Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PPKN KELAS IV MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DI SD NEGERI 153064 LOPIAN 1 Oleh: Jobrin Sahat Tua BatubaraA*,Monica TheresiaA. Khoiruddin SalehA. Reviva Safitri4. Nurzanna5. Roy Hanun Siregar6 1*, 2, 3,4,5,6, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Email: jobsahatbatubara. 04@gmail. Received: 21 Juni 2022 Article history: Revised: 06 Oktober 2022 Published: 30 November 2022 Accepted: 21 November 2022 Abstrack Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata Pelajaran PPKn melalui model pembelajaran Kooperatif tipe STAD di SD Negeri 153064 lopian 1. Subjek penelitian siswa kelas IV SD Negeri 153061 lopian 1. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data melalui lembar observasi siswa dan guru dan lembar soal tes. Berdasarkan hasil pengamatan observer, aktivitas belajar siswa dan guru meningkat pada setiap siklusnya. Pada siklus I tindakan I 68% aktivitas guru dan 56% aktivitas siswa. dan siklus I tindakan II 70% aktifitats guru dan 66% aktifitas siswa. Pada siklus II tindakan I meningkat 74% aktivitas guru dan 70% aktivitas siswa. siklus II tindakan II 82% aktifitas guru 80% aktifitas siswa. Hasil belajar siswa diukur melalui tes yang Siklus I mencapai 56% atau 10 siswa yang sudah mencapai KKM dan 44% atau 8 orang siswa yang belum mencapai KKM. Siklus II meningkat menjadi 83% atau 15 orang siswa yang sudah mencapai KKM dan 17% atau 3 orang siswa yang belum mencapai KKM. Peningkatan hasil belajar mencapai 41%. Hal tersebut dapat membuktikan bahwa dengan menggunakan model STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pembelajaran PPKn kelas IV SD Negeri 153064 Lopian 1. Kata Kunci: Hasil Belajar. ModelStudent Team Achievement Disivion (STAD). PENDAHULUAN Pendidikan sekolah dasar disebut dengan pendidikan formal, sebab sudah memiliki rancangan pendidikan berupa kurikulum tertulis yang tersususan secara sistematis, jelas rinci, dalam perencanaannya, dilakukan pengawasan dan penilaian untuk mengetahui tingkat pencapain siswa. Ini berarti berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar, yang dialami oleh siswa. Guru sebagai pemeran utama untuk menguasai dan mengembangkan materi yang diajarkan kepada siswa. Peran guru sebagai pendidik merupakan kunci utama. Oleh karena itu, guru dalam menyajikan pembelajaran harus mampu menggunakan pendekatan Ae pendekatan atau model pembelajaran yang cocok dengan materi dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Model pembelajaran yang sesuai dengan melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar memungkinkan siswa dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Peneliti melihat bahwa kondisi proses belajar mengajar pada siswa terdapat dua hal yang perdu dikemukakan yaitu dari sisi guru dan siswa. Dari sisi guru, dalam mengelola proses belajar mengajar belum dilaksanakan secara maksimal yang ditandai dengan guru didalam proses pembelajaran masih menggunakan metode konvensional yaitu metode ceramah dan langsung pemberian tugas kepada siswa. sehingga siswa sangat pasif didalam proses pembelajaran, guru terkesan biasa saja melihat aktifitas siswa yang kurang memperhatikan materi pelajaran yang dijelaskan, guru jarang menggunakan pembelajaran kelompok kepada siswa, model pembelajaran yang diterapkan oleh guru kurang dapat membuat siswa menjadi lebih aktif dan minat dalam pembelajaran sehingga perlu dicari model Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. pembelajaran lain. Sedangkan dari sisi siswa antara lain, ada beberapa siswa bercerita dengan temannya sehingga sebagian siswa tidak fokus lagi ketika guru menerangkan pembelajaran, kurangnya minat siswa untuk belajar, siswa kurang bermotifasi untuk belajar, siswa kurang berminat untuk mengajukan pertanyaan kepada guru terkait materi yang diajarkan. Proses pembelajaran guru kelas IV SD Negeri No. 153064 Lopian, di atas tentu saja tidak dikatakan pembelajaran yang efektif dengan metode belajar yang kurang baik. Oleh karena itu, sebagian siswa tidak memahami materi yang diajarakan, sehingga hasil belajar PPKn masih rendah. Agar hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn meningkatkan hasil belajar siswa, peneliti memberikan solusi dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD). Dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD). Diharapkan dapat mendorong keaktifan, membangkitkan minat dan kemampuan bekerja sama, saling menghargai, dan peduli dengan teman sehingga hasil belajar siswa meningkat. Berdasarkan penjelaskan diatas peneliti tertarik untuk mengkaji penelitian dengan judul Meningkatkan Hasil Belajar PPKn Kelas IV Menggunkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Di SD Negeri 153064 Lopian 1. Hasil belajar pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku seseorang yang mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik setelah mengikuti proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Agus dkk . hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar. Pendapat S. Nasution . hasil belajar adalah mengatakan apa yang akan dapat dilakukan atau dikuasai siswa sebagai hasil pelajaran itu, akan tetapi tidak mencakup semua kompone TIK. Sedangkan menurut Sudjana . mengidentifikasi hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang luas dan mencakup bidang, kognitif, afektif, dan psikomotorik. Berdasarkan pendapat beberapa ahli diatas maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa hasil belajar adalah apa yang akan dapat dilakukan atau dikuasai siswa sebagai hasil pelajaran itu seperti perubahan tingkah laku siswa yang lebih luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikimotorik serta kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan pendekatan kooperatif learning yang menekankan pada aktifitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling bantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal. Hal ini sesuai dengan pendapat Trianto . 1: . mengungkapkan bahwa AuModel pembelajaran tipe Student Teams Achievement Division (STAD) adalah salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota setiap kelompok 45 orang siswa. Secara heterogenAy. Pendapat Slavin dalam Aris Shoimin . 7: . mengungkapkan bahwa. Ay Model pembelajaran STAD adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan model pembelajaran yang paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif. Sedangkan menurut Rusman . 1: . model pembelajaran STAD adalah suatu metode generik tentang pengaturan kelas dan bahkan metode pengajaran komperehensif untuk subjek tertentu, guru menggunakan pelajaran dan materi mereka Berdasarkan beberapa pendapat para ahli diatas maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) adalah salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dimana murid dikelompokkan dalam tim belajar yang beranggotakan 4-5 orang dengan kemampuan yang berbeda-beda . inggi,sedang,renda. untuk saling membantu dalam memahami pelajaran dan menyelesaikan tugas-tugas dengan cara berfikir kritis dan kreatif dengan mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan/menanggapi, menyampaikan ide pendapat, mendengarkan secara aktif dan kepada kelompok yang meraih hasil sempurna diberi Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. METODE PENELITIAN Penelitan ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Peneliti telah berkolaborasi dengan wali kelas IV SD Negeri 153064 Lopian saat melakukan observasi mengenai proses kegiatan Menurut Suharsimi Arikunto . 6 :. AuPTK merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan,yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersamaAy. Pendapat yang lain dikemukakan oleh Kemmis, dkk . alam Triyono 2008:. Auyang mengakatakan bahwa PTK adalah suatu bentuk refleksi diri secara kolektif yang dilakukan oleh pesertapesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik-praktik tertentu maupun terhadap situasi tempat dilakukan oleh peserta-pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik-praktik tertentu maupun terhadap situasi tempat dilakukan praktik-praktik tersebutAy. Menurut Suharmisi . 7:1-. penelitian tindakan kelas adalah Aupenelitian yang memaparkan terjadinya sebab-akibat dari perlakuan, sekaligus memaparkan apa saja yang terjadi ketika perlakuan diberikan, dan memaparkan seluruh proses sejak awal pemberian perlakuan sampai dengan dampak dari perlakuan tersebutAy. Menurut muchilin Riadi. secara garis besar terdapat empat tahapan langkah yang dilalui dalam PTK yaitu, . Perencanaan . Tindakan . Observasi . Evaluasi dan Refleksi. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Lembar Observasi Lembar observasi digunakan untuk memperoleh informasi selama kegiatan pada saat tindakan berlangsung dalam pembelajaran PPKn di kelas IV SD Negeri 153064 Lopian 1. Dengan lembar observasi, obsever mengamati yang terjadi selama proses pembelajaran ditandai dengan memberikan tanda ceklis dikolom yang ada pada lembar observasi . lembar observasi terbagi dari dua bagian yaitu, lembar observasi guru dan lembar observasi siswa. Tes Tes ini digunakan untuk memperkuat data observasi yang terjadi dalam kelas terutama pada penguasaan materi pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data yang akurat atas kemampuan siswa memahami pembelajaran. Adapun bentuk soal pilihan ganda 10, isian 5 dan uraian 5 begitu juga untuk siklus II. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Divisio. untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada materi keberagaman umat beragama dimasyarakat. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II yang masing-masingnya terdiri dari 2 tindakan. Waktu pelaksanaan Siklus I tindakan I dilaksanakan pada hari selasa 26 april 2022. Pada tahap ini peneliti bersama observer Ibu Nur Asiah S. Pd melaksanakan proses pembelajaran dengan model kooperatif tipe STAD ( Student Team Achiement Divisio. Mata pelajaran PPKn, materi keberagaman umat beragama dimasyarakat. pada siklus I tindakan II Sebagai hasil akhir peneliti siklus I peneliti memberikan soal tes, berupa soal pilihan ganda, isian dan uraian sebagai upaya untuk mengetahui pengetahuan siswa pada siklus I tindakan II. Waktu pelaksanaan Siklus II dilaksanakan I pada hari Rabu 27 April 2022. Pada tahap ini peneliti bersama observer Naomi Pakpahan melakukan proses pembelajaran dengan model Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Divisio. mata pelajaran PPKn, materi keberagaman umat beragama. Setelah itu dilanjutkan siklus II tindakan II sebagai hasil akhir peneliti di siklus II untuk memberikan soal tes berupa pilihan ganda, isian dan uraian. Diketahui perbandingan lembar observasi guru siklus I tindakan I dan tindakan II dimana di tindakan ke I lembar observasi guru mencapai 68% dan tindakan ke II mencapai 70% dan dapat di simpulkan di observasi guru antara tindakan I dan tindakan ke II meningkat. Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. NILAI TINDAKAN I TINDAKAN II Diagram 1. Lembar Observasi Guru Siklus I Tindakan I dan II lembar observasi siswa siklus I tindakan I dan tindakan II dimana di tindakan ke I lembar observasi siswa mencapai 56% dan tindakan ke II mencapai 66% dan dapat di simpulkan di observasi siswa antara tindakan I dan tindakan ke II meningkat. NILAI TINDAKAN I TINDAKAN II Diagram 2. Lembar Observasi Siswa Siklus I Tindakan I dan II Pada siklus II. Diketahui observasi guru siklus II tindakan I dan tindakan II dimana di tindakan ke I lembar obserbvasi guru mencapai 74% dan tindakan ke II mencapai 82% dan dapat di simpulkan di observasi guru antara tindakan I dan tindakan ke II meningkat. NILAI TINDAKAN I TINDAKAN II Diagram3 . Observasi Guru Siklus II Tindakan I dan II Selanjutnya pada siklus II tindakan II diketahui lembar observasi siswa siklus II tindakan I dan tindakan II dimana di tindakan ke I lembar obserbvasi siswa mencapai 70% dan tindakan ke II mencapai 80% dan dapat di simpulkan di observasi siswa antara tindakan I dan tindakan ke II meningkat. Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. NILAI TINDAKAN I TINDAKAN II Diagram 4. Lembar Observasi Siswa Siklus II Tindakan I dan II Selanjutnya, pada hasil tes pada siklus 1 tindakan II dapat diketahui dari 18 siswa yang hadir hanya 10 siswa yang tuntas dan 8 siswa lagi tidak tuntas dalam menjawab soal tes yang diberikan peneliti. Dimana dapat disimpulkan bahwa hasil belajar di siklus I masih rendah dimana harus dilakukan refleksi atau siklus berikutnya. NILAI TUNTAS TINDAK TUNTAS Diagram 5. Hasil Belajar Siswa Siklus I presentasi ketuntasan 83% dan presentasi ketidak tuntasan 17% sehingga peneliti tidak perlu lagi untuk meningkatkan hasil belajar siswa karena nilai yang di peroleh sudah mencapai mencapai ketuntasan hasil belajar. TUNTAS TIDAK NILAI TUNTAS Diagram 6. Hasil Belajar Siklus II KESIMPULAN Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Divisio. dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Team Achievement Divisio. dapat meningkatkan hasil belajar PPKn terbukti dengan diperolehnya hasil belajar hasil belajar pada setiap siklusnya. Peningkatan hasil belajar dimana pada siklus I rata-rata perolehan 61% kemudian pada siklus 72% terjadi peningkatan. hal ini membuktikan terjadinya peningkatan hasil belajar pada setiap siklusnya. Penerapan metode pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student TeamAchievement Divisio. memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus di SD Negeri 153064Lopian1. Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. DAFTAR PUSTAKA