KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Kajian Makna Spiritual Terhadap Mantra dan Simbol-Simbol Spiritual dalam Upacara Melasti di Pura Beji I Wayan Agus Ariadi1*. Santje Iroth2. Intama Jemy Polii3 . Jurusan Pendidikan Bahasa & sastra Indonesia. Fakultas Bahasa & seni. Universitas Negeri Manado. Indonesia. *) Korespondensi: wayan02012003@gmail. Sejarah Artikel: Dimasukkan: 14 Februari 2025 KATA KUNCI Derivisi: 17 Juli 2025 Diterima:12 Agustus 2025 ABSTRAK Upacara Melasti. Makna Spiritual. Kajian Simbol. Bolaang Mongondow. KEYWORDS Upacara melasti adalah upacara penyucian diri dan alam semesta yang di dalamnya terdapat beberapa mantra dan simbol yang memiliki makna spiritual. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan makna spiritual mantra dan simbol dalam upacara melasti adat hindu bali. Penelitian deksrptif kualitatif ini di lakukan di Kecamatan Dumoga utara dengan waktu penelitian selama 1bulan. Penelitian ini menggunakan informan sebagai sumber data primer, sementara buku dan literatur yang relevan dengan penelitian menjadi sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi teknik observasi, teknik wawancara dan teknik Data dianalisis dengan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penegasan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 4 tahapan dalam mantra upacara melasti yang pertama yaitu tahap persiapan, kedua tahap nuur ida betara, ketiga sembahyang bersama dan kegatan Empat tahapan diatas memiliki beberapa mantra di dalamnya dan memiliki makna spiritual yaitu sebagai penyucian diri dan alam semesta, permohonan restu dari Dewa-dewi, pelepasan ego dan pengosongan diri serta penghormatan terhadap dewa dewi. Selain mantra dipenelitian ini juga terdapat simbol simbol sakral seperti Pratima. Jempana. Banten. Umbul-umbul. Senjata Dewa Nawa Sanga, dan Tirtha Amertha. Kajian makna spiritual terhadap mantra dan simbolsimbol spiritual dalam upacara melasti juga dapat di implikasikan dalam penguatan pendidikan karakter sesuai dengan fokus Kurikulum Merdeka karena dalam kajian ini dapat memperkaya pemahaman siswa tentang makna spiritual dalam budaya ABSTRACT Melasti Ceremony. Spiritual Meaning. Study of Symbols. Bolaang Mongondow Melasti ceremony is a ceremony to purify oneself and the universe which consists of several mantras and symbols that have spiritual meaning. The purpose of this study is to describe the spiritual meaning of mantras and symbols in the Balinese Hindu Melasti ceremony. This qualitative descriptive research was conducted in Dumoga Utara District with a research period of 1 month. This study uses informants as primary data sources, while books and literature relevant to the research are secondary data sources. Data collection techniques include observation techniques, interview techniques and documentation techniques. Data were analyzed using data collection techniques, data reduction, data presentation, and confirmation of conclusions. The results of the study showed that there are 4 stages in the Melasti ceremony mantra, the first is the preparation stage, the second is the nuur ida betara stage, the third is praying together and the final activity. The four stages above have several mantras in them and have spiritual meanings, namely as purification of oneself and the universe, asking for blessings from the Gods, releasing the ego and emptying oneself and respect for the gods and goddesses. In addition to the mantra, this study also contains sacred symbols such as Pratima. Jempana. Banten. Umbul-umbul. Weapons of the Gods Nawa Sanga, and Tirtha Amertha. The study of the spiritual meaning of the mantra and spiritual symbols in the Melasti ceremony can also be implied in strengthening character education in accordance with the focus of the Merdeka Curriculum because this study can enrich students' understanding of the spiritual meaning in local culture. Copyright A 2025 by Authors. Published by Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Manado This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 PENDAHULUAN Masyarakat Hindu memiliki nilai-nilai agama yang bersifat universal seperti religiusitas, etika, dan Mereka memiliki kebudayaan dengan berbagai macam bentuk upacara keagamaan, salah satunya ialah upacara Panca Yadnya. Panca Yadnya berasal dari dua kata, yaitu panca yang berarti lima, dan yadnya yang berarti korban atau persembahan suci. Bagian-bagian dari Panca Yadnya meliputi Dewa Yadnya. Bhuta Yadnya. Manusa Yadnya. Resi Yadnya, dan Pitra Yadnya (Sukiada. Upacara Melasti termasuk salah satu dari upacara Panca Yadnya, yakni Dewa Yadnya, sebagai bentuk persembahan yang tulus dan ikhlas kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Es. Pemujaan kepada para Dewa dilakukan karena mereka dianggap mengatur dan memengaruhi gerak kehidupan di dunia ini (Sukrawati, 2. Selain bagian dari Dewa Yadnya, upacara Melasti juga merupakan bagian dari Manusa Yadnya, yang secara ritual memvisualisasikan cita-cita penyucian manusia agar menjadi manusia seutuhnya (Wiriawan, 2. Upacara Melasti dilaksanakan menjelang Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka. Upacara ini merupakan ritual penyucian diri dan alam semesta yang dilakukan satu kali dalam setahun oleh umat Hindu. Tujuan dari upacara ini adalah Nganyudang Malaning Gumi Ngamet Tirtha Amerta, yang berarti menghanyutkan kekotoran alam dengan menggunakan air kehidupan. Dalam pandangan Hindu, laut diyakini sebagai tempat yang memiliki energi positif dari alam dan dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan makhluk hidup (Wiana, 2. Bali merupakan pulau kecil di bagian tengah Indonesia yang kaya akan budaya dan tradisi. Akibat letusan Gunung Agung pada tahun 1963, masyarakat Hindu dievakuasi atau ditransmigrasikan ke beberapa wilayah, salah satunya ke Kecamatan Dumoga Utara di Sulawesi Utara. Di daerah tersebut, masyarakat Hindu Bali menetap dan tetap memegang teguh tradisi warisan leluhur. Meskipun telah berpindah ke luar Bali, khususnya ke Sulawesi Utara, masyarakat Bali tetap mempertahankan budaya dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun (Wiana, 2. Umat Hindu di luar Bali juga tetap menjalankan upacara keagamaan seperti halnya di Bali sebagai bentuk pelestarian budaya (Yasa. Salah satu tradisi yang masih dijalankan dengan kuat adalah upacara Melasti, yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Nyepi. Upacara Melasti di Dumoga Utara tidak jauh berbeda dengan upacara Melasti di Bali, karena masyarakat Hindu di Dumoga merupakan transmigran dari Bali. Di Kecamatan Dumoga Utara, umat Hindu melaksanakan upacara Melasti sebagai bagian dari persiapan menyambut Hari Raya Nyepi. Sebagai contoh, pada tahun 1944 Saka . 2 Maseh. , upacara ini digelar di Pura Tirtha Amerta (Bej. Bahkan selama pandemi COVID-19, umat Hindu tetap melaksanakan upacara Melasti dengan mengikuti protokol kesehatan, termasuk pembatasan jumlah peserta untuk menghindari Komunikasi ritual merupakan proses penting dalam praktik keagamaan dan budaya, yang menghubungkan manusia dengan Yang Ilahi atau kekuatan-kekuatan spiritual melalui simbol, tindakan, dan bahasa suci (Wilantari, 2. Dalam ajaran Hindu. Tuhan tidak memiliki bentuk fisik yang tetap dan abadi. Namun, untuk membantu umat memahami keberadaan Tuhan atau Ida Sanghyang Widhi Wasa, digunakan simbol-simbol dan representasi (Suadnyana, 2. Dalam konteks agama atau budaya tertentu, simbol-simbol ini memiliki makna mendalam dan berfungsi sebagai penghubung antara dunia manusia dan dunia spiritual (Jelantik, 2. Upacara Melasti adalah ritual penyucian diri dan alam semesta yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Nyepi. Terdapat berbagai simbol dalam upacara ini, antara lain: Jempana: bangunan berbentuk singgasana kecil yang diusung saat prosesi Melasti. Pratima atau arca: perwujudan dari Ida Sanghyang Widhi Wasa. Banten: persembahan yang ditujukan untuk melebur kekotoran alam semesta (Bhuana Agun. dan dalam diri manusia (Bhuana Ali. Umbul-umbul: bendera upacara yang diarak selama prosesi. Senjata Dewa Nawa Sanga: sembilan senjata yang melambangkan kekuasaan sembilan Dewa penjuru mata angin. Tirtha Amertha: air suci yang diambil dari laut atau sumber mata air selama upacara. Selain simbol, dalam upacara Melasti juga digunakan berbagai mantra yang mengiringi jalannya Mantra-mantra ini bertujuan untuk memohon kesucian, pembersihan alam semesta, dan kesejahteraan umat manusia. Salah satu contohnya adalah mantra Panca Gni, yang digunakan dalam prosesi penyucian sarana upacara seperti pratima, pralingga, dan sesuhunan yang dibawa ke laut atau sumber air suci. Upacara Melasti merupakan ritual penyucian diri dan alam semesta yang sarat dengan penggunaan mantra dan simbol-simbol sakral. Penelitian mengenai makna spiritual mantra dan simbol dalam upacara Melasti memiliki urgensi yang signifikan karena upacara ini merupakan bagian integral ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 dari praktik keagamaan Hindu, khususnya dalam rangkaian Hari Raya Nyepi. Pemahaman mendalam tentang makna spiritual mantra dan simbol yang digunakan dalam upacara ini dapat mengungkap nilainilai religius dan filosofi yang mendasarinya, serta memperkaya kajian keilmuan di bidang agama dan Beberapa penelitian sebelumnya telah membahas aspek tertentu dari upacara Melasti, seperti yang dilakukan oleh Kariarta . dalam tulisannya AuUpacara Melasti (Resakralisasi dalam Perspektif Teologi Sosia. Ay, yang membahas upacara Melasti sebagai momentum untuk memantapkan Sradha terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan kaitannya dengan teologi sosial. Namun, kajian tersebut tidak secara spesifik membahas makna spiritual dari mantra dan simbol. Penelitian lain oleh Dauh dan Dharma . , berjudul AuTradisi Melasti dalam Rangkaian Hari Raya Nyepi di Desa PancasariAy, membahas makna tradisi Melasti dalam konteks lokal, namun tidak mendalami makna spiritual dari mantra dan simbol yang digunakan. Kekurangan dari penelitian-penelitian sebelumnya terletak pada kurangnya fokus terhadap analisis spiritual dari mantra dan simbol dalam upacara Melasti. Oleh karena itu, diperlukan penelitian khusus yang mengkaji makna spiritual tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan mengkaji secara spesifik makna spiritual terhadap mantra dan simbolsimbol dalam upacara Melasti di Pura Beji. Penelitian ini memiliki relevansi dengan beberapa penelitian terdahulu. Di antaranya adalah penelitian oleh Utami . berjudul AuMakna Ritual Melasti Masyarakat Hindu di Pantai Pasir Putih. Lampung SelatanAy. Penelitian lainnya dilakukan oleh Gateri dan Subagiasta . dalam judul AuFilosofi Upacara Melasti Serangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1945 bagi Umat Hindu Kalimantan TengahAy. Kedua penelitian tersebut memiliki kesamaan dalam objek kajian, yaitu upacara Melasti. Namun. Utami hanya menjelaskan pelaksanaan dan makna ritual Melasti, sementara Gateri dan Subagiasta menyoroti filosofi dalam proses pelaksanaannya. Penelitian ini berbeda karena mengkaji secara lebih rinci makna spiritual dalam setiap mantra dan simbol yang digunakan, termasuk jenis mantra, makna masing-masing, serta nilai spiritualnya. Penelitian ini juga berkaitan dengan penelitian Asih. Polii, dan Monoarfa . dalam judul AuAnalisis Makna Spiritual dan Stilistika Mantra Pawiwahan dalam Adat Hindu Bali: Sebuah Studi Deskriptif di Desa Werdhi AgungAy. Meski objek penelitiannya sama-sama dalam ranah Manusa Yadnya, yaitu upacara suci untuk memelihara hidup dan mencapai kesempurnaan manusia, perbedaannya terletak pada cakupan objek. Penelitian oleh Asih. Polii, dan Monoarfa hanya membahas mantra dalam upacara Pawiwahan dan berfokus pada manusia sebagai subjek, sementara penelitian ini mencakup upacara Melasti yang objeknya tidak hanya manusia, tetapi juga lingkungan. Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini memiliki dua tujuan utama, yaitu: . mendeskripsikan makna spiritual mantra dalam upacara Melasti adat Hindu Bali, dan . mendeskripsikan simbol-simbol yang terdapat dalam upacara tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman keberagaman adat dan tradisi Bali, serta memberikan wawasan tentang rangkaian Upakara Melasti, mantra-mantra yang dilantunkan, dan simbol-simbol yang digunakan. Penelitian ini juga bertujuan menjelaskan makna spiritual dari mantra dan simbol-simbol tersebut, yang menjadi unsur penting dalam pelaksanaan upacara Melasti adat Hindu Bali. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu suatu pendekatan yang bertujuan menggambarkan secara sistematis fenomena atau permasalahan yang menjadi objek kajian. Penelitian deskriptif berfokus pada pemecahan masalah-masalah aktual di masa kini. Metode ini bersifat umum dan mencakup berbagai teknik pengumpulan data, seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi (Nawawi, 1. Melalui pendekatan ini, peneliti berusaha menyusun deskripsi dan analisis terhadap masyarakat berdasarkan data lapangan. Sumber data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu sumber data primer dan sumber data Sumber data primer adalah informasi yang diperoleh secara langsung dari informan, dengan kriteria bahwa data tersebut harus bersifat asli . nformasi pertama yang diterima penelit. dan akurat . ikumpulkan langsung dari lapanga. Dalam konteks penelitian ini, data primer diperoleh dari para tokoh agama Hindu, yakni Pemangku . di Kecamatan Dumoga. Informan dalam penelitian ini berjumlah empat orang Pemangku yang memahami pelaksanaan upacara Melasti. Sementara itu, sumber data sekunder merupakan data yang diperoleh dari pihak kedua atau bukan sumber langsung. Dalam penelitian ini, data sekunder dikumpulkan melalui literatur seperti buku-buku dan kitab suci agama Hindu, yaitu Weda. ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung di lokasi pelaksanaan upacara Melasti, yakni di Pura Beji. Kecamatan Dumoga Utara, untuk mengamati dan mencatat simbol serta mantra yang digunakan dalam upacara tersebut. Selanjutnya, wawancara dilakukan secara langsung kepada para Pemangku yang memimpin upacara Melasti. Pertanyaan yang diajukan dalam wawancara mencakup: Apa makna dari upacara Melasti? Apa saja mantra yang digunakan dalam upacara Melasti? Apa saja simbol-simbol yang terdapat dalam upacara Melasti? Apa makna dari mantra dan simbol-simbol tersebut? Teknik terakhir adalah dokumentasi, yaitu pengambilan gambar secara langsung selama prosesi upacara Melasti berlangsung, untuk memperkuat data hasil observasi dan wawancara. Dalam menganalisis data, penelitian ini mengacu pada teori yang dikemukakan oleh Miles. Huberman, dan Saldaya . , yang menyatakan bahwa proses analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus-menerus hingga tuntas. Tahapan analisis data meliputi: Pengumpulan data, yaitu mengumpulkan informasi dari hasil observasi, wawancara, dan Reduksi data, yakni menyaring dan menyederhanakan data yang dianggap penting dan relevan dengan fokus penelitian, berdasarkan catatan lapangan. Penyajian data, yaitu menggambarkan dan menjelaskan data dalam bentuk narasi atau presentasi yang mudah dipahami. Penarikan kesimpulan, yaitu menemukan makna dari data yang telah dianalisis dan disajikan. Prosedur ini dinilai relevan dan sesuai dengan tujuan penelitian yang bertujuan mendeskripsikan makna spiritual mantra dan simbol dalam upacara Melasti di Kecamatan Dumoga Utara. HASIL PENELITIAN Upacara Melasti merupakan salah satu ritual dalam agama Hindu yang bertujuan untuk menyucikan diri . huana ali. dan alam semesta . huana agun. Dalam pelaksanaannya, upacara ini disertai dengan berbagai mantra dan simbol-simbol sakral yang memiliki makna mendalam serta berfungsi sebagai bagian dari sarana dan prasarana upacara. Penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi sejumlah mantra dan simbol yang digunakan dalam prosesi upacara Melasti. Temuantemuan tersebut akan dijelaskan secara rinci dalam bagian hasil penelitian berikut. Persiapan Sebelum memulai upacara melasti Pemangku (Pendet. harus melakukan beberapa persiapan agar prosesi ataub upacara dapat berjalan dan lancar sesuai dengan tata cara yang telah di tentukan. Berikut adalah beberapa persiapan yang biasanya dilakukan oleh Pemangku (Pendet. sebelum upacara Melasti. Tabel 1. Mantra dan Simbol-Simbol Spiritual pada Tahapan Persiapan Jenis Mantra Terjemahan Makna spiritual Mantra ini mengandung penghormatan kepada energi tertinggi yang mengendalikan alam Dewa Siwa dalam bentuk Isana sering dihubungkan dengan kekuatan permurnian, membantu manusia melepaskan diri dari ego, ilusi dan keterkaitan duniawi. Ungkapan penghormatan dan permohonan kepada Duduk Pada Asana dan Pembersihan Diri Om Isana Ya Namah Om Ung Wesnawa Ya Namah Om Padmasana Ya Namah Salam hormat kepada Isana (Isana adalah salah satu Nama dari Dewa Siwa, sebagai penguasa segala ara. Salam hormat kepada Wesnawa (Wesnawa atau Wisn. Salam hormat kepada dia yang bersemayam diatas bunga Mantram Sasira Om Prasada Stithi Sarira Siwa Suci Om yang berkenan menjaga kesucian tubuh. Siwa yang suci, tanpa noda, kepada-Nya kami ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Nirmala Ya Namah Swaha menghaturkan penghormatan, semoga semua baik. Sucikan Tangan Om Sudhamam Swaha (Tangan Kana. Om Ati Sudhamam Swaha (Tangan Kir. Om kepada yang murni, saya mempersembahkan . angan Om kepada yang sangat murni, saya mempersembahkan . angan kir. Ungkab Tudung Suguhan Om Iswara Jnana Lilaya Namah Swaha Om salam hormat kepada Tuhan Iswara, yang melalui kebijaksanaan dan permainan ilahi-Nya, menciptakan Semoga semua berjalan dengan baik. Menghidupkan Dupa Om Ang Dupa Dipasrta Ya Namah Salam hormat kepada Dupa (Asap suc. yang menyucikan Sucikan Bunga Om Ung Hrah Phat Astra ya Namah Om Puspa Danta Ya Namah Om Puspa Lingga Ya Namah Sucikan Laksana Om dengan bunyi yang memancarkan kekuatan, saya menghormati senjata atau kekuatan (Astra. yang berfungsi untuk melindungi dan memberikan energi. Om saya menghormati keindahan . uspa/bung. dari gigi atau kekuatan yang melambangkan pertahanan. Om saya menghormati keindahan . uspa/bung. dari lingga, simbol kekuatan dan Om saya menghormati kekuatan yang ada dalam tubuh Om saya menghormati kekuatan yang ada dalam pikiran Om saya menghormati kekuatan yang ada dalam semua Ambil Kembang Usapkan Mulai Dari ibu jari Prana Yama: Om Ang Namah (Tarik Nafa. Om Ung Namah (Tahan Nafa. Om Mang Namah (Keluarkan PelanPela. Tangan Kanan Om Ing Namah Om Tang Namah Om Bang Namah Om Sang Namah om saya menghormati yang ada om saya menghormati yang om saya menghormati kekuatan ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Dewa Siwa untuk memberi anugrah, menjaga tubuh dan menyucikan jiwa dari semua noda atau kotoran duniawi Mantra ini berfokus pada pembersihan dan penyerahan diri. Mantra ini memiliki makna penyerahan diri kepada tuhan yang berkuasa atas semesta, pengakuan bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah hasil dari kebijaksanaan dan kehendak-Nya, serta pengingat bahwa hidup ini adalah bagian dari drama ilahi yang lebih Mantra ini memiliki makna seperti halnya dupa yang terbakar dan berubah menjadi asap, manusia diingatkan akan proses transformasi diri. Mantra ini memiliki makna yaitu terhadap kekuatan, keindahan, dan Mantra ini memiliki makna dengan menghormati dan menyadari kekuatan dalam diri kita dan disekitar kita, kita dapat mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang eksitensi kita dan meningkatkan koneksi spiritual. Mantra ini memiliki makna menghormati dan mengenali kekuatan dan energi ilahi yang ada di dalam Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 om saya menghormati yang suci Astra Mantra Nunas Tirtha: Tangan Kiri Om Hram Hredaya Ya Namah Om Hrim Kaya Sirase Namah Om Bhur Bhuah Swaha Jwalini Cikhaya Namah Om Hrung Kwaca Ya Namah Om Bang Netra Ya Namah Om Ung Hrah Phat Astra ya Namah Om saya menghormati hati yang penuh dengan kekuatan Om saya menghormati tubuh yang mulia Om saya menghormati cahaya yang bersinar dan menghangatkan, yang meliputi bumi, langit dan segalanya Om saya menghormati perisai . yang kuat Om saya menghormati mata yang melihat segalanya. Saya menghormati kekuatan senjata yang menghancurkan Nunas Tirtha Penglukatan. Pembersihan Untuk Banten Dan Pemendek Om Ung Namo Wisnu Tri Mukhanam Tri Nayanam Catur Bhuyam Kresna Warna Spatikantam Sarwa Busana Nilanam Om Prenamya Sirese Wisnu Tri Loka Brahma Sawitri Iswara Loka Pawitram Bhyam Natsy Kadacanam (Kembang Dimasukan Di Payuk Pengelukata. Om Pakulun Sang Hyang Tirtha KamandaluA Om Gangga Murcar Saking PurwaA Om Apsu Dewa Pawitram Gangga Dewi NamosAotute Sarwa Klesa Wina Sanam Toyana Parisudayat Sarwa Papa Wina Sinim Sarwa Roga Wino Canam Sarwa Klesa Winasanam Sarwa Bhogam Awap Nuyap Om hormat kepada wisnu yang memiki tiga wajah, tiga mata, dan empat lengan. Berwana hitam kebiruan seperti Kristal, mengenakan semua jenis Om dengan menundukan kepala menghormat kepada Wisnu yang merupakan penguasa Tiga dunia. Brahma. Sawitri, dan Iswara. Semoga semua tempat menjadi suci dan bersih, dan semoga tidak ada kotoran atau kejahatan dimanapun. (Bunga dimasukan di payuk Om saya memohon Kepada Hyang Tirtha Kamandalu (Dewa air suc. A Om sungai Gangga mengalir dari arah TimurA Om Dewa air yang suci. Dewi Gangga, hormat padamu Menghancurkan segala penderitaan, menyucikan semua Menghancurkan semua dosa dan menyembuhkan semua Menghilangkan segala penderitaan dan memberikan segala kenikmatan. ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi diri dan di luar diri, menyadari dan menerima kekuatan suci yang mengalir dalam berbagai aspek mantra ini memiliki makna yaitu terhadap kekuatan yang berada di dalam hati, yang sering kali dianggap sebagai sumber intuisi dan merayakan kehadiran ilahi dalam tubuh kita. Mantra ini memiliki makna sebagai sebuah pernyataan atau niat untuk mengaktifkan potensi dalam diri untuk mengatasi rintangan dan ketakutan. Mantra ini juga penyucian dan berkah dari Dewa Wisnu serta kekuatan ilahi dari air suci agar kita terbebas dari segala kotoran yang ada. Mantra ini memiliki makna yaitu sebagai penyucian dan Mantra ini memohon kepada Dewi Gangga. Dewi air suci dan Dewa Siwa untuk menyucikan segala kotoran batin dan fisik, sehingga mengucapkan mantra ini merupakan bentuk Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Om Sri Kare Sepahut Kate Roga Dosa Winasanam Siwa Lokam Maha Yaste Mantra Manah Papa Kelah Sindyan Tri Sandya Sepala Sekala Mala Malahar Siwa Amertha Manganlanca Nadi Nidam Nama Siwaya Ngaturang Banten Tirtha Baya Kawon: Om Jana Jini Pati Tumuram Bhatara Guru Maring Siwa Loka Angluka Dasa Mala Panca Mala Catur Mala Tri Mala Papa Pataka Siningita Kita Maring Purwa Medadita Kita Selaka. Siningita Kita Maring Daksina Medadita Kita Tembaga. Siningita Kita Maring Pascima Medadita Kita Emas. Siningita Kita Maring Utara Medadita Kita Wesi Om Tirtha Pawaitra. Gangga Sindhu Saraswati Suyamona Gada Wari Narmada Ya Namah Swaha Mantra Banten Byakala/Bayakaon: Om Kaki Buta Penampik Mata Kaki Buta Penampik Lara Kaki Buta Penampik Klesa Ndurakena Bhaya Kalaning Manusaning Hulun Om Kesama Sampurna Ya Namah Swaha Mantra Tirtha Durmanggala: Om Hrang Nang Mang Sing Wang Yang Sarwa Mala Sarwa Wighna Sarwa Papa Sarwa Klesa Sarwa Roga Dase Mala Winasanam Ya Namah Swaha Om dengan tanganmu yang penuh berkah, hilangkan penyakit dan dosa. Dengan mantra ini, semoga menuju dunia Siwa yang Agung, menghilangkan segala dosa dan kotoran hati. Menghapuskan segala kotoran dan dosa, baik yang terlihat maupun tidak, pada tiga waktu persembahyangan . agi, siang. Semoga berkah keabadian Siwa mengalir, menghapus segala noda, dan penghormatan bagi Siwa. Om Sang penguasa segala makhluk, engkau adalah Bhatara Guru yang menuju kealam Siwa, menghapus sepuluh kotoran, lima kotoran, empat kotoran, tiga kotoran, serta segala bentuk dosa dan Engkau menyucikan kami dari arah timur sebelum perak, menyucikan kami dari alah selatan seperti tembaga, menyucikan kami dari arah barat seperti emas, dan menyucikan kami dari arah utara seperti Om air suci Tirtha. Gangga. Sindhu. Saraswati. Yamuna. Godavari, dan Narmada, kami memohon berkah, namah permohonan untuk membersihkan diri dari berbagai dosa, penyakit, dan Om kaki buta yang menghilangkan kebutaan mata, kaki buta yang menghilangkan penderitaan, kaki buta yang menghilangkan kesedihan, jauhkan bahaya dan malapetaka dari kehidupan manusia yang lemah ini. Om semoga semuanya sempurna, ya namah swaha Mantra ini memiliki makna yaitu memohon agar segala bentuk kebutaan atau ketidaktahuan batin dihilangkan, sehingga seorang dapat pencerahan dan kebijaksanaan sejati. Om Hrang. Nang. Mang. Sing. Wang. Yang . uku kata suci yang mewakili kekuatan Semoga semua rintangan, semua halangan, semua dosa, semua penderitaan, dan semua penyakit dihancurkan. Salam hormat swaha. Mantra ini memiliki makna sebagai doa untuk penyucian, perlindungan dan pembebasan dari segala hal negatif, mantra ini juga memohon kepada kekuatan ilahi untuk membersihkan segala rintangan, dosa. ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Mantra ini memiliki makna untuk berbagai jenis AuMalaAy atau kotoran spiritual yang dapat kemurnian jiwa. Kotoran tersebut bisa berasal dari dosa, kesalahan, atau yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Mantra Banten Durmanggala: Om Mertyun Jaya Rakta Saraya Sarwa Roga Upadrawa Papa Mertyun Jaya Sang Kara Sarwa Kali Kalika Syah Wigraha Ngawi Pada Susup Pene Durmenggala Papa Kroda Winasaya Sarwa Wighna Ya Namah Swaha Mantra Tirtha Prayascita: Om Tirtha Sweta Tirtha Hyang Iswara. Tirtha Rakta Tirtha Hyang Brahma. Tirtha Pita Tirtha Hyang Maha Dewa. Tirtha Kresna Tirtha Hyang Wisnu. Tirtha Manca Warna Tirtha Hyang Siwa. Om Siddhi Rastu Tat Astu Nama Swaha Mantra Prayascita: Alit Om Sri Guru Saraswati Sarwa Roga. Sarwa Papa Sarwa Klesa. Sarwa Kali Kalusa Ya Namah Swaha Om penghancur kematian dan Yang menyembuhkan segala penyakit, menghancurkan segala dosa, dan memberikan kemenangan atas kematian. Sang pemusnah semua waktu dan kekuatan jahat. Semoga semua rintangan, penyakit, dan kemarahan musnah. Aku menghormatimu dan memuja kekuatan suci ini. Om swaha. penderitaan, kekotoran, dan penyakit baik tingkat fisik, mental, maupun spiritual. Mantra ini memiliki makna sebagai doa untuk memohon penyembuhan, dan pembebasan dari segala kesulitan, penderitaan dan energi Om air suci putih adalah air suci Hyang Iswara, air suci merah adalah air suci Hyang Brahma, air suci kuning adalah air suci Hyang Mahadewa, air suci hitam adalah air suci Hyang Wisnu, air suci lima warna adalah air suci Hyang Siwa. Om semoga tercapai, demikianlah, saya menghaturkan hormat, swaha. Mantra ini memiliki makna sebagai proses penucian dan penghormatan kepada kekuatan ilahi melalui simbolisme air suci (Tirth. dengan berbagai warna yang mencerminkan aspek spiritual yang berbeda. Om Sri Guru Saraswati, segala penyakit, segala dosa, segala penderitaan, segala kegelapan dan keburukan dihilangkan. Saya berserah, hormat dan Mantra ini dimaksudkan untuk memohon berkah dari Dewi Saraswati. Dewi pengetahuan, kebijaksanaan, dan seni agar segala aspek negatif dalam hidup Prasista Luwih: Om Prasista Karo Yogi Catur Warna Wicintayet Catur Watrance Puspadyam Ang Greng Rang Byo Stawa Om hormat kepada yang memimpin dan menuntun para Merenungkan empat Dalam bunga empat warna, kami memuji dengan Ang. Greng. Rang. Byo . unyi suci yang digunakan dalam meditasi untuk menghubungkan diri dengan energi spiritua. Pengulapan Om Pukulun Sang Hyang Sapta Patala. Sang Hyang Sapta Dewata. Sang Hyang Wesrawana. Sang Hyang Trinadi Pancakosika. Sang Om hamba memohon Kepada Sang Hyang Sapta Patala (Dewa penjaga tujuh lapisan dunia bawa. Sang Hyang Sapta Dewata (Tujuh Dew. Sang Hyang Wesrawana (Dewa Kekayaa. Sang Hyang Trinadi Pancakosika. Sang Hyang Mantra ini memiliki makna mengajak untuk merenungkan empat aspek penting dalam kehidupan atau kesadaran, yang dilambangkan dengan empat warna. Empat aspek penting yang dimaksud adalah fisik . , mental . , emosional . dan spiritual . Mantra ini memiliki makna permohonan perlindungan dan berkah dari kekuatan ilahi, yang keyakinan akan ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Hyang Premana Mekadi Sang Hyang Urip. Sira Amagehaken Ri Sentanan Nira Swang-Swang. Pakenaning Hulun Hangeweruhan Ri Sira. Ulun Handa Raksananng rahayu. Urip Waras Dirghayu Dirghayusa. Om Siddhirastu Ya Namah Swaha. Premana Yang Menjelma Menjadi Sang Hyang Urip (Kehidupa. Semoga beliau memberikan berkah kepada keturunan masing-masing, sebagai anugrah dari hamba untuk memperoleh pengetahuan dari-nya. Hamba memohon keselamatan, kesehatan, panjang umur, dan Om semoga tercapai, ya namah dukungan dari para Dewa. Nuur Ida Bhatara Nuur Ida Betara adalah prosesi penyucian, penghormatan dan penyegaran kembali sarana-sarana sakral serta simbol-simbol suci dari pura, yang dipercayai sebagai tempat berstana tuhan yang maha Dalam penelitian ini penulis mendapatkan hasil penelitian berupa mantra yang ada dalam prosesi nuur sebagai berikut. Tabel 2. Mantra dan Simbol-Simbol Spiritual pada Tahapan Nuur Ida Bhatara Jenis Mantra Terjemahan Makna Spiritual Nuntun Sang Hyang Sapta Surya Om Prama Siwa Surya Lingga Ya Namah Om Sada Siwa Surya Lingga Ya Namah Om Siwa Surya Lingga Ya Namah Om Maha Dewa Suraya Lingga Ya Namah Om Mang Iswara Surya Lingga Ya Namah Om Ung Wisnu Surya Lingga Ya Namah Om Ang Brahma Surya Lingga Ya Namah Makna dari mantra ini adalah bentuk penghormatan dan pemujaan kepada kekuatan ilahi yang meliputi penciptaan. Selain itu mantra ini juga memiliki makna untuk menyatukan diri dengan kekuatan universal dan tubuh, pikiran, dan jiwa dengan energi ilahi. Surya Stawa Om Aditya Sya Paramjyoti Rakta Teja Namostute Sweta Pangkaja Madyasta Baskara Ya Namah Stuti Om Pernamya Baskaram Dewam. Sarwa Klesa Winasanam Pramya Adityam Siwartam Bhukti Mukti Warapradam Om hormat Kepada Prama Siwa . anifestasi tertinggi Siw. , yang menyatu dengan Surya (Dewa Matahar. sebagai simbol Lingga Om hormat Kepada Sada Siwa (Siwa yang Abad. , yang menyatu dengan Surya sebagai Simbol Lingga Om hormat kepada Siwa, yang menyatu dengan surya sebagai simbol Lingga Om hormat kepada Mahadewa, yang menyatu dengan Surya sebagai simbol Lingga Om hormat kepada Iswara . , yang menyatu dengan Surya sebagai simbol Lingga Om hormat kepada Wisnu, yang menyatu dengan Surya sebagai simbol Lingga Om hormat kepada Brahma, yang menyatu dengan Surya sebagai simbol Lingga Om Aditya yang merupakan cahaya tertinggi, cahaya merah, salam hormat pada-Mu yang berada di tengah-tengah teratai putih, penghormatan Sang Matahari (Baskar. Om hormat kepada Dewa Matahari (Baskar. , yang menghancurkan segala penderitaan, hormat kepada Aditya, pemberi keselamatan dan kebebasan. ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Makna dari mantra ini adalah untuk menghormati Surya sebagai kekuatan spiritual yang menyembuhkan, dan membebaskan kita dari kegelapan, baik secara fisik maupun spiritual. Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Om Hrang Hring Sah Pramasiwa Aditya Ya Namah Swaha Om Hrang Hring Sah Pramasiwa Aditya ya namah Om Hrang Hring Sah . antra suc. hormat kepada sang Aditya yang merupakan perwujudan tertinggi dari Siwa, swaha . Om langit yang murni dan kosong. Guru dari para uru yang berada ditengah, siwa yang murni dan penuh kekuatan kemenangan dari suara suci AuomAy Om penghormatan kepada esensi Siwa yang melingkup alam semesta Om penghormatan kepada Dewa yang berada di singgasana Padma . , empat aspek dari Padma yang melambangkan tiga dunia . Siwa yang kekal. Siwa yang Agung. Om penghormatan kepada yang bersinar terang, yang meliputi Brahma. Wisnu, dan Siwa, penguasa Agung alam semesta, pernghormatan kepada DewaDewi. Acintya/ Akasa Stawa Om Akasa Nirmala Sunyam. Guru Dewam Wyomantaram Siwa Nirmalam Wiryanam. Reka Ongkara Wijayam Om Akasa Bhiyome Siwa Tatwa Ya Namah Om Padmesana Linggem Dewam Padma Reka Catur Pala Tribhuwana Linggatmanam Siwa Sadha Siwa Pramasiwa Om Nawa Ruci Sang Suktham Brahma. Wisnu. Sangkara Bhupatyam Maheswara Sambhuktem Dewa Dewi Namo Namah Ardenareswari Stawa Om Namo Dewaya Adistanaya. Sarwa Wyapi Sai Si Waya Padmasana Eka Pratistaya. Ardenareswari Ya Namah Swaha Om hormat kepada Dewa yang menguasai kekuatan, yang maha hadir dan sejati sebagai Siwa, yang bersemayam diatas Padmasana . ahta bunga terata. , hormat kepada Ardhanarishvara . erwujudan siwa daan parwati dalam satu tubu. Saraswati Stawa Om Saraswati Namos Tubyam. Warda Kama Rupini. Siddhirastu Karakyami. Siddhirbhawantu Mesadham Om Saraswati hormat kepadaMu, wahai pemberi anugrah yang mewujudkan keinginan, semoga ada kesuksesan dalam segala yang dilakukan, semoga kesuksesan sekalu menyertai. Gana Pati Stawa Om Gana Pati Namostute. Gana Om penghormatan kepada Ganesha, engkau adalah inti ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Makna dari mantra ini adalah bentuk penghormatan dan pemujaan yang mendalam kepada Dewa Siwa, sebagai manifestasi kesadaran tertinggi dan sumber dari segala sesuatu. Mantra ini mengandung makna spiritual yang bertujuan untuk membersihkan, dan menghubungkan diri dari energi ilahi yang melampaui ruang, waktu, dan materi. Makna dari mantra diatas adalah bentuk penghormatan dan penyembahan kepada kekuatan ilahi yang melingkupi seluruh alam semesta dan juga hadir dalam diri kita. Mantra ini juga mengandung makna spiritual berupa pengakuan terhadap sumber kekuatan yang maha ada, dan meliputi Mantra ini merupakan bentuk penghormatan dan penyembahan kepada Dewi Saraswati dengan harapan Sang Dewi memberikan anugrah berupa pencerahan, dan keberhasilan dalam segala usaha yang berkaitan dengan Makna dari mantra ini adalah bentuk Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Tatwa Parayanah Gana Pranata Labhanam Sukha Gana Namo Stuti Om Swasti-Swasti Sarwa Wighna Winasanam. Sarwa Satru Winasaya Sarwa Karya Prasidhantam Namo Karya Prasidhanti dari segala pengetahuan, kepada Ganesha yang memberikan anugrah sebelum segala sesuatu dimulai, penghormatan dan pujian kepada ganesha yang memberi Om semoga kesejateraan, semoga semua rintangan dihancurkan, hancurkanlah semua musuh semoga semua pekerjaan berhasil, penghormatan kepada yang membuat semua pekerjaan Om Dewi Pertiwi yang berwujud sebagai bumi, empat Dewi dengan kekuatan Agung, yang mendukung empat tahapan kehidupan, bumi yang adalah Dewi Agung dari Siwa. Om penghormatan kepada Dewi Pertiwi yang bercahaya. Ibu semesta yang Agung, penghormatan kepada HakikatNya swaha. Pertiwi Stawa Om Pertiwi Sarisam Dewi. Catur Dewi Maha Siddhi Catur Asrama Bhatari. Siwa Bumi Mahaswari Om Pertiwi Prabha Wati Dewi Tatwa Ya Namah Swaha Astra Mantra Om Ung Hrah Prat Astray A Namah Om Atma Tatwatma Sudhamam Swaha Om Ksama Sampurna Ya Namah Swaha Om Sri Pasupati Ya Ung Phat Om hormat kepada Astra (Dewa senjata suc. Om semoga jiwa dan kesucian sejati diriku dipersembahkan dalam kesucian. Om hormat kepada kesempurnaan dan kebijaksanaan Agung, dipersembahkan dengan tulus. Om hormat kepada Sri Pasupati (Dewa Siwa sebagai penguasa ala. dengan kekuatan suci. Sabda Bhatara Om Sryam Nawantu. Purnam Bawantu. Sukham Bawantu Om semoga diberkati dengan kesejateraan, semoga kesempurnaan tercapai, dan semoga kebahagiaan selalu ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi penghormatan dan permohonan kepada Ganesha untuk menghilangkan segala rintangan, membawa keberuntungan, dan memberi kebahagiaan kepada kita. Makna dari mantra diatas adalah mengekspresikan rasa syukur dan terhadap Dewi Pertiwi sebagai sumber kehidupan dan Melalui penyebutan empat Dewi dan empat tahapan kehidupan, mantra ini mencakup semua aspek dari perjalanan hidup Mantra ini memiliki makna yaitu untuk pemurnian, dan pengampunan, serta menghubungkan diri dengan kekuatan ilahi. Mantra ini bertujuan membersihkan jiwa dari energi negatif dan kekotoran batin, sekaligus memohon kekuatan dan berkah dari Dewa Siwa (Pasupat. sebagai penguasa semua makhluk hidup. Makna dari mantra ini adalah untuk membawa pesan dan harapan agar seseorang kepenuhan, dan kebahagiaan dalam Mantra ini juga sebagai sebuah doa atau permohonan agar hidup dipenuhi dengan berkah. Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Apadeku Om Om Ananta Sana Ya Namah Om Om Padmasana Ya Namah Om Om Dewa Pratsistha Ya Namah Om Hrang Hring Sah Prama Siwa Aditya Ya Namah Om hormat kepada Dewa Anantasana (Dewa Siwa dalam wujud berbaring di atas Naga Anant. Om hormat kepada Padmasana . ikap duduk teratai yang melambangkan ketenangan dan Om hormat kepada tempat pemujaan para Dewa . ekuatan dan keberadaan suci Dewa di tempat pemujaa. Om hormat kepada prama Siwa Aditya (Siwa sebagai Dewa Matahari, sumber kekuatan dan cahaya Agun. Utpeti . Om I Ba Sa Ta A. Om Ya Na Ma Si Wa Ya. Om Mang Ung Ang Namah Shtiti . Om Sa Ba Ta A I. Om Na Ma Si Wa Ya Om Ang Gung Mang Namah Ngelinggihang Dewata Kabeh Om Sidhir Astu Sidhir Sidhir Om Awighnam Astu Namo Sidhan Om Ang Ung Mang . Om Sanghyang Widhi Wasa. Ida Bhatara Kabeh. Sane Gumawe Sarwa Sebenarnya ini adalah aksara Om Artinya Sanghyang Widhi. A= Sanghyang Agora. TA= Sanghyang Tatpurusa. SA= Sanghyang Sadyo Jata. BA= Sanghyang Bama Dewa. I=Sanghyang Isana. WA= Sanghyang Sambu. SI=Sanghyang Sangkara. MA=Sanghyang Rudra. NA=Sanghyang Sangkara. YA= Sanghyang Siwa Guru. UNG=Sanghyang Wisnu. ANG=Sanghyang Brahma. MANG= Sanghyang Iswara Sebenarnya ini adalah Aksara Om Artinya Sanghyang Widi. A= Sanghyang Agora. TA= Sanghyang Tatpurusa. SA= Sanghyang Sadyo Jata. BA= Sanghyang Bama Dewa. I=Sanghyang Isana. WA= Sanghyang Sambu. SI=Sanghyang Sangkara. MA=Sanghyang Rudra. NA=Sanghyang Sangkara. YA= Sanghyang Siwa Guru. UNG=Sanghyang Wisnu. ANG=Sanghyang Brahma. MANG= Sanghyang Iswara Om Semoga Berhasil. Berhasil. Berhasil. Om Semoga Tanpa Halangan. Semoga Sempurna. Om Ang Ung Mang (Mantra Mengandung Kehadiran Dewa Dew. Om Tuhan Yang Maha Esa. Para Dewa Yang Agung. Yang ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi kelimpahan, dan Mantra ini memiliki makna yang Melalui setiap elemen mantra, seseorang berusaha menyerap sifat-sifat ilahi seperti ketidak terbatasan (Anant. , kemurnian dan (Padmasan. , penempatan energi suci dalam diri atau ruang tertentu (Pratsisth. , serta perlindungan dan pencerahan dari Siwa sebagai perwujudan kesadaran tertinggi (Prama Siwa Adity. Makna dari mantra ini adalah permohonan untuk mendapatkan berkah, perlindungan, dan kesuksesan dalam segala upaya, serta untuk menghadirkan kekuatan ilahi ke dalam diri dan tempat Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Pramana Ing Jagat Sakala Niskala Ring Pagedongan Hyang. Ring Pratima Hyang. Sang Sakti Sang Hyang Widhi. Kula Pacang Ngelinggihang. Ide Betara Kabeh. Kadi Wimbuh Ring Sasaning Parhtangan. Prasida Merta Prasida Waranugraha Ring Awak. Mengatur Segala Tatanan Alam Nyata Dan Tak Nyata. Yang Bersemayam Di Pelinggih. Pada Pratima Yang Suci. Kekuatan Suci Sang Hyang Widhi. Kami Mohon Menstanakan (Melinggihka. Betara Kabeh. Sebagaimana Layaknya Bersemayam Di Tempat Suci. Semoga Memberi Berkah Kehidupan Dan Anugrah Kepada Kami. Mantra ini bertujuan untuk menghilangkan segala hambatan, penyucian diri dan lingkungan, serta memohon kesejateraan dan anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa dan semua manifestasiNya. Makna spiritual dalam mantra ini mengandung bentuk penghormatan dan penyerahan diri kepada tuhan atau energi ilahi melalui persembahan berbagai elemen alam. Mantra ini mencerminkan kesadaran akan hubungan yang sakral antara manusia dan elemen-elemen alam, serta rasa syukur dan penghormatan kepada kekuatan ilahi yang hadir dalam kehidupan sehari-hari. mantra ini perlindungan dan Mengajak energi positif dari elemen dan Dewa untuk membersihkan dan memberikan kekuatan kepada Ngaturin Toya. Dupa. Kembang. Buah. Biji-Bijian Om Toyam Samar Payami Om Puspam Samar Payami Om Palem Samar Payami Om Ksatam Samar Payami Om Sri Ganda Swari Amertha Njyo Namah Swaha Om Agnir-Agnir Jyotir-Jyotir Om Dupam Dipam Samar Payami Om aku mempersembahkan air. Om aku mempersembahkan Om aku mempersembahkan Om aku mempersembahkan bijibijian. Om aku mempersembahkan wewangian suci dan amertha . ir suc. , salam hormat Om api adalah cahaya, cahaya adalah api Om aku mempersembahkan dupa dan cahaya Ngaturang Banten Om Durgha, wujud lima rumah, kalika sebagai kendaraan, kami persembahkan bentuk Agni . menyala, wujud yang bersifat Rudra. Rudra Stawa Stawa Caru Pesaksi SuryakasaAPerti wiA Terjemahan: MatahariA angkasaA bumiA Durgha Stawa Om Durgha Murti Pace Griwam. Kalike Wahana Widyem Krure Rupem Agni Jwale. Kale Yama Desa Masarirem. Om Rudra Dewa Murti Lokam. Giri Ratna Kwante Warna Agni Sekale Murtince. Yama Desa Masarirem. Om Ang Brahma Agni Pada Rudrem. Agni Surya Tejanem Dumrake Wasikaranem. Sarwa Satru Winasanam. Om Dewa Rudra yang menguasai dunia, yang bersinar seperti pertama gunung, yang menyala dalam semua bentuk, semoga mengusir segala Om dengan kekuatan brahma dan Agni, semoga cahaya Agni dan Surya memberkati kita, menghancurkan semua musuh. Permohonan perlindungan dan pembersihan dari pencarian kedamaian batin dan kesucian jiwa energi Agni dan Surya yang disebut juga Bhuta Stawa Om Bhuta Murti Wibe Ksayanem. Sri Dewi Om bentuk-bentuk makhluk yang ada, semoga Dewi Sarwa Makna yang terdapat dalam mantra ini ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Ariadi. Iroth, & Polii. Kala Stawa Upeti Bhuta Ayaban KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Sarire Dewi Sarwa Jagad Sudhaatmakam. Sarwa Wighna Winasanam Om Kesatria Wijayem Labati. Brahma Dewa Sidhi Yogi Dirgha Yusem Jagad Rayam. Jaya Satru Durgha Citram. Om Krure Raksasa Rupance. Baibatsyam Yo Caya Punah Somye Rupam Awapnoti. Twam Wande Waradem AMum. Om Sweta Mahesore Rupam. Brahma Bang Kale Warna Sya Pite Mahedewa Lale. Wisnu Kresna Warna Kale Sya. Om Siwa Panca Warna Kale. Tumwana Karata Hityam Panca Ma Kala Warna Sya. Om Bhuta Kala Prastistha Ya Namah membawa kesucian dan menghilangkan segala Om para Kesatria yang menang memperoleh berkah, semoga Brahma dan Dewa memberikan kebersihan, panjang umur, dan kemenangan atas musuh. adalah sebagai bentuk penghormatan, dan pujian kepada alam semesta serta unsurunsur alam yang menopang kehidupan. Om dalam wujud Raksasa yang kejam, mengerikan, yang kemudian berubah menjadi wujud yang lembut, aku memujamu yang memberi Om dalam wujud Maheswara yang berwarna putih dalam wujud Brahma berwarna merah, dalam wujud Mahadewa berwarna kuning dan dalam wujud Wisnu berwarna hitam. Om Siwa dalam lima warna, yang merupakan pencipta dari segala hal, memiliki lima warna Om salam hormat kepada perwujudan waktu yang ada dalam Butha Kala Om Tang Ang Ing Sang Bang Umtat Ya Namah Om Gmung Gana Pataya Namah. Om Bang Rajastra Ya Namah Om Phat-Phat. Om Kara Ya Namah. Om Ang Surabala Ya Namah Om Ung Cikrabala Ya Namah. Om Mang Iswara Ya Namah Om Sang Bang Tang Ang Ing Sarwa Bhuta Ya Namah Om Kaki Bhatara Kala. Paduka Bhatari Durgha. Kaki Bhatara Ghana. Sanghyang Panca Muka Aje Nyengkalan Hyang Dewa Bhatara Apan Manusanta Wus Angaturaken Caru Om saya menghormati semua yang ada Om saya menghormati kekuatan yang mengendalikan Om saya menghormati yang membawa kemakmuran Om saya menghormati yang memberikan perlindungan Om saya menghormati yang menegakan kebenaran Om saya menghormati yang memberi kehidupan Om saya menghormati semua Mantra diatas menunjukan bahwa dalam kehidupan kita harus memahami segala sesuatu, baik yang tampak keras maupun lembut, semua adalah bagian dari siklus waktu dan kehendak ilahi. Setiap warna aspek penting dari tuhan dan alam semesta, ini mengajarkan bahwa tuhan hadir dalam berbagai bentuk dan fungsi, tetapi semuanya memiliki tujuan yang harmonis dalam memelihara, dan menghancurkan sesuai dengan siklus Setiap bagian dari mantra mencerminkan pengakuan akan keberadaan dan peraan berbagai aspek kehidupan seperti kesejaterasan, dan Ya Tuhan, yang memiliki kekuatan dan kebijaksanaan, kepadamu kami memohon, kami mengaturkan sesaji ini sebagai ungkapan syukur kami. Semoga kami semua diberi keselamatan dan kebahagiaan. Kami memohon perlindungan untuk ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Mencerminkan perlindungan dan keselamatan dari berbagai ancaman, dengan menyebut nama Dewa dan entitas spiritual, pengucap doa menunjukan rasa Ariadi. Iroth, & Polii. Pejati KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Baye Kalan. Dadi Pwe Kite Pare DewataA Asung Lugraha Manusante Sidhe Sadya Rahayu Selamet Om Buktyantu Durgha Katara. Buktyantu Kala Mewancha. Buktyantu Bhuta Bhutanam. Buktyantu Pisacha Sungghya. Om Durgha Bhoktre Byo Ya Namah. Kala Bhoktra Byo Ya Namah. Bhuta Bhoktre Byo Ya Namah. Pisace Bhoktra Byoya Namah. Om Swastyastu. Om Sidirastu. Mawakti Ngaturang Banten Pejati Om Sarwa Vyapi Wyapaka Nirmala Parama Siwa Ya Namah Swaha Om Sang Hyang Widhi Wasa. Sang Hyang Surya Raditya. Ratu Pasek. Batara Samara Ratih. Natha Baruna Saksi Kawi Panyarikan. Ratu Gede Mecaling. Ratu Ayu Dalem Ped Anepahaken Ida Sane Sami Tityang Ngaturang Banten Pejati Ring Padmasana. Linggih Ida Bhatara Sane Mapadaginng Jagat Dumogi Palua Klesa Papa Lelipi Malaning Gumi Om Santih. Santih. Santih Om manusia, semoga semua selamat dan sejatera. Ya Tuhan, yang menguasai semua, kami memohon perlindungan dari segala ancaman, baik dari makhlik halus maupun energi negatif. hormat dan pengakuan terhadap kekuatan yang lebih tinggi. Om Semoga Selalu Dalam Keadaan Sejatera Om Semoga Berhasil. Saya Mempersembakan Banten Pejati Om Yang Maha Ada. Yang Maha Menyucikan. Yang Maha Suci. Prama Siwa. Saya Menghaturkan Sembah Om Tuhan Yang Maha Esa. Dewa Matagari (Surya Radity. Ratu Pasek Bhatara Samara Ratih. Dewa Air (Natha Barun. Para Saksi. Para Penulis Suci. Ratu Gede Mecaling Ratu Ayu Dalem Ped Hamba Mohon Agar Semua Dewa Hadir Disini Saya Mempersembahkan Banten Pejati Di Padmasana. Tempat Suci Dewa Yang Menjaga Dunia Semoga Dosa Dan Penderitaan Dunia Disucikan Dan Disingkirkan Om Damai. Damai Damai Om. Mantra ini memiliki makna yang permohonan, dan keterhubungan antara manusia dan kekuatan Secara keseluruhan mantra ini dimulai dengan pengharapan atau kesejateraan (Om Swastyast. sebagai salam untuk menyatukan, diikuti dengan niat tulus untuk persembahan (Mawakti Ngaturang Banten Pejat. Sembahyang Bersama Sembahyang bersama adalah salah satu kegiatan wajib yang dilakukan selama upacara Bukan hanya saat upacara melasti saja tetapi sembahyang bersama juga dilakukan disaat upacara upacara lainnya yang ada dalam Hindu. Dalam penelitian ini penulis mendapatkan beberapa mantra yang digunakan saat sembahyang bersama antara lain sebagai berikut. ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Tabel 3. Mantra dan Simbol-Simbol Spiritual pada Tahapan Sembahyang Bersama Jenis Mantra Terjemahan Makna Spiritual Asana Om Prasada Sthiti Sarira Siwa Suci Nirmala Ya Namah Swaha Oh Hyang Widhi dalam wujud Siwa, suci tak ternoda, hormat hamba telah duduk dengan Puraka (Tarik Nafa. Om Ang Namah Kumbaka (Tahan Nafa. : Om Ung Namah Recaka (Keluarkan Nafa. Om Mang Namah Tangan Kanan: Om Sudhaman Swaha Tangan Kiri: Om Ati Sudhamam Swaha Makna dari mantra ini adalah mengajak kita untuk menghubungkan diri dengan energi ilahi Dewa Siwa, yang melambangkan pembersihan. Makna dari mantra ini adalah mengajak kita untuk menghubungkan diri dengan energi ilahi Dewa Siwa, yang Makna Hyang ada dalam mantra ini adalah penghormatan terhadap aspek ilahi yang berhubungan dengan aspek Pranayama Mantra Penyucian Tangan Puja Untuk Dupa Om Ang Dupa Dipastra Ya Namah Oh Hyang Widhi, hamba persembahkan Dupa ini Mantra Penyucian Bunga Om Puspa Danta Ya Namah Oh Hyang Widhi, semoga puspa ini menjadi suci putih bagaikan gigi Tri Sandhya Om Bhur Bhuvah Svah. Tat Savitur Varenyam. Bhargo Devasya Dhimahi. Dyiyo Yo Nah Pracodayat Om Narayana Evedam Sarvam. Yad Bhutan Yac Ca Bgavyam. Niskalanko Niranjano. Nirvikalvo Nirakhyatah. Ya Tuhan, yang menguasai ketiga dunia ini, engkau maha suci dan sumber segala kehidupan, sumber segala Semoga tuhan melimpahkan pada budi nurani kita, penerangan cahaya-Mu yang Maha Suci. Ya Tuhan (Narayan. , hanya engkaulah semuanya ini, baik Oh Hyang Widhi semoga hamba bersih Oh Hyang Widhi semoga hamba menjadi sangat bersih ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Mantra ini memiliki makna permohonan untuk pembersihan dan memurnikan diri dari segala kekotoran, baik fisik maupun mental. Selain itu mantra ini juga memiliki makna untuk mencapai tingkat kemurnian lebih tinggi atau lebih mendalam. Makna dari mantra ini yaitu sebagai penghormatan dan permohonan agar dupa yang dipersembahkan dapat memurnikan lingkungan dan menggali energi ilahi untuk melindungi dan menyucikan jiwa serta tempat upacara tersebut dilakukan Makna dari mantra ini adalah bentuk penghormatan dan permohonan berkat kepada puspa danta, secara harifah puspa danta berarti Augigi bungaAy . uspa= bunga dan danta =gig. , yang bisa melambangkan sesuatu yang halus, indah, dan suci. Mantra ini memiliki makna sebagai pencerahan dan mengajak individu untuk menghubungkan diri dengan alam semesta dan penciptaan, serta meminta petunjuk Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Suddho Deva Eko Narayano Na Dvitiyo Sta Kascit Om Tvam Sivah Tvam Mahadevah. Isvarah Paramesvarah, brahma visnusca rudrasca, purusah parikirtitah. Om papa ham papasambhawah, trahi mam pundarikaksah, sabahya bhyantarah Om Ksamasva Mam Mahadevah. Sarvaprani Hitankarah. Mam Moca Sarva Papebhyah Palayasva Sada Siva. Om Ksantavyah Kayiko Dosah. Kesantavyo Vaciko Mama. Kesantavyo Manaso Dosah. Tat Pramadat Ksamasva Mam. Om Santih. Santih. Santih. Om Sembah Puyung Om Atma Tattvatma Suddha Mam Svaha yang sudah ada maupun yang bakal ada, engkau tak tercela . ak ternod. , murni, abadi, tak terkatakan . ak nyat. Engkau maha suci, maha esa dan tak ada duanya sama sekali. Ya Tuhan, engkaulah yang diberi gelar Siwa. Mahadewa. Iswara, dan Parameswara. Tuhan jugalah yang diberi gelar Brahma. Wisnu, dan Rudra. Engkaulah Purusa. Tuhan yang selalu dipuja. Ya Tuhan, hamba penuh dengan kenestapaan. Perbuatan hamba penuh nestapa, jiwa hamba penuh Dan kelahiran hambapun penuh dengan Selamatkan hamba dari segala kenestapaan dan sucikan lahir batin hamba. Ya tuhan, ampunilah hamba ini oh tuhan penyelamat segala makhluk. Lepaskan hamba dari segala kenestapaan ini. Semoga tuhan menuntun, menyelamatkan dari perlindungan hamba Ya Tuhan, ampunilah segala dosa perbuatan hamba, ampunilah segala dosa dari ucapan hamba, ampunilah segala dosa dari pikiran Dan ampunilah segala kelalaian hamba itu. Semoga damai dihati, damai di dunia, dam damai selalu. Om atma, atmanya kenyataan ini, bersihkanlah hamba. Menyembah Sang Hyang Widhi Sebagai Sanghyang Aditya Om Adityasyaparam Jyoti. Rakta Teja Namo Stute. Sveta Pankaja Madhyastha. Bhaskaraya Namo Stute Om, sinar Surya yang maha hebat, engkau bersinar, hormat kepada-Mu, engkau yang berada di tengah tengah teratai putih, hormat kepadaMu pembuat sinar ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi dalam menjalani hidup. Mengajak individu untuk memahami kesatuan segala sesuatu dalam tuhan dan mengingat-Nya yang murni serta tak Mengkspresikan perlindungan dan bimbingan dari kekuatan ilahi untuk menjaga diri dari berbagai macam pengaruh negatif, mencerminkan sikap rendah hati dan penyesalan atas kesalahan, serta keinginan yang tulus untuk bimbingan menuju kemurniandan Mantra ini memiliki makna spiritual yaitu penggambaran cahaya tertinggi yang bersinar dari Surya, yang merupakan sumber energi dan kehidupan. Dengan menyebut nama Surya, mantra ini meminta kekuatan, dan perlindungan dari Mantra ini memiliki makna sebagai pengingat seseorang dalam usaha mengingat jati diri yang lebih tinggi untuk melepaskan segala kotoran, dan mencapai kesadaran yang lebih Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Menyembah Sang Hyang Widhi Sebagai Istadevata Om Nama Deva Adisthanaya. Sarva Vyapi. Vai Sivaya. Padmasana Ekapratisthaya Ardhanaresvaryai Namo Namah Om, kepada Dewata yang bersemayam pada tempat yang tinggi, kepada Siwa yang sesungguhnya berada dimana-mana, kepada Dewata yang bersemayam, tempat duduk bunga teratai sebagai satuan tempat, ke ada Ardhanareswari hamba Menyembah Sang Hyang Widhi Sebagai Pemberi Anugrah Om Anugraha Manoharam. Devadattanugraka. Arcanam Sarvapujanam. Namah Sarvanugrahaka. Deva Devi Mahasiddhi. Yajnanga Nirmalatmaka. Laksmi Siddhisca. Dirgahayuh Nirvighna Sukha Vrddhisca Om, engkau yang menarik hati pemberi anugrah, anugrah pemberian Dewata, pujaan semua pujaan, hormat padaMu pemberi semua anugrah Sembah Puyung Om Deva Suksema Pramacintya ya Namah Svaha Om hormat kepada Dewata yang tak terpikirkan yang maha tinggi yang gaib Mantra ini memiliki makna yang pengakuan akan kehadiran ilahi, mencerminkan sikap rendah hati dan pengabdian kepada tuhan sebagai entitas yang maha hadir dan menyatukan segalanya. Mantra ini memiliki makna yaitu penerimaan berkah ilahi, mantra ini meminta anugrah dari kekuatan ilahi, seperti Dewa dan Dewi, untuk memberkati seseorang dengan berkah yang indah, perlindungan, dan kemampuan yang luar biasa. Ini permohonan agar semua tindakan atau ibadah yang dilakukan dilindungi dan diberkati oleh kekuatan suci. Ungkapan penghormatan, syukur, dan penyerahan diri kepada ilahi sekaligus pengharmonisan diri dengan kekuatan suci yang menjaga keseimbangan alam Kegiatan Akhir Kehiatan akhir adalah kegiatan dilakukan oleh pemangku . untuk menyudahi atau menyelesaikan proses upacara melasti. Dalam kegiatan ini penulis mendapatkan beberapa mantra yang ada dalam kegiatan ini antara lain sebagai berikut. Tabel 4. Mantra dan Simbol-Simbol Spiritual pada Tahapan Kegiatan Akhir Jenis Mantra Puja pengaksama Om Kesama Swamam Jagatnatha. Sarwa Papa Hirantaram Sarwa Karya Sidham Dehi. Prana Mami Susuraswaram Om Twam Suryas Twam Siwakarah. Twam Rudra Wahni Laksanah. Twam Hi Sarwa Gatakarah. Mama Karya Prajayate Om Ksama Swamam Maha Sakte. Hyaste Iswarah Gunatmakam Terjemahan Makna Spiritual Om Tuhan penguasa alam semesta, menghilangkan semua dosa, berikan keberhasilan untuk semua pekerjaan, aku menghormatimu yang memiliki suara lembut. Om engkau adalah Matahari, engkau adalah Siwa, engkau adalah Rudra, yang memiliki sifat Api, engkau adalah penyebab segala sesuatu, karyaku akan berhasil. Om Tuhan yang Agung, penuh kekuatan, engkaulah Tuhan Mantra ini memiliki makna pengakuan atas kekurangan manusia, bagian yang menyebut Auhina mantram, hina kriyaAy . antra yang tidak sempurna, tindakan yang kurang pengakuan bahwa manusia tidak sempurna, baik dalam Doa. Ritual, maupun ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Nasayet Satatam Papam. Sarwa Aloka Nirmalatmakam Om Hinaksaram Hina Pada. Hina Mantram Tathaiwaca Hina Bhaktim Hina Widhim. Sada Siwa Namo Stute Om Mantram Hinam Kriya Hina. Bhakti Hinam Maheswara Tat Pujitam Mahadewa. Paripurna Tad Astume. Nyineb ida betara Prlina . engembalian Om A Ta Sa Ba I. Wa Si Ma Na Ya. Om Ung Ang Mang Puja dalam hrdaya . Om Sabda Bayu Idep. Sabda Mulih Maring Bayu. Bayu Mulih Maring Idep Om Suksma Suniya Sangkanira. Suksma Paranira. Suniya Lebar Ya Namah Swaha Om Om Ksama Sampurna Ya Namah Swaha Om Om Sarwa Dewa Somya Ya Namah Swaha. dengan sifat-sifat baik, menghapus dosa terus menerus, membersihkan semua dunia. Om meski dengan langkah yang kurang sempurna, mantra yang kurang sempurna, kurangnya pengabdian dan tatacara yang benar, salam hormat selalu kepada Siwa, meskipun mantranya tidak sempurna, dan tindakan yang kurang sempurna, dengan pengabdian yang kurang kepada Maheswara, penyembahan itu tetap kepada Dewa yang Agung, semoga aku menjadi sempurna Puja penyinab/praline . engembalian keasalny. Sebenarnya Ini Adalah Aksara Suci OM Artinya Sanghyang Widi. A= Sanghyang Agora. TA= Sanghyang Tatpurusa. SA= Sanghyang Sadyo Jata. BA= Sanghyang Bama Dewa. I= Sanghyang Isana. WA= Sanghyang Sambu. SI= Sanghyang Sangkara. MA= Sanghyang Rudra. NA= Sanghyang Sangkara. YA= Sanghyang Siwa Guru. UNG= Sanghyang Wisnu. ANG= Sanghyang Brahma. MANG= Sanghyang Iswara Om Kata-kata (Sabd. kembali kepada Angina (Bay. Angina kembali kepada pikiran (Ide. , pikiran kembali kepada katakata (Sabd. Om penghormatan kepada kehampaan yang menjadi asal-muasal, kehampaan telah kembali, penghormatan kepadanya, swaha Om segala sesuatu telah mencapai kesempurnaan, penghormatan kepadanya. Om semua dewa dalam keadaan tenang dan damai, penghormatan kepadanya. Pengakuan ini merupakan bentuk kerendahan hati di hadapan tuhan, mengakui bahwa meskipun usaha manusia sering kali tidak sempurna, rahmat tuhan tetap diharapkan untuk melengkapinya. Mantra ini memiliki makna tentang keselarasan dan penyatuan antara pikiran, ucapan, dan energi kehidupan. Mantra ini mengajarkan bahwa segala sesuatu dalam kehidupan berasal dari kehampaan dan akan kembali kepada Hal ini mencerminkan siklus alam semesta yang terus berputar, dimana segala sesuatu berasal dari satu sumber yang sama dan akan kembali ke asalnya. Simbol-Simbol dalam Upacara Melasti Dalam upacara Melasti, simbol-simbol sakral memegang peranan penting sebagai media spiritual yang merepresentasikan nilai-nilai religius dan filosofi Hindu. Setiap simbol yang digunakan tidak hanya memiliki bentuk fisik, tetapi juga mengandung arti dan makna mendalam yang berkaitan dengan konsep ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 penyucian diri dan alam semesta. Tabel berikut menyajikan enam simbol utama yang digunakan dalam upacara Melasti, beserta arti dan makna spiritual yang terkandung di dalamnya. Tabel 5. Simbol-Simbol Spiritual pada Upacara Melasti Simbol Arti Makna Pratima Pratima berarti patung, gambar, lukisan, atau arca yang di sucikan Jempana Banten Jempana adalah tempat linggih atau stana bhatara- bhatari yang biasanya diusung oleh masyarakat adat desa berkeliling desa pada upacara Banten adalah persembahan yang terdiri dari berbagai bahan seperti bunga, buah, daun, dan makanan. Penghormatan kepada aspek Penggunaan pratima juga menunjukan rasa hormat dan pengabdian kepada tuhan Persembahan yang dianggap memiliki kekuatan untuk pembersihan dan penyucian jiwa seseorang. Umbul-Umbul Senjata Dewa Nawa Sanga Tirtha Amertha Umbul-umbul adalah bendera atau kain panjang yang di tempatkan pada tiang tinggi. Biasanya dihiasi dengan berbagai warna dan motif. Dewa nawa sanga adalah Sembilan dewa penjaga arah mata angina. Masing masing dewa memiliki senjata yang melambangkan keseimbangan alam semesta Tirtha amertha adalah air kehidupan atau air suci Sebagai wujud bhakti dan penghormatan kepada tuhan. Banten adalah bentuk nyata rasa bhakti atau pengabdian kepada tuhan. Sebagai penghubung antara dunia fisik dan spiritual Keseimbangan dan perlindungan alam Setiap senjata mmelambangkan kekuatan spiritual yang menjaga harmoni di Sembilan penjuru mata angina mencerminkan prinsip Tri Hita Karana . eselarasa antara manusia, alam, dan tuha. Sebagai keharmonisan dan Mencerminkan keharmonisan dankeseimbangan antara manusia, alam, dan kekuatan ilahi. PEMBAHASAN Sebagaimana dijelaskan di atas. Mantra Upacara Melasti adat Hindu Bali memiliki makna spiritual yang bertujuan sebagai penghormatan kepada energi tertinggi (Tuha. yang mengendalikan alam semesta . uduk pada asan. ungkapan penghormatan dan permohonan kepada Dewa Siwa untuk memberi anugerah, menjaga tubuh, dan menyucikan jiwa dari segala noda atau kotoran duniawi (Mantram Sarir. berfokus pada pembersihan dan penyerahan diri . ucikan tanga. pengakuan bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah hasil dari kebijaksanaan dan kehendak-Nya . ngkab tudung penghormatan terhadap dupa, yang mengingatkan manusia untuk membersihkan diri dari hal-hal duniawi yang menghalangi perjalanan spiritual . enghidupkan dup. penghormatan terhadap kekuatan, keindahan, dan perlindungan . ucikan bung. dengan menghormati serta menyadari kekuatan dalam diri dan di sekitar kita, kita dapat mencapai pemahaman lebih dalam tentang eksistensi dan meningkatkan koneksi spiritual (Prana Yam. menghormati dan mengenali kekuatan serta energi Ilahi yang ada di dalam dan di luar diri, serta menerima kekuatan suci yang mengalir dalam berbagai aspek kehidupan . mbil kembang, usapkan mulai dari tangan kana. penghormatan terhadap kekuatan yang berada di dalam hati . iusapkan di tangan kir. penghormatan sebagai pernyataan atau niat mengaktifkan potensi dalam diri untuk mengatasi rintangan (Astra Mantr. Mantra tersebut juga mengandung makna memohon perlindungan, penyucian, dan berkah dari Dewa Wisnu serta kekuatan Ilahi dari air suci. permohonan untuk membersihkan diri dari dosa, penyakit, dan penderitaan (Nunas Tirth. memohon agar segala bentuk kebutaan atau ketidaktahuan batin dihilangkan (Banten Byakala/Biyakao. memohon perlindungan, penyembuhan, dan pembebasan dari kesulitan serta energi negatif (Banten Durmanggal. permohonan pembersihan dan perlindungan menyeluruh, baik fisik maupun spiritual (Prayascit. serta permohonan perlindungan dan berkah dari kekuatan Ilahi, mencerminkan keyakinan akan dukungan para dewa (Pengulapa. ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Mantra yang digunakan dalam upacara Nuur Ida Betara juga memiliki makna spiritual, seperti memohon perlindungan, pencerahan, dan berkat, serta menumbuhkan kualitas kebijaksanaan dan kesucian dalam diri (Nuntun Sanghyang Sapta Sury. penghormatan kepada Dewa Surya sebagai kekuatan spiritual yang menerangi, menyembuhkan, dan membebaskan dari kegelapan, baik fisik maupun spiritual (Surya Staw. pemujaan mendalam kepada Dewa Siwa sebagai manifestasi kesadaran tertinggi dan sumber segala sesuatu, dengan tujuan menyucikan dan membersihkan (Akasa Staw. penyembahan kepada kekuatan Ilahi yang melingkupi alam semesta dan hadir dalam diri manusia (Ardenareswari Staw. penghormatan kepada Dewi Saraswati dengan harapan anugerah berupa kebijaksanaan, pencerahan, dan keberhasilan dalam pengetahuan (Saraswati Staw. permohonan kepada Dewa Ganesha agar menghancurkan energi negatif dan hambatan, serta memberkati usaha dengan keberhasilan dan kesejahteraan (Ganapati Staw. serta ekspresi syukur kepada Dewi Pertiwi sebagai sumber kehidupan dan kesuburan (Pertiwi Staw. Mantra lainnya mencakup permohonan perlindungan, pemurnian, dan pengampunan, serta menghubungkan diri dengan kekuatan Ilahi (Astra Mantr. permohonan agar hidup diberkahi dengan kelimpahan dan kebahagiaan (Sabda Bhatar. permohonan perlindungan dan pencerahan dari Dewa Siwa sebagai perwujudan kesadaran tertinggi (Apadek. serta permohonan untuk menghilangkan hambatan dan mencapai kesucian serta kesejahteraan (Ngelinggihang Dewata Kabe. Selain itu, penghormatan dan penyerahan diri kepada Tuhan melalui persembahan dari elemen alam seperti air, dupa, buah, dan biji-bijian (Ngaturang Toya. Dupa. Buah. Biji-bijia. permohonan kepada Dewi Durgha untuk perlindungan dan kekuatan (Durgha Staw. serta permohonan perlindungan dan pembersihan dari rintangan, mencerminkan pencarian kedamaian batin dan pencerahan spiritual melalui energi Agni dan Surya (Rudra Staw. Terdapat pula bentuk pengakuan, penghormatan, dan pemujaan terhadap alam semesta dan unsur-unsur yang menopang kehidupan (Bhuta Kal. pengakuan atas peran berbagai aspek kehidupan seperti perlindungan dan kebenaran (Upeti Bhut. keselamatan dari ancaman (Ayaba. serta hubungan antara manusia dan kekuatan Ilahi (Pejat. Permohonan perlindungan dan bimbingan dari kekuatan Ilahi untuk menjaga diri dari pengaruh negatif merupakan makna spiritual dari mantra Tri Sandhya. permohonan kepada Surya agar diberi kekuatan untuk melindungi dari kegelapan . enyembah Tuhan sebagai Sanghyang Adity. pengakuan dan permohonan kepada Dewa sebagai Istadevata, yang mencerminkan sikap rendah hati dan pengabdian. Mantra ini juga mengandung harapan agar semua tindakan atau ibadah dilindungi dan diberkati oleh kekuatan suci . enyembah Tuhan sebagai pemberi anugera. pengakuan atas kelemahan manusia dan permohonan perlindungan (Puja Pengaksam. serta permohonan kepada Tuhan agar diberi ketenangan dan kesucian hati (Ide. Selain itu, dalam Mantra Melasti terdapat beberapa suara suci seperti OM. YA NAMAH SWAHA. TA. SA. BA. WA. SI. MA. NA. YA. UNG. ANG. MANG. Kata-kata ini merupakan suara spiritual yang muncul di awal, tengah, dan akhir mantra, dan diyakini memiliki kekuatan metafisik dalam proses penyucian dan pemusatan batin. Selain mantra, terdapat pula berbagai simbol dalam upacara Melasti seperti Pratima. Jempana. Banten. Umbul-umbul. Senjata Dewa Nawa Sanga, dan Tirtha Amerta yang masing-masing memiliki makna mendalam. Pratima digunakan sebagai representasi Tuhan, menunjukkan rasa bhakti dan doa umat kepada aspek ketuhanan. Jempana melambangkan sarana spiritual yang dipercaya mampu menyucikan jiwa. Banten merupakan persembahan sebagai wujud bakti. Umbul-umbul berfungsi sebagai penghubung dunia fisik dan spiritual. Senjata Dewa Nawa Sanga, milik sembilan dewa penjaga arah mata angin, mencerminkan perlindungan, pembebasan dari ego, dan keseimbangan kosmik. Upacara Melasti adalah ritual penyucian diri dan alam semesta (Bhuana Agung dan Bhuana Ali. Dalam pelaksanaannya, mantra dibacakan dengan nada panjang dan diiringi oleh bunyi genta atau bajra yang dimainkan oleh pemangku . Secara keseluruhan, makna spiritual dari mantra dan simbol dalam upacara Melasti adalah bentuk penghormatan dan permohonan kepada Tuhan agar diberikan perlindungan dan pembersihan terhadap kekotoran diri dan alam semesta. Dari hasil pembahasan yang telah disampaikan, penelitian ini memiliki beberapa kesamaan dengan penelitian terdahulu, terutama dalam hal topik utama yaitu ritual penyucian dalam agama Hindu. Keduanya menggunakan pendekatan budaya dan keagamaan . ntropologi agama atau studi keagamaa. untuk memahami makna upacara Melasti. Namun, penelitian ini juga memiliki perbedaan karena lebih berfokus pada makna spiritual mantra dan simbol dalam upacara, bukan hanya makna ritual secara umum. Selain itu, objek penelitian ini lebih terfokus pada analisis mantra dan simbol, berbeda dari penelitian terdahulu yang membahas keseluruhan proses ritual. ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 Implikasi dalam Pendidikan Karakter Pembelajaran sastra merupakan bagian dari pembelajaran bahasa Indonesia. Mantra juga termasuk karya sastra lisan yang dapat dikategorikan sebagai puisi lama yang sarat nilai spiritual. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji makna spiritual mantra dan simbol dalam upacara Melasti. Kajian ini relevan dengan penguatan pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka, khususnya dalam nilai religius, kearifan lokal, dan budaya. Penelitian ini diharapkan memperkaya pemahaman siswa terhadap makna spiritual budaya lokal, khususnya siswa yang tinggal di wilayah dengan tradisi Hindu Bali yang kuat. Kajian ini juga dapat membantu siswa mengembangkan sikap toleransi dan menghormati keragaman budaya serta agama di Indonesia. Hal ini sejalan dengan gagasan Ratna Megawangi dalam Suyatno . , yang menyebutkan sembilan karakter mulia: . cinta Tuhan dan kebenaran, . tanggung jawab, disiplin, dan mandiri, . amanah, . hormat dan santun, . kasih sayang, kepedulian, dan kerja sama, . percaya diri, kreatif, dan pantang menyerah, . keadilan dan kepemimpinan, . baik dan rendah hati, dan . toleransi dan cinta damai. Pernyataan ini diperkuat oleh Kemendiknas . , yang menyatakan bahwa pendidikan karakter adalah sistem penanaman nilai kepada peserta didik, mencakup pengetahuan, kesadaran, dan tindakan untuk menjalankan nilai-nilai terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama, lingkungan, dan bangsa. Nilai-nilai tersebut meliputi religiusitas, kejujuran, kecerdasan, tanggung jawab, demokrasi, kepedulian, nasionalisme, kepatuhan terhadap norma sosial, penghargaan terhadap keberagaman, serta berpikir kritis, logis, inovatif, dan mandiri. Limitasi Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, seperti kendala akses ke bagian sakral dari upacara Melasti yang tidak dapat didokumentasikan secara terbuka. Selain itu, keterbatasan lainnya adalah fokus penelitian yang sempit dan hanya mengkaji satu lokasi, sehingga hasilnya tidak dapat digeneralisasikan ke pura lain. Interpretasi makna spiritual juga bersifat subjektif, tergantung pada pandangan peneliti dan informan. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan agar penelitian selanjutnya memperluas lokasi penelitian ke beberapa pura, serta melibatkan lebih banyak sumber seperti umat Hindu, ahli agama, dan kajian pustaka dari lontar atau sastra Hindu. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa mantra dan simbol dalam upacara Melasti adat Hindu Bali memiliki makna spiritual yang mendalam. Upacara Melasti merupakan ritual penyucian diri dan benda-benda sakral yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Nyepi, dengan tujuan membersihkan kekotoran lahir dan batin melalui penggunaan air suci (Tirtha Amert. yang melambangkan sumber kehidupan dan penyucian spiritual. Mantra yang digunakan dalam upacara ini berfungsi sebagai doa untuk penyucian, perlindungan, dan permohonan berkah kepada Tuhan, dengan inti tujuan membebaskan diri dari pengaruh negatif serta menyelaraskan diri dengan kekuatan suci alam Simbol-simbol seperti air melambangkan kesucian dan kehidupan, banten . merupakan persembahan kepada para dewa dan leluhur untuk memohon berkah, sedangkan pratima dan arca mencerminkan kehadiran Tuhan dalam wujud yang dihormati. Melalui mantra dan simbol tersebut, upacara Melasti mengajarkan pentingnya keseimbangan hidup, penghormatan kepada Tuhan dan leluhur, serta menjaga keharmonisan dengan alam. Makna spiritual yang terkandung dalam mantra dan simbol ini juga memiliki implikasi dalam pendidikan karakter, khususnya dalam membentuk sikap religius, tanggung jawab, rasa hormat, dan kepedulian siswa. Selain memperkuat keimanan, pemahaman terhadap nilai-nilai spiritual dan budaya dalam upacara Melasti juga dapat memperkaya wawasan siswa mengenai tradisi masyarakat Hindu Bali sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara. UCAPAN TERIMA KASIH Diucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam proses penyusunan tulisan ini baik secara langsung maupun tidak langsung. KONFLIK KEPENTINGAN Pada penelitian ini peneliti menyatakan bahwa peneliti tidak memiliki konflik dengan pihak-pihak lain yang bersifat merugikan baik secara finansial atau non finansial. ISSN (Onlin. : 2797-9970 - ISSN (Ceta. : 2337-3504 Laman Jurnal: https://ejurnal. id/index. php/kompetensi Ariadi. Iroth, & Polii. KOMPETENSI: Jurnal Bahasa dan Seni Vol. No. Maret 2025 REFERENSI