SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. : 41-60 Copyright @ SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi pISSN: 20888236. eISSN: 27220079 DOI: 10. 46495/sdjt. Submitted: 12 July 2025 / Accepted: 3 November 2025 Peran Gereja dalam Membentuk Karakter Kristiani Generasi Z Berdasarkan Amsal 22:6 Karsiah Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu. Jawa Tengah. Indonesia karsiahcallystaibrahim4@gmail. Firman Panjaitan Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu. Jawa Tengah. Indonesia firman@gmail. Abstract Generation Z is a generation that develops in this modern era that has a special characteristic of living integratively. The opportunity to educate Generation Z that lives in digital era will be closed if it only exists in the theoretical realm. It requires an Education that integrates theory and practice. This study was conducted with the aim of offering a Christian education platform to shape the character of Generation Z based on Proverbs 22:6. This study uses descriptive qualitative method, with exposition and text analysis approach to Proverbs 22: 6. The findings of this study are that the character education platform for Generation Z according to Proverbs 22: 6 is a moral education that shapes character must begin from childhood and always focus on young people. Education is conducted according to the proper and contextual way of God for Generation Z. Thus, this study aims to establish the integration of Proverbs 22:6 as a contextual and applicable character education platform for Generation Z, representing the novelty of the research. Keywords: Character. Education. Generation Z. Proverb 22:6 Abstrak Peluang mendidik Generasi Z yang hidup di era digital akan tertutup jika hanya ada dalam ranah teoretis. Dibutuhkan sebuah bentuk pendidikan yang mengintegrasikan antara teori dan Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menawarkan platform pendidikan secara Kristiani untuk membentuk karakter Generasi Z berdasarkan Amsal 22:6. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan eksposisi dan analisis teks terhadap Amsal 22:6. Temuan yang dihasilkan dari penelitian ini adalah platform Pendidikan karakter terhadap Generasi Z menurut Amsal 22:6 adalah pendidikan moral yang membentuk karakter harus dimulai sejak kanak-kanak dan senantiasa berfokus pada kaum muda. Pendidikan dijalankan menurut jalan Tuhan yang patut dan kontekstual bagi Generasi Z. Dengan demikian penelitian ini hendak meletakkan integrasi Amsal 22:6 sebagai platform pendidikan karakter kontekstual bagi Gen-Z secara khusus dan aplikatif sebagai bentuk dari kebaharuan penelitian. Kata Kunci: Amsal 22:6. Generasi Z. Karakter. Pendidikan 42 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. PENDAHULUAN Amsal 22:6, yang berbunyi: AuDidiklah orang menurut jalan yang patut baginya. Di era globalisasi dan perkembangan maka pada masa tuanya pun ia tidak akan teknologi yang pesat, dinamika sosial, menyimpang dari pada jalan itu. Ay Ayat ini budaya, dan moral mengalami transformasi menegaskan pentingnya pendidikan dan yang signifikan dalam kehidupan sehari- pembentukan karakter sejak usia dini. Dalam dunia yang semakin dipenuhi Pendidikan dalam ayat ini tidak hanya dengan perubahan dan tantangan yang mengacu pada pendidikan formal, tetapi kompleks. Generasi Z . elanjutnya disebut juga pada pendidikan iman, moral, dan dengan Gen-Z) menghadapi tekanan dan spiritual yang menjadi dasar pembentukan paparan yang belum pernah dialami oleh karakter seseorang. 4 Dalam hal ini, gereja generasi sebelumnya. 1 Generasi yang lahir memiliki mandat untuk melibatkan diri antara tahun 1997 hingga 2012 ini, hidup di secara aktif dalam membimbing generasi era digital yang penuh informasi instan, muda agar mereka dapat bertumbuh dalam media sosial, dan arus globalisasi. Di satu iman, pengharapan, dan kasih. Gen-Z memiliki karakteristik unik memberikan banyak peluang, namun di sisi Mereka pembentukan karakter mereka. Dalam generasi yang sangat melek teknologi, dengan kemampuan multitasking yang komunitas iman, menjadi sangat relevan tinggi dan akses yang luas terhadap dan signifikan. Gereja memiliki tanggung Namun di balik keunggulan jawab untuk mendampingi Gen-Z dalam tersebut, generasi ini juga menghadapi membentuk karakter Kristiani yang kokoh berbagai tantangan yang membuat mereka dan sesuai dengan nilai-nilai Alkitab. Salah satu ayat yang relevan dalam tingkat kecemasan, tekanan sosial dari media digital, serta krisis identitas dan perkembangan karakter Gen-Z adalah Aulia Rahmawati et al. AuPeran Media Sosial Dalam Penguatan Moderasi Beragama Di Kalangan Gen-Z,Ay J-ABDI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 3, no. : 905Ae20. Yepto. AuApa Itu Generasi Milenial. Baby Boomers. Gen X. Gen Z. Dan Gen Alpha,Ay rri. 2024, https://w. id/iptek/509842/apa-itugenerasi-milenial-baby-boomers-gen-x-gen-z-dangen-alpha. Salwiah Salwiah and Asmuddin Asmuddin. AuMembentuk Karakter Anak Usia Dini Melalui Peran Orang Tua,Ay Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 6, no. : 2929Ae Meilani Meilani and Martina Novalina. AuPendidikan Agama Kristen Bagi Remaja Di Era Globalisasi Berdasarkan Amsal 22:6,Ay EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership 3, 1 . : 1Ae12. Peran Gereja dalam Membentuk Karakter Kristiani Generasi Z B e r d a s a r k a n A m s a l 2 2 : 6 | 43 Banyak Gereja bukan hanya tempat ibadah, mengalami kesulitan dalam membangun tetapi juga komunitas yang berfungsi hubungan yang mendalam dan autentik, sebagai sekolah kehidupan, tempat belajar Tuhan 5 Dengan demikian ciri khas dari Dalam kaitannya dengan Gen-Z. Gen-Z adalah generasi yang sangat dekat beberapa penelitian telah menjelaskan bahwa gereja memiliki beberapa peran terhadap kecemasan, tekanan sosial, serta Kristiani, antara lain: pertama, gereja harus menyediakan program-program pendidikan Tantangan-tantangan ini menjadikan iman yang dirancang secara khusus untuk pembentukan karakter Kristiani terhadap generasi muda. Pendidikan ini dapat Gen-Z sebagai tugas yang tidak mudah. dilakukan melalui sekolah minggu, kelas Nilai-nilai katekisasi, kelompok kecil, dan kegiatan bertentangan dengan nilai-nilai Alkitab pelayanan lainnya. Melalui pendidikan iman, gereja dapat menanamkan nilai-nilai bertindak, dan mengambil keputusan. Alkitab tengah kondisi ini, gereja memiliki peran pembentukan karakter mereka. 7 Kedua, strategis untuk menjadi terang dan garam Gen-Z membutuhkan komunitas yang dapat memberikan dukungan emosional, menyediakan wadah yang relevan, kreatif, spiritual, dan sosial. Dalam hal ini, gereja dan kontekstual untuk menjangkau mereka harus menjadi tempat di mana mereka dan memperlengkapi mereka dengan nilai- merasa diterima, dihargai, dan dicintai. nilai Kristiani yang mendalam. 6 Dengan Dalam komunitas yang sehat, generasi demikian, gereja dapat menjadi tempat muda dapat belajar untuk saling mengasihi, pertumbuhan iman yang autentik dan menghormati, dan bekerja sama, yang merupakan karakteristik dari kehidupan Gereja Kristiani kokoh bagi Gen-Z di tengah arus zaman. yang berpusat pada Kristus. 8 Ketiga, salah Ranny Rastati. AuMedia Literasi Bagi Digital Natives: Perspektif Generasi Z Di Jakarta,Ay Kwangsan 6, no. : 2. Firman Panjaitan. AuPeningkatan Kedisiplinan Anak Dengan Pola Asuh Yang Tepat Menurut Ibrani 12:5-11,Ay Shift Key : Jurnal Teologi Dan Pelayanan 12, no. : 28Ae40. Hadi Siswoyo. AuSekolah Minggu Sebagai Sarana Dalam Membentuk Iman Dan Karakter Anak,Ay Sanctum Domine: Jurnal Teologi 7, no. : 121Ae34. Yeremia Yeremia. AuGereja Dan Generasi Z: Misi Dialogis Pada Ruang Virtual,Ay Excelsis Deo: Jurnal Teologi. Misiologi. Dan Pendidikan 7, no. : 28Ae44. 44 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. satu cara terbaik untuk membentuk karakter Berbeda dengan beberapa penelitian adalah melalui teladan dalam hidup yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani. Gen-Z mengungkapkan peran dari Amsal 22:6 cenderung lebih tertarik pada tindakan yang memberikan prinsip dasar bahwa nyata daripada sekadar kata-kata, sehingga pembentukan karakter harus dimulai sejak teladan hidup menjadi alat yang sangat usia muda. Dalam konteks ini, gereja memiliki tanggung jawab untuk menjadi 9 Keempat, gereja perlu responsif mitra bagi orang tua dalam memahami terhadap tantangan yang dihadapi oleh peran mereka sebagai pendidik utama. Gen-Z. Hal ini dapat dilakukan dengan sekaligus menyediakan dukungan melalui mengadakan diskusi tentang isu-isu terkini, program-program yang memperlengkapi mereka untuk menjalankan tugas tersebut. Ayat ini juga mengandung janji bahwa pendidikan yang benar akan menghasilkan mengekspresikan iman dengan cara yang buah yang tahan lama. Namun, janji ini 10 Kelima, gereja perlu melibatkan hanya dapat terwujud jika gereja dan Gen-Z dalam berbagai bentuk pelayanan, keluarga bekerja sama dalam membimbing baik di dalam maupun di luar gereja. generasi muda. Dalam konteks Gen-Z, hal Dengan terlibat dalam pelayanan, mereka ini berarti gereja perlu memperhatikan dapat belajar tentang tanggung jawab, kebutuhan, tantangan, dan karakteristik pengorbanan, dan kasih kepada sesama. Hal unik mereka agar pendidikan iman yang diberikan dapat berjalan dengan efektif. membangun karakter yang kuat, tetapi juga Meskipun literatur yang ada telah memperkuat iman mereka. 11 Dari uraian ini dapat ditegaskan bahwa pada prinsipnya, pelayanan gereja bagi Gen-Z, sebagian gereja sangat berperan penting dalam besar kajian cenderung berfokus pada pendidikan iman, teladan hidup, komunitas suportif, responsif, dan keterlibatan dalam implementasi praktis dan studi empiris mengenai efektivitas strategi pelayanan Dan Pendidikan Kristiani 02, no. : 23Ae34. Joni Manumpak Parulian Gultom. AuKepemimpinan Gereja Lokal Dalam Pengembangan Kepemimpinan Generasi Ao Z Ao Pekerja Migran Kristen Indonesia Di Malaysia,Ay Teruna Bhakti 5, no. : 89Ae106. Gen-Z Jan Lukas Lombok and Joni Manumpak Parulian Gultom. AuPeran Penggembalaan Dalam Pemuridan Vokasional Generasi Z,Ay Pengarah: Jurnal Teologi Kristen 4, no. Yuli Kristyowati. AuGenerasi AoZAo Dan Strategi Melayaninya,Ay Ambassador: Jurnal Teologi Namun. Peran Gereja dalam Membentuk Karakter Kristiani Generasi Z B e r d a s a r k a n A m s a l 2 2 : 6 | 45 pastoral berbasis digital dan relasional yang sesama, serta membangun karakter Kristus. telah diusulkan. Oleh karena itu, penelitian Secara khusus, dalam penelitian terhadap ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan Amsal 22:6, akan digunakan tafsir kritik teks untuk menemukan makna yang menguraikan strategi pelayanan pastoral mendalam tentang berita yang terkandung yang relevan dan kontekstual bagi Gen-Z di dalam ayat tersebut. 13 Setelah tafsir dilakukan, pesan Alkitab tersebut akan memberikan panduan aplikatif bagi gereja direlevansikan pada model pendidikan dan orang tua dalam pembentukan karakter Kristiani mereka di era digital. sebuah bentuk pendampingan yang relevan Amsal 22:6, Gen-Z, dan kontekstual untuk membentuk Gen-Z METODE PENELITIAN menjadi generasi yang memahami tentang arti dan makna kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik penelitiannya Proses HASIL DAN PEMBAHASAN . iterature Generasi Z membutuhkan pembinaan dilakukan melalui jurnal-jurnal ilmiah dan buku-buku pendukung yang digunakan Informasi dari internet tidak cukup. perlu pendidikan rohani yang sistematis Gen-Z merefleksikan perjalanan hidup mereka, tantangan yang dihadapi, dan bagaimana Pelayanan nilai-nilai Kristiani dapat diterapkan dalam pengajaran tentang Allah, keselamatan, kehidupan generasi muda. Kemudian. Allah, data pustaka yang dikumpulkan, dianalisis penebusan dalam Kristus, serta perubahan dengan merujuk pada teks Alkitab yang hidup berdasarkan Injil. Gen-Z tidak merespons pembelajaran teoretis semata. Pembaca melainkan menuntut bukti nyata dan hubungan dengan Tuhan, diri sendiri, dan Norberto G. Cardoso1. Ni Made Prema Wahini, and La Ilham Toha. AuKonsep Merdeka Belajar Ditinjau Dari Filsafat Pendidikan Paulo Freire,Ay Jurnal Filsafat Indonesia 7, no. 238Ae47. Firman Panjaitan. AuKEWARGAAN DI tindakan konkret. SURGA: Tuntutan Meneladani Kristus,Ay Jurnal Amanat Agung 17, no. : 249Ae70. Gultom. AuKepemimpinan Gereja Lokal Dalam Pengembangan Kepemimpinan Generasi Ao Z Ao Pekerja Migran Kristen Indonesia Di Malaysia. Ay 46 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. Oleh karena itu, pendidikan iman nyaman dan terbuka. Selain itu, pendekatan bimbingan pastoral melalui media sosial penghormatan terhadap kehidupan, alam, secara privat dan personal menjadi solusi dan sesama sebagai wujud ajaran iman bertransformasi, menggabungkan prinsip mengandalkan doa atau pendampingan iman Kristen dengan pendekatan digital dan tanpa pengajaran iman yang jelas akan gaya komunikasi yang sesuai dengan Gen- gagal membangun dasar iman yang kuat. Dengan langkah ini, pelayanan bukan Amsal hanya mempertahankan generasi muda, pendidikan sejak usia dini . Ae5 tahu. , tetapi juga membentuk mereka menjadi sejalan dengan psikologi perkembangan pribadi yang kuat dan dewasa dalam iman Nilai-nilai yang ditanamkan sejak di tengah era digital. Pelayanan Gereja kecil akan mengakar dan memengaruhi perilaku hingga dewasa, menjadi dasar Mengenal Karakteristik Generasi Z dan yang kokoh dalam menghadapi hidup serta Tantangannya membawa pemulihan sejati dalam Kristus. Setiap individu memiliki keunikan Strategi pelayanan pastoral harus disesuaikan dengan karakteristik Gen-Z, sebagaimana ditekankan dalam Amsal 22:6 mengenai pentingnya mendidik "menurut jalan yang patut baginya. " Gen-Z hidup di kualitas hidupnya. Karakteristik adalah era digital dan sangat akrab dengan Maka. Setiap pendidikan iman harus kontekstual dan individu memiliki karakteristiknya masing- masing sehingga tidak dapat disamakan Pelayanan antara satu dengan yang lainnya, termasuk pastoral perlu menggunakan media digital Gen-Z dengan ciri khasnya sendiri yang seperti platform online, media sosial, dan membedakan mereka dengan generasi- konten kreatif untuk menyampaikan ajaran generasi sebelumnya. Setiap individu dari Komunikasi pun harus luwes, ringan. Gen-Z dan tidak formal, agar Gen-Z merasa berbeda-beda. Lombok Gultom. AuPeran Penggembalaan Dalam Pemuridan Vokasional Generasi Z. Ay Lilis Lela Sandy. Suryadi, and Anton Nasrullah. AuPengaruh Perhatian Orang Tua Dan Motivasi Belajar Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Siswa,Ay Jurnal Penelitian Bimbingan Dan Konseling 2, no. Peran Gereja dalam Membentuk Karakter Kristiani Generasi Z B e r d a s a r k a n A m s a l 2 2 : 6 | 47 belakang tempat tinggal, keadaan keluarga, karakteristik tersebut menunjukkan bahwa serta ekonomi dan pola komunikasi yang Gen-Z adalah generasi yang dinamis, jelas lebih terbuka dibandingkan generasi adaptif, dan memiliki potensi besar untuk Gen-Z sangat akrab dengan teknologi, dengan teknologi mereka dapat mengakses informasi secara instan. Ini Setiap generasi sangat dipengaruhi menjadi salah satu keunggulan Gen-Z mengubah pola pikir manusia. Pada era kini, hampir seluruh aspek kehidupan Generasi karakteristik, pertama, mereka terbiasa termasuk dalam komunikasi dan media multitasking, seperti mengerjakan tugas Kondisi ini membawa dampak besar karena sebagian aktivitas mereka lebih menggunakan gawai secara bersamaan,17 mengikuti tren dunia maya daripada kedua. Gen-Z sangat bergantung pada kehidupan nyata. Gen-Z dikenal sebagai generasi yang sangat terampil dalam menyelesaikan berbagai aktivitas, ketiga, mereka adalah pengguna aktif media sosial, memanfaatkan platform daring . alam yang membuat mereka semakin terbuka jaringa. untuk belajar, berkomunikasi, terhadap hal-hal baru dan mendorong hingga berbelanja. Sejak kecil. Gen-Z sudah terbiasa menggunakan teknologi. Mereka mampu menjalankan berbagai memiliki jiwa kreatif karena kemudahan aktivitas secara bersamaan dan selalu terhubung melalui internet dan media informasi,18 dan kelima, mereka bersifat Pola komunikasi, pembelajaran, dan interaksi mereka pun sangat dipengaruhi menciptakan inovasi baru. 19 Karakteristik- Katarina Katja Mihelis. Vivien Kim Geok Lim, and Barbara Culiberg. AuCyberloafing among Gen Z Students: The Role of Norms. Moral Disengagement. Multitasking Self-Efficacy, and Psychological Outcomes,Ay European Journal of Psychology of Education 38, no. : 567Ae85. Rahmawati et al. AuPeran Media Sosial Dalam Penguatan Moderasi Beragama Di Kalangan Gen-Z. Ay Lira Angger Narwastu and Agus Dody Purnomo. AuPadu Padan Wastra Indonesia Pada Kreativitas Gen Z,Ay CandraRupa : Journal of Art. Design, and Media 2, no. : 45Ae49. Galih Sakitri. AuSelamat Datang Gen Z . Sang Penggerak Inovasi!,Ay Forum Manajemen Prasetiya Mulya, 2021, 1Ae10. 48 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. dunia digital, termasuk dalam keagamaan. Mereka merupakan digital native pertama Ibadah tradisional yang cenderung kaku yang tumbuh bersama teknologi, dan secara umum menunjukkan optimisme terhadap teknologi sering kali kurang menarik bagi kelancaran hidup mereka. Gaya hidup generasi ini. Mereka membutuhkan ibadah mereka bersifat mix method, yakni hidup di yang lebih kontekstual, dinamis, dan sesuai dunia nyata dan dunia maya secara dengan gaya hidup digital mereka. Hal ini Wawasan mereka lebih luas, terlihat dari kerinduan mereka terhadap penyelenggaraan ibadah hybrid atau online dibandingkan generasi sebelumnya dalam yang interaktif, di mana Gen-Z dapat bidang informasi dan teknologi media. mengikuti ibadah melalui platform digital Namun, di balik semua keunggulan itu, seperti YouTube atau Zoom, disertai live terdapat konsekuensi negatif yang tidak chat untuk berinteraksi, renungan singkat dalam format video kreatif di Instagram aplikasi yang mereka gunakan berkaitan atau TikTok, penggunaan musik rohani menekankan bahwa penggunaan game penyampaian khotbah yang relevan dengan online memberikan dampak mentalitas isu-isu Sebanyak Farida kesehatan mental, identitas diri, dan relasi dibandingkan televisi dan film. 24 Dengan 22 Perubahan sosial, budaya, dan potensi besar dalam era digital, mereka juga Gen-Z memengaruhi cara mereka memandang dan menjalankan praktik keagamaan, sehingga Gen-Z menghadapi tantangan tersendiri pendampingan yang bijaksana. perubahan budaya yang cepat. Dengan populasi mencapai 26% dari Amsal 22:6 sebagai Landasan Pelayanan Pastoral Generasi Z seluruh penduduk dunia. Gen-Z menjadi kelompok usia terbesar secara global. Deflit Dujerslaim Lilo. AuMisi Gereja: Menjangkau Yang Tidak Terjangkau Di Era Dan Pasca Pandemi COVID-19,Ay Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi 3, no. : 204Ae16. Lilo. Diah Nur Rakhmah. AuGen Z Dominan. Apa Artinya Bagi Pendidikan Kita?,Ay Kementerian Sekilas tentang Kitab Amsal Pendidikan Dan Kebudayaan, https://pskp. id/produk/artikel/detail/ Nisreen Ameen. Sameer Hosany, and Babak Taheri. AuGeneration ZAos Psychology and New-Age Technologies: Implications for Future Research,Ay Psychology and Marketing, 2023. Peran Gereja dalam Membentuk Karakter Kristiani Generasi Z B e r d a s a r k a n A m s a l 2 2 : 6 | 49 berbentuk puisi. Amsal terdiri dari dua Kitab Amsal menonjolkan prinsip genre utama: peribahasa . dan bahwa hikmat adalah kunci kehidupan yang perintah serta larangan . ommands and berkenan kepada Tuhan. Sebagai bagian dari literatur hikmat Israel kuno, kitab ini tidak terikat pada narasi sejarah Israel, didasarkan pada pengalaman, dan bertujuan melainkan berfokus pada prinsip etis dan Kitab Amsal ucapan-ucapan Amsal Peribahasa bertindak secara baik dan saleh berdasarkan kehidupan, moralitas, dan hubungan antar kehendak Allah. Hikmat dalam kitab ini AuTulisan-tulisanAy (Ketubi. dalam Alkitab diajarkan oleh para pendidik Israel untuk Ibrani. Amsal berfokus pada pengajaran membentuk pemimpin yang berintegritas. hikmat untuk membimbing individu dalam Tradisi hikmat ini berkembang sejak masa hidup yang benar dan berkenan kepada kerajaan Salomo, yang dikenal sebagai Tuhan. penulis utama kitab Amsal (Ams. 1:1. penting dalam pembentukan karakter umat Raj. Penyusunan kitab ini dilanjutkan Allah sejak zaman Salomo. 27 Amsal 1:2Ae6 oleh hamba-hamba Raja Hizkia (Amsal menyatakan bahwa tujuan kitab ini adalah 25:. , untuk memberikan hikmat, pengertian, dan Termasuk Kehadirannya nasihat moral bagi kaum muda dan mereka Dengan yang belum berpengalaman. Kitab ini ditulis untuk membentuk karakter moral, menegaskan bahwa hikmat tetap menjadi meningkatkan kecerdasan rohani, dan 28 Dari pemahaman tersebut masyarakat yang bijaksana dan berkeadilan dapat dikatakan bahwa Kitab Amsal sepanjang masa. bertujuan membentuk karakter moral. Kitab Amsal memiliki struktur sastra Ril Tampasigi and Peniel C. Maiaweng. AuTinjauan Teologis Tentang Takut Akan Tuhan Berdasarkan Kitab Amsal Dan Implementasinya Dalam Hidup Kekristenan,Ay Jurnal Jaffray 10, no. : 118. Lawrence E. Boadt. AuAmsal,Ay in Tafsir Alkitab Perjanjian Lama, ed. Dianne Bergant & Robert J. Karris, 6th ed. (Yogyakarta, 2. , 463Ae meningkatkan kecerdasan rohani, serta & Bush F. Lasor. Hubbard. Pengantar Perjanjian Lama 2: Sastra Dan Nubuat, 2 (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. Tampasigi and Maiaweng. AuTinjauan Teologis Tentang Takut Akan Tuhan Berdasarkan Kitab Amsal Dan Implementasinya Dalam Hidup Kekristenan. Ay 50 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. memberikan dukungan dalam kehidupan sehari-hari. diungkapkan nabi-nabi dalam kehidupan Kitab ini sangat relevan sebagai dasar sehari-hari. 29 Amsal tidak menyampaikan dalam membina Gen-Z yang sedang doktrin secara eksplisit, tetapi menawarkan bertumbuh dalam dunia modern yang nasihat praktis berdasarkan pengalaman penuh tantangan. Jika dilihat dari ciri khas Hal ini menjadikan Amsal sangat kitab Amsal, maka kitab ini memberikan relevan untuk diterapkan dalam pelayanan dasar bahwa pembelajaran iman dan pastoral yang menekankan pembentukan karakter kepada Gen-Z harus disampaikan melalui cara-cara yang relevan, praktis, dan kehidupan sehari-hari Gen-Z. berbasis pengalaman nyata. Dalam konteks pelayanan pastoral. Kitab Amsal ditujukan berpengalaman serta para orang tua, agar Teks Amsal 22:6 Dalam Bahasa Ibrani. Amsal 22:6 mereka memperoleh kecerdasan moral dan A uA uEoe U y oono u aoAAhAi A spiritual dalam membimbing kehidupan Transliterasi h nskh lannaAoar Aoal-pi-darky gam kyyazkyn loAo-yAsy. generasi berikutnya. Kitab ini berfungsi sebagai panduan pembelajaran, baik di lingkungan rumah maupun istana, yang membantu anak-anak muda bertumbuh Terjemahan Didiklah seorang anak menurut jalan yang patut baginya, sehingga ketika ia sudah tua . ia tidak akan . ari jalan tersebu. Amsal menekankan bahwa pendidikan iman dan pembentukan karakter Kata AudidiklahAy berasal dari kata harus dimulai sejak usia dini, karena masa kerja Ibrani . Ai A: hanok. yang merupakan bentuk qal imperative dari akar kata hanakh pertumbuhan rohani dan kepemimpinan di . A)iAyang berarti AumendedikasikanAy atau masa depan. Ini menjadi landasan strategis Aumenginisiasi. Ay Ini adalah bentuk kata kerja bagi gereja untuk membangun pelayanan aktif sederhana yang menunjuk pada suatu pastoral yang fokus pada pembinaan tindakan nyata, yakni mendidik secara karakter Gen-Z melalui nilai-nilai hikmat Dalam konteks kitab Amsal, khanok yang diajarkan dalam kitab Amsal. Hikmat dalam Perjanjian Lama adalah pelajaran pengetahuan semata, melainkan melibatkan Gerrycut Siregar. AuTeologi - Taurat,Ay Jurnal Kadesi 5, no. : 81Ae106. Peran Gereja dalam Membentuk Karakter Kristiani Generasi Z B e r d a s a r k a n A m s a l 2 2 : 6 | 51 dedikasi yang mengarahkan anak muda menegaskan bahwa mendidik anak harus kepada jalan hidup yang benar. Menurut Pailang dan Palar, mendidik dalam konteks perkembangan kepribadiannya. Luis Palau, ini menyerupai seorang pengasuh yang memberi makan anak asuhnya: pendidikan pengajaran Firman Tuhan secara teratur berfungsi sebagai makanan rohani yang dalam setiap aspek kehidupan untuk membangun pertumbuhan karakter secara membangun kedewasaan rohani umat muda perlahan tetapi pasti. Dengan demikian. Kristen. Maka, pendidikan terhadap anak didikan orang tua kepada anak muda harus dilakukan secara berkesinambungan dan kecenderungan zamannya, serta diarahkan penuh kasih, bukan sekadar transfer pada kehidupan yang berkenan kepada informasi tetapi membentuk kepribadian Tuhan. 31 Penulis menyimpulkan bahwa dan iman anak. 30 Didikan positif yang Aujalan yang patut baginyaAy berarti strategi mengajarkan nilai-nilai etika, moralitas, dan kasih Allah akan membekas dalam metode dengan karakter dan perkembangan hidup anak muda, yang pada akhirnya zaman/dunia. Ini menuntut pelayanan yang berpengaruh kuat hingga masa tuanya. relevan, adaptif, dan kontekstual, agar nilai- Pendidikan rohani bukan hanya aspek nilai iman dapat tertanam kuat dalam hidup kognitif, melainkan pengenalan relasional dengan Allah yang mendasari seluruh perilaku hidup. Sedangkan dalam frasa AuIa Tidak akan (Perna. Menyimpang (A)u aoAA,Ay kata Frasa AujalanAy dalam bahasa Ibrani AotidakAo berasal dari Bahasa Ibrani loAo (A)u aA adalah . AA: derek. , yang bermakna lebih memiliki arti larangan ilahi yang bersifat dari sekadar jalan secara fisik. Derekh tegas dan bermakna apodictive . enar- benar pasti atau mutlak bena. Jika kata ini kecenderungan batin, dan pola kehidupan. digabungkan dengan kata yAsyr (A )oAAyang Dalam tradisi hikmat, kata ini mengandung memiliki kata dasar syr (A )AAyang berarti: makna mendidik anak sesuai dengan menyimpang, berbelok, berpindah, atau menghinda. ditambah kata ganti orang ke- Adoe dan Sembodo 3 tunggal dengan bentuk imperfect . Herianto Sande Pailang. AuMembangun Spiritual Remaja Masa Kini Berdasarkan Amsal 22:6,Ay STT JaffrayMakasar 1, no. : 1Ae8. Yelvi Sofia Adoe and Joko Sembodo. AuPeranan Keluarga Menurut Amsal 22:6 Dalam Pembentukan Karakter Anak,Ay Miktab: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani 1, no. 52 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. maka arti dan makna frasa ini menjadi: ia dan transformasi hidup berdasarkan Injil. tidak akan pernah menyimpang/berpindah. Namun pendidikan semacam ini bukan Melalui kata loAo (A )u aAditegaskan bahwa sekadar berjalan dalam ranah teoretis orang yang sudah mengalami didikan secara benar sejak kecil sungguh-sungguh diintegrasikan ke dalam tindakan nyata, tidak akan, bahkan tidak ada peluang sama karena Gen-Z merupakan generasi yang sekali, untuk berpindah atau berjalan sulit, bahkan dapat dikatakan tidak bisa, menyimpang dari setiap ajaran yang sudah menerima sebuah pembelajaran yang hanya diterimanya sejak kecil. ada dalam ranah teoretis belaka. Gen-Z menuntut sebuah tindakan integratif dan Strategi Pelayanan Pastoral bagi bukti nyata dari sebuah teori, sehingga Generasi Z menurut Amsal 22:6 pembelajaran tentang Allah, keselamatan dan relasi harus disesuaikan dengan situasi Berdasarkan sekarang melalui tindakan penghormatan analisis teks di atas, maka Amsal 22:6 dan penerimaan terhadap kehidupan, alam semesta dan sesama manusia sebagai pastoral untuk Gen-Z mencakup dua prinsip perwujudan yang nyata terhadap ajaran utama, yaitu: pertama, pelayanan harus Pelayanan pastoral yang hanya berfokus pada didikan iman, dan kedua, pelayanan harus ditempatkan sesuai dengan mendoakan tanpa memberikan pengajaran konteks yang patut bagi Gen-Z. iman yang jelas akan gagal membangun fondasi iman yang kokoh dalam diri Gen-Z. Berfokus pada Didikan Kaum Muda Dalam Amsal 22:6, Pendidikan iman harus dimulai sejak masa Gen-Z kanak-kanak. Jika dalam Bahasa Ibrani yang intensional dalam iman. Mereka tidak digunakan kata naAoar (AA: masa kanak- cukup hanya mendapatkan informasi dari kana. , maka yang dimaksud adalah internet, tetapi perlu menerima pendidikan seseorang yang sedang berada dalam masa Hal mempersiapkan mereka menghadapi masa pemahaman psikologi yang mengatakan bahwa pembelajaran moral kepada seorang pastoral ini harus meliputi pembelajaran anak harus dimulai sejak masa batita dan tentang Allah, keselamatan, relasi manusia balita . -5 tahu. , karena di masa tersebut dengan Allah, penebusan di dalam Kristus, seorang anak akan menyerap dengan baik Pendidikan Peran Gereja dalam Membentuk Karakter Kristiani Generasi Z B e r d a s a r k a n A m s a l 2 2 : 6 | 53 pembelajaran moral dari orang tuanya dan dikelilingi oleh internet. Mereka sangat kemudian menyimpannya di hatinya yang bergantung pada teknologi, mahir dalam paling dalam sampai pada masa remaja. penggunaan berbagai sarana informasi, dan masa remaja, pembelajaran moral tersebut hampir tidak pernah terlepas dari koneksi akan ditampakkan melalui tindakan dan Oleh karena itu, pendidikan iman tingkah laku. 32 Pemahaman dalam Amsal bagi Gen-Z harus disesuaikan dengan 22:6 menegaskan bahwa pendidikan moral perkembangan zaman dan karakteristik di masa kanak-kanak ini akan terlihat pada khusus generasi ini. Mendidik mereka masa tua mereka, saat iman yang tertanam Aumenurut jalan yang patut baginyaAy berarti menghadapi berbagai tantangan hidup. relevan dengan realitas kehidupan digital Dalam Amsal Amsal keyakinan dan kepastian bahwa mereka menekankan bahwa pendidikan tidak boleh tidak akan pernah menyimpang dari nilai- berdasarkan cara pandang generasi tua nilai moral yang telah ditanamkan sejak Bentuk pendidikan ini bukan hanya karakter Gen-Z. Banyak orang tua dan transformatif, dan hal ini akan membawa pembina remaja masih memaksakan model Gen-Z kepada pemulihan sejati dalam pelayanan konvensional, yang sering kali Yesus Kristus. terasa kurang relate bagi Gen-Z. Karena itu, pelayanan pastoral harus mengalami Mendidik dengan Pendekatan yang Sesuai memanfaatkan teknologi digital sebagai Konsep selanjutnya adalah tentang strategi pelayanan pastoral yang harus komunikasi dan pembinaan iman. dijalankan berdasarkan hasil eksposisi dan Mengoptimalkan pelayanan pastoral analisis teks terhadap frasa Aumendidik berbasis digital menjadi sangat penting. menurut jalan yang patut baginyaAy dalam Sebagaimana dijelaskan oleh Badri. Gen-Z Amsal 22:6. Gen-Z merupakan generasi sangat akrab dengan internet dan platform yang lahir dan besar di era digital, di mana 33 Maka, orang tua dan pembina hampir seluruh aspek kehidupan mereka remaja perlu aktif di dunia maya untuk David Setyawan. AuKonsep Pendidikan Moral Menurut Lawrence Kohlberg,Ay Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), 2017, 1, https://w. id/publikasi/survey-kpaiperan-ayah-masih-rendah-dalam-keluarga. Muhammad Badri. AuPribumi Digital 54 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. menjangkau mereka. Pelayanan pastoral bentuk teks, pelayanan ini dapat diperkaya tidak lagi harus bergantung pada pertemuan fisik, melainkan dapat dilakukan secara khotbah, atau kutipan-kutipan Firman daring . alam jaringan atau onlin. melalui Tuhan, menjadikan media sosial sebagai wahana strategis untuk pelayanan pastoral platform online lainnya. Hal ini sejalan yang kreatif dan efektif. dengan perkembangan inovasi teknologi Di samping penggunaan media digital, yang makin pesat, sehingga pelayanan gaya komunikasi dalam pelayanan pastoral berbasis digital menjadi sarana efektif kepada Gen-Z juga perlu diperhatikan. untuk mendekatkan diri kepada Gen-Z. Komunikasi adalah proses penyampaian Selain itu, interaksi konseling juga harus informasi, gagasan, atau perasaan dari satu disesuaikan dengan media sosial yang pihak ke pihak lain. Gen-Z dikenal lebih menjadi bagian integral dari kehidupan Gen-Z. Prayitno dan Amti menegaskan cenderung tertutup dalam komunikasi tatap bahwa bimbingan dan konseling pada muka, terutama dengan orang tua atau dasarnya adalah proses komunikasi antara otoritas yang lebih tua. Oleh sebab itu, pemberi pesan dan penerima pesan, baik komunikasi yang efektif dengan generasi ini harus bersifat cair, tidak terlalu formal, kehidupan sehari-hari. 34 Prasetiawan dan dan menggunakan bahasa yang ringan serta Alhadi juga menyatakan bahwa media mudah dipahami. Dalam bimbingan dan konseling, pendekatan yang terlalu kaku komunikasi generasi muda. 35 Oleh karena Menggunakan humor, apresiasi, melalui media sosial menjadi solusi yang dan motivasi dalam komunikasi akan Melalui media sosial, pembina membuat Gen-Z merasa lebih nyaman. dapat menyampaikan pengajaran, nasihat. Pendekatan seperti ini menciptakan suasana atau motivasi rohani secara privat dan yang santai dan menyenangkan, sehingga mereka lebih mudah diajak berdiskusi konsumsi publik yang dapat menimbulkan tentang persoalan iman dan kehidupan mereka, tanpa merasa dihakimi. Tidak Moderat: Profil Kecakapan Komunikasi Digital Generasi Z,Ay Jurnal Riset Komunikasi 5, no. : 291Ae303. Prayitno and Erman Amti. AuBeberapa Butir Pokok Bimbingan Dan Konseling Di Perguruan Tinggi,Ay Seminar-Lokakarya Dosen-Dosen PTS Kopertis Wilayah X, 1990. Hardi Prasetiawan and Said Alhadi. AuPemanfaatan Media Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah SeKota Yogyakarta,Ay Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling 3, no. : 87Ae98. Peran Gereja dalam Membentuk Karakter Kristiani Generasi Z B e r d a s a r k a n A m s a l 2 2 : 6 | 55 Pelayanan pastoral bagi Gen-Z harus berbasis teknologi digital dengan gaya komunikasi yang luwes dan kontekstual. Berdasarkan Mengadaptasi karakteristik generasi ini menjadi kunci pembinaan spiritual, serta didukung oleh agar pembinaan iman berjalan efektif dan prinsip-prinsip dalam Kitab Amsal tentang relevan di tengah dunia yang terus Temuan dari analisis Amsal 22:6 dan Gen-Z nilai-nilai pengamatan karakter Gen-Z menunjukkan iman Kristen dengan metode digital bahwa pelayanan pastoral tradisional perlu Implikasi praktisnya, gereja mengalami transformasi metodologi. Teori perlu bertransformasi menjadi komunitas tentang pendidikan iman dalam Amsal mengarahkan pelayanan pastoral untuk mimbar, tetapi juga melalui platform melalui pengajaran iman yang relevan. personal, dan penyediaan sumber daya Implikasi praktisnya, gereja harus bergerak rohani yang relevan dengan gaya hidup Gen-Z. Dengan pastoral berbasis digital, memperhatikan pastoral menjadi tidak hanya bertahan, tetapi berkembang dan relevan di tengah psiko-sosial Gen-Z, membangun komunikasi yang cair dan perubahan zaman. terbuka untuk menjangkau generasi ini secara efektif. Dengan demikian, pelayanan Pelayanan Pastoral dalam Menjawab pastoral bukan hanya mempertahankan Tantangan Generasi Z generasi muda dalam gereja, tetapi juga membentuk mereka menjadi generasi yang Pelayanan kuat, dewasa dalam iman, dan mampu dipahami sebagai upaya dalam memberikan menjadi terang Kristus di tengah dunia dukungan, bimbingan, dan pertolongan Temuan mengenai karakter Gen-Z kerohanian, baik dalam situasi senang yang akrab dengan dunia digital dan maupun susah. Pelayanan ini bersifat kasih. Gultom. AuKepemimpinan Gereja Lokal Dalam Pengembangan Kepemimpinan Generasi Ao Z Ao Pekerja Migran Kristen Indonesia Di Malaysia. Ay 56 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. memelihara iman jemaat, dan bertujuan memperkuat hubungan manusia dengan digital, seperti membuat konten rohani Tuhan. Dalam menghadapi karakteristik yang kreatif di media sosial, membangun Gen-Z, komunitas daring berbasis pembinaan dilakukan dengan pola tradisional semata. rohani, serta mengembangkan platform Generasi ini menuntut pelayanan yang digital untuk pembinaan karakter Kristen. kontekstual, kreatif, dan adaptif dengan Ini penting agar pelayanan rohani kepada perkembangan teknologi. Mereka lebih Gen-Z tidak terputus dari dunia yang mereka geluti sehari-hari. Alasan Pelayanan pastoral kepada Gen-Z harus pelayanan pastoral terhadap Gen-Z ini menjadi penting dapat dilihat dalam bagan proyek kreatif, untuk membangun kembali perbandingan antara pelayanan pastoral secara tradisional dan kepada Gen-Z: hubungan mereka dengan Tuhan secara Gereja Tabel 1. Perbandingan Pelayanan Pastoral kepada Gen-Z Aspek Pelayanan Pastoral Tradisional Pelayanan Pastoral terhadap Gen Z Komunikasi Tatap muka, telepon Media sosial Gaya Formal dan hirarkies Dialogis, kolaboratif dan Kebutuhan utama Bimbingan rohani, konseling Pencarian identitas. Kesehatan mental, dan relevansi iman Media yang Mimbar, perkunjungan . Media sosial Respons terhadap Cenderung patuh kepada pemimpin gereja Kritis terhadap otoritas dan lebih menghargai keaslian Gaya ibadah Liturgis, terstruktur. Kreatif, ekspresif dan Yusmaliani Yusmaliani. AuTeologi Pastoral Yang Relevan Untuk Indonesia Masa Kini,Ay Jurnal Arrabona . https://doi. org/10. 57058/juar. 129Ae53. Peran Gereja dalam Membentuk Karakter Kristiani Generasi Z B e r d a s a r k a n A m s a l 2 2 : 6 | 57 Cara belajar Mendengarkan kotbah dan pengajaran secara individu Diskusi, pengalaman dan visual-audio Masalah umum Konflik keluarga, pekerjaan, atau etika Krisis identitas, isolasi sosial atau kecemasan digital Akses informasi Bergantung pada pengkhotbah Informasi cepat melalui Peran gereja Sebagai tempat utama pertumbuhan iman Salah atu dari banyak sumber pertumbuhan iman Dari perbandingan di atas, dapat KESIMPULAN dilihat bahwa pelayanan pastoral kepada Gen Z ini perlu didesain secara khusus. Penelitian ini menunjukkan bahwa yang meliputi beberapa hal, antara lain: strategi pelayanan pastoral bagi Gen-Z pertama, adaptasi teknologi, di mana seorang pelayan harus memahami media menekankan dua prinsip utama: yakni digital dalam menjangkau dan membina Gen Z. Kedua, pendekatan relasional. berkesinambungan sejak masa muda dan Dalam hal ini pelayan harus memahami perlunya pendekatan yang kontekstual bahwa hubungan yang manusiawi dan Temuan ini menegaskan bahwa jabatan dan gelar dari seorang pelayan. Gen-Z, sebagai generasi yang sangat Ketiga, relevansi pesan. Pelayan harus memahami bahwa Gen Z lebih cenderung untuk melihat Injil yang dikontekstualkan dalam isu-isu aktual yang sedang terjadi Kristen melalui media digital, pendekatan pada saat ini. Keempat, pelibatan aktif. Pelayan harus memahami bahwa dalam bimbingan rohani yang relevan dengan pelayanan pastoral kepada Gen Z, mereka perlu melibatkan Gen Z dalam pelayanan memberikan landasan teologis yang kuat melalui konten kreatif dan pengambilan bahwa pendidikan iman bukan hanya soal keputusan di gereja. transfer pengetahuan, melainkan proses Amsal Kitab Amsal dilakukan dengan penuh dedikasi dan 58 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. Dengan mendesak dari penelitian ini adalah agar gereja, para pelayan pastoral, dan orang tua segera merancang program pembinaan iman berbasis digital dan pendekatan membina Gen-Z, agar nilai-nilai iman Kristen tidak hanya bertahan tetapi bertumbuh dalam generasi yang hidup di tengah arus perubahan zaman yang sangat DAFTAR PUSTAKA