukkan bahwa bentuk konkret sikap taAodzim santri di pesantren antara lain . tidak berbicara atau menyela ustadz ketika mengajar, . tidak duduk di tempat duduk ustadz, . tidak mendahului ustadz ketika berjalan, . menundukkan kepala saat berbicara dengan ustadz, . bersalaman dan memberi salam At-TaAodib Vol 5. No. 2 Oktober 2025 Aminatu Zahroh ketika bertemu, serta . mendengarkan dan melaksanakan perintah ustadz. Temuan ini sejalan dengan tuntunan dalam TaAolym al-MutaAoallim yang melarang santri berjalan di depan guru, banyak berbicara, atau mengganggu waktu istirahat guru. Fungsi dan Manfaat Sikap TaAodzim Sikap taAodzim memiliki fungsi spiritual dan sosial. Secara spiritual, penghormatan kepada guru diyakini mendatangkan keberkahan ilmu dan meningkatkan ketakwaan. Secara sosial, sikap ini melatih kesopanan, rendah hati, serta menjaga keharmonisan hubungan antara santri dan ustadz Proses Pembentukan Sikap TaAodzim Temuan lapangan mengindikasikan bahwa pembentukan sikap taAodzim dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup naluri, kebiasaan, keturunan, kemauan, dan hati nurani santri. Sementara faktor eksternal meliputi keteladanan ustadz, lingkungan keluarga, serta pergaulan dengan teman sebaya. Pengaruh internal dan eksternal ini saling melengkapi: pembiasaan dari rumah dan lingkungan pesantren memperkuat adab santri, sedangkan bimbingan ustadz menjadi role model utama. Strategi Meningkatkan Sikap TaAodzim Strategi yang diterapkan di pesantren meliputi(Jogjakarta: Arruz Media, 2. : . keteladanan ustadz, melalui contoh sikap sopan, rendah hati, dan santun. penanaman disiplin, dengan aturan pesantren yang mengikat. pembiasaan, seperti saling memberi dan . penciptaan suasana kondusif, baik di kelas maupun di luar kelas. Strategi ini terbukti efektif karena santri belajar melalui praktik langsung, bukan hanya teori. Aktualisasi Sikap TaAodzim di Pesantren Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sikap taAodzim telah teraktualisasi dalam kehidupan santri sehari-hari di Pondok Pesantren Fatchul Ulum 3. Dalam pembelajaran kitab TaAolym al-MutaAoallim, santri mendengarkan dengan khusyuk, tidak memotong penjelasan ustadz, dan menunjukkan sikap hormat (Moch. Faris Ghiyatsul, 2. Bahkan di luar pembelajaran, mereka tetap menjaga adab, seperti menunduk saat berpapasan dengan ustadz. Aktualisasi ini membuktikan bahwa kitab TaAolym al-MutaAoallim tidak hanya diajarkan secara tekstual, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Faktor Pendukung dan Penghambat Penelitian menemukan dua faktor penting: Faktor pendukung: keteladanan ustadz, peran keluarga, aturan pesantren, serta budaya kolektif santri yang menjunjung adab. Faktor penghambat: latar belakang santri yang beragam, kurangnya pemahaman At-TaAodib Vol 5. No. 2 Oktober 2025 Aminatu Zahroh tentang pentingnya taAodzim, serta pengaruh lingkungan luar . edia sosial, budaya modern, teman sebay. yang tidak selaras dengan nilai pesantren. Pembahasan Temuan penelitian ini menjawab rumusan masalah dengan menunjukkan bahwa sikap taAodzim santri masih terjaga melalui pembelajaran kitab TaAolym al-MutaAoallim. Meskipun ada tantangan dari budaya modern dan pengaruh lingkungan luar. Pondok Pesantren Fatchul Ulum 3 berhasil mempertahankan nilai taAodzim melalui keteladanan ustadz, pembiasaan, serta aturan Secara teoretik, penelitian ini memperkuat pandangan Az-Zarnuji tentang pentingnya adab terhadap guru sebagai prasyarat keberhasilan ilmu. Penelitian ini juga memodifikasi teori dengan menekankan peran lingkungan digital modern sebagai faktor penghambat baru yang perlu diantisipasi pesantren. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai aktualisasi sikap taAodzim santri terhadap ustadz dalam pembelajaran kitab TaAolim al-MutaAoallim di Pondok Pesantren Fatchul Ulum 3 Pacet Mojokerto, dapat disimpulkan bahwa santri telah mampu mengaktualisasikan nilai-nilai taAodzim dalam berbagai bentuk sikap dan perilaku, baik dalam konteks pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari di pesantren. Bentuk-bentuk aktualisasi tersebut antara lain tidak mendahului ustadz ketika berbicara maupun berjalan, tidak duduk di tempat ustadz, selalu menundukkan kepala saat berinteraksi, mendengarkan dengan seksama ketika pembelajaran berlangsung, bersalaman serta memberi salam ketika berjumpa, serta menjalankan perintah ustadz dengan penuh penghormatan. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai adab yang diajarkan dalam kitab TaAolim al-MutaAoallim benar-benar dipraktikkan oleh para santri sebagai wujud penghormatan dan kepatuhan kepada guru. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa faktor pendukung terbentuknya sikap taAodzim santri adalah keteladanan ustadz, pembiasaan disiplin, suasana pesantren yang kondusif, serta lingkungan yang mendukung internalisasi nilai-nilai adab. Sementara itu, faktor penghambatnya antara lain berasal dari latar belakang santri yang berbeda-beda, kebiasaan individu, serta pengaruh lingkungan pergaulan yang kurang mendukung. Dengan demikian, sikap taAodzim santri tidak hanya menjadi wujud penghormatan terhadap ustadz, tetapi juga berperan penting dalam menunjang keberkahan ilmu, pembentukan akhlak mulia, serta menjadi dasar dalam membangun karakter religius santri. Temuan ini menegaskan bahwa aktualisasi sikap taAodzim perlu terus dipelihara dan dikembangkan melalui keteladanan, pembiasaan, serta penguatan lingkungan yang kondusif di pesantren. At-TaAodib Vol 5. No. 2 Oktober 2025 Aminatu Zahroh Daftar Pustaka