Partisipasi Masyarakat Terhadap Kebersihan Lingkungan Di Rt 08. Rw 05 Pematang Gubernur,Kota Bengkulu Exsel Milanda . Petlin Yupita Sari . Rosa Oktapia . Oktavia Sundari . Mendalia Hasanah . Yanto . Mimpira Haryono . Mujiono . 1,2,3,4,5,6,7,. Universitas Dehasen Bengkulu Email: . exselmilanda@gmail. ARTICLE HISTORY Received . Januari 2. Revised . April 2. Accepted . April 2. KEYWORDS Community Participation. Environmental Cleanliness. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Partisipasi masyarakat merupakan faktor kunci dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan permukiman. Penelitian dan kegiatan KKN ini dilakukan di RT 08. RW 05 Pematang Gubernur. Kota Bengkulu untuk mendeskripsikan tingkat partisipasi warga terhadap upaya kebersihan lingkungan, mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat, serta merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan partisipasi. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara terstruktur dengan 40 responden warga, serta diskusi bersama pihak pengurus RT/RW. Hasil menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat berada pada kategori sedang, dengan faktor pendorong utama berupa kesadaran akan kesehatan keluarga dan dukungan dari pimpinan lingkungan, sedangkan faktor penghambat meliputi minimnya fasilitas pendukung dan kurangnya kesadaran sebagian warga. ABSTRACT Community participation is a key factor in maintaining cleanliness and environmental sustainability in residential areas. This research and Community Service Program (KKN) was conducted in RT 08. RW 05 Pematang Gubernur. Bengkulu City to describe the level of community participation in environmental cleanliness efforts, identify driving and inhibiting factors, and formulate recommendations to improve participation. The methods used included field observations, structured interviews with 40 residents, and discussions with RT/RW The results showed that the level of community participation was in the moderate The main driving factors were awareness of family health and support from community leaders, while inhibiting factors included limited supporting facilities and lack of awareness among some residents. PENDAHULUAN RT 08 RW 05 Kelurahan Pematang Gubernur merupakan salah satu kawasan permukiman yang dihuni oleh sekitar 280 jiwa yang tersebar dalam 72 rumah tangga. Wilayah ini memiliki karakteristik geografis yang cukup khas karena berada di sekitar aliran Sungai Bengkulu. Kondisi tersebut menjadikan kawasan ini memiliki potensi risiko lingkungan, khususnya terkait genangan air dan penyebaran penyakit apabila kebersihan lingkungan tidak dikelola secara optimal. Oleh karena itu, upaya menjaga kebersihan lingkungan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat setempat demi menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman untuk ditinggali. Menurut keterangan Ketua RT setempat. Muslih Hidayat, berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan, seperti kegiatan kerja bakti rutin dan imbauan kepada warga agar menjaga kebersihan di sekitar tempat tinggal masing-masing. Namun demikian, hasil dari upaya tersebut belum sepenuhnya optimal. Salah satu penyebab utamanya adalah perbedaan tingkat partisipasi antarwarga dalam kegiatan kebersihan lingkungan. Sebagian warga menunjukkan kepedulian yang tinggi, sementara sebagian lainnya masih kurang aktif terlibat dalam kegiatan bersama. Permasalahan kebersihan lingkungan yang sering dijumpai di RT 08 RW 05 antara lain masih adanya kebiasaan membuang sampah secara sembarangan, baik di lingkungan permukiman maupun di sekitar aliran sungai. Selain itu, perawatan terhadap saluran drainase belum dilakukan secara maksimal, sehingga kerap terjadi penyumbatan yang berpotensi menyebabkan genangan air saat musim hujan. Kurangnya perhatian terhadap kondisi drainase ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit yang berkaitan dengan sanitasi yang buruk. Di sisi lain, partisipasi warga dalam kegiatan kerja bakti masih tergolong rendah, terutama dari kelompok masyarakat tertentu yang memiliki kesibukan tinggi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa permasalahan kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga dipengaruhi oleh kesadaran dan partisipasi aktif Partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, karena keberhasilan program kebersihan sangat bergantung pada keterlibatan langsung warga. Tanpa adanya partisipasi yang merata, upaya kebersihan yang dilakukan secara periodik akan sulit mencapai hasil yang berkelanjutan. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) melakukan kajian untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di RT 08 RW 05 Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 5 No. 2 April 2026 page: 223 Ae 226 | 223 Kelurahan Pematang Gubernur. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya partisipasi warga serta merumuskan solusi yang dapat diterapkan secara bersama oleh masyarakat dan pemangku kepentingan setempat. Diharapkan melalui kajian ini dapat dihasilkan rekomendasi yang aplikatif, sehingga mampu meningkatkan kesadaran, keterlibatan, dan tanggung jawab masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. METODE Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2025 hingga 17 Januari 2026 yang berlokasi di RT 08 RW 05 Kelurahan Pematang Gubernur. Kecamatan Muara Bangkahulu. Kota Bengkulu. Jenis data yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan 40 responden warga yang dipilih secara acak, serta diskusi bersama Ketua RT. Ketua RW, dan perwakilan kelompok masyarakat. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari catatan administrasi RT dan RW, dokumen dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu, serta berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik partisipasi masyarakat dalam kebersihan lingkungan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa alat, antara lain kuesioner, buku catatan, kamera dokumentasi, dan lembar observasi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara terstruktur, dan Focus Group Discussion (FGD). Observasi dilakukan selama empat minggu untuk mencatat kondisi lingkungan serta aktivitas warga yang berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Wawancara terstruktur digunakan untuk menggali informasi mengenai tingkat partisipasi masyarakat, motivasi dalam menjaga kebersihan lingkungan, serta kendala yang dihadapi warga. Selain itu. FGD dilaksanakan dengan melibatkan delapan perwakilan warga guna memperoleh informasi yang lebih mendalam mengenai permasalahan kebersihan lingkungan serta solusi yang diharapkan oleh HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Aktivitas Profil Umum Responden A Usia: 25% berusia 45tahun. A Pekerjaan: 35% pekerja tetap, 25% wiraswasta, 20% ibu rumah tangga, 20% pelajar/mahasiswa. A Lamatinggal: 60% tinggal >10tahun, 30% 5Ae10tahun, 10% Tingkat dan Bentuk Partisipasi Masyarakat Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, tingkat partisipasi masyarakat dikategorikan sebagai berikut: A Partisipasi Tinggi . %): Warga yang aktif mengikuti semua kegiatan kerja bakti, membuang sampah pada tempatnya, dan turut merawat fasilitas umum. A Partisipasi Sedang . %): Warga yang hanya mengikuti kegiatan kerja bakti jika diundang secara langsung atau hanya menjaga kebersihan di lingkungan rumah sendiri A Partisipasi Rendah . %): Warga yang jarang atau tidak pernah berpartisipasi dalam kegiatan kebersihan dan terkadang melakukan pembuangan sampah sembarangan. Bentuk partisipasi yang dilakukan warga meliputi: Mengikuti kerja bakti bulanan yang diselenggarakan RT setiap tanggal 15. Membuang sampah ke tempat pembuangan sementara (TPS) yang disediakan. Membersihkan saluran drainase di sekitar rumah masing-masing. Mendukung program pengelolaan sampah daur ulang yang digagas oleh tim KKN. Faktor Pendorong Partisipasi A Kesadaran Kesehatan: Sebanyak 75% responden menyatakan bahwa motivasi utama mereka berpartisipasi adalah untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga dari penyakit yang ditularkan melalui lingkungan kotor. A Dukungan Pimpinan Lingkungan: Kepemimpinan Ketua RT Muslih Hidayat yang aktif dalam menggerakkan warga serta memberikan contoh langsung dalam menjaga kebersihan menjadi faktor pendorong utama. A Tujuan Bersama: Kesadaran bahwa kebersihan lingkungan berdampak pada kualitas hidup bersama membuat sebagian warga mau berpartisipasi. 224 | Exsel Milanda. Petlin Yupita Sari. Rosa Oktapia. Oktavia Sundari. Mendalia Hasanah. Yanto. Mimpira Haryono. Mujiono. Partisipasi Masyarakat Terhadap Kebersihan . Faktor Penghambat Partisipasi A Minimnya Fasilitas: Kurangnya jumlah TPS yang memadai dan lokasi yang tidak strategis membuat sebagian warga kesulitan untuk membuang sampah dengan benar. A Kurangnya Kesadaran: Beberapa warga masih menganggap kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab pemerintah atau pengurus RT saja. A Keterbatasan Waktu: Pekerjaan yang padat membuat sebagian warga sulit mengikuti kegiatan kerja bakti yang diselenggarakan pada hari kerja. Penyelesaian Masalah Tingkat partisipasi masyarakat yang berada pada kategori sedang menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan. Dukungan dari pimpinan lingkungan terbukti efektif dalam menggerakkan warga, namun diperlukan upaya tambahan untuk meningkatkan kesadaran dan menyediakan fasilitas yang Program pengelolaan sampah daur ulang yang diperkenalkan selama KKN mendapatkan respon positif, dimana 45% responden bersedia untuk terlibat dalam program tersebut secara Gambar 1 Partisipasi Masyarakat Gambar 2 Kegiatan Kebersihan Gambar 3 Gotong Royong Masyarakat Dan Mahasiswa Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 5 No. 2 April 2026 page: 223 Ae 226 | 225 KESIMPULAN DAN SARAN Tingkat partisipasi masyarakat RT 08. RW 05 terhadap kebersihan lingkungan berada pada kategori sedang, dengan sebagian besar warga hanya berpartisipasi secara parsial. Faktor pendorong utama partisipasi adalah kesadaran akan kesehatan dan dukungan dari Ketua RT serta pengurus lingkungan. Faktor penghambat meliputi minimnya fasilitas pendukung, kurangnya kesadaran, dan keterbatasan waktu warga. Program inovatif seperti pengelolaan sampah daur ulang memiliki potensi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. UCAPAN TERIMA KASIH