Analisis Kinerja Keuangan a. AA Putri B A,Maulidya,Mayada,Muliyani Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Telekomunikasi dengan Pendekatan Fundamental: Studi Kasus Pada Emiten Sektor Telekomunikasi Putri Bunga Anggriani*1. Prodi manajemen. Sekolah Tinggi IlmuManajemen Sukma Medan e-mail: putribungaa672@gmail. Maulidya2 Prodi manajemen. Sekolah Tinggi IlmuManajemen Sukma Medan Mayada3 Prodi manajemen. Sekolah Tinggi IlmuManajemen Sukma Medan Muliyani4 Prodi manajemen. Sekolah Tinggi IlmuManajemen Sukma Medan Abstract This study aims to analyze the financial performance of PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk (TLKM) and compare it with other listed telecommunication companies in Indonesia using a fundamental analysis approach. The research highlights key issues related to financial health assessment from the dimensions of profitability, liquidity, solvency, and market valuation. The study employs a quantitative-descriptive method based on secondary data collected from annual financial reports and the Indonesia Stock Exchange. Financial ratios such as ROA. ROE. NPM. CR. DER. PER, and PBV are used as indicators. The results show that TLKM maintains a strong and stable financial structure with consistent profitability and moderate leverage. Despite the decline in market valuation metrics, the company remains fundamentally healthy compared to its In contrast, competitors like MORA. LINK. DATA, and INET display varying financial characteristics, with some exhibiting high profitability but risky capital structures. These findings suggest that TLKM presents a relatively lower risk profile for medium-to-long-term investors and may serve as a benchmark for assessing competitiveness in the Indonesian telecommunications This study provides practical insights for investors, analysts, and policymakers to make more informed decisions in evaluating listed telecommunication firms in emerging markets like Indonesia. Keywords: Fundamental Analysis. Financial Ratios. Telecommunication Sector. Investment Decision. Comparative Study. PENDAHULUAN Industri telekomunikasi merupakan salah satu sektor strategis dalam mendukung transformasi digital di Indonesia. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menciptakan perubahan signifikan dalam pola konsumsi, model bisnis, dan cara berinteraksi Layanan berbasis internet, cloud computing. Internet of Things (IoT), serta konektivitas digital kini menjadi infrastruktur utama dalam menopang aktivitas ekonomi dan Oleh karena itu, sektor telekomunikasi bukan hanya menjadi penyedia layanan jaringan, tetapi juga tulang punggung pembangunan ekonomi digital nasional (Neaxie & Hendrawan. Di tengah potensi pertumbuhan yang tinggi, sektor ini juga menghadapi tantangan yang Perusahaan-perusahaan telekomunikasi dituntut untuk terus melakukan inovasi teknologi, menjaga kualitas layanan, dan memperluas jaringan infrastruktur dengan investasi modal yang besar. Selain itu, tekanan kompetisi antar penyedia layanan juga semakin ketat, terutama dalam konteks harga dan penetrasi pasar. Hal ini menuntut pengelolaan keuangan perusahaan yang efisien dan berkelanjutan. Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Analisis Kinerja Keuangan a. AA Putri B A,Maulidya,Mayada,Muliyani PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk sebagai perusahaan milik negara sekaligus pemimpin pasar telekomunikasi Indonesia memegang peran strategis dalam pembangunan infrastruktur Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kinerja saham TLKM menunjukkan tren fluktuatif yang mencerminkan keraguan sebagian investor terhadap kekuatan fundamental perusahaan. sisi lain, emiten pesaing seperti MORA. LINK. DATA, dan INET menunjukkan strategi ekspansi yang agresif dan pencapaian keuangan yang kompetitif. (Sugianto 2. analisis fundamental berbasis rasio keuangan merupakan pendekatan yang tepat untuk menilai efisiensi, profitabilitas, struktur modal, serta persepsi pasar terhadap nilai suatu perusahaan. Menurut (Damayanti, 2. , rasio keuangan seperti ROA. ROE, dan NPM memberikan gambaran tentang efisiensi operasional dan kemampuan perusahaan menghasilkan Rasio likuiditas dan solvabilitas seperti CR. DER, dan DAR mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek dan panjang serta pentingnya menekankan PER dan PBV dalam menilai valuasi pasar dan ekspektasi investor. (Lestari & Yulianto, 2. menunjukkan bahwa analisis rasio keuangan dapat menjadi dasar utama dalam keputusan investasi saham. Perlunya pendekatan komparatif lintas emiten dalam menilai posisi kompetitif. Namun, studi yang secara khusus membandingkan Telkom dengan emiten telekomunikasi lain dari perspektif fundamental dalam kerangka industri digital Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif kinerja keuangan PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk dalam lima tahun terakhir menggunakan pendekatan analisis fundamental berbasis rasio keuangan, yang mencakup aspek profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan valuasi pasar. Selain itu, penelitian ini juga membandingkan kinerja keuangan Telkom dengan beberapa emiten sektor telekomunikasi lainnya untuk mengevaluasi posisi kompetitif perusahaan dalam industri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi investor, analis pasar modal, pengambil kebijakan, dan akademisi dalam memahami kekuatan, kelemahan, serta prospek keuangan emiten sektor telekomunikasi di Indonesia. KAJIAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Analisis Analisis fundamental merupakan pendekatan utama dalam mengevaluasi kekuatan dan prospek keuangan suatu perusahaan. Pendekatan ini mengandalkan informasi kuantitatif dari laporan keuangan untuk menilai efisiensi operasional, struktur pendanaan, serta persepsi pasar terhadap nilai perusahaan. Salah satu cara yang lazim digunakan dalam analisis fundamental adalah perhitungan rasio keuangan. Rasio Keuangan Menurut (Rasio A 2. ,rasio keuangan dapat dikelmpokkan menjadi beberapa kategori utama: A Rasio Profitabilitas A Rasio Likuiditas A Rasio Solvabilitas A Rasio Valuasi Pasar Penelitian Terdahulu Penelitian oleh(Prasetya & Fitra, 2. menunjukkan bahwa rasio profitabilitas seperti ROE dan NPM memiliki pengaruh positif terhadap minat investor dalam membeli saham di sektor Studi serupa juga membuktikan bahwa rasio-rasio keuangan mampu memprediksi arah pergerakan harga saham di sektor telekomunikasi. Hasil studi (SUMRAH YADI, 2. entingnya pendekatan komparatif antar perusahaan dalam industri yang sama, guna memperoleh gambaran posisi kompetitif dan struktur keuangan yang paling sehat di antara para pesaingnya. Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Analisis Kinerja Keuangan a. AA Putri B A,Maulidya,Mayada,Muliyani Dari temuan-temuan tersebut, (Judul H, 2. analisis fundamental tidak hanya membantu dalam mengevaluasi performa internal perusahaan, tetapi juga dapat digunakan untuk membandingkan daya saing antar emiten di sektor yang sama, seperti yang terjadi di industri telekomunikasi Indonesia. Landasan Logis Penyusunan Hipotesis PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk (TLKM) merupakan pemimpin pasar di sektor telekomunikasi nasional. Sebagai BUMN, perusahaan ini memiliki akses terhadap sumber daya yang besar, infrastruktur yang luas, dan cakupan pasar yang dominan. Oleh karena itu, secara teori, perusahaan dengan posisi seperti ini seharusnya mampu menjaga efisiensi dan profitabilitas tinggi dibandingkan pesaingnya. Namun, perlu dilakukan pembuktian dengan data kuantitatif melalui perbandingan langsung rasio keuangan terhadap emiten lain seperti MORA. LINK. DATA, dan INET(Erica & Vidada, 2. Berdasarkan kajian teori dan temuan empiris sebelumnya, maka hipotesis penelitian dirumuskan sebagai berikut: Hipotesis penelitian H1 : Kinerja keuangan PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk secara profitabilitas (ROA. ROE. NPM) lebih unggul dibandingkan emiten lain di sektor telekomunikasi. H2 : Struktur pendanaan PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk lebih sehat dan stabil dibandingkan kompetitor, ditunjukkan oleh rasio DER dan DAR yang lebih seimbang. H3 :Valuasi saham PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk lebih mencerminkan nilai fundamentalnya secara wajar dibandingkan emiten sejenis, dilihat dari rasio PER dan PBV. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif untuk mengevaluasi kinerja keuangan emiten sektor telekomunikasi dengan fokus utama pada PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk (TLKM). Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji rasio keuangan sebagai indikator fundamental guna mengetahui efisiensi, stabilitas, dan prospek perusahaan. Pendekatan ini dipilih karena relevan dengan tujuan penelitian, yaitu menilai kekuatan keuangan internal dan membandingkan posisi Telkom terhadap kompetitor sejenis. Objek Penelitian dan Bahan yang Digunakan Objek dalam penelitian ini adalah lima emiten sektor telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni TLKM. MORA. LINK. DATA, dan INET. Penelitian menggunakan bahan berupa laporan keuangan tahunan dan kuartalan masing-masing perusahaan yang diperoleh dari situs resmi perusahaan dan BEI. Desain Penelitian dan Teknik Pengumpulan Data Desain penelitian bersifat deskriptif kuantitatif komparatif. Teknik pengumpulan data dilakukan secara dokumentasi, dengan mengunduh laporan keuangan periode 2020 hingga kuartal i tahun 2024. Data yang dikumpulkan berupa total aset, total ekuitas, pendapatan, laba bersih, dan harga saham untuk perhitungan rasio keuangan. Variabel dan Indikator yang Digunakan Variabel penelitian dikelompokkan berdasarkan empat aspek utama, yakni: Profitabilitas : Return on Assets (ROA). Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM). Likuiditas : Current Ratio (CR). Solvabilitas : Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR). Valuasi Pasar : Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV). Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Analisis Kinerja Keuangan a. AA Putri B A,Maulidya,Mayada,Muliyani Rumus-Rumus Rasio Keuangan Penelitian ini menggunakan rumus-rumus rasio keuangan standar sebagai berikut: Tabel 1 Kategori Profitabilitas Rasio ROA ROE NPM DER DAR PER Rumus Laba Bersih y Total Aset Laba Bersih y Total Ekuitas Laba Bersih y Penjualan Likuiditas Aset Lancar y Kewajiban Lancar Solvabilitas Total Utang y Ekuitas Total Utang y Total Aset Valuasi Pasar Harga Saham y EPS Harga Saham y Nilai Buku per PBV Saham Rumus - Rumus Rasio Keuangan Seluruh penghitungan merujuk pada teori dari Ramayanti . yang telah diakui secara luas dalam literatur keuangan dan akuntansi. Rumus-rumus ini dipilih karena kesesuaiannya dengan tujuan penelitian serta kemudahan dalam interpretasi data dan perbandingan antar emiten yang telah diakui secara umum sebagaimana digunakan dalam literatur(Prasetya & Fitra, 2. Tidak ada modifikasi formula statistik kompleks agar memudahkan pemahaman dan interpretasi Alat Analisis dan Visualisasi Data diolah menggunakan Microsoft Excel sebagai alat bantu penghitungan dan penyusunan tabulasi. Visualisasi grafik tren ROE dan NPM disusun menggunakan matplotlib dari Python untuk memberikan gambaran historis performa Telkom secara lebih jelas dan menarik. Langkah-langkah Analisis Mengidentifikasi dan memilih lima perusahaan sektor telekomunikasi. Mengumpulkan dan merekap data laporan keuangan dan harga saham dari tahun 2020Ae Menghitung setiap rasio keuangan sesuai kategori. Membandingkan antar perusahaan dan menganalisis posisi kompetitif TLKM. Menginterpretasikan kelebihan dan kekurangan kinerja keuangan masing-masing emiten. Menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis kuantitatif dan visualisasi tren. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagian ini menyajikan dan mendiskusikan hasil penelitian berdasarkan dua tujuan utama yang telah dirumuskan, yakni: . menganalisis kinerja keuangan PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk melalui rasio fundamental. membandingkan kekuatan keuangan Telkom dengan emiten pesaing di sektor telekomunikasi. Penyajian hasil dilakukan dengan dukungan tabel dan grafik untuk memperjelas interpretasi. Setiap subbagian mengacu langsung pada rumusan masalah yang diajukan. Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Analisis Kinerja Keuangan a. AA Putri B A,Maulidya,Mayada,Muliyani Kinerja Keuangan PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk Profitabilitas Analisis menunjukkan bahwa PT Telkom Indonesia memiliki total aset sebesar Rp285 triliun dan ekuitas sebesar Rp154 triliun hingga kuartal i 2024. Berdasarkan penghitungan rasio, perusahaan mencatat ROA sebesar 8,07%. ROE 17,60%, dan NPM 20,51%, yang menunjukkan efisiensi laba dari aset dan ekuitas yang dimiliki. Current Ratio perusahaan berada pada angka 0,70, mengindikasikan likuiditas yang cukup walaupun masih di bawah standar ideal. DER tercatat sebesar 1,18 dan DAR sebesar 0,54, yang berarti komposisi pendanaan masih didominasi oleh ekuitas (Pasar, 2. Penurunan ROE dari 24,45% pada tahun 2020 menjadi 14,91% di tahun 2024 tidak hanya disebabkan oleh penurunan laba bersih semata, melainkan juga akibat pertumbuhan ekuitas perusahaan yang signifikan selama periode tersebut. Peningkatan ekuitas, terutama dari akumulasi laba ditahan, menyebabkan ROE terlihat menurun karena perhitungan ROE menggunakan ekuitas sebagai penyebut. Dengan kata lain, meskipun Telkom tetap mencetak laba tinggi, peningkatan modal sendiri berdampak pada persentase ROE yang menurun (Likuiditas A. ROA (Return on Asset. mengalami fluktuasi dengan tren penurunan di tahun 2024 menjadi 8,07ri puncaknya di tahun 2021 sebesar 12,25%. Ini mengindikasikan penurunan efisiensi dalam menghasilkan laba dari total aset yang dimiliki perusahaan. ROE (Return on Equit. juga menurun dari 24,45% di tahun 2020 menjadi 14,91% di tahun 2024. Penurunan ini mencerminkan berkurangnya tingkat pengembalian keuntungan terhadap modal yang diinvestasikan oleh pemegang saham. NPM (Net Profit Margi. , meskipun mengalami penurunan dari tahun ke tahun, masih menunjukkan margin keuntungan yang relatif stabil di atas 18%. Pada tahun 2024. NPM tercatat 20,51%, lebih rendah dari puncaknya di 2021 . ,71%) namun masih cukup sehat. Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Analisis Kinerja Keuangan a. AA Putri B A,Maulidya,Mayada,Muliyani Likuiditas dan Solvabilitas Current Ratio (CR) mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancarnya. Nilai ideal umumnya adalah Ou 1,0, yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki aset lancar yang cukup untuk membayar seluruh kewajiban A Pada tahun 2020, rasio sebesar 0,67 mencerminkan bahwa aset lancar hanya mencukupi 67% dari total kewajiban jangka pendekAimenunjukkan risiko likuiditas yang cukup A CR membaik pada tahun 2021 menjadi 0,89, namun belum mencapai batas ideal. A Pada tahun 2022 dan 2023, rasio kembali melemah ke angka 0,78, menandakan kestabilan yang kurang dalam manajemen modal kerja. A Pada 2024. CR turun lagi ke 0,70, memperlihatkan bahwa likuiditas Telkom masih berada di bawah ambang batas aman. Debt to Equity Ratio (DER): DER mencerminkan seberapa besar utang perusahaan dibandingkan dengan modal sendiri. A Pada tahun 2020. DER cukup tinggi di angka 1,04, artinya setiap Rp1 ekuitas ditopang oleh Rp1,04 utang. A DER menurun secara bertahap hingga 0,83 di 2023, sebelum sedikit naik menjadi 0,85 di A Penurunan DER menunjukkan adanya upaya perusahaan untuk menyeimbangkan struktur pendanaan dan mengurangi ketergantungan pada utang. Debt to Asset Ratio (DAR): A DAR mengukur proporsi total aset yang dibiayai oleh utang. A Angka DAR menurun dari 0,51 pada 2020 ke 0,45 di 2023, lalu sedikit meningkat ke 0,46 pada ekuitas. A Nilai DAR yang mendekati 0,5 menandakan bahwa hampir setengah dari aset Telkom dibiayai oleh utang, dan separuh lainnya oleh ekuitas. A Valuasi saham PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Price to Earnings Ratio (PER): PER menunjukkan valuasi harga saham dibandingkan laba per saham (EPS). Nilai PER yang tinggi mengindikasikan ekspektasi pertumbuhan tinggi dari investor, sementara nilai rendah bisa mencerminkan saham undervalued atau prospek yang menurun. A 2020Ae2021: PER relatif stabil pada kisaran 17, mencerminkan optimisme investor terhadap kinerja Telkom saat pandemi. A 2022Ae2023: PER sedikit menurun ke 16,53, mengindikasikan penyesuaian pasar terhadap pertumbuhan laba yang melambat. A 2024: Penurunan signifikan ke 10,37 menunjukkan bahwa saham Telkom menjadi relatif lebih murah dibandingkan labanya. Hal ini bisa disebabkan oleh tekanan harga saham atau ekspektasi pasar yang lebih rendah ke depan. Price to Book Value (PBV): PBV membandingkan nilai pasar saham dengan nilai buku perusahaan. PBV di atas 1 menunjukkan bahwa pasar menghargai perusahaan lebih tinggi dari aset bersihnya, biasanya karena potensi keuntungan masa depan. PBV terus menurun dari 2,71 . ke 1,74 . , mencerminkan penurunan kepercayaan pasar terhadap nilai buku perusahaan atau adanya tekanan harga saham. Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Analisis Kinerja Keuangan a. AA Putri B A,Maulidya,Mayada,Muliyani Perbandingan Fundamental Telkom dengan Emiten Sektor Telekomunikasi Lainnya Tabel 2 Tahun Emiten ROA (%) TLKM LINK MORA DATA INET TLKM LINK MORA DATA INET TLKM LINK MORA DATA INET TLKM LINK MORA DATA INET TLKM LINK MORA DATA INET ROE (%) NPM (%) DER DAR Ae Ae Ae Ae Ae Ae Sumber: Data Sekunder BEI dan Laporan Keuangan Emiten, 2024. Untuk mengevaluasi posisi kompetitif PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk (TLKM) dalam industri telekomunikasi nasional, dilakukan perbandingan kinerja keuangan dengan empat emiten sejenis yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA). PT Link Net Tbk (LINK). PT Indointernet Tbk (INET), dan PT Daya Mitra Telekomunikasi Tbk (DATA). Analisis dilakukan terhadap tiga dimensi utama: profitabilitas, solvabilitas, dan valuasi pasar Profitabilitas Profitabilitas diukur menggunakan Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE). TLKM mencatat ROA sebesar 8,07% dan ROE 17,60%, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atas total aset dan ekuitas secara efisien dan stabil. Ini menempatkan Telkom sebagai emiten dengan performa profitabilitas yang solid. Sebaliknya. DATA mencatat ROE yang sangat tinggi yaitu 84,18% dan ROA sebesar 26,09%. Namun, angka ini muncul dari struktur keuangan yang sangat agresif, sebagaimana terlihat dari rasio DER-nya yang tinggi. MORA dan INET menunjukkan profitabilitas rendah, dengan ROA masing-masing di bawah 2%, mengindikasikan efisiensi operasional yang belum LINK bahkan membukukan ROA dan ROE negatif, yang menandakan adanya kerugian bersih selama periode analisis. Solvabilitas Solvabilitas dievaluasi menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR). TLKM memiliki DER sebesar 1,18 dan DAR sebesar 0,54. Nilai ini mencerminkan Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Analisis Kinerja Keuangan a. AA Putri B A,Maulidya,Mayada,Muliyani struktur pendanaan yang seimbang antara utang dan ekuitas, serta menunjukkan bahwa perusahaan tidak terlalu bergantung pada pinjaman untuk membiayai operasionalnya. Berbeda dengan itu. INET memiliki DER sangat tinggi, yakni mencapai 14,56 kali, yang berarti lebih dari 93% asetnya dibiayai oleh utang. Kondisi ini sangat berisiko karena meningkatkan beban bunga dan potensi gagal bayar. DATA juga memiliki DER tinggi sebesar 2,23, mengindikasikan strategi leverage yang agresif. MORA dan LINK menunjukkan tingkat leverage yang lebih konservatif dengan DER masing-masing di bawah 1,0. Valuasi Pasar Valuasi pasar dilihat dari Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV). Saham TLKM diperdagangkan pada PER sebesar 11,59 kali dan PBV sebesar 1,71 kali. Ini menunjukkan valuasi pasar yang wajar . airly value. , yang berarti harga saham mencerminkan kondisi fundamental perusahaan secara proporsional. INET memiliki PER yang sangat tidak wajar, yakni 564,51 kali, dan PBV sebesar 3,77. Valuasi ini mencerminkan bahwa harga saham sangat tinggi dibandingkan dengan laba dan nilai bukunya. LINK mencatat PER negatif akibat kerugian yang dialami, sementara DATA dan MORA memiliki valuasi tinggi (PER > 25. , namun tidak sepenuhnya didukung oleh rasio profitabilitas dan struktur modal yang kuat. Secara keseluruhan. Telkom menempati posisi paling seimbang di antara kelima emiten yang dianalisis. Dengan profitabilitas yang tinggi, solvabilitas yang terkendali, dan valuasi pasar yang sehat. TLKM menunjukkan profil keuangan yang paling stabil dan kredibel di sektor Hal ini menjadikan Telkom sebagai alternatif investasi yang menarik dengan risiko relatif rendah dan prospek jangka menengah hingga panjang yang menjanjikan. Perusahaan seperti DATA dan INET meskipun menunjukkan indikator profitabilitas atau pertumbuhan yang tinggi, memiliki struktur pendanaan yang berisiko tinggi akibat leverage ekstrem. Temuan ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan semua dimensi analisis fundamental secara seimbang dalam pengambilan keputusan investasi. KESIMPULAN Hasil analisis menunjukkan bahwa PT Telkom Indonesia (Perser. Tbk memiliki kekuatan finansial yang solid dan teruji. Kinerja profitabilitas yang konsisten, kemampuan manajemen utang yang sehat, serta valuasi saham yang kompetitif menjadikan Telkom sebagai salah satu emiten terbaik di sektor telekomunikasi Indonesia. Dibandingkan dengan pesaingnya. Telkom menunjukkan profil risiko rendah namun tetap mampu menghasilkan laba yang menarik. Telkom direkomendasikan untuk investor dengan tujuan jangka menengah hingga panjang. Selain itu, strategi penguatan fundamental dan efisiensi operasional Telkom bisa menjadi model bagi perusahaan lain di sektor telekomunikasi yang ingin tumbuh berkelanjutan di era ekonomi Riset Manajemen Dan Akuntansi Volume 16 Nomor 1 Mei 2025 Analisis Kinerja Keuangan a. AA Putri B A,Maulidya,Mayada,Muliyani DAFTAR PUSTAKA