Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Februari 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i1. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V dengan Menggunakan Model Inkuiri Terbimbing Hilyati Zahro1. Ucik Fitri Handayani2* Pendidikan Guru Sekolah Dasar. FKIP. Universitas Terbuka Tadris Matematika. Fakultas Tarbiyah. Universitas Al-Qolam Malang *Email: ucik@alqolam. Received: 17/12/2024 . revised: 05/02/2025 . accepted: 07/02/2025 . published: 07/02/2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V pada materi volume dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Metode penelitian yang digunakan yakni Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah 22 siswa kelas V SDN 3 Sungai Besar. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar matematika pada siswa kelas V setelah tindakan dilakukan. Pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa yakni 64 dengan ketuntasan belajar 27%. Setelah menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada siklus II, rata- rata nilai hasil belajar matematika siswa 71 dengan ketuntasan belajar 73%, karena masih ada nilai siswa yang tidak tuntas. Setelah menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada siklus i rata-rata hasil belajar matematika siswa meningkat menjadi 81 dan semua nilai siswa dinyatakan tuntas, sehingga ketuntasan belajar 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa model inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam dunia pendidikan, terutama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di tingkat SD melalui pendekatan yang lebih interaktif dan berbasis eksplorasi. Keywords: Hasil Belajar Matematika. Model Inkuiri Terbimbing Abstract This research aims to improve the learning outcomes of fifth grade mathematics students on volume material by using the Guided Inquiry learning model. This type of research is Classroom Action Research (PTK). The subjects in this study were 22 fifth grade students of SDN 3 Sungai Besar. Data collection methods using observation, documentation, and tests. Data analysis techniques using descriptive qualitative and quantitative. The research data showed that there was an increase in mathematics learning outcomes in grade V students after the action was taken. In cycle I, the average student learning outcomes were 64 with 27% learning completeness. After using the guided inquiry learning model in cycle II, the average value of students' math learning outcomes was 71 with 73% learning completeness, because there were still student scores that were not complete. After using the guided inquiry learning model in cycle i, the average student math learning outcomes increased to 81 and all student scores were declared complete, so that learning completeness was 100%. These results indicate that the guided inquiry model can improve students' math learning outcomes. Overall, this research makes an important contribution to the world of education, especially in improving the quality of mathematics learning at the elementary level through a more interactive and exploration-based approach. Keywords: Mathematics Learning Outcomes. Guided Inquiry Model PENDAHULUAN Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan yang dipelajari di sekolah. Mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi wajib untuk mempelajari matematika (Hikmah & Saputra, 2. Matematika merupakan ilmu mutlak dan tidak mampu diubah, karena didasarkan perhitungan asli yang dapat dibuktikan dalam pembuktikan matematika. Suatu This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 1 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Februari 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i1. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ permasalahan dinyatakan bernilai benar apabila aksioma atau postulat yang mendasarinya juga benar. Matematika penting untuk dikuasai di setiap jenjang pendidikan karena berkaitan dengan menghitung dan mengukur (Sujarwo & Yunianta, 2. Pelajaran matematika tidak selalu mengenai angka, tetapi jauh lebih dalam dari itu (Puspaningtyas, 2. Van Den Heuvel . alam Maskar, 2. mengemukakan bahwa pembelajaran matematika harus berkaitan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Tidak hanya dalam pendidikan, matematika juga sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari oleh sebab itu matematika perlu untuk dipelajari (Fauzi et al. , 2. Akan tetapi, tidak sedikit siswa yang merasa kesulitan untuk memahami materi yang ada pada pelajaran matematika (Hikmah & Saputra, 2020. Permatasari, 2. Bahkan menurut sebagian siswa, matematika ini merupakan masalah dalam pembelajaran (Indahwati, 2. Ada juga yang menganggap apabila matematika tidak bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari (Maskar, 2. Padahal, matematika menjadi dasar kemampuan yang harus dimiliki siswa, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Pembelajaran matematika di sekolah dasar mempunyai peran penting. Hal ini karena ilmu matematika yang mereka pelajari pada jenjang sekolah dasar akan berpengaruh ke jenjang SMP. SMA, dan seterusnya. Pembelajaran matematika di sekolah dasar akan membahas konsep dan materi dasar matematika yang mampu membantu siswa dalam materi matematika pada jenjang SMP. SMA, dan seterusnya (Mursalin, 2. Dalam setiap pembelajaran matmatika harus dapat mengembangkan kemampuan matematika siswa (Khamida et al. , 2. Oleh sebab itu, sangat penting bagi guru untuk menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan materi matematika sejak sekolah dasar (Fauzi et al. , 2020. Permatasari, 2. Hasil belajar siswa merupakan pencapaian hasil belajar yang diperoleh siswa melalui kriteria atau nilai yang telah ditentukan. Hasil belajar merupakan indikator utama keberhasilan suatu proses pembelajaran. Dalam konteks pendidikan dasar, khususnya pada mata pelajaran matematika, hasil belajar siswa menjadi tolak ukur pencapaian kompetensi yang diharapkan. Hasil belajar siswa diartikan sebagai hasil yang didapat siswa secara akademis melalui ulangan, ujian, serta tugas keaktifan bertanya dan menjawab soal yang mendukung perolehan hasil belajar (Dakhi, 2. Menurut Hikmah & Saputra . untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa dapat dilihat dari kemampuan pemahaman siswa dan perilaku siswa. Pada realita di lapangan menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika, terutama karena pendekatan pembelajaran yang masih didominasi oleh metode konvensional seperti ceramah dan drill soal. Gambaran dalam pembelajaran saat ini lebih menekankan pada hafalan, sehingga kemampuan matematis lainnya jarang dilatihkan (Bidasari, 2. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan studi kasus di SDN 3 Sungai Besar, nilai ulangan harian siswa pada mata pelajaran matematika banyak yang rendah hanya sekitar 40% siswa yang nilainya diatas KKM. Selain itu siswa kurang termotivasi untuk mendengarkan penjelasan guru, sehingga siswa kurang aktif selama Seperti yang disampaikan Wati . dimana guru sering membrikan pertanyaan dan tidak dijawab, akhirnya guru yang menjawab sendiri. Hal ini disebabkan kemampuan siswa masih rendah akibat guru seringkali menggunakan metode pembelajaran ceramah, dimana pembelajaran berpusat pada guru tanpa melibatkan siswa dalam Rendahnya hasil belajar matematika pada siswa menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk menerapkan pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 2 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Februari 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i1. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Penerapan model pembelajaran yang tidak sesuai dapat menyebabkan kemampuan matematika siswa menjadi kurang berkmbang (Nurcahyono, 2. Saat ini terdapat beragam model pembelajaran yang dapat digunakan selama proses pembelajaran matematika. Pada pembelajaran diperlukan guru kreatif dan inovatif dalam menerapkan model pembelajaran, sehingga suasana pembelajaran menjadi menarik dan siswa dapat memahami apa yang disampaikan guru dengan baik (Heriyaman, 2. Kualitas hubungan antara siswa dan guru merupakan salah satu penentu keberhasilan pembelajaran di kelas (Rukmana et al. , 2. Salah satu model pembelajaran yang direkomendasikan untuk diterapkan pada pembelajaran matematika adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Seperti halnya yang disampaikan oleh Yuliany . yang menyampaikan bahwa salah satu alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar adalah model pembelajaran inkuiri terbimbing. Model pembelajaran inkuiri ini juga merupakan salah satu model pembelajaran yang mudah untuk diterapkan (Ricky et al. , 2. Model Inkuiri Terbimbing menjadi salah satu solusi yang relevan dalam mengatasi permasalahan rendahnya hasil belajar matematika siswa. Model pembelajaran yang sesuai juga dapat mengurangi kecemasan siswa selama proses pembelajaran berlangsung (Larasaty et al. , 2. Pembelajaran inkuiri terpimbing mendorong siswa untuk lebih aktif dalam mengeksplorasi konsep matematika dengan bimbingan guru, sehingga mereka tidak hanya menghafal rumus tetapi juga memahami konsep secara mendalam. Pembelajaran matematika tidak hanya fokus pada kemampuan berhitung, karena hal ini belum cukup untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari (Simbolon, 2. Melalui proses inkuiri, siswa belajar menemukan pola, menganalisis data, dan membangun pemahamannya sendiri, yang pada akhirnya meningkatkan daya pikir kritis dan hasil belajar mereka. Model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah rangkaian kegiatan belajar yang fokus pada pengalaman keterlibatan aktif siswa dengan menggunakan semua kemampuannya untuk belajar secara beurutan, kritis, logis, dan analitis berkaitan dengan berbagai konsep dan prinsip (Sanjani, 2. Kegiatan siswa menjadi pengalaman baru dalam hidupnya sehingga proses belajar mampu meningkatkan berbagai aspek kemampuan siswa. Model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih fokus untuk menyediakan bimbingan dan petunujk kepada siswa. Kegiatan siswa lebih terbimbing pada kegiatan penyelidikan berdasarkan masalah yang ada untuk menentukan langkah-langkah penyelidikan. Berdasarkan uraian di atas, untuk memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut dengan melakukan penelitian di SDN 3 Sungai Besar yang berjudul AuPeningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V dengan Menggunakan Model Inkuiri TerbimbingAy METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Fokus penelitian yakni pada upaya meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 3 Sungai Besar dengan menggunakan Model Inkuiri Terbimbing. Proses pelaksanaan penelitian merupakan siklus yang berkelanjutan yang meliputi kegiatan . analisis hasil observasi dan assessmen dan . refleksi (Alfaqih et al. , 2. Adapun subjek yang menjadi fokus utama dalam penelitian ini adalah siswa Kelas V SDN 3 Sungai Besar sebanyak 22 siswa dengan rincian 12 laki-laki dan 10 perempuan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, dokumentasi dan tes sesuai dengan materi pada pembelajaran matematika. Tes yang digunakan adalah tes tertulis dengan bentuk soal uraian sebanyak 5 soal setiap siklus I, siklus II, dan siklus i. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif yang meliputi kegiatan, penyajian data, reduksi This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 3 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Februari 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i1. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ data, penarikan kesimpulan. Adapun indikator kerja ini untuk mengetahui keberhasilan Penelitian Tindakan Kelas ini yaitu banyaknya siswa yang mendapat nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) minimal sebanyak 75%. Analisis data dilakukan pada hasil tes siswa di tiap siklus. Data tersebut digambarkan dalam bentuk tabel, diagram batang/grafik, serta pengelompokkan pada tabel distribusi Untuk menghitung nilai tes siswa menggunakan rumus sebagai berikut: ycE= ycu y 100 ycA Keterangan: : Skor Pencapaian Hasil Belajar : Jumlah skor yang diperoleh siswa : Jumlah Skor Maksimal Selanjutnya skor pencapain hasil belajar siswa dapat dilihat melalui kriteria hasil belajar siswa yang ditampilkan pada Tabel 1 berikut. Tabel 1. Kriteria Hasil Belajar Siswa Rentang Skor 82 < ycIycoycuyc O 100 71 < ycIycoycuyc O 82 59 < ycIycoycuyc O 71 49 < ycIycoycuyc O 59 0 O ycIycoycuyc O 49 Kategori Sangat Baik Baik Sedang Buruk Sangat Buruk Sumber : ((Arikunto, 2. Selanjutnya Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah banyaknya siswa yang mendapat nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) minimal sebanyak 75%. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 3 Sungai Besar dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Materi pada pembelajaran matematika yakni pokok bahasan volume diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan memperoleh nilai tuntas sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dalam pelaksananya, siswa diberi sebuah masalah yang dituangkan dalam LKPD, kemudian guru membimbing siswa untuk memecahkan masalah tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada model pembelajaran inkuiri terbimbing. Berdasarkan pelaksanaan penelitian di SDN 3 Sungai Besar pada siswa kelas V Semester I tahun pelajaran 2024/2025, didapatkan hasil penelitian sebelum dan setelah tindakan. Dalam pelaksanaannya, sebelum melakukan penelitian terlebih dahulu dilakukan observasi dan wawancara yang bertujuan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi guru selama pembelajaran di kelas berlangsung. Selanjutnya, berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepada guru matematika tersebut, dilakukanlah penelitian tindakan kelas sebagai salah satu upaya untuk mengatasi masalah yang dihadapi guru pada proses pembelajaran di kelas dengan tahapan pembelajaran siklus I, siklus II, dan siklus i. Adapun hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan tersebut diperoleh kesimpulan bahwa nilai ulangan harian siswa pada mata pelajaran matematika masih rendah This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 4 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Februari 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i1. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ yakni hanya sekitar 40% siswa yang nilainya di atas KKM. Hal ini disebabkan kemampuan numerasi siswa masih rendah, model pembelajaran yang digunakan belum bervariasi dan cenderung menggunakan ceramah, dimana pembelajaran berpusat pada guru tanpa melibatkan siswa dalam pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran matematika, numerasi berperan sebagai fondasi utama yang mendukung siswa dalam menguasai berbagai konsep dan keterampilan matematika yang lebih kompleks. Model pembelajaran yang tepat dapat membantu siswa memahami konsep dengan lebih baik, meningkatkan keterampilan pemecahan masalah, serta menumbuhkan minat dan motivasi belajar. Pelaksanaan kegiatan siklus I dilaksanakan pada hari Rabu, 6 November 2024 Jam 1-3. Kegiatan ini meliputi 4 kegiatan utama yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. tahap perencanaan dilakukan untuk mempersiapkan beberapa hal penting sebelum memulai kegiatan pembelajaran. Adapun uraian kegiatan yang dilakukan pada tahap ini yaitu . menyusun modul ajar mata pelajaran matematika pada pokok bahasan volume untuk satu kali kegiatan pembelajaran, . menyiapkan materi yang berkaitan dengan pokok bahasan perbandingan volume, . menyusun lembar penilaian yang akan digunakan sebagai bahan analisis hasil belajar siswa pada siklus I. Tahap pelaksanaan dilakukan untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa kelas V SDN 3 Sungai Besar pada pokok bahasan . Tahap observasi dilakukan secara sistematis untuk menilai efektivitas tindakan yang telah diberikan dan mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki pada siklus . Tahap refleksi dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari tahap observasi, yang mencakup aktivitas guru, keterlibatan siswa, serta hasil belajar mereka setelah penerapan model pembelajaran. Adapun model yang digunakan dalam pembelajaran adalah ceramah dan kooperatif serta menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Dalam pelaksanaannya, terdapat 3 kegiatan utama yang dilakukan yakni kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan . Kegiatan pendahuluan meliputi salam, berdoa, absensi, menyiapkan siswa untuk belajar, apersepsi dan motivasi, menyampaikan kesapakatan kelas, dan menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan inti meliputi memberikan kebutuhan visual dan audio dengan media video pembelajaran, membagi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan evaluasi. Kegiatan penutup meliputi menyimpulkan pembelajaran, refleksi guru dan siswa, dan guru mengakhiri pembelajaran. Berdasarkan tes evaluasi setelah pemblajaran dilaksanakan, dieproleh hasil belajar matematika siswa dalam menjawab soal pada Siklus I yakni jumlah siswa yang tuntas lebih sedikit dibandingkan dengan siswa yang tidak tuntas. Dari 22 siswa, hanya 6 siswa . %) yang memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan 16 siswa . %) belum mencapai KKM. Rata-rata nilai kelas dalam siklus I yakni 64. Dengan melihat hasil belajar pada kegiatan siklus I tersebut, perlu adanya tindakan perbaikan dalam pembelajaran mata pelajaran matematika pada materi volume. Berdasarkan hasil observasi, guru melakukan refleksi diri dan memutuskan untuk mengadakan perbaikan pada siklus II. Beberapa kegiatan yang dilakukan pada siklus II diantaranya menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing, mengelola waktu secara efisien, menggunakan media konkret yang digunakan siswa setiap hari, dan mengkondisikan kelas yang kondusif, sehingga semua siswa dapat fokus dengan materi pembelajaran. Adapun model yang digunakan dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing. Dalam pelaksanaanya, terdapat 3 kegiatan utama yang dilakukan yakni kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. kegiatan pendahuluan meliputi salam, berdoa, absensi, menyiapkan siswa untuk belajar, apersepsi dengan menggunakan bendan konkret menggunakan tumbler. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 5 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Februari 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i1. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ dan memberikan motivasi, menyampaikan kesapakatan kelas, menyampaikan tujuan . Kegiatan inti meliputi memberikan kebutuhan visual dan audio dengan media video pembelajaran, guru memberikan penguatan terhadap video pembelajaran yang diputrarkan, membagi LKPD, siswa dibimbing guru menyelesaikan LKPD dengan menerapkan langkah-langkah model pembelajaran inkuiri terbimbing siswa merumuskan hipotesis, siswa memecahkan masalah, siswa mengumpulkan data untuk menjawab hipotesis, siswa membuat kesimpulan dengan membuktikan hipotesis, evaluasi . Kegiatan penutup meliputi menyimpulkan pembelajaran, refleksi guru dan siswa, dan guru mengakhiri pembelajaran. Brdasarkan hasil belajar matematika siswa dalam menjawab soal pada Siklus II dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan banyaknya siswa yang tuntas. Hasil belajar siswa pada siklus II yang memperoleh nilai di atas KKM bertambah dengan nilai rata-rata kelas 71 dengan ktuntasan belajar 73%. Pada siklus II masih terdapat beberapa siswa yang belum tuntas, sehinga dilakukan perbaikan kembali melalui siklus i. Kegiatan siklus i dilaksanakan pada hari Senin, 20 November 2024 Jam 1-3. Kegiatan ini meliputi 4 kegiatan utama yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Tahap perencanaan dilakukan untuk mempersiapkan beberapa hal penting sebelum memulai kegiatan pembelajaran. Adapun uraian kegiatan yang dilakukan pada tahap ini yaitu: menyusun modul ajar mata pelajaran matematika pada pokok bahasan volume untuk satu kali kegiatan pembelajaran . menyiapkan materi yang berkaitan dengan pokok bahasan perbandingan volume . menyusun lembar penilaian yang akan digunakan sebagai bahan analisis hasil belajar siswa pada siklus i . mengelola waktu secara efisien . menggunakan media konkret yang digunakan siswa setiap hari . mengkondisikan kelas yang kondusif sehingga semua siswa dapat fokus dengan materi pembelajaran. Tahap pelaksanaan dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas V SDN 3 Sungai Besar pada mata pelajaran Matematika pokok bahasan volume. Berdasarkan hasil belajar siswa pada siklus i dapat disimpulkan bahwa semua siswa sudah memperoleh nilai di atas KKM dengan nilai rata-rata kelas 81. Hal ini menunjukan bahwa kegiatan perbaikan pada siklus i menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing materi volume dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian ini dihentikan pada siklus ini. Berdasarkan hasil penelitian, maka didapatkan hasil belajar pada tahap siklus I, yaitu sebanyak 6 siswa yang tuntas dalam kegiatan pembelajaran, sementara 16 siswa dinyatakan belum tuntas karena nilainya dibawah KKM. Secara lebih rinci dapat dilihat bahwa sebanyak 2 siswa memiliki hasil belajar baik, sebanyak 9 siswa memiliki hasil belajar sedang, dan sebanyak 11 siswa memiliki hasil belajar buruk. Hasil ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pada siklus I secara keseluruhan rata-rata 64. Hasil ini menujukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pada siklus I mengalami ketuntasan hasil belajar sebesar 27%. Pada siklus II siswa yang hasil belajarnya sangat baik sebanyak 3 siswa, sebanyak 6 siswa memiliki hasil belajar baik, sebanyak 7 siswa memiliki hasil belajar sedang, dan sebanyak 6 siswa memiliki hasil belajar buruk. Hasil ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pada siklus II secara keseluruhan rata-rata 71. Hasil ini menujukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pada siklus II mengalami ketuntasan hasil belajar sebesar 73%. Dengan demikian dapat diketahui bahwa setelah dilakukan perbaikan pelaksanaan pembelajaran dari siklus I ke siklus II maka dapat dilihat adanya kenaikan sebanyak 46%. Dengan melihat hasil belajar pada kegiatan siklus II masih ada beberapa siswa yang belum mencapai KKM, maka penelitian ini dilanjutkan pada siklus berikutnya. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 6 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Februari 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i1. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Pada siklus i siswa yang hasil belajarnya sangat baik sebanyak 10 siswa, sebanyak 9 siswa memiliki hasil belajar baik, dan sebanyak 3 siswa memiliki hasil belajar sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pada siklus i secara keseluruhan rata-rata Hasil ini menujukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pada siklus i mengalami ketuntasan hasil belajar sebesar 100%. Dengan demikian dapat diketahui bahwa setelah dilakukan perbaikan pelaksanaan pembelajaran dari siklus II ke siklus i maka dapat dilihat adanya kenaikan sebanyak 27%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian ini dihentikan pada siklus ini. Guna memperjelas pembahasan, berikut disajikan data analisis hasil belajar siswa pada siklus I. II, dan i pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I. II, i Kategori Sangat Baik Baik Sedang Buruk Sangat Buruk Jumlah dan Persentase Siswa Tiap Kategori Siklus I Siklus II Siklus i 0 siswa . %) 3 siswa . %) 10 siswa . %) 2 siswa . %) 6 siswa . %) 9 siswa . %) 9 siswa . %) 7 siswa . %) 3 siswa . %) 11 siswa . %) 6 siswa . %) 0 siswa . %) 0 siswa . %) 0 siswa . %) 0 siswa . %) Berdasarkan tabel 2 analisis hasil belajar siswa pada siklus I. II dan i diperoleh peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I yang kemudian dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II dan selanjutnya dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus i. Hal tersebut menunjukkan bahwa perbaikan pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini didukung oleh pendapat Damayanti & Mintohari . Wiyoko & Astuti . Model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa baik secara kognitif, afektif dan Keaktifan belajar juga dapat meningkat dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing, dikarenakan siswa aktif selama proses pembelajaran (Erni. Kemampuan siswa dalam menemukan solusi dari permasalahan dengan pengumpulan data melalui eksperimen, pengelompokkan data dan analisis data melalui diskusi dapat meningkatkan kegiatan belajar siswa secara menyeluruh sehingga proses pembelajaran Berikut ditampilkan rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas V dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada Gambar 1. Gambar 1. Rata-Rata Hasil Belajar Matematika Siswa This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 7 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Februari 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i1. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Berdasarkan Gambar 1 diperoleh hasil bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I yakni 64, kemudian meningkat pada siklus II yakni 71 dam selanjutnya pada siklus i juga meningkat yakni 81. Hal ini dapat diketahui bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam pembelajaran matematika pokok bahasan volume pada kelas V SDN 3 Sungai Besar dapat mendorong siswa untuk memecahkan masalah yang diberikan dengan langkah-langkah yang telah ditentukan. Dengan pembelajaran ini siswa dapat aktif dalam memecahkan masalah, berpikir kritis, bertanya, mempresentasikan, serta aktif dalam Sebagaimana yang disampaikan Yuliany . bahwa dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat mengembangkan kegiatan siswa hingga pada penguasaan materi karena belajar terkait komunikasi dan tanggung jawab serta mencari pengetahuan secara bersama. Model inkuiri terbimbing juga membantu siswa meningkatkan keterampilan proses, konsep, dan peningkatan berpikir logis (Lusiana et al. , 2. Dengan demikian, pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai salah model alternatif dalam pembelajaran sehingga proses belajar mengajar lebih bervariatif. Terdapat beberapa keunggulan model pemblajaran inkuiri trbimbing dalam penelitian ini. Melalui model ini siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi mereka diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, mengeksplorasi ide, dan mencari solusi dari permasalahan matematika yang dihadapi. Hal ini membuat mereka lebih termotivasi dan tertarik dalam mengikuti pelajaran. Siswa memiliki kesempatan untuk menemukan sendiri konsep yang mereka pelajari, yang membuat pemahaman mereka lebih menyeluruh dan tidak hanya sebatas hafalan. Ketika siswa diajak untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan jawaban dan mencari cara mereka sendiri dalam menyelesaikan masalah, hasil belajar mereka akan meningkat karena mereka dapat mengaplikasikan konsep matematika dalam konteks yang lebih nyata. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam pembelajaran matematika pokok bahasan volume secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa dari sebelum dilakukan Adanya peningkatan hasil belajar siswa tersebut tentu tidak terlepas dari peran guru dalam memaksimalkan kegiatan pembelajaran di kelas, sehingga siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran. Adapun saran yang dapat dipertimbangkan sehubungan dengan penelitian ini bagi guru pembelajaran matematika dengan menggunakan model inkuiri terbimbing dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran kreatif agar menciptakan pembelajaran bermakna bagi siswa. Bagi peneliti pengkondisian kelas dan pengalokasian waktu perlu perencanaan yang lebih dipersiapkan lagi agar pembelajaran dapat berjalan optimal, sehingga tujuan pembelajaran tercapai, dan bagi sekolah penelitian ini dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan pada lembaga yang mengharapkan kualitas lulus terbaik. DAFTAR PUSTAKA