Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Training And Implementation of Automatic Irrigation Systems for Grape Plants in Bangunsari Village. Tanjung Morawa District. Deli Serdang Regency. Sumatera Utara Rudianto Surbakti1. Citra Utami1. Idham Kamil2. Melvin Bismark Hamonangan Sitorus2. Eka Putra Dairi Boangmanalu2. Shuharzi Bin Md Salleh. Nurul Aimi Binti Ahmad Suandi. Mohd Fuaad Bin Fesul Prodi Manajemen Rekayasa Konstruksi dan Gedung. Politeknik Negeri Medan. Kota Medan. Indonesia Prodi TRPF. Politeknik Negeri Medan. Kota Medan. Indonesia Prodi TRM. Politeknik Negeri Medan. Kota Medan. Indonesia Politeknik Nilai Negeri Sembilan. Malaysia *Korespondensi : . udiantosurbakti@polmed. Abstrak Pengembangan pedesaan yang berbasis agrowisata sedang marak di Indonesia untuk meningkatkan pendapatan Proses budidaya anggur sebagai agrowisata memiliki tahapan dari persiapan lahan, pemilihan varietas, perawatan penyiraman yang tepat, hingga proses pemetikan dan pengolahan hasil panen. Masyarakat desa Bangun Sari mulai mengembangkan budidaya tanaman anggur sebagai salah satu objek agrowisata. Namun, karena keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi, produktivitas tanaman agrowisata di desa Bangun Sari belum berjalan dengan baik. Hasil tanaman anggur yang dibudidayakan saat ini belum maksimal dan banyak tanaman anggur yang belum tumbuh dengan baik dikarenakan sistem pengairan dan penyiraman yang belum baik sesuai kebutuhan tanaman. Kegiatan pengabdian masyarakat internasional dilaksanakan oleh dosen Politeknik Negeri Medan dan berkolaborasi dengan Politeknik Nilai Negeri Sembilan Malaysia bertujuan untuk mengimpelementasikan metode pengairan otomatis pada petani budidaya anggur yang ada di Kota Medan. Kegiatan pengabdian dimulai dengan pemaparan materi tentang sistem pengairan dan penyiraman otomatis dilanjutkan dengan proses fabrikasi dan instalasi peralatan dilapangan. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah berupa peningkatan pengetahuan dan penyerahan produk berupa instalasi pengairan dan penyiraman otomatis yang telah terpasang di lokasi budidaya anggur. Pembangunan peralatan fertgasi otomatis ini dapat menyelesaian permasalahan petani. Pada akhirnya, peningkatkan kesuburan dan hasil produksi tanaman anggur yang dapat berdampak pada peningkatan Kata kunci: Tanaman Anggur. Fertigasi. Pengairan, agrowisata, otomatis Abstract Rural development based on agrotourism is booming in Indonesia to increase community income. The process of cultivating grapes as an agrotourism has stages from land preparation, variety selection, proper watering care, to the process of picking and processing the harvest. The Bangun Sari village community has begun to develop grape cultivation as one of the agrotourism objects. However, due to limited human resources and technology, the productivity of agrotourism plants in Bangun Sari village has not been going well. The results of the grape plants that are currently cultivated are not optimal and many grape plants have not grown well because the irrigation and watering system is not good according to plant needs. International community service activities carried out by lecturers at the Medan State Polytechnic and in collaboration with the Nilai Negeri Sembilan Malaysia Polytechnic aim to implement automatic irrigation methods for grape farmers in Medan City. Community service activities begin with the presentation of material on automatic irrigation and watering systems followed by the fabrication and installation process of equipment in the field. The results of this community service activity are in the form of increased knowledge and delivery of products in the form of automatic irrigation and watering installations that have been installed at the grape cultivation location. The construction of this automatic fertigation equipment can solve farmers' problems. Ultimately, increasing the fertility and yield of grape plants can have an impact on increasing income. Keywords: Grape Plants. Fertigation. Irrigation, agrotourism, automatic Submit: Mei 2025 Diterima: April 2025 Publish: Mei Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Budidaya tanaman anggur sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat melalui angrowisata sudah banyak dikembangkan di indonesia namun budidaya ini masih belum berkembang di bebrapa Untuk daerah yang sudah familiar dengan perkebunan anggur, ilmu tentang teknologi penanaman anggur sudah berkembang dengan Namun daerah-daerah yang baru memulai budidaya tanaman anggur masih belum mendapatkan metode dan teknologi yang tepat untuk mengembangkan tanaman Seperti diketahui bahwa proses budidaya anggur memiliki persiapan lahan, pemilihan varietas yang sesuai dengan kondisi iklim dan tanah, perawatan tanaman seperti pemupukan dan penyiraman yang tepat, hingga proses pemetikan dan Keberhasilan dalam budidaya anggur sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti iklim, kualitas tanah, teknik budidaya yang diterapkan, dan manajemen yang baik dari petani (Refnizuida, 2. Pertumbuhan anggur bisa menjadi sangat sulitketika tanaman masih kecil ke tumbuh besar, perawatan yang intensif dibutuhkan agar tanaman tetap terjaga. Tanaman anggur yang masih kecil dan akan tumbuh besar membutuh perhatian lebih, terutama dari media dan fasilitas yang digunakan dalam penanaman anggur (BPSIP, 2. Perhatian penanaman anggur yang sesuai akan menghasilkan tanaman yang dapat Tanaman anggur ini dapat dijadikan sebagai objek agrowisata saat dia masih kecil sebagai bahan edukasi dan mengasilkan hasil produksi yang Vol. 9 No. Mei 2025 baik ketika tanaman anggur tersebut Saat ini pengembangan pedesaan yang berbasis agrowisata sedang marak di Indonesia selain berpotensi sebagai penghasilan secara langsung dari hasil panen juga berpotensi sebagai ojek kunjungan wisata. Agrowisata merupakan destinasi wisata dengan objek dan daya tarik lahan pertanian atau yang terkait dengan pertanian seperti tanaman bunga, pertanian buah atau lainnya (Putra et al. , 2. Desa bangun sari mengembangkan agrowisata sebagai salah satu sumber pendapatan ekonomi baru masyarakat. Desa ini memiliki lahan potensial yg cukup luas dan akses ke lokasi yang sangat Agro wisata Desa Bangun Sari Medan, khususnya Wisata Bunga Bangun Sari, merupakan tempat wisata di Tanjung Morawa. Deli Serdang. Sumatera Utara yang menawarkan keindahan berbagai jenis bunga. Masyarakat desa Bangun Sari saat ini mulai mengembangkan budidaya tanaman anggur sebagai salah satu objek agrowisata selain agrowisata masyarakat saat ini. Namun, karena keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi, produktivitas tanaman agrowisata di desa Bangun Sari belum berjalan dan terkoordinasi dengan baik. Hasil tanaman anggur yang dibudidayakan saat ini belum maksimal dan banyak tanaman anggur yang belum tumbuh dengan Dari pengamatan langsung permasalahan yang ditemukan adalah sistem pengairan pada tanaman anggur yang dilakukan belum baik sehingga tanaman anggur pada waktu tertentu mengalami kelebihan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) air sedangkan diwaktu lain justru mengalami defisit air. Air merupakan faktor penting dalam pertumbuhan buah anggur. Menurut Keller . , air merupakan kebutuhan dasar tanaman. Sumber air tanaman dapat berasal dari air hujan, salju dan sumber air yang lain. Deluc et al. menyatakan bahwa pengaruh kondisi defisit air pada kandungan gula buah anggur dapat mempengaruhi kualitas hasil Masyarakat pengetahuan yang minim dalam mengelola dan merawat tanaman anggur dengan baik. Secara umum arang sekali petani memiliki rencana irigasi tahunan yang tepat. Beberapa petani percaya bahwa anggur sama sekali tidak memerlukan irigasi . ereka hanya mengandalkan curah huja. sehingga petani memilih untuk tidak menyediakan air tambahan sehingga pasokan air menjadi tidak memadai untuk kebutuhan anggur. Namun, yang benar adalah bahwa kualitas anggur sebagian ditentukan oleh air yang diserap oleh tanaman. Jumlah air yang dibutuhkan kebun anggur bergantung pada beberapa faktor, seperti curah hujan tahunan, anggur, tahap perkembangan, musim lingkungan, varietas, dan teknik Air hujan tidak baik untuk tanaman anggur. Mereka menyukai panas, dan membutuhkan sekitar 8-12 jam sinar matahari per Kelembapan air hujan juga membawa penyakit dan jamur ke Minat masyarakat dalam penanaman anggur sebagai objek agrowisata cenderung masih rendah dikarenakan belum ada contoh atau model mengenai keberhasilan dari Vol. 9 No. Mei 2025 hasil menanam anggur di sekitar desa Bangun Sari. Namun saat ini terdapat kelompok masyarakat yang mulai merintis budidaya tanaman anggur sebagai objek agrowisata baru. Minat memberikan pengetahuan kepada petani dalam sistem pengelolaan air yang baik agar usaha ini dapat berkembang dengan baik. METODE PELAKSANAAN 1 Analisa Metode Pelaksanaan Kegiatan Analisa metode yang dilakuakn pada masyarakat ini dimulai dari tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam pelaksanaanya pengabdian yang melibatkan perguruan tinggi Politeknik Negeri Medan bersama Politeknik Nilai Negeri Sembilan Malaysia ini berkerjasama dengan para petani budidaya tanaman anggur keseluruhan rangkaian kegiatannya. Kegiatan Thematic Community Service Collaboration (TCSC) dapat mendukung penerapan dan pemanfaatan IPTEK penelitan dosen yang diterapkan kepada masyarakat dengan membuat sistem irigasi dan penyiraman otomatis . yang mencakup bidang ilmu teknik sipil, teknik mesin, agraria dan teknik komputer. Untuk mendukung tercapainya pada pendalaman permasalahan yang dialami oleh para petani melalui wawancara dan diskusi secara Kemudian kajian literatur untuk mengatahui metode yang paling sesuai untuk menyelesaikan permasalahan para Para pelaksana yang memiliki latar belakang keilmuan yang sesuai mendiskusikan metode pemecahan masalah para petani. Sumber literatur Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) didapatkan dari perpustakaan, jurnal, artikel dan konsep-konsep lain yang mendukung dalam menyelesaikan sistem yang akan dibangun termasuk Vol. 9 No. Mei 2025 Secara umum arang sekali petani memiliki rencana irigasi tahunan yang tepat. Beberapa petani percaya bahwa anggur sama sekali tidak memerlukan . ereka mengandalkan curah huja. sehingga petani memilih untuk tambahan sehingga pasokan air menjadi tidak memadai untuk kebutuhan anggur. Kurangnya teknologi yang diterapkan petani dalam sistem pengairan tanaman anggur. Kurangnya pengetahuan petani dalam pengelolaan kebutuhan air tanaman anggur dan yang tersedia. Kesepakatan tim dan pihak Petani prioritas warga Dari tabulasi permasalahan yang pengabdian dengan mitra kerjasama untuk menyelesaikan permasalahan dengan membuat sistem pengairan dan penyiraman otomatis serta pelatihan bagi para petani anggur. Hitung Biaya Upah & Bahan Setelah dibuat gambar desain, dapat diperoleh biaya upah dan bahan yang diperlukan. Pelaksanaan pembuatan alat fertigasi dan pelatihan Dalam proses pelaksanaan tim pengabdian masyarakat melakukan pembuatan desain instalasi dan rangkaian alat fertigasi yang akan dibangun sesuai dengan kondisi Di sisi lain pihak mitra pelaksana dari Politeknik Nilai Malaysia bekerjasama dengan tim pelatihan tentang tanaman anggur kepada mitra penerima manfaat PKM ini. Untuk peralatan fertigasi 2 Tahapan Kegiatan Untuk diperlukan tahapan-tahapan kegiatan yang akan dikerjakan meliputi peninjauan lapangan, identifikasi pelaksanaan kegiatan dan instalasi alat fertigasi otomatis sampai dengan pelaporan kegiatan. Adapun langkahlangkah diuraikansebagai berikut: Survey Peninjauan Lapangan Kegiatan mengidentifikasi masalah-masalah menentukan masalah prioritas yang akan dicarikan solusinya. Identifikasi permasalahan yang dihadapi mitra Dari hasil wawancara dengan mitra dan diskusi secara langsung terdapat beberapa permasalahan pihak petani tanaman anggur yakni diantaranya: Kondisi tanaman anggur yang tidak berkembang dengan baik dan hasil produksi yang sistem pengairan pada tanaman anggur yang dilakukan belum baik sehingga tanaman anggur pada waktu tertentu mengalami diwaktu lain justru mengalami defisit air Kurangnya waktu petani dalam merawat tanaman dikarenakan sehingga perawatan tanaman menjadi kurang baik. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 dikerjakan dilakukan perawatan secara berkala. Evaluasi dilakukan dengan cara mengecek arah aliran air pembuangan, cacat mutu dan memastiak sistem instalasi bekerja dengan baik. Serah Terima dengan Mitra Setelah selesai dilakukan dan dievaluasi kelayakannya, dilakukan serah terima dengan mitra. Mitra akan mengumpulkan masyarakat sekitar di lokasi beserta perangkat desa Sukamaju. Tim pengabdian akan memaparkan produk pangabdian, sumber dana, cara perawatan dan mempromosikan Politeknik Negeri Medan kepada masyarakat. Pelaporan hasil kegiatan Pada tahap ini tim pengabdian akan membuat laporan akhir pengabdian, membuat publikasi dan luaran wajib lainnya serta melaporkannya ke P3M Polmed. Tahapan tersebut secara ringkas dapat dilihat pada Gambar 1 berikut Gambar 1. Diagram Alir Langkah Pengerjaan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah dilakukan klasifikasi maka diperoleh masalah, dampak dan solusi bagi para petani budidaya anggur. Adapun permasalahan utama dari petani anggur adalah kurangnya pengetahuan tentang pentingnya air dan sistem instalasi yang tepat bagi tanaman Kekurangan air pada tanaman anggur dapat menyebabkan stres pada tanaman anggur, mengurangi kualitas dan kuantitas hasil panen. Kelebihan air dapat menyebabkan akar tanaman anggur menjadi busuk, sehingga tanaman menjadi lemah dan rentan terhadap penyakit. Kualitas air yang buruk dapat menyebabkan tanaman anggur menjadi stres dan mengurangi kualitas hasil panen. Sistem irigasi yang tidak efektif dapat menyebabkan air tidak terdistribusi secara merata, sehingga beberapa tanaman anggur tidak mendapatkan air yang cukup. Biaya pengairan yang tinggi dapat mengurangi keuntungan petani anggur. Dampak Permasalahan Pengairan bagi para petani tanaman anggur dapat mengurangi kualitas hasil panen anggur, sehingga harga jualnya menjadi rendah. Permasalahan mengurangi kuantitas hasil panen anggur, sehingga petani mengalami Permasalahan pengairan dapat meningkatkan biaya produksi anggur, sehingga petani mengalami kerugian. Solusi yang ditawarkan bagi para petani menggunakan sistem irigasi yang efektif dapat membantu menghemat air dan meningkatkan kualitas hasil panen. Mengatur jadwal pengairan yang tepat dapat membantu tanaman anggur Menggunakan teknologi pengairan seperti sensor kelembaban tanah dapat membantu petani memantau kondisi tanah dan tanaman anggur. Menghemat air dapat membantu mengurangi biaya Vol. 9 No. Mei 2025 pengairan dan meningkatkan kualitas hasil panen. Setalah mendapat kepastian apa masalah yang dimiliki oleh mitra, tim mendapatkan solusi yang dipandang tepat untuk mengatasi masalah mitra. Persetujuan mitra atas tawaran yang diberikan oleh tim diteruskan ke tahap realisasi solusi yang telah disetujui. Sesuai dengan permasalahan pada petani budidaya tanaman anggur, maka dilakukan pelatihan dan pemasangan instalasi fertigasi otomatis untuk kesuburan tanaman anggur. Adapun ditawarkan dapat dilihat pada Gambar 2 berikut ini: Gambar 2. Sistem jaringan irigasi Rangkaian yang telah kemudian dilakukan proses fabrikasi material dan peralatan yang akan Rangkaian yang telah terfabrikasi dengan baik kemudian diinstalasi di lapangan. Pompa air yang digunakan akan memompa air dari kolam air yang telah tersedia dengan sistem switch on off otomatis sesuai dengan waktu yang ditentukan. Waktu penyiraman air disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, hanya sekitar 5 Ae 10 menit pada saat penyiraman. Dari pompa, air akan diteruskan keseluruh tanaman anggur melalui rangkaian pipa dengan keran. Gambar proses dan hasil instalasinya dapat dilihat pada Gambar 3 berikut ini: Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Vol. 9 No. Mei 2025 Gambar 4. Penyuluhan dan diskusi dengan para petani anggur Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada proses penyuluhan, tim pengabdian akan secara berkala berkomunikasi dengan para petani anggur untuk mengetahui perkembangan tanaman Jika diperlukan akan dilakukan pelatihan-pelatihan untuk instalasi lainnya yang diperlukan. KESIMPULAN Dari masyarakat yang telah dilakukan ini, dapat diambil beberapa kesimpulan seperti yang diuraikan berikut ini: Kendala mitra dalam menjaga kesuburan dan kebutuhan air melakukan fertigasi secara rutin dan teratur. Kendala ini telah diselesaikan oleh tim PKM dengan menyediakan peralatan fertigasi Para petani budidaya tanaman anggur kurang memahami tentang sumberdaya air yang ada disekitar Dengan penyuluhan yang diberikan oleh tim PKM para memanfaatkan sumber daya air dan kebutuhan air pada tanaman pertumbuhan tanaman. Gambar 3. Instalasi jaringan pengairan Sitem pengairan ini akan bekerja secara otomatis sesuai dengan waktu yang telah disetting pada peralatanya. Sistem pengairan ini akan membuat suply air terkendali sehingga tanaman tidak akan mengalami kelebihan jumlah air ataupun kekurangan. Sumber air dipastikan tidak memiliki keasaman yang tinggi, pH air yang disiapkan pada angka 6 -7. Tanaman anggur tidak akan mengandalkan air hujan lagi, dimana diketahui air hujan memiliki tingkat keasaman yang tidak sesuai kebutuhan tanaman anggur. Untuk mengopimalkan penggunaan terpasang, dilakukan pelatihan dan diskusi langsung dilapangan dengan petani anggur tetang bagaimana mengoperasikan dan merawat peralatan yang telah terpasang. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Usaha budidaya tanaman anggur pengetahuan tentang sistem irigasi dan fertigasi otomatis yang mampu mengurangi frekuensi para petani dalam memantau tanamannya. Pelaksanaan pengabdian yang bertajuk pelatihan dan pemanfaatan irigasi otomats di perkebunan anggur ini telah mendapatkan hasil yang positif bagi mitra pengabdian ini yaitu petani budidaya tanaman Vol. 9 No. Mei 2025 Journal Enology Viticulture 56. :267Ae83. Nugraha, . Pengembangan Agrowisata Anggur Berbasis Masyarakat Di Desa Banyupoh. Kecamatan Gerokgak. Kabupaten BulelengBali. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 6. , 20-30. Pratama. Agrowisata Kebun Anggur Sebagai Potensi Unggulan Desa Patalan. Kabupaten Bantul. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Atma Inovasia, 2. , 482-489. Purba. Surbakti. Mabrur. & Qadry. Peningkatan Kualitas Fasilitas Toilet Untuk Peningkatan Pelayanan Musholla Babul Jannah Desa Sukamaju Kabupaten Deliserdang. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 2. , 94-100. Putra. Nefri. Afrizal. Ukrita, , & Ariliusra. Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Source of Consumer Information Pengunjung UKM Agrowisata. Journal of Trends Economics Accounting Research, 4. , 377-387. Refnizuida. Situmorang. Hakim, , & Ramadhani. Effectiveness of Rhizospheric Bacteria Microcapsules Addition on The Growth of Cocoa Leaves (Theobroma cacao L. JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS, 9. , 696706. Refranisa. Rochimah. , & Apriliasi. Penerapan Teknologi irigasi Tetes Pada Agrowista Anggur. Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks, 11. , 177-185. UCAPAN TERIMA KASIH Tim Pengabdian mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pimpinan Politeknik Negeri Medan dan Politeknik Nilai Negeri Sembilan Malaysa melakukan pengabdian ini. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada pihak para petani budidaya tanaman anggur di desa Bangun Sari yang secara aktif ikut mensukseskan kegiatan pengabdan masyarakat ini. REFERENSI