ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 PERKEMBANGAN PENELITIAN KUALITAS AUDIT DI INDONESIA Widya Septi Faradilla1* Universitas Sebelas Maret widyaseptifaradilla@gmail. Doddy Setiawan2 Universitas Sebelas Maret setiawan@staff. (*Corresponding Autho. Diterima 24 Februari 2025 Disetujui 28 Juni 2025 AbstractAi In the current competitive global landscape, the demand for transparency and accountability in financial reporting has significantly increased. Investors require accurate and reliable information to make well-informed decisions, while regulatory authorities have heightened oversight by enforcing stricter regulations and penalties for non-compliance. This environment calls for robust financial reporting systems and independent audits to maintain high standards of financial disclosure. High-quality audits are essential for maintaining stakeholder trust. However, the prevalence of fraud cases in Indonesia raises concerns about the effectiveness of current audit practices and the ability of auditors to detect and prevent As a result, the importance of audit quality has garnered increased attention from This study examines the trends in audit quality research in Indonesia as published in SINTA 2 journals from 2015 to 2024. The research employs the Charting the Field method, examining 108 articles categorized by topic and research method. The results reveal that the determinants of audit quality most frequently examined are independence, audit rotation, audit tenure, audit fees, and competence. In contrast, the most commonly investigated consequential variable is earnings management. Keywords: Audit Quality. Literature Review. Charting the Field. Review and Mapping. Research Trends PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Di era globalisasi yang semakin kompetitif, tuntutan akan penyajian laporan keuangan yang transparan dan akuntabel semakin meningkat. Kualitas informasi yang dihasilkan perusahaan menjadi dasar stakeholder dalam mengambil keputusan. Untuk menjamin kualitas informasi tersebut, perusahaan membutuhkan pengawasan yang objektif dari pihak eksternal (Atmojo & Sukirman, 2. Auditor, sebagai pihak profesional, dipandang sebagai pihak yang paling tepat untuk menjalankan fungsi pengawasan ini (Sari dkk, 2. Berdasarkan Standar Audit Seksi 110, auditor sebagai pihak independen, memiliki tanggung jawab untuk memberikan keyakinan memadai mengenai kewajaran laporan keuangan. Selain itu, auditor juga memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan audit yang berkualitas dengan memastikan bahwa laporan keuangan sesuai dengan standar. Kualitas audit menjadi penting karena menjadikan informasi keuangan lebih reliable dalam pengambilan keputusan. Kualitas audit yang seharusnya menjadi pondasi stakeholder | 127 | Vol. No. Juni 2025 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 dalam pengambilan keputusan justru ternodai oleh banyaknya kasus fraud yang terjadi. Hal ini menimbulkan keraguan di kalangan masyarakat mengenai kinerja auditor dan kebenaran suatu laporan keuangan yang disajikan. Di Indonesia sendiri, banyak terjadi kasus fraud yang melibatkan berbagai sektor perusahaan, seperti PT Garuda Indonesia Tbk . karena kasus pengakuan pendapatan. PT Asuransi Jiwasraya . karena kasus penyalahgunaan investasi. PT. Adisarana Wanaartha Life Insurance . karena kasus manipulasi dengan tidak melaporkan adanya peningkatan produksi produk asuransinya. PT Hanson Internasional Tbk . karena kasus manipulasi penjualan tanah siap bangun, dan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk . karena kasus penggelembungan labanya (Handayani & Khairunnisa, 2. Bahkan perusahaan yang diaudit oleh Big 4, seperti PT Bank Bukopin Tbk . oleh KAP yang berafiliasi dengan EY dan PT Sunprima Nusantara Financing . oleh KAP yang berafiliasi dengan Deloitte juga melakukan fraud. Banyaknya kasus yang terjadi, menunjukkan bahwa pengawasan terhadap fraud di Indonesia masih belum optimal. Sebagai respon atas maraknya kasus tersebut. Menteri Keuangan mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan sanksi, baik kepada perusahaan yang terlibat maupun auditor atau KAP yang bersangkutan. Berdasarkan hasil putusan Otoritas Jasa Keuangan . , pada kasus Garuda. AP Kasner Sirumapea dikenakan sanksi satu tahun pembekuan izin dan KAP Tanubrata. Sutanto. Fahmi. Bambang & Rekan yang berafiliasi dengan BDO diminta untuk memperbaiki Sistem Pengendalian Mutu, sementara untuk pihak Garuda sendiri dikenakan denda 100 juta untuk seluruh direksi dan komisaris yang menandatangani persetujuan keaslian laporan keuangan. Pada kasus PT. Adisarana Wanaartha Life Insurance. PT Adisarana sendiri dikenakan sanksi berupa pencabutan izin usaha dan KAP Kosasih. Nurdiyaman. Mulyadi. Tjahjo & Partner yang berafiliasi dengan Crowe diberi sanksi berupa pembatalan tanda terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan, 2. Penelitian mengenai kualitas audit di Indonesia terus menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini terlihat dari adanya penelitian mengenai konsekuen kualitas audit, seperti dampaknya terhadap persyaratan agunan pinjaman (Butar-Butar, 2. , income smoothing (Trisanti. Purwanti & Nugrahanti, 2. , earning management (Thamlim & Mulyani, 2023. Kusumawati, 2019. Wahyono dkk, 2. , tax avoidance (Tiara dkk, 2023. Maraya & Yendrawati, 2016. Saputra dkk, 2. , tax aggressiveness (Alkausar dkk, 2. , accounting misstatement (Adiwibowo & Nurmala, 2. , pengungkapan anti korupsi (Hartomo & Silvia, 2. , accounting conservatism (Achyani dkk, 2. , dan cost of equity (Ulhaq dkk, 2021. Wiyadi dkk, 2. Selain itu, terdapat penelitian yang membahas determinan dari kualitas audit, seperti rotasi audit, tenure dan spesialisasi audit (Fitriany dkk, 2016. Aqmarina & Yendrawati, 2019. Sari dkk, 2. , audit fee, competence, independence, auditor ethics, and time budget pressure (Meidawati & Assidiqi, 2. , dan political connection (Armadiyanti & Iswati, 2. Berdasarkan hal tersebut, peneliti termotivasi untuk menggali lebih dalam terkait perkembangan penelitian kualitas audit di Indonesia, mengingat pentingnya isu ini dalam menjaga integritas laporan keuangan. Penelitian mengenai perkembangan kualitas audit secara global telah dilakukan oleh Ciger . melalui bibliometric analysis. Gap yang peneliti temukan dari penelitian Ciger . adalah pada ruang lingkup dan kedalaman analisis yang dilakukan. Pertama, penelitian Ciger . membatasi pengelompokan hanya pada dimensi jumlah sitasi, penulis, serta kolaborasi antar penulis dan negara. Penelitian ini memperluas cakupan dengan mengelompokkan aspek lain, seperti variabel yang diteliti . nteseden, konsekuensi, dan lainny. , populasi, pengukuran atau proksi, sumber data, serta teori yang digunakan, sehingga diharapkan mampu memetakan tren penelitian secara lebih komprehensif. Kedua, penelitian Ciger memanfaatkan database jurnal internasional terindeks Scopus dengan periode panjang | 128 | Vol. No. Juni 2025 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 . 1Ae2. Sementara itu, penelitian ini menggunakan artikel yang dipublikasikan dalam jurnal nasional terakreditasi SINTA 2 dengan periode 10 tahun, yaitu 2015Ae2024. Fokus pada SINTA 2 dipilih karena jumlah jurnal akuntansi SINTA 1 masih terbatas dan dinilai belum cukup merepresentasikan keberagaman topik serta metodologi penelitian di Indonesia. Adapun pembatasan periode 10 tahun terakhir bertujuan agar hasil pemetaan mencerminkan tren dan perkembangan penelitian yang lebih relevan dengan kondisi saat ini. 2 Telaah Literatur Jensen dan Meckling . mendefinisikan hubungan keagenan sebagai hubungan kontraktual antara prinsipal dan agen, dimana agen diberi wewenang untuk bertindak dan mengambil keputusan atas nama dan kepentingan prinsipal. Namun, dalam praktiknya, kepentingan kedua belah pihak seringkali tidak sejalan (Ananda dkk. , 2. Perbedaan kepentingan ini menimbulkan masalah keagenan. Masalah keagenan yang timbul akan memicu adanya biaya agensi. Jensen dan Meckling . membagi biaya agensi ke dalam tiga jenis, yaitu biaya monitoring yang dikeluarkan prinsipal untuk mengawasi agar tindakan agen tetap sejalan dengan kepentingannya. biaya bonding yang dikeluarkan agen untuk meyakinkan prinsipal bahwa ia tidak akan bertindak merugikan. serta residual loss, yaitu kerugian yang tetap muncul meskipun telah dilakukan monitoring dan bonding. Melalui biaya monitoring, prinsipal menunjuk auditor eksternal untuk menjalankan fungsi pengawasan guna memastikan keandalan laporan keuangan (Asiriuwa dkk. , 2. Secara umum, audit merupakan proses pemberian opini mengenai kewajaran dalam penyajian laporan keuangan oleh auditor independen (Lisa dkk, 2. Adapun kualitas audit dapat didefinisikan dalam beberapa cara, yaitu berdasarkan atribut auditor itu sendiri, berdasarkan tujuan atau tanggung jawab auditor saat melakukan proses audit, dan berdasarkan pandangan struktural mengenai lingkungan audit yang berkualitas. Pertama, berdasarkan atribut auditor, kualitas audit mengacu pada sejauh mana audit mampu mendeteksi dan melaporkan kesalahan material dalam laporan keuangan (Arens dkk, 2. Hal Ini mencerminkan perlunya kompetensi auditor dalam menemukan kesalahan dan kebutuhan akan objektivitas, profesionalisme, dan independensi auditor dalam pelaporan kesalahan. Kedua, berdasarkan tujuan atau tanggung jawab auditor, audit dikatakan berkualitas jika patuh terhadap standar audit. Kualitas audit yang rendah terjadi ketika terdapat penyimpangan yang bersifat material dari standar audit yang ada, sehingga diperlukan keahlian khusus untuk mendeteksi kesalahan dalam laporan keuangan (Ningtyas & Aris. Ketiga, berdasarkan pandangan struktural mengenai lingkungan audit yang berkualitas. Terdapat enam tingkatan audit, yaitu input audit, proses audit. KAP, industri dan pasar audit, lembaga, dan konsekuensi ekonomi dari hasil audit. Evaluasi kualitas audit dilakukan secara multidimensi sehingga diperlukan sistem kualitas audit yang seimbang dan komprehensif untuk memenuhi kebutuhan berbagai pemangku kepentingan di setiap tingkatan (Taqi dkk. Banyaknya kasus fraud akibat lemahnya kualitas audit mendorong para peneliti mempelajari lebih dalam mengenai topik ini. Hal ini terlihat dengan meningkatnya penelitian di bidang kualitas audit, baik secara nasional maupun internasional. Penelitian yang dilakukan oleh Taqi dkk. mengidentifikasi faktor yang menjadi determinan dan konsekuensi dari kualitas audit. Determinan kualitas audit sendiri meliputi besar kecilnya perusahaan audit, spesialisasi industri audit, tenure audit, dan rotasi audit. Sementara itu, sebagai konsekuen, kualitas audit dapat berdampak pada meningkatnya biaya audit, reputasi auditor, nilai perusahaan, dan menurunkan risiko litigasi. | 129 | Vol. No. Juni 2025 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 METODOLOGI DAN ANALISIS DATA Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Charting the Field, yaitu dengan mengumpulkan artikel terkait kualitas audit dan mengelompokkannya berdasarkan topik dan metodologi yang digunakan. Penelitian sebelumnya yang menggunakan metode ini, antara lain Audit Quality: A Bibliometric Analysis . oleh Ciger . dan Audit Quality Research : A Bibliometric Analysis oleh Taqi dkk . Peneliti menggunakan artikel dari jurnal terakreditasi SINTA 2 tahun 2015-2024. Jurnal SINTA 2 dipilih karena cukup representatif menggambarkan tren penelitian kualitas audit di Indonesia. Adapun pembatasan periode sepuluh tahun terakhir bertujuan agar hasil pemetaan mencerminkan tren dan perkembangan penelitian yang lebih relevan dengan kondisi saat ini. Proses pengelompokan artikel dengan metode Charting the Field dilakukan melalui beberapa tahapan berikut: . tahap identifikasi jurnal dan artikel melalui portal https://sinta. id/ dengan menggunakan keyword AuAkuntansiAy. AuAccountingAy. AuAuditAy. AuAuditingAy. AuEkonomiAy. AuEconomicAy. AuBisnisAy. AuBusinessAy. AuKeuanganAy, dan AuFinanceAy untuk memastikan cakupan jurnal yang relevan di bidang akuntansi dan auditing. tahap screening artikel dengan pencarian topik spesifik menggunakan kata kunci AuKualitas AuditAy dan AuAudit QualityAy pada laman jurnal terpilih. Artikel yang memenuhi kriteria, yaitu terbit di jurnal SINTA 2 dan berada pada periode 2015Ae2024, diunduh dan dimasukkan ke dalam dataset. tahap charting, yaitu mengelompokkan artikel ke dalam kategori yang telah ditentukan, seperti jumlah sitasi, jenis variabel . nteseden, konsekuensi, lainny. , metode penelitian, populasi dan teori yang digunakan. Berdasarkan pencarian tersebut, peneliti menemukan 34 jurnal yang relevan dengan topik kualitas audit. Dari jurnal tersebut diperoleh 108 artikel yang akan dikelompokkan berdasarkan kategori yang telah ditentukan. Pengelompokan ini bertujuan untuk memetakan penelitian yang telah dilakukan dan mengidentifikasi area penelitian yang masih perlu HASIL DAN PEMBAHASAN Kualitas audit merujuk pada tingkat keberhasilan suatu audit dalam mengidentifikasi dan mengungkapkan kesalahan material dalam laporan keuangan. Semakin berkualitas audit yang dihasilkan, maka informasi yang dihasilkan semakin andal dalam pengambilan Peneliti melakukan analisis terhadap perkembangan penelitian kualitas audit pada jurnal terakreditasi SINTA 2 selama 10 tahun, yaitu 2015-2024. Selama periode tersebut, jumlah penelitian berfluktuatif dengan peningkatan terjadi pada tahun 2015-2019. Namun, pada tahun 2020-2024, terjadi variasi signifikan dalam jumlah penelitian. Jumlah tertinggi terlihat pada tahun 2021 dengan total 24 artikel, diikuti tahun 2023 dengan total 19 artikel dan tahun 2019 dengan total 17. Temuan ini menunjukkan bahwa topik kualitas audit masih relevan untuk dikaji, meskipun tingkat perhatian terhadap topik ini cenderung beragam. Gambar 1 Perkembangan Penelitian Kualitas Audit di Indonesia | 130 | Vol. No. Juni 2025 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 1 Pengelompokan Berdasarkan Jumlah Sampel dan Sitasi Tabel 1 Jumlah Sampel dan Sitasi Jurnal Artikel JAK (Butar-Butar, 2. (Trisanti, 2. (Fitriany dkk, 2. (Utama & Anridho, 2. (Karina, 2. (Bahtiar dkk, 2. (Meidawati & Assidiqi, 2. (Aqmarina & Yendrawati, 2. (Maraya & Yendrawati, 2. (Utami & Diyanty, 2. (Saputra dkk, 2. (Sandy & Lukviarman, 2. (Rasuli dkk, 2. (Lisa dkk, 2. (Saraswati & Puteri, 2. (Alkausar dkk, 2. (Armadiyanti & Iswati, 2. (Yefni & Sari, 2. (Adiwibowo & Nurmala, 2. (Hartomo & Silvia, 2. (Sambuaga & Herusetya, 2. (Suwarno dkk, 2. (Achyani dkk, 2. (Ulhaq dkk, 2. (Nursiam dkk, 2. (Suwarno dkk, 2. (Kusumawati, 2. (Wahyono dkk, 2. (Sari dkk, 2. (Andriani & Nursiam, 2. (Wiyadi dkk, 2. (Ningtyas & Aris, 2. (Indiarti & Widiatmoko, 2. (Mappanyuki dkk, 2. (Deliana dkk, 2. (Christy dkk, 2. (Adhikara & Widodo, 2. (Bawono dkk, 2. (Karyadi & Slamet, 2. (Nugrahanti & Nugroho, 2. (Hartoko & Astuti, 2. (Jannah & Harymawan, 2. (Novia dkk, 2. JAAI JRAK Keuangan JAKI JAMAL JKA REAKSI ASET JEMA ASSETS JAB Jumlah Artikel Rata-Rata Sampel Jumlah Sitasi Rata-Rata Sitasi | 131 | Vol. No. Juni 2025 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Jurnal JDA MRAAI AKRUAL e-JA JIAB JDAB JRAK Kontemporer IJSAM JABE AAJ TIAR JAI JASF IJAR AFRE JIAFR JKP EKUITAS Artikel (Prabowo dkk, 2. (Achmad, 2. (Liemmuel & Eriandani, 2. (Sukirman & Asih, 2. (Nono & Khomsatun, 2. (Purwanti & Nugrahanti, 2. (Thamlim & Mulyani, 2. (Astuti dkk, 2. (Wardani & Putriane, 2. (Astuti & Pangestu, 2. (Lestari & Murtanto, 2. (Tussiana & Lastanti, 2. (Biduri dkk, 2. (Handayani & Khairunnisa, 2024 (Tjan dkk, 2. (Akbar dkk, 2. (Sutisman dkk, 2. (Widodo & Fanani, 2. (Sukma & Bernawati, 2. (Hajering dkk, 2. (Monoarfa & Dama, 2. (Idawati, 2. (Djanegara, 2. (Sihombing dkk, 2. (Sari & Fakhriyyah, 2. (Ananda & Faisal, 2. (Hidayatullah & Sulhani, 2. (Karina & Kusumawardhani, 2. (Yanthi dkk, 2. (Kartika dkk, 2. (Hermawan dkk, 2. (Nugrahanti & Pratiwi, 2. (Ardillah & Vesakhadevi, 2. (Budiandru, 2. (Srikandhi & Suryandari, 2. (Atmojo & Sukirman, 2. (Kurniasih & Kiswanto, 2. (Fawziah dkk, 2. (Priyanti & Dewi, 2. (Yulianti dkk, 2. (Reskino & Darma, 2. (Amalia dkk, 2. (Farida & Sugesti, 2. (Kartika & Pramuka, 2. (Sambuaga dkk, 2. (Kristanti & Almilia, 2. (Tiara dkk, 2. (Aisyah dkk, 2. (Ridloi, 2. (Handoyo & Agustianingrum, 2. (Widyasari dkk, 2. (Ikhsan dkk, 2. (Ananda dkk, 2. Jumlah Artikel Rata-Rata Sampel Jumlah Sitasi Rata-Rata Sitasi | 132 | Vol. No. Juni 2025 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Jumlah Artikel Rata-Rata Sampel Jumlah Sitasi Rata-Rata Sitasi (Juliardi & Erisco, 2. Total Jurnal JEM JSB JEBAV IJBE Entrepreneurship IJBE Economics Artikel (Endiana & Suryandari, 2. , (Diyanty dkk, 2. (Hariyanto & Suhardianto, 2. (Sihono & Munandar, 2. (Puspa dkk, 2. (Rawi & Muchlish, 2. (Harianto, 2. (Sitorus dkk, 2. (Prabowo & Suhartini, 2. (Winoto & Harindahyani, 2. (Eriandani dkk, 2. Tabel 1 menyajikan informasi mengenai jumlah sampel dan sitasi dari setiap jurnal SINTA 2 per 11 November 2024. Jurnal dengan rata-rata sampel tertinggi adalah JAKI 213 sampel, diikuti oleh EKUITAS dengan 955 sampel dan JEBAV dengan 933 Artikel dengan jumlah sampel tertinggi ditemukan pada JEBAV dengan 2. sampel, diikuti artikel pada EKUITAS dengan 1. 902 sampel dan JAAI dengan 1. Sedangkan, sampel terendah terdapat pada artikel di jurnal ASET dengan 30 sampel dan JIAFR dengan 31 sampel. Beberapa artikel tidak mencantumkan jumlah sampel sehingga data tersebut kosong, seperti salah satu artikel pada JAAI. JAMAL, e-JA, dan AFRE. Secara keseluruhan, rata-rata jumlah sampel adalah 29. Terkait jumlah sitasi, ditemukan rata-rata sitasi tertinggi pada artikel JAAI sebesar 75, diikuti oleh JABE dengan rata-rata sitasi sejumlah 54, dan MRAAI sejumlah 39. Temuan ini menunjukkan bahwa artikel yang diterbitkan pada jurnal tersebut cenderung menjadi rujukan penting dalam penelitian kualitas audit di Indonesia. Sementara itu, rata-rata sitasi terendah, yakni sebesar 0, ditemukan pada artikel pada jurnal JEMA. IJBE. AFRE, dan JEM yang sebagian besar merupakan artikel baru yang diterbitkan pada periode 2023Ae2024. Berdasarkan hasil tersebut, terlihat bahwa rata-rata sitasi artikel dengan topik kualitas audit di Indonesia cukup tinggi. Secara keseluruhan, rata-rata sitasi artikel pada jurnal SINTA 2 sebesar 22, yang menunjukkan tingkat perhatian yang baik terhadap isu kualitas audit di Indonesia. 2 Pengelompokan Berdasarkan Topik Pembahasan Pengelompokan sampel dalam penelitian dibagi menjadi anteseden, konsekuensi, dan kategori lainnya. Kelompok anteseden mencakup faktor-faktor yang memengaruhi terciptanya kualitas audit, sedangkan konsekuensi mencakup dampak yang dihasilkan dari kualitas audit Sementara itu, kategori lainnya mencakup artikel yang membahas topik kualitas audit dengan pendekatan yang tidak termasuk dalam dua kategori utama sebelumnya. Tabel 2 Pengelompokan Artikel Berdasarkan Topik Topik Jumlah Anteseden Konsekuensi Lainnya Total | 133 | Vol. No. Juni 2025 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Tabel 2 menyajikan informasi mengenai hasil pengelompokan topik pada artikel terkait kualitas audit di Indonesia. Dari total 108 artikel yang dianalisis, topik mengenai anteseden atau determinan kualitas audit sebesar 47% atau sebanyak 51 artikel. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar peneliti lebih tertarik untuk mengidentifikasi dan menguji faktor-faktor yang memengaruhi kualitas audit. Di sisi lain, topik yang membahas konsekuensi dari kualitas audit menempati sekitar 42% atau 46 artikel. Persentase yang relatif besar ini menunjukkan adanya perhatian yang cukup besar dari peneliti terhadap implikasi atau dampak dari kualitas audit. Kategori lainnya, yang mencakup topik penelitian sebagai moderasi dan intervening tercatat sebesar 10% atau 11 artikel. Secara keseluruhan, distribusi ini menunjukkan bahwa riset kualitas audit di Indonesia masih didominasi oleh kajian mengenai determinan dan konsekuensi, sementara penelitian mengenai mekanisme hubungan . oderasi/intervenin. relatif lebih terbatas. 3 Pengelompokan Variabel Anteseden Tabel 3 Pengelompokan Variabel Anteseden Pengaruh Antecedent Jumlah Artikel Audit Rotation (Aqmarina & Yendrawati, (Astuti dkk, (Fitriany dkk, 2. , (Nursiam dkk, 2. , (Priyanti 2. ,(Suwarno dkk, & Uswati 2. , (Sari dkk, 2. Dewi, 2. (Andriani & Nursiam, 2. , (Christy dkk. Audit Tenure (Aqmarina & Yendrawati, 2. , (Sari dkk, 2. , (Ananda & Faisal, 2. Auditor Specialization (Fitriany dkk, 2. , (Sari dkk, 2. , (Sukirman & Asih, 2. , (Atmojo & Sukirman, 2. , (Kurniasih & Kiswanto, 2. IT Governance (Utama & Anridho, 2. Audit Fee (Yefni & Sari, 2. , (Meidawati & (Andriani & Nursiam, 2. Assidiqi, 2. , (Astuti dkk, 2. , (Tjan dkk, (Ananda & 2. , (Idawati, 2. Faisal, 2. Competence (Meidawati & Assidiqi, 2. , (Rasuli dkk, 2. , (Yefni & Sari, 2. , (Ningtyas & Aris, 2. , (Deliana dkk, 2. , (Handayani & Khairunnisa, 2. , (Hajering dkk, 2. , (Kartika & Pramuka, 2. , (Akbar dkk, 2. Positive Negative (Fitriany dkk, 2. , (Suwarno dkk, 2. , (Andriani & Nursiam, 2. , (Astuti dkk, 2. , (Atmojo & Sukirman, 2. , (Priyanti & Uswati Dewi, 2. (Ananda & Faisal, 2. | 134 | Vol. No. Juni 2025 (Nursiam dkk, 2. , (Suwarno dkk, 2. , (Sari dkk, 2. ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Pengaruh Antecedent Jumlah Artikel Independence (Yefni dan Sari, 2. , (Ningtyas dan Aris, 2. , (Handayani dan Khairunnisa, 2. , (Tjan dkk, 2. , (Sutisman dkk, 2. , (Fawziah dkk, 2. , (Amalia dkk, 2. , , (Prabowo dan Suhartini, 2. , (Akbar dkk. Auditor Ethics (Meidawati & Assidiqi, 2. , (Handayani & Khairunnisa, 2. , (Hajering dkk, 2. , (Kartika dkk, 2. , (Hermawan dkk, 2. , (Yulianti dkk, 2. , (Sitorus dkk. , 2. Time Budget Pressure (Meidawati & Assidiqi, 2. , (Amalia dkk, 2. Age of Publication Negative Entranchment Effect (Utami & Diyanty, 2. Professional Scepticism (Rasuli dkk, 2. , (Adhikara & Widodo, 2. , (Tjan dkk, 2. , (Kartika dkk, 2. , (Hermawan dkk, 2. , (Fawziah dkk, 2. , (Ridloi. Integrity (Lisa dkk, 2. , (Deliana dkk, 2. , (Idawati, 2. , (Hermawan dkk, 2. , (D. Prabowo & Suhartini. Political Connection (Armadiyanti & Iswati, 2. Work Experience (Yefni & Sari, 2. , (Ningtyas & Aris, 2. , (Handayani & Khairunnisa, 2. , (Sari & Fakhriyyah. Number of Client (Sambuaga & Herusetya. Client Complexity (Sambuaga & Herusetya. Positive Negative (Meidawati dan Assidiqi, 2. , (Rasuli dkk, 2. , (Biduri dkk, 2. (Lisa dkk, (Monoarfa & Dama, 2. , (Amalia dkk, (Biduri dkk, 2. , (Sari & Fakhriyyah, 2. , (Juliardi & Erisco, 2. (Aqmarina & Yendrawati, | 135 | Vol. No. Juni 2025 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Pengaruh Jumlah Artikel Auditor Reputation (Nursiam dkk, 2. , (Christy dkk, 2. (Suwarno dkk, 2. , (Andriani & Nursiam. Accounting Firm Size (Ananda & Faisal, 2. (Sari dkk, 2. , (Astuti dkk, 2. , (Priyanti & Uswati Dewi, 2. Due Professional Care (Ningtyas & Aris, 2. , (Adhikara & Widodo, 2. , (Biduri dkk, 2. , (Sari & Fakhriyyah, 2. , (Budiandru, 2. PSAK Adoption IFRS (Mappanyuki dkk, 2. Dysfunctional Audit (Mappanyuki dkk, 2. Auditor Accountability (Adhikara & Widodo, 2. , (Hajering dkk, 2. , (Sari & Fakhriyyah, 2. , (Budiandru, 2. Audit Fee Stickiness (Adhikara & Widodo, 2. Auditor Switching (Sukirman & Asih, 2. Public Accountant Firm Reputation (Sukirman & Asih, 2. , (Budiandru, 2. Workload (Sukirman & Asih, 2. Audit Committe Effectiveness (Sukirman & Asih, 2. Objectivity Audit Complexity Auditor Ability (Sutisman dkk, 2. Risk Auditing (Sutisman dkk, 2. Audit Committee Characteristic (Sukma & Bernawati, 2. Dysfunctional Behavior Professionalism (Idawati, 2. , (Yulianti dkk, 2. Auditor Education Level (Kartika dkk, 2. Auditor Expertise (Hermawan dkk, 2. Remote Audit (T. Nugrahanti & Pratiwi. Antecedent Positive Negative (Deliana dkk, 2. (Adhikara & Widodo, 2. (Atmojo & Sukirman, (Handayani & Khairunnisa, (Akbar dkk, (Sukma & Bernawati, (Monoarfa & Dama, 2. | 136 | Vol. No. Juni 2025 (Yulianti dkk, 2. (Sitorus dkk, 2. ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Antecedent Jumlah Artikel Pengaruh Positive Negative Audit Committe Expertise (Kurniasih & Kiswanto, 2. (Kurniasih & Kiswanto. Client Company Size (Priyanti & Dewi, 2. Audit Procedure (Amalia dkk, 2. Quality Control System Managerial Ownership Institutional Ownership (Ananda dkk, 2. Foreign Ownership (Ananda dkk, 2. Government Ownership Family Ownership (Ananda dkk, 2. , (Diyanty dkk, 2. Audit Committee Activities (Ananda dkk, 2. Family Leadership (Diyanty dkk, 2. Monitoring Role of BOC (Diyanty dkk, 2. Client Acceptability (Sitorus dkk, 2. E-Audit (Prabowo & Suhartini. Auditor's Work Stress (Winoto & Harindahyani. Deadline Pressure (Juliardi & Erisco, 2. Work Pressure (Juliardi & Erisco, 2. Internal Control (Lisa dkk, 2. Locus of Control (Fawziah dkk, 2. Information Technology (IT) (T. Nugrahanti & Pratiwi. TOTAL (Ridloi, 2. (Ananda dkk, (Ananda dkk, 2. (Fawziah dkk, (Rasuli dkk, 2. Tabel 3 menyajikan informasi mengenai distribusi variabel anteseden terkait kualitas audit di Indonesia. Variabel yang paling sering digunakan antara lain independence . %), | 137 | Vol. No. Juni 2025 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 audit rotation, audit tenure, audit fee, dan competence . asing -masing 6%), diikuti time budget pressure . %) serta audit specialization, auditor ethics, dan professional scepticism sebesar 4%. Berdasarkan hasil analisis tersebut, sebagian besar peneliti di Indonesia menggunakan independence, audit rotation, audit tenure, audit fee, dan competence sebagai faktor dilakukannya penelitian kualitas audit di Indonesia. Adanya independensi untuk memastikan opini yang dihasilkan bebas dari pengaruh pihak lain. Audit rotation dan audit tenure diteliti karena masa hubungan kerja yang terlalu panjang dapat mengurangi independensi, sementara masa yang terlalu pendek menunjukkan pemahaman auditor yang kurang atas bisnis klien. Sementara itu, competence menjadi penting karena kualitas audit sangat bergantung pada keahlian, pengalaman, dan pemahaman auditor atas standar audit serta kompleksitas bisnis klien (Yefni dan Sari, 2021. Aqmarina & Yendrawati, 2. 4 Pengelompokan Variabel Konsekuensi Tabel 4 Pengelompokan Variabel Konsekuensi Variabel Anteseden Jumlah Artikel Loan Collateral Income Smoothing Pengaruh Positive Negative (Butar-Butar, 2. , (Puspa dkk, 2. (Trisanti, 2. (Purwanti & Nugrahanti, (Handoyo & (R. Karina, 2. Agustianingrum, 2. , (Wahyono dkk, 2. , (Nugrahanti & Nugroho, (Astuti & Pangestu, 2. , (Thamlim & Dwi 2. , (Lestari & Mulyani, 2. , (Yanthi Murtanto, 2. , (Yanthi dkk, 2. , (Ardillah & dkk, 2. , (Farida & Vesakhadevi, 2. , (Aisyah Sugesti, 2. , (Harianto, dkk, 2. , (Harianto, 2. , (Wiyadi dkk, 2. , (Wiyadi dkk, 2. Earning Management (Prabowo dkk, 2. , (Aisyah 37% dkk, 2. , (Kusumawati. Going Concern Opinion Tax Avoidance Earning Quality Tax Aggressiveness (Alkausar dkk, 2. Accounting Misstatement (Adiwibowo & Nurmala. Anti Corruption Disclosure Accounting Conservatism Cost of Equity Forward-looking (Endiana & Suryandari, (Bawono dkk, 2. (Bahtiar dkk, 2. (Maraya & Yendrawati, 2. , (Sandy & Lukviarman, 2. (Saputra dkk. , 2. (Tiara dkk, 2. (Saraswati & Puteri, 2. , (Karyadi & Slamet, 2. (Hartoko & Tri Astuti, 2. (Hartomo & Silvia, 2. (Achyani dkk, 2. (Wardani & Putriane, 2. (Novia dkk, 2. | 138 | Vol. No. Juni 2025 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Variabel Anteseden Pengaruh Jumlah Artikel Fraudulent Financial Reporting (Reskino & Darma, 2. Integritas Laporan Keuangan (Tussiana & Lastanti, 2. Kualitas LKPD Stock Return Financial Restatement Periode Earning Response Coefficient Earning Persistency Earnings Variability CSR Firm Risk Positive Negative Information TOTAL (Achmad, 2. (Djanegara, (Sihombing dkk, 2. (Sambuaga dkk, (Kristanti & Almilia, (Ikhsan dkk. (Hariyanto & Suhardianto, 2. (Rawi & Muchlish, 2. (Eriandani dkk, 2. Tabel 4 menyajikan informasi mengenai variabel konsekuensi terkait penelitian kualitas audit di Indonesia. Earning management menjadi variabel konsekuensi yang paling sering digunakan dengan 37% . , diikuti dengan tax avoidance sebesar 8% . , going concern opinion dan earning quality sebesar 6% . , serta loan collateral, income smoothing, cost of equity, dan fraudulent financial reporting sebesar 4% . Berdasarkan hal tersebut, sebagian besar penelitian di Indonesia menggunakan earning management, tax avoidance, going concern opinion dan earning quality sebagai dampak dari penelitian kualitas audit di Indonesia. Fokus pada earnings management dan earnings quality menunjukkan bahwa kualitas audit yang baik dapat menekan praktik manipulasi laba dan meningkatkan kredibilitas informasi keuangan (Handoyo & Agustianingrum, 2017. Hartoko & Tri Astuti, 2. Sementara itu, kajian tentang tax avoidance sebagai konsekuensi mencerminkan upaya bagaimana audit yang berkualitas dapat membatasi ruang manajemen untuk melakukan strategi penghindaran pajak yang agresif (Maraya & Yendrawati, 2. Penggunaan variabel going concern opinion juga relevan, karena opini kelangsungan usaha yang diberikan auditor sering dijadikan indikator penting oleh pasar dan kreditor dalam menilai risiko perusahaan. Secara keseluruhan, penelitian di Indonesia masih menempatkan kualitas audit sebagai alat mitigasi risiko yang berdampak langsung pada keandalan laporan keuangan dan perilaku oportunistik manajemen. | 139 | Vol. No. Juni 2025 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 5 Pengelompokan Topik Lainnya Tabel 5 Pengelompokan Topik Lainnya Topik Lainnya Jumlah Variabel Moderasi Variabel Intervening Jumlah Tabel 5 menyajikan rincian penggunaan kualitas audit sebagai topik lainnya pada artikel jurnal SINTA 2. Pada klasifikasi lainnya, penelitian mengenai kualitas audit, ditemukan 10 artikel sebagai variabel moderasi, dan 1 artikel sebagai variabel intervening. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian di Indonesia belum banyak mengkaji bagaimana kualitas audit berperan dalam memperkuat atau memperlemah hubungan antar 6 Pengujian Moderasi dan Intervening Tabel 6 Pengelompokan Variabel Moderasi dan Intervening Penulis Variabel Pengaruh Hasil (Widyasari dkk. Moderasi Strategi Bisnis terhadap Manajemen Laba Memperlemah (Suwarno dkk, 2. Moderasi Manajemen Laba terhadap Firm Value Tidak Memoderasi (Indiarti & Widiatmoko, 2. Moderasi Political Connections terhadap Tax Avoidance Memperlemah Relevance of Accounting (Earning. Information terhadap Stock Prices Memperkuat Relevance of Accounting . ook value and operating cash flo. Information terhadap Stock Prices Tidak Memoderasi (Liemmuel & Eriandani, 2. Moderasi (Nono & Khomsatun. Moderasi Reserve Account Disclosure terhadap Accrual Memperkuat Earning Management (Widodo & Fanani. Moderasi Military Background and Political Connections terhadap Earning Quality (Hidayatullah & Sulhani, 2. Moderasi Manipulasi Laporan Keuangan dan Karakteristik CFO terhadap Ketepatwaktuan Tidak Memoderasi Pelaporan Keuangan (Karina & Kusumawardhani, (Srikandhi & Suryandari, 2. (Sihono & Munandar. Moderasi Moderasi Moderasi Tidak Memoderasi Solvability dan Firm Size terhadap Audit Delay Memperlemah Liquidity terhadap Audit Delay Tidak Memoderasi Independent Commisioner terhadap Integrity Memperkuat of Financial Statement Audit Committee and Whistleblowing System Tidak Memoderasi terhadap Integrity of Financial Statement Political Connection terhadap Tax Aggressiveness Tidak Memoderasi Executive Compensation terhadap Tax Memperlemah | 140 | Vol. No. Juni 2025 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Penulis Variabel Pengaruh Hasil Aggressiveness (Ulhaq dkk, 2. Intervening Audit Attribut terhadap Cost of Equity Tidak Memediasi Tabel 6 menyajikan informasi mengenai pengelompokan kualitas audit sebagai variabel moderasi dan intervening. Untuk variabel moderasi masih ditemukan hasil yang beragam, seperti penelitian oleh Widyasari dkk . menemukan bahwa kualitas audit dapat melemahkan pengaruh strategi bisnis terhadap manajemen laba, penelitian Indiarti & Widiatmoko . menemukan bahwa kualitas audit memperkuat pengaruh reserve account disclosure terhadap accrual earning management, serta penelitian Widodo & Fanani . menemukan bahwa kualitas audit tidak memoderasi pengaruh military background and political connections terhadap earning quality. Untuk variabel intervening, penelitian Ulhaq dkk . menghasilkan temuan bahwa kualitas audit tidak memediasi pengaruh audit attribut terhadap cost of equity. Variasi temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kualitas audit sering diasumsikan berperan sebagai penguat atau penengah pengaruh antar variabel, dalam konteks ini peran tersebut tidak selalu sama. 7 Pengelompokan Populasi Tabel 7 Pengelompokan Populasi Populasi Jumlah Perusahaan yang Terdaftar di BEI Perusahaan Manufaktur Perusahaan Sektor Pertambangan Perusahaan Sektor Pertambangan dan Kelapa Sawit Perusahaan Sektor Industri Kimia Perusahaan Sektor Industrial Perusahaan Sektor Consumer Goods Perusahaan Subsektor Food and Beverage Perusahaan Subsektor Property. Real Estate dan Building Perusahaan Sektor Basic Materials. Industrial. Consumer Goods, dan Healthcare Pharmaceutical Perusahaan Jasa Telekomunikasi dan Sektor Retail Perbankan di BEI Perusahaan BUMN di BEI Perusahaan Sektor Keuangan Perusahaan Non Keuangan Perusahaan Non Perbankan Perusahaan yang Terdaftar dalam Index LQ 45 Perusahaan Manufaktur dengan Klasifikasi 31-56 BEI Perusahaan yang Terdaftar dalam CGPI Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di JII Perusahaan yang Terdaftar di JII dan LQ 45 KAP BIG 4 | 141 | Vol. No. Juni 2025 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Populasi Jumlah BUMN di Jakarta BPK RI di Provinsi Riau BPKP Jayapura BAWASDA Gorontalo LKPD di Jawa dan Sumatera Inspektorat di Sulawesi Selatan Inspektorat di Jawa Barat KAP di Pulau Jawa KAP di Jawa Tengah dan Yogyakarta KAP di Jawa Tengah KAP di Jawa Timur KAP di Jakarta KAP di Jakarta Selatan KAP di Semarang KAP di Surabaya KAP di Riau KAP di Malang KAP di Medan KAP di Sidoarjo dan Surabaya KAP di Makassar Total Tabel 7 menyajikan informasi mengenai pengelompokan populasi penelitian kualitas audit di Indonesia. Populasi yang paling sering digunakan dari 108 artikel yang ada adalah sektor manufaktur yang listed di BEI sebanyak 27 artikel, diikuti sektor nonkeuangan sebanyak 12 artikel, serta seluruh perusahaan listed di BEI sebanyak 10 artikel. Sisanya, sebanyak 59 artikel menggunakan populasi lebih spesifi, seperti sub-sektor tertentu atau kriteria perusahaan khusus. Tabel 8 Pengelompokan Jurnal Berdasarkan Topik Penelitian Jurnal Anteseden Konsekuensi Lainnya Total JAK JIAB JAAI JRAK - Keuangan JAKI REAKSI JAB JDA e-JA ASET JEMA | 142 | Vol. No. Juni 2025 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 Jurnal Anteseden Konsekuensi Lainnya Total ASSETS AKRUAL MRAAI IJSAM AAJ JABE JSB EKUITAS JAMAL JKA JEBAV IJBE - Entrepreneurship JRAK - Kontemporer JDAB TIAR JAI JASF IJAR JIAFR AFRE JKP JEM IJBE - Economic TOTAL Tabel 8 menyajikan klasifikasi jurnal penelitian kualitas audit berdasarkan topik anteseden, konsekuensi, serta topik lainnya. Penelitian anteseden ditemukan dalam 51 artikel yaitu dengan dominasi terbesar terdapat pada e-JA sebesar 16%. REAKSI sebesar 12%. JAAI sebesar 8%, serta ASET. AAJ, dan JEBAV yang masing-masing sebesar 6%, sedangkan sisanya di bawah 5%. Untuk penelitian konsekuensi, ditemukan dalam 46 artikel yaitu dengan dominasi terbesar terdapat pada JAB sebesar 13%. JAAI dan MRAAI sebesar 11%. REAKSI sebesar 9%, serta EKUITAS sebesar 7%, sedangkan sisanya di bawah 5%. Untuk topik lainnya ditemukan dalam 12 artikel yaitu dengan dominasi terbesar terdapat pada REAKSI dan JDA sebesar 17%, diikuti oleh JAK, e-JA. ASET. AAJ. JRAK-Kontemporer. JDAB. JKP, dan JEM yang masing-masing sebesar 9%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penelitian mengenai anteseden, konsekuen dan lainnya dari topik kualitas audit ditemukan paling banyak pada artikel yang terdapat pada masing-masing jurnal e-JA. JAB, dan REAKSI. 8 Pengelompokan Berdasarkan Sumber Data Secara umum, penelitian dapat dikategorikan berdasarkan jenis sumber data yang digunakan, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari | 143 | Vol. No. Juni 2025 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 responden melalui teknik seperti survei, kuesioner, atau wawancara, sedangkan data sekunder bersumber dari data yang telah dipublikasikan sebelumnya, seperti laporan keuangan. Tabel 9 Pengelompokan Sumber Data Sumber Data Jumlah Data Sekunder Data Primer Total Tabel 9 menyajikan penjelasan rinci mengenai sumber data dalam penelitian kualitas audit pada jurnal SINTA 2. Sebanyak 78 artikel ditemukan menggunakan data sekunder, sementara 30 artikel lainnya menggunakan data primer. Temuan ini menunjukkan bahwa peneliti di Indonesia cenderung lebih mengandalkan data yang sudah tersedia secara publik, seperti laporan keuangan, karena data tersebut relatif lebih mudah diakses dan diolah. Sebaliknya, jumlah penelitian yang menggunakan data primer melalui survei atau kuesioner cenderung rendah. 9 Pengelompokan Berdasarkan Pengukuran/P Kualitas audit dapat diukur melalui berbagai pendekatan, yang masing-masing memiliki fokus dan metode pengukuran tersendiri. Beberapa pendekatan utama untuk data sekunder meliputi ukuran KAP, discretionary accruals, atribut audit, serta metode lainnya. Ukuran KAP sering kali digunakan untuk mengelompokkan KAP ke dalam kategori Big 4 dan NonBig 4, di mana KAP Big 4 umumnya diasumsikan memiliki kualitas audit lebih tinggi. Discretionary accruals digunakan untuk menganalisis tingkat manipulasi akuntansi dalam laporan keuangan, dengan menilai sejauh mana auditor mampu mendeteksi dan mencegah manipulasi tersebut. Audit attribut berfokus pada karakteristik internal proses audit itu sendiri, seperti rotasi auditor, masa kerja auditor . enure audi. , spesialisasi auditor dalam industri tertentu . udit specializatio. , dan besaran biaya audit . udit fe. Sementara itu, pengukuran lainnya merupakan pengukuran kualitas audit selain dari yang disebutkan di atas, seperti penggunaan going concern opinion dll. Adapun untuk data primer, indikator skala likert digunakan dalam pengukuran. Tabel 10 Pengelompokan Pengukuran Topik Penelitian Ukuran Jumlah Ukuran KAP (Big 4 dan Non Big . Discretionary Accrual Audit Attribut Indikator (Skala Liker. Lainnya Total Tabel 10 menyajikan penjelasan rinci mengenai pengukuran atau proksi kualitas audit. Peneliti menemukan bahwa pengukuran yang paling banyak digunakan adalah ukuran KAP . ummy Big 4 dan Non-Big . , yaitu sebanyak 46% dengan jumlah 50 artikel dan indikator dengan Skala Likert yaitu sebanyak 28% dengan jumlah 30 artikel. Temuan ini menunjukkan bahwa, meskipun pendekatan objektif . erbasis data sekunde. masih lebih dominan, terdapat | 144 | Vol. No. Juni 2025 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 kecenderungan untuk melengkapi pemahaman kualitas audit melalui pendekatan subjektif berbasis persepsi melalui data primer. 10 Pengelompokan Berdasarkan Teori Tabel 11 Pengelompokan Teori Jenis Teori Jumlah Agency Theory Signalling Theory Attribution Theory Positive Accounting Theory Lainnya Total Tabel 11 menyajikan penjelasan mengenai penggunaan teori pada topik kualitas audit. Peneliti menemukan bahwa teori yang paling banyak digunakan adalah teori agensi/keagenan yaitu sejumlah 57 artikel, diikuti oleh teori atribusi sejumlah 10 artikel dan teori sinyal sejumlah 7 artikel. Dominasi teori agensi disebabkan karena sebagian besar penelitian kualitas audit di jurnal SINTA 2 berfokus pada faktor-faktor determinan kualitas audit, seperti independensi, audit tenure, dan audit fee yang berkaitan erat dengan peran auditor sebagai pihak independen yang bertugas meminimalkan konflik kepentingan antara manajemen . ebagai age. dan pemilik atau shareholder . ebagai prinsipa. Sementara itu, penggunaan teori atribusi dan teori sinyal meskipun lebih terbatas, mencerminkan adanya upaya sebagian peneliti untuk melihat kualitas audit dari perspektif perilaku pengambilan keputusan dan bagaimana auditor serta perusahaan menyampaikan informasi yang bernilai kepada pasar. KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Kualitas audit berperan penting dalam membangun kepercayaan stakeholder dengan meningkatkan keandalan informasi perusahaan. Kesadaran akan pentingnya peran kualitas audit dalam menciptakan akuntabilitas mendorong banyak peneliti untuk menganalisis lebih lanjut mengenai topik ini. Dalam upaya memetakan penelitian kualitas audit di Indonesia, peneliti menganalisis artikel pada jurnal SINTA 2 tahun 2015-2024. Secara rinci, terdapat 68 jurnal yang teridentifikasi, dengan final sampel yang digunakan sebanyak 34 jurnal di antaranya memuat total 108 artikel. Variabel anteseden yang paling banyak diteliti meliputi independence, audit rotation, audit tenure, audit fee, dan competence, sedangkan earning management menjadi variabel konsekuensi yang paling sering diteliti. Adapun penelitian mengenai kualitas audit sebagai topik lainnya . oderasi dan intervenin. masih cukup terbatas di Indonesia. 2 Keterbatasan Dari total 68 jurnal SINTA 2 yang dianalisis, sampel akhir penelitian ini hanya mencakup 108 artikel dari 34 jurnal terpilih sehingga hasil penelitian belum sepenuhnya merepresentasikan keseluruhan jurnal SINTA 2. Selain itu, meskipun proses pengelompokan dilakukan secara sistematis, potensi bias subjektif dapat terjadi, khususnya dalam menentukan kategori topik penelitian. | 145 | Vol. No. Juni 2025 ULTIMA Accounting | ISSN 2085-4595 3 Saran Berdasarkan hasil analisis di atas, peneliti menemukan beberapa area yang perlu dikembangkan, diantaranya: Pada Tabel 3 mengenai pengelompokan variabel anteseden, terdapat beberapa determinan kualitas audit yang jarang dikaji, seperti ownership structure . anagerial, family, foreign, institutional, dan governmen. , auditor attribute . uditor experience, workload, education leve. , karakteristik komite audit dan lainlain. Pada Tabel 4 yang memuat variabel konsekuensi, terdapat beberapa konsekuen dari kualitas audit yang juga belum banyak diteliti, seperti pengaruhnya terhadap fraudulent financial reporting, cost of equity, dan tax avoidance. Pada Tabel 7 menunjukkan bahwa penelitian terkait kualitas audit pada sektor tertentu, seperti sektor keuangan, pertambangan, dan BUMN, masih tergolong Pada Tabel 9 memperlihatkan bahwa pemanfaatan data primer dalam penelitian kualitas audit masih cukup rendah. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti menyarankan agar penelitian selanjutnya dapat memanfaatkan peluang dengan mengkaji determinan kualitas audit yang belum banyak diteliti . isalnya ownership structure, auditor attribute, dan karakteristik kommite audi. , mengeksplorasi konsekuensi kualitas audit yang masih jarang dibahas . eperti fraudulent financial reporting, cost of equity, dan tax avoidanc. , memperluas cakupan sektor yang diteliti termasuk sektor keuangan, pertambangan, serta BUMN, serta menggunakan data 4 Implikasi Penelitian Penelitian ini memberikan kontribusi dengan memetakan perkembangan penelitian kualitas audit di Indonesia melalui analisis terhadap artikel-artikel yang terbit di jurnal SINTA 2 tahun 2015-2024. Hasil penelitian menunjukkan perlu adanya pengembangan kajian lebih lanjut mengenai ruang lingkup, variabel, maupun metode yang masih relatif jarang dibahas. Bagi akademisi, hasil ini dapat menjadi acuan untuk memperluas cakupan penelitian yang lebih luas. Sementara bagi perusahaan dan regulator, pemetaan ini dapat menjadi dasar dalam menyusun kebijakan atau program peningkatan kompetensi auditor yang selaras dengan tren dan isu terbaru. REFERENSI