P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. DIGITALISASI PENCATATAN KADER JUMANTIK MELALUI APLIKASI SMART DBD ZERO DI KELURAHAN PAMULANG TIMUR Duwi Cahya Putri Buani1*. Sukmawati Anggraeni Putri2. Setiaji3 1*Informatika. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Nusa Mandiri 2Sistem Informasi. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Nusa Mandiri 3Sains Data. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Nusa Mandiri Jl. Jatiwaringin Raya No. Kel. Cipinang Melayu. Jakarta Timur. Indonesia dcp@nusamandiri. id1*, sukmawati@nusamandiri. id2, setiaji. sej@nusamandiri. (*) Corresponding Author Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional. Abstract Community service was carried out in partnership with RW 11. Pamulang Timur Sub-district. South Tangerang, as an effort to support the technology-based Dengue Hemorrhagic Fever (DBD) prevention The activity was conducted through two stages: training on the use of the SMART DBD Zero application and counseling on DBD prevention. The SMART DBD Zero application is designed to assist Jumantik cadres . arvae monitoring cadre. in recording and reporting mosquito larvae findings more quickly, accurately, and integrally. Meanwhile, counseling was carried out to increase public knowledge regarding the symptoms, transmission, and DBD prevention steps through the 3M Plus principle. The goals of the community service activity were to increase the digital literacy of Jumantik cadres regarding technology, increase the knowledge of Jumantik cadres regarding DBD prevention with 3M Plus, and increase the effectiveness and efficiency of recording mosquito larvae using a website application. The methods used were needs identification, socialization of activities, training on the SMART DBD Zero application, 3M Plus Counseling, and activity evaluation. The results of the activity evaluation used Likert scale questionnaires, pre-tests, and posttests. The pre-test results showed that the initial level of public knowledge was 55%, which significantly increased to 97% on the post-test following the counseling. Meanwhile, satisfaction with the application training and DBD prevention counseling was above 90%, with a dominant category of strongly agree. Keywords: dengue hemorrhagic fever (DHF). disease prevention. health education. jumantik cadres. SMART DBD Zero. Abstrak Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan mitra RW 11 Kelurahan Pamulang Timur. Tangerang Selatan, sebagai upaya mendukung program pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) berbasis Kegiatan dilakukan melalui dua tahap, yaitu pelatihan penggunaan aplikasi SMART DBD Zero dan penyuluhan pencegahan DBD. Aplikasi SMART DBD Zero dirancang untuk membantu kader jumantik dalam mencatat serta melaporkan temuan jentik nyamuk secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Sementara itu, penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait gejala, penularan, serta langkah-langkah pencegahan DBD melalui prinsip 3M Plus. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah unutk meningkatkan literasi digital kader jumantik terhadap teknologi, meningkatkan pengetahuan kader jumantik terhadap pencegahan DBD dengan 3 M Plus, dan meningkatkan efektifitas dan efesiensi pencatatan jentik nyamuk dengan menggunakan aplikasi berupa website. Metode yang digunakan adalah melakukan identifikasi kebutuhan, sosialisasi kegiatan, pelatihan aplikasi SMART DBD Zero. Penyuluhan 3 M Plus dan Evaluasi kegiatan. Hasil Evaluasi kegiatan menggunakan metode kuesioner skala Likert, pre-test, dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan tingkat pengetahuan awal masyarakat sebesar 55%, meningkat signifikan menjadi 97% pada post-test setelah penyuluhan. Sementara itu, kepuasan terhadap pelatihan aplikasi dan penyuluhan pencegahan DBD berada di atas 90% dengan dominasi kategori sangat setuju. Dengan demikian, kegiatan ini dinilai efektif meningkatkan kapasitas kader serta kesadaran masyarakat dalam pencegahan DBD. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. Kata Kunci: demam berdarah dengue (DBD). pencegahan penyakit. kader jumantik. SMART DBD Zero. PENDAHULUAN Dengue adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dan banyak terjadi di daerah tropis serta subtropis. Sebagian besar kasus ringan, namun dapat berkembang menjadi penyakit berat yang berakibat fatal. Hingga kini belum ada obat khusus, sehingga pengendalian nyamuk dan deteksi dini menjadi langkah utama . , . Seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan yang menyatakan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan serta kesehatan merupakan citacita dari bangsa Indonesia, maka pemerinatah harus lebih fokus dalam menangani keshatan Masyarakat, karena Kesehatan Masyarakat merupakan salah satu akar dari tumbuhnya generasi penerus bangsa yang sehat. Salah satu wujud dari kepedulian pemerintah terhadap Kesehatan Masyarakat adalah dengan membentuk kader Juru Pemantau Jenitk (Jumanti. meskipun tidak secara langsung diatur dalam undang-undang tertentu, namun keberadaan dan fungsinya didukung oleh Undang-Undang Nomort 36 Tahun 2009 . Pelaksanaan kegiatan Jumantik di lapangan diatur dalam Peraturan Pemerintah dan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2021 terkait dengan Kesehatan dan pencegahan penyakit manurlar . Kader pemerintah yang bertugas untuk memantau dan mencegah penularan penyakit menular, terutama DBB, dengan melakukan pemeriksaan jentik nyamuk, pemberantasan sarang nyamuk, dan melakukan edukasi masyarakat . , . Jumantik merupakan upaya dari pemerintah daerah untuk pencegahan DBD . , . , . Kondisi kader jumantik RW 11 Pamulang Timur. Tangerang Selatan dalam melakukan pencatatan jentik masih menggunakan Formulir Kertas Manual untuk mencatat jumlah jentik yang di temuka sehingga kemungkinan akan terjadi kesalahan dalam proses pencatatan jumlah jentik, waktu pelaporan yang lama ke puskesmas atau instansi terkait dan tidak ada dashboard real-time yang dapat digunakan oleh kader jumantik untuk memantau perkembangan kasus jentik secara harian atau mingguan . Dari permasalahan tersebut maka potensi mitra untuk dilakukan pendampingan, dan pelatihan penggunaan aplikasi SMART DBD Zero merupakan solusi yang tepat Penggunaan Teknologi untuk pencatatan jumlah jentik dapat meningkatkan efesiensi waktu kerja kader jumantik . , . , serta mempermudah kader jumantik dalam menganalisa wabah DBD . , . , . METODE PENGABDIAN MASYARAKAT Metode dan Tahapan dalam Pengabdian Masyarakat dapat dilihat pada Gambar 1. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 1. Tahapan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Identifikasi Kebutuhan Mitra Tahapan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat adalah dengan melakukan identifikasi kebutuhan mitra yaitu kader Jumnatik RW 11 Kelurahan Pamulang Timur. Tangerang Selatan. Masalah yang dihadapi oleh mitra adalah tidak terdokumentasi hasil pencataatn jentik sehingga kesulitan dalam mencari berkas pencatatan jentik tahun-tahun sebelumnya, serta mitra kesulitan dalam memberikan laporan ABJ atau Angka Bebas Jentik karena harus dihitung secara manual. Sosialisasi Kegiatan Kegiatan kedua yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi program oleh Dosen dan mahasiswa, kegiatan dilaksanakan pada tanggal, 19 Juli 2025 di Balai Warga RW 11 Kelurahan Pamulang Timur. Pelatihan Aplikasi SMART DBD Zero Setelah melakukan sosialisasi kegiatan selanjutnya adalah pelatihan aplikasi SMART DBD Zero, pelatihan ini sekaligus dengan penyerahan Aplikasi dan Jumantik kits serta Kaos identitas kader jumantik, pada tanggal 30 Agustus 2025 di Balai Warga RW 11 Kelurahan Pamulang Timur. Penyuluhan Tentang Pencegahan DBD Setelah pelatihan dilakukan penyuluhan tentang Pencegahan DBD. Seluruh kader jumantik dan masyarakat RW 11 mendapat penyuluhan tentang Pencegahan DBD hal ini dilakukan untuk Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. mengingatkan kepada Kader dan Masyarakat tentang bahayanya DBD. Evaluasi dan Penutupan Kegiatan Tahapan akhir dari kegiatan ini adalah melakukan evaluasi, evaluasi dilakukan dengan memberikan kuesioner mengenai keseluruhan Kuesioner tersebut diisi oleh kader jumantik yang mengikuti kegiatan Pengabdian Masyarakat. Evaluasi terhadap aplikasi SMART DBD Zero dilakukan dengan menggunakan metode TAM . valuasi sistem/aplikasi berbasis Technology Acceptance Mode. , (TAM) adalah model yang dikembangkan oleh Davis . untuk menjelaskan penerimaan pengguna terhadap teknologi informasi. Model ini menekankan bahwa penerimaan dipengaruhi oleh persepsi kemudahan penggunaan . erceived ease of us. dan persepsi kegunaan . erceived usefulnes. , yang kemudian membentuk sikap, niat, dan akhirnya perilaku penggunaan teknologi . Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 4. Kegiatan Penyuluhan Pencegahan DBD . M Plu. HASIL DAN PEMBAHASAN Kader jumantik RW 11 kelurahan pamulang timur memiliki anggota sebanyak 30 kader yang dibagi kedalam 6 RT. Satu RT kurang lebih terdiri dari 4 s. d 6 kader jumantik. Kegiatan yang sudah dilakukan adalah Sosialisasi kegiatan Pengabdian Masyarakat. Pelatihan Aplikasi Smart DBD Zero. Penyuluhan. Evaluasi dan Penutupun. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 2. Sosialisasi Kegiatan Program Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 5. Aplikasi dbdzero. Hasil dari kegiatan Pengabdian Masyarakat dapat diukur dengan kuesioner yang kita berikan kepda kader jumantik, kuesioner yang kita sebarkan ada 3 yang pertama adalah kuesioner tentang kepuasan penggunaan aplikasi Smart DBD Zero, kedua adalah Kuesioner Penyluhan Pencegahan DBD dan Kueseoner Evaluasi Kegiatan. Kuesioner tentang kepuasan penggunaan aplikasi Smart DBD Zero Pengukuran kepuasan penggunaan Apalikasi Smart DBD Zero dilakukan dengan konsep TAM . valuasi sistem/aplikasi berbasis Technology Acceptance Mode. Hasil dari kuesioner kepuasan pengguna Aplikasi Smart DBD Zero dapat dilihat pada Tabel 1-4 dan Gambar 2. Tabel 1. Hasil Kuesioner Aspek Kemudahan Penggunaan (Usabilit. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 3. Kegiatan Pelatihan dan Penerapan Aplikasi SMART DBD Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Aspek Kemudahan Penggunaan (Usabilit. Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju Jumlah Prosentase Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. Tabel 1 menunjukkan hasil kuesioner terkait aspek kemudahan penggunaan . Dari total responden, tidak ada yang menyatakan tidak setuju maupun sangat tidak setuju, menandakan tidak ada keluhan signifikan terhadap kemudahan sistem. Sebanyak 8 responden . %) menyatakan setuju, dan 112 responden . %) menyatakan sangat setuju bahwa sistem mudah Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mayoritas pengguna merasa sistem sangat mudah digunakan, menunjukkan tingkat usability yang sangat baik. 98% responden menyatakan AuSangat PuasAy dan 2% menyatakan AuPuasAy. Tidak terdapat responden yang menyatakan ketidakpuasan, menandakan aplikasi berhasil memberikan pengalaman positif bagi Tabel 2. Hasil Kuesioner Aspek Manfaat (Usefulnes. Aspek Manfaat (Usefulnes. Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju Jumlah Presentase Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Berdasarkan Tabel 2, mayoritas responden menilai aspek manfaat . aplikasi secara Tidak ada responden yang menilai negatif, 13% menyatakan AuSetujuAy, dan 88% menyatakan AuSangat SetujuAy. Hasil ini menunjukkan bahwa aplikasi dianggap bermanfaat dan memenuhi kebutuhan pengguna. Tabel 2. Hasil Kuesioner Aspek Keandalan (Reliability & Performanc. Aspek Keandalan (Reliability & Performanc. Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju Jumlah Presentase Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 5. Grafik Hasil Kuesioner Penggunaan Aplikasi Gambar 5 menunjukan Hasil kuesioner terhadap aplikasi Smart DBD Zero memperoleh penilaian sangat baik dari pengguna. Sebagian besar responden menilai aplikasi ini mudah digunakan, bermanfaat dalam pencatatan jentik, serta andal tanpa kendala teknis. Tingkat kepuasan juga tinggi, dengan mayoritas responden menyatakan sangat puas dan bersedia terus menggunakan aplikasi. Hal ini membuktikan bahwa Smart DBD Zero efektif dan diterima dengan baik sebagai inovasi pendukung pencegahan DBD. Kuesioner Penyluhan Pencegahan DBD Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Tabel 3 menunjukkan bahwa hampir seluruh responden . %) menilai aplikasi sangat andal, sedangkan 1% menyatakan AuSetujuAy. Tidak ada responden yang menilai negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa aplikasi memiliki performa yang stabil dan dapat diandalkan oleh pengguna. Tabel 4. Aspek Kepuasan Pengguna (User Satisfactio. Aspek Kepuasan Pengguna (User Satisfactio. Sangat Tidak Puas Tidak Puas Puas Sangat Puas Jumlah Prosentase Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Hasil evaluasi pada Tabel 4 menunjukkan tingkat kepuasan pengguna yang tinggi. Sebanyak Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 6. Grafik Hasil Kuesioner Perbandingan Pre-Test dan Post-Test Penyuluhan Pencegahan DBD Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. Berdasarkan hasil kuesioner pre-test dan post-test (Gambar . , terdapat peningkatan pemahaman peserta yang signifikan setelah mengikuti penyuluhan. Hasil pre-test menunjukkan tingkat pengetahuan peserta sebesar 55%, sedangkan pada post-test meningkat menjadi 97%. Peningkatan sebesar 42% ini mengindikasikan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai pencegahan DBD. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pengetahuan, tetapi juga berpotensi mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola dan memberantas sarang nyamuk. Dengan demikian, penyuluhan dapat dijadikan strategi intervensi yang tepat untuk meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat. Berdasarkan hasil kuesioner pre-test dan post-test penyuluhan pencegahan DBD pada Gambar 6, terlihat adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta. Sebelum penyuluhan, tingkat pengetahuan peserta berada pada angka 55%, namun setelah mengikuti penyuluhan meningkat menjadi 97%. Peningkatan sebesar 42% ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan yang masyarakat mengenai pentingnya pencegahan DBD. Dengan demikian, penyuluhan dapat dijadikan strategi yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk. Kueseoner Evaluasi Kegiatan Evaluasi Kegiatan dilakukan menggunakan Kuesioner dengan metode sekala likert, daftar pertanyaan yang diberikan sebagai berikut: Evaluasi Pelatihan Aplikasi Smart DBD Zero Materi pelatihan sesuai dengan kebutuhan Aplikasi Smart DBD Zero mudah digunakan . ser friendl. Narasumber memberikan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami. Pelatihan meningkatkan pemahaman saya mengenai penggunaan aplikasi. Fasilitas pendukung . uangan, perangkat, medi. Evaluasi Penyuluhan Pencegahan DBD Materi penyuluhan sesuai dengan kebutuhan Penyuluhan menambah wawasan saya mengenai pencegahan DBD. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Penyuluhan meningkatkan kesadaran saya untuk menjaga lingkungan dari sarang Narasumber menyampaikan materi dengan jelas dan menarik. Kegiatan ini memotivasi saya untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan DBD. Evaluasi Umum Kegiatan Waktu pelaksanaan kegiatan sudah sesuai dan efektif. Kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Kegiatan bermanfaat bagi saya secara pribadi maupun lingkungan. Saya puas dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Saya bersedia mengikuti kegiatan serupa di masa mendatang. Hasil kuesioner evaluasi kegiatan disajikan pada Tabel 5Ae7 berikut. Kuesioner digunakan untuk menilai tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan pelatihan dan penyuluhan. Tabel 5: Hasil Kuesioner Evaluasi Pelatihan Aplikasi Smart DBD Zero Evaluasi Pelatihan Aplikasi Smart DBD Zero Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju Jumlah Prosentase Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Berdasarkan Tabel 5, sebagian besar peserta . %) menyatakan AuSangat SetujuAy terhadap pelaksanaan pelatihan Aplikasi Smart DBD Zero, sedangkan 7% peserta menyatakan AuSetujuAy. Tidak ada peserta yang mengekspresikan ketidaksetujuan terhadap kegiatan ini, menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi. Tabel 6: Hasil Kuesioner Evaluasi Penyuluhan Pencegahan DBD Evaluasi Penyuluhan Pencegahan DBD Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju Jumlah Prosentase Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Hasil evaluasi pada Tabel 6 menunjukkan bahwa mayoritas peserta . %) memberikan respons AuSangat SetujuAy terhadap penyuluhan pencegahan DBD, dan 10% responden menyatakan AuSetujuAy. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. penyuluhan diterima dengan sangat baik oleh Tabel 7: Hasil Kuesioner Evaluasi Umum Kegiatan Evaluasi Umum Kegiatan Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju Jumlah Prosentase Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Tabel 7 menggambarkan evaluasi umum seluruh kegiatan, di mana 91% responden memberikan penilaian AuSangat SetujuAy dan 9% menilai AuSetujuAy. Tidak terdapat respon negatif, yang menunjukkan keberhasilan kegiatan dalam memenuhi ekspektasi peserta. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 7. Grafik Hasil Kuesioner Evaluasi Pengadbian Masyarakat Gambar 7 menujukan grafik kegiatan pelatihan aplikasi Smart DBD Zero, penyuluhan pencegahan DBD, serta keseluruhan kegiatan memperoleh penilaian yang sangat positif. Mayoritas peserta menyatakan sangat setuju dengan pelaksanaan kegiatan, tanpa adanya tanggapan negatif. Hal ini menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat berjalan efektif, bermanfaat, dan sesuai dengan kebutuhan peserta. Kendala yang dihadapi pada saat kegiatan adalah kurang literasi digital peserta pada kegitan membutuhkan waktu yang lama pada saat implementasi aplikasi SMART DBD Zero. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di RW 11 Kelurahan Pamulang Timur. Kota Tangerang Selatan bersama mitra kader jumantik telah berjalan dengan baik melalui pelatihan penggunaan aplikasi SMART DBD Zero dan penyuluhan pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kapasitas kader serta kesadaran masyarakat dalam upaya pencegahan DBD. Aplikasi SMART DBD Zero mendapatkan respon yang sangat baik dari kader Mereka menilai aplikasi ini mudah digunakan, bermanfaat, andal, serta mampu meningkatkan efektivitas pencatatan dan pelaporan jentik nyamuk. Selain itu, kegiatan penyuluhan DBD pengetahuan masyarakat secara signifikan, yaitu dari 55% sebelum penyuluhan menjadi 97% setelah Secara keseluruhan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini memperoleh penilaian sangat positif, yang menandakan bahwa program yang dilaksanakan efektif, relevan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, dilakukan pendampingan berkelanjutan kepada kader jumantik untuk memastikan kemampuan mereka dalam memanfaatkan aplikasi SMART DBD Zero secara optimal. Selain itu, akan dilakukan pengembangan fitur aplikasi agar dapat terintegrasi dengan sistem pelaporan instansi kesehatan setempat secara real-time, sehingga proses pengawasan dan tindak lanjut terhadap potensi penyebaran DBD dapat dilakukan lebih cepat dan Di samping itu, rencana perluasan kegiatan pelatihan dan penyuluhan ke wilayah lain di Tangerang Selatan juga disusun, dengan tujuan memperkuat jejaring kader jumantik berbasis teknologi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan DBD secara Dengan pengabdian ini tidak hanya meningkatkan kapasitas kader dan kesadaran masyarakat, tetapi juga menjadi contoh implementasi inovasi teknologi digital dalam mendukung kesehatan masyarakat secara berkelanjutan. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Riset, dan Teknologi (Kemendikti Sainte. atas dukungan dan pendanaan yang diberikan sehingga pengabdian ini dapat terlaksana dengan Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. DAFTAR PUSTAKA