JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 6 NO. 2 NOVEMBER 2023 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 ANALISIS PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN UMKM BERDASARKAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN EMKM DI KELURAHAN PADASUKA Putri Aulia Fitriani POLITEKNIK STIALAN Bandung Email : putriauliafitriani747@gmail. ABSTRACT: The Financial Accounting Standards for Micro. Small and Medium Entities (SAKEMKM) are accounting standards prepared to meet the reporting needs of micro, small and medium entities. This research was conducted to produce a simple financial report format based on SAK EMKM for UMKM and to find out what factors are the obstacles that UMKM have not implemented SAK EMKM. The object of this research is UMKM around the Padasuka village. This study uses a descriptive approach and data collection techniques used are interviews and literature study. From the results of the research conducted, it can be concluded that the financial statements of UMKM in Padasuka Village are still not able to apply SAK EMKM because the financial records are only simple records of cash expenditures and receipts. While the factors that become obstacles so that these MSMEs have not implemented SAK EMKM are the lack of knowledge of accounting, lack of understanding of SAK EMKM, and the existence of SAK EMKM which is felt to be less influential on a decision and lack of supervision from the government and related institutions. Keywords: SAK EMKM. Financial Reports. UMKM. ABSTRAK: Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil dan Menengah (SAK- EMKM) merupakan standar akuntansi yang disusun untuk memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan entitas mikro, kecil dan menengah. Penelitian ini di rancang untuk menghasilkan suatu format laporan keuangan sederhana berbasis SAK EMKM bagi UMKM serta mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi kendala sehingga UMKM tersebut belum menerapkan SAK EMKM. Adapun objek penelitian ini adalah UMKM yang berada di sekitar kelurahan Padasuka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi kepustakaan. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan, bahwa laporan keuangan UMKM yang terdapat di Kelurahan Padasuka masih belum mampu menerapkan SAK EMKM, karena pencatatan keuangannya hanya berupa catatan pengeluaran dan penerimaan kas secara sederhana. Sedangkan faktor-faktor yang menjadi kendala, sehingga UMKM ini belum menerapkan SAK EMKM adalah kurangnya pengetahuan akan akuntansi, kurangnya pemahaman akan SAK EMKM serta keberadaan SAK EMKM dirasakan kurang berpengaruh terhadap suatu keputusan dan kurangnya pengawasan dari pihak pemerintah dan lembaga terkait. Kata Kunci: SAK EMKM. Laporan Keuangan. UMKM. JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 6 NO. 2 NOVEMBER 2023 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 PENDAHULUAN Salah satu peran penting dalam Perekonomian Indonesia ialah tidak terlepas dari kegiatan usaha yang dilakukan oleh individu maupun kelompok, terkait pula dengan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan kegiatan ekonomi paling banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia, dimana UMKM sangat berperan penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus membantu pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran yang ada, di samping itu kegiatan UMKM pastinya tidak terlepas dari aktivitas akuntansi yang sangat berguna untuk menunjukkan perkembangan atau kondisi keuangan pada UMKM. Kehadiran SAK EMKM diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi UMKM dalam menyajikan laporan keuangan yang sesuai standar yang ekonomi UMKM serta dapat mempermudah UMKM pinjaman dengan pihak bank. UMKM disebabkan oleh . rendahnya pendidikan . Kurangnya pemahaman teknologi informasi, dan . kendala penyusunan laporan keuangan (Muchid, 2. Dengan semakin berkembangnya usaha, menuntut UMKM untuk menyediakan laporan keuangan yang sesuai dengan standar yang berlaku. Laporan keuangan berfungsi sebagai alat untuk menganalisis kinerja keuangan yang dapat memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas. Sehingga dapat dijadikan sebagai dasar pembuatan keputusan ekonomi. (Putra,2. Pada penelitian ini akan membahas mengenai analisis penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM pada UMKM di Kelurahan Padasuka. Dengan tujuan untuk merancang sistem akuntansi sederhana yang dapat membantu dan membuat laporan keuangannya berdasarkan standar yang berlaku saat ini. Dengan laporan keuangan diharapkan para pemilik UMKM dapat mengevaluasi usahanya dan menggunakan informasi laporan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan. TINJAUAN PUSTAKA Usaha Kecil Mikro Menengah Berdasarkan Undang Ae Undang Republik Indonesia No. 20 BAB I pasal 1 Usaha Mikro. Kecil dan Menengah adalah usaha ekonomi produktif milik orang dan/atau perorangan yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha Menengah atau Usaha yang memenuhi kriteria usaha kecil. Sebuah usaha atau bisnis dapat disebut sebagai UMKM jika memenuhi kriteria usaha mikro. Menurut peraturan perundang-undangan Nomor 20 tahun 2008. UMKM dibedakan berdasarkan masingmasing jenis usaha, yaitu usaha mikro, kecil, dan menengah. UMKM adalah singkatan dari tiga bentuk usaha yang berbeda. Ketiga bentuk usaha tersebut adalah: Usaha Mikro Usaha mikro adalah jenis usaha yang biasanya dimiliki dan dikelola oleh individu atau keluarga. Sebuah usaha termasuk sebagai usaha mikro saat keuntungan bersihnya setiap tahun tidak lebih dari 50 juta Rupiah. Pengelolaan dalam bisnis mikro ini juga biasanya masih disatukan dengan keuangan pribadi pengelolanya. Usaha Kecil Sedangkan untuk usaha kecil adalah usaha yang memiliki keuntungan bersih dalam kisaran 50 juta sampai Rupiah Usaha ini dapat terdiri dari jenis bisnis informal, seperti produk fashion rumahan. Maupun perusahaan atau institusi skala kecil, seperti toko kecil dan tempat makan. JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 6 NO. 2 NOVEMBER 2023 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 Usaha Menengah Terakhir, usaha menengah adalah jenis bisnis yang sudah mempunyai sistem pembukuan yang lengkap dan Sebagai sebuah bisnis, pengelolaan yang lebih matang dan dipisahkan dari keuangan pribadi milik pengelola usahanya. Mengenai pendapatan, sebuah bisnis bisa dikatakan usaha menengah saat memiliki pemasukan lebih besar dari usaha kecil, yakni 300 juta ke atas setiap tahunnya. Mayoritas usaha menengah juga telah mengurus NPWP dokumen legalitas lainnya sehingga operasional bisnisnya bisa dibilang telah resmi dan diakui oleh Dengan peran dan fungsi yang krusial bagi perekonomian Usaha Mikro. Kecil. Menengah dapat didirikan dengan modal yang tidak terlalu besar. Selain itu, karena bersifat fleksibel, bisnis ini juga bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk memiliki penghasilan sampingan, bahkan di situasi yang sulit sekalipun. Jadi, baik pelaku, konsumen, dan negara, masing-masing keuntungan dari sektor UMKM jika dikelola dengan baik. Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu proses pencatatan kegiatan transaksi keuangan dalam sebuah suatu perusahaan yang menggambarkan keadaan keuangan perusahaan itu di satu periode akuntansi serta merupakan gambaran umum tentang kinerja suatu perusahaan. Adapun menyebutkan, bahwa laporan keuangan perusahaan pada saat ini atau periode (Kasmir, 2013:. Ikatan Akuntan Alumni pun menyatakan bahwa laporran keuangan merupakan rangkaian yang menunjukkan posisi keuangan serta kinerja keuangan dalam suatu entitas. Tujuan dari laporan keuangan yaitu guna memberikan informasi mengenai posisi keuangan . inancial posititio. , kinerja keuangan . inancial performanc. serta arus kas . ash flo. Dalam meraih tujuan ini, pada laporan keuangan harus berisikan elemen yang terdiri atas aset, kewajiban, beban, networth, pendapatan dan juga perubahan ekuitas serta arus kas. Dalam penyusunan laporan keuangan ini memakai berbagai sumber data dalam pembuatannya. Seperti faktur, bon, nota kredit, laporan, bank dan lain sebagainya. Menurut Kasmir . , tujuan dari pembuatan laporan keuangan terdiri atas tujuh tujuan, antara lain: Menyajikan informasi mengenai jenis serta jumlah aktiva . yang dipunyai perusahaan pada masa sekarang. Menyajikan informasi mengenai jenis serta jumlah kewajiban dan perusahaan pada waktu ini. Menyajikan informasi mengenai jenis serta jumlah pendapatan yang didapatkan dalam suatu periode Menyajikan informasi mengenai jumlah biaya serta jenis biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu. Menyajikan informasi mengenai berlangsung kepada aktiva, pasiva, serta modal perusahaan. Menyajikan informasi mengenai kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode. Menyajikan informasi mengenai berbagai catatan atas laporan Pada umumnya, fungsi dari laporan keuangan ini adalah sebagai alat untuk membantu perusahaan dalam menilai keadaan keuangan perusahaan. Adapun beberapa fungsi lainnya dari laporan keuangan ini, diataranya ialah sebagai JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 6 NO. 2 NOVEMBER 2023 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 Sebagai Media Review Laporan keuangan bisa menyajikan komprehensif mengenai kedudukan keuangan perusahaan. Hal tersebut dapat menjadi ulasan tentang . set, operasional, dan yang lainny. Sebagai Pedoman Membuat Keputusan Salah satu fungsi paling penting dalam pembuatan laporan tentang keadaan keuangan perusahaan yaitu sebagai media pertimbangan dalam pengambilan keputusan penting untuk perusahaan. Membantu Menciptakan Strategi Baru Laporan keuanhan juga digunakan dalam membuat strategi baru oleh perusahaan dalam usaha menaikkan performa usahanya. Meningkatkan Kredibilitas Perusahaan Perusahaan yang membuat laporan keuangan akan menunjukkan bahwa perusahaan itu sudah menerapkan sebuah sistem perekapan data yang terpercaya, akurat, serta tidak sembarangan dalam pengambilan Para pemegang saham tentu akan lebih percaya untuk menginvestasikan uang mereka terhadap perusahaan yang dipercaya dan mempunyai kredibilitas yang Penyususnan berdasarkan SAK EMKM Dasar Pengukuran unsur laporan keuangan dalam SAK EMKM adalah biaya historis. Biaya historis suatu asset adalah sebesar jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan untuk memperoleh asset tersebut pada saat perolehan. Biaya historis suatu liabilitas adalah sejumlah kas atau setara kas yang diterima atau jumlah kas yang akan dibayarkan untuk memenuhi liabilitas dalam pelaksanaan usaha Pengakuan unsur laporan keuangan merupakan proses pembentukan suatu pos dalam laporan keuangan atau laporan aba rugi yang memenuhi kriteria . Manfaat ekonomik yang terkait pos-pos penghasilan dan beban dapat dipastikan akan mengalir ke dalam atau keluar dari . Pos-pos tersebut memiliki biaya yang dapat dikukur dan andal. Laporan keuangan entitas terdiri dari 3 komponen, yaitu : . Laporan Posisi Keuangan . Laporan Laba Rugi . Catatan Atas Laporan Keuangan. Laporan Posisi Keuangan Informasi posisi keuangan entitas terdiri dari informasi mengenai aset, liabilitas dan ekuitas entitas pada tanggal ter tentu dan disajikan dalam laporan posisi keuangan. Unsur-unsur tersebut didefinisikan sebagai berikut: - Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh entitas sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan yang dari mana manfaat ekonomi diharapkan akan diperoleh oleh - Liabilitas adalah kewajiban kini entitas yang timbul dari peristiwa di masa lalu, yang penyelesaiannya mengakibatkan arus keluar dari sumber daya entitas yang mengandung manfaat ekonomi. - Ekuitas adalah hak residual atas aset entitas setelah dikurangi seluruh SAK EMKM, laporan posisi keuangan entitas dapat mencakup akunakun berikut: Kas dan setara kas. Piutang. Persediaan. Aset tetap. Utang usaha. Utang bank. Ekuitas. Laporan Laba Rugi Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang memberikan informasi . perusahaan dalam menghasilkan laba . (Prastowo 2015:. Menurut IAI dalam SAK EMKM . Entitas dapat menyajikan laporan laba rugi yang merupakan kinerja keuangan entitas JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 6 NO. 2 NOVEMBER 2023 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 dalam sutu periode. Dalam laporan laba rugi entitas dapat mencakup akun-akun sebagai berikut . Pendapatan. Beban keuangan. Beban pajak. Informasi tentang berbagai komponen laba . endapatan, beban, keuntungan, komponenkomponen tersebut dan dapat digunakan perusahaan meraih tingkat arus kas tertentu dimasa depan. Catatan Atas Laporan Keuangan Catatan atas laporan keuangan informasi yang dibutuhkan dalam bentuk deskriptif dan dilaporkan dalam bentuk narasi, selain itu juga dapat menginterpretasikan angka-angka yang terkandung dalam laporan keuangan, memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan pihak berkepentingan atau pemakai laporan keuangan tersebut, maka dari itu sangatlah penting adanya catatan atas laporan keuangan dan pemakai juga perlu melihat catatan atas laporan keuangan agar dapat memahami asumsi-asumsi yang dipakai dalam keseluruhan laporan keuangan. Suatu pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusun sesuai dengan SAK EMKM. METODE Jenis penelitian deskriptif kualitatif adalah desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yakni berupa studi Penelitian penelitian yang menggambarkan mengenai bagaimana keadaan perusahaan tersebut sampai pada data yang dibutuhkan untuk membuat laporan keuangan sesuai dengan SAK-EMKM. Jenis dan sumber data penelitian diperoleh dari data primer dari UMKM dengan teknik pengumpulan data wawancara, dan observasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses keuangan pada UMKM di Kelurahan Padasuka yang dilakukan sangat beraneka ragam, tetapi pada dasarnya mereka pemahaman mereka masing-masing dalam menjalankan usaha. Hal seperti ini yang diungkapkan oleh narasumber I sebagai AuPembukuan pengeluaran hingga pemasukan setiap harinya tapi hanya sebatas pemahaman dan pengetahuan saya saja. Terus terang saya tidak mampu memahami akuntansi secara detail jadi pembukuan yang saya lakukan sejauh saya bisa mengerti saja. Lagi pula untuk melakukan pembukuan yang benar menurut ilmu akuntansi malah terlalu ribet dan menyita banyak waktu. Ay Wawancara narasumber lainnya dengan penulis, sebagai berikut: AuPembukuan ya hanya sebatas catatancatatan keuangan tadi, berupa catatancatatan penerimaan dan pengeluaran uang Jadi tidak ada laporan khusus dalam bentuk laporan keuangan yang lengkap dan Ay Berdasarkan tersebut dapat diketahui bahwa setiap pemilik UMKM memiliki kreativitas sendirisendiri dalam menyusun catatan-catatan usahanya, tetapi dalam menyusun catatan pembukuan mereka tidak memakai ilmu akuntansi sebagai dasar pembukuan, mereka melakukan pembukuan secara Meskipun dalam pembukuan yang dilakukan relatif sederhana, tetapi pemilik UMKM telah menggunakan buktibukti Informasi diperoleh dari bukti-bukti dokumen dan pengakuan hasil wawancara narasumber. Penyusunan Laporan Keuangan pada UMKM di Kelurahan Padasuka dilihat berdasarkan SAK-EMKM Proses keuangan yang terjadi pada UMKM di Padasuka secara garis besar belum menunjukkan adanya penerapan SAKEMKM di dalamnya, bahkan dapat dikatakan para pengelola UMKM di JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 6 NO. 2 NOVEMBER 2023 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 Kelurahan Padasuka belum melakukan pembukuan yang sesuai dengan kaidah dasar yang diyakini dalam ilmu akuntansi. Hal ini diperkuat dengan berbagai bukti yang ditemukan di lapangan dan pernyataan dari sejumlah informan atas pencatatan keuangan yang mereka lakukan. Berikut pernyataan yang diungkapkan oleh informan I sebagai berikut: AuTidak ada laporan perubahan modal atapun laporan neraca, aspek keuangan yang saya perhatikan yang cuma uang masuk dan keluar saja atau biasanya hanya total kas yang saya miliki berapa itu saja. Jadi tidak keseluruhan, nilai dari peralatan dan perlengkapan lainnya pun juga tidak saya perjelas dengan nominal, hanya kalau ada peralatan rusak langsung diperbaiki atau membeli lagi yang baru. Ay Berdasarkan tersebut dapat dilihat bahwa UMKM di Kelurahan Padasuka belum melakukan penyusunan laporan keuangan yang memuat SAK-EMKM, keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Berbagai laporan yang dibuat oleh UMKM itu masih berupa laporan bisnis yang disusun atas pemahaman sendiri dari pemilik UMKM. Kendala dalam Membuat Laporan Keuangan yang Benar dan Sesuai dengan SAK-EMKM pada UMKM di Kelurahan Padasuka. Pengelolaan manajemen sebuah usaha tidak terlepas dari permasalahan yang akan menghambat tujuan dalam rangka Demikian juga dengan UMKM di Kelurahan Padasuka menyajikan laporan keuangan yang tepat dan lengkap sesuai standar yang ditetapkan dalam SAK-EMKM. Hambatan atau kendala yang dihadapi biasanya mengenai masalah waktu dan keterbatasan sumber daya manusia dalam mengelola sistem keuangan yang baik dan benar sesuai ilmu akuntansi. Penjelasan ini juga disampaikan oleh narasumber I, yaitu sebagai berikut: AuSebatas pencatatan yang saya lakukan, selama ini masih bisa saya kerjakan dengan baik, hanya saja masalah waktu kadang masih menjadi kendala, kadang saya tidak ada waktu untuk mencatat semua karena berbenturan dengan kegiatan yang lainAy. AuUntuk melakukan pembukuan yang benar menurut ilmu akuntansi,sumber daya manusianya belum memadai karena selama ini masalah keuangan usaha saya masih tangani sendiri, jadi hanya sebatas pengetahuan saya. Selain itu juga tidak ada waktu untuk menyajikan pembukuan yang benar seperti dalam ilmu akuntansi. Proses Pembukuan Kelurahan Padasuka UMKM Peneliti kesesuaian pembukuan atau pencatatan di UMKM dengan standar pembukuan yang baku seperti yang telah diatur dalam standar akuntansi keuangan untuk usaha sejenis UMKM, yakni SAK-EMKM. UMKM belum menyusun laporan keuangan sesuai standar dalam SAK-EMKM yang memuat komponen laporan keuangan, yaitu Laporan Posisi Keuangan (Nerac. Laporan Laba Rugi. Laporan Perubahan Ekuitas. Laporan Arus Kas, dan Catatan atas Laporan Keuangan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa UMKM belum menerapkan SAKEMKM. Laporan yang disajikan oleh UMKM pengawasan atau pengendalian manajemen usaha hanyalah sebatas laporan usaha yang dibuat atas dasar pemahaman pribadi yang perkembangan usaha yang dijalankan. Penyusunan laporan keuangan disajikan dengan campuran, dimana tidak ada pemisahan antara kekayaan perusahaan dengan kekayaan pribadi. Pengawasan laba rugi dilakukan secara langsung dari perhitungan uang masuk dan uang keluar dalam periode tertentu. Dokumen merupakan hasil kreasi sendiri yang disusun berdasarkan keperluan dari masing-masing UMKM. Kebijakan pengusaha UMKM dalam kaitannya dengan kesejahteraan para karyawan, maka gaji karyawan diberikan setiap akhir pekan dengan standar gaji yang ditetapkan oleh masing-masing pemilik Pemilik entitas juga memberikan bonus kepada karyawan yang rajin bekerja Kebijakan pajak dari masing-masing usaha juga berbeda, bahkan ada yang tidak membayar pajak. JURNAL AKTUAL AKUNTANSI BISNIS TERAPAN/VOL 6 NO. 2 NOVEMBER 2023 ISSN: 2622-6529 e ISSN : 2655-1306 Entitas juga menyediakan nota penjualan sebagai bukti transaksi, namun pencatatan bukti transaksi tersebut tidak dilanjutkan sampai pencatatan dalam bentuk jurnal pembukuan akuntansi, posting ke buku besar, dan pengikhtisaran dalam neraca saldo, sampai pada pelaporan SIMPULAN UMKM merupakan salah satu kegiatan usaha yang mampu memperluas kesempatan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan berperan dalam proses pemerataan peningkatan pendapatan masyarakat secara luas, serta dalam mewujudkan stabilitas ekonomi nasional. Potensi yang besar yang dimiliki oleh UMKM dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan membuat UMKM memiliki posisi strategis. UMKM juga berkemampuan untuk bisa pendapatan sebagian besar kelompok masyarakat dalam posisi peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah keuangan, dimana strategi tersebut dibuat dengan tujuan agar UMKM tersebut dapat produktivitas usahanya. Salah satu upaya pengelolaan keuangan adalah dengan menyusun laporan keuangan Saran yang dapat disamapaikan untuk oara pemilik UMKM di Kelurahan Padasuka lebih baik untuk menyusun laporan keuangan usahanya berdasarkan SAK-EMKM. Dengan karyawan yang paham akan akuntansi keuangan ataupun para pemilik bisa mengumpulkan dan mencari informasi cara perkembangan usaha dari waktu ke waktu. UMKM di Kelurahan Padasuka, berkaitan dengan penerapan Standard Akuntansi Keuangan Entitas Akuntabilitas Publik, penulis menemukan beberapa temuan yang dijadikan kesimpulan dalam penelitian ini yaitu: Manajemen laporan kegiatan usaha yang mereka anggap sebagai laporan keuangan. Padahal laporan tersebut masih sangat jauh dari standar akuntansi Mereka membuat laporan keuangan berdasarkan pemahaman mereka sendiri. Siklus akuntansi yang benar belum UMKM, yakni belum dimulai dengan penjurnalan transaksi, posting ke buku besar, pembuatan neraca saldo, penyesuaian, neraca lajur, sampai diterbitkannya laporan keuangan. Komponen laporan keuangan yang lengkap berupa laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan belum ada ditemukan dalam laporan yang disusun oleh manajemen UMKM. Dengan demikian mereka belum menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan SAK-EMKM. SAK-EMKM. teknologi yang canggih seperti sekarang, tentunya tidak akan susah untuk mencari berbagai informasi. Oleh karena itu, apabila para pemilik sudah bisa menerapkan penyusunan laporan keuangan dengan benar dan lengkap, hal tersebut akan membantu pengelolaan keuangan pada usaha, sehingga bisa lebih efektif dan efisien. REFERENSI