Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1880-1891 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Determinan Kecurangan (Frau. Berdasarkan Teori Triangle Fraud Sari Salsabilla Rahayu1. Syaiful Universitas Muhammadiyah Gresik sarisalsa15@gmail. com, syaifulsauri46@gmail. ABSTRACT The purpose of this research is to identify the influence of variable X, namely opportunity, pressure and rationalization, on variable Y, namely fraud. This research was conducted at PT. XYZ where this company is one of the largest franchise companies in Indonesia. This research is based on the Triangle Fraud Theory, where this theory discusses the three factors that trigger fraud. The respondents used in this research were employees at PT XYZ, where the population taken was all employees of PT. The data used in this research is primary data obtained from distributing questionnaires to 110 respondents. Of the 110 respondents distributed, 98 of them gave valid answers. Data processing in this research used the SPSS 29 application. Data testing used the multiple linear analysis method. The results obtained in this research are that opportunity, pressure, and rationalization have a positive impact on fraud. Keywords: Triangle Fraud. Opportunities. Pressure. Razionalization. Fraud. ABSTRAK Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi pengaruh dari variabel X yaitu kesempatan, tekanan, dan rasionalisasi terhadap variabel Y yaitu kecurangan atau fraud. Penelitian ini dilakukan di PT. XYZ dimana perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan waralaba terbesar di Indonesia. Penelitian ini didasarkan pada Teori Triangle Fraud dimana teori ini membahas ketiga faktor pemicu kecurangan atau Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah karyawan pada PT XYZ, dimana populasi yang diambil yaitu seluruh karyawan PT. XYZ dan sampelnya adalah kru toko yang bekerja di PT. XYZ. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner sebanyak 110 responden. Dimana dari 110 responden yang disebar, sebanyak 98 orang di antaranya memberikan jawaban yang Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS 29. Pengujian data menggunakan metode analisis linier berganda. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu kesempatan, tekanan, dan rasionalisasi memiliki dampak positif terhadap tindakan kecurangan (Frau. Kata kunci: Triangle Fraud. Kesempatan. Tekanan. Rasionalisasi. Kecurangan. PENDAHULUAN Menurut Association of Certified Fraud Examiners (ACFE). Fraud merupakan tindakan yang salah atau disebut juga penipuan dilakukan oleh perorangan di dalam sebuah sistem atau organisasi untuk mendapatkan keuntungan sendiri. 1880 | Volume 6 Nomor 3. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1880-1891 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Penipuan dianggap sebagai masalah global di seluruh dunia, karena sudah menembus di area pemerintahan dan sektor sistem swasta, tidak ada negara yang bebas dari satu masalah tersebut, penipuan dilakukan untuk menguntungkan suatu kelompok juga menguntungkan individu yang ada didalam suatu kelompok atau diluar kelompok tersebut guna mendapatkan kentungan yang lebih. Fraud juga digadang gadang sebagai masalah serius bagi berbagai kelompok. PT. XYZ, adalah salah satu perusahaan waralaba terbesar di Indonesia, khususnya di Kecamatan Kebomas. Kabupaten Gresik dan masih aktif hingga saat Perusahaan ini berdiri pada tahun 1988 dan telah memiliki lebih dari 170. orang karyawan. PT. XYZ telah berkembang hingga lebih dari 21. 000 gerai telah dibuka per April 2023 lalu. Namun pada praktik di gerai-gerai perusahaan ini, pada faktanya masih banyak karyawan yang diberhentikan karena salah satunya melakukan tindak kecurangan . Selain itu, tindakan kecurangan tersebut dapat dibuktikan dengan masih adanya keluhan konsumen mengenai kinerja dari kru toko tersebut. Fraud atau penipuan yang terdapat di Indonesia terjadi karena masalah audit yang dilakukan oleh kantor akuntansi publik (KAP) dinegara lain juga tidak menutup kemungkinan seperti itu. Seorang CPA AS . alam hal ini AICPA-nya (American Institute Certified Public Accountan. ) memperolah solusi dari masalah fraud tersebut, guna meminimalisir praktik permasalahan dalam wadah Statement of Auditing Standards (SAS). Federasi Akuntan Internasional Jerman (IFAC), merupakan kelompok yang menetapkan standar audit akuntansi dan kode etik di area internasional, tidak menutup kemungkinan faktor kecurangan yaitu ISA no 240 dan SAS 99 di ambil dari metode kecurangan segitiga. Metode segitiga ini dibesarkan oleh Cressey 1953 ia menemukan tiga kesalahan korporasi yaitu Tekanan. Kesempatan, dan Rasionalisasi. Teori fraud triangle yang di buat oleh Cressey saat ini banyak digunakan oleh praktisi untuk sebuah pendekatan guna mendeteksi penipuan, menurut Cohan para manajer di perusahaan banyak menggunakan metode ini untuk mencari dan mengidentifikasi kecurangan. Menurut SAS sendiri teori ini mengacu pada pertanyaan, kecurangan tersebut dilansir dengan bermotif ekonomi. Di Indonesia sendiri tindakan kecurangan banyak dilakukan oleh kru tokoh sendiri tindakan ini di lakukan untuk meraup keuntungan disela-sela pekerjaan yang dilakukan didasari oleh alasan dan berbagai tujuan, alasan ini dijadikan acuan dari tekanan pada perusahaan juga dari individualisme. Bahkan tujuan ini selain untuk alasan pribadi juga didasarkan oleh perusahaan, contohnya didasarkan oleh tujuan perusahaan yang menetapkan target yang tinggi terhadap penilaian KPI (Key Performance Indicato. , sehingga kru tokoh mencari cara agar target tersebut bisa tercapai, hal tersebut secara sadar ataupun tidak sadar telah melanggar SOP (Standart Operating Procedur. yang di berikan. Selain itu, pada kenyataannya tingkat keluar masuknya karyawan masih tinggi. Terbukti dengan banyaknya 1881 | Volume 6 Nomor 3. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1880-1891 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. karyawan yang diberhentikan oleh perusahaan tersebut dengan salah satu alasan yang paling umum yaitu tindak kecurangan atau fraud. Dari penelitian yang dilakukan oleh Nurlila . analisis yang dari pengaruh tekanan, kesempatan, rasionalisasi dan pengendalian internal penyebab dari kecurangan yang dilakukan oleh seorang kru tokoh, juga berpengaruh positif terhadap kecurangan akuntansi variabel, pengendalian juga berpengaruh positif terhadap kecurangan akuntansi, dan kesempatan tidak berpengaruh terhadap kecurangan akuntansi. Akan tetapi keterbatasan dalam melakukan penelitian ini yaitu variabel independen dalam penelitian ini yaitu tekanan, kesempatan, rasionalisasi dan pengendalian internal memiliki pengaruh sebesar 56% terhadap kecurangan akuntansi, sedangkan sisanya sebesar 44% dipengaruhi oleh faktor lain. Fraud triangle theory merupakan teori yang mendefinisikan faktor-faktor yang mempengaruhi kecurangan yang terjadi didalam sebuah organisasi hal tersebut di pengaruhi oleh tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi. Tiga faktor tersebut berdampak seseorang melakukan kecurangan, hal tersebut berkondisi orang tersebut melakukan kecurangan atau mendapatkan masalah besar, disebabkan karena orang tersebut tidak dapat mencapai target dari sebuah organisasi atau perusahaan (Tekana. , kebiasaan tersebut berpengaruh berdampak negatif sehingga tekanan berdampak tidak baik terhadap individual. Opportunities (Kesempata. kesempatan dalam melakukan tindakan kecurangan dikarenakan adanya kesempatan untuk individu melakukan kecurangan dan lemahnya sebuah sistem dari hal tersebut kesempatan melakukan kecurangan sangat besar. Rasionalisasi mengartikan bawah pembenaran digunakan untuk melakukan kecurangan dan mencari alasan yang tepat untuk melakukan kecurangan guna menghindari masalah yang akan terjadi. Berdasarkan uraian di atas, adapun tujuan yang ingin dicapai peneliti adalah untuk mengetahui pengaruh tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi terhadap kinerja kru toko yang mengarah kepada kecurangan . TELAAH LITERATUR Teori Keagenan Teori Keagenan merupakan sebuah ikatan yang melibatkan beberapa orang dan memberikan arahan guna memberikan kuasa untuk mengatur atau memberikan sebuah keputusan yang tepat dan baik, kuasa yang di maksud di berikan kepada manager, staf, dan karyawan. Teori Atribusi Teori atribusi menjelaskan tentang apa yang telah dilakukan orang tersebut dan menjelaskan tentang mengapa orang tersebut melakukannya. Teori ini berdasarkan hasil yang didapat yaitu mengamati perilaku seseorang apakah yang dilakukan orang tersebut dilakukan dari individual atau pengaruh eksternal, ada 1882 | Volume 6 Nomor 3. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1880-1891 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. tiga faktor untuk menganalisis teori yaitu, kekhususan seseorang akan melakukan hal tersebut dikarenakan situasi yang berlainan, yang kedua yaitu konsensus, seseorang yang memiliki cara pandang yang sama dalam situasi yang sama, yang ketiga konsisten menilai perilaku seseorang dengan mengamati dari waktu ke Teori Fraud Triangle Cressey membuat teori bahwasanya ada tiga kondisi perilaku seseorang dalam melakukan kecurangan dalam laporan keuangan, tiga hal tersebut yaitu tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi tiga hal tersebut merupakan hal yang mendukung seseorang melakukan kecurangan dari hal tersebut Cressy membentuk sebuah pilar yang disebut Fraud Triangle. Gambar 1. Fraud Triangle Theory METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Rencana penelitian berisi rencana dari struktur penelitian yang mengarahkan proses dan hasil penelitian sebisa mungkin menjadi valid, obyektif, efisien, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang berarti bahwa penelitian ini dapat digunakan untuk meneliti pada data tertentu dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda. Data yang diuji merupakan data primer yang berasal dari kuesioner dimana dalam penelitian ini target kuesioner 120 orang. Target yang ditentukan dari penelitian ini adalah kru toko yang bekerja di PT XYZ, sehingga kuesioner disebar kepada karyawan toko di perusahaan tersebut. Teknik pengambilan data yang digunakan menggunakan teknik purposive sampling. Kuesioner disebar kepada kru toko PT XYZ yang berada di Kecamatan Kebomas. Kabupaten Gresik. Penelitian dilakukan selama bulan Oktober s/d November 2023. 1883 | Volume 6 Nomor 3. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1880-1891 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Analisis Hipotesis Kesempatan Terhadap Kecurangan Kesempatan akan muncul ketika sistem pengendalian internal di suatu perusahaan melemah. Hal tersebut akan menimbulkan celah yang memberikan kesempatan untuk manajemen perusahaan melakukan manipulasi transaksi atau laporan keuangan. Sebaiknya perusahaan harus memiliki SOP yang memadai serta seluruh fungsi dapat berjalan dengan semestinya. Skousen et al. membuktikan adanya dua proksi dari variabel kesempatan yang bisa digunakan untuk mendeteksi dan memprediksi kecurangan laporan keuangan. Penilaian faktor risiko kecurangan kesempatan dalam menilai kemungkinan terjadinya kecurangan laporan keuangan juga berhasil dibuktikan oleh Lou dan Wang . H1 : Kesempatan berpengaruh positif terhadap kecurangan . Tekanan Terhadap Kecurangan Tekanan dapat terjadi saat manajemen sedang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan pribadinya misalnya tekanan untuk biaya pengobatan, tekanan dari keluarga yang menuntut keberhasilan secara ekonomi, serta pola hidup mewah (Rustendi, 2. Bonus akhir tahun akan menjadi sumber penghasilan yang besar sehingga manajemen akan sengaja untuk memanipulasi labanya demi mendapatkan pendapatan (Rama,n. Padahal untuk bisa mendapatkan bonus tersebut manajemen dihadapkan pada target tertentu. Apabila manajemen gagal dalam mencapai target tersebut maka manajemen akan mencari celah untuk memanipulasi laporan keuangan sehingga seolah-olah kinerja perusahaan tampak baik dihadapkan prinsipal. Perbedaan kepentingan antara prinsipal dan agen menjadi sumber pemicu tekanan. H2 : Tekanan berpengaruh positif terhadap kecurangan . Rasionalisasi Terhadap Kecurangan Rasionalisasi lebih sering dihubungkan dengan sikap dan karakter seseorang yang membenarkan nilai-nilai etis yang sebenarnya tidak baik (Rustendi, 2. Rendahnya integritas yang dimiliki seseorang menimbulkan pola pikir di mana orang tersebut merasa dirinya benar saat melakukan kecurangan, sebagai contoh manajemen membenarkan untuk melakukan praktik manajemen laba. Pembenaran atas perilaku manajemen laba timbul disertai adanya tekanan di mana manajemen harus bisa menghasilkan laba perusahaan yang relatif stabil dan tidak berisiko tinggi di masa yang akan datang. H3 : Rasionalisasi berpengaruh positif terhadap kecurangan . 1884 | Volume 6 Nomor 3. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1880-1891 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Teknik Analisis Data Analisis Deskriptif Analisis deskriptif merupakan pengolahan data dari data mentah diubah menjadi data yang dapat dipahami oleh pembaca, analisis yang di lakukan pada analisis ini di sampaikan dalam bentuk tabel, grafik, mean, dan lain-lain. Pada analisis ini digunakan untuk semua variabel independen maupun dependen. Uji Asumsi Klasik Pengujian hipotesis klasik merupakan sebuah hal yang perlu dilakukan guna menentukan regresi linier dalam sebuah penelitian. Tujuan pada tahapan ini dilakukan untuk menentukan sebuah data pada penelitian ini valid atau tidaknya. Analisis Hipotesis Model pengujian hipotesis pada tahapan ini menggunakan regresi berganda, bertujuan untuk mengetahui seberapa berpengaruhnya variabel independen untuk variaben dependen. Data yang diperoleh untuk analisa ini dari data regresi berganda di dapatkan melalui SPSS 29. yang menyediakan alat analisis data, regresi dan Dari hasil evaluasi tersebut kemudian digunakan untuk menganalisis data sampel regresi guna menaksir nilai sebenarnya dengan uji koefisien determinasi, statistik, dan statik. Contoh persamaan regresi didalam pengujian statistik seperti di bawah ini. Y1 =a bX1 bX2 bX3 A Y1 : Fraud/ Kecurangan a : Konstanta b 1-b5 : Koefisien Regresi X1 : Tekanan X2 : Kesempatan X3 : Rasionalisasi A : Tingkat Kesalahan HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi data Data pada penelitian ini diperoleh dari responden PT. XYZ, yang merupakan sebuah perusahaan waralaba berskala besar di Indonesia. Data ini disajikan dalam bentuk variabel dependen, dan berlanjut pada variabel independen. Jumlah kuesioner yang disebarkan 110 orang dan mendapatkan 98 responden tingkat pengembalian 89%, kemudian data tersebut dioleh menggunakan SPSS. 1885 | Volume 6 Nomor 3. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1880-1891 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Analisis Statistik Deskriptif Dari hasil responden yang menjawab kemudian data tersebut diolah menggunakan pengolahan data SPSS untuk mencari nilai rata-rata, nilai minimum, nilai maximum. Tabel 1. Descriptive Statistic Sumber: Pengolahan Data Menggunakan Aplikasi SPSS 29 Descriptive Statistics Valid N . Minimum Maximum Mean 3,48 3,40 3,65 3,54 Std. Deviation ,613 ,532 ,611 ,540 Melihat pada tabel yang di sajikan di atas, variabel X1 yaitu Kesempatan. Tekanan X2. Rasionalisasi X3, dan Fraud dengan nilai rata - rata sebesar 3,48. 3,40. 3,65. dan 3,54. Nilai maksimum tertinggi yaitu pada variabel X1 dan X3 yaitu 5 dan pada variabel X2 dan Y nilai maksimumnya 4. Nilai minimumnya di semua variabel sama yaitu 2 dengan jumlah observasi sebanyak 98 data. Uji Validitas dan Reabilitas Hasil yang didapat pada pengujian validitas dan korelasi dari yang dilihat dari koefisien person pertanyaan harus lebih kecil 0. 01 atau 1%. Tabel 2. Correlations Sumber: Pengolahan Data Menggunakan Aplikasi SPSS 29 Hasil uji analisis tersebut memiliki nilai signifikan kurang dari 0. 01 atau pvalue < 0. 01 dapat diartikan data nilai tersebut dinyatakan valid. Pada uji Reabilitas 1886 | Volume 6 Nomor 3. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1880-1891 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. sendiri melihatkan dimana sebuah hasil pengukuran sangat konsisten apabila pengukuran dilakukan satu sampai dua kali. Sebuah hal dalam pengambilan keputusan guna melakukan pengujian reabilitas seperti penjelasan di bawah ini: Jika cronbachAos alpha > 0,6, maka item reliabel Jika cronbachAos alpha < 0,6 maka item tidak reliabel. Tabel 3. Reliability Statistics Sumber : Pengolahan Data Menggunakan Aplikasi SPSS 29 Hasil dari penguji reability menunjukkan bahwasanya cronbachAos alpha di atas 0,6 maka data tersebut reliabel. Uji Asumsi Klasik . Uji Normalitas Dalam pengujian ini dilakukan terhadap residual menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test dengan ketentuan sebagai berikut: Apabila signifikansi > 0,05 maka asumsi normalitas terpenuhi. Apabila signifikansi < 0,05 maka asumsi normalitas tidak terpenuhi. Tabel 4. One Sample Kolmogorov-Smirnov Test Sumber: Pengolahan Data Menggunakan Aplikasi SPSS 29 Dari tabel tersebut menunjukkan bahwa signifikansi lebih besar dari 0,05 dapat diartikan bahwasanya normalitas tercapai. Uji Multikolinieritas Pada penelitian yang dilakukan ini, penyebab terjadinya multikolinieritas dapat kita simak pada penilaian korelasi di antara variabel yang terletak didalam 1887 | Volume 6 Nomor 3. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1880-1891 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. matriks korelasi. Jika ada korelasi independen yang tinggi yaitu di atas 0,8 dapat diartikan bahwasanya hal tersebut merupakan indikasi multikolinieritas seperti tabel berikut. Tabel 5. Collinearity Diagnosticsa Sumber: Pengolahan Data Menggunakan Aplikasi SPSS 29 Variance Proportions Model Dimension Eigenvalue Condition Index (Constan. 3,966 1,000 ,00 ,00 ,00 ,00 ,020 13,998 ,02 ,10 ,06 ,54 ,010 20,132 ,89 ,08 ,00 ,45 ,004 31,369 ,08 ,78 ,74 ,01 Dependent Variable: y Hasil dari tabel di atas tidak menunjukkan adanya multikolinieritas dikarenakan nilai variabel independen tidak lebih dari 0,8. Uji Heteroskedastisitas Pengujian ini untuk menentukan ada atau tidak heteroskedastisitas memakai SPSS. Berikut hasil uji: Tabel 6. Uji Heteroskedastisitas Sumber: Pengolahan Data Menggunakan Aplikasi SPSS 29 Berdasarkan pengujian Glejser menggunakan SPSS pada tabel tersebut diketahui bahwa nilai signifikansi X1. X2, dan X3 di atas 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Uji Hipotesis Uji T (Parsia. Pengujian menggunakan Uji T berfungsi untuk menentukan seberapa berpengaruhnya suatu variabel independen dalam individual guna menjelaskan dari variabel dependen. Berikut merupakan kecocokan dalam mengambil keputusan pada penelitian ini. Jika nilai T statistic lebih dari 0. 05 dapat di pastikan variabel independen tidak berpengaruh secara individual pada variabel Jika nilai T statistic kurang dari 0. 05 dapat dipastikan variable independen mempengaruhi variable dependen 1888 | Volume 6 Nomor 3. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1880-1891 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Tabel 7. Uji Hipotesis Sumber: Pengolahan Data Menggunakan Aplikasi SPSS 29 Berdasarkan penilaian yang tersebut pengaruh berbagai variabel dapat di lihat sebagai berikut: Kesempatan atau X1 memiliki nilai signifikansi t sebesar 0,038 < 0,05 dengan t hitung sebesar 2,099 > 1,985, artinya kesempatan secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecurangan. Tekanan atau X2 memiliki nilai signifikansi t sebesar 0,002 < 0,05 dengan t hitung sebesar 3,210 > 1,985, artinya tekanan secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecurangan. Rasionalisasi atau X3 memiliki nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 dengan t hitung sebesar 5,289 > 1,985, artinya rasionalisasi secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecurangan. Uji F Pada uji F kali ini, menggunakan pedoman signifikansi yaitu: Jika nilai sig. <0,05 maka hipotesis diterima. Jika nilai sig. >0,05 maka hipotesis ditolak. Tabel 8. Uji F Sumber: Pengolahan Data Menggunakan Aplikasi SPSS 29 1889 | Volume 6 Nomor 3. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1880-1891 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Berdasarkan tabel tersebut, dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kecurangan. Pembahasan Penelitian Kesempatan terhadap Kecurangan Hasil pengujian hipotesis 1 menunjukkan hipotesis tersebut diterima, artinya kesempatan akan sangat berpengaruh terhadap tindakan kecurangan. Maka valid dalam Fraud Triangle Theory, adanya sebuah kesempatan akan memicu terjadinya tindakan kecurangan. Tekanan terhadap Kecurangan Hasil pengujian hipotesis 2 menunjukkan hipotesis tersebut diterima maka dapat disimpulkan bahwa kesempatan berpengaruh terhadap kecurangan Hal ini valid pada Fraud Triangle Teory bahwasanya tindakan kecurangan terjadi disebabkan oleh sebuah tekanan guna memenuhi keberlangsungan hidup, dan memenuhi target perusahaan yang akhirnya memicu tekanan untuk melakukan tindak kecurangan. Tekanan sangat berpengaruh terhadap dalam kecurangan fraud karena tekanan muncul dari dalam diri manusia itu sendiri manusia sangat peka dalam adanya tekanan dan akan mempengaruhi proses di dalam sebuah lingkungan, tekanan dalam sebuah pekerjaan juga sangat berpengaruh untuk berkelanjutan didalam sebuah pekerjaan dan kemudian akan terjadi ketidakstabilan dalam dunia pekerjaan yang dikerjaakan. Rasionalisasi terhadap Kecurangan Hasil pengujian hipotesis 3 menunjukkan hipotesis tersebut diterima maka dapat disimpulkan bahwa rasionalisasi berpengaruh terhadap kecurangan. Penelitian ini valid dengan penelitian yang di aksanakan Hastuti bahwasanya rasionalisasi tidak berpengaruh terhadap sebuah tindakan fraud. Rasionalisasi tidak berpengaruh terhadap terjadinya fraud, rasionalisasi merupakan tindakan pembenaran yang dilakukan oleh manusia di dalam sebuah kelompok atau suatu organisasi guna mendapatkan sebuah pembenaran di dalam sebuah organisasi merupakan sebuah hak yang wajib di miliki oleh suatu individu. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa kesempatan, tekanan, dan rasionalisasi berpengaruh terhadap kecurangan atau fraud. Hal ini sesuai dengan fraud triangle theory dimana ketiga faktor tersebut berpengaruh terhadap kecurangan atau fraud. Untuk penelitian selanjutnya, penulis diharapkan dapat menambah jenis variabel yang diuji misalnya dapat menambahkan variabel pemoderasi sehingga data yang akan dihasilkan lebih lengkap. 1890 | Volume 6 Nomor 3. Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1880-1891 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. DAFTAR PUSTAKA