Jurnal E-Bis:Ekonomi Bisnis Vol. 9 No. https://jurnal. politeknik-kebumen. id/index. php/E-Bis p-ISSN : 2580-2062 e-ISSN : 2622-3368 Tingkat Pendidikan dan Literasi Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan Pemilik UMKM Pasar Raya Kota Padang Fitria Revinda1*. Efni Cerya2 Pendidikan Ekonomi. Universitas Negeri Padang. Indonesia *Email: fitriarevinda20@gmail. com*1, efnicerya@fe. Doi: https://doi. org/10. 37339/e-bis. Diterbitkan oleh Politeknik Piksi Ganesha Indonesia Info Artikel Diterima : 2025-08-13 Diperbaiki : 2025-08-15 Disetujui : 2025-08-21 ABSTRAK Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, termasuk di Pasar Raya Kota Padang yang merupakan pusat perdagangan daerah. Namun, pengelolaan keuangan pelaku UMKM di wilayah ini masih belum optimal, dipengaruhi oleh faktor seperti tingkat pendidikan dan literasi keuangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat pendidikan dan literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan pemilik UMKM di Pasar Raya Kota Padang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif kausal dengan 100 responden yang dipilih melalui proportional random sampling dari total 4. 320 UMKM. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan literasi keuangan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan, namun secara parsial hanya literasi keuangan yang berpengaruh positif dan Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan dan pendampingan terstruktur untuk meningkatkan literasi keuangan sehingga UMKM mampu mengelola keuangan secara efektif dan berkelanjutan. Kata Kunci : Literasi Keuangan. Pengelolaan Keuangan. Tingkat Pendidikan. UMKM ABSTRACT Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. play an important role in the Indonesian economy, including in the Padang City Market, which is a regional trade center. However, the financial management of MSME players in this region is still not optimal, influenced by factors such as education level and financial literacy. This study aims to analyze the influence of education level and financial literacy on the financial management of MSME owners in the Padang City Market. The method used is quantitative causal with 100 respondents selected through proportional random sampling from a total of 4,320 MSMEs. Primary data was collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The results of the study indicate that educational attainment and financial literacy together have a significant impact on financial management, but only financial literacy has a positive and significant impact when analyzed separately. These findings emphasize the importance of structured training and mentoring to enhance financial literacy, enabling SMEs to manage their finances effectively and sustainably. Translated with DeepL. ree versio. Keywords: Education Level. Financial Literacy. Financial Management. Msmes Alamat Korespondensi Jl. Letnan Jenderal Suprapto No. 73 Kebumen. Jawa Tengah. Indonesia 54311 PENDAHULUAN Mengacu pada Pasal . UU RI No. 20 Tahun 2008, usaha mikro adalah aktivitas usaha perorangan dengan kriteria khusus, sedangkan usaha kecil merupakan usaha perorangan atau Jurnal E-Bis: Ekonomi-Bisnis AFitria Revinda1*. Efni Cerya2 badan yang bukan termasuk kategori menengah atau besar, namun memenuhi ketentuan usaha Adapun usaha menengah dijalankan oleh individu maupun badan usaha yang tidak termasuk dalam kategori usaha kecil atau besar, dan memiliki aset atau pendapatan tahunan yang memenuhi persyaratan hukum. UMKM merupakan motor penggerak perekonomian Indonesia. Saat krisis moneter 1997Ae 1998, banyak usaha besar bangkrut, sedangkan UMKM tetap bertahan dengan keterbatasannya. Guna menunjang kemajuannya, pemerintah pusat maupun daerah menerapkan beragam program sesuai PP No. 17 Tahun 2013 sebagai turunan UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM. Pengembangan ini meliputi pemberian fasilitas dan peningkatan usaha, dengan prioritas utama pada UMKM. Berikut data jumlah UMKM Pasar Raya Kota Padang. Tabel 1. Data Rekapitulasi Jumlah UMKM Pasar Raya Kota Padang Tahun 2021-2024 Tahun Jumlah UMKM Sumber: Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang UMKM menjadi tulang punggung ekonomi negara, berfungsi menciptakan pekerjaan, merangsang pertumbuhan, dan menambah kesejahteraan. Di Pasar Raya Kota Padang, jumlah pelaku berfluktuasi antara 2021Ae2024, dengan puncak 4. 320 pada 2024. Data Kemenkop dan UMKM mencatat sektor ini menyumbang 60,5 persen PDB dan menampung 97persen tenaga kerja (Astuti, 2025. Daily, 2. Pemerintah memberi perhatian khusus karena peran UMKM yang besar bagi perekonomian rakyat (Safitri et al. , 2. Namun, banyak pelaku UMKM belum memisahkan keuangan usaha dan pribadi, sehingga menghambat perkembangan usaha (Mairiza, 2. Keterbatasan dalam mengelola keuangan menjadi salah satu tantangan utama. Pengelolaan keuangan, yaitu pengendalian keuangan dan aset secara sistematis untuk memenuhi kebutuhan kini dan masa depan (Nur & Wulandari, 2. , sangat penting di tengah tantangan yang semakin kompleks (Widya Eka Putri, 2. Survei awal terhadap 30 pemilik UMKM Pasar Raya Kota Padang dilakukan untuk mengetahui pemahaman mereka terkait pengelolaan keuangan. Berdasarkan hasil survei, pengelolaan keuangan pemilik UMKM Pasar Raya Kota Padang masih belum optimal. Mayoritas belum melakukan pencatatan pengeluaran, strategi keuangan berkelanjutan, serta pelunasan kewajiban secara tepat jadwal. Meskipun kebutuhan sehari-hari terpenuhi, kemampuan mengatur keuangan untuk jangka menengah dan panjang masih rendah, sehingga perlu ditingkatkan melalui edukasi dan pelatihan praktis. Kondisi ini kontras dengan temuan Brilianti & Lutfi . Eferyn et al. , dan Rumbianingrum & Wijayangka . yang menegaskan bahwa praktik pengelolaan keuangan yang baik biasanya meliputi pembuatan anggaran, pencatatan sistematis, pengendalian arus kas, serta penggunaan strategi investasi sederhana. Bahkan, penelitian Dewi Safitri et al. juga menunjukkan bahwa literasi keuangan dan perilaku keuangan yang baik berdampak positif terhadap kemampuan mengelola tabungan dan investasi. Namun, beberapa studi justru menemukan hasil berbeda. Jurnal E-Bis : Ekonomi-Bisnis AFitria Revinda1*. Efni Cerya2 Teresa et al. menemukan bahwa rendahnya pendidikan dan literasi keuangan membuat pelaku UMKM menganggap pengelolaan keuangan tidak penting. Putu Ayu Juniari & Ni Made Suci . menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak selalu sejalan dengan keterampilan finansial, sedangkan Hidayah & Novianti . menunjukkan gaya hidup konsumtif dapat menghambat pengelolaan keuangan. Perbedaan temuan ini membentuk riset gap bahwa hubungan antara pendidikan, literasi keuangan, dan pengelolaan keuangan UMKM masih belum konsisten, sehingga perlu kajian lanjutan pada konteks UMKM Pasar Raya Kota Padang. TINGKAT PENDIDIKAN PEMILIK UMKM KOTA PADANG TIDAK SEKOLAH SMP SMA KULIAH Gambar 1. Grafik tingkat pendidikan pemilik UMKM Pasar Raya Kota Padang Diagram tersebut memperlihatkan bahwa mayoritas pelaku UMKM di Pasar Raya Kota Padang berlatar belakang pendidikan rendah. Dari 30 responden, 10 orang . tidak bersekolah, dan hanya 13persen yang menempuh pendidikan perguruan tinggi. Kondisi ini membuat kemampuan mereka terbatas, sehingga usaha dijalankan lebih berdasarkan naluri. Minimnya keterampilan pengelolaan keuangan menyulitkan usaha untuk bersaing dan meningkatkan risiko kegagalan (Asiva Noor Rachmayani, 2. Pendidikan berperan penting dalam dunia usaha karena mencerminkan wawasan pelaku usaha. semakin tinggi pendidikan, semakin optimal pula tata kelola finansialnya (Teresa et al. , 2. Di luar aspek pendidikan, pemahaman finansial turut berperan dalam tata kelola keuangan UMKM. Kemampuan membaca dan memahami yang meningkat umumnya selaras dengan tata kelola yang lebih efisien (Putu Ayu Juniari & Ni Made Suci, 2. Literasi keuangan meliputi kemampuan memahami dan memanfaatkan informasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengelola anggaran, berinvestasi, dan menghindari utang berlebihan. Rendahnya literasi dapat menimbulkan masalah keuangan pribadi serta menghambat perencanaan masa depan. Berdasarkan OJK . , literasi keuangan mencakup wawasan, keyakinan, dan kecakapan yang membentuk sikap serta tindakan dalam menentukan keputusan finansial demi Bagi UMKM, hal ini krusial guna menilai produk dan layanan keuangan agar keputusan yang diambil lebih tepat (Rumbianingrum & Wijayangka, 2. Penelitian ini berfokus pada pemilik UMKM Pasar Raya Kota Padang, ibu kota Provinsi Sumatera Barat sekaligus pusat perdagangan dan pintu gerbang distribusi barang dalam negeri Jurnal E-Bis : Ekonomi-Bisnis AFitria Revinda1*. Efni Cerya2 di wilayah tersebut. Survei dilakukan terhadap 30 pemilik UMKM untuk mengukur pemahaman mereka Dampak kemampuan literasi finansial terhadap manajemen keuangan. Berdasarkan pra-survei terhadap 30 responden, mayoritas pemilik UMKM Pasar Raya Kota Padang belum mampu mengalokasikan dana untuk tabungan, investasi, maupun kebutuhan jangka panjang lainnya. Hanya 43 persen yang memiliki tabungan darurat, 3 persen memiliki asuransi jiwa, dan 20 persen menyisihkan dana untuk investasi, yang menunjukkan rendahnya kesiapan finansial dalam menghadapi risiko dan mengelola masa depan usaha. Temuan ini sejalan dengan penelitian Dewi Safitri et al. Radi et al. , dan Selmi et al. yang menegaskan bahwa keterampilan mengendalikan tabungan, pengeluaran, dan perencanaan keuangan jangka panjang merupakan faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan keuangan UMKM. Ketiganya menunjukkan bahwa literasi keuangan yang baik dapat meningkatkan kemampuan pelaku usaha untuk menabung, berinvestasi, dan memiliki proteksi keuangan. Namun, beberapa penelitian menunjukkan hasil berbeda. Aprilianti & Melati . menemukan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap kebiasaan menabung dan berinvestasi karena sebagian besar pendapatan digunakan untuk kebutuhan Anggraeni . menegaskan bahwa tanpa pengendalian gaya hidup dan peningkatan pendapatan, literasi keuangan belum tentu efektif. Sementara itu. Anggriani & Armiani . menunjukkan bahwa keterbatasan akses ke produk keuangan formal membuat literasi keuangan tidak selalu meningkatkan kepemilikan tabungan atau asuransi. KAJIAN PUSTAKA Grand Theory Fundamen penelitian ini berakar pada Teori Perilaku Terencana (TPB), yang menurut Ajzen dalam Yulia dkk. dipengaruhi oleh tiga elemen kunci: sikap individu, tekanan norma sosial, dan ekspektasi lingkungan, dan keyakinan pribadi mengenai kemampuan untuk mengendalikan tindakan yang dilakukan. Komponen pertama, sikap terhadap perilaku, merupakan aspek penting dalam TPB yang mencerminkan penilaian atau pandangan pribadi seseorang terhadap suatu perilaku tertentu. Kecenderungan ini bisa bernuansa menguntungkan atau merugikan, bergantung pada penilaian individu terhadap faedah dan akibat dari tindakan itu. Komponen kedua, norma subjektif, menjelaskan sejauh mana seseorang dipengaruhi oleh tekanan sosial yang berasal dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, teman, atau pasangan. Tekanan sosial ini dapat mendorong individu untuk melakukan atau justru menghindari suatu perilaku tertentu (Purbawijaya & Hidayah, 2. Komponen ketiga, kendali perilaku yang dirasakan . erceived behavioral contro. , menggambarkan tingkat keyakinan seseorang terhadap kemampuannya dalam melaksanakan suatu tindakan. Apabila seseorang merasa memiliki keterampilan, pengetahuan, serta sumber daya yang memadai untuk menyelesaikan suatu tugas misalnya memulai sebuah usaha maka niat untuk melaksanakan tindakan tersebut akan semakin kuat (Respati & Santoso, 2. Jurnal E-Bis : Ekonomi-Bisnis AFitria Revinda1*. Efni Cerya2 Pengelolaan Keuangan Pengelolaan keuangan pada UMKM umumnya masih dilakukan secara manual dan sederhana, terlihat dari pencatatan yang belum memenuhi standar. Manajemen finansial yang efektif krusial demi memajukan pertumbuhan bisnis (Supriadi et al. , 2. Pengelolaan keuangan merupakan proses mengatur, merencanakan, menganggarkan, mengendalikan, serta menyimpan dana agar tercapai keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran, sekaligus memastikan pemanfaatan aset secara optimal (Widjaja, 2022. Ulwiyah, 2023. Firmadhani. Dalam konteks bisnis, pengelolaan keuangan juga mencakup upaya memperoleh dana dengan biaya seminimal mungkin, mengelola modal secara efisien, dan mengoptimalkan potensi yang tersedia demi meraih sasaran yang telah ditentukan (Sudiantini et al. , 2. Kemampuan ini menuntut keterampilan finansial yang baik, termasuk literasi keuangan, agar pelaku usaha dapat mengambil keputusan keuangan secara tepat (Ulwiyah, 2. Dengan demikian, pengelolaan keuangan menjadi salah satu kunci keberhasilan UMKM dalam menjaga keberlanjutan dan daya saing usahanya. Tingkat Pendidikan Jenjang pendidikan merupakan fase dalam struktur pembelajaran yang ditentukan oleh kematangan peserta didik, sasaran yang hendak dicapai, dan kapasitas yang dikembangkan (Etik Setyorini & Hanifah Noviandari, 2. Tingkat pendidikan yang lebih lanjut mempermudah seseorang dalam menangkap informasi dan menerapkannya dalam rutinitas harian. Pelaku usaha berpendidikan tinggi memiliki kemungkinan lebih besar untuk memajukan bisnis serta mengelola keuangan secara efektif (Putu Ayu Juniari & Ni Made Suci, 2. Sandora . menyatakan bahwa jenjang pendidikan adalah proses panjang yang terencana dan berstruktur, di mana pengetahuan konseptual dan teoritis diperoleh untuk berbagai tujuan, termasuk meningkatkan kemampuan menyusun laporan keuangan sesuai standar. Tingkat pendidikan pengusaha UMKM memberikan dampak nyata terhadap penerapan sistem akuntansi dalam laporan keuangan usaha mereka. Literasi Keuangan Keuangan memegang peran krusial dalam kehidupan sosial, sehingga pemahaman finansial diperlukan agar individu mampu mengatur uang sehari-hari. Literasi keuangan adalah keterampilan menata prioritas, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengelola dana secara bijak (Arianti, 2. Ini mencakup kecakapan memperoleh, mencerna, dan mengevaluasi data penting demi menentukan keputusan keuangan dengan mempertimbangkan efek (Suriani, 2. Rifdani & Cerya . Literasi finansial berfungsi memperkaya wawasan, keterampilan, dan kapabilitas individu agar mampu mengelola keuangannya secara tepat, sehingga terhindar dari kesulitan finansial. Dengan pemahaman yang memadai, seseorang dapat memaksimalkan pengaturan pendapatannya, pengeluaran, tabungan, investasi, dan perlindungan keuangan untuk mencapai kesejahteraan finansial. Jurnal E-Bis : Ekonomi-Bisnis AFitria Revinda1*. Efni Cerya2 METODE Kajian ini dirancang untuk mengevaluasi dampak pendidikan dan literasi keuangan terhadap pengelolaan finansial, dengan pendekatan kuantitatif kausal, dilaksanakan di Pasar Raya. Kota Padang, pada JuliAeAgustus 2025. Populasi penelitian mencakup seluruh 4. 320 pemilik UMKM di lokasi tersebut, dan sampel sebanyak 100 responden diperoleh melalui proportional random sampling menggunakan rumus Slovin. Jenis data yang dipergunakan ialah primer yang diperoleh lewat informan berdasar bermacam persoalan yang sudah disusunkan. Selanjutnya, metode pengumpulan data dapat diterapkan dengan mendistribusikan survei menggunakan metode analisis regresi melalui SPSS 25. Studi ini menerapkan pemeriksaan asumsi klasik, regresi linear berganda, serta evaluasi melalui uji F. RA, dan t. ANALISA DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Subjek penelitian ini terdiri dari 100 pelaku UMKM di Pasar Raya Kota Padang, dengan 52 laki-laki dan 48 perempuan. Berdasarkan pendidikan, 7 berpendidikan SD, 13 SMP, 65 SMA, 10 D3, dan 5 S1, sehingga mayoritas responden berlatar pendidikan SMA, sehingga dapat disimpulkan bahwa responden dengan lulusan SMA yang lebih banyak menjadi sampel penelitian ini. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Tabel 2. Temuan Terkait Ketepatan dan Konsistensi Pengukuran Variabel Item Pearson Correlation r hitung 0,526 0,536 0,371 Pengelolaan 0,399 Keuangan (Y) 0,665 0,691 0,671 X1. 0,515 X1. 0,699 X1. 0,862 Literasi X1. 0,780 Keuangan X1. 0,677 X1. 0,727 (X. X1. 0,555 X1. 0,584 X1. 0,402 X1. 0,815 Sumber: Diproses melalui SPSS 29, 2025 Ket. 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 VALID Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Alpha CrobachAos Kesimpulan 0,629 Reliabel 0,860 Reliabel Merujuk pada Tabel 2, terlihat bahwa nilai rhitung korelasi untuk setiap item variabel pengelolaan keuangan dan literasi keuangan (X. melebihi rtabel . hitung > 0,. , sehingga seluruh pernyataan dinyatakan valid. Selain itu, nilai alpha hitung setiap variabel lebih tinggi dari CronbachAos alpha . lpha hitung > 0,. , menegaskan bahwa instrumen tiap variabel reliabel dan layak digunakan. Jurnal E-Bis : Ekonomi-Bisnis AFitria Revinda1*. Efni Cerya2 Hasil Uji Normalitas Tabel 3. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber: Diproses melalui SPSS 29 Merujuk pada Tabel 3, nilai asymp. Sig . -taile. tercatat 0,200. karena semua variabel penelitian melampaui batas 0,05, dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan dan literasi keuangan menunjukkan distribusi normal secara statistik dan layak digunakan sebagai data Uji Heterokedastisitas Tabel 4. Hasil Uji Heterokedastisitas Model 1 (Costan. Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Tingkat Literasi Dependent Variabel: ABS_RES Sumber: Diproses melalui SPSS 29 Sig Patokan penilaian uji heteroskedastisitas menyatakan bahwa apabila nilai signifikansi > 0,05, gejala heteroskedastisitas dianggap tidak muncul. Sebaliknya, nilai signifikansi < 0,05 menandakan adanya gejala tersebut. Berdasarkan Tabel 4, variabel tingkat pendidikan memiliki sig 0,298 dan literasi keuangan 0,864, keduanya > 0,05, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa gejala heteroskedastisitas tidak terdeteksi. Jurnal E-Bis : Ekonomi-Bisnis AFitria Revinda1*. Efni Cerya2 Uji Multikolinearitas Tabel 5. Hasil Uji Moltikolinearitas Model 1 (Costan. Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Tingkat Literasi Dependent Variabel: Pengelolaan Keuangan Sumber: Diproses melalui SPSS 29 Sig. Collinea Toleranc Statistics VIF Tabel 5 memperlihatkan bahwa nilai tolerance tiap variabel mencapai 0,999, melebihi batas 0,10, sedangkan VIF sebesar 1,001 tetap di bawah ambang 10, sehingga penelitian ini bebas dari indikasi multikolinearitas. Hasil Uji regresi Linear Berganda Model Tabel 6. Hasil Uji Analisis Regresi Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error 1 (Constan. Tingkat pendidikan Literasi keuangan Dependent Variable: Pengelolaan keuangan Sumber: Diproses melalui SPSS 29 Beta Sig. Merujuk pada keluaran analisis regresi di Tabel 6, hal ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Y = yca yu1 ycU1 yu2 ycU2 e Y = 15. 800 Ae 0,013X1 0,266X2 Berdasarkan keluaran persamaan regresi tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Konstanta . 15,800 Ie Artinya, ketika tingkat pendidikan (X. dan literasi keuangan (X. berada pada titik nol, pengelolaan keuangan (Y) akan berada pada angka 15,800. Koefisien X1 (-0,. Ie Koefisien regresi untuk tingkat pendidikan (X. sebesar -0,013 menunjukkan bahwa peningkatan X1 akan menurunkan Y, dan penurunan X1 akan meningkatkan Y. Koefisien X2 . Ie Koefisien regresi literasi keuangan (X. yang positif, 0,266, menandakan bahwa kenaikan X2 akan meningkatkan Y, sementara penurunan X2 akan menurunkan Y. Jurnal E-Bis : Ekonomi-Bisnis AFitria Revinda1*. Efni Cerya2 Hasil Uji F Tabel 7. Hasil Uji F ANOVAa Model 1 Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Dependent Variable: Pengelolaan keuangan Predictors: (Constan. Literasi keuangan. Tingkat pendidikan Sumber: Diproses melalui SPSS 29 Berdasarkan hasil uji simultan (F), terlihat signifikansi <0,001 (<0,. , dengan F hitung 9,117 melampaui F tabel 3,09. Ini menegaskan penerimaan H1, bahwa pendidikan (X. dan literasi keuangan (X. secara bersama memengaruhi pengelolaan keuangan (Y) secara Hasil Uji T Tabel 9. Hasil Uji t Unstandardized Coefficients Standardized Std. Error Coefficients Beta Model 1 (Costan. Tingkat pendidikan Literasi keuangan Sig. Dependent Variabel: Pengelolaan keuangan Sumber: Diproses melalui SPSS 29 Hasil telaah pada tabel tersebut menyingkap nilai t hitung untuk masing-masing variabel, antara lain seperti berikut: Pengaruh tingkat pendidikan terhadap pengelolaan keuangan Tabel menunjukkan bahwa variabel pendidikan (X. , dengan thitung -0,044 yang lebih kecil dari ttabel 1,990 dan nilai signifikansi 0,965 di atas 0,05, mengindikasikan H2 ditolak. demikian, pendidikan (X. secara parsial berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap pengelolaan keuangan (Y). Pengaruh literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan Tabel di atas mengindikasikan bahwa literasi keuangan (X. dengan thitung 4,266 > ttabel 1,990 dan signifikansi <0,001 (<0,. menegaskan H3 diterima, artinya literasi keuangan (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan (Y) secara Hasil Koefisien Determinasi (R. Model Tabel 10. Hasil Koefisien Determinasi (R. Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Square Jurnal E-Bis : Ekonomi-Bisnis AFitria Revinda1*. Efni Cerya2 Predictors: (Constan. Literasi keuangan. Tingkat pendidikan Sumber: Diproses melalui SPSS 29 Merujuk pada tabel tersebut. R square sebesar 0,158 mengindikasikan bahwa pendidikan (X. dan literasi keuangan (X. menyumbang 15,8persen pada pengelolaan keuangan (Y), sementara 84,2persen dipengaruhi faktor eksternal seperti sikap keuangan dan pola hidup. Pembahasan Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Literasi Keuangan Secara Bersama-sama Pengelolaan Keuangan Merujuk hasil uji simultan, diperoleh f hitung 9,117 > 3,09 dengan signifikansi < 0,001, sehingga H1 dinyatakan valid. Hal ini menandakan tingkat pendidikan dan literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan UMKM Pasar Raya Kota Padang. Pendidikan memengaruhi kemampuan analisis dan pemahaman informasi keuangan (Marliani, 2. , sedangkan literasi keuangan membekali keterampilan praktis seperti penganggaran, pengelolaan arus kas, dan pemanfaatan produk keuangan (Eferyn et al. , 2. Temuan ini konsisten dengan Dewi Safitri et al. Radi et al. , dan Selmi et al. yang menegaskan bahwa kombinasi pendidikan memadai dan literasi tinggi dapat meningkatkan tabungan, investasi, dan proteksi finansial UMKM. Namun, studi Putu Ayu Juniari & Ni Made Suci . menunjukkan pendidikan tinggi tidak selalu sejalan dengan keterampilan keuangan tanpa pelatihan praktis. Anggraeni . dan Wahyuni & Dewi . menemukan literasi yang baik dapat terhambat oleh gaya hidup Selain itu. Anggriani & Armiani . serta Santoso . menegaskan bahwa akses terbatas ke produk keuangan membuat literasi tidak otomatis meningkatkan tabungan atau Koefisien RA sebesar 0,158 menunjukkan kontribusi kedua variabel hanya 15,8%, sehingga faktor lain seperti sikap keuangan, perilaku konsumtif, dan inklusi keuangan juga perlu diperhatikan (Widayanti & Zaman, 2. Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Pengelolaan Keuangan Merujuk hasil uji parsial, t hitung -0,044 < 1,990 dengan signifikansi 0,965 > 0,05, sehingga H2 ditolak, menandakan pendidikan (X. tidak berpengaruh nyata terhadap pengelolaan keuangan (Y). Tingginya pendidikan formal tidak selalu sejalan dengan kemampuan mengelola keuangan UMKM, karena pengetahuan dan kebiasaan keuangan yang baik tidak otomatis diperoleh dari pendidikan formal. Pendidikan formal memang membentuk pola pikir logis dan pemahaman konsep dasar keuangan, namun kurikulum di Indonesia masih cenderung teoritis dan kurang membekali keterampilan praktis. Bahkan, lulusan non-ekonomi sering kali tidak memiliki keterampilan mengatur keuangan usaha, sementara pelaku usaha berpengalaman atau yang pernah mengikuti pelatihan keuangan praktis justru lebih terampil. Hasil ini sejalan dengan temuan Putu Ayu Juniari & Ni Made Suci . serta F. Putri et al. yang mengungkapkan bahwa tata kelola finansial lebih dipengaruhi oleh rekam pengalaman serta wawasan keuangan, pelatihan, dan pendampingan usaha daripada pendidikan Jurnal E-Bis : Ekonomi-Bisnis AFitria Revinda1*. Efni Cerya2 formal semata. Hal serupa juga ditemukan oleh Ningsih & Kartika . yang menyatakan bahwa pelaku usaha yang mengikuti pelatihan keuangan menunjukkan manajemen finansial lebih baik meskipun memiliki pendidikan formal rendah. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan berpenagruh positif terhadap kemampuan pengelolaan keuangan. Marliani . dan Dewi Safitri et al. menemukan bahwa pendidikan yang lebih tinggi meningkatkan keterampilan dalam mengatur arus kas, menyusun anggaran, dan merencanakan investasi. Studi lain oleh Gunawan et al. menunjukkan bahwa pemilik UMKM dengan tingkat pendidikan lebih tinggi memiliki manajemen arus kas yang lebih baik serta kemampuan mengambil keputusan finansial jangka Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Pengelolaan Keuangan Hasil uji parsial menunjukkan t hitung 4,266 > 1,990 dengan signifikansi < 0,001, mengindikasikan literasi keuangan (X. memiliki pengaruh positif signifikan terhadap pengelolaan keuangan (Y) pada pemilik UMKM Pasar Raya Kota Padang. Semakin meningkat literasi keuangan, semakin optimal pengelolaan keuangan usaha. Literasi keuangan di sini tidak hanya mencakup pemahaman definisi dasar uang, pendapatan, dan pengeluaran, tetapi juga keterampilan membuat perencanaan keuangan, menyusun anggaran usaha, mencatat arus kas, mengelola utang-piutang, serta memahami produk dan layanan keuangan seperti tabungan, pinjaman, dan investasi. Pelaku UMKM dengan pemahaman finansial yang memadai umumnya merancang anggaran secara terstruktur, menghindari tindakan tergesa, serta memisahkan dana pribadi dan bisnis, serta menyiapkan dana untuk pengembangan maupun darurat. Sebaliknya, literasi yang rendah membuat pelaku usaha rentan mencampuradukkan keuangan, tidak memiliki pencatatan yang memadai, dan lebih mudah mengalami pemborosan atau krisis likuiditas. Hasil ini konsisten dengan studi terdahulu (Septiani & Wuryani, 2021. Fitria Irin et al. Alinsari, 2. Hal ini menegaskan peran krusial literasi keuangan dalam manajemen UMKM, sehingga penguatan melalui pelatihan dan bimbingan pantas menjadi prioritas kebijakan pengembangan. Namun, beberapa penelitian menemukan hasil berbeda, seperti Aprilianti & Melati . yang menyatakan literasi keuangan tidak signifikan memengaruhi kebiasaan menabung dan berinvestasi pada pendapatan rendah. Anggraeni . menegaskan efektivitas literasi perlu diiringi pengendalian gaya hidup dan peningkatan pendapatan, sedangkan Anggriani & Armiani . menunjukkan keterbatasan akses keuangan formal membuat literasi tidak otomatis meningkatkan kepemilikan tabungan atau asuransi. SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dan literasi keuangan memengaruhi pengelolaan keuangan pemilik UMKM Pasar Raya Kota Padang secara parsial. Pendidikan memberikan efek negatif dan tidak signifikan, sementara literasi keuangan berdampak positif dan signifikan, sehingga peningkatan literasi sejalan dengan perbaikan pengelolaan keuangan, meski tingkat pendidikan yang lebih tinggi justru cenderung menurunkan kualitas pengelolaan. Jurnal E-Bis : Ekonomi-Bisnis AFitria Revinda1*. Efni Cerya2 REFERENSI