SOSFILKOM Volume XV Nomor 01 Januari-Juni 2021 PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP KEBIJAKAN KANTONG PLASTIK BERBAYAR Yayuk Yuliyawati, . Muhammad Kamaluddin Prodi Kesehatan Masyarakat. Universitas Airlangga, . Prodi Hubungan Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Cirebon yayukyuliawati20@gmail. com, . kamaluddin@umc. Abstrak Kantong plastik merupakan penyumbang sampah plastik terbesar dengan lebih dari 100 miliar kantong plastik digunakan oleh masyarakat setiap tahunnya. Berbagai pendekatan yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi volume sampah plastik sudah dilakukan, salah satunya dengan bank sampah. Kebijakan terbaru dalam menangani sampah plastik adalah kantong plastik berbayar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap upaya pengendalian sampah plastik melalui kebijakan kantong plastik berbayar. Metode penelitian ini adalah studi kasus kualitatif. Informan adalah konsumen yang berbelanja di Supermarket seperti Superindo. Giant Express, dan Minimarket seperti Cirkle K. Indomaret, dan Alfamart di Mulyosari. Surabaya. Metode pengambilan informan menggunakan aksidental. Hasilnya, dari 25 informan, semua informan menyatakan bahwa penggunaan kantong plastik praktis namun sampah kantong plastik dapat berdampak negatif terhadap lingkungan, sedangkan 15 informan menyatakan tidak setuju dengan kebijakan kantong plastik berbayar. informan mengatakan bahwa kebijakan kantong plastik berbayar belum mampu mengurangi volume sampah plastik, dan 17 informan mengatakan pemerintah harus memberikan edukasi kepada Selain itu, seluruh informan menginginkan pemerintah mengganti kantong plastik dengan bahan yang ramah lingkungan. Kesimpulannya mayoritas konsumen menilai kebijakan kantong plastik berbayar belum berdampak besar terhadap pengurangan sampah plastik, dan konsumen menginginkan pemerintah mengganti kantong plastik dengan bahan yang ramah lingkungan. Kata kunci: sampah plastik, kantong plastik, kebijakan kantong plastik berbayar. Abstract Plastic bags are the biggest contributors of the plastic waste at more than 100 billion plastic bags are used by people every year. A variety of approaches taken by the government to reduce the volume of plastic waste is already done, one of them is the waste bank. The most recent policy in dealing with plastic waste is paid plastic bags. This research is conducted to know the consumers perception of plastic waste control efforts through a policy of paid plastic bags. This research method is qualitative case study. The informants are consumers who shop at Supermarket such as Superindo. Giant Express, and Minimarket such as Cirkle K. Indomaret, and Alfamart in Mulyosari. Surabaya City. The method of taking informants uses accidental. The results, from 25 informants, are all informants said that the use of plastic bags is practical but the plastic bags waste may have negative impacts on the environment, while 15 informants said that they disagreed with the policy of paid plastic bags. informants said that the policy of paid plastic bags has not been able to reduce the volume of plastic waste, and 17 informants said that government should provide a public education. In addition, all informants want the goverment replace plastic bags with environmentally friendly materials. The conclusion is the majority of consumers believed that the paid plastic bags policy has not had a major impact on reducing plastic waste, and consumers want the government to replace plastic bags with environmentally friendly materials. Keywords: plastic waste, plastic bags, paid plastic bag policy. Diterbitkan oleh FISIP UMC | 48 SOSFILKOM Volume XV Nomor 01 PENDAHULUAN Kantong plastik merupakan salah satu jenis plastik yang paling banyak beredar di masyarakat, memiliki umur yang pendek Penggunaan kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal yang Hal ini dikarenakan kantong plastik memiliki keunggulan dibandingkan bahan lainnya yaitu ringan, transparan, praktis, murah dan tahan air. penggunaan kantong plastik di masyarakat mungkin karena mudah didapat. Orangorang mendapatkan kantong plastik dari pasar tradisional, supermarket, mini market, warung, toko, atau tempat lain tempat mereka jual beli. Seperti yang kita ketahui bersama, kantong plastik tidak akan terurai sempurna dalam waktu singkat seperti sampah organik lainnya. Jika tidak mengurangi penggunaan mulai sekarang, pasti akan menyebabkan kantong plastik menumpuk dari tahun ke tahun (Wijaya. Padahal, mengurangi jumlah sampah plastik, salah satunya dengan konsep pendirian bank Tempat penyimpanan sampah adalah tempat untuk memilah dan mengumpulkan sampah yang bernilai ekonomis yang dapat didaur ulang atau digunakan kembali. Pendirian bank sampah diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 13 Tahun 2012. Kebijakan penanganan sampah plastik adalah dengan menggunakan kantong plastik berbayar. Bertepatan dengan Hari Pembuangan Sampah Nasional, beberapa kota di Indonesia telah menerapkan program Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2021 belanja plastik berbayar. Kebijakan ini No. 1230/PSLB3PS/2016 tentang Harga dan Mekanisme Permohonan Kantong Plastik Berbayar yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tanggal 17 Februari 2016. Tujuan dari rencana tersebut adalah untuk mengubah perilaku konsumen untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah kantong plastik. Kebijakan tersebut menetapkan bahwa harga kantong plastik berbayar pertambahan nilai (PPN). Adapun 23 kota yang telah menerapkan kebijakan tersebut secara bersamaan sejak 21 Februari 2016 adalah Jakarta. Bandung. Bekasi. Depok. Bogor. Tangerang. Solo. Semarang. Surabaya. Denpasar. Palembang. Medan. Balikpapan. Bangalmasin. Makassar. Ambon. Papua. Jayapura. Pekanbaru. Banda Aceh. Kendari. Malang dan Yogyakarta (Liputan 6, 2. Dampak dari kebijakan ini nampaknya telah menimbulkan perbedaan pendapat di Walgito . percaya bahwa persepsi seseorang adalah proses positif, bukan hanya stimulus yang mempengaruhi dirinya, tetapi juga individu sebagai satu kesatuan dengan pengalaman, motivasi dan sikap yang relevan untuk merespon stimulus tersebut. Di sisi lain, persepsi Rahmat . umumnya dianggap didasarkan pada penilaian subjek dan respons verbal. Persepsi tampaknya berkaitan erat dengan opini. Persepsi merupakan salah satu unsur pembentuk opini. Dalam hal ini, | 49 SOSFILKOM Volume XV Nomor 01 Moore . mengatakan bahwa opini adalah pernyataan tentang sesuatu yang bertentangan dengan dirinya sendiri, atau setidaknya pandangan yang berbeda tentang sesuatu. Oleh karena itu, opini yang dibahas adalah perkiraan dari sesuatu yang terbentuk dalam pikiran. Menurut Sunarjo . , opini diungkapkan secara aktif atau pasif, diungkapkan secara terbuka melalui ungkapan kata-kata yang dapat dijelaskan dengan jelas, atau diungkapkan melalui pemilihan kata yang halus atau ungkapan tidak langsung dan dapat diartikan secara konotasi atau persepsi. Pendapat dapat diungkapkan dalam bentuk perilaku, sikap, ekspresi wajah atau bahasa tubuh atau simbol tertulis. Di sisi lain, seperti yang kita ketahui bersama, plastik merupakan kemasan makanan yang sangat populer dan menjadi pilihan banyak konsumen. Plastik akan memiliki karakteristik mudah dibentuk, tahan lama dan mampu mengikuti tren permintaan pasar. Plastik juga memiliki berbagai keunggulan, antara lain ringan, fleksibel, multiguna, kokoh, tidak berkarat, berwarna, dan harganya Berbagai hal tersebut di atas seolah masyarakat di masa depan. Salah satu dampaknya adalah perpindahan zat penyusun dari plastik ke Hal ini terjadi terutama ketika makanan tidak sesuai dengan plastik Menurut Koswara . , komponen plastik yang dapat masuk ke menyebabkan kanker pada manusia. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. Konferensi Promosi Kesehatan Internasional yang diadakan di Ottawa. Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2021 Kanada pada tahun 1986 menghasilkan Piagam Ottawa. Dalam Piagam Ottawa kesehatan, antara lain 5 strategi promosi kesehatan, yaitu: 1. Kebijakan Publik Wawasan Kesehatan Ciptakan lingkungan yang mendukung 3. Reposisi pelayanan kesehatan 4. Keterampilan Pribadi 5. Aksi Komunitas. Adapun Surat Pemberitahuan No. 1230/PSLB3-PS/2016 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tertanggal 17 Februari 2016 merupakan kebijakan harga dan mekanisme penerapan kantong plastik berbayar. Pembayaran yang disepakati untuk kantong plastik adalah 200 rupiah, termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) (Kementerian Kehutanan, 2. Kemudian, sesuai surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan No. SE. B/PSLB3/PS/PLB. 0/5/2016, kebijakan tersebut dilanjutkan dengan melakukan uji lanjutan dalam skala nasional. Maksud dan tujuan dari edaran di atas adalah untuk mengurangi penggunaan kantong belanja plastik melalui penerapan kantong belanja plastik sekali pakai tidak Dasar pembuatan edaran ini adalah UU No. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Sampah. 81 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenisnya (KLHK, 2. Namun yang terjadi selanjutnya adalah Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesi. penghentian operasional toko ritel modern di seluruh Indonesia mulai 1 Oktober 2016 hingga terbitnya peraturan pemerintah yang berlaku secara hukum Rencana kantong plastik berbayar. Langkah ini | 50 SOSFILKOM Volume XV Nomor 01 diambil setelah pro kontra yang terjadi di masyarakat berujung pada ancaman tuntutan hukum karena diyakini memungut biaya tanpa aturan hukum yang tegas (Liputan 6, 2. Penelitian ini mengangkat persepsi masyarakat terhadap kebijakan kantong plastik berbayar. Dengan demikian, promosi kebijakan selanjutnya tidak lagi menimbulkan pro dan kontra bagi masyarakat. METODE PENELITIAN Metode dalam penelitian ini adalah jenis studi kasus kualitatif. Tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran peristiwa yang lengkap dan mendalam. Penyedia informasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang berbelanja di supermarket (Superindo. Giant Ekspre. (Circle Indomaret. Alfamar. di Mulyosari. Kota Surabaya. Dalam penelitian ini informan dipilih dengan metode acak. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara tidak terstruktur. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, dan peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang disusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data. Alasan peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur adalah karena wawancara ini dapat digunakan untuk menggali secara mendalam informasi yang dibutuhkan terkait dengan penelitian, dan proses wawancara dapat dilakukan dengan lebih Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2021 HASIL DAN PEMBAHASAN Persepsi Konsumen Terhadap Penggunaan Kantong Plastik Persepsi konsumen terhadap penggunaan kantong plastik untuk berbelanja di Supermarket dan Minimarket Mulyosari. Kota Surabaya semuanya menunjukkan bahwa kantong plastik sangat praktis saat berbelanja, yang memudahkan konsumen untuk membawa barang belanjaan dan menghilangkan kebutuhan konsumen untuk membawa tas belanja dari rumah. Selain itu, informan mengatakan bahwa penggunaan kantong plastik seperti kebutuhan pokok yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan berbelanja. Penggunaan kantong plastik saat berbelanja memang tidak dapat dipisahkan, menggunakan kantong plastik saat Kantong plastik terbuat dari bahan yang tidak ramah lingkungan, sehingga membutuhkan waktu 80 hingga 200 tahun agar sampah kantong plastik dapat terurai secara alami (Sejati, 2. Jika tidak segera dibuang, sampah kantong plastik akan mencemari lingkungan. Untuk itu perlu dirumuskan kebijakan yang mendukung upaya peningkatan kesehatan khususnya kesehatan lingkungan, dimulai mengurangi penggunaan kantong plastik. Persepsi Konsumen Terhadap Dampak Sampah Kantong Plastik Sampah plastik memang memiliki dampak yang tidak ramah lingkungan. Sampah kantong plastik berbahaya bagi lingkungan karena bahannya sulit terurai secara alami. Jika kantong plastik sampah dibuang atau dibiarkan begitu saja di tanah, kantong plastik tersebut lambat laun akan | 51 SOSFILKOM Volume XV Nomor 01 mengganggu kesuburan tanah karena bahan kimia yang terkandung dalam kantong plastik akan merusak tanah. Sampah kantong plastik yang dibakar akan berbahaya bagi kesehatan, antara lain kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf, dan depresi. Asap meningkatkan kadar gas rumah kaca di atmosfer yang menyebabkan pemanasan Sampah kantong plastik yang dibuang ke sungai akan menyumbat sungai, mencemari sungai, merusak habitat organisme di sungai, dan menyumbat aliran air yang dapat mengakibatkan banjir (Sejati, 2. Persepsi Konsumen Terhadap Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Kebijakan kantong plastik berbayar tidak memberikan efek jera bagi konsumen untuk tidak menggunakan kantong plastik, sehingga dengan adanya kebijakan ini tidak mampu memberikan efek signifikan dalam mengurangi sampah kantong plastik. Selain itu, kebijakan kantong plastik berbayar hanya diberlakukan pada beberapa tempat tertentu dan harga yang diberlakukan untuk kantong plastik berbayar sangat murah untuk setiap kantong plastik, sehingga konsumen tetap tidak merasa terbebani dengan harga Sebenarnya kebijakan kantong menyelamatkan lingkungan dari bahaya sampah plastik, tapi harus ada evaluasi berkala untuk menyempurnakan kebijakan ini agar mampu mencapai tujuannya yakni mengurangi massifnya sampah plastik. Diharapkan kebijakan yang berupa Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2021 peraturan, perundangan, surat keputusan dan sebagainya selalu berwawasan atau berorientasi kepada kesehatan publik (Notoatmodjo, 2. Persepsi Konsumen Terhadap Keefektifan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Kebijakan kantong plastik berbayar belum efektif untuk mengendalikan sampah plastik, kebijakan ini belum bisa mencapai yakni merubah perilaku masyarakat untuk tidak menggunakan kantong plastik saat berbelanja. Kebijakan 200/kantong plastik, harga tersebut dinilai sangat rendah dan tidak memberikan efek jera bagi konsumen. Konsumen tetap memilih untuk mengunakan kantong plastik karena tidak merasa keberatan dengan harga tersebut, dan konsumen juga tidak mau repot untuk membawa kantong sendiri dari rumah saat berbelanja. Di sisi lain. GIDKP (Gerakan Indonesia Diet Kantong Plasti. mengingatkan peran penting pemerintah dalam membuat regulasi. Rancangan Peraturan Menteri yang sedang dalam proses penyusunan harus segera diterbitkan dan disosialisasikan. Isi dari Rancangan Peraturan Menteri sudah komprehensif dan sebenarnya banyak menjawab pertanyaan dari masyarakat. Dalam Rancangan tersebut antara lain diatur kewajiban pelaku usaha untuk mendorong konsumen menggunakan tas belanja pakai ulang, mewajibkan pelaku usaha membebankan biaya untuk setiap lembar kantong plastik yang masih diminta oleh konsumen, dan menyediakan insentif bagi konsumen yang | 52 SOSFILKOM Volume XV Nomor 01 membawa tas belanja pakai ulang (Tempo. Persepsi Konsumen Terhadap Upaya Perbaikan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Kebijakan kantong plastik berbayar harus dilakukan evaluasi dan upaya perbaikan, sehingga tujuan dari kebijakan ini yaitu untuk merubah perilaku konsumen dalam mengurangi penggunaan kantong plastik dapat tercapai. Konsumen menginginkan sosialisasi terlebih dahulu sebelum kebijakan kantong plastik berbayar Sosialisasi dapat berisi tentang dampak buruk sampah kantong plastik terhadap lingkungan, dan memberi pemahaman pada konsumen bahwa uang yang terkumpul dari kantong plastik berbayar dialokasikan untuk kegiatan peduli lingkungan. Di samping itu, seharusnya kebijakan kantong plastik berbayar tidak hanya melibatkan konsumen, tapi juga Jika pemerintah serius memberlakukan kantong plastik berbayar, maka harga yang diberlakukan harus lebih tinggi agar konsumen tidak lagi berkeinginan untuk menggunakan kantong plastik saat Bahan yang digunakan dalam memproduksi kantong plastik yang selama ini beredar seharusnya bisa lebih diperhatikan, lebih baik produksinya dialihkan pada kantong yang berbahan ramah lingkungan. Dengan adanya kantong plastik berbayar, sampah plastik akan tetap ada jika produksi kantong plastik tidak Diterbitkan oleh FISIP UMC Januari-Juni 2021 Persepsi Konsumen Terhadap Kebijakan yang Seharusnya Dibuat Pemerintah Untuk Mengendalikan Sampah Plastik Pemerintah harus menerapkan kebijakan bagi pengusaha ritel untuk menyediakan tas belanja kain ramah lingkungan. Dengan adanya tas belanja ramah lingkungan, sampah kantong plastik bisa ditekan seminimal mungkin. Jika pemerintah serius dalam mengurangi sampah plastik, maka menghentikan produksi plastik dan mengalihkan semua jenis produksi plastik . ermasuk plastik kemasan makana. ke bahan yang biodegradable. Karena jika produksi plastik tidak dihentikan, sampah plastik mungkin masih ada. Untuk mendapatkan perubahan perilaku yang sesuai dengan peraturan kesehatan, diperlukan upaya khusus dan aktif dalam pengembangan rencana kesehatan. Dalam hal ini, perubahan perilaku dipaksakan pada target agar perilakunya memenuhi Cara ini dapat ditempuh melalui perundangundangan yang harus diikuti. Oleh karena itu, diperlukan komitmen dari pembuat . nsur mengubah perilaku yang sesuai dengan norma kesehatan (Notoatmodjo, 2. KESIMPULAN Konsumen mengatakan sangat praktis menggunakan kantong plastik saat Di sisi lain, kantong plastik memiliki dampak negatif terhadap Sebanyak 15 dari 25 konsumen menyatakan tidak setuju dengan kebijakan kantong plastik berbayar. Sebanyak 20 dari 25 konsumen | 53 SOSFILKOM Volume XV Nomor 01 mengatakan bahwa kebijakan kantong plastik berbayar tidak berpengaruh signifikan dalam mengurangi jumlah sampah plastik. Sebanyak 17 dari 25 konsumen mengatakan bahwa pemerintah harus melakukan perbaikan kebijakan kantong plastik berbayar, antara lain: sosialisasi, pengisian daya produsen plastik, dan kenaikan harga satuan kantong Selain itu, konsumen juga menyatakan bahwa kebijakan pengendalian sampah kantong plastik perlu dirumuskan antara lain: sosialisasi, pengurangan produksi kantong plastik, dan penggantian kantong plastik dengan bahan yang ramah DAFTAR PUSTAKA