ANIMA Indonesian Psychological Journal 2025. Vol. No. E01 https://doi. org/10. 24123/aipj. P-ISSN: 0215-0158 E-ISSN: 2620-5963 Editorial Article Artikel Editorial From Access to Action: Promoting Indonesian Psychology Contributions Through APA PsycTestsA [Dari Akses ke Aksi: Mendorong Kontribusi Psikologi Indonesia Melalui APA PsycTestsA] Ide Bagus Siaputra Fakultas Psikologi Universitas Surabaya Koordinator Bidang 2: Sertifikasi Instrumen Asesmen. Tes Psikologi, dan Etika Asosiasi Psikometrika Indonesia (Apsimetr. Juneman Abraham Jurusan Psikologi. Fakultas Humaniora Universitas Bina Nusantara Ketua Bidang C - Publikasi Ilmiah. Riset dan Pengembangan Himpunan Psikologi Indonesia (Pengurus Pusat HIMPSI) The renewed memorandum of understanding (MoU) between Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI. Indonesian Psychological Associatio. and the American Psychological Association (APA), originally signed in 2020 and updated in 2025, marks a significant opportunity for Indonesian psychology to expand its contribution on the global stage. This editorial highlights the underrepresentation of Indonesianlanguage psychological assessments in the APA PsycTestsA database and identifies structural barriers, such as the absence of a standardized national documentation system. By showcasing the vast potential of locally developed and adapted psychological tools, this article proposes concrete strategies to foster active participation from Indonesia and other underrepresented communities in developing evidencebased and contextually relevant psychological science. Proposed strategies include empowering individual researchers to submit locally developed or adapted instruments, encouraging institutions and journals to adopt systematic documentation and reporting standards, and establishing a national task force led by professional associations and consortia to coordinate the registration and certification of psychological tests for inclusion in APA PsycTestsA. This editorial serves as an open invitation to join a global dialogue in which psychological science is enriched by diverse voices, cultural contexts, and lived experiences from across the world. Keywords: APA PsycTestsA. Indonesian psychology contribution, internationalization of psychology, psychometrics, psychodiagnostics, psychological assessment Pembaruan nota kesepahaman . emorandum of understanding [MoU]) antara Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan American Psychological Association (APA), yang awalnya ditandatangani pada tahun 2020 dan diperbarui pada 2025, menjadi peluang penting bagi psikologi Indonesia untuk memperluas kontribusinya di tingkat global. Editorial ini menyoroti rendahnya representasi alat ukur berbahasa Indonesia dalam pangkalan data APA PsycTestsA dan mengidentifikasi hambatan struktural seperti tidak adanya sistem dokumentasi nasional yang terstandar. Dengan menyoroti potensi besar dari adaptasi dan pengembangan alat ukur lokal, artikel ini mengusulkan strategi konkret untuk mendorong partisipasi aktif Indonesia dan komunitas yang kurang terwakili lainnya dalam pengembangan psikologi berbasis bukti dan kontekstual. Strategi yang diusulkan mencakup pemberdayaan peneliti individu untuk mengajukan alat ukur yang dikembangkan atau diadaptasi secara lokal, mendorong institusi dan jurnal ilmiah untuk menerapkan dokumentasi dan pelaporan sistematis, serta pembentukan gugus tugas nasional yang dipimpin oleh asosiasi profesi dan konsorsium guna mengoordinasikan registrasi dan sertifikasi alat ukur psikologi untuk diindeks dalam APA PsycTestsA. Artikel editorial ini BILINGUAL PUBLICATION PUBLIKASI DWIBAHASA SIAPUTRA & ABRAHAM merupakan undangan terbuka untuk bergabung dalam dialog global, ketika ilmu psikologi diperkaya oleh keberagaman suara, konteks budaya, dan pengalaman manusia dari berbagai penjuru dunia. Kata kunci: APA PsycTestsA, kontribusi psikologi Indonesia, internasionalisasi psikologi, psikometri, psikodiagnostik, asesmen psikologi Received/Masuk: 23 July/Juli 2025 Accepted/Terima: 24 July/Juli 2025 Published/Terbit: 25 July/Juli 2025 Correspondence concerning this article should be addressed to: Korespondensi sehubungan dengan artikel ini ditujukan pada: ANIMA Indonesian Psychological Journal Fakultas Psikologi. Universitas Surabaya. Jalan Raya Kalirungkut. Surabaya 60293. Jawa Timur. Indonesia. E-Mail: animaubaya@gmail. anima@unit. The collaboration program between the Central Board of Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI. Indonesian Psychological Associatio. and the American Psychological Association (APA) is a follow-up to the signing of the Declaration of Intent, reinforced by a series of strategic discussions with the Indonesian Psychology Deans Forum held in Jakarta. Surabaya, and Bali on January 22, 24, and 26, 2025. The renewed memorandum of understanding (MoU)Aioriginally signed in 2020 and updated in 2025Ai marks a significant milestone in strengthening the global presence of Indonesian psychology. Through HIMPSI Circular Letter No. 003/SE/PP-HIMPSI/V/2025. HIMPSI members now benefit from discounted APA membership fees and preferential access to PsycNetA Gold PlusAian important strategic step worthy of appreciation. Program kerja sama antara Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) dan American Psychological Association (APA) merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Declaration of Intent serta rangkaian diskusi strategis bersama Forum Dekan Psikologi Indonesia di Jakarta. Surabaya, dan Bali pada 22, 24, dan 26 Januari Pembaruan nota kesepahaman . emorandum of understanding [MoU])Aiyang pertama kali ditandatangani pada 2020 dan diperbarui pada 2025Aimenjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi psikologi Indonesia di kancah global. Melalui Surat Edaran HIMPSI No. SE/PP-HIMPSI/V/2025, anggota HIMPSI kini memperoleh manfaat berupa potongan biaya keanggotaan APA dan akses langganan PsycNetA Gold Plus dengan tarif khususAisebuah langkah strategis yang patut diapresiasi. From Agreement to Opportunity: A Strategic Turning Point for Indonesian Psychology Dari Kesepakatan Menuju Peluang: Titik Balik Strategis bagi Psikologi Indonesia However, these benefits should not be limited to membership discounts or reduced access fees for information. It must also be understood as a critical opportunity to support IndonesiaAos active contribution to evidence-based psychological science, in alignment with APAAos Strategic Plan and its Equity. Diversity, and Inclusion (ED&I) Framework (American Psychological Association [APA] & American Psychological Association [APA] Services. Inc. , 2. APAAos commitment to international partnerships provides a valuable pathway for Indonesia to engage in knowledge exchange, joint publication, and the development of inclusive and contextualized psychological practice. Namun, manfaat ini tidak seharusnya berhenti pada diskon keanggotaan atau potongan biaya akses informasi. Kolaborasi ini perlu dimaknai sebagai peluang untuk mendorong kontribusi aktif Indonesia dalam pengembangan ilmu berbasis bukti, sejalan dengan Strategic Plan dan Equity. Diversity, and Inclusion (ED&I) Framework dari APA (American Psychological Association [APA] & American Psychological Association [APA] Services. Inc. , 2. Komitmen APA untuk membangun kemitraan internasional membuka ruang bagi Indonesia untuk berpartisipasi dalam pertukaran pengetahuan, publikasi bersama, serta pengembangan praktik psikologi yang inklusif dan kontekstual. Currently. APA PsycNetA hosts over 5. 4 million records, including more than 2,400 journals indexed in PsycInfoA, 119 journals in PsycArticlesA, and 79,638 records in PsycTestsA. Among these. APA PsycTestsA stands out as one of the most promising platforms for psychologists, especially from developing countries like Indonesia, to Hingga kini. APA PsycNetA memuat sekitar 5,4 juta data, termasuk 2. 400 jurnal di PsycInfoA, 119 jurnal di PsycArticlesA, dan 79. 638 rekaman di PsycTestsA. Di antara semua. APA PsycTestsA adalah salah satu yang paling potensial sebagai sumber informasi dan saluran kontribusi ilmuwan psikologi, termasuk yang berasal dari negara ber- PUBLIKASI DWIBAHASA BILINGUAL PUBLICATION PROMOTING INDONESIAN PSYCHOLOGY CONTRIBUTIONS | MENDORONG KONTRIBUSI PSIKOLOGI INDONESIA both access and contribute psychological assessment tools (Takahashi & Remus, 2023. Westrick, 2. There are two key reasons for this: . PsycTestsA welcomes new submissions through its Call for Tests (APA, 2025. it allows for the indexing of assessments developed or adapted based on local cultural contexts. kembang seperti Indonesia (Takahashi & Remus, 2023. Westrick, 2. Ada dua alasan utama mendasari hal ini: PsycTestsA terbuka untuk kontribusi aktif melalui Call for Tests (American Psychological Association [APA], dan . alat ukur yang terindeks dapat dikembangkan dan diadaptasi berdasarkan konteks budaya lokal. Underrepresentation and the Urgent Need for Systematic Solutions Kurangnya Keterwakilan dan Kebutuhan akan Solusi yang Sistematis Unfortunately. Indonesia remains severely underrepresented in PsycTestsA. From more than 79,000 tests listed (American Psychological Association [APA], 2025. , only 153 . 19%) indicate having an Indonesian (Bahasa Indonesi. Among these, just 77 are recorded as containing complete items, and upon further examination, only 20 provide full Indonesian (Bahasa Indonesi. The remaining 57 do not include item-level details or full documentation . ttps://ubaya. id/AIPJ-PsycTest. Sayangnya, representasi Indonesia di PsycTestsA masih sangat minim. Dari lebih 79. 000 alat ukur (American Psychological Association [APA], 2025. , hanya 153 . ,19%) yang tercatat memiliki versi Bahasa Indonesia. Dari jumlah itu, hanya 77 menyatakan menyertakan butir lengkap, dan setelah ditelusuri lebih lanjut, hanya 20 alat ukur benarbenar tersedia utuh dalam Bahasa Indonesia. Lima puluh tujuh . lainnya tidak menyertakan format atau isi lengkap . ttps://ubaya. id/AIPJ-PsycTest. This lack of instruments in Bahasa Indonesia in PsycTestsA is not due to a deficiency in measurement practice. A review of Garba Rujukan Digital atau Garuda . ttps://garuda. id/) repository reveals hundreds of articles with keywords such as AuadaptationAy and AutranslationAy. However, these efforts remain disconnected from international databases. It is likely that many tools currently listed in PsycTestsA have already been locally adapted or developed, but due to the absence of systematic documentation, they are not readily accessibleAinationally or globally (Suwartono & Santoso, 2016. Suwartono. Minimnya alat ukur berbahasa Indonesia di PsycTestsA bukan karena lemahnya praktik pengukuran di tanah air. Penelusuran dalam Garba Rujukan Digital atau Garuda . ttps://garuda. id/) menunjukkan ratusan artikel dengan kata kunci AuadaptasiAy dan AutranslasiAy. Sayangnya, hasil tersebut belum terhubung ke pangkalan data internasional. Hal ini berarti bahwa banyak alat ukur yang boleh jadi ada di PsycTestsA telah diadaptasi atau dikembangkan secara lokal, namun belum terdokumentasi secara sistematis, sehingga tidak mudah diakses secara nasional apalagi internasional (Suwartono & Santoso, 2016. Suwartono, 2. A more fundamental issue is the lack of a national tracking system for test documentation. Adaptation processes often occur in isolation, uncoordinated, and repeated, resulting in overlapping or contradictory versions of tests with inconsistent quality (International Test Commission [ITC], 2. This leads to conceptual inconsistencies, duplicated validation efforts, and resource inefficienciesAioften described as Ausingle-use toothbrushesAy or Aureinventing the wheelAyAisymptoms of a lack of solid collaboration ecosystem (Elson et al. , 2023. Iliescu et , 2. Therefore, building an internationally standardized system for test documentation, registration, and certification is both urgent and necessary. Masalah mendasar lainnya adalah ketiadaan sistem pelacakan nasional untuk dokumentasi alat ukur. Proses adaptasi sering dilakukan secara terpisah, tidak terkoordinasi, dan berulang yang menyebabkan muncul versi alat ukur yang tumpang tindih atau bahkan bertentangan dengan kualitas yang tidak selalu dapat dipertanggungjawabkan (International Test Commission [ITC], 2. Sebagai akibatnya, terjadi perbedaan definisi konseptual, duplikasi upaya validasi, dan pemborosan sumber dayaAisituasi yang terkadang diibaratkan seperti Ausikat gigi sekali pakaiAy atau Aureinventing the wheelAyAigejala dari belum terbangunnya ekosistem kolaborasi yang solid (Elson et , 2023. Iliescu et al. , 2. Karena itu, pembangunan sistem dokumentasi, registrasi, dan sertifikasi yang berstandar internasional sangat mendesak. A research registry system can serve as a foundational tool to ensure transparent, structured, and collaborative documentation across researchers and institutions (Abraham Keberadaan sistem pencatatan penelitian . esearch registr. dapat menjadi fondasi penting untuk memastikan dokumentasi yang transparan, terstruktur, dan kolaboratif BILINGUAL PUBLICATION PUBLIKASI DWIBAHASA SIAPUTRA & ABRAHAM Table 1 Proposed Strategies for Promoting Contributions from Access to Action Through APA PsycTestsA Stakeholder Access Action Publication of research in journals or books linked to PsycTestsA, or direct submission of previously published tests to the APA PsycTestsA team Individuals APA membership discounts and reduced subscription fees for PsycNetA Gold Plus for researchers and practitioners Institutions Institutional PsycTestsA subscription discounts for universities Collective submission of tests derived from theses, dissertations, or technical reports by institutions to APA PsycTestsA Associations or Consortia Collective access discounts for association or consortium members Formation of a national task force and/or provision of test registration and certification & Siaputra, 2. One strategic initiative would be to facilitate the inclusion of Indonesian tests in APA PsycTestsA. This not only increases the visibility of Indonesian scholarship but also enriches global psychological practice with cultural diversity. Table 1 outlines key stakeholders and corresponding strategies to move from access to action. lintas peneliti dan institusi (Abraham & Siaputra, 2. Salah satu langkah strategis adalah dengan mendorong alat ukur Indonesia masuk ke dalam APA PsycTestsA. Hal ini tidak hanya meningkatkan visibilitas keilmuan Indonesia, tetapi juga memperkaya keragaman budaya dalam praktik psikologi global. Untuk mewujudkan kontribusi nyata ini, diperlukan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, sebagaimana disajikan pada Tabel 1. Role of Individuals: Researchers and Practitioners Peran Individu: Peneliti dan Praktisi Psychologists in Indonesia have a significant opportunity to contribute globally by leveraging access to APA PsycTestsA. A first step is to become an APA member and subscribe to APA PsycNetA Gold Plus, which offers access to major databases including PsycArticlesA. PsycBooksA, and PsycTestsA, as well as APA PsycTherapyA. Ilmuwan dan praktisi psikologi di Indonesia memiliki peluang besar untuk berkontribusi di tingkat global melalui pemanfaatan akses ke APA PsycTestsA. Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan adalah menjadi anggota APA dan memanfaatkan fasilitas berlangganan APA PsycNetA Gold Plus, yang menyediakan akses penuh ke berbagai basis data utama, termasuk PsycArticlesA. PsycBooksA, dan PsycTestsA. APA PsycTherapyA. After gaining access and exploring the rich resources available on PsycNetA, individuals may begin submitting psychological tests they have either developed indepen- Setelah mendapatkan akses dan mengeksplorasi kekayaan sumber daya di PsycNetA, individu dapat mulai mengajukan alat ukur yang telah dikembangkan secara Tabel 1 Usulan Pengembangan Kontribusi dari Akses ke Aksi melalui APA PsycTestsA Peran Akses Individu Diskon keanggotaan APA dan potongan biaya langganan PsycNetA Gold Plus bagi peneliti dan Institusi Diskon berlangganan institusional PsycTestsA untuk kampus Pengajuan kolektif alat ukur dari tesis, disertasi, atau laporan teknis melalui institusi ke APA PsycTestsA Asosiasi atau Konsorsium Diskon akses kolektif bagi anggota asosiasi atau Pembentukan gugus tugas nasional dan/atau penyediaan layanan registrasi dan sertifikasi alat ukur psikologi. PUBLIKASI DWIBAHASA Aksi Publikasi hasil penelitian melalui jurnal atau buku yang terhubung ke PsycTestsA atau pengusulan langsung alat ukur yang telah dipublikasikan ke tim APA PsycTestsA BILINGUAL PUBLICATION PROMOTING INDONESIAN PSYCHOLOGY CONTRIBUTIONS | MENDORONG KONTRIBUSI PSIKOLOGI INDONESIA dently or adapted from other sources. Submissions should include full item content, along with evidence of validity and reliability, ideally documented in scholarly publications such as journals, books, dissertations, or technical reports following APA reporting standards. Alternatively, direct submission to the APA PsycTestsA editorial team is also possible, provided that all scientific documentation requirements are fulfilled. mandiri maupun diadaptasi dari sumber lain. Pengajuan ini sebaiknya disertai dengan butir tes serta bukti validitas dan reliabilitasnya yang dilakukan melalui publikasi ilmiah dalam jurnal, buku, disertasi, atau laporan teknis yang mengikuti standar pelaporan APA. Selain jalur publikasi, pengajuan juga dapat dilakukan secara langsung kepada tim kerja APA PsycTestsA, sepanjang tetap memenuhi kriteria dan dokumentasi ilmiah yang diperlukan. Role of Institutions: Psychology Study Programs and Scientific Psychology Journals Peran Institusi: Program Studi Psikologi dan Jurnal Ilmiah Psikologi Higher education institutions offering psychology programs hold a strategic position in fostering IndonesiaAos scientific contributions. One significant role is to guide the development, documentation, and submission of psychological tests that meet international standards. This process can be supported through faculty mentoring during studentsAo final projects, such as theses, dissertations, and research reports. Such mentoring not only improves scientific quality but also elevates the institution's role in international psychology databases such as APA PsycTestsA. Institusi penyelenggara pendidikan tinggi psikologi memiliki peran strategis dalam mendorong kontribusi nasional terhadap pengembangan ilmu psikologi global. Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah melalui pengembangan, dokumentasi, dan pengajuan alat ukur psikologis yang sesuai dengan standar internasional. Proses ini dapat difasilitasi melalui pendampingan akademik oleh dosen, baik sebagai pembimbing maupun penguji dalam tugas akhir mahasiswa, seperti skripsi, tesis, disertasi, dan laporan penelitian. Pendampingan tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas hasil karya ilmiah, tetapi juga memperkuat posisi institusi dalam kontribusi terhadap pangkalan data internasional seperti APA PsycTestsA. Accredited institutions with AuExcellentAy status . ist available at https://pddikti. are encouraged to collectively submit high-quality student work Aiparticularly theses, dissertations, and technical reports Aito APA PsycTestsA. This collective submission model can be strengthened through internal policies supporting systematic documentation and validation of instruments developed by faculty and students. Institutions may also benefit from institutional subscription discounts to PsycTestsA, as a strategy to expand access to APA resources. Institusi berakreditasi AuUnggulAy . aftar tersedia di https://pddikti. didorong untuk mengajukan karya ilmiah mahasiswa, khususnya yang berupa tesis, disertasi, dan laporan teknis, secara kolektif ke APA PsycTestsA. Skema pengajuan kolektif ini dapat diperkuat melalui kebijakan internal yang mendukung dokumentasi sistematis dan validasi alat ukur hasil karya sivitas akademika. Institusi juga dapat memanfaatkan program diskon berlangganan institusional ke PsycTestsA sebagai strategi untuk memperluas akses terhadap sumber daya ilmiah APA. Simultaneously, editors of psychology journalsAiespecially those accredited in SINTA 1 and 2 . ist available at https://sinta. Aican play a pivotal role by adopting the Journal Article Reporting Standards (JARS. Appelbaum et al. , 2018. Levitss et al. , 2. or the TIM RaDaR framework (Surijah et al. , 2. as a reporting guide of reputable quality. This not only enhances publication quality, but also increases the likelihood of the published article meeting international indexing criteria. Di sisi lain, editor jurnal ilmiah psikologiAikhususnya yang telah terakreditasi SINTA 1 dan 2 . aftar tersedia di https://sinta. Aidapat memainkan peran kunci dengan mulai mengadopsi Journal Article Reporting Standards (JARS. Appelbaum et al. , 2018. Levitss et al. maupun kerangka kerja TIM RaDaR (Surijah et , 2. sebagai pedoman pelaporan yang baku dan berkualitas. Penerapan standar ini tidak hanya meningkatkan mutu publikasi, tetapi juga membuka peluang agar artikel yang diterbitkan memenuhi persyaratan indeksasi Journal editors are also encouraged to require authors to include appendices or access links to psychological Editor jurnal juga dapat mendorong penulis untuk menyertakan lampiran atau tautan akses ke alat ukur yang BILINGUAL PUBLICATION PUBLIKASI DWIBAHASA SIAPUTRA & ABRAHAM tools used, following the Field Guide (American Psychological Association [APA], 2025. and referencing Sample Records (American Psychological Association [APA], 2025. available in APA PsycTestsA. Such measures enhance scientific transparency and facilitate global reusability of these toolsAiultimately advancing IndonesiaAos visibility in global psychology. digunakan dengan mengikuti sistematika dan prosedur pelaporan alat ukur yang tercantum dalam Field Guide (American Psychological Association [APA], 2025. serta merujuk pada Sample Records (American Psychological Association [APA], 2025. yang tersedia di APA PsycTestsA. Upaya ini akan meningkatkan transparansi ilmiah sekaligus memperbesar peluang instrumen tersebut untuk digunakan ulang . e-us. oleh komunitas riset globalAisehingga memperkuat kontribusi psikologi Indonesia dalam kancah internasional. Role of Professional Associations and Consortia Peran Asosiasi Profesi dan Konsorsium Professional associations and academic consortia in psychology also play a vital role in integrating IndonesiaAos psychological instruments into global platforms such as APA PsycTestsA. Beyond expanding collective access through discounted subscriptions, organizations such as HIMPSI and Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI. Indonesian Association of Psychology Education Provider. can lead the creation of guidelines for test registration and certificationAistandardizing the process of instrument submission as part of national research documentation efforts. Capacity-building initiatives can include workshops, technical training, and inter-institutional forums. Asosiasi profesi dan konsorsium pendidikan tinggi psikologi di Indonesia juga memiliki posisi strategis dalam mendorong integrasi alat ukur psikologis nasional dalam pangkalan data internasional seperti APA PsycTestsA. Selain memperluas akses kolektif melalui skema diskon, asosiasi seperti HIMPSI dan Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI) dapat mengambil peran penting dalam penyusunan panduan registrasi dan sertifikasi alat ukur. Panduan ini bertujuan untuk menstandarkan proses pengajuan instrumen sebagai bagian dari dokumentasi dan registrasi hasil riset di tingkat Upaya penguatan kapasitas juga dapat dilakukan melalui penyelenggaraan lokakarya, pelatihan teknis, serta forum koordinasi lintas institusi. The groundwork for such services has already begun through the establishment of the working group for Asosiasi Psikometrika Indonesia (Apsimetri. Psychometrics Association of Indonesia. Himpunan Psikologi Indonesia [HIMPSI], 2. Similarly, collaboration between HIMPSI. HIMPSI Banten, and Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN. Consortium of Indonesian Scientific Psycholog. via the Festival Karya Cipta Psikologi Indonesia (FKCPI) has offered constructive evaluations and developed a product catalog to document and promote Indonesian-made psychological tools (Himpunan Psikologi Indonesia et al. , 2. Inisiatif layanan registrasi dan sertifikasi sebenarnya telah dirintis melalui pembentukan tim kerja Bidang 2 di Asosiasi Psikometrika Indonesia (Apsimetri. Himpunan Psikologi Indonesia [HIMPSI], 2. , yang berfokus pada sertifikasi instrumen asesmen, tes, dan etika pengukuran Kolaborasi serupa juga telah dilakukan oleh HIMPSI. HIMPSI Banten, bersama Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara (KPIN) melalui kegiatan Festival Karya Cipta Psikologi Indonesia (FKCPI). Kegiatan ini tidak hanya memberikan evaluasi terhadap berbagai alat ukur unggulan, tetapi juga menyusun katalog produk sebagai bentuk apresiasi, dokumentasi dan promosi terhadap karya psikologi Indonesia (Himpunan Psikologi Indonesia et al. , 2. To scale up such efforts, associations and consortia are encouraged to form a national task force comprising representatives from professional organizations, consortia, journal editors, and academic institutions. This task force would be responsible for collecting, curating, and standardizing tests suitable for PsycTestsA submission. They must also ensure compliance with two core requirements of APA PsycTestsA: . rights for re-use by authors or institutions. scientific reporting via official publi- Sebagai langkah lanjutan yang lebih terstruktur, asosiasi profesi dan konsorsium psikologi disarankan membentuk gugus tugas nasional . ational task forc. yang terdiri atas perwakilan asosiasi, konsorsium, pengelola jurnal, dan institusi pendidikan tinggi. Gugus tugas ini bertanggung jawab untuk menghimpun, menyeleksi, dan menstandarkan alat ukur yang layak diajukan ke PsycTestsA. Selain itu, mereka perlu memastikan dua syarat utama APA PsycTestsA terpenuhi: . adanya hak peng- PUBLIKASI DWIBAHASA BILINGUAL PUBLICATION PROMOTING INDONESIAN PSYCHOLOGY CONTRIBUTIONS | MENDORONG KONTRIBUSI PSIKOLOGI INDONESIA cation channels . , journals, books, dissertations, or technical report. By fostering a standardized and collaborative ecosystem, these organizations can serve as the primary drivers of IndonesiaAos psychological contribution to the global stage. gunaan ulang dari penulis atau institusi asal. pelaporan ilmiah alat ukur melalui kanal publikasi resmi . urnal, buku, laporan teknis, atau disertas. Dengan membangun ekosistem kolaboratif yang sistematis dan berbasis standar internasional, asosiasi profesi dan konsorsium dapat menjadi penggerak utama dalam mengangkat kontribusi psikologi Indonesia ke panggung global. An Open Invitation to Join the Global Dialogue Undangan Terbuka Bergabung Dalam Dialog Global This editorial is an open invitation to all who believe that psychological science should be shaped by diverse voices, cultural contexts, and human experiences across the globe. Together, we can ensure that previously marginalized contributions become central to the global psychological discourse. Editorial ini adalah undangan terbuka bagi siapa pun yang percaya bahwa ilmu psikologi seharusnya dibentuk oleh beragam suara, konteks, dan pengalaman manusia dari seluruh dunia. Mari bersama, menjadikan suara yang selama ini terpinggirkan sebagai bagian tak terpisahkan dari dialog psikologi global. From enhanced access to concrete action, we must push forward to ensure that psychological tests developed from, by, and about IndonesiaAias part of the Global SouthAi are indexed in APA PsycTestsA. Likewise. Indonesian psychology journals with widely read, relevant articles deserve to be included in international databases like PsycArticlesA and PsycInfoA. Dari kemudahan akses ke aksi nyata, kita perlu mendorong agar alat tes yang dikembangkan dari, oleh, dan tentang IndonesiaAisebagai bagian dari negara Global SouthAi dapat diindeks dalam APA PsycTestsA, dan agar artikel dari jurnal psikologi Indonesia yang relevan dan banyak dibaca dapat masuk ke pangkalan data internasional seperti PsycArticlesA dan PsycInfoA. One concrete step is never too smallAiit may well be the foundation for the transformative change we collectively envision. Satu langkah konkret tidaklah terlalu sedikitAijustru berpotensi menjadi fondasi bagi perubahan besar yang kita cita-citakan bersama. Declaration of a Potential Conflict of Interest Deklarasi Potensi Konflik Kepentingan Universitas Surabaya has subscribed to APA PsycTestsA since 2021, providing institutional access for its academic community. The authors of this editorial do not receive any personal financial benefits from APA or its This editorial was developed independently, without any sponsorship or endorsement from APA, and reflects the authorsAo commitment to promoting broader representation of Indonesian psychological tools in global knowledge systems. All Indonesian institutions and professionals are encouraged to contribute equally, and no preferential treatment is granted based on institutional Universitas Surabaya telah berlangganan APA PsycTestsA sejak tahun 2021, yang menyediakan akses institusional bagi komunitas akademiknya. Para penulis editorial ini tidak menerima keuntungan finansial pribadi apa pun dari APA atau basis datanya. Editorial ini disusun secara independen, tanpa sponsor atau dukungan apa pun dari APA, dan mencerminkan komitmen para penulis untuk mendorong representasi perangkat psikologis Indonesia yang lebih luas dalam sistem pengetahuan global. Semua institusi dan profesional Indonesia didorong untuk berkontribusi secara setara, dan tidak ada perlakuan istimewa yang diberikan berdasarkan akses institusional. References