NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 DOI: https://doi. org/10. 55681/nusra. Homepage: ejournal. id/index. php/nusra p-ISSN: 2715-114X e-ISSN: 2723-4649 PENGEMBAGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS KONTEKSTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA PEMBELAJARAN TEMATIK Angga Putra1*. Putri Surya Damayanti1. Titi Pujiarti1. Nafisa1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. STKIP Yapis Dompu *Corresponding author email: stkipangga@gmail. Article History ABSTRACT Received: 7 May 2024 Revised: 18 April 2024 Published: 27 May 2024 Student worksheets (LKPD) are assignment sheets that must be completed by students in learning which contain instructions, steps and basic competencies to be achieved. This research aims to measure the validity, practicality and effectiveness of Contextual Teaching and Learning-Based Participant Worksheets in Thematic Learning. The research model used is the development of a 4-D (Four D) model, consisting of 4 stages, namely. define, design, develop, and disseminate. The results of this research are in accordance with the assessment of 2 validator experts, namely that student worksheets with a percentage of 85% are categorized as valid, meaning that the LKPD developed is suitable for use. Apart from that, the results of practicality by expert LKPD practitioners with a percentage of 83% were categorized as Furthermore, the effectiveness of the LKPD is said to be effective if it meets the cognitive, affective and psychomotor domains. can be seen from the cognitive learning results reaching 93%, while the affective learning results are 3 students who are in the very good category with a percentage of 13%. There are 8 students who are in the good category with a percentage of 70. % there are 3 students who are in the quite good category with a percentage of 13%, there is 1 student who is in the need guidance category with a percentage of 4%. Judging from the psychomotor learning results, there are 11 students in the good category with a percentage of 75% and there are 4 students with a fairly good category with a percentage of 25%. Keywords: LKPD. CTL. Thematic Learning Copyright A 2024. The Author. How to cite: Putra. Damayanti. Pujiarti. , & Nafisa. Pengembagan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Kontekstual Teaching and Learning (CTL) Pada Pembelajaran Tematik. NUSRA : Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan, 5. , 674Ae683. https://doi. org/10. 55681/nusra. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan salah satu pilar utama berdirinya suatu bangsa yang hebat, karena bangsa yang hebat adalah bangsa yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang cerdas dan memiliki daya saing yang tinggi. Pendidikan di Indonesia dilaksanakan dan dibagi dalam beberapa jenjang, dimana masing-masing jenjang memiliki rentang usia dan lama pendidikan yang berbeda-beda. Jenjang pendidikan formal di Indonesia terdiri atas pendidikan pendidikan tinggi. Pendididikan dasar menjadi acuan sebelum melangkah ke jenjang pendidikan Jika pada tingkat pendidikan dasar kurang diperhatikan maka kualitas pendidikan ke depannya menjadi kurang Melihat hal tersebut pemerintah menganggap penting pendidikan dasar dengan membuat kebijakan wajib belajar 9 tahun dan memperbaiki berbagai sistem pendidikan seperti dengan menerapkan pengembangan pendidikan Indonesia yang lebih baik. Perangkat pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting, karena merupakan pedoman bagi guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar agar lebih terarah, (Ika Suryaningsih et al. Hal tersebut sesuai dengan penerapan Salah satu perangkat pembelajaran yang harus dilengkapi oleh instansi pendidikan adalah kurikulum. Kurikulum merupakan rancangan pelajaran, bahan ajar, diprogramkan terlebih dahulu. Kurikulum menjadi acuan setiap pendidik dalam menerapkan proses belajar mengajar, (Manalu et al. , 2. Oleh karena itu setiap sekolah hendaknya mampu merancang dan mempersiapkan perangkat pembelajaran dengan matang serta selalu memperhatikan kebutuhan setiap siswa di sekolah yang Perangkat pembelajaran merupakan sekumpulan sumber belajar atau alat pendukung yang digunakan oleh guru dan siswa dalam melakukan proses kegiatan Dengan pembelajaran dapat mempermudah dalam pembelajaran akan berjalan dengan baik (Asapari, 2. Adapun perangkat pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar yaitu silabus. RPP, dan Lembar kerjapeserta didik (LKPD). Menurut (Sari et al. , 2. LKPD yang digunakan sangat menentukan pencapaian setiap kompetensi dasar yang LKPD yang memenuhi kriteria baik akan melahirkan sebuah proses Namun sebaliknya, apabila LKPD kurang sesuai dengan kriteria maka akan lahir berbagai permasalahan dalam pembelajaran. Lebih lanjut, (Putri & Ananda, 2. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dikemas dan disesuaikan dengan materi pelajaran sehingga dalam membuatnya harus diintegrasikan dalam berbagai bentuk sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan dengan tujuan sebagai sebuah pijakan untuk pengembangan sebuah pembelajaran. Keberadaan lembar kerja peserta didik memberi dampak yang cukup besar dalam proses kegiatan belajar mengajar. Sehingga penyusunan lebar kerja peserta didik (LKPD) persyaratan tertentu agar menjadi lembar kerja peserta didik (LKPD) yang berkualitas Selain itu lembar kerja peserta didik (LKPD) juga sangat efektif digunakan dalam Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Kontekstual Teaching and Learning (CTL) Pada . Putra et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan menggabungkan konsep dari beragam mata pelajaran dengan harapan peserta didik akan memperoleh pembelajaran yang bermakna. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti di sekolah SD Negeri 25 Woja, proses pembelajaran dulunya pernah menggunakan lembar kerja siswa, dan untuk saat ini proses pembelajarannya menggunakan buku guru dan buku siswa sebagai sumber belajar untuk menunjang proses belajar mengajar, pada saat penggunaan buku siswa proses pembelajaran siswa kurang menarik sehingga siswa terasa bosan. Selain dari itu proses pembelajaran yang dilakukan masih pembelajaran, dan penggunaan lembar kerja peserta didik pada proses pembelajaran. Pembelajaran tematik merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek, baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. Dengan adanya pemaduan itu peserta didik akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh sehingga pembelajaran jadi bermakna bagi peserta didik (Sulhan & Khairi, 2. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu adanya pengembangan LKPD berbasis Contekstual Teaching and Learning (CTL). Menurut (Soleha et al. , 2. Contextual Teaching Learning merupakan pendekatan yang mengarahkan materi akademik dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dalam menghubungkan antara wawasan siswa dengan pengalamannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga akan mudah dipahami oleh siswa. Lebih lanjut. Pendekatan CTL ini mengangkat materi-materi yang terbaru atau Volume 5. Issue 1. Mei 2024 kontekstual dimana kegiatan pembelajaran mengutamakan keterlibatan siswa secara Dengan keterlibatan siswa dalam proses belajar secara langsung dapat menimbulkan semangat sehingga perhatian siswa dalam pembelajaran akan bertambah, (Sumiati, 2. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti mengenai AuPengembagan Lembar Kerja Pesertadidik (LKPD) Berbasis Contekstual Teaching And Learning (CTL) Pada Pembelajaran Tematik di Sekolah DasarAy. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian pengembangan dengan model 4-D (Four D Mode. , yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: Define (Pendefinisia. Design (Perancanga. Develop (Pengembanga. dan Disseminate (Penyebara. , (Putra et al. Penelitian pengembangan merupakan sebuah proses yang dipakai untuk mengembangkan dan memvalidasi produkproduk mengembangkan produk baru, bisa juga penelitian pengembangan digunakan untuk menemukan pengetahuan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi, (Fahrurrozi & Mohzana, 2. Adapun sampel dalam penelitian ini yakni sebanyak 15 siswa yang di ambil dengan menggunakan teknik purposive Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan tes serta dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu Uji validitas. Kepraktisan, dan keefektifan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik pada tema 7. sub tema 1. 1 dengan materi peristiwa kebangsaan masa Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Kontekstual Teaching and Learning (CTL) Pada . Putra et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 1. Mei 2024 penjajahan kelas V SD Negeri 25 Woja. Sebuah produk yang dikembangkan dikatakan layak apabila memenuhi 3 kriteria yaitu valid, praktis dan Dalam penelitian ini data yang terkumpul dari hasil uji coba dianalisis dengan menggunakan tiga kriteria, antara Kevalidan Lembar Kerja Peserta Didik Tabel 1: Hasil Validasi Lembar Kerja Peserta didik oleh ahli pertama (I) Berdasarkan tabel di atas, hasil validasi oleh ahli ke dua dinyatakan sangat valid dengan persentase hasil 88% yang artinya lembar kerja peserta didik layak dalam validasi ini. Hasil validasi oleh ahli ke dua menunjukkan bahwa lembar kerja peserta didik layak untuk diujicobakan sesuai dengan hasil validasi instrument. Tabel 3: Rekapitulasi Hasil Validasi ke-2 Ahli Validator Berdasarkan tabel di atas, hasil validasi oleh ahli pertama dinyatakan valid dengan persentase hasil 81% yang artinya lembar kerja peserta didik layak dalam validasi ini. Hasil validasi oleh ahli pertama menunjukkan bahwa lembar kerja peserta didik layak untuk diujicobakan sesuai dengan hasil validasi instrument. Tabel 2: Hasil Validasi Lembar Kerja Peserta Didik oleh ahli validator Kedua (II) Berdasarkan tabel rekapitulasi hasil validasi ke dua ahli di atas, diperoleh hasil dengan persentase 81 % . dan 88 % . angat vali. maka lembar kerja siswa dinyatakan valid. Kepraktisan Lembar Kerja Peserta Didik Tabel 4: Hasil Kepraktisan Lembar Kerja Peserta Didik Oleh Ahli Kepraktisan I Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Kontekstual Teaching and Learning (CTL) Pada . Putra et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 1. Mei 2024 lebih mudah memahami pembelajaran karana memang isi dari lembar kerja peserta didik yang di bagikan lebih singkat dan jelas isinya, dan pembelajarannya mengaitkan dengan gambar yang ada disekitar lingkungan, dan lembar kerja peserta didik ini layak untuk digunakan untuk memfasilitasi dan merangsang pembelajaran Tabel 6: Rekaptulasi kepraktisan oleh ahli Berdasarkan tabel di atas, kepraktisan lembar kerja peserta didik oleh ahli praktisi I dinyatakan praktis dengan presentase hasil 83%. Terdapat kesimpulan yang diberikan pada pembelajaran tema 7 sub tema 1 pembelajaran 1, dimana siswa lebih mudah memahami pembelajaran karana memang isi dari lembar kerja peserta didik yang di bagikan lebih singkat dan jelas isinya, dan pembelajarannya mengaitkan dengan gambar yang ada disekitar lingkungan, dan lembar kerja peserta didik ini layak untuk digunakan untuk memfasilitasi dan merangsang pembelajaran Tabel 5: Hasil Kepraktisan Lembar Kerja Peserta Didik Oleh Ahli Kepraktisan II Berdasarkan tabel rekapitulasi hasil kepraktisan oleh ke dua ahli di atas, diperoleh hasil dengan persentase yang sama yaitu 83 %, maka lembar kerja siswa dinyatakan praktis. Keefektifan Lembar Kerja Peserta Didik Lembar kerja peserta didik dikatakan efektif jika memenuhi 3 ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotor Adapun hasil belajar dalam penelitian ini antara lain: Tabel 7: Hasil belajar kognitif . Lembar kerja peserta didik dikatakan efektif Jika nilai rata-rata skor tes hasil belajar kognitif siswa memenuhi ketuntasan klasikal, yaitu 70, dari seluruh siswa mendapat skor lebih besar atau sama dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Berdasarkan tabel di atas, kepraktisan lembar kerja peserta didik oleh ahli praktisi II dinyatakan praktis dengan presentase hasil 83%. Terdapat kesimpulan yang diberikan pada pembelajaran tema 7 sub tema 1 pembelajaran 1, dimana siswa Inisial Siswa ADT AZM IKA JUM FIK SUL NAJ LEI ORIZ PUT RIZ Total Skor KKM Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Kontekstual Teaching and Learning (CTL) Pada . Putra et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Inisial Total KKM Siswa Skor SAB WUL ZUL Berdasarkan tabel di atas terdapat rincian 14 orang siswa yang tuntas. 1 orang siswa yang tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan minimum (KKM), 3 orang siswa dengan nilai tertinggi. Berdasarkan klasikal yang digunakan, disimpulkan ratarata hasil tes belajar siswa adalah 93%. Sehingga memenuhi Ketuntasan Klasikal yang ditetapkan sekolah, yaitu 80% siswa mendapat skor lebih besar atau sama dengan KKM . Tabel 8: Hasil belajar afektif (Sika. Volume 5. Issue 1. Mei 2024 dan peduli dengan materi yang diajarkan serta dapat menjawab pertanyaan dengan baik dan semangat. Terdapat 3 siswa yang termasuk kategori cukup baik dengan persentase 13% yaitu siswa Berani tampil di depan kelas dengan percaya diri, tanggung jawab atas materi yang diberikan serta dapat menjawab pertanyaan dengan baik Terdapat 1 siswa yang termasuk kategori perlu bimbingan dengan persentase 4% yaitu siswa yang berani tampil di depan kelas dengan tidak percaya diri. Tabel 9: Hasil (Keterampila. Hasil belajar psikomotor terlihat dari lembar penilaian psikomotor siswa. Hasil penilaian psikomotor siswa dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Nilai afektif digunakan untuk mengetahui sikap siswa selama proses pembelajaran Penilaian sikap siswa dalam penelitian ini terdiri dari 3 aspek yaitu : percaya diri. tanggung jawab dan peduli. Rubrik hasil penilaian sikap dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa terdapat 11 siswa yang yang termasuk kategori baik dengan persentase 75% yaitu siswa yang Mengisi soal dengan baik dan benar sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki dan sesuai dengan materi yang disajikan, dan mempertanyakan maksud dari soal yang Berdasarkan tabel di atas diketahui belum dimengerti. serta terdapat 4 siswa bahwa terdapat 3 siswa yang termasuk yang termasuk kategori cukup baik dengan kategori baik sekali dengan persentase 13% persentase 25% yaitu siswa yang Mengisi yaitu siswa yang Berani tampil di depan soal dengan baikdan benar sesuai dengan kelas dengan percaya diri, tanggung jawab pengetahuan yang dimiliki dan sesuai atas materi yang diberikan dan peduli dengan materi yang disajikan. dengan materi yang diajarkan serta dapat Berdasarkan hasil penelitian maka menjawab pertanyaan dengan sangat pengembangan lembar kerja peserta didik semangat baik dan benar. Terdapat 8 siswa untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada yang termasuk kategori baik dengan tema 7 sub tema 1 pembelajaran 1 siswa persentase 70% yaitu siswa yang Berani kelas V dilakukan dengan model tampil di depan kelas dengan percaya diri, pengembangan four D . -D) terdiri dari tanggung jawab atas materi yang diberikan empat tahap yang meliputi pendefinisian Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Kontekstual Teaching and Learning (CTL) Pada . Putra et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan . , . , . , . Tahap pendefinisian dimulai dengan melakukan analisis awal-akhir, analisis peserta didik, analisis tugas, analisis konsep. Analisis ini dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap guru kelas V di sekolah. Tahap kedua adalah tahap perancangan. Tahap perancangan dan pengembangan dimulai dengam mencari referensi kemudian menentukan pola lembar kerja peserta didik, mempelajari materi pembelajaran pada tema sub tema 1. pembelajaran 1, merinci gambar-gambar yang memfasilitasi materi pembelajaran, merangkum gambar-gambar yang akan digunakan pada lembar kerja peserta didik dan mengemukakan materi pembelajaran pada lembar kerja peserta lembar kerja peserta didik berbasis contekstual teaching and learning yang telah dirancang selanjutnya dibuat sesuai dengan desain pada tahap sebelumnya. Tahap terakhir adalah penyebaran dimana, kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah penyebaran LKPD untuk dijadikan sebagai contoh pengembangan bahan ajar. Hasil validasi yang dilakukan dua ahli validator didapatkan hasil persentase ahli pertama sebesar 81% (Vali. , ahli validator kedua 88% (Sangat Vali. Hasil rekapitulasi dari dua ahli tersebut adalah 85% dengan kategori valid. Volume 5. Issue 1. Mei 2024 Hasil observasi kepraktisan yang dilakukan dengan uji coba pada 15 orang siswa kelas V SD Negeri 25 Woja. Tahap uji coba dilakukan selama 2 x 35 menit . hari/2 pembelajara. materi pada pertemuannya antara lain: Mempelajari tema 7. sub tema 1. pembelajaran 1, melakukan tes uji coba pembelajaran pada tema 1. sub tema 4. Kegiatan pembelajaran menggunakan lembar kerja peserta didik dipraktekkan langsung oleh peneliti dan di dampingi seorang ahli praktisi yaitu wali kelas V SD Negeri 25 Woja . Ketika pembelajaran berlangsung ahli, praktisi mengisi lembar observasi kepraktisan lembar kerja peserta didik Berdasarkan hasil observasi kepraktisan yang dilakukan oleh ahli praktisi didapatkan persentase praktisi sebesar 83% (Prakti. Hasil rekapitulasi dari ahli praktisi tersebut adalah 83% dengan kategori praktis. Hasil validasi yang dilakukan dua ahli validator didapatkan hasil persentase ahli pertama sebesar 81% (Vali. , ahli validator kedua 88% (Sangat Vali. Hasil rekapitulasi dari dua ahli tersebut adalah 85% dengan kategori valid. Hasil observasi kepraktisan yang dilakukan dengan uji coba pada 15 orang siswa kelas V SD Negeri 25 Woja. Tahap uji coba dilakukan selama 2 x 35 menit . hari/2 pembelajara. materi pada pertemuannya antara lain: Mempelajari tema 7. sub tema 1. pembelajaran 1, melakukan tes uji coba pembelajaran pada tema 1. sub tema 4. Kegiatan pembelajaran menggunakan lembar kerja peserta didik dipraktekkan langsung oleh peneliti dan di dampingi seorang ahli praktisi yaitu wali kelas V SD Negeri 25 Woja . Ketika pembelajaran berlangsung ahli, praktisi mengisi lembar observasi kepraktisan lembar kerja peserta didik Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Kontekstual Teaching and Learning (CTL) Pada . Putra et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Berdasarkan hasil observasi kepraktisan yang dilakukan oleh ahli praktisi didapatkan persentase praktisi sebesar 83% (Prakti. Hasil rekapitulasi dari ahli praktisi tersebut adalah 83% dengan kategori praktis. Hasil keefektifan lembar kerja peserta didik, diperoleh setelah penggunakan lembar kerja peserta didik untuk mengetahui keefektifan lembar kerja peserta didik yang Tes yang dilakukan adalah . tes kognitif yaitu untuk mendapatkan hasil belajar siswa dengan nilai Sekolah, yaitu 93% siswa mendapat skor lebih besar atau sama dengan KKM . tes hasil belajar afektif diperoleh 3 orang siswa yang termasuk kategori sangat baik dengan persentase 13%, dan 8 orang siswa yang termasuk kategori baik dengan persentase 70%, dan 3 orang siswa yang termasuk kategori cukup baik dengan persentase 13%, serta 1 orang siswa yang termasuk kategori perlu bimbingan dengan persentase 4%. hasil belajar psikomotor diperoleh 11 orang siswa masuk kategori baik dengan persentase 75% dan 4 orang siswa masuk kategori cukup baik dengan persentase 25%. Berdasarkan pemaparan di atas, menunjukkan bahwa lebar kerja peserta didik layak digunakan pada proses (Sapitri et al. , 2. , dengan mengembangkan LKPD sesuai dengan konteks dan karakteristik peserta didik serta memperhatikan aspek isi, media, dan desain Hal yang tidak kalah penting adalah inovasi dalam sebuah LKPD sehingga dapat dihasilkan LKPD yang menarik dan mampu memotivasi siswa untuk belajar. Hasil keseluruhan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan lembar kerja peserta didik berbasis contekstual teacting and learning pada siswa kelas V SDN 25 Woja Volume 5. Issue 1. Mei 2024 sangat efektif, karena materi pelajaran yang disajikan dengan lembar kerja peserta didik akan lebih jelas, lengkap dan menarik minat Dengan ini dapat membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton, dan tidak membosankan, guru dapat mengatur kelas sehingga bukan hanya guru yang aktif dan kreatif tetapi juga siswa. Pengembangan media ini akan membuat siswa ikut terlibat aktif secara fisik, mental dan emosional dalam kegiatan pembelajaran. Dalam memahami materi tersebut dibutuhkan suatu penanaman konsep sehingga siswa bisa aktif dan berfikir kritis dalam menentukan, merumuskan, dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan materi tersebut. Akhirnya, siswa akan lebih antusias dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa : Pada tahap dinyatakan valid berdasarkan penilaian yang diberikan oleh validator I dan validator II dengan memperoleh skor 85% dengan kategori Valid. Selanjutnya pada tahap kepraktisan, hasil yang didapat dari pengisian lembar kepraktisan oleh guru wali kelas memperoleh skor 83% dengan kategori Praktis. Sedangkan pada tahap keefektifan, apabila memenuhi 3 tes yang diberikan, antara lain: . tes kognitif yaitu untuk mendapatkan hasil belajar siswa dengan nilai ketuntasan klasikal (KK) 93%. Sehingga memenuhi ketuntasan klasikal yang ditetapkan sekolah, yaitu 70 % siswa mendapat skor lebih besar atau sama dengan KKM . hasil belajar afektif siswa. Diketahui terdapat 3 orang siswa yang masuk kategori AuBaik SekaliAy dengan persentase 13%, 8 orang siswa yang termasuk Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Kontekstual Teaching and Learning (CTL) Pada . Putra et al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan kategori AuBaikAy dengan persentase 70%, dan 3 orang siswa yang termasuk kategori cukup baik dengan persentase 13%, serta 1 orang siswa yang termasuk kategori Perlu Bimbingan dengan persentase 4%. Hasil belajar psikomotor. Diketahui terdapat 11 orang siswa termasuk kategori AuBaikAy dengan persentase 75% dan 4 orang siswa termasuk kategori AuCukup BaikAy dengan persentase DAFTAR PUSTAKA