Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS IJCCS. Vol. No. July x, pp. Analisa Perawatan Mesin Inflassion dengan Metode Reliability Centered Maintenance Rifda Ilahy Rosihan1*. Fikri Adi Sastra2. Yuri Delano Regent Montororing3. Murwan Widyantoro4 1,2,3,4, Jurusan Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Email: 1rifda. ilahy@dsn. id,2fikri. sastra@mhs. delano@dsn. id, 4murwan@dsn. Abstrak Kerusakan pada mesin dapat menganggu aktivitas produksi dan meningkatkan defect pada Disamping itu, kerusakan pada mesin dapat mengakibatkan biaya perawatan yang tinggi dan menurunnya reliability dan availability mesin. PT. Fujisei Metal Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk evaporator. Pada prosesnya mesin inflassion pada lini rollbound sering mengalami kerusakan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui komponen kritis pada mesin inflassion dan untuk mengurangi biaya perawatan pada mesin Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Reliability Centered Maintenance sehingga dapat menurunkan biaya perawatan sebesar 26%. Kata kunciAi Availability. Perawatan. RCM. Mesin Inflassion. Reliability Abstract Failure can affected production activities and increase product defects. In addition, damage to the machine can result in high maintenance costs and decreased reliability and availability of the machine. PT. Fujisei Metal Indonesia is a manufacturing company that produces evaporator products. In the process, the inflation machine on the rollbound line is often damaged. The purpose of this study was to determine the critical components of the inflation engine and to reduce maintenance costs on the inflation engine. The method used in this study is the Reliability Centered Maintenance Method so that it can reduce maintenance costs by 26%. KeywordsAi Availability. Maintenance. RCM. Inflassion. Reliability PENDAHULUAN erawatan (Maintenanc. dilakukan guna untuk meningkatkan performa mesin. Perawatan memiliki fungsi penting dalam sebuah perusahaan seperti kelancaran produksi, volume produksi, kualitas produk, dan ketetapan waktu dalam pengiriman produk kepada customer . , . Kerusakan pada mesin dapat mengakibatkan tidak terpenuhi nya target produksi yang diakibatkan karena mesin terhenti, menghambat kegiatan operasional produksi dan adanya defect produk . Perawatan mesin yang tepat dapat meningkatkan performance mesin dan dapat meningkatkan waktu operasional produksi serta mengurangi jumlah defect produk . Kegiatan perawatan dapat meningkatkan nilai reliability dan availability dari mesin/komponen . Received June 1st,2012. Revised June 25th, 2012. Accepted July 10th, 2012 Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS ISSN: 1978-1520226 PT. Fujisei Metal Indonesia merupakan perusahaan yang memfokuskan diri dalam bidang manufaktur dan menghasilkan produk evaprator. Terdapat beberapa mesin untuk membantu proses pembuatan produk evaporator, yaitu : mesin cutting brush, mesin priting, mesin hotroll, mesin inflation, mesin shearing, mesin laveling. Pada tabel 1 merupakan data jadwal produksi dan target produksi pada Tabel 1 Jadwal Produksi PT. Fujisei Produksi (Pc. Bulan Target Aktual Percent (%) Gap Juli Agustus September Oktober November Desember Berdasarkan data pada tabel 1, pada bulan Juli sampai dengan Desember. PT. Fujisei tidak mampu memenuhi target produksi bulanannya. Tabel 2 merupakan frekuensi kerusakan mesin pada line Tabel 2 Data kerusakan mesin line rollbond Mesin Cutting / Brush Printing Hot Roll Inflastion Shearing Laveling Frequency Tingginya frekuensi kerusakan pada mesin inflasion mengakibatkan sistem pada line rollbond harus terhenti untuk dilakukan perawatan. Kegiatan tersebut dapat menganggu kegiatan operasional produksi dikarenakan berhenti nya line produksi dapat mengakibatkan proses produksi terhenti. Mesin inflasiion yang sering mengalami kerusakan maka perlu dilakukan perbaikan terhadap mesin tersebut dan menentukan tindakan perawatan yang sesuai. Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) merupakan metode yang digunakan untuk menentukan kegiatan perawatan yang tepat agar mesin/peralatan dapat beroperasi sesuai dengan fungsinya . Proses dalam RCM adalah menentukan mesin kritis. Metode yang digunakan untuk menentukan mesin kritis yaitu Diagram Pareto . FMEA . dan FMECA . Pada metode RCM untuk mencari akar penyebab kerusakan mesin dapat menggunakan metode Logic Tree Analysis atau Fishbone diagram . Tujuan penelitian ini adalah mengetahui komponen kritis pada mesin inflassion dan untuk mengurangi biaya perawatan pada mesin inflassion. IJCCS Vol. No. July 201x : first_page Ae end_page Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS IJCCS ISSN: 1978-1520 METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan metode yang digunakan adalah RCM (Reliability Centered Maintenanc. Data yang dikumpulkan yaitu d Data Frekuensi & Downtime. Data Waktu antar Kerusakan. Data Waktu antar Perbaikan. Failure Cost. Dalam menentukan mesin yang kritis menggunakan Diagram Pareto, kemudian menentukan komponen kritis dengan metode FMEA. Metode RCM pada penelitian ini digunakan untuk menentukan komponen kritis yang terdapat pada mesin Inflassion pada PT. Fujisei Metal Indonesia. Langkah-langkah penelitian ini dimulai dengan pemilihan mesin dengan diagram pareto, membuat functional block diagram dari mesin inflassion. FMEA, pembuatan RCM Worksheet dan akhir memberikan usulan Tindakan pada mesin inflassion. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Functional Block Diagram Functional block diagram dilakukan untuk mengidentifikasi desain sistem utama, hubungan antar komponen, dan dampaknya terhadap kinerja sistem. Informasi ini kemudian digunakan untuk membuat diagram blok fungsional untuk mengidentifikasi sistem lebih lanjut. Pada gambar 1 merupakan gambar functional Block Diagram dari Mesin Influssion. Gambar 1 Functional Block Diagram Mesin Influssion Komponen valve merupakan perangkat yang mengatur megarahkan, atau mengontrol aliran udara dari kompresor menuju mesin inflation. Komponen seal merupakan komponen yang berfungsi menjaga kebocoran pelumas dan mencegah komponen item mesin agar tidak cepat rusak. 2 Identifikasi Mesin Kritis dengan Diagram Pareto Pada Gambar 2 merupakan gambar diagram pareto untuk mesin inflassion. Pada gambar tersebut dapat dilihat bahwa komponen valve dan seal memiliki tingkat kerusakan tertinggi Gambar 2 Diagram Pareto Komponen Mesin Inflassion Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS ISSN: 1978-1520228 3 Failure Mode Effect and Analysis FMEA (Failure Mode Effect and Analysi. digunakan untuk menemukan apa penyebab kegagalan dan efek apa yang bisa terjadi dari kegagalan yang terjadi pada mesin inflation. Teknik FMEA merupakan salah satu bagian dari analisis RCM. Dalam penelitian ini komponen tersebut yang ada di mesin inflation di identifikasi mode kerusakannya supaya dapat diusulkan tindakan pemeliharaan yang tepat dalam menimasi laju kerusakan. Tabel FMEA dapat dilihat pada Tabel Tabel 3 FMEA Komponen Valve dan Seal 4 Perhitungan MTTF dan MTTR 1 Menentukan Distribusi Data Kerusakan Pada perhitungan MTTF dan MTTR komponen perlu dilakukan penetuna pola distribusi data. Software minitab 16 digunakan untuk menentukan distribusi waktu antara kerusakan dan waktu antar perbaikan pada komponen, sehingga hasil dari minitab dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4 Distribusi TTF dan TTR Data TTF TTR Distribusi Distribusi Valve Weibull 12,773 321,26 Weibull 2,5173 1,93 Seal Weibull 10,23 278,84 Weibull 2,539 1,82 Dari hasil perhitungan minitab didapatkan untuk pola data TTF dan TTR mengikuti pola data distribusi Weibull maka untuk perhtingan MTTR dan MTTF mengikuti rumus distribusi Weibull Komponen MTTF = ( 1 MTTR = ( 1 yu yu IJCCS Vol. No. July 201x : first_page Ae end_page . Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS IJCCS ISSN: 1978-1520 Sehingga hasil perhitungan MTTF dan MTTR dapat dilihat pada tabel rekap tabel 5. Tabel 5 Perhitungan MTTF dan MTTR Komponen MTTF MTTR Valve Seal 309,73 266,42 1,71 1,62 2 Perhitungan Biaya Pemeliharaan 1 CF Corrective (Biaya Komponen Valve (Biaya Teknisi Biaya Kerugian Produks. x t. = (Rp. 000 (Rp. 000 Rp. 92 ja. = Rp. 2 CM Preventive (Biaya Komponen Valve (Biaya teknisi Biaya Kerugian Produks. x tp ) = (Rp. 000 (Rp. 000 Rp. 71 jam ) = Rp. 3 Usulan Interval Waktu Pemeliharaan Penentuan interval perawatan pada komponen Valve dan Seal sebagai berikut : Valve TM = x MTTR = . 000 ycu 44. 3960 ycu 44. = 338. 88 jam Dengan cara yang sama pada perhitungan komponen valve maka interval waktu perawatan untuk komponen seal adalah 331, 4 jam. 3 Biaya Pemeliharaan Komponen Berdasarkan Interval Pemeliharaan Pergantian komponen valve dan komponen seal dalam kurun waktu 6 bulan setelah adanya waktu preventive : Komponen valve 4320 jam 6 bulan = 24 jam x 180 Hari = = 13 kali pergantian 338,88 jam Maka : = 1. ycaycy = Rp. 000 x 1. 3 = Rp. ycycy Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS ISSN: 1978-1520230 Cf = Rp. Cf x H . = 27. 600 x 1. 3 = Rp. Rp34. Cost dalam 6 bulan = ycaycy . ayce ycu ya. )] ycycy = Rp 34. Tabel 6 merupakan hasil perbandingan biaya pada usulan dan metode perusahaan Tabel 6 Rekapitulasi Biaya Pemeliharaan Komponen No. Komponen Metode Perusahaan Usulan Pemeleliharaan RCM (Rp. Penurunan Biaya Percent (%) Valve Seal Total Pada Tabel 6 dapat dilihat bahwa perbandingan biaya perawatan riil perusahaan dengan usulan pemeliharaan, dimana biaya pemeliharaa usulan lebih rendah dengan persentase penurunan yaitu komponen valve sebesar 30% dan komponen seal sebesar 26%. 5 RCM Worksheet Usulan perbaikan yang akan diberikan kepada perusahaan merupakan hasil dari analisis RCM Worksheet. RCM Worksheet dapat dilihat pada Tabel 7. Berdasarkan dari Tabel 7 maka tindakan yang harus dilakukan untuk setiap komponen yang sering terajadi kerusakan seperti komponen Valve dan Seal, yaitu : Penadwalan berdasarkan tugas (On Condition Tas. , komponen Valve dan Seal akan diperiksa dan dideteksi untuk kemungkinan komponen mengalami kerusakan sehingga tindakan dapat diambil untuk mencegah komponen Valve dan Seal mengalami function failure . egagalan fungs. Penggantian item terjadwal (Scheduled discard tas. , pada kondisi ini memerlukan tindakan pemeliharaan yang bisa menekan kemacetan produksi, biaya perbaikan dan menimalisasi gangguan yang menghambat pelaksanaan produksi, yaitu dengan mengganti komponen Valve dan Seal dengan part yang baru. Tindakan standar (Default actio. dengan kategori tugas menemukan kegagalan . ailure finding tas. , pengecekan komponen Valve dan Seal secara berkala guna mencegah terjadinya kegagalan yang menyebabkan breakdown pada mesin. Berdasarkan hasil RCM II decision worksheet, ditemukan bahwa tindakan yang diambil untuk penanganan setiap komponen yang sering terjadi kerusakan dijadwalkan berdasarkan penadwalan berdasarkan tugas . n condition task, enggantian item terjadwal sScheduled discard tas. dan tindakan standar . efault actio. Pada penadwalan tersebut memerlukan tindakan pemeliharaan untuk memiimalisasi kemacetan produksi, biaya perbaikan, dan membatasi atau IJCCS Vol. No. July 201x : first_page Ae end_page Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS IJCCS ISSN: 1978-1520 meminimalisasi gangguan yang mempersulit jalannya produksi. Dalam rangka memaksimalkan efisiensi dan efek output dari evaporator lebih maksimal. Interval pemeliharaan komponen valve dan komponen seal yaitu komponen valve 338. jam dan komponen seal 331. 94 jam Waktu interval perawatan yang semakin singkat dapat meningkatkan jumlah kapasitas produksi evaporator tersebut karena downtime permesinan dapat ditekan seminimal mungkin sehingga mesin dapat bekerja secara optimal. Tabel 7 RCM Worksheet RCM II DECISION WORKSHEET AALADON LTD Information Reference Consequences Evaluation UNIT or ITEM Unit or item NA Facilator : Date Sheet NA ITEM or CONPONENT Item or component NA Auditor : Date Proposed task Default Action Initial Interval Can be Done by Penjadwalan Berdasarkan Tugas Pergantian Komponen Terjadwal Tindakan Standar degan kategori Tugas Menemukan Kegagalan 338,88 Operator dan Mekanik Penjadwalan Berdasarkan Tugas Pergantian Komponen Terjadwal Tindakan Standar degan kategori Tugas Menemukan Kegagalan 331,94 Operator dan Mekanik KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa komponen kritis pada mesin inflassion adalah komponen valve dan seal. Kerusakan pada komponen valve terjadi dikarenakan kualitas valve yang tidak bagus dan habisnya masa lifetime sehingga meningkatnya frekuensi kerusakan pada komponen valve, dan meningkatnya downtime dan biaya pemeliharaan. Kerusakan komponen seal terjadi dikarenakan komponen seal menjadi aus dan habisnya masa lifetime sehingga komponen seal menyebabkan meningkatnya frekuensi kerusakan, downtime dan biaya perawatan. Biaya perawatan yang diusulkan untuk masing-masing komponen adalah Rp 256 untuk komponen valve dan Rp 33. 375 untuk komponen seal, sehingga ada penurunan sekitar 26%. SARAN Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan membuat reliability block diagram untuk mengetahui nilai reliability sistem kemudian penambahan root cause analysis dalam menganalisa akar penyebab. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Mekanova : Mekanikal. Inovasi dan Teknologi Vol 8 No. Oktober 2022 P-ISSN : 2477-5029 E-ISSN : 2502-0498IJCCS ISSN: 1978-1520232 DAFTAR PUSTAKA