Jurnal Psikohumanika. Volume 15. No 2 Desember 2023 Hal 139-149 JURNAL PSIKOHUMANIKA http://ejurnal. id/ojs/index. php/psikohumanika PENGARUH JOB INVOLVEMENT DAN SERVANT LEADERSHIP TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA KARYAWAN PERUSAHAAN OTOMOTIF AuXAy Fatwa Tentama1*. Andi Lutfiyah Nada Salsabila2 Fakultas Psikologi. Universitas Ahmad Dahlan ARTICLE INFO ABSTRACT Article History Be accepted: Aug 2023 Approved: Sept 2023 Published: Dec 2023 This research examines the influence of job involvement and servant leadership on Organizational Citizenship Behavior (OCB) in employees. Participants in this research were 70 employees at Automotive Company "X" in Yogyakarta who had permanent status with a minimum work period of one year. The sampling technique uses simple random sampling. Data collection used the Organizational Citizenship Behavior (OCB), job involvement, and servant leadership scales. Research data was analyzed using multiple linear regression using the SPSS V. 21 program. The results of simultaneous data analysis show a very significant influence between job involvement and servant leadership on Organizational Citizenship Behavior (OCB) with an R-value of 0. 961 (F = 406. 135, p = 0. Partial data analysis shows that job involvement (Standardized Coefficients = 0. 536, p = 0. and servant leadership (Standardized Coefficients = 0. 440, p = 0. each have a very significant influence on Organizational Citizenship Behavior (OCB). Job involvement and servant leadership simultaneously contribute 92% to Organizational Citizenship Behavior (OCB). The contribution of job involvement is 51%, and the contribution of servant leadership is 41%. Thus, it can be concluded that the formation of Organizational Citizenship Behavior (OCB) is influenced by internal factors, namely job involvement, and external factors, namely servant Internal factors . ob involvemen. are more dominant than external factors . ervant leadershi. in influencing Organizational Citizenship Behavior (OCB). Keywords : job involvement. citizenship behavior. servant leadership. Alamat Korespondensi: Jl. Kapas No. Yogyakarta. Indonesia 55166 E-mail: tentama@psy. andinada72@gmail. Fatwa Tentama1*. Andi Lutfiyah Nada Salsabila2 p-ISSN: 1979-0341 e-ISSN : 2302-0660 Jurnal Psikohumanika. Volume 15. No 2 Desember 2023 INFO ARTIKEL Sejarah Artikel Diterima : Agustus 2023 Disetujui: September 2023 Dipublikasikan: Desember 2023 Kata Kunci: job involvement. citizenship behavior. servant leadership. Hal 139-149 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh job involvement dan servant leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan. Partisipan dalam penelitian ini adalah 70 karyawan di perusahaan Otomotif AuXAy di Yogyakarta yang berstatus tetap dengan masa kerja minimal satu tahun. Teknik sampling dengan menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala Organizational Citizenship Behavior (OCB), skala job involvement, dan skala servant leadership. Data penelitian dianalisis dengan regresi linier berganda melalui program SPSS V. Hasil analisis data secara simultan menunjukkan bahwa ada pengaruh yang sangat signifikan antara job involvement dan servant leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) dengan nilai R sebesar 0, 961 (F = 406,135, p = 0,. Analisis data secara parsial menunjukkan job involvement (Standardized Coefficients = 0,536, p = 0,. dan servant leadership (Standardized Coefficients = 0,440, p = 0,. masing-masing memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB). Job involvement dan servant leadership secara simultan memberikan kontribusi sebesar 92 % terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB). Kontribusi job involvement sebesar 51%, dan kontribusi servant leadership sebesar 41%. Terbentuknya Organizational Citizenship Behavior (OCB) dipengaruhi faktor internal yaitu job involvement dan faktor eksternal yaitu servant leadership. Faktor internal . ob involvemen. lebih dominan dibandingkan faktor eksternal . ervant leadershi. dalam mempengaruhi Organizational Citizenship Behavior (OCB). PENDAHULUAN Meningkatnya pertumbuhan industri otomotif di Indonesia berimplikasi pada tingginya persaingan antar perusahaan untuk mempromosikan produk unggulannya (Indonesia Investments, 2. Perusahaan otomotif berupaya melakukan berbagai cara atau strategi untuk dapat bersaing secara global, salah satunya yaitu dengan menambah berbagai program perusahaan, berinovasi dan berupaya mendapatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Saat ini SDM menjadi faktor penting yang dapat menentukan keefektifan perusahaan dalam menghadapi tingkat persaingan yang begitu tinggi pada industri otomotif. Perusahaan membutuhkan SDM yang mampu bekerja maksimal dan bahkan bekerja extra melebihi standar yang ditentukan. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan karyawankaryawan yang bersedia memberikan tenaga, pikiran, dan waktu di luar tanggung jawab resminya untuk meningkatkan produktivitas organisasi. Perilaku tersebut merupakan cerminan dari perilaku kewarganegaraan organisasi atau Organizational Citizenship Behavior (OCB) yaitu sekumpulan perilaku individu yang secara sukarela berkontribusi pada berfungsinya organisasi terlepas dari sistem penghargaan formal (Organ, 1. Permasalahan Organizational Citizenship Behavior (OCB) mulai populer pada akhir tahun 1980-an (Organ. Kemudian, penelitian mengenai Organizational Citizenship Behavior (OCB) mulai banyak dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya pada suatu organisasi perusahaan (MacKenzie et al. , 2018. Rubin et al. , 2. Karyawan dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) tinggi tidak menjadikan unsur material sebagai motivasi utama dalam bekerja (Bergeron et al. , 2013. Karaman & Aylan, 2. , menikmati perannya dalam bekerja serta fokus mengarahkan energinya untuk membantu perusahaan mencapai tujuan (Andrew & Sofian, 2011. Christian et al. , 2014. Welch. Pada level organisasi. Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang tinggi dapat menumbuhkan budaya organisasi positif, yang ditandai dengan peningkatan kesejahteraan karyawan dan rendahnya turnover (Akdoan & Kyksal, 2. Penelitian mengenai Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada umumnya lebih memperhatikan peran Organizational Citizenship Behavior (OCB) bagi karyawan dan organisasi. Temuan pada penelitian-penelitian tersebut menunjukkan bahwa Organizational Citizenship Behavior (OCB) Fatwa Tentama1*. Andi Lutfiyah Nada Salsabila2 Jurnal Psikohumanika. Volume 15. No 2 Desember 2023 Hal 139-149 berhubungan dengan kesediaan karyawan untuk membantu dan membimbing rekan kerja, mendorong rekan kerja untuk meningkatkan kinerjanya, terlibat dalam mencari informasi yang dibutuhkan organisasi, dan terciptanya iklim organisasi yang positif (Bolino et al. , 2012. Bolino et al. , 2013. Rapp et al. , 2. Penelitian ini akan meninjau Organizational Citizenship Behavior (OCB) dengan menguji faktor-faktor yang mempengaruhinya yang terdiri dari faktor yang bersumber dari eksternal dan internal karyawan yaitu job involvement dan servant Job involvement adalah sejauh mana seorang karyawan mengidentifikasi dirinya dengan pekerjaannya, secara aktif berpartisipasi di dalamnya, dan memperoleh rasa harga diri darinya (Baum & Kabst, 2013. Lawrence & Kacmar, 2. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Lodahl dan Kejnar . yang mendefinisikan job involvement sebagai suatu kondisi yang menggambarkan sejauh mana seseorang mengidentifikasikan dirinya secara psikologis terhadap pekerjaan, dan sejauh mana pekerjaan mempengaruhi harga dirinya. Karyawan yang memiliki job involvement pada organisasi akan meningkatkan psikologis karyawan pada pekerjaannya sehingga mendorong perilaku karyawan dalam mendukung tujuan dan peningkatan produktifitas perusahaan (Saxena & Saxena, 2015. Zhang, 2. Karyawan dengan job involvement akan memiliki motivasi yang tinggi terhadap pekerjaan, memiliki kepedulian yang tinggi pada pekerjaan, memiliki komitmen yang tinggi terhadap pekerjaan, dan menghabiskan waktu yang mereka bekerja sehingga terbentuk dalam dirinya Organizational Citizenship Behavior (OCB) (Gheisari et al. , 2014. Gupta et al. , 2. Karyawan merasa lebih puas dengan pekerjaannya, menunjukkan suasana hati yang positif di tempat kerja, selalu berkomitmen pada perusahaan, dan percaya bahwa tujuan pribadinya selaras dengan tujuan perusahaan (Ueda, 2. Dengan demikian karyawan cenderung bekerja lebih keras dan lebih efisien untuk mencapai hasil yang diinginkan pelanggan dan perusahaan. Servant leadership dikembangkan oleh Greenleaf . dalam sebuah karyanya yang berjudul AuServant leadership: A journey into the nature of legitimate power and greatnessAy. Greenleaf . mendefinisikan servant leadership sebagai kemampuan pemimpin untuk merawat pengikutnya dengan cara memenuhi dan mendahulukan kebutuhan pengikut di atas kebutuhan pemimpin. Penelitian Kumari et al. menjelaskan bahwa servant leadership berpengaruh secara signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) perusahaan yang ditunjukkan dengan pola hubungan komunikasi yang baik pimpinan dan bawahan akan memberi kesempatan karyawan untuk turut mendukung tercapainya tujuan organisasi (Amir, 2. Cara ini cukup efektif untuk meningkatkan komitmen, keterlibatan, dan kinerja karyawan (Choudhary et al. , 2013. Koyuncu et al. , 2. Kepedulian, dedikasi, dan pola pikir pemimpin mampu menginspirasi karyawan untuk menunjukkan Organizational Citizenship Behavior (OCB) (Chiniara & Bentein, 2018. Huang et al. , 2. Proses ini dapat dijelaskan oleh teori pembelajaran sosial Bandura . bahwa karyawan belajar melalui peniruan model peran. Karyawan menampilkan perilaku kerja sesuai dengan perilaku atasanya. Dengan demikian ketika pemimpin peduli dengan kebutuhan karyawan, hal ini akan mendorong karyawan untuk peduli terhadap kebutuhan perusahaan (Brownell, 2010. Chon & Zoltan, 2. Selain itu menurut teori pertukaran sosial Blau . , karyawan merasa perlu membalas kebaikan pemimpin dengan mengabdikan dirinya kepada perusahaan (Madison & Eva, 2. Karyawan akan menampilkan Organizational Citizenship Behavior (OCB) sebagai bentuk balasannya terhadap kepedulian pemimpin (Bavik et al. , 2017. Newman et al. , 2. Tujuan penelitian untuk menguji pengaruh job involvement dan servant leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan perusahaan Otomotif AuXAy. Hipotesis mayor penelitian ini adalah adanya pengaruh positif job involvement dan servant leadership secara simultan terhadap organizational citizenship behavior (OCB), sedangkan hipotesis minornya meliputi adanya pengaruh positif job involvement terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan adanya pengaruh positif servant leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan perusahaan Otomotif AuXAy. Fatwa Tentama1*. Andi Lutfiyah Nada Salsabila2 Jurnal Psikohumanika. Volume 15. No 2 Desember 2023 Hal 139-149 METODE Metode yang digunakan pada penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif dimana sampel penelitian merupakan subjek penelitian. Partisipan penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap perusahaan Otomotif AuXAy cabang Janti di Yogyakarta sejumlah 70 karyawan. Karakteristik dari partisipan meliputi karyawan berstatus karyawan tetap dan masa kerja minimal satu tahun karena karyawan sudah melewati masa training . , memahami nilai-nilai visi, misi dan tujuan perusahaan serta paham secara detail mengenai tugas-tugasnya. Perusahaan Otomotif AuXAy merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pemasaran mobil di Kota Yogyakarta. Peneliti memberikan inform consent terhadap responden untuk kesediaan partisipasi penelitian sebelum mengisi skala penelitian. Penelitian ini menggunakan skala dengan model Likert sebagai instrumen utama dalam memperoleh data empirik mengenai Organizational Citizenship Behavior (OCB), job involvement, dan servant leadership. Skala disajikan dalam dua bentuk pernyataan . avorable dan unfavorabl. dengan empat alternatif jawaban (Ausangat sesuaiAy. AusesuaiAy. Autidak sesuaiAy, dan Ausangat tidak sesuaiA. Uji coba skala penelitian dilakukan terhadap 40 karyawan perusahaan Otomotif AuXAy dalam satu perusahaan yang terletak di cabang lain yang terletak di Kabupaten Bantul dengan karakteristik sama dengan penelitian yaitu karyawan tetap dan masa kerja minimal 1 tahun. Peneliti mengadopsi skala Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang disusun oleh Tentama dan Subardjo . yang mengacu pada aspek-aspek Organizational Citizenship Behavior (OCB) menurut Organ . yaitu: counscientiousness, altruism, civic virtue, sportmanship, dan courtes yang terdiri dari 20 aitem. Berdasarkan hasil uji coba alat ukur diperoleh 16 aitem valid yang siap digunakan untuk penelitian dengan koefisien Cronbach's alpha sebesar 0,863 dan indeks daya beda bergerak dari 0,271 sampai 0,782. Skala job involvement disusun dengan mengacu pada dimensi job involvement menurut Lodahl dan Kejnar . , yang terdiri dari: pekerjaan hal yang penting, pekerjaan merupakan identitas diri, dan keterikatan diri dengan pekerjaan dengan jumlah 18 aitem. Berdasarkan hasil uji coba alat ukur diperoleh 30 aitem valid yang siap digunakan untuk penelitian dengan koefisien Cronbach's alpha sebesar 0,844 dan indeks daya beda bergerak dari 0,297 sampai 0,700. Penyusunan skala servant leadership mengacu pada dimensi servant leadership menurut Barbuto dan Wheeler . yaitu: altruistic calling, emotional healing, wisdom, persuasive mapping, dan organizational stewardship yang berjumlah 30 aitem. Berdasarkan hasil uji coba alat ukur diperoleh 25 aitem valid yang siap digunakan untuk penelitian dengan koefisien Cronbach's alpha sebesar 0,946 dan indeks daya beda bergerak dari 0,304 sampai dengan 0,862. Data empirik dari organizational citizenship behavior, job involvement, dan servant leadership dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis data statistik deskriptif, skor empirik dan hipotetik serta kategori subjek penelitian disajikan pada Tabel 1 dan 2 berikut. Tabel 1. Statistik Deskriptif Penelitian Variabel Jumlah Min Skor Empirik Maks Mean 78,49 38,26 Fatwa Tentama1*. Andi Lutfiyah Nada Salsabila2 2,097 1,282 Min Skor Hipotetik Maks Mean Jurnal Psikohumanika. Volume 15. No 2 Desember 2023 50,80 2,211 Hal 139-149 Keterangan: X1 : Servant leadership X2 : Job involvement Y : Organizational citizenship behavior Tabel 2. Kategorisasi Subjek Penelitian Variabel Norma Organizational Citizenship Behavior (OCB) Servant X O 32 X > 32 - X < X Ou X 48 X O 50 X > 50 - X < X Ou 75 X O 24 X > 24 Ae X < X Ou 36 Job involment Frekuen Proporsi( Kategorisasi 5,7% Tinggi Rendah Sedang 94,3% 1,4% Tinggi Rendah Sedang 98,6% Tinggi Rendah Sedang Berdasarkan hasil kategorisasi pada tabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa dari keseluruhan jumlah subjek penelitian yang memiliki baik Organizational Citizenship Behavior (OCB), servant leadership dan job involment, semua karyawan dalam kategori tinggi . %, 94,3% dan 98,6%) dan tidak ada karyawan masuk dalam kategori rendah. Hasil uji normalitas data Organizational Citizenship Behavior (OCB), job involvement, dan servant leadership diperoleh skor Kolmogorov-Smirnov Z sebesar 1,258, 1,263, dan 1,222 dengan Asymp. Sig. 0,085, 0,082, dan 0,101. Kaidah yang digunakan adalah p>0,05, berdasarkan kaidah tersebut dapat dikatakan bahwa data Organizational Citizenship Behavior (OCB), job involvement, dan servant leadership berdistribusi normal. Artinya tidak ada perbedaan antara sampel penelitian dengan populasi. Hasil analisis uji normalitas dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini. Tabel 3. Hasil Analisis Uji Normalitas Variabel Organizational Citizenship Behavior (OCB) Job involvement Servant leadership Kolmogorov-Smirnov 1,258 1,263 1,222 Asymp. Sig. Keterangan 0,085 Normal 0,082 0,101 Normal Normal Hasil uji linearitas data job involvement dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan servant leadership dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) diperoleh skor F Linearity sebesar 722,885 dan 780,888 dengan taraf signifikansi 0,000. Kaidah yang digunakan adalah p<0,05, berdasarkan kaidah tersebut menunjukkan bahwa ada garis linear yang mengubungkan job involvement dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan servant leadership dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB). Hasil uji linearitas dapat dilihat pada Tabel 4 dibawah ini. Fatwa Tentama1*. Andi Lutfiyah Nada Salsabila2 Jurnal Psikohumanika. Volume 15. No 2 Desember 2023 Hal 139-149 Tabel 4. Hasil Analisis Uji Linearitas Variabel Job involvement dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) Servant leadership dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) F Linearity 722,885 Sig. 0,000 Keterangan Linier 780,888 0,000 Linier Hasil uji multikolinearitas data job involvement dengan servant leadership diperoleh skor tolerance dan VIF adalah sebesar 0,117 dan 8,514. Kaidah yang digunakan pada tolerance adalah >0,1 dan pada VIF adalah <10, berdasarkan kaidah tersebut diketahui bahwa semua variabel bebas tidak terjadi tumpang tindih atau kesamaan fungsi. Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada Tabel 5 dibawah ini. Tabel 5. Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Job involvement Servant Tolerance 0,117 VIF 8,514 0,117 8,514 Keterangan Tidak terjadi Tidak terjadi Y = 20,955 0,464 X1 0,925X2 Y = Organizational Citizenship Behavior (OCB) X1 = Job involvement X2 = Servant leadership Berdasarkan persamaan di atas dapat dijelaskan bahwa setiap penambahan 1 unit variabel job involvement akan meningkatkan nilai variabel Organizational Citizenship Behavior (OCB) sebesar 0,464 dan penambahan 1 unit variabel servant leadership akan meningkatkan nilai variabel Organizational Citizenship Behavior (OCB) sebesar 0,925. Hasil analisis regresi linear berganda secara simultan job involvement dan servant leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) menunjukkan nilai F sebesar 406,153 dengan taraf Signifikansi 0,000. Kaidah yang digunakan adalah p<0,01, berdasarkan kaidah tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang sangat signifikan antara job involvement dan servant leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB). Secara simultan sumbangan yang dihasilkan kedua variabel bebas adalah sebesar 92,4 %. Hasil analisis regresi linear berganda dapat dilihat pada Tabel 6 dibawah ini. Tabel 6. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Variabel Job involvement dan servant leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) 406,135 R Square 0,924 Sig. 0,000 Keterangan Sangat signifikan Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh job involvement dan servant leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan. Penelitian ini membahas faktor-faktor yang memengaruhi Organizational Citizenship Behavior (OCB) meliputi faktor Fatwa Tentama1*. Andi Lutfiyah Nada Salsabila2 Jurnal Psikohumanika. Volume 15. No 2 Desember 2023 Hal 139-149 internal dan faktor eksternal. Pada penelitian ini faktor internal yaitu job involvement dan faktor eksternal yaitu servant leadership. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan job involvement dan servant leadership dapat mempengaruhi Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan perusahaan Otomotif AuXAy. Koefisien determinasi yang diberikan job involvement dan servant leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) karyawan sebesar 92,4 %. Sisanya sebesar 7,6 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar kedua faktor tersebut meliputi diantaranya subjective well-being dan trust in the employer (Tentama & Yuliantin, 2. , kepemimpinan transformasional dan keterlibatan kerja (Naimah , 2. , kepuasan kerja (Subardjo & Tentama, 2. Hasil analisis korelasi parsial pengaruh job involvement terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan pengaruh servant leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) diperoleh skor standardized coefficients sebesar 0,536 dan 0,440 dengan taraf Signifikansi 0,000 dan 0,000. Kaidah yang digunakan adalah p<0,01, berdasarkan kaidah tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh positif yang sangat signifikan masingmasing variabel bebas secara partial terhadap variabel tergantung. Ada pengaruh positif yang sangat signifikan antara job involvement terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) dan ada pengaruh positif yang sangat signifikan antara servant leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB). Hasil analisis korelasi parsial dapat dilihat pada Tabel 7 dibawah ini. Tabel 7. Hasil Analisis Korelasi Parsial Variabel Job involvement terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Servant leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Standardized Coefficients 0,536 Sig. Keterangan 0,000 Sangat signifikan 0,440 0,000 Sangat signifikan Job involvement sebagai faktor internal memotivasi karyawan untuk berkontribusi secara maksimal dan extra melebihi tugasnya untuk mencapai keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Sementara servant leadership sebagai faktor ekternal membantu mendorong karyawan untuk membalas kebaikan dan kepedulian pemimpin terhadap karyawan dengan cara mendedikasikan kemampuannya secara extra untuk produktivitas perusahaan. Hingga saat ini pengaruh job involvement terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) masih kurang mendapat perhatian empiris dari para peneliti, namun temuan penelitian ini membuktikan bahwa job involvement mampu menjadi prediktor yang cukup kuat terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) karyawan. Kontribusi yang diberikan job involvement dan servant leadership dapat dijelaskan rumusan berikut: SE = Zero Order x Standardized Coefficient Beta x 100%. Berdasarkan perhitungan diperoleh besarnya kontribusi job involvement terhadap OCB sebesar 50,8%, artinya tinggi rendahnya job involvement karyawan mempengaruhi terbentuknya Organizational Citizenship Behavior (OCB) karyawan. Dengan demikian temuan ini dapat menjadi masukan bagi perusahaan untuk meningkatkan job involvement karyawan demi tercapainya tujuan dan sasaran organisasi. Menurut Johari dan Yahya . , dalam perusahaan tingkat job involvement karyawan menentukan tingkat keberhasilan perusahaan dalam bersaing di pasar global. Karyawan dengan job involvement memiliki kemauan yang tinggi untuk melibatkan dirinya secara fisik, kognitif, dan emosional pada kegiatan-kegiatan yang berdampak pada kesuksesan perusahaan, terlepas dari penghargaan yang mungkin tidak akan didapatkannya. Kemauan ini ditandai dengan tidak mudah lelah dalam bekerja, ketekunan menghadapi kesulitan, keterlibatan yang kuat dalam pekerjaan, antusiasme, dan rasa bangga terhadap pekerjaanya (Hermawati & Mas, 2017. Rahati et al. , 2. Temuan pada penelitian ini menunjukkah bahwa dengan model kepemimpinan servant leadership, karyawan merasakan adanya tingkat kesejahteraan, kepuasan kerja, dan dukungan Fatwa Tentama1*. Andi Lutfiyah Nada Salsabila2 Jurnal Psikohumanika. Volume 15. No 2 Desember 2023 Hal 139-149 organisasi yang lebih tinggi. Kondisi ini memberi stimulus karyawan untuk lebih terlibat dan lebih peduli pada segala sesuatu yang dibutuhkan perusahaan (Kumari et al. , 2. Organizational Citizenship Behavior (OCB) dihasilkan dari adanya perilaku positif pemimpin yang dirasakan karyawan. Sumbangan efektif dari servant leadership yaitu 41,6%, artinya kepemimpinan servant leadersip dapat mempengaruhi terbentuknya Organizational Citizenship Behavior (OCB) karyawan. Bentuk model kepemimpinan servant leadership yang ditunjukkan pimpinan seperti pimpinan bersedia melakukan apapun demi kebaikan karyawannya, mampu dalam membantu menyelesaikan persoalan karyawan, mendorong karyawan agar memiliki mimpi yang besar dalam bekerja dan memberikan dukungan kepada karyawan dalam menyelesaikan suatu tugas serta berani bertanggung jawab atas kesalahan yang diperbuat karyawannya. Dengan demikian, ketika karyawan mendapatkan perlakukan positif dari atasannya, karyawan akan berusaha membalas kebaikan yang telah diterimanya dengan bekerja semaksimal mungkin bahkan melebihi tugas pokok yang diberikan. Pada dasarnya servant leadership memberikan efek positif yang akan direspon bawahanya dengan cara peningkatan kinerja dan perilaku prososial, argumen ini didukung oleh studi empiris dari beberapa peneliti . Dixon, 2013. Gyyel & Begec, 2012. Mathur & Negi, 2. Implikasinya bahwa untuk dapat meningkatkan Organizational Citizenship Behavior (OCB) karyawan, perusahaan perlu fokus pada penerapan servant leadership. Penerapan dari servant leadership akan membawa inspirasi, refleksi, empati, dan persepsi positif para karyawan. Servant leadership secara aktif dapat membangun kepercayaan antara pemimpin-pengikut dan menjadi teladan karyawan dalam melakukan Organizational Citizenship Behavior (OCB). Keterbatasan dalam penelitian ini adalah pengambilan data penelitian dengan menggunakan skala tidak secara langsung diberikan oleh peneliti kepada subjek penelitian sehingga tidak dapat mengobsevasi dan memberikan respon secara langsung jika ada subjek penelitian yang menanyakan substansi dari aitem-aitemnya. Implikasi hasil penelitian ini adalah perusahaan dapat menerapkan gaya kepemimpinan yang lebih melayani kepada karyawan karena gaya kepemimpinan ini paling efektif diterapkan pada masa sekarang ini. Gaya kepemimpinan ini tidak hanya mendorong karyawan untuk mau bekerja sesuai deskripsi pekerjaan yang ditentukan tetapi dapat memunculkan perilaku kerja melebihi deskripsi kerjanya karena merasa diperlakukan dengan baik oleh pimpinannya. SIMPULAN Tujuan penelitian ini menguji pengaruh job involvement dan servant leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang sangat signifikan job involvement dan servant leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB), terdapat pengaruh positif yang sangat signifikan antara job involvement terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB), dan terdapat pengaruh positif yang sangat signifikan antara servant leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB). Job involvement dan servant leadership secara simultan memberikan kontribusi sebesar 92 % terhadap OCB. Secara parsial kontribusi job involvement sebesar 51%, dan kontribusi servant leadership sebesar 41%. Fatwa Tentama1*. Andi Lutfiyah Nada Salsabila2 Jurnal Psikohumanika. Volume 15. No 2 Desember 2023 Hal 139-149 DAFTAR PUSTAKA