Journal Genta Mulia Volume 15. Number 2 , 2025 pp. P-ISSN 2301-6671 E-ISSN: 2580-6416 Open Access: https://ejournal. id/index. php/gm PENGARUH PENGELOMPOKAN SISWA BERDASARKAN KEMAMPUAN PADA PEMBUATAN PROYEK MINIATUR JEMBATAN Erine Trisnasari*1 1Departemen Fisika. Universitas Negeri Malang. Indonesia * Corresponding Author: erine. 2103216@students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan pada proyek pembuatan proyek miniatur jembatan pada siswa kelas XI-3 dan XI-4 SMA Negeri 2 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan instrumen soal mengenai motivasi dan pengalaman siswa selama pembuatan proyek miniatur jembatan. Data yang didapatkan adalah data kualitatif kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan pada pembuatan proyek miniatur jembatan sebagian besar membuahkan dampak positif yaitu mendorong siswa terlibat aktif dalam penyelesaian. Penulis menganalisis tanggapan siswa terhadap pengelompokan berdasarkan kemampuan dalam membuat miniatur jembatan. Kata Kunci : pengelompokan, kemampuan, miniatur jembatan Abstract This study aims to determine the effect of grouping students based on ability in the project of making miniature bridge projects for students in grades XI-3 and XI-4 of SMA Negeri 2 Ponorogo. The study uses an interview method with questions about students' motivation and experiences during the making of miniature bridge projects. The data obtained are qualitative then analyzed using descriptive analysis techniques. The results of the study indicate that grouping students based on ability in making miniature bridge projects mostly has a positive impact, encouraging students to be actively involved in the completion. The author analyzes students' responses to grouping based on ability in making miniature bridges. Keywords : grouping, ability, miniature bridge PENDAHULUAN Penerapan menempatkan siswa ke dalam pengelompokan yang homogen, seperti pengelompokan berdasarkan kemampuan, nilai dan prestasi, telah diperdebatkan dan dipraktikkan di sekolah sejak awal 1800-an. Sistem ini memiliki masalah pro dan kontra. Pihak yang mendukung pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan berpendapat bahwa dengan menerapkan pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan ini memungkinkan guru untuk merencanakan strategi pengajaran, materi, instruksi kelas yang lebih baik sesuai dengan kebutuhan siswa. Ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan prestasi akademik siswa (Robinson, 2. Selain itu, sistem ini dapat bermanfaat di mana siswa dari kelompok berkemampuan tinggi dan memiliki akademik yang baik memungkinkan mereka untuk maju lebih jauh, dengan mereka memiliki prestasi akademik yang baik membuat mereka lebih maju. Siswa berprestasi tinggi tidak selalu mendapatkan tantangan dalam belajar dikarenakan mereka dicampur dalam kelas dengan siswa lain yang berprestasi menengah dan rendah, sehingga ketika mereka dikelompokkan sesuai dengan kemampuan, lebih mudah bagi guru untuk memberi tantangan belajar kepada mereka dan karena itu mereka dapat mencapai lebih banyak materi (Thiemann, 2. Ketika siswa Erine Trisnasari1,Pengaruh Pengelompokan SiswaA Jurnal Genta Mulia . bekerja dalam kelompok, mereka tidak hanya terlibat dalam diskusi, tetapi juga saling membantu dan memberikan umpan balik yang bermanfaat (Karina et al. , 2. Pembagian siswa dalam kelompok dapat ditinjau dari kemampuannya. Pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan dapat memotivasi siswa untuk bersaing satu sama lain untuk dapat duduk di kelas kemampuan tinggi (Salmah et al. , 2. Pelaksanaan pengelompokan siswa berdasarkan prestasi apabila dilihat dari sudut pandang siswa menyatakan bahwa siswa setuju dengan pengelompokan. Dengan pengelompokan siswa juga membuat siswa menjadi terpacu dalam belajar dalam arti menambah motivasi untuk masuk ke kelas A (Wibowo, 2. Siswa yang berkemampuan akademik rendah memiliki disiplin belajar dan cara belajar yang kurang baik sehingga hasil belajar mereka kurang baik pula (Noris Utami et al. , 2. Menurut Noviana et al. pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan dapat memperbaiki proses pembelajaran dan goalnya untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas dan dapat meningkatkan keaktifan siswa. Oleh karena itu, pengelompokan siswa berdampak positif terutama dalam pembuatan proyek miniatur jembatan. Pembuatan jembatan secara tidak langsung siswa sudah menerapkan STEM (Science. Technology. Engineering. Mathematic. Science: Siswa dapat melakukan dan mendesain produk sesuai dengan kriteria keberhasilan jembatan. Technology: Siswa dapat belajar melalui youtube terkait proses perakitan pada jembatan. Engineering: siswa dapat menggunakan peralatan untuk membuat. Mathematics: Siswa dapat menggunakan pemodelan matematika untuk menyelesaikan masalah kontekstual berkaitan kekuatan dan ketahanan jembatan (Munali & Alifah, 2. Melalui proyek miniatur jembatan siswa dapat melakukan berbagai eksplorasi dan diskusi terkait dengan perencanaan, pembuatan, dan evaluasi produk miniatur jembatan (Arlinwibowo et al. , 2. Pada proses pembelajaran berbasis proyek, diharapkan dalam diri siswa akan tertanam sikap aktif dan terampil (Alifa et al. , 2. Penelitian terdahulu oleh Sulistyawan . mengatakan bahwa pembuatan miniatur jembatan menunjukkan peningkatan keterampilan berpikir kreatif. Penerapan pembelajaran berbasis proyek dengan pendekatan STEM memiliki efektivitas yang baik terhadap peningkatan literasi sains siswa (Dianti et al. , 2. Melalui penerapan pembelajaran berbasis proyek berpendekatan STEM kemampuan kognitif siswa mencapai kriteria baik, dengan ketercapaian tertinggi pada indikator pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kreatif siswa mencapai kriteria baik (Sumarni et al. , 2. Selain itu, penelitian oleh Hasbullah et al. menyatakan bahwa diperoleh bahwa efikasi diri siswa mengalami kenaikan setelah pembelajaran PjBL STEM diberikan. Di samping itu, penelitian oleh Indriani . dan Budhi & Fawaida . menyatakan bahwa penerapan model pembelajaran proyek terintegrasi STEM dapat meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan dan model pembelajaran berbasis proyek berdampak positif. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan pada proyek pembuatan miniatur jembatan. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2024 di SMAN 2 Ponorogo. Pengambilan data dilakukan dengan melaksanakan wawancara siswa kelas XI 3 dan XI 4 masing-masing sebanyak 6 perwakilan kelompok. Wawancara dilaksanakan selama 60 menit dengan instrumen soal yang digunakan mengacu pada beberapa pertanyaan terkait motivasi dan pengalaman mereka selama membuat karya miniatur jembatan. Berdasarkan hasil wawancara, didapatkan data kualitatif kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menentukan pengaruh pengelompokan siswa berdasarkan kemampuannya. P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 81 Erine Trisnasari1,Pengaruh Pengelompokan SiswaA Jurnal Genta Mulia . HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian, pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan memiliki dampak positif. Beberapa siswa merasakan bahwa terdapat kelebihan dan kekurangan dalam penerapan pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan. Salah satu kelebihannya adalah seorang siswa lebih sependapat dan merasa nyaman ketika satu kelompok dengan teman yang kemampuannya mirip. Sedangkan, salah satu kekurangannya adalah masih terdapat siswa yang kurang berpartisipasi. Tabel 1 menyatakan pernyataan siswa terhadap sistem pengelompokan. Subje Tabel 1 Pernyataan Siswa terhadap Sistem Pengelompokan Pertanyaan Bagaimana Menurutmu. Menurutmu. Bagaimana Bagaimana apa kelebihan apa kelemahan kemudahan tantangan yang ketika 1 tim ketika kamu 1 ketika kamu 1 yang kamu kamu rasakan tim dengan tim dengan kelompokmu kelompokmu? kelompokmu? dengan anggota AuRibet, ada AyTelaten AuTidak tahuAy AyKerja sama AySabar karena yang tidak sendiriAy salah satu kerjaAy kompakAy anggota tidurAy AyCukup bisa AyTeam worknya AyKurang AyYa senang AyUntuk diajak kerja bagusAy samaAy karena baru sendiri kalo di kelompok saya membuatAy team work dan kerja karena ini baru bagusAy pertama kalinya membuatnyaAy AySenangAy AyBekerja AuTidak adaAy AyBekerja AuTidak adaAy bersamaperanAy samaAy AySenang. AyLebih selesai AuTidak adaAy AyCepat AuTidak adaAy karena dapat dahulu karena selesaiAy diajak kerja kompak dan samaAy bagusAy AyBersama AySemua AuTidak adaAy AyKompakAy AyTantangan dari dengan tim tim di mana saya yang tekun kompakAy kan bagaimana nAy miniatur yang tak hanya bagus P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 82 Erine Trisnasari1,Pengaruh Pengelompokan SiswaA Jurnal Genta Mulia . AySeru bangetAy AyEnak diajak kerja samaAy AyBeda pendapatAy AySaat enak diajak kerja samaAy AyAman, bisa diajak kerja sama dengan baikAy AyBisa diajak kerja sama, anAy AuTidak adaAy AyBisa diajak tersebutAy AyMenyenangk an karena semua mau bekerja sama dan saling membantuAy AySemuanya mau bekerja dan saling satu sama yang lain serta yang baik satu dengan yang lainAy AyAda beberapa anggota yang beberapa kali agar mau tersebutAy AySaya merasa lebih Kejelasan dalam tujuan bersama dan an masalah kolektif juga ah proses kerjaAy AySenang karena saya yang mudah untuk diajak si untuk Ay AyAlhamdulilla h anggota kelompok saya orang yang dekat dengan saya jadi kami Ay AyKurang bisa Ay AyAlhamdulill ah anggota kami adalah orang yang paham dan kadang ada P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 tetapi juga kokoh meski dari sedotan yang kurang kuat dan tidak teratur ukurannyaAy AyTantangannya saat diajak "bentar nanti saja"Ay AyYa harus bersabar karena untuk membuat tersebutAy AyKetika struktur jembatan yang sudah selesai dibangun tibatiba runtuh atau tidak kuat. karena kesalahan Penggunaan lem yang tidak tepat bagian-bagian jembatan tidak dengan baik. AyPer anak memiliki ide masing-masing jembatan, jadi kami susah menentukan ide mana yang harus Ay | 83 Erine Trisnasari1,Pengaruh Pengelompokan SiswaA Jurnal Genta Mulia . AyKolaborasi dalam tim sering kali dan membuat tugas lebih mudah untuk Tentu, ada biasanya jika tim bekerja yang baik, mereka bisa mengatasi hal itu dan sesuatu yang lebih besar dari sekadar Ay AyJika saya berada dalam satu tim dengan temanteman kelompok, ada yang bisa Pertama, bersama, kita bisa saling berbagi ide dan perspektif, yang sering solusi yang lebih baik daripada jika Setiap keahlian dan pandang yang berbeda, jadi tugas yang awalnya sulit bisa terasa lebih mudah Ay AyKelemahan ketika bekerja dalam satu tim dengan teman kelompok bisa muncul karena personal yang dinamika kerja. Misalnya, sering kali kita lebih nyaman atau diskusi yang jujur dengan teman, padahal itu penting untuk kan pekerjaan. Ay AySukaAy AyMau diajak kerja samaAy AyKesibukan dari masingmasing orangAy AySenang. AyMereka AuTidak adaAy P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 mengulurulur waktu. Ay AyKetika ada beberapa yang bisa kerja sama Beberapa yang sering kali muncul antara lain: AyTantangan yang bisa muncul saat bekerja dalam memang banyak, dan sering kali lebih terasa saat bekerja Salah satunya adalah Setiap orang membawa ide dan masing-masing, dan kadangkadang sulit semua ide tersebut dalam satu visi yang Ini bisa membuat proses keputusan jadi lebih lama dan perdebatan, yang tentunya bisa Ay Berbagi Tugas: Salah utama dalam Ketika ada beberapa orang, kita keahlian atau Ay AySeru-seru untuk kemarin dan memiliki tidak ada inisiatif yang AyMereka AyMungkin kalau | 84 Erine Trisnasari1,Pengaruh Pengelompokan SiswaA Jurnal Genta Mulia . aktif bisa bekerja samaAy bersama jadi waktu untuk ya tidak terlalu lamaAy dengan apa yang akan kerjakan, jadi yang lain tidak perlu dua kali ini kita mau buat apaAy tidak didesak terus tidak mau kerjaAy Berdasarkan Tabel 1 rata-rata perasaan siswa ketika berada dalam satu tim dengan anggota kelompoknya adalah senang karena mereka mendapatkan anggota tim yang bisa bekerja sama dan dapat diajak komunikasi dengan baik. Hal ini tentunya menjadi kelebihan bagi siswa karena mereka mempunyai team work yang bagus. Di samping itu, didapatkan bahwa kelemahan ketika berada satu tim dengan anggota kelompok hanya dikarenakan berbeda pendapat dan pembuatan miniatur jembatan ini merupakan pengalaman pertama kali sehingga mereka kurang menguasai pembuatan jembatan. Didapatkan juga hasil bahwa kemudahan ketika berada dalam satu tim dengan anggota kelompok adalah merasa lebih mudah untuk bekerja sama dan adanya kekompakan sehingga dapat membagi tugas masing-masing agar cepat selesai. Tantangan yang mereka rasakan adalah adanya anggota yang tidak mau bekerja, adanya penundaan pekerjaan, dan perbedaan ide dari masingmasing anggota. Pengelompokan siswa pada pembuatan miniatur jembatan memberikan pengalaman kepada siswa. Adapun pernyataan siswa terhadap pembuatan miniatur jembatan disajikan pada Tabel 2. Subje Tabel 2 Pernyataan Siswa terhadap Pembuatan Miniatur Jembatan Pertanyaan Bagaimana Menurutmu, apa Menurutmu. Bagaimana Bagaimana kelebihan dari menyenangka menyedihkan proyek miniatur n bagimu n tugas jembatan ini? n ketika jembatan ini? jembatan? AuBingungAy AuBisa membuat AuTidak adaAy AuBanyakAy AuSalah satu jembatan dengan anggota tidur perhitungan yang terusAy kokohAy AuMerupakan AuMenjadi lebih AyKurang AuMengetahui AySaat hal baru tahu mengenai teknik sipilAy karena baru jembatan dari sedotannya jembatan dari sedotanAy membuatAy bahanAy sobekAy AySeruAy AyMengetahui AyBelum AyKetika AyMelewati hujan badai P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 85 Erine Trisnasari1,Pengaruh Pengelompokan SiswaA Jurnal Genta Mulia . bangunan lebih lanjutAy AyWaw ingin cobacoba hal baruAy AySaya turut senang dapat lebih banyak si dan bekerja sama dengan temanAy AySangat kuat dan kokoh mampu beban hingga 10kg Ay AyDari membuat proyek ini kita tahu akan fisika secara nyata. Mempertimbangk an bagaimana bangunan yang Ay AyHarga korek yang murahAy nyata dalam lapanganAy AuTidak adaAy teman-teman bersamaAy n jembatanAy Dalam proses AuTidak ada kita hanya belajarAy AyMain ke rumah teman dan membuat mbak ErineAy AyAda salah satu anggota yang tidak kelompokAy Tidak ada selagi belajar AyKoreknya yang kecil dan banyak yang patahAy AyLebih dekat dengan teman kelasAy AyBisa mencoba baru karena belum pernah seperti iniAy AyMenyenangk an karena kreativitas dan Pengalaman n untuk rekayasa atau menjadi nyata dalam bentuk Proses bahan, dan bagian-bagian AySangat senangAy AySenang, karena baru pertama kali seperti iniAy AyBisa menguji jembatan tersebut dengan alat dan bahan yang sudah di tentukanAy AyBisa jadi tidak kuat dengan bahan yang kurang kuat tersebutAy AySenang dan seru karena pengalamanAy AyDapat kreativitas siswa dalam memilih bentuk jembatanAy AySulit dan harus teliti dalam proses aAy P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 AySaat berbeda pendapat dan tidak ada yang mau mengalahAy AyKeslomot lem tembak, panas di kagetAy AyKerusakan yang Tidak Terduga: Dalam proses miniatur yang sudah selesai dan terlihat bagus bisa rusak tanpa - Kesalahan Perhitungan Ukuran: salah ukuran atau bagian-bagian | 86 Erine Trisnasari1,Pengaruh Pengelompokan SiswaA Jurnal Genta Mulia . jembatanAy AySenang, takut, dan Ay AyAlhamdulillah jembatan kita yang terbuat dari sedotan kuat menyangga beban yang berat. Ay AySusah dibuat sedotan harus benar- benar sama supaya tidak berat Ay AyMenurut saya akan adukAi karena tugas bekerja sama dan berbagi ide, tetapi sedikit cemas dan sedikit susah jika teknis dalam yang stabil dan estetik. Tugas seperti ini bisa an karena ruang untuk AyPembuatan proyek miniatur memiliki banyak manfaat yang Pertama, proyek ini membantu kita memahami konsep-konsep teknik, seperti cara distribusi beban dan jembatan bisa bertahan dengan berbagai gaya yang bekerja Selain itu, ini juga kreativitas dalam struktur yang tidak hanya kokoh, tetapi juga menarik secara Ay AyKeterbatasan Waktu dan Sumber Daya: Pembuatan jembatan bisa terutama jika ada banyak detail yang Sering kali, proyek ini n waktu lebih dari yang dan jika tidak dengan baik. P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 AyKetika kami kelompok di salah satu kelompok, di sana kami Ay AyPengalaman n saat jembatan bagi saya adalah saat bisa melihat proses desain dan mulai dari nol sesuatu yang bisa dipakai untuk uji Setiap detail, bahan yang tepat dan jembatan agar kuat namun tetap menarik. Salah satu momen paling n adalah tidak pasAy AyBuatnya susah, harus telaten, dan tangan kita terkena lem yang masih panas ketika Ay AyMembuat memang bisa n, tapi ada juga banyak frustrasi yang bisa terjadi. Salah satunya adalah saat material yang kita pilih Rasanya seperti sudah bekerja keras, tapi hasilnya malah tidak stabil atau Ay | 87 Erine Trisnasari1,Pengaruh Pengelompokan SiswaA Jurnal Genta Mulia . tetapi juga yang baik agar hasilnya Ay AySuka dan semangatAy AyMelatih kerja sama dan kekompakan serta ketelatenanAy AyWow karena baru pertama kali bisa kuat apa miniaturnyaAy AyAlat dan bahan yang digunakan ternyata mudah didapat untuk jembatan yang kerenAy P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 AyPembagian miniatur yang tidak adil kesusahanAy AyUntuk alatnya dari stik es krim stik satu dengan yang lain itu tidak selalu sama jadi jembatan yang saya buat beban yang diuji tanpa rusak, karena bahwa semua usaha dan yang saya dalam proyek tersebut tidak sia-sia. Selain itu, bekerja dengan tim atau temanteman juga karena setiap orang bisa berbagi ide dan belajar satu sama Ay AyEmosi tapi seruAy AySenang sekali ilmu dan soalnya baru pertama kali jembatanAy AyKadang sangat susah karena korek sangat kecilkecilAy AuTidak adaAy | 88 Erine Trisnasari1,Pengaruh Pengelompokan SiswaA Jurnal Genta Mulia . untuk rapiAy Berdasarkan Tabel 2 rata-rata perasaan siswa ketika membuat miniatur jembatan adalah senang karena merupakan pengalaman pertama sehingga menjadikan mereka penasaran dengan kekuatan miniatur jembatan. Pembuatan miniatur jembatan mempunyai kelebihan bagi siswa, antara lain belajar mengenai teknik sipil dengan membuat struktur jembatan yang kokoh serta dapat menambah kreativitas siswa. Di samping itu, didapatkan bahwa kelemahan membuat miniatur jembatan adalah siswa belum mengetahui fakta di lapangan dan minimnya bahan miniatur jembatan yang membuat siswa harus lebih teliti agar produk tetap kuat dan seimbang. Didapatkan juga hasil bahwa pembuatan miniatur jembatan menghasilkan berbagai pengalaman. Pengalaman bagi siswa dalam pembuatan miniatur jembatan adalah menyenangkan karena mereka bisa bekerja sama dengan anggota kelompok sehingga lebih meningkatkan rasa kekeluargaan. Selain itu, juga siswa lebih mengetahui cara membuat jembatan dari berbagai bahan. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan dalam pembuatan miniatur jembatan sebagian besar membuahkan dampak Dampak positifnya adalah cara diskusi berkelompok mendorong terlibat aktif dalam penyelesaian permasalahan (Martono & Harling, 2. Adapun tantangannya adalah kurangnya pengetahuan mengenai keadaan di lapangan, efektivitas bahan miniatur, adanya anggota yang pasif, penundaan pekerjaan, dan perbedaan ide anggota. Tantangan miniatur jembatan adalah membuat jembatan dengan bahan seminimal mungkin namun jembatan memiliki kekuatan sebaik mungkin (Arlinwibowo et al. , 2. Oleh karena itu, pada penelitian selanjutnya diperlukan model pembelajaran yang mengajarkan siswa mengenai fakta di lapangan sehingga siswa mempunyai bayangan terhadap proyek yang mereka Selain itu, guru perlu membuat jadwal dan mengevaluasi tiap pekerjaan siswa sehingga dapat meminimalisasi anggota yang pasif. Guru sebaiknya dapat merancang pembelajaran dengan langkah-langkah yang tepat sehingga pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan (Satriana, 2. DAFTAR PUSTAKA