Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Desember 2024. Hal. Edukasi Berbasis Video Audio-Visual tentang Toxoplasmosis Audio-Visual Video-Based Education on Toxoplasmosis Lukman Faishal Fatharani1. Arthur Bagas Shaniago2. Akhmad Khafidun Ulum2. Luthfiyyah2. Melinar Fitra Zahrani M2. Shinta Dwi Aiyanti M2. Faiqoh nadiyah Apriliana2 Departemen Biomedik. Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah Semarang Mahasiswa Fakultas Kedokteran. Universitas Muhammadiyah Semarang Lukman Faisal Fatharani lukmanfaishal@unimus. Riwayat Artikel: Dikirim: 11 Novermber 2024 Diterima: 2 Desember 2024 Diterbitkan: 25 Desember 2024 Abstrak Latar Belakang: Toxoplasmosis merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi yang cukup tinggi dan menjadi salah satu penyebab kematian ibu dan anak. Penularan toxoplasmosis terutama dari hewan dan dapat meyebabkan berbagai komplikasi seperti hidrosefalus, kebutaan bahkan gangguan jiwa. Tujuan kegiatan ini adalah memberika edukasi tentang toxoplasmosis. Metode: Edukasi dilakukan melalui pembuatan video yang dilakukan melalui empat tahapan. Video yang dibuat akan dimasukkan kedaam channel youtube Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang. Video edukasi berisi tentang pengertian, faktor risiko, cara penularan, gejala dan komplikasi toxoplasmosis. Kegiatan ini dilaksanakan pada Bulan Juni 2023 hingga Juli 2023. Hasil: Kegiatan ini dilaksanakan dengan menyebarluaskan video yang sudah dimasukkan ke youtube dan melibatkan 960 views serta 194 like. Kesimpulan: Melalui edukasi ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan tentang penytakit toxoplasmosis agar masyarakat mengetahui langkah-langkah pencegahan khususnya pada ibu hamil sehingga angka kematian ibu dan anak serta komplikasi toxoplasmosis dapat menurun. Kata kunci: Edukasi, ibu hamil, pengetahuan, toxoplasmosis, video audio-visual Abstract Background: Toxoplasmosis is a disease with a fairly high prevalence and is one of the causes of maternal and child death. Toxoplasmosis is transmitted mainly from animals and can cause various complications such as hydrocephalus, blindness, and even mental disorders. The aim of this activity is to provide education about toxoplasmosis. Method: Education is carried out through making videos, which are carried out in four stages. The videos made will be included in the YouTube channel of the Faculty of Medicine. Muhammadiyah University. Semarang. The educational video contains the meaning, risk factors, transmission methods, symptoms, and complications of toxoplasmosis. This activity was carried out from June 2023 to July 2023. Results: This activity was carried out by distributing videos that had been uploaded to YouTube, involving 960 views and 194 likes. Conclusion: Through this education, it is hoped that there will be an increase in knowledge about toxoplasmosis so that the public knows preventive measures. Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Desember 2024. Hal. 18 Ae 22 especially for pregnant women, so that maternal and child mortality rates and complications of toxoplasmosis can decrease. Keywords: education, pregnant women, knowledge, toxoplasmosis. YouTube Pendahuluan Toksoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii yang merupakan golongan protozoa yang sifatnya parasite obligat intraseluler. Penyakit toxoplasmosis telah menyebar pada sebagian besar penduduk di seluruh dunia. Sekitar 30% - 65% dari populasi dunia adalah diperkirakan mengalami infeksi Toxoplasma kronis (Triana, 2. Prevalensi toksoplasmosis di Indonesia yaitu 36,9% dari populasi umum . , 64% dari orang di Jawa Timur . , 7% di Irian Jaya . , 3,1% dari anak-anak dan remaja di Bali (Publikasi 1. , 9,7% sampai 51% di pedesaan Kalimantan Selatan (Kalimanta. , 40% dari perempuan dan 50% dari perempuan di atas usia 10 tahun di Surabaya, 70% dari orang dewasa di Jakarta, 8,4% pasien HIVpositif di Jakarta . (Berger, 2. Dari prevalensi an toksoplasmosis dan berbagai survei telah membuktikan bahwa di kota-kota besar di berbagai Provinsi di Indonesia masih relative tinggi kasus terjadinya toksoplasmosis (Hanifah et al. , 2. Penyakit toxoplasmosis biasanya ditularkan dari kucing atau anjing tetapi penyakit ini juga dapat menyerang hewan lain seperti babi, sapi, domba, kambing, kelinci dan hewan peliharaan lainnya. Ada juga penularan melalui vektor mekanik . alat, lipas dan tiku. Selain itu penularan juga bisa terjadi pada orang yang gemar mengkonsusmsi daging mentah atau setengah matang dan sayuran mentah serta buah-buahan yang terkontaminasi agent penyebab penyakit toxoplasmosis. Jalan lain penularan juga dapat melalui konsumsi susu yang belum dipasteurasi, kontaminasi silang pada peralatan memasak, kurang memperhatikan personal hygiene, penularan melalui transfusi darah, transplantasi organ dan juga secara kongenital (Zulkoni, 2. Sebagian besar orang yang terinfeksi oleh parasit ini tidak memperlihatkan adanya gejala klinis yang nyata . Sebagian kecil dari penderita menunjukkan gejala-gejala yang menyerupai penyakit AufluAy, disertai dengan adanya pembesaran kelenjar limfe atau mengeluh sakit otot dan nyeri yang berlangsung selama berbulanbulan. Sifat toxoplasmosis yang asimptomatis ini seringkali menjadikan penyakit ini terabaikan padahal akibat yang ditimbulkan bisa sangat berat bahkan dapat berakibat fatal seperti menimbulkan kerusakan jaringan otak, kerusakan mata, atau organorgan lainnya, mengakibatkan pembesaran hati, paru, sampai komplikasi neurologik yang serius dapat terjadi dan bahkan dapat mengakibatkan kematian. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa penyakit ini dapat menimbulkan akibat pada kepribadian penderita dan gangguan kejiwaan misalnya depresi, ansitas . dan juga skizofrenia (Aditama et al. , 2. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada Masyarakat tentang toxoplasmosis melalui video audio-visual untuk meningkatkan pengetahuan Masyarakat. Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Desember 2024. Hal. 18 Ae 22 METODE Kegiatan ini dilaksanakan pada Bulan Juni hingga Juli 2023. Edukasi disusun melalui empat tahapan, yaitu pra produksi, produksi, pasca produksi dan penyebarluasan Video yang dibuat berisi tentang pengertian, cara penularan, faktor risiko, pencegahan dan komplikasi tentang toxoplasmosis. Video yang telah dibuat akan disosialisaskan melalui channel Youtube Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang serta disebarluaskan melalui sosial media. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan ini dilaksanakan selama 20 hari yaitu 26 Juni 2023 hingga 14 Juli 2023 melalui channel youtube alamat https://youtu. be/2M7nukQy4zA. Video telah ditonton sebanyak 960 pemirsa dengan 194 like. Gambar 1. Video edukasi tentang Toxoplasmosis Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Desember 2024. Hal. 18 Ae 22 Gambar 2. Tim penyusun video edukasi tentang Toxoplasmosis Pendidikan Kesehatan tentang penyakit toxoplasmosis merupakan Upaya yang penting dalam meningkatkan kesadaran Masyarakat. Toksoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii yang biasanya ditularkan dari kucing atau anjing. Selain itu penularan juga bisa terjadi pada orang yang gemar mengkonsusmsi daging mentah atau setengah matang dan sayuran mentah serta buah-buahan yang terkontaminasi agent penyebab penyakit toxoplasmosis. Toxoplasmosis bisa mengenai segala usia, khususnya pada ibu hamil. Toksoplasmosis biasanya tanpa gejala pada wanita hamil, tetapi dapat menimbulkan dampak yang parah pada janin. Infeksi ditransmisikan ke janin pada sekitar 40 % kasus. Risiko penularan meningkat seiring dengan meningkatnya usia kehamilan. Infeksi kongenital dengan toksoplasmosis dapat menyebabkan gejala sisa yang serius, seperti kebutaan, keterbelakangan mental, defisit neurologik, dan tuli. Pencegahan morbiditas dari toksoplasmosis tergantung pada pencegahan infeksi pada wanita hamil, serta pengenalan dini dan pengobatan agresif infeksi pada ibu. Penyuluhan ini membahas secara detail mengenail penyakit toxoplasmosis termasuk agen penyebabnya, cara penularan, perjalanan penyakit, keluhan yang dirasakan dan cara pencegahan. Dengan memberikan informasi yang akurat tentang langkahlangkah pencegahan pada ibu hamil, diharapkan Tingkat penularan dari ibu ke janin dapat dikurangi. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat melalui sosialisasi video edukasi tentang penyakit Toxoplasmosis dalam rangka upaya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini mendapatkan respon yang positif dari pemirsa. Pendidikan kesehatan melalui pesan yang diwujudkan dalam bentuk gambar, animasi video dinilai praktis dan cukup efektif sebagai sarana penyebarluasan informasi. Med-Com Empowerment Journal Vol. 1 No. Desember 2024. Hal. 18 Ae 22 Edukasi ditujukan kepada berbagai kelompok masyarakat, termasuk wanita hamil dan individu, agar masyarakat memahami cara melindungi diri dari penyakit Dengan terus mendorong upaya edukasi, diharapkan angka kejadian penyakit toxoplasmosis dapat berkurang, dan kesehatan masyarakat akan lebih terjaga. DAFTAR PUSTAKA