Dampak Kekerasan Verbal dalam Ruang Lingkup Sosial Studi Kasus: Keluarga Petani dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 DAMPAK KEKERASAN VERBAL DALAM RUANG LINGKUP SOSIAL (STUDI KASUS: KELUARGA PETANI DAN PEGAWAINEGERI SIPIL) Nurhidayatika1, Ida Waluyati2* 1,2 Dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi, STKIP Bima Jalan Piere Tendean Kel. Mande Kec. Mpunda Bima NTB Telp. Fax (0374) 42801 Email: inarosmini13@gmail.com Email*: idawaluyati81@gmail.com Abstrak Orang tua sering meluapkan emosi akibat tingkah laku anaknya yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya dalam bentuk kekerasan verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kekerasan verbal yang dilakukan orang tua terhadap anak usia 3-10 tahun. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan cara melakukan interview langsung dengan partisipan dan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Teknik yang digunakan untuk menentukan sampel pada populasi tersebut yaitu purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai yang dikehendaki peneliti. Kemudian data dianalisis untuk menghasilkan suatua temuan. Hasil peneilitian diketahui dampak dari kekerasan verbal, (1) anak menjadi manusia tidak berakhlak baik dari segi tindakan maupun ucapan (2) anak dengan mudah menggunakan bahasa negatif sehingga berujung pada tindakan yang menyimpang (3) anak menjadi lebih agresif dan kurang peka terhadap sesama.Upaya pencegahan yang harus orang tua lakukan yaitu dengan mengeluarkan bahasa-bahasa positif terhadap anak, mengikuti kegiatan workshop mengenai parenting, serta menghindari untuk mengeluarkan bahasa negatif. Kata Kunci: Kekerasan Verbal, Sosial, Keluarga lingkungannya termasuk pada pertumbuhan PENDAHULUAN Masa kanak-kanak merupakan masa dan perkembangan secara emosional. dan Lingkungan merupakan salah satu berkembang, baik secara fisik, intelektual faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang maupun emosional. Dapat kita lihat anak anak. Salah satu faktor yang memberikan berubah ukuran dari kecil menjadi besar stimulasi disebut pertumbuhan, sedangkan intelektual kembang anak yaitu faktor psiokososial. anak tumbuh dan berkembang dan dapat Anak yang mendapat stimulasi yang baik dilihat dari kemampuan anak secara abstrak maka akan mengalami pertumbuhan dan misalnya kemampuan berbicara, bermain, perkembangan yang terarah dan lebih cepat berhitung sedangkan dibandingkan anak yang kurang atau tidak kemampuan anak berperilaku sosial di mendapatkan stimulus. Selain itu, pemberian dimana seorang dan anak bertumbuh membaca, 55 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi yang tepat tehadap tumbuh Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak di Masa Pandemi Covid 19 (Studi di Desa Sai Kecamtan Soromandi Kabupaten Bima hukuman yang tidak wajar akan sedangkan kekerasan verbal tidak langsung mempengaruhi tumbuh kembang anak. Anak yaitu biasanya dilakukan pada media tulisan. yang selalu mendapat hukuman yang tidak Surat kabar harian kompas 23 Januari wajar akan berpotensi mengalami stress. Saat sekarang ini anak usia dini lebih banyak mengalami stres dibandingkan 2008 mengisahkan seorang anak yang sangat menarik penampilan atletis dan fisiknya, memiliki tubuhnya wajah tampan. generasi lainnya. Lingkungan sekolah dan Profesinya sebagai dokter dan mapan secara keluarga yang membuat anak stress karena ekonomi, namun dibalik gambaran ideal itu, sikap guru atau orang tua yang melabeli anak dokter tersebut memiliki kekurangan yaitu seperti, kamu nakal, kamu lamban, kamu suaranya yang sangat lirih. Hal ini membuat penakut serta adanya persaingan prestasi pasien dan lawan bicaranya sulit untuk yang dimunculkan guru dan orang tua seperti mengerti apa yang dibicarakan. Penyebab “lihat teman kamu pintar dan hebat (Wong, semuanya merupakan pengalaman masa lalu dkk dilingkungan dokter tersebut, ketika masih anak-anak keluarga anak lebih sering mendapatkan selalu menjadi bahan ledekan dan ejekan kekerasan fisik dan kekerasan verbal. ayahnya. Dampak yang ditimbulkan yaitu 2008). Sedangkan Kekerasan merupakan sesuatu hal yang perasaan malu yang luar biasa dan menyimpang dari norma. Kekerasan terbagi menganggap hal itu sebagai suatu hinaan atas kekerasan fisik dan kekerasan verbal. (http://nasional.kompas.com/read/2008). Dalam kasus kehidupan berkeluarga dan Hasil penelitian Zahara Farhan (2018) berumah tangga terdapat berbagai macam menunjukkkan bahwa terdapat 5 faktor yang kekerasan yang dialami oleh seorang anak membuat orang tua melecehkan anak secara salah satu kekerasan yang dialami adalah verbal antara lain (1) faktor pengetahuan kekerasan verbal orang tua yang tidak mengetahui bahwa merupakan kekerasan dalam berbahasa baik kekerasan verbal lebih berbahaya dari pada itu secara langsung maupun tidak langsung. kekerasan Kekerasan verbal yang dilakukan dengan pengalaman orang tua memiliki pengalaman secara langsung adalah mengatakan langsung yang ke lawan bicara seperti kata-kata negatif kekerasan psikologis, (3) dukungan keluarga verbal. Kekerasan sama psiokologis, sehinga (2) cenderung faktor meniru terhadap anak dengan kelainan fisik maupun 56 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak di Masa Pandemi Covid 19 (Studi di Desa Sai Kecamtan Soromandi Kabupaten Bima Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 anak lahir tidak diharapkan, (4) faktor menutup kemungkinan melakukan kekerasan ekonomi verbal terhadap anak. karena kemiskinan atau pengangguran dan (5) faktor lingkungan orang tua menjadi kaku dalam hal mendidik TINJAUAN PUSTAKA a. Pengertian Kekerasan Verbal anak. Mengenai kekerasan verbal pada anak Kekerasan verbal yaitu kekerasan yang hampir ditemukan di setiap daerah, salah dilakukan melalui tutur kata seperti fitnah, satunya yaitu di desa Rupe Kecamatan membentak, Langgudu Kekerasan mencemooh, meneriaki, berkata kasar dan verbal yang ada di desa Rupe semakin mempermalukan di depan umum dengan meningkat bahkan bukan lagi menjadi kata-kata rahasia umum karena hampir semua orang mengatakan bahwa kekerasan verbal adalah tua pernah melecehkan anak secara verbal, beragam ucapan yang bertujuan menyakiti misalnya ketika anak melakukan kesalahan anak akan berpengaruh padanya baik secara orang tua tidak segan-segan mengeluarkan langsung atau tidak karena anak akan selalu kata-kata negatif. Kekerasan verbal yang menganggap dirinya sama dengan perkataan terjadi di lingkup desa Rupe disebabkan oleh yang kurangnya pengetahuan orang tua tentang Irwanto (2000) kekerasan verbal adalah dampak dari kekerasan verbal tersebut. perkataan yang menghina dan merendahkan Berdasarkan survey awal bahwa keluarga akan diserap dalam memori anak akibatnya petani cenderung lebih sering melakukan akan menghilangkan rasa percaya diri dan kekerasan karena memacuh kemarahannya dan pada akhirnya kurangnya pengetahuan mengenai kekerasan akan menimbulkan rasa balas dendam yang verbal dibandingkan dengan dapat Pegawai Negeri Sipil cenderung lebih Kemudian verbal abuse atau disebut juga memahami dampak dari kekerasan verbal emotional child adalah tindakan lisan atau karena ada beberapa ASN yang sering perilaku yang menimbulkan konsekuensi mengikuti workshop daring maupun luring yang merugikan. Verbal abuse terjadi ketika mengenai kekerasan verbal, tetapi tidak orang tua menyuruh anak diam atau jangan Kabupaten verbal Bima. disebabkan keluarga memaki kasar. dilontarkan. menghina, Choirunnisa Sedangkan mempengaruhi cara (2008) menurut bergaulnya. menangis. Seandainya anak mau bicara 57 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak di Masa Pandemi Covid 19 (Studi di Desa Sai Kecamtan Soromandi Kabupaten Bima Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 terus-menerus Akibat menggunakan kekerasan akan datang. verbal abuse verbal seperti kamu bodoh, cerewet dan menimbulkan luka yang sangat dalam pada kurangajar, semua perkataan tersebut akan anak melebihi perkosaan (Soetjiningsih, tersimpan dalam memorinya. 2014). b. Bentuk-bentuk Kekerasan Verbal atau c. Dampak Kekerasan Verbal pada Anak Verbal Abuse Menurut Wirawan (2016) 1) Intimidasi : Berupa tindakan menggertak mengemukakan bahwa penganiayaan secara anak, berteriak, menjerit dan mengancam emosional dengan cara kekerasan verbal anak. akan menyebabkan gangguan emosi pada 2) Mencela anak: seperti mengatakan pada anak semua yang terjadi karena anak. Anak akan mengalami perkembangan konsep diri yang kurang baik, hubungan sosial kesalahan anak dengan lingkungannya akan bermasalah, dan membuat anak lebih agresif 3) Mengindahkan atau menolak anak: Tidak memberi respon pada anak, bersikap dingin, tidak mau tahu. serta menjadikan orang dewasa menjadi musuhnya. Anak akan menarik diri dari lingkungannya dan lebih senang menyendiri. 4) Hukuman ekstrim: Menyekap anak di kamar mandi, mengurung di kamar gelap meneror serta mengikat anak ditempat tertentu dalam waktu yang lama. Anak verbal yang memiliki mengalami kecenderungan perilaku orang tuanya. Anak akan lebih mengalihkan perasaan agresifnya kepada mengatakan sesuatu pada anak yang teman-temannya terjadi miskinnya konsep diri. merendahkan satu anak, kesalahan mencela meniru agresif ke teman sebayanya. Anak akan 5) Mengucilkan atau mempermalukan anak: dari kekerasan seperti dan membuat perbedaan negatif terhadap anak. Verbal abuse atau kekerasan verbal Pendapat sebagai tersebut hasil sejalan dari dengan Imam Ghazali yang mengungkapkan bahwa ketika anak tumbuh dengan mendengar kalimat mencela maka kelak anak pun akan biasanya tidak berakibat secara fisik ke anak menajdi tetapi anak bisa rusak beberapa tahun yang Rahmawati dan Vidadi 2019). Orang tua 58 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi pencela (Erica, Haryanto, Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak di Masa Pandemi Covid 19 (Studi di Desa Sai Kecamtan Soromandi Kabupaten Bima yang terbiasa mencela anaknya, maka akan METODE PENELITIAN membuat sang anak kemungkinan besar akan Jenis penelitian yang digunakan yaitu berprilaku buruk dikarenakan mengikuti dengan menggunakan metode penelitian kebiasaan orang tuanya. kualitatif. Pendekatan penelitian ini adalah d. Upaya Pencegahan Kekerasan Verbal kualitatif dengan metode studi kasus dimana suatu proses penelitian dan pemahaman yang pada Anak berdasarkan pada metode yang menyelidiki Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan verbal terhadap anak yaitu dengan memperbaiki cara komunikasi antara ibu dan anak. Bustan, dkk (2017) mengemukakan bahwa salah satu hal yang harus diperhatikan saat berkomunikasi dengan anak, yaitu dengan mengendalikan emosi. Orang tua harus mampu mengendalikan emosi ketika berkomunikasi dengan anak. verbal kepada Pada penelitian ini peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci, dan fenomena tersebut diteliti dengan mewawancarai peserta penelitian atau partisipan melalui pertanyaan yang umum dan agak luas. Informasi yang disampaikan oleh partisipan kemudian dikumpulkan. Instrument dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri. Alat penunjang Apabila orang tua telah melakukan kekerasan suatu fenomena sosial dan masalah manusia. anak, maka yang digunakan yaitu catatan, pulpen, handphone, dan daftar pertanyaan. hendaknya meminta maaf kepada anak. (Iskandar, 2009 ) metode penelitian Ketika orang tua melukai perasaan anak studi kasus ini digunakan untuk menggali dengan cara kekerasan verbal, maka ada hati informasi anak yang akan terluka dan inilah nantinya dalam Ruang Lingkup Sosial, Studi Kasus: yang akan mempengaruhi proses tumbuh Keluarga Petani dan Pegawai Negeri Sipil kembang anak. Orang tua tidak perlu di Desa Rupe, Kabupaten Bima. sungkan untuk meminta maaf kepada anak. mengenai Peneliti Kekeresan mewawancarai Verbal partisipan Contoh kalimat yang bisa diterapkan yaitu sekitar 25 menit mengenai kekerasan verbal “ibu/ayah minta maaf nak, karena sudah yang melakukan mewawancarai kesalahan dengan perasaanmu tadi” (Siregar 2017). melukai dilakukan pada partisipan anak. Peneliti menggunakan pedoman wawancara yang yang telah dibuat 59 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak di Masa Pandemi Covid 19 (Studi di Desa Sai Kecamtan Soromandi Kabupaten Bima sebelumnya yang orang tua lakukan terhadap anak-anak terarah. mereka khususnya di Desa Rupe tidak Populasi pada penelitian ini merupakan mempunyai efek atau dampak sama sekali. seluruh orang tua yang memiliki anak Padahal yang kita ketahui bahwa kekerasan berusia 3-10 tahun yang tinggal di desa Rupe verbal Kabupaten Bima. berprilaku kasar karena adanya intimidasi dilakukan sehingga dapat Teknik wawancara Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 berfokus yang dan digunakan menyababkan anak cenderung untuk dari ucapan orang tua. Menurut orang tua menentukan sampel pada populasi tersebut dari S yaitu ibu M yang merupakan keluarga yaitu purposive sampling, yaitu teknik petani dari Desa Rupe, dengan wawancara penentuan sampel dengan pertimbangan yang dilakukan pada tanggal 20 november tertentu sesuai yang dikehendaki peneliti. 2021. Beliau mengatakan bahwa: “Mengenai kekerasan verbal tersebut saya kurang mengerti, yang saya tahu hanya sekedar kekerasan fisik yang mendapatkan efek sakitnya. Beliau mengatakan juga bahwa anaknya tersebut selalu membuat kesalahankesalahan yang membuat ibunya marah, sehingga cacian dan makian yang dilontarkan tidak bisa terkontrol yang berujung pada kekerasan verbal.” Akibat dari kekerasan verbal tersebut anaknya cenderung meniru kata-kata kotor yang dilontarkan orang tuanya sehingga meluapkan ke teman sepermainannya. Kriteria sampel yang digunakan yaitu orang tua yang memiliki anak usia 3 sampai 10 tahun yang merupakan dari keluarga petani dan pegawai negeri sipil dan orang tua yang memiliki anak tidak lebih dari 3 orang. Penelitian ini mengumpulkan data dengan cara melakukan interview langsung dengan partisipan dan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Informasi yang disampaikan oleh partisipan dibuat menjadi transkip Berdasarkan pengamatan peneliti anak wawancara lalu mencari kata kunci dari tersebut sering melakukan kekerasan verbal transkip tersebut. terhadap temannya berupa kata-kata negatif HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan teori-teori sehingga anak tersebut tidak segan untuk yang telah dibahas sebelumnya mengenai kekerasan verbal yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak-anaknya banyak yang memukul temannya karena ada intimidasis dari ucapan yang anak lontarkan terhadap temannya dan anak tersebut menjadi lebih agresif. menganggap bahwa kekerasan verbal yang 60 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak di Masa Pandemi Covid 19 (Studi di Desa Sai Kecamtan Soromandi Kabupaten Bima Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Penelitian ini sejalan dengan temuan untuk bercanda dengan anak-anaknya. Ibu R (Munawati, 2011) yang mengatakan bahwa, tidak menyangka bahwa kekerasan verbal anak akan agresif dan ketika mereka menjadi yang dilakukan dengan niat hanya bercanda orang tua juga akan memiliki kepribadian justru merusak mental anak yang cenderung seperti orang tua mereka. Hal ini juga meniru berdampak pada psikologis anak yang bisa temannya. menjadikan anak tidak peka dengan perasaan mengucapkan kata yang sering didengar dari orang lain (Soetjaningsih, 2014) orang tuanya, bahkan kepada orang tuanya perkataan tersebut Buktinya ke teman- anak selalu Berdasarkan wawancara di atas dapat sendiri anak tersebut berani mengatakan disimpulkan bahwa ibu M belum memahami kata-kata yang tidak seharusnya diucapkan mengenai kekerasan verbal, dampak ataupun oleh anak seumuran UA. efek dari kekerasan tersebut terhadap anak- Wawancara selanjutnya pada tanggal anaknya. Alasan utama yang menyebabkan 21 November 2021 kepada ibu DI yang ibu M melakukan kekerasan verbal adalah merupakan seorang pegawai negeri sipil dari karena terkendala masalah ekonomi yang Desa Rupe. Ibu DI sudah mengetahui selalu membuatnya tertekan sehingga anak mengenai kekerasan verbal dan dampak menjadi sasaran luapan emosi ibunya.Hal yang disebabkan dari kekerasan verbal serupa juga berkaitan dengan yang dikatakan tersebut karena sering mengikuti workshop oleh ibu R orang tua dari UA yang parenting secara daring maupun luring merupakan keluarga petani yang ada di Desa sehingga Rupe. Beliau mengatakan bahwa: terhadap anak kurang bahkan sama sekali “Mengenai kekerasan verbal ibu R kurang mengerti, ibu R hanya mengetahui tentang kekerasan secara fisik.” Berbeda cenderung ketika dengan melakukan bercanda dan ibu M, ibu R kekerasan verbal bermain dengan penggunaan kekerasan verbal tidak dilakukan di depan anak-anaknya, karena ibu DI sudah tahu bahwa dampak dari kekerasan verbal tersebut sangat fatal bagi kesehatan mental anak. Beliau mengatakan bahwa: anaknya. Berdasarkan kasus tersebut ibu R tidak melakukan kekerasan verbal ketika ada masalah tapi justru melakukannya hanya 61 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi “Ketika saya ada masalah dan tertekan karena masalah tersebut saya akan berusaha sejauh mungkin menghindari atau menjauh dari anak-anak saya supaya tidak menjadi luapan emosi karena masalahnya yang nanti takutnya Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak di Masa Pandemi Covid 19 (Studi di Desa Sai Kecamtan Soromandi Kabupaten Bima akan menjadi kekerasan verbal, ketika saya tenang barulah saya mendekati anak-anak. anak pada umumnya. Setelah mengamati dan mendatangi orang tua anak tersebut rupanya memang benar bahwa orang tuanya sering melakukan kekerasan verbal sekaligus kekerasan fisik. Ketika saya bertanya alasannya kenapa jawabnya singkat karena hanya jengkel terhadap anaknya. Beliau juga mengatakan bahwa “saya takut apabila anak-anaknya mendapatkan kekerasan verbal dari orang lain yang belum paham mengenai dampak dari kekerasan verbal tersebut. Solusi yang biasa dilakukan untuk menghindari hal tersebut adalah membuat anaknya sesibuk mungkin untuk memberikan pelajaran tambahan setelah pulang dari sekolah, supaya anak-anak tidak bosan pada saat belajar saya selalu berusaha memberikan metode-metode pembelajaran yang menyenangkan. Berdasarkan hasil wawancara tersebut bahwa Ibu HK mengetahui bahwa kekerasan verbal itu mempunyai efek jangka panjang yaitu menciptakan rentetan penganiayaan secara verbal dalam keluarga karena anak merupakan peniru yang baik, ketika mereka menjadi orang tua nantinya mereka akan melakukan serupa terhadap anak- anaknya. Temuan ini sejalan dengan dengan Berdasarkan hasil wawancara tersebut kepada ibu DI bahwa pemahaman ibu DI mengenai kekerasan verbal sangat baik sehingga membuat anaknya jauh lebih baik temuan penelitian Munawati (2011) yang mengatakan Hal serupa juga terjadi pada ibu HK pegawai negeri sipil. Beliau mengatakan bahwa: “Kekerasan verbal sangat berdampak pada perkembangan psikologi anak, kekerasan verbal mempunyai dampak yang sangat fatal dibandingkan dengan kekerasan fisik, mental anak akan menjadi tidak stabil, emosi tidak terkontrol akibat dari kekerasan verbal tersebut. Beliau juga mengatakan pengalamannya pada saat mengajar ada satu anak yang pendiam, bila diajak berbicara tidak merespon seperti bahwa kekerasan verbal mempunyai efek jangka panjang bagi anakanak. dalam bergaul dengan teman-temanya. yang merupakan seorang hal Dampak dari kekerasan verbal yang dilakukan oran tua yang ada di Desa Rupe memiliki dampak yang fatal sehingga dapat menyebabkan perilaku anak menjadi buruk. Dengan demikian, anak yang menjadi korban kekerasan verbal akan menjadi manusia yang tidak berakhlak baik dari segi perbuatan maupun dari segi ucapan. Anak tersebut akan dengan mudahnya menggunakan bahasa-bahasa yang negatif dalam kehidupan sosialnya dan melakukan tindakan-tindakan 62 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak di Masa Pandemi Covid 19 (Studi di Desa Sai Kecamtan Soromandi Kabupaten Bima yang menyimpang. Anak juga akan tumbuh menjadi orang yang tidak peduli terhadap lingkungan sekitar, susah bergaul dan cenderung lebih tertutup. KESIMPULAN Faktor pendidikan dan pengetahuan orang tua merupakan faktor yang dominan dalam memahami dampak kekerasan verbal yang dilakukan oleh orang tua yang ada di Desa Rupe. Dampaknya, anak dari keluarga petani cenderung menjadi manusia tidak berakhlak baik dari segi tindakan maupun ucapan. Anak dengan mudah menggunakan bahasa negatif sehingga berujung pada tindakan yang menyimpang, anak menjadi lebih agresif dan kurang peka terhadap sesama. Upaya pencegahan yang harus orang tua lakukan mengeluarkan adalah yaitu dengan bahasa-bahasa positif terhadap anak, mengikuti kegiatan workshop mengenai parenting, serta menghindari untuk mengeluarkan bahasa negatif seperti yang dilakukan oleh orang tua anak yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil. DAFTAR PUSTAKA Annora, Agus (2012). Persepsi Orang Tua tentang Kekerasan Verbal pada Anak. Jurnal Nursing studies. Volume 1 Nomor 1. Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Bustan, dkk (2017). Pelatihan Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak pada Orang Tua Anak Usia Dini. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 3(3), 274282. Erica, dkk (2019). Peran Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini dalam Pandangan Islam. Jurnal Perspektif Pendidikan dan Keguruan, 10(2), 58-66. Farhan, Zahara. (2018). Faktor-Fakto yang Melatarbelakangi Orang Tua Melakukan Verbal Abuse pada Anak Usia Sekolah 6-12 Tahun di Kabupaten Garut. JKM, 3(2). http://nasional.kompas.com/read/2008. Irwanto. (1997). Psikologi Umum. Buku Panduan Mahasiswa. 47. Iskandar. (2009). Metodelogi Penelitian Kualitatif.Jakarta: Gaung Persada Press. Munawati, (2011). Hubungan Verbal Abuse dengan Perkembangan Kognitif Pada Anak Usia Prasekolah di RW 04 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru Depok. Nurjamal, D., Sumirat, W., & Darwis, R. (2011). Terampil Berbahasa. Bandung: Alfabeta. Nurmalina. (2020). Penganiayaan Emosional Anak Usia Dini Melalui Bahasa Negatif dalam Kekerasan Verbal. Jurnal Obsesi. Volume 5 (2). Saudah, S. (2014). Bahasa Positif Sebagai Sarana Pengembangan Pendidikan Moral Anak. Al Ulum, 14 (1), 67-84. 63 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak di Masa Pandemi Covid 19 (Studi di Desa Sai Kecamtan Soromandi Kabupaten Bima Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Siregar, L.Y.S (2017). Pendidikan Anak dalam Islam. Bunyya: Jurnal Pendidikan Anak, 1(2), 16-32. Soetjaningsih. (2014). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Wong, D. . (2008). Buku Ajar Keperawatan Pediatrik Wong.Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Wirawan, Soetjaningsih, S (2016). Tumbuh Kembang Anak Hipotiroid Kongenital yang Diterapi Dini dengan Levotiroksin dan Dosis Awal Tinggi. Sari Pediatri, 15(2), 22-29 Zuhrudin, A. (2017). Reformulasi Bahasa Santun Sebagai Upaya Melawan Kekerasan Verbal Terhadap Anak. Sawwa:Jurnal Studi Gender, 12(2), 265. 64 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021