SYIAR: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Volume 3 . 107-117 e-ISSN 2808-7941 https://jurnal. id/index. php/syiar/article/view/270 DOI: https://doi. org/10. 54150/syiar. STRATEGI PENGEMBANGAN PROGRAM STUDI PENYIARAN ISLAM MELALUI INOVASI KURIKULUM KOMUNIKASI Ach. Baidowi1. Irfan Mujahidin2. Ahsan Riadi3 Sekolah Tinggi Agama Islam Publisistik Thawalib Jakarta Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Al-Mardliyyah Pamekasan ach_baidowi@staithawalib. id, 2irfan_mujahidin@staithawalib. ahsanriadi10@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian untuk menjelaskan tentang strategi pengembangan program studi komunikasi penyiaran Islam. Metode penelitian dengan kualitatif melalui studi pustaka. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi dan pengolahan data dengan reduksi dan penyajian data. Hasil penelitian: strategi pengembangan kurikulum komunikasi dan penyiaran islam: mengirim tenaga dakwah profesional ke pelosok, mengirim mahasiswa ke pesantren untuk menyiapkan tanaga dakwah professional, menugaskan mahasiswa untuk mengelola radio sebagai media dakwah, penguatan mata kuliah yang mengarah pada program studi komunikasi penyiaran islam, core keilmuan komunikasi khususnya materi jurnalistik dan penyiaran, kurikulum berbasis dakwah plus dan porsi kurikulum yang seimbang antara teori, praktek, kerangka kualifikasi nasional indonesia, kurikulum konsentrasi jurnalistik, broadcasting, public relation, kompetensi plus di bidang konseling berbasis islamic world-view, kompetensi teknologi komunikasi dan kompetensi mengelola media massa. Kata Kunci: Pengembangan. Kurikulum. Program Studi. Komunikasi dan Penyiaran Islam 107 Syia. Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Strategi pengembangan program studi komunikasi penyiaran . ABSTRACT The aim of the research is to explain the strategy for developing an Islamic broadcasting communication study program. Qualitative research method through literature study. Data collection techniques with documentation and data processing with data reduction and presentation. Research results: strategies for developing the Islamic communication and broadcasting curriculum: sending professional da'wah personnel to remote areas, sending students to Islamic boarding schools to prepare professional da'wah personnel, assigning students to manage radio as a medium for da'wah, strengthening courses that lead to the Islamic broadcasting communication study program, core communication science, especially material on journalism and broadcasting, a plus da'wah-based curriculum and a balanced portion of the curriculum between theory, practice. Indonesian national qualification framework, curriculum concentration on journalism, broadcasting, public relations, plus competency in the field of counseling based on an Islamic world-view, communication technology competency and competence in managing mass media. Keywords: Development. Curriculum. Study Program. Communication and Islamic Broadcasting 108 | Syiar | Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Ach. Baidowi1. Irfan Kuncoro2. Ahsan Riadi3 PENDAHULUAN Kurikulum dalam pendidikan memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan kemajuan pendidikan di suatu Negara, mulai dari ranah konsep hingga aplikasi atau praktek di lapangan karena pengaturan mengenai isi dan bahan ajar penyelenggaraan pedoman pendidikan yang baik (Dhomiri et al. , 2. Kurikulum merupakan suatu rencana dan panduan sistematis yang dirancang untuk menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di suatu lembaga pendidikan. Lebih spesifik, kurikulum mencakup seperangkat rencana yang melibatkan tujuan pembelajaran, isi materi pelajaran, metode pengajaran, serta penilaian atau evaluasi hasil belajar. Kurikulum secara deskriptif, fokus utama adalah memberikan visi umum mengenai tujuan pembelajaran, ruang lingkup materi, dan pendekatan pembelajaran yang diinginkan, tanpa memberikan petunjuk yang terlalu kaku atau Pendekatan ini memberikan kebebasan lebih besar kepada guru dan lembaga pendidikan untuk menyesuaikan metode pengajaran dan materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan konteks spesifik. Kurikulum dirancang supaya proses pembelajaran yang dilaksanakan di lembaga pendidkan dapat dilaksanakan secara sistematis atas bimbungan dari lembaga pendidikan (Himah, 2. Pengembangan kurikulum adalah suatu proses penting dalam dunia pendidikan yang melibatkan perencanaan, perancangan, dan implementasi suatu rangkaian Tujuan utamanya adalah menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan bagi siswa. Proses ini mencakup sejumlah langkah dan pertimbangan yang mendalam untuk memastikan bahwa kurikulum tidak hanya memenuhi standar pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan siswa dan masyarakat secara luas. Kurikulum yang baik harus dapat menyesuaikan diri dengan perubahan dalam kebutuhan sosial, ekonomi, dan Hal ini memastikan bahwa siswa dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan dunia nyata. Pengembangan kurikulum dapat tergolong sukses jika Implementasi kurikulum di sekolah berjalan baik dan salah satu kunci sukses yang menentukan keberhasilan implementasi kurikulum adalah kepemimpinan kepala sekolah, terutama dalam mengordinasikan, menggerakan, dan menyelaraskan semua sumber daya pendidikan yang tersedia (Al-Fatih, 2. Pengembangan kurikulum di perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan bahwa lembaga pendidikan tersebut dapat memberikan pendidikan yang relevan, berkualitas terhadap perkembangan zaman. Dengan cepatnya perubahan dalam dunia pekerjaan dan kebutuhan pasar, perguruan tinggi harus mampu mengembangkan kurikulum yang relevan dengan tuntutan pasar kerja. Ini membantu lulusan perguruan tinggi memiliki keterampilan dan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan. Pengembangan kurikulum pendidikan tinggi adalah formulasi konsep-konsep dasar sebagai landasan atau pijakan yang menjelaskan secara mendalam dan komprehensif aspek-aspek filosofis, sosiologis, rasio empiric, dan yuridis, serta dilengkapi sistem pengelolaan kurikulum pendidikan tinggi (Kaimuddin, 2. Perkembangan kurikulum itu sendiri mencerminkan idealisme 109 | Syiar | Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Strategi pengembangan program studi komunikasi penyiaran . dan perubahan keperluan masyarakat dan negara, melalui institusi persekolahan yang akan meneruskan kebudayaan (Ansori, 2. Pengembangan kurikulum dalam bidang komunikasi dan penyiaran Islam bertujuan untuk mempersiapkan para mahasiswa agar memiliki pemahaman yang mendalam tentang komunikasi dan penyiaran yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Pengembangan kurikulum komunikasi dan penyiaran Islam ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten dalam aspek teknis komunikasi dan penyiaran, tetapi juga memahami nilai-nilai dan etika Islam yang dapat diaplikasikan dalam praktik. Pengembangan kurikulum, memastikan bahwa kurikulum mencakup aspek-aspek akademis, praktis, etika, dan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, lulusan program ini akan siap untuk berkontribusi secara positif dalam mengelola dan memahami peran media dalam konteks Islam. METODE PENELITIAN Penelitiian ini dilakukan dengan kualitatif melalui studi pustaka yang mana maksud dari penelitian ini adalah untuk menjelas secara deskriptif tentang topik kajian yakni strategi pengembangan program studi komunikasi penyiaran Islam melalui inovasi kurikulum yang dihasilkan melalui studi pustaka. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi yakni peneliti mengumpulkan dan mengembangkan tetang strategi pengembangan program studi komunikasi penyiaran Islam dari beberapa artikel ilmiah menjadi sebuah ilmu pengetahuan . Teknik pengolahan data dilakukan dengan reduksi data yakni mengumpulkan data hasil penelitian terdahulu tentang inovasi kurikulum komunikasi penyiaran Islam yang kemudia peneliti melakukan penyajian untuk menjelaskan hasil dari masing-masing inovasi kurikulum yang telah ditemukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Hasil Penelitian Sebelumnya Penulis/Peneliti Inovasi Kurikulum KPI Hasil penelitian dari Hamdani tahun - Mengirim 2016 tentang Model Pengembangan professional ke pelosok Kritis Kurikulum Program Studi - Mengirim Komunikasi Danpenyiaran Islam Stais pesantren untuk menyiapkan Al Hikmah Dalam Pengembangan tanaga dakwah professional Dakwah - Menugaskan mahasiswa untuk mengelola radio sebagai media Hasil penelitian dari Kamila Adnani, - Penguatan mata kuliah yang Ahmad Hudaya. Muhammad Fahmi mengarah pada program studi tahun 2012 tentang Reorientasi komunikasi penyiaran islam Kurikulum Program Studi Komunikasi - Core Dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas khususnya materi jurnalistik dan 110 | Syiar | Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Ach. Baidowi1. Irfan Kuncoro2. Ahsan Riadi3 Ushuluddin Dan Dakwah Iain Surakarta. Hasil penelitian oleh Abdul Basit tahun 2014 tentang Epistemologi Kurikulum Prodi Kpi Jurusan Dakwah Dan Komunikasi Stain Purwokerto Hasil penelitian dari Zainal Abbas tahun 2017 tentang Pengembangan Kompetensi Profesi Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam Hasil penelitian dari Masduki tahun 2015 tentang Kurikulum Komunikasi dan Jurnalistik Dakwah Perbandingan dan Rekomendasi Pembaruan Kurikulum berbasis dakwah plus Porsi kurikulum yang seimbang antara teori, praktek dan kerangka kualifikasi nasional Indonesia Kurikulum Kurikulum konsentrasi Kurikulum konsentrasi public Kompetensi plus di bidang Islamic world-view Kompetensi Kompetensi mengelola media Berdasarkan tabel 1, maka inovasi pengembangan kurikulum program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam dapat dijelaskan sebagai berikut: Mengirim Tenaga Dakwah Profesional ke Pelosok, mahasiswa program studi ini dibekali dengan pengetahuan mendalam tentang prinsip-prinsip komunikasi Islam dan metode dakwah yang efektif. Kurikulum mencakup materi-materi yang relevan dengan realitas sosial dan budaya di berbagai pelosok, sehingga mahasiswa dapat memahami konteks masyarakat yang berbeda. Praktik lapangan dan magang di daerah-daerah terpencil atau di komunitas yang membutuhkan pembinaan spiritual menjadi bagian integral dari kurikulum. Ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan mereka secara langsung. Mengirim tenaga dakwah profesional ke pelosok adalah implementasi dari komitmen untuk menjadikan lulusan sebagai agen perubahan yang dapat merespons kebutuhan masyarakat secara langsung. Tenaga dakwah yang telah dilatih dengan baik dapat membawa pesan dakwah ke daerah-daerah terpencil, memberikan edukasi, dan mendukung pengembangan masyarakat lokal secara holistik. Hal ini sejalan dengan konsep dakwah sebagai upaya menyebarkan ajaran Islam untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Mengirim Mahasiswa ke Pesantren untuk Menyiapkan Tenaga Dakwah Profesional, program studi ini dapat memfasilitasi program kunjungan dan magang mahasiswa di pesantren-pesantren sebagai bagian dari kurikulum. Pesantren memberikan lingkungan yang cocok untuk pengembangan nilai-nilai keislaman, 111 | Syiar | Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Strategi pengembangan program studi komunikasi penyiaran . penguasaan kitab-kitab keagamaan, dan penerapan ilmu komunikasi Islam dalam konteks sehari-hari. Selama masa magang, mahasiswa dapat belajar dari para ulama dan kyai, mengamati praktik-praktik keislaman di pesantren, serta terlibat dalam kegiatan-kegiatan dakwah yang diadakan oleh pesantren. Mengirim mahasiswa ke pesantren untuk menyiapkan tenaga dakwah profesional adalah langkah strategis untuk memperkaya pemahaman dan pengalaman mahasiswa. Dengan mengenal lebih dekat kehidupan pesantren, mahasiswa dapat memahami dinamika keislaman secara lebih mendalam. Ini juga memberi mereka peluang untuk berinteraksi dengan tenaga dakwah yang sudah berpengalaman, memperluas jaringan, dan mendapatkan wawasan praktis tentang tugas dan tanggung jawab sebagai seorang dakwah. Menugaskan Mahasiswa untuk Mengelola Radio sebagai Media Dakwah, mahasiswa dilibatkan dalam mata kuliah yang fokus pada manajemen media, termasuk pengelolaan radio sebagai alat dakwah. Praktik mengelola radio, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan program, menjadi bagian penting dari kurikulum. Mahasiswa dapat diberi tanggung jawab untuk membuat dan mengelola programprogram dakwah, wawancara dengan tokoh-tokoh keagamaan, serta memproduksi materi dakwah yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Radio menjadi media efektif untuk mencapai audiens yang luas, termasuk di daerah-daerah terpencil, sehingga mahasiswa dapat merasakan dampak langsung dari kontribusi dakwah melalui media Menugaskan mahasiswa untuk mengelola radio sebagai media dakwah adalah langkah konkrit untuk menghadirkan pengalaman praktis dalam lingkungan nyata. Dengan memimpin dan mengelola stasiun radio, mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka pelajari secara teoritis. Ini juga dapat menjadi wadah bagi mereka untuk mengembangkan kreativitas dalam menyampaikan pesan dakwah kepada masyarakat luas melalui media penyiaran. Penguatan Mata Kuliah Spesifik untuk Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, identifikasi mata kuliah inti yang khusus membahas aspek-aspek komunikasi dan penyiaran dalam konteks Islam, seperti Etika Komunikasi Islam. Teori Komunikasi Islam, dan Strategi Dakwah melalui Media. Perkuat kurikulum dengan memasukkan mata kuliah yang membahas teknik-teknik penyiaran Islam, produksi konten dakwah, serta analisis media yang berfokus pada isu-isu keislaman. Berikan pemahaman mendalam tentang keagamaan dan budaya Islam dalam mata kuliah yang membahas konteks sosial dan sejarah Islam. Penguatan Mata Kuliah Spesifik untuk Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam mencerminkan komitmen dalam memberikan landasan keilmuan yang kokoh kepada mahasiswa dalam konteks komunikasi dan penyiaran dengan pendekatan nilai-nilai Islam. Melalui pendekatan ini, mata kuliah yang ditawarkan diarahkan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep khusus yang berkaitan dengan Islam dan komunikasi. Core Keilmuan Komunikasi Khususnya Materi Jurnalistik dan Penyiaran, perbarui materi ajar dalam mata kuliah jurnalistik dan penyiaran untuk mencakup konteks keagamaan dan nilai-nilai Islam. Fokus pada pengembangan 112 | Syiar | Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Ach. Baidowi1. Irfan Kuncoro2. Ahsan Riadi3 keterampilan praktis dalam bidang jurnalistik dan penyiaran, seperti penulisan berita berbasis nilai-nilai Islam, teknik wawancara untuk tokoh keagamaan, dan produksi siaran yang mendukung pesan dakwah. Libatkan praktisi industri komunikasi Islam sebagai dosen tamu atau mentor untuk memberikan wawasan praktis dan pengalaman langsung kepada mahasiswa. Core keilmuan dalam bidang komunikasi, khususnya materi jurnalistik dan penyiaran, diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam. Ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya memiliki keterampilan teknis dalam bidang komunikasi, tetapi juga dapat mengaplikasikan nilai-nilai moral dan etika Islam dalam praktiknya. Materi jurnalistik dan penyiaran diarahkan untuk membentuk profesional yang mampu menyampaikan informasi secara akurat dan beretika, sejalan dengan prinsip-prinsip Islam. Kurikulum Berbasis Dakwah Plus, integrasi dakwah sebagai inti dari seluruh kurikulum, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep komunikasi, tetapi juga dapat mengaplikasikannya secara efektif dalam konteks dakwah. Pengembangan keterampilan berdakwah melalui pelatihan langsung, simulasi, dan proyek-proyek yang menekankan penggunaan media sebagai sarana dakwah yang efektif. Peningkatan pemahaman mahasiswa tentang metode-metode dakwah yang sesuai dengan perkembangan media dan teknologi terkini. Kurikulum berbasis dakwah plus memberikan sentuhan tambahan dengan memasukkan elemen dakwah sebagai inti Dalam kurikulum ini, mahasiswa tidak hanya diajarkan aspek teknis komunikasi, tetapi juga dibekali dengan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana mengkomunikasikan nilai-nilai Islam secara efektif. Dengan demikian, lulusan diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan pesan dakwah melalui media komunikasi dengan baik. Porsi kurikulum seimbang, pada aspek teori, penyelidikan dan pemahaman mendalam terhadap teori komunikasi dan penyiaran Islam. Pemahaman terhadap konsep-konsep dasar seperti media, pesan, audiens, dan dampak sosial dari komunikasi dan penyiaran Islam. Integrasi teori-teori ke dalam konteks Islam untuk memahami bagaimana nilai-nilai dan prinsip Islam dapat diintegrasikan dalam proses Aspek praktek, pelatihan keterampilan praktis dalam produksi media, penyiaran, jurnalistik, dan komunikasi visual. Pengalaman lapangan yang memungkinkan mahasiswa terlibat langsung dalam industri komunikasi dan penyiaran Islam. Pengembangan keterampilan seperti penulisan, penyuntingan, pengambilan gambar, dan presentasi untuk mempersiapkan mahasiswa untuk tantangan dunia kerja. Dan aspek kerangka kualifikasi nasional indonesia, pemenuhan standar dan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Indonesia. Integrasi kerangka kualifikasi nasional dengan menekankan pada pencapaian kompetensi dan hasil pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan industri komunikasi dan penyiaran Islam. Penyesuaian kurikulum dengan kerangka kualifikasi nasional dapat meningkatkan daya serap lulusan di pasar kerja lokal dan nasional. Kurikulum Konsentrasi Jurnalistik melalui teori Jurnalisme dengan 113 | Syiar | Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Strategi pengembangan program studi komunikasi penyiaran . memahami prinsip-prinsip dasar jurnalisme, etika, dan tanggung jawab sosial Teknik penulisan jurnalistik: melatih mahasiswa dalam teknik penulisan berita, artikel, dan reportase, serta penyuntingan teks. Jurnalisme multimedia: pengenalan dan pelatihan dalam penggunaan teknologi dan platform multimedia untuk menyampaikan informasi, termasuk penulisan artikel online, fotografi, dan video jurnalistik. Wawancara dan investigasi: keterampilan wawancara dan teknik investigasi untuk menghasilkan laporan yang mendalam dan berimbang. Kurikulum konsentrasi jurnalistik dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam dan keterampilan praktis dalam bidang jurnalisme. Mahasiswa akan mempelajari dasardasar jurnalisme, termasuk penulisan berita, investigasi, dan wawancara. Kurikulum ini mungkin mencakup mata kuliah tentang etika jurnalistik, hukum media, dan teori Selain itu, mahasiswa mungkin akan diajak untuk memahami platform media baru, seperti media online dan media sosial. Proses produksi berita, penyuntingan, dan desain juga dapat menjadi bagian penting dari kurikulum ini. Mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan penelitian, analisis, dan penulisan yang dibutuhkan untuk sukses dalam industri jurnalisme. Kurikulum Konsentrasi Broadcasting melalui dasar-dasar produksi audiovisual: belajar mengenai teknik dan proses produksi program televisi dan radio. Penyutradaraan dan produksi program: keterampilan dalam penyutradaraan program, pengaturan kamera, dan pengeditan untuk media penyiaran. Penyiaran berita: pelatihan dalam penyiaran berita, termasuk penulisan naskah, pengaturan suara, dan presentasi yang efektif. Media sosial dan broadcasting: integrasi media sosial dalam lingkup penyiaran untuk meningkatkan interaksi dan partisipasi audiens. Kurikulum konsentrasi broadcasting dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang diperlukan dalam industri penyiaran. Ini mencakup pemahaman mendalam tentang produksi konten audio dan visual, termasuk penyiaran radio dan Mahasiswa mungkin akan mempelajari proses produksi, pengeditan video, teknologi penyiaran, dan desain suara. Selain itu, kurikulum ini bisa mencakup aspek-aspek seperti penyutradaraan, penulisan naskah, dan manajemen produksi. Mahasiswa diharapkan dapat memahami perubahan teknologi dalam industri ini dan dapat beradaptasi dengan perkembangan terbaru, seperti produksi konten digital dan Kurikulum Konsentrasi Public Relations melalui dasar-dasar public relations: pemahaman konsep dasar public relations, fungsi, dan tanggung jawabnya. Perencanaan dan strategi komunikasi: pengembangan strategi komunikasi untuk berbagai situasi, termasuk manajemen krisis dan pengelolaan reputasi. Media relations: keterampilan dalam berinteraksi dengan media, penulisan siaran pers, dan manajemen hubungan dengan wartawan. Pengukuran Kinerja PR: Menerapkan metrik dan alat evaluasi untuk mengukur keberhasilan kampanye public relations. Kurikulum konsentrasi public relations (PR) difokuskan pada pengembangan keterampilan komunikasi dan strategi untuk membangun dan memelihara citra positif suatu organisasi. Mahasiswa mungkin akan mempelajari dasar-dasar komunikasi 114 | Syiar | Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Ach. Baidowi1. Irfan Kuncoro2. Ahsan Riadi3 organisasi, perencanaan kampanye PR, dan manajemen krisis. Aspek penting lainnya termasuk hubungan media, penulisan siaran pers, dan keterampilan presentasi. Selain itu, kurikulum ini bisa mencakup pemahaman tentang analisis risiko, riset pasar, dan interaksi dengan pemangku kepentingan. Mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan untuk merancang strategi komunikasi efektif yang mendukung tujuan organisasi dan membangun hubungan positif dengan publik. Konseling Berbasis Islamic World-View, pendekatan konseling berbasis Islamic world-view menjadi inti dari kurikulum. Mahasiswa akan diajak untuk memahami dan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam konteks konseling. Ini mencakup mata kuliah seperti Etika Konseling Islam dan Psikologi Islami. Praktikum dilakukan melalui simulasi kasus konseling yang berfokus pada pendekatan Islamic world-view, serta kunjungan lapangan ke lembaga-lembaga konseling yang memadukan nilai-nilai Islam. Dalam merancang kurikulum, fokus utama diberikan pada pengembangan kompetensi konseling berbasis Islamic worldview. Mahasiswa diajak untuk mendalami prinsip-prinsip Islam yang relevan dalam konteks konseling, menciptakan landasan etika dan nilai-nilai yang akan membimbing praktik konseling mereka. Mata kuliah seperti Etika Konseling Islam dan Psikologi Islami membantu mahasiswa memahami landasan teoritis dan praktis dari konseling berbasis Islam. Praktikum yang melibatkan simulasi kasus konseling memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan mereka dalam situasi dunia nyata. Teknologi Komunikasi, kurikulum juga menitikberatkan pada penguasaan teknologi komunikasi terkini dengan aplikasinya dalam dakwah dan penyiaran Islam. Mahasiswa akan mempelajari mata kuliah seperti Teknologi Komunikasi Islam. Produksi Multimedia untuk Dakwah, dan Pengembangan Aplikasi Mobile Islami. Praktikum mencakup produksi video dan audio dakwah, serta pelatihan penggunaan perangkat lunak dan aplikasi terkait teknologi komunikasi. Integrasi teknologi komunikasi menjadi bagian integral dari kurikulum untuk menjawab tuntutan zaman. Mahasiswa diajarkan untuk menggunakan teknologi terkini dalam konteks dakwah dan penyiaran Islam. Mata kuliah seperti Teknologi Komunikasi Islam dan Produksi Multimedia untuk Dakwah memperkenalkan mahasiswa pada konsep-konsep teknologi terkini dan aplikasinya dalam menyebarkan pesan Islam. Melalui praktikum, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan praktis dalam produksi konten multimedia untuk dakwah, serta memahami bagaimana teknologi dapat digunakan secara efektif dalam komunikasi Islam. Pengelolaan Media Massa, aspek pengelolaan media massa melibatkan pemahaman konsep media dalam konteks Islam dan keterampilan manajemen yang Mata kuliah seperti Manajemen Media Massa Islam. Etika Jurnalistik dalam Perspektif Islam, dan Desain dan Perencanaan Program Siaran Islam menjadi Praktikum melibatkan simulasi pengelolaan redaksi media massa dan magang di stasiun radio, televisi, atau portal berita dengan penekanan pada nilai-nilai Islam. Pengelolaan media massa dalam konteks Islam menjadi fokus dalam pengembangan 115 | Syiar | Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Strategi pengembangan program studi komunikasi penyiaran . kurikulum ini. Mahasiswa belajar tentang konsep media massa dari perspektif Islam, termasuk etika jurnalistik dalam penyiaran Islam. Mata kuliah seperti Manajemen Media Massa Islam dan Desain dan Perencanaan Program Siaran Islam membekali mahasiswa dengan keterampilan manajemen yang diperlukan untuk mengelola operasional media massa yang mempromosikan nilai-nilai Islam. Praktikum melibatkan pengalaman langsung di lapangan, memberikan mahasiswa wawasan praktis dalam dunia pengelolaan redaksi media massa yang mengintegrasikan prinsip-prinsip Islam. SIMPULAN Pengembangan kurikulum Komunikasi dan Pemikiran Islam melibatkan pendekatan yang holistik untuk mendukung pemahaman yang mendalam tentang dua aspek kunci: komunikasi dan pemikiran dalam konteks nilai-nilai Islam. Dalam perancangannya, kurikulum ini mencerminkan keberagaman dan fleksibilitas dalam metode pembelajaran, menggabungkan pendekatan tradisional dan kontemporer. Kurikulum ini ditekankan pada pengembangan keterampilan komunikasi siswa, termasuk berbicara, mendengarkan, menulis, dan membaca. Namun, pendekatan pembelajaran tidak hanya terbatas pada aspek akademis semata, melainkan juga mencakup aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari. Siswa tidak hanya diajak untuk memahami konsep-konsep Islam tetapi juga diberdayakan untuk mengaplikasikannya dalam berbagai konteks komunikasi interpersonal dan situasi Sebagai respons terhadap dinamika global dan kemajuan teknologi, kurikulum ini menekankan integrasi nilai-nilai Islam dalam penggunaan teknologi dan dalam berinteraksi dengan lingkungan global. Siswa diarahkan untuk menjadi agen perubahan yang mampu menyikapi perkembangan zaman dengan tetap memegang teguh nilai-nilai Islam. DAFTAR PUSTAKA