Volume 2 Number 2 . April Ae June 2024 Page: 71-80 Assoeltan: Indonesian Journal of Community Research and Engagement https://edujavare. com/index. php/Assoeltan Sosialisasi Pentingnya Menjaga Kebersihan Lingkungan Pantai Kepada Masyarakat Pesisir Guna Menjaga Kelestarian Ekosistem Pantai Payangan Socialization of the Importance of Maintaining a Clean Beach Environment to Coastal Communities to Maintain the Preservation of the Payangan Beach Ecosystem Afni Nur Rosyidah1. Inge Wiliandani Setya Putri2. Arik Aguk Wardoyo3. Hilda Eka Ningtyas4. Faiqotul Munawaroh5 Universitas Jember. Indonesia Correspondence e-mail. afninur30@gmail. 1,2,3,4,. Article history Submitted: 2024/03/12. Abstract Maintaining a clean environment is of course very important, especially for people who live in areas around the beach. However, several beaches in Jember still tend to be littered with rubbish, thus disrupting the sustainability of the coastal ecosystem. This research aims to provide outreach about the importance of keeping the coastal environment clean so that coastal communities can maintain the sustainability of coastal ecosystems through waste management education. In this case, it is outreach to the community around Payangan beach. This service method is the PAR (Participatory Action Researc. service method. The data collection technique uses a qualitative approach technique which includes surveys, interviews, and documentation The research results show that outreach involving the active participation of the community, stakeholders and local government has had a positive impact in increasing awareness of the importance of keeping beaches This outreach includes correct waste management including reduction, recycling, and safe disposal. It was concluded that there is a need for continued support from the government and non-governmental organizations to implement broader and more sustainable outreach programs to preserve coastal ecosystems in the future. Beach Ecosystem. Cleanliness. Socialization. Waste Management Keywords Revised: 2024/04/18. Accepted: 2024/05/29 A 2024 by the authors. This is an open access publication under the terms and conditions of Creative Commons Attribution license,https://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Published by Civilizia Publishing. Indonesia International (CC SA) Sosialisasi Pentingnya Menjaga Kebersihan Lingkungan Pantai Masyarakat Pesisir Guna Menjaga Kelestarian Ekosistem Pantai Payangan Afni Nur Rosyidah et al PENDAHULUAN Sebagian besar wilayah Indonesia ialah berupa perairan. Pantai merupakan salah satu bagian dari perairan. Pantai memiliki peran yang amat penting, karena beberapa masyarakat lokal memiliki sumber mata pencaharian sebagai nelayan (Arifin & Wijaya, 2. Namun, kondisi kebersihan lingkungan wilayah pantai sering tidak terkontrol, contohnya ialah pantai payangan. Pantai payangan terletak di pesisir Jawa Timur yang merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia dengan menawarkan pemandangan indah. Namun, keindahan dan kelestarian ekosistem pantai ini terancam oleh berbagai aktivitas manusia termasuk membuang sampah sembarangan dan eksploitasi sumber daya alam (Haslinah et al. , 2. Untuk mengatasi permasalahan ini, maka perlu adanya sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan guna terjaganya kelestarian dan ekosistem pantai payangan. Hal ini sejalan dengan Arifin. , & Wijaya. AuPengaruh Edukasi Lingkungan terhadap Perilaku Masyarakat Pesisir dalam Mengelola Sampah di Pantai Jawa Timur. Ay Penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi lingkungan yang intensif dapat mengubah perilaku masyarakat pesisir dalam pengelolaan sampah meskipun keterbatasan sumber daya menjadi hambatan utama dalam implementasinya. Sejalan dengan Yulianto. , & Lestari. AuPemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Program Penghijauan Pantai. Ay Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tersebut meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pelestarian lingkungan, namun keberlanjutan program sering terkendala oleh minimnya dana dan dukungan. Penelitian tentang sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pantai kepada masyarakat pesisir di Pantai Payangan mendapati kebaruan dibandingkan penelitian sebelumnya, yakni seperti integrasi metode edukasi dan partisipasi, dimana penelitian ini tidak hanya fokus pada edukasi lingkungan seperti penelitian Arifin dan Wijaya . , tetapi juga Kemudian mengadopsi pendekatan holistik yang mencakup edukasi, pengelolaan sampah, sosialisasi kebersihan serta melibatkan masyarakat sekitar. Pendekatan ini berbeda dari penelitian Yulianto dan Lestari . yang lebih berfokus pada satu aspek pemberdayaan masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat pesisir Pantai Payangan dalam menjaga kebersihan lingkungan pantai guna melestarikan ekosistem. Melalui kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah dan kebersihan, diharapkan terjadi pengurangan sampah dan Assoeltan: Indonesian Journal of Community Research and Engagement pencemaran yang berdampak pada pelestarian keanekaragaman hayati serta peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Dengan pantai yang lebih bersih, maka dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sehingga masyarakat pesisir dapat merasakan manfaat jangka panjang dari lingkungan yang bersih dan sehat. METODE Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yaitu dengan melibatkan masyarakat pesisir Pantai Payangan dalam melakukan proses identifikasi, analisis, dan perumusan strategi. Lokasi penelitian dilakukan di sekitar Pantai Payangan. Ambulu. Jember. Teknik pengambilan data yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif adalah observasi, wawancara, dan pengisian angket. Observasi dilakukan secara langsung pada 23 April 2024 untuk melihat kawasan pesisir pantai. Wawancara dilakukan bersama dengan ketua RT setempat untuk menggali informasi lebih banyak tentang peran masyarakat dalam menjaga kebersihan pantai. Pengisian angket dilaksanakan setelah pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat sekitar pantai yang berisi beberapa pertanyaan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Sosialisasi yang dilakukan kepada masyarakat dilaksanakan selama satu hari pada 30 Maret 2024. Jumlah informan yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari 18 masyarakat sekitar pantai dalam satu RT. Melalui pendekatan kualitatif ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih baik kepada masyarakat betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk menjaga kelestarian ekosistem di sekitar pantai, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi hambatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. TEMUAN DAN DISKUSI Pada tanggal 30 Maret 2024, kelompok mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Jember melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari tugas mata kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup. Kegiatan ini berfokus pada sosialisasi cara mengolah sampah di desa Sumberejo. Kec. Ambulu. Kab. Jember. Sebelum diadakannya sosialisasi ini, kelompok mahasiswa telah melakukan survei lokasi satu minggu sebelumnya. Berdasarkan data observasi awal di Pantai Payangan menunjukkan banyaknya sampah plastik seperti botol minuman, bungkus makanan, sisa makanan, popok bayi, dan lain sebagainya. Meskipun terdapat tempat sampah yang layak di sepanjang pantai, akan tetapi kepedulian masyarakat terutama wisatawan dalam membuang sampah pada tempatnya masih kurang sehingga Sosialisasi Pentingnya Menjaga Kebersihan Lingkungan Pantai Masyarakat Pesisir Guna Menjaga Kelestarian Ekosistem Pantai Payangan Afni Nur Rosyidah et al menyebabkan lingkungan pantai menjadi tercemar. Meskipun demikian, warga sekitar Pantai Payangan terbilang cukup tertib dalam memilah sampah mana yang perlu dibakar dan mana yang perlu di daur ulang. Kata Kunci Keterangan Sosialisasi Ekosistem Pantai Kebersihan Hasil Penelitian Sosialisasi diawali dengan memberikan pamflet dan penjelasan tentang pentingnya kebersihan pantai, dampak sampah terhadap ekosistem, dan cara pengelolaan sampah. Masyarakat yang hadir merespon dengan antusias dan terlibat dalam sesi tanya jawab. Mayoritas masyarakat yang hadir sudah memahami betapa pentingnya menjaga lingkungan dan cara mengelola sampah agar tidak mengganggu ekosistem yang ada. Selanjutnya, masyarakat diberikan angket yang berisi beberapa pertanyaan perihal kesadaran akan kebersihan pantai yang melibatkan masyarakat Sebanyak 8 orang responden menyatakan bahwa menjaga kesehatan lingkungan dan melestarikan ekosistem laut adalah alasan utama mereka untuk menjaga kebersihan pantai. Pelestarian lingkungan pantai tidak lepas dari peran masyarakat serta pemerintahan daerah setempat. Kepedulian dan tindakan akan kebersihan pantai menjadi aspek yang sangat penting dan harus dilakukan. Masyarakat ingin di pantai Payangan ini tersedia fasilitas kebersihan sehingga kebersihan pantai akan terjaga. Permintaan bantuan yang diajukan kepada pemerintah daerah tentang hal tersebut berulang kali dilakukan, namun tanggapan dan tindakan atau aksi sangat lama terealisasikan. Ada sebagian wilayah pantai yang ingin dikelola masyarakat setempat, namun terhalang oleh izin dari pemerintah sehingga masyarakat tidak dapat mengelolah wilayah tersebut dengan baik. Berdasarkan pembahasan yang diperoleh dari hasil pengumpulan data angket dan wawancara tersebut, dapat disimpulkan bahwa kurangnya motivasi dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan pantai menjadi faktor utama rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan pantai. Selain itu, kurangnya dukungan dari pemerintah setempat. Partisipasi masyarakat pesisir dalam menjaga kebersihan pantai cukup Sebagian dari mereka telah membuang sampah pada tempatnya, pernah mengingatkan orang lain juga untuk menjaga kebersihan pantai, dan pernah mengikuti kegiatan bersih-bersih pantai, seperti yang dilakukan oleh salah satu komunitas masyarakat disana yakni komunitas lumba-lumba yang setiap minggunya melaksanakan kegiatan pembersihan di muara. Meskipun kesadaran dan partisipasi sebagian masyarakat tergolong baik, ironisnya berdasarkan fakta di lapangan ternyata sampah masih sering terlihat di lingkungan pantai, yang artinya tidak semua masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pantai, terutama terlihat pada para wisatawan yang umumnya masih suka buang sampah sembarangan. Banyaknya sampah di pantai tersebut juga diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu kurangnya kesadaran masyarakat . erdasarkan jawaban 10 orang responde. , keterbatasan tempat sampah . erdasarkan jawaban 6 orang responde. , keterbatasan petugas kebersihan . erdasarkan jawaban 10 orang responde. , dan sampah yang terbawa air laut . erdasarkan jawaban 4 orang responde. Assoeltan: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Pengelolaan Sampah Sebagian besar masyarakat yang hadir dalam sosialisasi ini telah memiliki pengetahuan dan wawasan yang cukup luas terkait sampah dan juga pengelolaan sampah pada lingkungan sekitarnya. Menurut masyarakat sekitar pantai, sebagian dari mereka telah melakukan kegiatan dalam mengelola sampah yang ada di sekitar lingkungannya, antara lain membuat kerajinan tas dari plastik sisa kemasan makanan ataupun detergen, membuat pot tanaman dari sisa botol bekas, dan membuat keranjang dari botol bekas. Pemanfaatan botol dan plastik bekas ini dapat menambah nilai guna dan nilai estetika. Dapat dikatakan bahwa masyarakat pesisir mampu mengelola sampah yang ada menjadi bahan yang lebih memiliki nilai guna dalam kehidupan sehari-hari terutama yang berasal dari bahan plastik . ampah anorgani. yang sangat sukar terurai. Gambar 1. Kegiatan sosialisasi kepada masyarakat Gambar 2. Masyarakat mengisi angket yang diberikan oleh mahasiswa Gambar 3. Pemberian hadiah bagi masyarakat yang bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh mahasiswa Sosialisasi Pentingnya Menjaga Kebersihan Lingkungan Pantai Masyarakat Pesisir Guna Menjaga Kelestarian Ekosistem Pantai Payangan Afni Nur Rosyidah et al Gambar 4. Mahasiswa mewawancarai salah satu ketua RT yang terdapat di Desa Payangan Adapun dalam melaksanakan program sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan Pantai Payangan, temuan yang dihasilkan yaitu . peningkatan kesadaran masyarakat mengenai dampak negatif sampah terhadap ekosistem pantai terlihat dari jawaban yang diberikan dan respon masyarakat, . masih kurangnya infrastruktur seperti bak sampah untuk mendukung partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan. Dari temuan tersebut terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk selanjutnya yaitu, strategi peningkatan kesadaran berkelanjutan, penguatan edukasi lingkungan, dan pengembangan infrastruktur (Desembrianita et al. , 2. (Asfahani, et al. , 2. Dengan kegiatan yang sudah direncanakan akan memberikan dampak positif terhadap ekosistem pantai dan diharapkan adanya peningkatan kolaborasi dengan pemerintah dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Berdasarkan hasil ini, beberapa hal yang dapat diberikan meliputi peningkatan fasilitas kebersihan oleh pemerintah daerah, pelaksanaan program edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat, serta peningkatan koordinasi dan kolaborasi antara semua pihak terkait (Wahyuniar et al. Selain itu, menggalakkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta, dalam pendanaan dan pelaksanaan program pelestarian pantai sangat Implementasi saran-saran ini diharapkan dapat mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan pantai, mendukung keberlanjutan ekosistem pantai yang sehat dan produktif untuk generasi Dalam penelitian sebelumnya menurut Subekti dkk . menyatakan bahwa kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah masih rendah. Masyarakat beranggapan bahwa sampah adalah limbah yang dibuang. Belum terdapat pemahaman tentang pengelolaan sampah dan belum pernah ada sosialisasi mengenai cara pengelolaan sampah yang tepat (Deswalantri et al. , 2. (Musa et al. , 2. Cara masyarakat membuang sampah adalah sebagai berikut: . dibuang ke pekarangan Assoeltan: Indonesian Journal of Community Research and Engagement bagi mereka yang memiliki lahan kosong di sekitar rumah, . dibuang ke sungai oleh masyarakat yang tinggal di dekat sungai, . dibuang ke laut oleh nelayan saat melaut, . dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS) yang disediakan oleh perusahaan tambak di Pantai Payangan, dan . dibuang ke TPS di wilayah Pelabuhan di Pantai Puger. Belum ada TPS yang tersedia untuk umum dan jumlah petugas pemungut sampah masih terbatas. Berdasarkan dari hasil penelitian sebelumnya, masih banyak kesamaan yang ditemukan dalam penelitian ini. Namun kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan lebih meningkat dibandingkan sebelumnya. Masyarakat sudah mulai membuang sampah pada tempatnya dan terdapat kegiatan rutin bersih-bersih yang dilakukan oleh beberapa komunitas, salah satunya komunitas lumba-lumba. Untuk menganalisis hasil penelitian ini, digunakan beberapa teori yang relevan, yaitu teori perubahan perilaku dan teori partisipasi masyarakat. Sebelum sosialisasi, terdapat beberapa masyarakat yang belum menyadari atau peduli terhadap kebersihan Setelah sosialisasi masyarakat mulai menyadari pentingnya menjaga kebersihan pantai dan mulai mempertimbangkan perubahan perilaku. Masyarakat mulai merencanakan kegiatan dan aktif dalam kegiatan bersih-bersih pantai sebagai upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan. KESIMPULAN Dari aktivitas sosialisasi pengelolaan sampah dan kebersihan yang dilakukan oleh mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Jember di Pantai Payangan, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat yang terlibat menunjukkan pemahaman yang baik mengenai pentingnya menjaga kebersihan pantai dan ekosistemnya, menandakan bahwa intervensi edukatif memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesadaran lingkungan. Masyarakat setempat, terutama di wilayah pesisir, juga telah menunjukkan partisipasi aktif dalam menjaga lingkungan, termasuk inisiatif seperti membersihkan pantai. Namun, beberapa faktor seperti kurangnya fasilitas, koordinasi yang lemah, dan respon lambat dari pihak pemerintah menjadi hambatan utama dalam pelestarian lingkungan secara efektif. Kegiatan ini juga menegaskan peran penting pendidikan dalam sosialisasi dan pengembangan kebiasaan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Setelah diadakannya sosialisasi juga masyarakat lebih aware terhadap sampah dan lingkungannya terutama wilayah pesisir pantai. Meskipun kegiatan pengabdian ini telah memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat pesisir Pantai payangan, namun terdapat beberapa kekurangan yang Sosialisasi Pentingnya Menjaga Kebersihan Lingkungan Pantai Masyarakat Pesisir Guna Menjaga Kelestarian Ekosistem Pantai Payangan Afni Nur Rosyidah et al perlu diperbaiki seperti sumber daya dan dana yang terbatas, partisipasi masyarakat yang berfluktuasi, keterbatasan jangkauan sosialisasi dan kurangnya evaluasi jangka Oleh karena itu, peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan strategi sosialisasi yang lebih inklusif, melakukan evaluasi jangka panjang, menjaga konsistensi partisipasi masyarakat dan mencari sumber pendanaan tambahan. Dengan demikian, program ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar, berdampak dan berkelanjutan. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Universitas Jember. Indonesia yang telah memberikan ruang penulisan artikel, kepada dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Lingkungan Hidup dan teman-teman kelompok mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Jember yang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dan telah bekerjasama berkontribusi dalam penulisan artikel ini. Andini Prayudha Aini Rahmad. Siti Miftah Nurfaizah. Ahmad Ammar Yasir. Siti Hanum Rizqia Utami. Galuh Eka Budi Damayanti. Dwi Zahrotul Afifah, dan narasumber lainnya selama proses kajian artikel ini, dan kepada penerbit jurnal ini yang telah memberikan fasilitas dalam menelaah dan akan menerbitkan artikel ini. REFERENSI