PENGARUH GREEN MARKETING TERHADAP NIAT BELI KONSUMEN PADA BRAND SKINCARE NPURE DI KALIMANTAN Jumai Latte1 Program1Studi1Administrasi1Bisnis Sekolah1Tinggi1Ilmu1Administrasi1(STIA)1Amuntai E-mail : jl. jumailatte@gmail. ABSTRAK Tujuan1penelitian1ini1adalah1untuk1mengetahui1pengaruh1green marketing terhadap niat beli1konsumen1pada1brand1skincare1Npure1di1Kalimantan. 1Tipe1penelitian yang digunakan adalah 1Populasi1dan1sampel1dalam1penelitian1ini1adalah1semua1konsumen1yang1mengunakan produk1Npure1di1Kalimantan1dengan1jumlah1sampel 45 responden dan teknik pengambilan 1Teknik1analisa1data1dalam1penelitian1ini1menggunakan software1SPSS1Statistics121. Hasil1penelitian1membuktikan1bahwa1green1marketing1sigifikan1positif terhadap niat beli konsumen1pada1brand1skincare1Npure1di1Kalimantan,1hal1ini1dapat1dilihat1dari hasil uji t yaitu =0,000 dan nilainya < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan besar1pengruhnya yaitu1sebesar 80,8%yang1menunjukkan1bahwa1pengaruh1green1marketing terhadap niat beli konsumen1pada Brand1Skincare Npuredi1Kalimantan tersebut1cukup1besar, sedangkan 19,2% merupakan1pengaruh dari1variabel1lain1yang1tidak1diteliti1melalui penelitian1ini. Kata kunci: Green Marketing. Niat Beli Konsumen ABSTRACT The purpose1of1this1research1was1to1determine1the1effect1of1green1marketing1on1consumer purchase1intentions1for1brand1skincare1Npure1in1Kalimantan. The type of research used was 1The1population1and1sample1in1this1research1were1all1consumers1who knew about purun1bags1in1Hulu1Sungai1Utara1Regency1with1a1total1sample of 45 consumers1and1the1sampling technique used accidental sampling technique. The1data1analysis1technique1in1this1study1used1SPSS 0 for windows software. The1results1of1the1study1proved1that1green1marketing1is1significantly1positive1on1consumer purchase1intentions1for1brand1skincare1Npure1in1Kalimantan. 1This1can1be seen from the results of the t test, which is = 0. 000 and the value is <0. 05, then Ho is rejected1and1Ha is accepted. With1a1large1influence of 80. 8%, indicated1that1the1influence1of1green1marketing1brand1skincare Npure1in1Kalimantan1is1quite1large, while 19. 2% is1the1influence1of1other1variables1not1examined through this study. Kata kunci: green marketing, consumer purchase intentions Jumai Latte | Pengaruh Green MarketingA| 8 PENDAHULUAN Industri kosmetik internasional terus berkembang pesat, termasuk di Indonesia. Munculnya berbagai produk baru serta masuknya merek-merek kompetitor dari luar negeri semakin memperketat persaingan di pasar kosmetik Indonesia. Salah satu dampaknya adalah meningkatnya jumlah produk kosmetik yang didistribusikan setiap tahun, seiring dengan tingginya permintaan pasar terhadap kosmetik impor yang dianggap memiliki kualitas lebih baik dibandingkan produk lokal. Hal ini semakin memperkuat persaingan di industri kosmetik dalam negeri. Persaingan1yang1ketat1dalam1industri1kosmetik di Indonesia diharapkan dapat melakukan inovasi1dan1berkembang1supaya1dapat1tetap1bertahan dalam persaingan pasar1yang1cukup1ketat (Latte, 2. Dalam1beberapa1dekade1terakhir, degradasi lingkungan1telah1menjadi1tantangan besar bagi umat manusia. Meningkatnya kesadaran masyarakat1terhadap1isu1pemanasan global dipicu oleh berbagai kerusakan Hal1ini mendorong munculnya gerakan perubahan serta peningkatan1kesadaran1akan1pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Dalam konteks1ini, pemasaran1ramah1lingkungan1. 1hadir sebagai strategi perusahaan1untuk1merespons1kekhawatiran1konsumen yang semakin tinggi terhadap 1Organisasi,1dengan1menerapkan1praktik1berkelanjutan, berupaya memitigasi1dampak1negatif1operasi1mereka1terhadap lingkungan. Komunikasi yang efektif1dari1inisiatif-inisiatif1ini1melalui1pemasaran ramah lingkungan sangat penting1untuk1meningkatkan1kesadaran1konsumen dan secara positif mempengaruhi perilaku1pembelian1mereka1(Germano de Sousa et al. , 2. Mencapai1kulit1sehat1bukanlah1semata-mata1hasil1dari produk mahal atau perawatan1intensif1di1klinik1kecantikan (Latte et al. , 2. Sebaliknya,1rahasia kulit sehat1sering1kali1terletak1pada1rutinitas1perawatan1kulit1harian yang konsisten dan disesuaikan1dengan1kebutuhan1unik1kulit1Anda. 1Dalam1dunia1di1mana kita terusmenerus1dihadapkan1pada1berbagai1faktor1eksternal1yang dapat merusak kulit, seperti1polusi,1sinar1UV, dan1stres, pentingnya1perawatan1kulit1yang tepat menjadi Di1dalam1industri1kosmetik1bahan1dasar1yang digunakan dalam produk1memiliki1perhatian1bagi1konsumennya (Akbar & Latte, 2. Seperti yang kita1ketahui,1bahwa1kosmetik1merupakan1suatu1produk yang dapat langsung berhubungan1dengan1diri1pemakainya. Memilih produk perawatan yang sesuai dengan1jenis1kulit1bukan1hanya1soal1kecantikan, tetapi juga kunci untuk Penggunaan1produk1yang1tidak sesuai bisa berakibat buruk, 1Oleh1karena1itu, mengetahui1jenis1kulit AndaAibaik1itu1kering, berminyak,1kombinasi,1atau sensitifAiadalah1langkah1awal Memilih1produk1yang1aman dan1efektif1tidak hanya membantu menjaga1kulit1sehat1tetapi1juga1menghindari1risiko1masalah1kulit1di masa depan. Selalu1jadikan1keamanan1dan1kesehatan1kulit1sebagai prioritas dalam memilih Menurut1(Yuliana & Pantawis, 2. suatu1produk1yang Jumai Latte | Pengaruh Green MarketingA| 9 Penggunaan1bahan1alami1ini1seperti1yang1di1maksud1dalam strategi Green Markerting1yaitu1suatu1produk1yang1dihasilkan1aman1dan1tidak berbahaya bagi lingkungan, sehingga1dalam1mempertahankan1konsumen1yang sudah ada serta untuk1dapat1menarik1konsumen1baru, perusahaan harus menggunakan strategi khusus1yang1akan1digunakannya untuk memenangkan persaingan. Banyak perusahan yang1menggunakan1fokus Ae fokus1tertentu sebagai strategi pendekatan bisnis mereka (Ramadhani & Latte, 2. Konsep1Green1Marketing1muncul1pada1tahun 1970-an dan1produk1hijau1menjadi1populer1dari tahun 1990-an. Terutama1sejak1terbitnya buku1The1Green1Marketing1Manifesto1karya1John1Grant, kepekaan dunia bisnis terhadap1lingkungan1semakin1meningkat (John, 2. (Immawati & Nugroho, 2. perusahaan1mewujudkan1keunggulan1kompetitif1dengan1menerapkan strategi Green1Marketing. Menerapkan1Green1Marketing1ke1dalam1strategi pemasaran dan program1tanggung1jawab1sosial1perusahaan1membawa1nilai1positif bagi citra hijau perusahaan1dan1manfaat1yang1sangat1penting1bagi1masyarakat (Al Lathifah dan Widyastuti, 2. Green1Marketing1memiliki1empat1prinsip1umum, yaitu Kurangi. Gunakan1Kembali,1Daur1Ulang,1dan1Ganti (Windiana et al. , 2. Npure1merek1salah1satu1merek1kosmetik1telah1menerapkan praktik Green Marketing, seperti1penggunaan1bahan1baku1berkelanjutan1dan pengurangan limbah, untuk1mempengaruhi1niat1beli1konsumen (Agustina & Latte, 2. Mereka berperan1dalam1membentuk1persepsi1positif dan niat beli konsumen yang 1Dalam1beberapa1tahun1terakhir ini berkembangan1gaya1hidup1Go1Green1yaitu1yang1merupakan sebuah gaya hidup yang1saat1ini1lebih1memperhatikan1lingkungan, dan juga1serta1menjaga kelestarian lingkungan1dimana konsumen1memiliki suatu kebiasaan1yang baru dalam menggunakan1produk1baik saat membeli produk ataupun dalam proses penggunaannya1(Hadikusumo et al. , 2. Strategi1Green1Marketing1merupakan salah1satu1pendekatan1yang1baru dalam dunia bisnis. Dimana1dalam1Green Marketing1dan1merupakan1suatu1upaya1perusahaan dalam hasil serta proses membuat1suatu1produk1dengan1aman1tanpa1merusak1lingkungan (Agustina, 2. Praktik1ini1mencerminkan1komitmen1Npure1bukan1sekadar brand kecantikan lokal Lebih dari itu. Npure1percaya1bahwa1cantik1merupakan1proses1alami. Sesuai dengan pesan yang ingin1mereka1sampaikan AuPure1Beauty1in1Natural1WayAy. 1Sebuah1proses yang bisa diwujudkan1oleh1siapapun1tanpa1terkecuali1dengan rutin merawat diri. Terlebih lagi. Npure1membawa1visi1untuk1mendorong1wanita1Indonesia1lebih1percaya1diri Green marketing American1Marketing1Association1(AMA) mendefinisikan1Green1Marketing sebagai sebuah1proses1pemasaran1produk yang dianggap aman terhadap lingkungan (Putri & Handriana, 2. Green1Marketing1bisa1dikatakan1tidak1hanya menawarkan Jumai Latte | Pengaruh Green MarketingA| 10 produk1ramah1lingkungan,1tetapi1juga1mencakup1proses produksi, pengemasan. Sementara (Wymer & Polonsky, 2. menyatakan1bahwa1Green1Marketing1adalah1semua1kegiatan yang dirancang untuk memenuhi1kebutuhan1dan1keinginan1manusia, dengan dampak minimal pada Konsep1Green1Marketing adalah variasi1terminologi dari1lingkungan1pemasaran, pemasaran1ekologis, dan1berkelanjutan pemasaran (Prakash et al. , 2. Sedangkan1menurut1(Novianto & Asandimitra, 2. , green fasilitas1bagi1kepuasan, kebutuhan1dan keinginan manusia,1dengan tidak Menurut Mintu1dan1Lozada1dalam (Novianto & Asandimitra, 2. green1marketing adalah1aplikasi dari1alat pemasaran1sebagai1fasilitas1perubahan1yang1memberikan1kepuasan1organisasi dan tujuan1individual1dalam1melakukan1pemeliharaan, perlindungan, dan konservasi Berdasarkan1pendapat1para ahli diatas maka dapat disimpulkan1bahwa1Green1marketing1adalah keseluruhan1dari1kegiatan1pemasaran yang1pada1konsepnya memikirkan1kepentingan1lingkungan alam dan sosial di Indikator Green Marketing Menurut Syahbandi dalam (Mahendra & Nugraha, 2. terdapat1beberapa Green1marketing dapat digambarkan1dengan1adanya 4 indikator, yakni1sebagai1berikut : Dimensi Green1Product : Produk1yang1dijual1oleh perusahaan tidak boleh mengandung1unsur1binatang1ataupun1hewani, lalu produk juga mempunyai daya1tahan1yang1lama1serta1komponen1bahan baku yang digunakan1dalam produk aman1bagi1konsumen. Dimensi Green1Price : Penetapan1harga1yang1sesuai1dengan1kualitas1produk Harga merupakan bagian Konsumen1bersedia1membayar1lebih jika adanya1persepsi1atau1anggapan1terhadap1nilai1tambah1suatu produk atau Harga untuk green1product memerlukan adanya1tambahan1biaya1yang1dikeluarkan oleh konsumen1sebagai1kompensasi dari1produk1yang1dihasilkan oleh1perusahaan1memiliki kualitas baik dan . Dimensi Green1Place1: Pendistribusian1produk1yang1membuat1konsumen dapat1dengan1lebih1mudah1untuk1memperoleh1produk sehingga konsumen . Dimensi1Green1Promotion : Penggunaan1media1promosi1sebagai1alat dalam mengubah1persepsi1masyarakat untuk lebih cinta lingkungan. Contohnya dengan Pattie dalam (Arseculeratne & Jumai Latte | Pengaruh Green MarketingA| 11 Yazdanifard, 2. mengatakan1bahwa1green1marketing telah menjadi Niat Beli Niat1beli1adalah1kemungkinan1seseorang1untuk1membeli1suatuproduk. Niat beli1adalah1intensi1seseorang1untuk1membeli1merek tertentuyang mereka pilih sendiri1setelah1melalui1berbagai1evaluasi (Arseculeratne & Yazdanifard, 2. (Fadlullah & Nurlatifah, 2. mendefinisikan niat1sebagai1faktor1motivasi1yang (Ritonga Ameliany, 2. mendefinisikan niat1sebagai1dorongan,1yaitu1rangsangan1internal yang kuat1yang1memotivasi1tindakan,1dimana1dorongan1ini dipengaruhi oleh Kotler Keller mendefinisikan1niat1sebagai1keputusan1konsumen1mengenai preferensi atas merekmerek yang1ada1di1dalam1kumpulan1pilihan. (Yanti & Budiatmo, 2. mendefinisikan1niat1sebagai1semua1tindakan konsumen untuk memperoleh dan (Darmawan & Arifin, 2. mendefinisikan1niat sebagai1proses1seseorang1pelanggan1dalam1membuat1dan1menggunakan barangbarang1dan1jasa1yang1dibeli. Berdasarkan1beberapa1definisi1niat1di atas dapat disimpulkan1bahwa1niat1adalah1segala hal yang mendorong seseorang untuk bertindak1atau1melakukan1suatu1hal1seperti1membeli satu produk atau jasa layanan. Niat1beli1juga1merupakan1niat1yang1menunjukkan keinginan pelanggan Beberapa1pengertian1niat1menurut (Wajdi et , n. ) adalah1sebagai1berikut: Intention1dianggap1sebagai1sebuah AuperangkapAy1atau1perantara1antara faktorfaktor1motivasional1yang1mempengaruhi1perilaku. Intention1juga1mengindikasikan1seberapa1jauh1seseorang mempunyai kemauan untuk mencoba. Intention1menunjukkan1pengukuran1kehendak1seseorang. Intention1berhubungan1dengan1perilaku1yang terus-menerus. Indikator-indikator dari1niat1beli1dijelaskan oleh komponen dari (Sukoco. Komponen-komponen1tersebut1adalah1sebagai1berikut: Tertarik1untuk1mencari1informasi1mengenai1produk Konsumen1yang1terangsang1kebutuhannya1akan terdorong untuk mencari Menurut Kotler & Keller, . Pertama, pencarian1informasi yang lebih1ringan1. enguatan perhatia. Pada1level1ini, orang1hanya1sekedar1lebih Kedua,1level1aktif1mencari informasi dengan mencari1bahan1bacaan, bertanya1pada1teman1atau mengunjungi1toko1untuk Mempertimbangkan1untuk1membeli Jumai Latte | Pengaruh Green MarketingA| 12 Melalui1pengumpulan1informasi,1konsumen1mempelajari merek-merek yang Melakukan evaluasi terhadap pilihanpilihan dan1mulai1mempertimbangkan1untuk1membeli1produk. Tertarik untuk1mencoba Setelah1konsumen1berusaha1memenuhi1kebutuhan, mempelajari1merek-merek yang1bersaing1serta1fitur1merek1tersebut, konsumen akan mencari manfaat tertentu1dari1solusi1produk1dan1melakukan1evaluasi1terhadap produk tersebut. Evaluasi1ini1dianggap1sebagai1proses1yang1berorientasi1kognitif. Konsumen dianggap1menilai1suatu1produk1secara sangat sadar dan rasional mengakibatkan Ingin1mengetahui1produk Konsumen1akan1memandang1produk1sebagai1sekumpulan atribut dengan kemampuan1yang1berbeda-beda1dalam1memberikan1manfaat1yang digunakan Ingin1memiliki1produk Konsumen1akan1memberikan1perhatian1besar1pada1atribut yang memberikan 1Konsumen1akan mengambil sikap . terhadap1produk1melalui1evaluasi1atribut1dan1membentuk1niat untuk membeli Model Penelitian Model1penelitian1adalah1sebuah1pemahaman1yang paling mendasar dan menjadi1pondasi1bagi1setiap1pemikiran1atau1suatu1bentuk proses dari keseluruhan Green Niat Beli Marketing Konsumen (X) Gambar 1. Model Penelitian Hipotesis Penelitian Sumber : Data sekunder yang diolah, 2024 Hipotesis1merupakan1jawaban1sementara 1Dikatakan1sementara,1karena1jawaban1yang1diberikan baru berdasarkan pada1teori1yang1relevan, belum1didasarkan1pada1fakta-fakta empiris yang diperoleh Jadi1hipotesis1juga1dapat1dinyatakan1sebagai jawaban teoritis1terhadap1rumusan1masalah1penelitian, belum1jawaban1empirik, (Sugiyono, 2. : . Adapun1hipotesis1dalam1penelitian1ini1adalah: H1 : Ada1pengaruh1signifikan1Green1Marketing1terhadap1Niat1Beli Konsumen pada1Brand1Skincare1Npure1di1Kalimanan. Jumai Latte | Pengaruh Green MarketingA| 13 METODE Jenis1Penelitian Jenis1penelitian1yang1diguanakan1bersifat1eksplanatory1yaitu suatu penelitian yang1menyoroti1antar1variabel1dan1menguji1hipotesis1yang telah dirumuskan yang berbentuk1kausal1yang1menguji1pengaruh . satu atau lebih variabel Populasi1dan1Sampel Populasi adalah1wilayah1generalisasi1yang1terdiriatas: obyek / subyek1yang mempunyai1kualitas1dan1karakteristik1tertentu1yang1ditetapkan1oleh peneliti untuk (Sugiyono, 2. Populasi1dalam penelitian1ini1adalah1seluruh1Populasi1penelitian1adalah1semua konsumen yang mengetahui1dan1menggunakan1Brand1Skincare1Npure1di1Kalimanan. Pengambilan1sampel1penelitian1ini1menggunakan1teknik sampling1dengan1menggunakan1metode1accidental1sampling, yaitu teknik sampling siapa1saja1yang1secara kebetulan / insidental bertemu1dengan1peneliti dapat digunakan1sebagai1sampel, bila1dipandang1orang1yang1kebetulan1ditemui itu cocok1sebagai1sumber1data (Sugiyono, 2. Pedoman1ukuran1sampel1yang digunakan1adalah1sebagai1berikut (Hair et al dalam (Umam & Auliya, 2. Ukuran sampel1yang1lebih1besar1dari 30 dan kurang dari 500 sudah Tergantung 1 jumlah 1 parameter 1yang 1 diestimasi. Pedomannya adalah 5 Ae 10 kali jumlah1parameter1yang1diestimasi. Tergantung1pada1jumlah1indikator1yang1digunakan dalam seluruh variabel Jumlah1sampel1adalah1jumlah1indikator dikali 5 sampai 10. Bila terdapat 20 indikator besarnya1sampel1adalah1antara 100 Ae 200. Pada penelitian1ini1terdapat 9 (Sembila. indikator,1merujuk1pada1poin 3 dalam ketentuan1di1atas (Ferdinand, 2. maka1 jumlah1sampel1adalah1jumlah indikator dikalikan 5 maka1jumlah1sampel1sebanyak 45 sampel. Teknik1Pengumpulan1Data Teknik1sampling1adalah1merupakan1teknik1pengambilan sampel. Untuk menentukan1sampel1yang1akan1digunakan1dalam1penelitian (Sugiyono, 2012:. Pengambilan sampel1penelitian1dilakukan1dengan1teknik1simple1random sampling, yaitu1sampel1diambil1secara1acak tanpa memperhatikan strata1yang1ada dalam (Sugiyono, 2012:. (Latte & Manan, 2. adalah daftar1pertanyaan1tertulis1yang1telah1dirumuskan1sebelumnya yang akan responden jawab,1biasanya1dalam1alternatif1yang1didefinisikan1jelas. 1Kuesioner merupakan suatu1mekanisme1pengumpulan1data1yang1efisien1jika1peneliti mengetahui dengan Jumai Latte | Pengaruh Green MarketingA| 14 Teknik1Penentuan1Skor Teknik1penentuan1skor1dalam1penelitian1ini1menggunakan dengan menggunakan 5 skala. (Sugiono, 2012 : . Metode Analisis Data Setelah1data1penelitian1terkumpul, langkah1selanjutnya adalah melakukan 1Analisis1data1terdiri1dari1Statistik Deskriptif dan Uji1Hipotesis. Analisis data1untuk1Uji1Hipotesis1dilakukan1Untuk1menguji1apakah hipotesis yang diajukan1diterima1atau1ditolak, digunakan1statistik t . Jika thitung ttabel , maka H0 ditolak dan H1 1Jika1tingkat1signifikan1dibawah 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Sugiyono . PEMBAHASAN Tabel 1. 1 Hasil Penelitian Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Variabel Beta Konstant Green Marketing Model Summary : 0, 808 SEE : 2,138 Adj R square R square : 0, 653 Sig t Sumber : Diolah dari data Primer, 2023 Sig t Keterangan Signifikan : 80,866 : 0, 645 : 0,000 Interpretasi . Angka R sebesar 0,808 menunjukkan1model1regresi1antara1Green1Marketing terhadap1niat1beli1konsumen1pada1brand1skincare1Npure di Kalimanan adalah kuat1karena1diatas 0,5. Ini1berarti1pengaruh1dari1Green Marketing terhadap Niat1Beli1Konsumen1pada1Brand Skincare1Npure di Kalimanan sebesar 80,8 %. Standard1Error1of1Estimate1(SEE)1adalah 2,138. Makin kecil SEE akan Nilai Adjusted1R1Square1sebesar 0,645 dimana1nilainya1selalu1lebih1kecil1dari nilai R Square. Ini1karena1dalam Adjusted R Square besarnya1nilai1koefisien sangat1ditentukan1oleh1signifikansi1dari1variabel1independen terhadap variabel Variabel1yang1mempunyai1pengaruh1signifikan1akan menaikkan Berdasarkan hasil1analisis1regresi1diatas, dihasilkan1persamaan1secara1matematis Y = a bX e Y = -1,247 1,220 (X) e Jumai Latte | Pengaruh Green MarketingA| 15 Keterangan : X =1Green1Marketing Y =1Niat1Beli1Konsumen Berdasarkan1persamaan1yang1telah1dibuat1dapat1di1interpretasi : Nilai1konstanta -1,247 berarti bahwa1jika1seluruh1variabel1independen dianggap1konstan,1maka1nilai1variabel1dependen1. sebesar 22,708. Nilai1koefisien1regresi1green1marketing sebesar 1,220 berarti jika terjadi kenaikan 1 poin nilai green1marketing,1maka1niat1beli1konsumen1naik1sebesar 1,220, persamaan1regresi1ini1dibentuk berdasarkan nilai1unstandardized coeficients B. Dimana1dari1persamaan1regresi1linier1sederhana1tersebut dapat dilihat1arah1hubungan1dari1variabel1green marketing. Koefisien regresi variabel atau1kenaikan1pada1masing-masing1variabel1tersebut1akan berpengaruh positif terhadap1niat1beli1konsumen1pada1brand1skincare1Npure1di1Kalimanan. SIMPULAN Penelitian1ini1bertujuan1untuk1mengetahui pengaruh variabel green marketing terhadap1niat1beli1konsumen1pada1brand1skincare1Npure di1Kalimanan. Berdasarkan hasil1perhitungan1dan1analisis1yang1telah1dilakukan1penelitian ini1membuktikan1bahwa1green1marketing (X) memiliki nilai sig. 0,000 < 0,05 (Kurang dari 0,05, dan dilihat1dari1perbandingan1nilai thitung > ttabel pada tingkat signifikansi 5% maka H0 ditolak dan H1 diterima1yang1artinya1green1marketing berpengaruh1signifikan1terhadap1niat1beli1konsumen1pada1brand1skincare1Npure di1Kalimanan. 1Adapun1besar1pengaruhnya1yaitu1sebesar 80,8% yang diketahui dari Standard1Coefficients1Beta, 19,2% Berdasarkan1hasil1penelitian1dan1kesimpulan1yang diambil maka disarankan untuk1peneliti1yang1selanjutnya1bisa1meneliti1varibel1independen lainnya atau menambahkan1variabel1lainnya1yang1juga1mempengaruhi1keputusan niat beli konsumen1pada1brand1skincare1Npure1di1Kalimantan, serta dapat melakukan penelitian1bukan1hanya1pada1brand1skincare1Npure melainkan pada seluruh produk1green1marketing1yang1ada1di1Kalimantan. DAFTAR PUSTAKA