KOMUNIKASI KEMASJIDAN DALAM PEMAKMURAN MESJID PERSPEKTIF KOMUNIKASI ORGANISASI Robeet Thadi1 Intitut Agama Islam Negeri Bengkulu. Indonesia Abstract:. This article aims to explain the form of mosque communication and the direction of organizational communication in the prosperity of mosques in the perspective of organizational communication. The method used in this research is literature study. The nature of the study conducted is descriptive analysis, the type of data used is secondary data. Data analysis through reduction, presentation and data In prospering mosques, mosque communication has an important contribution, through five forms of mosque communication: communication between administrators, communication with congregations, program communication, communication between congregations and communication between mosques. In the communication perspective, the direction of information flow in mosque communication is in line with the direction of organizational communication, namely downward communication, upward communication, horizontal communication and interline Maximizing each function of the flow of communication is believed to create a prosperous mosque. Keyword: Mosque communication, mosque prosperity, organizational communication Abstrak: Artikel ini bertujuan menjelaskan bagaimana bentuk komunikasi kemesjidan dan arah komunikasi organisasi dalam pemakmuran masjid perspektif komunikasi Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, adapun sifat dari studi yang dilakukan adalah deskriptif analisis, jenis data yang digunakan data sekunder. Analisis data melalui reduksi, penyajian dan penyimulan data. Dalam memakmurkan masjid, komunikasi kemasjidan memiliki andil yang penting, melalui lima bentuk komunikasi kemasjidan: komunikasi antarpengurus, komunikasi dengan jamaah, komunikasi program, komunikasi antar jamaAoah dan komunikasi antar Pada perspektif komunikasi arah aliran informasi komunikasi kemasjidan sejalan dengan arah komunikasi organisasi yakni downward communication, upward communication, horizontal communication dan interline communication. Memaksimalkan masing-masing fungsi aliran komunikasi diyakini akan tercipta masjid yang makmur. Kata Kunci: Komunikasi kemasjidan, pemakmuran masjid, komunikasi organisasi. PENDAHULUAN Memakmurkan masjid menjadi perhatian dalam penelitian ini, diantara faktor penting dalam memakmurkan masjid adalah berlansungnya komunikasi yang baik dan dukungan besar dari pengurus dan jamaah masjid. Sebagai sebuah wadah atau organisasi, masjid haruslah dikelola dengan baik agar tujuan pemakmuran masjid dapat tercapai. Tentunya pengurus memiliki pendapat, gagasan, ide-ide, harapan dan keinginan bagi pencapaian masjid yang makmur, maka hal itu harus dikomunikasikan dengan baik diantara sesama pengurus untuk membentuk persepsi yang sama tentang bagaimana masjid yang makmur 1Institut Agama Islam Negeri Bengkulu. Email: robeet@iainbengkulu. Robeet Thadi: [Komunikasi Kemasjida. 1 Di sinilah letak pentingnya komunikasi yang mengena diantara para pemakmuran masjid baik pengurus maupun jamaah agar terjalin hubungan yang harmonis diantara sesamanya (Yani, 2009: . Komunikasi merupakan nafas dari keberlangsungan sebuah organisasi, suatu organisasi tidak akan berjalan tanpa adanya komunikasi, dalam kajian ilmu komunikasi peristiwa komunikasi yang berlangsung dalam organisasi dikenal dengan kajian komunikasi organisasi. Dimana komunikasi organisasi sendiri merupakan suatu jaringan komunikasi antar manusia yang saling bergantung satu sama lainnya dalam konteks Komunikasi sesama pengurus masjid urgen untuk menggerakan kegiatan masjid baik di dalam maupun di sekitar lingkungan Jika dikaitkan dengan proses mempunyai peranan yang sangat penting, tanpa adanya komunikasi antar sesama pengurus masjid bisa jadi masjid tersebut akan vacuum. Ketidakaktifan anggota pengurus atau jamaah, salah paham tentang sesuatu hingga terjadinya konflik antar sesama pengurus masjid atau pengurus dengan jamaAoah, salah satu komunikasi yang tidak baik. Tulisan ini fokus pada bagaimana bentuk komunikasi kemasjidan dan arah pemakmuran masjid yang berlangsung pada satuan organisasi kemasjidan dalam perspektif komunikasi organisasi. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, yaitu studi yang objek penelitiannya berupa karya-karya kepustakaan baik berupa jurnal ilmiah, buku, artikel dalam data-data Kepustakaan 2 Al-Idarah: Vol. 1 No. Juni 2021 digunakan untuk menjawab fokus masalah tulisan yakni bagaimana bentuk komunikasi kemesjidan dan arah pemakmuran masjid dilihat dari perspektif komunikasi organisasi. Adapun sifat dari studi yang dilakukan adalah deskriptif analisis yaitu memberikan edukasi dan pemahaman kepada pembaca, serta jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Dalam analisis data penulis menggunakan 3 . komponen kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data dan simpulan data. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Untuk pengelolaan masjid, berdasarkan hasil penelusuran literatur dan pengamatan Dalam tulisan ini diuraikan kemasjidan dan model komunikasi organisasi dalam pemakmuran masjid dilihat dari perseptif komunikasi organisasi melalui studi kepustakaan. Bentuk Komunikasi Kemasjidan Komunikasi kemasjidan merupakan proses komunikasi yang berlangsung dalam aktivitas pengelolaan masjid, baik jamaAoah Yani . menjelaskan setidaknya ada lima bentuk komunikasi . Komunikasi Antar Pengurus Komunikasi antar pengurus, berlangsung di intern organisasi Badan Kemakmura Masjid (BKM) dalam gagasan, ide-ide, harapan dan keinginan bagi pencapaian masjid yang Forum yang paling tepat untuk menyamakan persepsi dan strategi percapaian pemakmuan masjid adalah rapat pengurus masjid. Rapat pengurus masjid berfungsi untuk pertama, merencanakan suatu program pengembangan kegiatan masjid, baik kegiatan yang bersifat rutin maupun insidental, yang berjangka pendek, menengah maupun berjangka panjang. Kedua, membagi tugas dan wewenang diantara sesama pengurus sehingga tugas-tugas dan wewenang masing-masing pengurus menjadi jelas, ini dapat menghindari kebingungan pengurus masjid dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Ketiga, melaporkan pelaksanaan program dari pelaksana dan penanggung jawabnya lalu melakukan evaluasi pelaksanaan program Keempat, menjembatani perbedaan-perbedaan diantara sesama pengurus sehingga bisa dihindari kesenjangan dalam berpendapat yang seringkali bisa menimbulkan konflik diantara sesama Tentunya jika rapat pengurus masjid bisa terlaksana secara rutin, ini dapat menjadi saluran dalam evaluasi pelaksanaan program dan upaya yang bisa diambil kelanjutan pemakmuran masjid ke depannya. Pendekatan Dengan Jamaah Makmur dan tidaknya sebuah masjid tentu tidak bisa lepas dari keterlibatan jamaAoah. Ketika pengurus masjid sudah memiliki kesepakatan, visi dan persepsi yang sama tentang bagaimana masjid yang makmur dan bagaimana memakmurkannya, maka memperoleh dukungan dari jamaah masjid merupakan sesuatu yang sangat Oleh karena itu, pengurus masjid harus melakukan pendekatan kepada jamaah, baik dengan pendekatan yang bersifat pribadi maupun pendekatan Pengurus perlu memberikan penjelasan tentang bagaimana masjid akan dikembangkan hingga mencapai pemakmuran yang optimal dan dirasakan manfaatnya oleh jamaah. Disamping itu, mendapatkan masukan dari jamaah masjid tentang dikembangkan merupakan sesuatu yang amat penting untuk dilakukan. Dari sini, pengurus masjid bisa informasi tentang program apa yang dibutuhkan dan dikehendaki oleh . Mengkomunikasikan Program Ketika pengurus masjid telah merumuskan program dengan baik, maka yang sangat penting untuk dilakukan adalah mengkomunikasikan program itu kepada jamaah masjid. Langkah yang dapat dilakukan, pertama, melakukan presentasi atau pemaparan program, baik yang terkait dengan jenis program, tujuan, sasaran, metode yang dipakai, sumber daya manusia yang diperlukan, dana yang dibutuhkan, waktu pelaksanaan hingga sarana yang akan digunakan. Kedua, selalu menginformasikan kegiatan yang segera akan dilaksanakan sehingga jamaah menjadi tahu dan ingat tentang waktu pelaksanaan program, baik melalui undangan tertulis, pamplet, informasi melalui pengeras suara masjid, pengumuman pelaksanaan shalat JumAoat, bahkan melalui telpon atau email. Komunikasi Antar JamaAoah Kekompakan masjid sangat diperlukan dalam upaya memakmurkan masjid. Karena itu sangat penting dijalin dengan sebaikbaiknya komunikasi antar jamaah Langkah-langkah yang harus ditempuh antara lain: Pertama, saling kenal mengenal antar jamaah. Kedua, melakukan dialog tentang berbagai masalah baik secara non formal melalui obrolan yang bermanfaat disela-sela waktu Robeet Thadi: [Komunikasi Kemasjida. 3 kegiatan di masjid. Ketiga, saling berkunjung ke rumah, ini merupakan upaya mempererat silaturrahim di kalangan sesama jamaah. Keempat, membantu memecahkan persoalan yang dihadapi jamaah dan mengatasi kesulitan yang dialaminya. Kelima, rumah ke rumah antar jamaah, meskipun frekuensinya tidak terlalu sering, misalnya sebulan sekali. Komunikasi Antar Masjid Komunikasi menjadi sesuatu yang dibutuhkan, masjid idealnya tidak berjalan sendirisendiri antar yang satu dengan yang lain sebagaimana yang selama ini Terjalinnya komunikasi yang baik antar masjid paling bisa berperan dalam tiga fungsi. Pertama, pertukaran informasi, baik untuk kepentingan masjid itu sendiri maupun jamaahnya, misalnya saja ketika di suatu lembaga daAowah diselenggarakan kursus khatib dan muballigh, pengurus yang sudah mengetahui adanya program ini bisa menginformasikan kepada masjid yang lain. Kedua, melalui komunikasi antar masjid, bisa dijalin kerjasama pelaksaan program yang belum tentu bisa dilaksanakan bila hanya mengandalkan dari satu jamaah masjid, misalnya ketika masjid ingin menyelenggarakan pelatihan khatib atau pelatihan mengurus jenazah, bisa jadi pesertanya sangat sedikit bila hanya dari satu masjid dan jamaah masjid lain bisa diundang untuk ikut serta dalam program kegiatan ini. Ketiga, komunikasi antar masjid juga bisa menjadi peluang untuk melakukan studi banding sehingga apa yang menjadi kelebihan dari suatu masjid bisa dipelajari untuk diterapkan pada masjid yang memiliki Lima kemasjidan di atas, bisa menjadi ramburambu dan perlu dikembangkan dalam 4 Al-Idarah: Vol. 1 No. Juni 2021 rangka meningkatkan daya dukung pemakmuran masjid. Tentu hal ini sejalan dengan tujuan komunikasi yakni bagaiman terbangun saling pengertian antar pengurus dan jamaah masjid dalam mengembangkan komunikasi kemasjidan yang efektif. Arah Aliran Informasi Komunikasi Kemasjidan Dalam pengelolaan masjid alih-alih pemakmuran masjid, sebagai wadah atau organisasi tentu kajian komunikasinya masuk pada ranah komunikasi organisasi. Pace & Faules . 1: . mengatakan bahwa komunikasi organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu. Gambar 1: Arah Komunikasi Organisasi. Sumber: Pace & Faules . Proses aliran informasi dalam organisasi berjalanan secara dinamik, bagaimana pesan diciptakan, diseberkan dan diinterpretasikan (Thadi, 2. Arah aliran informasi organisasi bagaimana pesan mengalir baik secara formal dari atasan kepada bawahan maupun informal dari bawahan ke atasan, secara horizontal berlangsung dalam level yang sama, sedangkan lintas saluran antar bagian fungsional berbeda. Dalam organisasi, setidaknya ada 4 . arah komunikasi organisasi formal yakni komunikasi dari atas kebawah . ownward communicatio. , komunikasi dari bawah ke atas . pward Communicatio. , komunikasi horizontal dan komunikasi komunikasi lintar saluran. Dalam manajemen masjid keempat arah komunikasi oragniasi tersebut terjadi dalam internal pengurus masjid. Berikut arah komunikasi pengurus masjid dalam pespektif komunikasi organisasi: Komunikasi dari atas ke bawah . ownward communicatio. Downward komunikasi yang berlangsung ketika orang-orang yang berada pada tataran manajemen Menurut (Pace, 2. informasi yang biasa dikomunikasikan yaitu: how to job, rationale for doing, organizational policies and practices, employee performance, dan mission of the organization. Ada penyampaian informasi kepada para bawahan: metode penulisan, metode lisan, metode tulisan diikuti lisan, dan metode lisan diikuti tulisan. langsung ketika rapat atau ketika acara yang diadakan setiap bulan sekali, ataupun dengan cara tidak langsung melalui media seperti surat pernyataan, memo, telepon. SMS (Short Massage Servic. , ataupun grup Whatsapp. Dengan begitu harapannya anggota pengurus masjid akan dapat memahami, mengerti dan dapat menyesuaikan diri agar tercipta masjid yang makmur. Komunikasi dari bawah ke atas . pward communicatio. Komunikasi dari bawah ke atas yaitun komunikasi yang terjadi ke terjadi ketika bawahan . mengirim pesan kepada atasannya. Fungsi arus komunikasi dari bawah ke atas ini adalah sebagai penyampaian informasi tentang pekerjaan ataupun tugas yang sudah dilaksanakan, penyampaian informasi mengenai persoalan-persoalan pekerjaan ataupun tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh bawahan, penyampaian saransaran perbaikan dari bawahan, penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun Gambar 2: Arah komunikasi ke bawah. Dalam konteks komunikasi Dewan Kemakmuran Masjid mempunyai tugas memberikan intruksi kepada semua pengurus untuk melakukan tugasnya masing-masing. Penyampaian mengenai peraturan-peraturan yang berlaku, dan memberikan motivasi kepada seluruh anggota agar bekerja dengan lebih baik. Oleh karena itu, ketua Dewan Kemakmuran Masjid, dituntut untuk bisa membimbing anggotanya agar dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih baik. Proses komunikasi dari atas ke bawah yang dilakukan oleh ketua ke anggota pengurus masjid dengan cara Gambar 3: Arah komunikasi ke atas. Arah informasi komunikasi kemasjidan dari bawah ke atas pada anggota pengurus masjid ke ketua Dewan Kemakmuran Masjid terlihat Jika mengambil gambaran model komunikasi dari bawah ke atas, komunikasi dari ketua pengurus sebagai penerima pesan dan anggota pengurus masjid sebagai pengirim Robeet Thadi: [Komunikasi Kemasjida. 5 Ketua Dewan Kemakmuran Masjid harus mempunyai sifat yang bijaksana terhadap apa saja yang disampaikan oleh anggota pengurus, karena ketua Dewan Kemakmuran Masjid yang lebih mengetahui tentang apa saja yang terjadi di lapangan. Dengan begitu pengurus masjid dapat menyampaikan ide atau saran, menyampaikan tugas-tugas yang sudah diselesaikan sehingga semua tugas yang diberikan ketua dapat terus Melalui saluran komunikasi dari bawah ke atas ini akan terbangun persepsi atas komunikasi bahwa pengurus masjid diberikan kesempatan untuk menyampaikan sarannya agar pelaksanaan program kegiatan tersebut dapat diselesaikan. Dan komunikasi dari bawah ke atas mempengaruhi cara pelaku pengurus masjid dalam menjalankan kegiatan masjid, dengan begitu atasan atau ketua masjid akan bisa memahami, mengerti dan dapat menyesuaikan diri agar tercipta masjid yang makmur. Komunikasi horizontal . orizontal Horizontal yakitu komunikasi yang berlangsung di antara para pengurus ataupun bagian yang memiliki kedudukan yang setara. Fungsi arus komunikasi horisontal ini adalah untuk memperbaiki koordinasi tugas, upaya pemecahan masalah, saling berbagi informasi, upaya pemecahan konflik, dan upaya membina hubungan melalui kegiatan Aliran informasi horizontal dalam organisasi berlangsung antara anggota organisasi yang memiliki kedudukan setara, dalam koordinasi beban tugas, koordinasi rencana memperoleh pemahaman bersama dan 6 Al-Idarah: Vol. 1 No. Juni 2021 menyatukan perbedaan mendapatkan komunikasi horizontal mencakup kontak antarpersonal (Masmuh, 2. Gambar 4: Arah komunikasi horizontal. Dalam konteks komunikasi kemasjidan, koordinasi dan kerjasama berpengaruh terhadap kehidupan masjid, pada ranah kerjasama inilah diperlukan adanya komunikasi dan melaksanakan kegiatan masjid maupun dalam memecahkan berbagai kendala atau hambatan yang timbul. Model komunikasi horizontal yang terjadi antara ketua bidang 1 dan ketua bidang 2, antara sesama anggota bidang pengurus terlihat dari proses komunikasi yang dilakukan. Masingmasing dari mereka sebagai pengirim sekaligus penerima pesan. Dengan adanya persepsi yang sama pada level komunikasi yang setara, pengurus masjid diberikan kesempatan untuk menyampaikan sarannya agar pelaksanaan program kegiatan tersebut dapat diselesaikan. Dan komunikasi horizontal mempengarahi cara pelaku pengurus masjid dalam menjalankan kegiatan masjid, dengan begitu pengurus masjid akan bisa memahami, mengerti dan dapat menyesuaikan diri agar tercipta masjid yang makmur. Komunikasi lintas saluran . nterline Interline communication yakitu tindakan komunikasi untuk berbagi batas-batas Komunikasi lintas saluran dalam arah aliran informasi melewati batas-batas anggota bidang atu staf berkonsultasi dengan ketua bidang lain mengenai tugas tertentu dan hal ini menjadi pantas dalam hubungannya dengan jabatan fungsional masing-masing. Ada dua kondisi yang harus komunikasi lintas-saluran: setiap pegawai yang ingin berkomunikasi melintas saluran harus meminta izin terlebih dahulu dari atasannya langsung, dan setiap pegawai yang terlibat dalam komunikasi lintassaluran harus memberitahukan hasil komunikasinya kepada atasannya. Gambar 4: Arah komunikasi lintas Dalam konteks komunikasi kemasjidan, komunikasi lintas saluran sering terjadi antara pengurus masjid dengan organisasi otonom lainnya seperti Remaja Islam Masjid atau Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT), pada konteks ini ada dua pihak yang mempunyai level berbeda tetapi tidak mempunyai wewenang langsung kepada pihak lain, namun memiliki pemakmuran masjid. Walaupun sifat komunikasinya sering informasi, komunikasi lintas saluran mempengarahi cara pengurus antar wadah dalam menjalankan kegiatan masjid, melalui saluran ini diharapkan begitu bisa memahami, mengerti dan dapat menyesuaikan diri agar tercipta masjid yang makmur. SIMPULAN Dalam memakmurkan masjid, komunikasi kemasjidan memiliki andil yang penting, melalui lima bentuk komunikasi kemasjidan: komunikasi jamaah, komunikasi program, komunikasi antar jamaAoah dan komunikasi antar Pada perspektif komunikasi arah aliran informasi komunikasi kemasjidan communication, upward communication, horizontal communication dan interline Memaksimalkan masingmasing fungsi aliran komunikasi diyakini akan tercipta masjid yang makmur. DAFTAR PUSTAKA