PENGARUH BEBAN KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN PADA CV ASANKA WIJAYA Monika Saputra. Samsul Akmal. Rahmat Al hidayat. Fakultas Manajemen,Univeritas Terbuka Study Program of Administration Business Department of Administration Business. STIA Bengulu Email: . yynrahmad@gmail. ARTICLE HISTORY Received . Mei 2. Revised . Juni 2. Accepted . Juli 2. KEYWORDS culture,employeeloyalty. CV Asanka Wijaya This is an open access article under the CCAe BY-SA license ABSTRAK Dalam penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Beban Kerja serta Budaya Organisasi terhadap Loyalitas Karyawan pada CV Asanka Wijaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kausal, dan merupakan peneltian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik nonrandom sampling dengan teknik purposive sampling, untuk memilih sebagian karyawan sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang dengan menggunakan skala Likert, dengan teknik analisis regresi serta deskriptif. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji t . egresi linier sederhan. , dengan sebelumnya melakukan uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik sebagai uji pendahuluan, memakai Aplikasi IBM SPSS 23. 0Ao Penelitian ini mengindikasikan bahwa beban kerja memiliki pengaruh negatif secara parsial terhadap loyalitas karyawan Besar pengaruh dari variabel ini adalah sebsar 0. 5017, atau sebesar 50. dan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas karyawan sebsar 0. 362, atau sebesar 36,2%. ABSTRACT In this study, the researcher aimed to investigate the effect of workload and organizational culture on employee loyalty at CV Asanka Wijaya. This is a descriptive-causal study and a quantitative research. The survey method was used with non-random sampling technique, specifically purposive sampling, to select a sample of employees. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using regression analysis and descriptive statistics. The statistical analysis conducted in this study was a simple linear regression, preceded by tests for validity, reliability, and classical assumptions as preliminary This study indicates that workload has a partial negative effect on employee loyalty. The effect of this variable is 0. 501, or 50. and that organizational culture has a positive influence on employee loyalty by 362, or by 36. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Di era modern yang terus berkembang. Manajemen Sumber Daya Manusia dihadapkan pada tantangan untuk membangun kesetiaan karyawan sebagai modal utama dalam perusahaan. Memiliki karyawan yang baik dan mampu bertahan di tengah godaan dari perusahaan lain yang beragam merupakan komponen penting. Oleh karena itu, perusahaan perlu berusaha mendorong dan mengembangkan loyalitas karyawan. Manfaat yang banyak dapat diperoleh ketika memiliki karyawan yang setia. berdasarkan Heryati . , mudah dalam mencapai tujuan sebuah organisasi yang sudah dibuat jika perusahaan memiliki karyawan dengan loyalitas tinggi. Berdasarkan Mahayuni & Dewi . , penting bagi perusahaan memiliki karyawan loyal karena menunjukkan pengabdian karyawan terhadap organisasi, tidak tergantung pada kondisi perusahaan. Karyawan yang loyal memiliki motivasi tinggi untuk bekerja danmeningkatkan kemampuan mereka di tempat kerja. JURNAL Administrasi Bisnis Nusantara. Vol. 3 No. 2 Juli 2024 page: 139Ae . 139 e-ISSN : 2828-1136 Mereka juga cenderung terlibat lebih dalam dalam pekerjaan dan memberikan kontribusi yang lebih besar pada perusahaan (Mangkunagara, 2017. Rivai,2. Karyawan yang setia memiliki pengalaman dan keterampilan yang lebih banyak dalam pekerjaan mereka, memungkinkan mereka memberikan saran berharga untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan perusahaan. Oleh karena itu, anggota tim yang loyal juga cenderung memberikan layanan yang baik kepada pelanggan, sehingga perusahaan dapat mempertahankan kepercayaan dan kesetiaan pelanggan karena kepuasan mereka terpenuhi. Dalam perspektif yang berbeda, perusahaan yang menghadapi masalah loyalitas karyawan akan menghadapi biaya yang signifikan karena harus terus melakukan perekrutan untuk mengisi kekosongan posisi. Selain itu, perusahaan juga menjadi tidak efisien karena jumlah karyawan yang ada tidak sesuai kebutuhan perusahaan. Karyawan yang tidak setia juga sering kali didasari oleh ketidakpuasan mereka, yang berdampak pada penurunan kualitas kerja dan pengalaman yang tidak memuaskan bagi pelanggan yang menggunakan layanan perusahaan tersebut. Bahkan, dalam beberapa kasus, perusahaan dapat menghadapi sabotase dari karyawan yang merasa tidak puas (Mangkunegara. Rivai, 2. Beban kerja merupakan aspek penting dalam aktivitas kerja yang sangat krusial. Siswanto dalam Ellyzar & Yunus . menjelaskan beban kerja adalah teknik manajemen yang digunakan untuk menentukan seberapa besar jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh kelompok atau individual dengan kurun waktu. Bertujuan mengevaluasi efisien serta efektivitas kerja divisi organisasi Beban kerja yang terlalu besar dapat meningkatkan keinginan karyawan untuk meninggalkan perusahaan karena dapat menyebabkan stres, kelelahan, dan burn-out. Beban kerja yang terus meningkat dapat membuat karyawan merasa terbebani dan kesulitan dalam menyeimbangkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Hal ini dapat mengurangi minat dan motivasi karyawan dalam pekerjaan mereka, yang pada akhirnya mendorong mereka untuk mencari peluang kerja di perusahaan lain. Selain itu, jika karyawan merasa tidak dihargai atau kurang mendapatkan dukungan yang memadai dari manajemen, beban kerja yang berlebihan juga dapat menjadi faktor tambahan yang mendorong mereka untuk meninggalkan perusahaan. Karyawan yang merasa terbebani dan lelah dapat merasa bahwa perusahaan tidak menghargai mereka dan tidak memenuhi kebutuhan mereka dengan baik. Akibatnya, mereka mungkin mencari kesempatan kerja di di tempat lain yang memberikan peluang lebih baik dengankebutuhan mereka. Sehingga, perusahaan patut memperhatikan besarnya beban kerja diberikan dan memberikan dukungan yang memadai guna memastikan bahwa karyawan merasa dihargai, diperhatikan, dan tetap setia serta produktif di Kemudian, penting juga mempertimbangkan beban kerja guna menjaga loyalitas karyawan tetap terjaga di lingkungan perusahaan. Perusahaan harus memperhatikan kapasitas beban kerja yang diberikan kepada karyawan agar tetap optimal, serta memastikan bahwa aktivitas dapat dikelola dengan baik. Salah satu perusahaan yang sedang menghadapi tantangan loyalitas karyawan adalah CV Asanka Wijaya. CV Asanka Wijaya adalah perusahaan yang didirikan di tahun 2018 perusahaan manufaktur kosmetika dan kesehatan. Produk utama yang dimiliki oleh CV Asanka Wijaya adalah hand sanitizer dan alcohol gel, yang sangat dibutuhkan terutama di masa pandemi. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh CV Asanka Wijaya adalah tingginya jumlah karyawan yang keluar. Beberapa karyawan bahkan bekerja kurang dari 3 tahun, dan tidak sedikit dari mereka memilih untuk mengundurkan diri dan membuka usaha sendiri. Berdasarkan informasi dari Departemen Sumber Daya Manusia (SDM) CV Asanka Wijaya, terdapat cukup banyak karyawan yang meninggalkan perusahaan tersebut. Tabel 1: Jumlah Turnover Karyawn Sumber: HRD CV. Asanka Wijaya Karena itu, untuk dapat mengisi kekurangan jumlah karyawan. CV Asanka Wijaya harus terus menerus melakukan rekrutmen rutin. Bukan hanya itu, efek turn-over yang diterima oleh perusahaan dapat mengurangi efektifitas dalam bekerja, tidak hanya itu perusahaan tidak mudah untuk mecari pengganti untuk bagian yang kosong. Dalam perekrutan setiap perushaan sangat mempertimbangkan soft skill, hard skill, dan knowlage, itu mengapa banyak orang yang sulit. Mendapat kerja karena perusahaan menilai tidak semua kandidat memenuhi apa yang diinginkan oleh persuhaan. Loyalitas kerja pada sebuah perusahaan umumnya sulit di dapat. Memiliki karyawan yang berjiwa loyal tinggi mau bekerja dalam jangka waktu yang panjang dan setia kepada perusahaan sangat susah di dapat, karena itu setiap perusahaan wajib berinisiatif untuk menciptakan suasana kerja seperti yang diharapkan karyawan yaitu sehat dan mendukung. Dari penelitian terdahulu, seperti penelitian Febriana dan Kustini . , diketahui beban kerja mempunyai dampak negatif yang signifikan terhadap loyalitas karyawan. Hal ini karena oleh terlalu tingginya tujuan kerja, dimana karyawan harus terpaksa lembur kerja, juga batasan deadline yang terbatasdalam membereskan tugas. 140 | Monika Saputra. Samsul Akmal. Rahmat Al hidayat. Pengaruh Beban Kerja Dan Budaya Organisasi Terhadap Loyalitas Karyawan Pada Cv Asanka Wijaya. Dengan kata lain, target beban kerja yang ditetapkan oleh PT. Berlian Multi Sejahtera melebihi kemampuan pekerja, sehingga mereka sadar tidak mampu untuk mencapai misi perusahaan, pada akhirnya berpengaruh kepada loyalitas karyawan. Selain itu, hasil penelitian oleh Heryati . juga menunjukkan ternyata beban kerja yang substansial berdampak terhadap kinerja karyawan secara keseluruhan serta beberapa komponen yang disebutkan sebelumnya. Selain memperhatikan beban kerja, peneliti juga tertarik untuk melihat pengaruh budaya perusahaan. Budaya organisasi didalam perusahaan mempunyai pengaruh operasional dan karakter Sifat-sifat dan perilaku terhadap perusahaan tercermin dalam budaya perusahaan, dan memiliki budaya yang baik dan kuat dapat mencerminkan perusahaan memiliki nilai loyalitas karyawan yang baik dan tujuan perusahaan yang jelas (Gunawan, 2. PenelitianRose V . juga menemukan sebetulnya Budaya Organisasi secara langsung berpengaruh dengan Loyalitas Karyawan, dengan menggunakan sampel sebanyak 35 karyawandari UKM Oyisam Clothing LANDASAN TEORI Robbins . mengatakan bahwa masalah persepsi antara positif dan negatifnya beban Persepsi ini dijabarkan suatu proses di mana individual mengorganisasi dan mmemahami tanda dari inderanya untuk memberikan makna kepada lingkungan sekitarnya. Schultz dan Schultz . mengemukakan Beban Kerja adalah " Work overload is too much to perform in the time available or work that is too difficult for the employee to perform," sehingga dimana Beban Kerja yaitu ketika pekerjaan harus dilakukan terlalu banyak untuk kesediaan waktu atau karyawan susah Dalam hal ini, indikator-indikator beban kerja yang disebutkan oleh Putra dalam Rolos et al. yaitu sebagai berikut: . keadaan pekerjaan, . target yang harus dicapai, serta . penggunaan waktu. Budaya organisasi sebagian besar dicerminkan yaitu adanya sikap dan pengabdian terhadap perusahaan dan lainnya budaya organisasi yang kuat dan tinggi ditunjukan dengan misi perusahaan yang tegas serta tinggi pula tahap loyalitasnya. Menegaskan penelitian terdahulu menyebutkan sebetulnya memiliki pengaruh signifikan antara budaya organisasi dan Loyalitas Karyawan (Gunawan, 2. Berdasarkan Witari&Heryenzus . ada beberapa parameter mengenai Loyalitas Karyawan yaitu: . Didalam organisasi sanggup bertahan. Demi kepentingan bersama bersediah berkorban. Memiliki kesediaan untuk bekerja lembur demi menyelesaikan pekerjaan. Memperkenalkan/menawarkan perusahaan di masyarakat umum serta pelanggan. bersediah beker jasama serta membantu kerja antara sesama. Pengaruh Beban Kerja dan Loyalitas Karyawan. Menurut Kirmeyer & Dougherty (Ronald E. Regiao, 2. , kinerja pegawai dan kepuasan kerja akan berdampak pada loyalitas karyawanjika beban kerja yang dibarikan berlebihan. H1: danya pengaruh beban kerja dengan Loyalitas Karyawan Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Loyalitas Karyawan Budaya Organisasi paling diharuskan di suatu perusahaan sebagai cara menghubungkan atau menyatuhkan pemikiran agar loyalitas karyawan tumbuh dan memudahkan tercapainya tujuan perusahaan, sehingga jika budaya organisasi dalam perusahaan dapat dijalankan dengan baik oleh setiap anggota perusahaan, maka tentu loyalitas karyawan dapat terwujud kuat didalam masingAa masing pribadi anggota adapun selanjutnya bakal menjadi indikator penentu tujuan perusahaan tergapai (Rose V, 2. Diharapkan, budaya organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas karyawan, dimana poositif berpengaruh antara budaya organisasi dengan loyalitas karyawan. Sehingga jika budaya organisasi semakin baik akan berdampak terbentuknya loyalitas karyawan, begitu juga sebaliknya. H2: adanya pengaruh antara budaya organisasi dengan loyalitas karyawan Beban Kerja h1 Loyalitas Karyawan Budaya. Organisasi Hipoteisis Penelitian: H1: adanya pengaruh beban kerja dengan loyalitas karyawan H2: adanya pengaruh antarabudaya organisasi dengan loyalitas karyawan. METODE PENELITIAN Metode Analisis Penelitian ini tergolong dalam kategori penelitian deskriptif kausal yang bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara beban kerja dan loyalitas karyawan di CV Asanka Wijaya serta untuk mengidentifikasi sebab-akibat dari hubungan tersebut. Memakai Aplikasi IBM SPSS 23. 0Ao sebagai alat hitung serta metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, di mana data yang terkumpul berupa angka yang kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik (Sugiyono. JURNAL Administrasi Bisnis Nusantara. Vol. 3 No. 2 Juli 2024 page: 139Ae . 141 e-ISSN : 2828-1136 Survei digunakan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden terlebih dahulu sebagai teknik pemungutan data. Populasi di penelitian berikut melibatkan sepenuhnya karyawan CV Asanka Wijaya yang memiliki karakteristik yang relevan dengan variabel yang diteliti (Sugiyono, 2. Sampel merupakan bagian dari populasi yang dianggap mewakili atau mencerminkan karakteristik populasi yang diteliti (Sugiyono, 2. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik nonpurposive sampling, dengan pertimbangan tertentu menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang dipakai dalam penelitian ini terdiri dari sekelompok karyawan yang dipilih berdasarkan kriteria atau ciri tertentu. - Laki-laki dan perempuan berumur 18 tahun ke atas - Telah bekerja minimal 1 tahun di CV Asanka Wijaya - Telah diangkat menjadi karyawan tetap Pengambilan data kuisioner pada kajian ini dikumpul yang sebelumnya dibagikan pada karyawan CV Asanka Wijaya. Kuesioner dirancang dengan menggunakan skala Likert dan mencakup pertanyaan-pertanyaan tentang beban kerja, budaya organisasi dan loyalitas karyawan. Dan berikut ini adalah rancangan kusioner yang telah dibuat : Tabel Desain Kuisioner yang disebar VariabelPernyataan Beban-Kerja Pekerjaan yang saya lakukan mewajibkan fisik kinerja Mewajibkan kinerja mental terhadap pekerjaan yang saya lakukan Sering merasakan kelelahan sewaktu bekerja Sering merasa tidak dapat tidur saat selesai bekerja Sering merasa badan gampang terasa sakit/pegal Merasa pusing dan sakit pada saat di situasi kawatir Merasa pekerjaan saya sangat menguras energi Sering kali merasa tidak dapat beraktivitas setelah bekerja Budaya-Organisasi Lingkungan dimana saya bekerja terlihat akrab Tempat saya bekerja lingkungannya mendukung Lingkungan kerja saya Dimana lingkungan kerja memberikan saya kesemptan untuk belajar Lingkungan kerja saya menyenangkan dan bersahabat Tempat saya bekerja suasananya nyaman Loyalitas-karyawan Saya setia kepada perusahaan saya Tidak pernah terpikir untuk pindah dari perusahaan ini Saya tidak pernah terpikir untuk berganti pekerjaan baru Saya mendapat kepuasan dari pekerjaan yang saya jalani Saya mendapat arti/makna dari pekerjaan saya Data hasil dari pengisian kuisioner dikelolah dengan memakai teknik analisis regresi demi menentukan hubungan antara beban kerja dan loyalitas karyawan pada CV Asanka Wijaya. Selain itu, data juga dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik beban kerja dan loyalitas karyawan pada CV Asanka Wijaya, hasil analisis data akan diinterpretasikan dan dijelaskan dalam bentuk laporan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Di penelitian ini sudah menyebarkan kuisioner kepada seluruh responden yaitu karyawan 41 orang di CV Asanka Wijaya, yang sebelumnya peneliti hanya berhasil mengumpulkan 35 kuisioner sementara 6 kusioner tidak lengkap dikarenakan penyebaran kuisoner terkendala namun peneliti berhasil mengumpulkan 6 kuisioner tersebut melalui link google form. Jadi total data yang dapat diolah adalah 41 responden. Analisis Demografis Responden Jenis_kelamin. FrequencyAo PercentAo Valid PercentAo Valid. Pria. Wanita. Total. CumulativeAo Percent Mayoritas Responden karyawan CV. Asanka Wijaya yang diteliti memiliki jenis kelaminpria. Frequency UsiaAo AoPercent <25 tahun 25-35tahun 35-45tahun >45 tahun AoValid Percent AoCumulative Percent ValidAo Mayoritas Responden karyawan CV. Asanka Wijaya yang diteliti memiliki usia 25-35 tahun. 142 | Monika Saputra. Samsul Akmal. Rahmat Al hidayat. Pengaruh Beban Kerja Dan Budaya Organisasi Terhadap Loyalitas Karyawan Pada Cv Asanka Wijaya. Lama Kerja Frequency Valid Percent Valid Percent 0-1 tahun 2-3 tahun 4-5 tahun Cumulative Percent Mayoritas Responden karyawan CV. Asanka Wijaya yang diteliti memiliki lama kerja 4-5tahun Divisi Frequency Valid Percent Valid Percent Marketing Administrasi HR & GA Keuangan dan Akuntansi Produksi Cumulative Percent Mayoritas Responden karyawan CV. Asanka Wijaya yang diteliti memiliki divisi Produksi dan Keuangan dan Akuntansi. Administrasi Uji Validitas Kriteria validitas dapat ditentukan dengan melihat nilai Pearson correlation dan Sig. - taile. Jika r hitung > r tabel dan Sig < 0. 05, maka butir dari variabel tersebut valid. Jika r hitung < r tabel dan Sig < 0. 05, maka butir dari variabel tersebut tidak valid. Variabel Beban Kerja Budaya Organisasi Loyalitas Karyawan No item X1 _ 01 X1 _ 02 X1 - 03 X1 _ 04 X1 _ 05 X1 _ 06 X1 _ 07 X1 _ 08 X2 _ 01 X2 _ 02 X2 _ 03 X2 _ 04 X2 _ 05 X2 _ 06 Y _ 01 Y _ 02 Y _ 03 Y _ 04 Y _ 05 Nilai korelasi Item valid Item valid. Item valid. Item valid. Item valid. Item valid. Item valid. Item valid. Item valid. Item valid. Item valid. Item valid. Item valid. Item valid. Item valid. Item valid. Item valid. Item valid. Item valid. Daftar di atas, diketahui nilai validitas telah melebihi 0. Dengan demikian, item-item yang diteliti telah memiliki validitas yang baik Uji Reliabilitas. Uji reliabilitas dikerjakan dengan menggunakan Cronbach Alpha. Koefisien Cronbach Alpha yang > 0,600 menunjukkan kehandalan . ika dilaksanakan pengkajian ulang antara waktu format yang beda bakal mendapatkan kesimpulan tetap sam. apabila koefisien Cronbach Alpha yang < 0,600 menggambarkan kurang handalnya instrument JURNAL Administrasi Bisnis Nusantara. Vol. 3 No. 2 Juli 2024 page: 139Ae . 143 e-ISSN : 2828-1136 Variabel. Alpha Cronbach Beban Kerja Budaya Organisasi Loyalitas Karyawan Dengan demikian, didapat bahwa item-item yang diteliti sudah mempunyai reliabilitas yang baik, karena memiliki nilai diatas 0. Uji Normalitas. Pengujian melalui uji normalitas dengan tes One sample Kolmogorov Smirnov dan analisisgrafik normal probability plot One-Sample Kolmogorov-Smirnov TestAo Unstandardized ResidualAo NAo Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Ao Test distribution is Normal. Calculated from data. Mean. Std. Deviation. Absolute. Positive. Negative. Lenovo 35 2023-06-26 22:43:04 0E-7. -------------------------------------------2. 09805904 harusnya n=41 bukan 35 Berdasarkan tabel di atas, didapatkan untuk nilai signifkansi sebesar 0. 609, dengan demikian, data yang diteliti memiliki distribusi normal. Lenovo 2023-06-26 22:43:46 -------------------------------------------ini masih berjumlah 35, harusnya 41 Untuk uji normalitas dengan menggunakan p-p plot, didapat data tersebar di sekitar garis diagonal, yang berarti bahwa datayang diteliti memiliki kecenderungan normal. 144 | Monika Saputra. Samsul Akmal. Rahmat Al hidayat. Pengaruh Beban Kerja Dan Budaya Organisasi Terhadap Loyalitas Karyawan Pada Cv Asanka Wijaya. Uji Multikolinieritas. Uji Multikolinieritas berguna untuk menguji model regresi apakah ditemukan memiliki korelasi antar variabel bebas . ariabel independe. Tolerance value < 0,10 atau VIF > 10 : terjadi multikolenearitas. Tolerance value > 0,10 atau VIF < 10 : tidak terjadi multikolenearitas Model. Unstandardized Standardized Coefficients. Coefficients. Std. ErrorAo 1Ao (Constan. Beban Kerja Budaya. Organisasi Collinearity Sig. Statistics. Beta. Tolerance. VIF. Dependent Variable: Loyalitas Konsumen Untuk variabel beban Kerja, didapat nilai VIF sebesar 2. 191, dan untuk variabel udaya Organisasi, didapat VIF sebesar 2. dengan demikian. VIF < 10 yang berarti tidak terjadi multikolenearitas. Uji Heteroskedastisitas. Pengujian menggunakan Scatter Plot dan Uji Glejser untuk meregresi nilai absolut residual terhadap variabel independen dengan menggunakan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut: Jika nilai Sig variabel independen < 0,05 terjadi Heteroskedastisitas C Jika nilai Sig variabel independen > 0,05 tidak terjadi Heteroskedastisitas C Model Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Sig. Coefficients (Constan. Std. Error 171E-016 Beban Kerja Budaya Organisasi Beta Dependent Variable : Un-standaardized Residual Tabel di atas ini, didapat nilai Sig variabel independen > 0,05 yang berarti tidak terjadi Heteroskedastisitas JURNAL Administrasi Bisnis Nusantara. Vol. 3 No. 2 Juli 2024 page: 139Ae . 145 e-ISSN : 2828-1136 Uji t (Uji Parsia. Digunakan untuk melihat signifikansi antara pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara individual dan menganggap dependen yang lain konstan (Ghozali, 2011: . Bentuk pengujiannya sebagai berikut : H0 : Tidak terdapat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. H1 : Terdapat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Apabila nilai t hitung > t tabel maka variabel independen secara individual mempengaruhi variabel independen, sebaliknya jika nilai t hitung < t tabel maka variabel independen secara individual tidak mempengaruhi variabel dependen. T hitung > t tabel berarti H0 ditolak dan H1diterima. t hitung< t tabel berarti H0 diterima dan H1ditolak. Uji t juga bisa dilihat pada tingkat signifikansinya : Jika tingkat signifikansi < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jika tingkat signifikansi > 0,05, maka H0 diterima dan H1 ditolak Model Standardized Unstandardized Coefficients Sig. Coefficients Std. Error (Constan. Beban Kerja Budaya Organisasi Beta Dependent Variable : Loyalitas Konsumen Untuk uji hipotesis 1, didapat nilai sig sebesar 0. dengan demikian, sig < 0. Dengan demikian. H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat pengaruh antara Beban Kerja terhadap Loyalitas konsumen. Didapat pengaruh memiliki koefisien negatif, yang berarti peningkatan beban kerja akan mengurangi loyalitas konsumen pada karyawan CV Asanka Wijaya. Besar pengaruh dari variabel ini adalah sebsar 0. 501, atau sebesar 50. Untuk uji hipotesis 2, didapat nilai sig sebesar 0. dengan demikian, sig < 0. Dengan demikian. H0 ditolak dan H2 diterima, yang berarti terdapat pengaruh antara budaya organisasi terhadap Loyalitas konsumen. Didapat memiliki koefisien positif, yang berarti peningkatan budaya organisasi akan meningktkan juga loyalitas konsumen pada karyawan CV Asanka Wijaya. Besar pengaruh dari variabel ini adalah sebsar 0. 362, atau sebesar 36. Lenovo Penelitian ini mengindikasikan beban kerja secara persial memiliki pengaruh 2023-06-26 22:49:08 -------------------------------------------loyalitas kariyawan di CV Asanka Wijaya. Dapat disimpulkan bahwa jika tingkat beban kerja tinggi yang loyalitas konsumen mana ini ? diberikan kepada karyawan, loyalitas mereka terhadap perusahaan cenderung menurun. penelitian Beban ini tidakKerja menyebutkan loyalitas terlalu berat akan membuat stres, kelelahan, dan penurunan kualitas kehidupan kerja karyawan. Akibatnya, dalam jangka panjang, hal ini dapat mengurangi motivasi dan rasa keterikatan karyawan kepada perusahaan dikemudian harinya Penelitian ini menggambarkan sebetulnya Budaya Organisasi memiliki pengaruh positif untuk Loyalitas Karyawan di CV Asanka Wijaya. Temuan ini menunjukkan bahwa karyawan yang mengalami Lenovo 2023-06-26 22:50:50 budaya organisasi yang positif dan mendukung cenderung mempunyai kapasitas juga tinggi -------------------------------------------kepada perusahaan. Budaya organisasi yang kuat juga dapat mencakup nilai-nilai seperti kepercayaan, sig 0,15 > 0,05, berarti H0 diterima. saling menghormati, keadilan, transparansi, dan partisipasi karyawan, yang secara positif pada dependen d tidak ada pengaruh variabel loyalitas karyawan. 146 | Monika Saputra. Samsul Akmal. Rahmat Al hidayat. Pengaruh Beban Kerja Dan Budaya Organisasi Terhadap Loyalitas Karyawan Pada Cv Asanka Wijaya. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Temuan penelitian ini, bisa disimpulkan bahwa Beban Kerja yang besar atau tinggi berdampak negatif terhadap Loyalitas Karyawan, sedangkan jika budaya organisasi positif akan berdampak baik juga terhadap Karyawan. Oleh karena itu, manajemen CV Asanka Wijaya perlu memperhatikan faktor-faktor ini dalam upaya mempertahankan loyalitas karyawan. Mengurangi beban kerja yang berlebihan dan membangun budaya organisasi yang positif dapat membantu meningkatkan loyalitas karyawan, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada kinerja dan kesuksesan jangka panjang perusahaan. Saran Bagi perusahaan: Identifikasi dan analisis beban kerja yang dialami oleh karyawan secara lebih rinci. Identifikasi indikator berpengaruh terhadap beban kerja, seperti volume kerja, waktu tersedia, atau kompleksitas . Pertimbangkan pengaturan ulang tugas dan tanggung jawab karyawan. Distribusikan beban kerja secara adil dan efisien untuk menghindari beban kerja yang tidak seimbang. - Libatkan karyawan dalam pengembangan dan penguatan budaya organisasi. - Ciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan saling mendukung. Promosikan kerjasama, saling penghargaan, dan kerjasama antar tim. Saran Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tingkat kesehatan Koperasi Simpan Pinjam Karya Putra Kota Bengkulu Periode 2015-2017, maka saran yang dapat disampaikan sebagai berikut : Mengingat tingkat kesehatan KSP selama 3 tahun hanya berada dalam kriteria cukup sehat dan belum mencapai kategori sehat, yang disebabkan oleh rendahnya aspek kualitas aktiva produktif, likuiditas, dan aspek kemandirian dan pertumbuhan maka sangat diperlukan perbaikan untuk aspekaspek tersebut agar dapat memperoleh kualitas yang baik. Selain itu, perlu ditingkatkan lagi kualitas pada aspek permodalan dan aspek manajemen yang sudah cukup baik namun belum mencapai kualitas yang maksimal. Aspek-aspek yang sudah baik dan dikategorikan sehat seperti aspek efisiensi dan aspek jatidiri koperasi agar pihak koperasi sebaiknya dapat mempertahankan kondisi ini. DAFTAR PUSTAKA