Jurnal Ilmiah Sosio Agribis (JISA) Volume 25. Nomor 2 : 377-384 ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . ALOKASI WAKTU KERJA PETANI PADI SAWAH DALAM POLA NAFKAH GANDA PADA USAHA PEMBESARAN IKAN AIR TAWAR DI KECAMATAN PADANG JAYA KABUPATEN BENGKULU UTARA Working Time Allocation of Rice Paddy Farmers in Dual Livelihood Pattern on Freshwater Fish Raising Business in Padang Jaya Sub-District North Bengkulu Regency Lusi Novalia1. Herri Fariadi2*. Evi Andriani3 Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Dehasen Kota Bengkulu *Correspondence Author: Herri Fariadi Email: herrifariadi@unived. 1,2*,3 ABSTRACT This study analyzes the time allocation and influencing factors for rice farmers who adopt a dual-income strategy by integrating freshwater fish farming in Padang Jaya District, a Minapolitan area in North Bengkulu Regency. Using a quantitative approach with multiple linear regression analysis, the research aimed to assess working time distribution between the two activities and identify determinants of labor allocation to fisheries. Results indicate that farmers spend an average of 119 hours monthly on rice farming and 151 hours on fish Key factors significantly influencing the allocation of working time to freshwater fish farming are motivation for fish farming, perceptions of rice farming profitability, and farmer age. In contrast, formal education level and the number of dependents were found to have no significant effect. The findings highlight the viability of integrated agri-aquaculture systems and underscore the importance of intrinsic motivation and economic perceptions in labor diversification strategies within Minapolitan zones. Keywords: Work Time Allocation. Freshwater Fish Farming. Dual Livelihood Pattern. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis alokasi waktu dan faktor-faktor yang mempengaruhi petani padi yang menerapkan strategi pendapatan ganda dengan mengintegrasikan budidaya ikan air tawar di Kecamatan Padang Jaya, daerah Minapolitan di Kabupaten Bengkulu Utara. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda, penelitian ini bertujuan untuk menilai distribusi waktu kerja antara kedua aktivitas tersebut dan mengidentifikasi faktor penentu alokasi tenaga kerja untuk perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani menghabiskan rata-rata 119 jam per bulan untuk pertanian padi dan 151 jam untuk budidaya ikan. Faktor-faktor kunci yang secara signifikan mempengaruhi alokasi waktu kerja untuk budidaya ikan air tawar adalah motivasi budidaya ikan, persepsi profitabilitas pertanian padi, dan usia petani. Sebaliknya, tingkat pendidikan formal dan jumlah tanggungan ditemukan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Temuan ini menyoroti kelayakan sistem agrikultur-akuakultur terintegrasi dan menggarisbawahi pentingnya motivasi intrinsik dan persepsi ekonomi dalam strategi diversifikasi tenaga kerja di daerah Minapolitan. Kata kunci: Alokasi Waktu Kerja. Pembesaran Ikan Air Tawar. Pola Nafkah Ganda. PENDAHULUAN Pada umumnya, pertumbuhan industri manufaktor dan jasa, serta sektor informal di luar sektor pertanian, dapat menciptakan lapangan kerja baru yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat kota dan desa Suryadarma et al. Peningkatan infrastruktur transportasi dan jalan raya akan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan kerja di bidang jasa, perdagangan, konstruksi, dan industri. Menurut Sajogyo . , situasi ini akan meningkatkan peluang pekerjaan di sektor informal. Strategi pola nafkah ganda akan diterapkan oleh rumah tangga petani. mereka akan mengharapkan beberapa pekerjaan, termasuk dalam sektor pertanian dan non-pertanian. Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 377-384 tergantung pada musim. Untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, perhatian yang lebih besar harus diberikan pada pengembangan kegiatan di dalam sektor pertanian . i dalam pertania. dan di luar pertanian . i luar pertania. (Ellis, 2. Sebagian besar orang yang tinggal di Kabupaten Bengkulu Utara bekerja sebagai petani padi sawah. Namun, petani padi belum memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal. Peran subsektor pertanian rendah karena produktivitas usahatani padi rendah. Faktor lain yang menghalangi usahatani padi adalah produksi yang tidak menentu dan biaya perawatan yang tinggi. Hal ini berdampak negatif pada bisnis dan mengurangi kemampuan dan minat masyarakat untuk berusahatani padi. Peningkatan produktivitas petani padi dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan pengaruh ini. Produsen padi mencapai 2. 100 ton/ha pada tahun 2022, dan 2. ton/ha pada tahun 2023 (BPS Kabupaten Bengkulu Utara, 2. Di sisi lain. Kabupaten Bengkulu Utara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Bengkulu yang terkenal dengan produksi ikan air tawar. Di Kecamatan Padang Jaya, penduduk telah mengembangkan peternakan ikan air tawar sejak tahun 1990-an. Hal ini disebabkan oleh adanya bendungan Dam Air Lais dan Bendungan Air Padang di Kecamatan ini. Bendungan-bendungan ini membendung sungai Air Lais dan memungkinkan masyarakat di Kecamatan Padang Jaya mengairi sawah. Mereka juga menggunakan bendungan untuk menangkap ikan air tawar. Bisnis ini terus berkembang, dan semakin lama semakin menunjukkan peningkatan yang signifikan (BPS Kabupaten Bengkulu Utara, 2. Satu dari delapan kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara. Kecamatan Padang Jaya telah ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara sebagai pusat budidaya ikan nila Minapolitan. Produksi ikan nila di Kecamatan ini mencapai 3183. 80 ton pada tahun 2016 dan 02 ton pada tahun 2017. Di antara dua belas desa di Kecamatan Padang Jaya. Kabupaten Bengkulu Utara, ada enam desa yang membantu menghasilkan ikan air tawar dan menyediakan ikan kepada masyarakat di seluruh Kabupaten Bengkulu Utara dan Provinsi Bengkulu. Menurut survei, keenam desa tersebut adalah Marga Sakti. Padang Jaya. Sido Luhur. Sido Mukti. Tambak Rejo, dan Tanjung Harapan. Petani ikan air tawar di Kecamatan Padang Jaya Bengkulu Utara biasanya menanam ikan nila, mas, dan gurame. Mereka menjalankan bisnis mereka dengan pinjaman dan modal sendiri dan biasanya melakukan panen ikan setelah 4 bulan dari pelepasan benih (BPS Kabupaten Bengkulu Utara, 2. Petani padi menggunakan strategi pola nafkah ganda dalam aktivitas sehari-hari mereka, bekerja di dalam dan di luar sektor pertanian, bekerja sebagai petani ikan sesuai dengan waktu yang mereka miliki untuk bekerja di sawah dan sebagai petani ikan. Tujuan dari strategi ini adalah untuk memperoleh pendapatan tambahan yang dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga. Penelitian dengan judul "Analisis Alokasi Waktu Kerja Petani Padi Sawah dalam Pola Nafkah Ganda pada Usaha Pembesaran Ikan Air Tawar di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara" adalah subjek yang menarik bagi penulis. METODE PENELITIAN Lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive atau intentional (Zulganef, 2. Penelitian ini dilakukan di wilayah Padang Jaya Bengkulu Utara, yang terkenal sebagai pusat pemasok ikan air tawar. Di daerah ini, petani padi sawah menjalani pola nafkah ganda melalui pembesaran ikan air tawar. Penelitian akan dilakukan dari Mei hingga Juni tahun 2025. Data primer dan sekunder terdiri dari data penelitian yang diperoleh melalui media perantara atau secara tidak langsung, seperti buku, catatan, bukti yang telah ada, atau arsip yang dipublikasikan atau tidak dipublikasikan secara umum. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden dengan daftar pertanyaan yang sudah disiapkan. Menurut Arikunto . Penelitian ini menggunakan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Responden diwawancarai dengan mengajukan pertanyaan terstruktur yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi dari mereka (Widayat. Penelitian ini melibatkan semua petani padi sawah yang melakukan pola nafkah ganda pada usaha pembesaran ikan air tawar di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara, yang terdiri dari 252 kartu keluarga yang berasal dari enam desa yang tergabung dalam Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara. Sampel yang dipilih untuk penelitian ini JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Lusi Novalia, dkk Ae Alokasi Waktu Kerja Petani Padi Sawah Dalam Pola Nafkah Ganda Pada . adalah 20% dari populasi, dan sampel yang diambil adalah 20% dari populasi. Faktor lain yang dipertimbangkan dalam pengambilan sampel sebesar 20% adalah waktu yang tersedia bagi petani ikan air tawar untuk diwawancarai dan kemudahan untuk bertemu dengan petani yang ada di Tidak ada penilaian yang pasti tentang besar-kecilnya sampel. dengan kata lain, tidak ada yang tahu berapa banyak sampel yang harus diambil (Margono, 2. Jumlah orang yang mendaftar dalam penelitian ini adalah 20% dari populasi. Tabel 1. Nama Desa yang Dijadikan Lokasi Penelitian Nama Desa Populasi Tanjung Harapan Padang Jaya Sido Mukti Sido Luhur Marga Sakti Tambak Rejo Jumlah Sumber: Data primer diolah 2025 Responden Sampel dari 50 petani padi sawah yang melakukan pola nafkah ganda pada usaha pembesaran ikan air tawar dikirim ke enam desa yang tercantum di tabel di atas, yang terletak di Kabupaten Begkulu Utara. Provinsi Bengkulu. Digunakan analisis deskriptif, yang menggambarkan kondisi rumah tangga secara akurat dan lebih mendalam, untuk mengetahui seberapa besar alokasi waktu kerja petani padi dalam usaha pertanian padi dan pembesaran ikan air tawar. Selanjutnya, uraian verbal dan analisis tabulasi dilakukan. Menurut Suyitno . , metode deskriptif adalah suatu metode untuk mempelajari objek, kelompok orang, kondisi sistem pemikiran, atau kelas peristiwa kontemporer dengan tujuan untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual, dan akurat tentang faktafakta, sifat-sifat, dan hubungan antar fenomena yang diselidiki. Analisis regresi linear berganda (OLS) digunakan untuk melakukan analisis kuantitatif untuk mengidentifikasi variabel yang mempengaruhi alokasi waktu kerja petani padi dengan pola nafkah ganda pada usaha pembesaran ikan air tawar di Kecamatan Padang Jaya. Kabupaten Bengkulu Utara. Untuk menentukan arah dan besarnya pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y), gunakan uji regresi linear Persamaan berikut akan menggambarkan hubungan antara keduanya ini Siegel . yeA = yeC yeEyaycya yeEyaycya yeEycycyc yeEyeycye yeEyeycye A yeI Keterangan : b1, b2A b10 X1. X2 A X5 = Variabel terikat (Alokasi waktu kerja ikan kola. = Konstanta = Koefisien dari X1. X2. X3. X4, dan X5 = Motivasi kerja pada usaha pembesaran ikan air tawar (X. , persepsi terhadap usahatani padi sawah (X. Umur (X. , pendidikan formal (X. , dan jumlah tanggungan keluarga (X. = Kesalahan pengganggu. HASIL DAN PEMBAHASAN Alokasi Waktu Kerja Petani Dalam Usahatani Padi Sawah Petani padi di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara menghabiskan 4 jam per hari, atau 119 jam per bulan, untuk bekerja di pertanian. Untuk lebih jelas, lihat tabel berikut: Tabel 2. Alokasi Waktu Kerja dalam Usahatani Padi Sawah Alokasi waktu kerja (Jam/bula. Jumlah (Responde. Jumlah Rata-rata 119 Jam/bulan atau 4 jam/hari Sumber: Data Primer diolah, 2025 Persen (%) JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 377-384 Berdasarkan tabel di atas, hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani padi sawah di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara mencurahkan waktu kerja terbanyak pada usahatani mereka. Kategori waktu kerja tertinggi adalah 60Ae109 jam per bulan, atau 25 orang atau sebesar 50%, dan yang paling sedikit adalah 150Ae210 jam per bulan, atau 18 orang atau sebesar Ini menunjukkan bahwa jumlah waktu yang digunakan petani untuk bekerja pada usahatani relatif singkat. Hasil wawancara dengan petani karena ada perbedaan karakteristik dan kebutuhan waktu antara kedua jenis usaha. Usahatani padi sawah bersifat musiman dan membutuhkan pola kerja yang padat hanya pada fase tertentu, seperti tanam, panen, dan olah tanah. Di luar fase-fase ini, aktivitas usahatani relatif ringan dan tidak membutuhkan kehadiran petani secara terusmenerus di lahan. Penelitian Nasution & Alamsyah . sejalan dengan penelitian ini. Studi "Analisis Curahan Jam Kerja dan Pendapatan Rumah Tangga Petani Padi Sawah Tadah Hujan di Kecamatan Pelayangan Kota Jambi" menemukan bahwa rumah tangga petani mencurahkan 276,5 jam kerja setiap tahun untuk pertanian padi, sementara 3. 106,5 jam kerja setiap tahun dialokasikan untuk kegiatan di luar pertanian. Seperti yang ditunjukkan oleh kontribusi hanya 4,46% dari usahatani padi terhadap pendapatan, petani lebih banyak mengalokasikan waktu dan tenaga mereka untuk bisnis yang lebih menguntungkan secara ekonomi. Alokasi Waktu Kerja Petani pada Usaha Pembesaran Ikan Air Tawar Petani padi sawah di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara menghabiskan rata-rata 5 jam per hari atau 151 jam per bulan untuk bekerja di luar usahatani. Untuk lebih jelas, lihat tabel berikut: Tabel 3. Alokasi Waktu Kerja pada Pembesaran Ikan Air Tawar Alokasi waktu kerja(Jam/bula. Jumlah (Responde. Jumlah Rata-rata 151 Jam/bulan atau 5 jam/hari Sumber: Data Primer diolah, 2025 Persen (%) Berdasarkan tabel di atas, jelas bahwa sebagian besar petani padi sawah mencurahkan waktu kerja mereka pada usaha pembesaran ikan air tawar, dengan rata-rata 151 jam per bulan atau 5 jam per hari. Kategori dengan waktu kerja tertinggi adalah 120-179 jam per bulan, dengan 23 orang atau sebesar 46%, dan yang paling sedikit adalah 60-119 jam per bulan, dengan 6 orang atau sebesar 12%. Dengan alokasi rata-rata 151 jam per bulan atau 5 jam per hari pada usaha pembesaran ikan air tawar, petani padi lebih banyak menggunakan waktunya sebagai usaha pembesaran ikan air tawar dalam satu bulan, meskipun usahatani padi adalah pekerjaan utama petani padi sawah. Petani mengatakan bahwa jika mereka hanya bergantung pada usaha tani padi, kebutuhan tidak akan terpenuhi sementara kebutuhan keluarga meningkat. Karena itu, mereka panen padi setiap musim untuk bertahan hidup sebelum mereka panen salah satunya dengan usaha pembesaran ikan air tawar. Setelah diwawancarai, petani lain menjelaskan bahwa mereka bekerja sebagai usaha pembesaran ikan air tawar. Faktor yang Mempengaruhi Alokasi Waktu Kerja pada Usaha Pembesaran Ikan Air Tawar Hasil dari analisis regresi linear berganda antara variabel independen . ariabel beba. dan variabel terikat . ariabel terika. Variabel-variabel ini meliputi motivasi kerja untuk usaha pembesaran ikan air tawar (X. , persepsi tentang usahatani padi sawah (X. , umur (X. , pendidikan formal (X. , dan jumlah tanggungan keluarga (X. Semua ini berkaitan dengan alokasi waktu kerja untuk usaha pembesaran ikan air tawar (Y). Tabel 4. menunjukkan output SPSS: JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Lusi Novalia, dkk Ae Alokasi Waktu Kerja Petani Padi Sawah Dalam Pola Nafkah Ganda Pada . Tabel 4. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Model Unstandardized Standardized Sig. Coefficients Coefficients Std. Error Beta (Constan. Motivasi kerja pada usaha pembesaran ikan air tawar Persepsi terhadap usahatani padi sawah Umur Pendidikan formal Tanggungan keluarga F-hitung = 9,364 . , t-tabel 2,38 R Square = 0,616 T-tabel =2,01 Sumber: Hasil olahan, 2025 Hasil analisis menunjukkan bahwa p-value . lebih kecil dari level signifikan . yang menunjukkan bahwa itu signifikan. Sementara F hitung 9,364 lebih besar dari F tabel 2,38, itu menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Ini menunjukkan bahwa variabel motivasi kerja pada usaha pembesaran ikan air tawar (X. , persepsi terhadap usahatani padi sawah (X. , umur (X. , pendidikan formal (X. , dan jumlah tanggungan keluarga (X. terkait dengan alokasi waktu kerja pada usaha pembesaran ikan air tawar (Y). Koefisien determinasi (R. sebesar 0,616, atau 61,6%, ditemukan dari hasil estimasi. Variabel tambahan yang tidak ada pada model tersebut menyumbang 38,4% sisa. Jadi, besarnya pengaruh motivasi kerja pada usaha pembesaran ikan air tawar (X. , persepsi terhadap usahatani padi sawah (X. , umur (X. , pendidikan formal (X. , dan jumlah tanggungan keluarga (X. sebesar 61,6%. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pengaruh variabel independen terhadap alokasi waktu kerja dalam usaha pembesaran ikan air tawar, uji parsial terhadap kefisien regresi dapat digunakan. Perincian tentang pengaruh masingmasing variabel independen terhadap variabel dependent tersebut diberikan di bawah ini. Motivasi Kerja pada Usaha Pembesaran Ikan Air Tawar (X . Hasil dari perhitungan hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa variabel motivasi kerja pada usaha pembesaran ikan air tawar memiliki t hitung 2,253, yang lebih besar dari t tabel . ,253 lebih besar dari 2,. , dan p-value . ada kolom Sig. ) adalah lebih kecil dari tingkat signifikan yang ditentukan . , yaitu 0,002. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja pada usaha pembesaran ikan air tawar secara parsial berpengaruh terhadap alokasi Hasil wawancara dengan beberapa petani di Kecamatan Padang Jaya menunjukkan bahwa motivasi kerja adalah faktor utama yang mendorong mereka untuk mencurahkan waktu dan upaya mereka pada usaha pembesaran ikan air tawar. Sebagian besar petani mengatakan bahwa mereka lebih termotivasi untuk berinvestasi dalam bisnis perikanan karena mereka melihat potensi pendapatan yang lebih besar dibandingkan dengan usaha tani padi sawah. Studi sebelumnya, yang dilakukan oleh Sari . , dengan judul Penelitian "Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Curahan Waktu Kerja Nelayan Pancing Dusun Karanggongso Kabupaten Trenggalek," menemukan bahwa motivasi kerja adalah salah satu faktor yang memengaruhi curahan waktu kerja nelayan pancing yang rendah. Nelayan yang memiliki motivasi tinggi untuk bisnis perikanan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk aktivitas perikanan dibandingkan dengan pekerjaan lain seperti bertani. Di sisi lain, nelayan yang memiliki motivasi rendah cenderung mengurangi jumlah waktu yang mereka habiskan untuk aktivitas perikanan dan beralih ke pekerjaan lain yang dianggap lebih menguntungkan atau memerlukan lebih sedikit Persepsi terhadap Usahatani Padi Sawah (X . Hasil perhitungan hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa t hitung untuk variabel persepsi usahatani padi sawah adalah -3,602, dengan t hitung lebih besar dari t tabel (-3,602 lebih besar dari -2,. Selanjutnya, p-value . ada kolom Sig. ) adalah lebih kecil dari tingkat signifikan JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Jurnal Ilmiah Sosio Agribis. Volume 25 (Nomor . , 2025: 377-384 yang ditentukan . , yaitu 0,001, sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja pada usaha pembesar ikan air tawar usahatani padi berpengaruh terhadap alokasi. Hasil wawancara dengan beberapa petani di Kecamatan Padang Jaya menunjukkan bahwa persepsi mereka terhadap usahatani padi sawah cenderung negatif, terutama terkait dengan keuntungan ekonomi dan ketidakpastian hasil panen. Petani mengatakan bahwa usahatani padi sawah dianggap kurang menjanjikan karena prosesnya yang panjang, hasilnya yang rendah, dan ketergantungan musim. Penelitian Susilo et al. sejalan dengan temuan ini. Penelitian ini menemukan bahwa faktor utama yang mendorong petani untuk beralih dari usaha padi sawah ke kolam ikan air tawar adalah persepsi negatif terhadap usaha mereka, seperti rendahnya pendapatan, proses produksi yang sulit, harga yang tidak stabil, dan kebutuhan Umur (X. Usia petani di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara adalah subjek penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur petani di Kecamatan Padang Jaya Kabupatyn berpengaruh terhadap alokasi waktu kerja pada usaha pembesaran ikan air tawar. Hasil perhitungan hipotesis melalui uji t menunjukkan bahwa t hitung variabel umur sebesar 2,548, lebih besar dari t tabel . ,548 lebih besar dari 2,. , dan p-value . ada kolom Sig. ) adalah lebih kecil dari tingkat signifikan yang ditentukan . , yaitu 0,004. Hasil wawancara dengan petani di Kecamatan Padang Jaya menunjukkan bahwa umur petani memengaruhi jumlah waktu yang mereka alokasikan untuk pembesaran ikan air tawar. Pada usia produktif tiga puluh hingga lima puluh tahun, petani biasanya tetap dalam kondisi fisik yang baik, lebih aktif, dan siap untuk bekerja di kolam selama waktu yang lebih lama. Selain itu, mereka menunjukkan keinginan besar untuk mengembangkan bisnis dan mencoba berbagai metode yang lebih efisien untuk memelihara Sebaliknya, petani yang sudah berusia lanjut cenderung melakukan pekerjaan yang lebih Mereka lebih banyak bergantung pada tenaga kerja keluarga atau buruh harian untuk menjaga kolam, dan mereka hanya terlibat pada saat-saat tertentu, seperti panen dan memberikan Penelitian Sari . berjudul "Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Curahan Waktu Kerja Nelayan Pancing Dusun Karanggongso Kabupaten Trenggalek," menemukan bahwa umur nelayan sangat memengaruhi curahan waktu kerja mereka. Nelayan di usia produktif antara 30 dan 50 tahun cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk perikanan dibandingkan dengan nelayan yang lebih muda. Pendidikan Petani (X. Dalam penelitian ini, pendidikan formal adalah seberapa lama petani padi menerima pendidikan formal atau sekolah. Hasil perhitungan hipotesis dengan uji t menunjukkan bahwa t hitung untuk variabel pendidikan formal adalah 0,162, dengan t hitung lebih kecil dari t tabel . ,162 lebih besar dari 2,. , dan p-value . ada kolom Sig. ) adalah lebih besar dari tingkat signifikan yang ditentukan . , yaitu 0,872. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan formal petani di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu tidak berpengaruh terhadap alokasi waktu kerja pada usaha pembesaran ikan air tawar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan formal petani di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu rata-rata 7 tahun, setara dengan SD, atau sekolah dasar. Dengan kata lain, pendidikan formal petani di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara tidak berpengaruh terhadap alokasi waktu kerja pada usaha. Hasil wawancara dengan beberapa petani di Kecamatan Padang Jaya menunjukkan bahwa tingkat pendidikan formal petani tidak menjadi faktor utama dalam alokasi waktu mereka untuk pembesaran ikan air tawar. Petani yang hanya lulus sekolah dasar dan yang berpendidikan menengah pada umumnya memiliki pola alokasi waktu kerja yang hampir sama. Penelitian Sari . dengan judul "Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Curahan Waktu Kerja Nelayan Pancing Dusun Karanggongso Kabupaten Trenggalek" sejalan dengan penelitian ini. Studi ini menunjukkan bahwa curahan waktu kerja nelayan di bidang perikanan tidak terpengaruh secara signifikan oleh pendidikan formal yang mereka terima. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam jumlah waktu yang dihabiskan nelayan untuk pekerjaan di laut, meskipun tingkat pendidikan mereka bervariasi. Ini menunjukkan bahwa faktor lain, seperti pengalaman kerja dan motivasi pribadi, lebih menentukan alokasi waktu nelayan untuk pekerjaan di laut daripada tingkat pendidikan formal mereka. JISA. ISSN: 1412-1816 . ISSN: 2614-4549 . Lusi Novalia, dkk Ae Alokasi Waktu Kerja Petani Padi Sawah Dalam Pola Nafkah Ganda Pada . Jumlah Tanggungan Keluarga (X. Jumlah anggota keluarga adalah semua anggota keluarga petani, seperti suami, istri, anak, dan anggota keluarga lainnya yang tinggal di rumah yang sama. Hasil perhitungan hipotesis dengan uji t menunjukkan bahwa t hitung untuk variabel jumlah tanggungan keluarga adalah 0,572, yang lebih rendah dari t tabel . = 2,. , dan p-value . ada kolom Sig. ) adalah lebih besar dari tingkat signifikan yang ditentukan . , yaitu 0,570. Hasilnya menunjukkan bahwa jumlah tanggungan keluarga petani di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara rata-rata 3 orang, yang berarti bahwa memiliki banyak atau sedikit tanggungan keluarga tidak mempengaruhi alokasi waktu kerja pada usaha pembesaran ikan air tawar. Studi sebelumnya. Nurung et al. yang berjudul "Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Alokasi Waktu Kerja dan Kontribusinya terhadap Pendapatan Rumah Tangga Nelayan (Kasus Nelayan Malabero Kota Bengkul. ," sejalan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, meskipun jumlah tanggungan keluarga bervariasi, tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap alokasi waktu kerja nelayan baik di dalam maupun di luar sektor perikanan tangkap. Ini menunjukkan bahwa faktor lain, seperti modal kerja dan pengalaman melaut, lebih menentukan alokasi waktu. KESIMPULAN Berdasarkan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara, disimpulkan bahwa petani bekerja di usaha pembesaran ikan air tawar selama 5 jam per hari, atau 151 jam per bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja untuk usaha pembesaran ikan air tawar (X. , persepsi terhadap usahatani padi sawah (X. , dan umur (X. berpengaruh terhadap alokasi waktu kerja untuk usaha pembesaran ikan air tawar. Sebaliknya, variabel pendidikan formal (X. dan jumlah tanggungan (X. tidak berpengaruh terhadap alokasi waktu kerja untuk usaha pembesaran ikan nila di Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara. DAFTAR PUSTAKA