MENARA Ilmu Vol. XVII No. 01 Januari 2023 GAMBARAN POLA ASUH KELUARGA PADA ANAK REMAJA DI KOTA PADANG PANJANG DESCRIPTION OF FAMILY CAREFUL PATTERNS IN ADOLESCENT CHILDREN IN THE CITY OF PADANG PANJANG Agustika Antoni . Anisa Febristi Akademi Keperawatan Baiturrahmah,h agustikaantoni2@gmail. com, anisafebristi@gmail. ABSTRAK: Pergaulan bebas dikalangan remaja sangat mengkhawatirkan. Remaja mempunyai rasa keingintahuan yang besar, menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung mengambil resiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan matang . Penyebab remaja menerima penolakan dalam kelompok teman sebaya diakibatkan kemampuan berinteraksi remaja yang belum Berinteraksi sendiri tidak cukup diartikan dengan bertegur sapa, tetapi lebih kepada pertahanan diri untuk tidak mengikuti pengaruh negatif teman sebaya sekaligus juga saling berbagi pengaruh positif terhadap kelompok teman sebaya. Remaja agar diterima dalam kelompok teman sebaya memerlukan keterampilan memberikan pengaruh posistif dalam kelompok teman sebaya sehingga keberadaannya diakui oleh anggota kelompok teman sebaya lainnya. Namun kasus yang ditemukan dilapangan, banyak remaja yang besar peranannya dalam kelompok teman sebaya justru memberikan pengaruh negatif terhadap anggota kelompok lainnya. Interaksi social yang mengakibatkan munculnya prilaku-prilaku maladaptive pada remaja seperti pemakaian NAFZA, prilaku LGBT, prilaku bullying, prilaku tawuran. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui Pola Asuh Keluarga pada remaja di kota Padang Panjang menggunakan kuesioner pola asuh dengan jumlah sampel 30 orang tua yang memiliki remaja . dengan teknik accidental Sampling. Hasil yang dapat disimpulkan adalah bahwa Kota Padang Panjang merupakan yang di juluki Kota Serambi Mekkah dan kota pendidikan. yang mana di sana masih berlaku kontrol social pada masyarakat sehingga lingkungan dengan citra menjunjung nilai agama mengakibadkan masyarakat yang berperan sebagai orang tua memiliki pola asuh berpatokan kepada syariat agama sehingga membuat jati diri remaja memiliki podasi yang kuat dengan landasan agama. Kata Kunci: Orang Tua,Pola Asuh,Lingkungan,Jati Diri . Remaja. ABSTRACT:. Promiscuity among teenagers is very worrying. Adolescents have a great curiosity, like adventure and challenges and tend to take risks for their actions without being preceded by careful consideration. Interacting alone is not enough to mean greeting, but rather to self-defense not to follow the negative influence of peers while also sharing positive influences on peer groups. Adolescents to be accepted in peer groups need skills to give positive influence in peer groups so that their existence is recognized by members of other peer groups. However, the cases found in the field, many teenagers who play a large role in peer groups actually have a negative influence on other group members. Social interactions that result in the emergence of maladaptive behaviors in adolescents such as drug use. LGBT behavior, bullying behavior, brawl behavior. Research Objectives To find out the Family Parenting Pattern for adolescents in the city of Padang Panjang using a parenting questionnaire with a sample of 30 parents who have teenagers . = . with the accidental sampling technique. and city of education. where there is still social control in the community so that an environment with an image of upholding religious values AU AU results in people who act as parents having a parenting pattern based on religious law so as to make the identity of teenagers have a strong foundation with a religious foundation Keywords: Parents,Parenting,Environment,Identity,Teenagers ISSN 1693-2617 E-ISSN 2528-7613 LPPM UMSB MENARA Ilmu Vol. XVII No. 01 Januari 2023 PENDAHULUAN Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa dimana masa remaja sering menjadi masalah yang sulit untuk diatasi karena masa remaja merupakan proses mencari identitas diri. Perubahan yang terjadi pada remaja meliputi hampir semua aspek perkembangannya mencakup perkembangan fisik, kognitif, kepribadian dan sosial (Gunarsa,2. Menurut Hurlock . , kehidupan remaja memiliki masalahnya tersendiri yang sulit diatasi baik bagi remaja laki-laki maupun perempuan. Ada dua alasan bagi masalah ini. Pertama, selama masa anak-anak, masalah yang dihadapi mereka sebagian besar diselesaikan oleh guru ataupun orangtuanya, sehingga kebanyakan remaja tidak berpengalaman dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Kedua, karena remaja merasa telah dewasa, sehingga merasa dapat mengatasi masalahnya sendiri dan menolak bantuan dari orangtua. Namun remaja yang tidak terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa meminta bantuan orang lain menemukan penyelesaian yang tidak sesuai dengan yang di harapkan (Hurlock dalam Sumiati. Akibatnya remaja sangat peka terhadap stres,frustasi, dan konflik karena remaja sedang mengalami pergolakan dalam jiwanya untuk mencari jati diri. Pergaulan bebas dikalangan remaja sangat mengkhawatirkan. Remaja mempunyai rasa keingintahuan yang besar, menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung mengambil resiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan matang. Rasa ingin tahu tersebut dihadapkan pada ketersediaan sarana disekitarnya yang dapat memenuhi keingintahuannya. Pergaulan remaja modern, remaja berusaha mendapatkan keinginannya untuk merasakan seluruh tawaran dunia seperti, pergaulan bebas maupun masalah seks dan mereka bisa mendapatkannya dengan mudah (Depkes RI, 2. Perilaku penyimpangan seksual yang muncul di kalangan masyarakat adalah salah satu dari sekian banyak masalah seksual yang sedang marak saat ini yang dikenal dengan istilah lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) (Andriyanto, 2. Lesbian, gay biseksual dan transgender atau yang biasa disebut LGBT. Saat ini benar benar menjadi wabah global, yang mengkhawatirkan banyak umat manusia, dunia dibuat terperangah setelah Amerika Serikat akhirnya secara resmi mengesahkan perkawinan sesama jenis pada pertengahan tahun 2015, tepatnya pada sabtu, 27 juni 2015. Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden secara terbuka mengakui peran tokoh tokoh yahudi dalam mengubah persepsi bangsa Amerika Serikat tentang LGBT. Maka jadilah Amerika Serikat sebagai Negara ke-21 yang secara resmi mengesahkan perkawinan sesama jenis (Husaini, 2. Indonesia menjadi Negara dengan penduduk LGBT terbanyak ke-5 setelah cina. India. Eropa, dan Amerika. Beberapa lembaga survey independen dalam maupun luar negeri menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 3% penduduk LGBT, yang berarti 7,5 juta dari 250 juta penduduk Indonesia adalah LGBT atau lebih sederhananya dari 100 orang yang berkumpul disuatu tempat maka 3 orang diantaranya adalah LGBT (Santoso, 2. LGBT sebenarnya bukanlah hal yang baru di Negeri ini. Sebelumnya, telah banyak pertemuan penting dilakukan untuk mengakomodir kepentingan komunitas LGBT, terutama dalam menanggapi pelanggaran hal-hak mereka sebagai komunitas seksual minoritas. Pada tahun 2006, diadakan perkumpulan di Yogyakarta yang pada akhirnya melahirkan AoAoprinsipprinsip tersebut menekankan perlindungan hak-hak komunitas seksual minoritas dan menciptakan kerangka kerja bagi standar hak asasi manusia Internasional untuk masyarakat yang memiliki orientasi seksual dan identitas gender khusus (Onapio,Isike,2. Jumlah organisasi LGBT yang ada di Indonesia relative besar, terdiri dari dua jaringan nasional dan 119 organisasi yang didirikan diseluruh Provinsi di Indonesia, beragam dari segi komposisi, ukuran dan usia. Organisasi organisasi ini berperan aktif di bidang kesehatan, publikasi dan penyelenggaraan kegiatan sosial dan pendidikan (USAID & UNDP, 2. Organisasi LGBT yang ada di Indonesia diantaranya arus pelangi. HIWAD (Himpunan wadam di Jakart. Indonesia Gay Society (IGS). Gaya nusantara, hingga yayasan pelangi kasih ISSN 1693-2617 E-ISSN 2528-7613 LPPM UMSB MENARA Ilmu Vol. XVII No. 01 Januari 2023 nusantara ( YPKN). Yayasan yang bergerak dalam pencegahan dan penyuluhan mengenai penyakit HIV/AIDS dikalangan komunikasi gaya di Indonesia (Sinyo, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk dalam penelitian Deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini digunakan penelitian yang bertujuan untuk menerangkan atau menggambarkan masalah penelitian yang terjadi berdasarkan karateristik atau medeskripsikan seperangkat peristiwa yang terjadi pada kondisi populasi saat itu. Populasi merupakan ibu yang memiliki anak dengan stunting dan teknik sampel dengan cara accidental sampling terhadap ibu yang memiliki anak dengan stunting. Menggunakan kuisioner Pola Asuh Keluarga dengan jumlah pertanyaan sebanyak 15 pertanyaan dengan pilihan jawaban yaitu Autidak pernahAy diberi skor 0. Aukadangkadang/pernah sekaliAy diberi skor 1. AuSeringAy diberi skor 2. Ausangat sering mengalamiAy diberi Serta didalam kuesioner akan menggambar secara karateristik ibu yang memiliki anak dengan stunting. Penelitian ini dilakukan sesuai dengan peneliti ingikan dan sangat memperhatikan protocol kesehatan dan kuesioner yang sudah divalidasi baku sebelumnya. Pada tahap pelaksanaan peneliti memberikan surat permohonan menjadi responden dan surat persetujuan menjadi responden . nformend conen. Setelah kuesioner selesai dikembali kepada peneliti dengan memperhatikan etika penelitian antara lain :Inform Consent. Anonymity. Confidentially. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini peneliti menguraikan hasil penelitian yang dilaksanakan di kota padang panjang sebanyak 30 orang responden. Hasil penelitian pada bab ini berupa analisa univariat gambaran dari pola asuh keluarga terutama pada anak remaja yang ada dikota padang panjang. Distribusi Frekuensi Umur Orang Tua Responden di wilayah kerja Kota Padang Panjang. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Umur Orang Tua Responden di wilayah kerja Kota Padang Panjang . = . Variabel Mean Minimal Ae Umur 8,97 27 Ae 55 Berdasarkan tabel diatas lebih dari setengah bahwa rata-rata umur pasien gangguan pernapasan adalah37,6, dengan standar Deviasi 8,97, umur terendah 27 dan umur tertinggi adalah 55. Distribusi Frekuensi Pendidikan Orang Tua Responden di wilayah kerja Kota Padang Panjang. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Pendidikan Orang Tua Responden di wilayah kerja Kota Padang Panjang . = . Pendidikan SMP SMA ISSN 1693-2617 E-ISSN 2528-7613 LPPM UMSB MENARA Ilmu Vol. XVII No. 01 Januari 2023 Jumlah Berdasarkan table 1. 2, bahwa hampir sebagian yaitu 14 . ,7%) responden berpendidikan SMA, 8 . ,7%) responden berpendidikan SD, 7 . ,3%) responden berpendidikan SMP, dan hanya 1 . ,3%) responden yang berpendidikan. Distribusi Frekuensi Frekuensi Pekerjaan Orang Tua Responden di wilayah kerja Kota Padang Panjang. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Frekuensi Pekerjaan Orang Tua Responden di wilayah kerja Kota Padang Panjang . = . Pekerjaan Tani Wiraswasta Swasta IRT Jumlah Berdasarkan table 1. 3, bahwa sebagiannya yaitu 15 . 0%) responden mempunyai pekerjaan Tani, 9 . ,0%) responden berpekerjaan swasta, 3 . 0%) responden berpekerjaan Wiraswasta, dan 3 . 0%) responden beperkerjaan sebagai IRT. Distribusi Frekuensi Faktor Lingkungan Pada Orang Tua Remaja Di Wilayah Kerja Kota Padang Panjang. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Faktor Lingkungan Pada Orang Tua Remaja di wilayah kerja Kota Padang Panjang . = . Lingkungan Baik Tidak Baik Jumlah Berdasarkan table 1. 4, bahwa sebagiannya yaitu 18 . %) responden berada pada lingkungan yang di kategorikan baik, 12 . %) responden berada pada lingkungan yang di kategorikan tidak baik Penelitian ini sama dengan penelitian yang di lakukan (Elistiana, 2. bahwa faktor lingkungan sangat mempengaruhi seseorang dalam membentuk konsep diri, dan semakin tinggi skor lingkungan baik maka semakin berpengaruh lingkungan tersebut untuk mempengaruhi perkembangan remaja. Menurut (Irawan, 2. bahwa faktor lingkungan menjadi faktor pendukung remaja menjadi gay. Menurut (Kosati, 2. bahwa adanya korelasi antara peran teman sebaya dengan perilaku menyimpang pada remaja. Lingkungan dapat mempengaruhi pertemanan atau pergaulan yang dapat mengakibatkan ramaja memiliki kecenderungan mengadopsi perilaku menyimpang kelompok bermainya. Karena perasaan kebersamaan dalam kelompok bermain mudah terbentuk sehingga ikatan dalam pergaulan begitu kuat dan demi kelompok remaja rela mengorbankan banyak waktunya secara produktif. Hal lain yang mendorong remaja di rumah mempunyai masalah dan merasa tertekan. Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekeliling manusia yang dapat mempengaruhi tingkah laku secara langsung maupun tidak langsung. Kehidupan manusia selalu berhubungan dengan lingkungan yang di dalamnya di perlukan suatu interaksi dengan sesama manusia, baik individual maupun kelompok (Elistiana, 2. Dimana seseorang dapat mempelajari hal-hal yang baik dan juga buruk tergantung pada sifat ISSN 1693-2617 E-ISSN 2528-7613 LPPM UMSB MENARA Ilmu Vol. XVII No. 01 Januari 2023 Dalam lingkungan seseorang akan memperoleh pengalaman yang akan berpengaruh pada cara berfikir seseorang (Irawan, 2. Distribusi Frekuensi Faktor Pola Asuh Orang Tua Remaja Di Wilayah Kerja Kota Padang Panjang. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Faktor Pola Asuh Orang Tua Remaja di wilayah kerja Kota Padang Panjang . = . Pola Asuh Baik Tidak Baik Jumlah erdasarkan table 1. 5 Bahwa semua responden mendapatkan pola asuh yang baik dari orang Semua responden pada remaja di Kota Padang Panjang mendapatkan pola asuh yang baik dari orang tuanya. Data yang pasti tentang angka kejadian LGBT di Kota Padang Panjang belum di dapatka secara pasti dari sumber yang dapat di percaya tetapi menurut beberapa informasi dari masyarakat angka kejadian LGBT sudah terlihat kemunculannya oleh masyarakat. Menurut (Irawan, 2. bahwa Faktor Yang Mempengaruhi remaja menjadi Gay adalah pola asuh orang tua, peristiwa traumatik, lingkungan dan keadaan ekonomi. Menurut (Apriastuti, 2. , bahwa ada hubungan yang signifikan pola asuh orang tua dengan karakteristik anak. (Latifa, 2. , bahwa adanya pola asuh orang tua memungkinkan gangguan relasi orang tua dengan anak yang berpotensi anak akan banyak berinteraksi dengan lingkungan di luar rumah, hal ini akan beresiko pada anak akan terpapar dengan prilaku yang menyimpang pada anak. Menurut peneliti, angka kejadian LGBT di kota Padang Panjang belum di kategorikan dalam situasi yang darurat. Akan tetapi masih berada pada kondisi berisiko, sebab ada beberapa factor yang kenapa remaja di Kota Padang Panjang masih di katakan aman akan terjadinya darurat LGBT sebab pola asuh orang tua di Kota Padang Panjang masih di kategorikan baik. Kota padang Panjang masih tingginy a control social terhadap warga sekitarnya. Kota Padang Panjang merupakan Kota serambi mekah masih berjalan sebagai mana mestinya. Kota Padang Panjang merupakan Kota Pendidikan dan Kota Berpendidikan. Distribusi Frekuensi Faktor Jati Diri Remaja Di Wilayah Kerja Kota Padang Panjang. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Faktor Pola Asuh Orang Tua Remaja di wilayah kerja Kota Padang Panjang . = . Jati Diri Remaja Positif Negatif Jumlah Berdasarkan table 5. 5, bahwa semua responden mempunyai jati diri baik. Jati diri merupakan suatu kesadaran akan kesatuan dan kesinambungan pribadi, saat keyakinan yang relatif setabil sepanjang rentang kehidupan (Nurhayati T, 2. Jati diri merupakan segala watak sifat faham rasa kesadaran dan kekuatan pikiran yang merupakan hasil dari proses belajar yang lama dari nilai-nilai sosial budaya yang kemudian muncul dalam aktualisasi diri dan pola perilaku. (Hasibuan, 2. ISSN 1693-2617 E-ISSN 2528-7613 LPPM UMSB MENARA Ilmu Vol. XVII No. 01 Januari 2023 Menurut peneliti diusia itu remaja masih mencari identitas atau jati dirinya jadi kebanyakan dari usia 18-21 tahun umur 20 tahun lebih dominan. masa ketika remaja sedang mencari jati diri dan memiliki inisiatif tinggi untuk mencoba hal-hal baru yang menantang (Heerens. Mubarok and Huber, 2. Karena pesatnya perkembangan yang dialami remaja dan ketidakfahaman orangtua dalam menyikapi anak remajanya maka banyak orangtua yang merasa kesulitan dalam mengikuti perubahanperubahan kilat yang dialami anak-anak mereka dan sebagai akibatnya kerapkali terjadi konflik antara orangtua dengan anak remajanya. Ketika konflik remaja dan orangtua terjadi secara berkepanjangan maka, remaja yang senang dengan kehidupan berkelompok akan mencari pelarian disana (Hasibuan, 2. Perkembangan sosial pada remaja lebih dipengaruhi oleh kelompok teman sebaya daripada orangtua. Pengaruh ini akan semakin besar ketika konflik dan jurang komunikasi dengan orangtua semakin melebar. Disamping itu jika pendidikan nilai-nilai moral dalam keluarga tersebut lemah, maka mereka akan mudah sekali terseret arus negatif kelompok teman sebayanya sehingga terlibat dalam berbagai tindak kenakalan remaja seperti perkelahian, membolos, minum-minuman beralkohol, mencuri, perilaku seksual, pengguanaan obat-obat terlarang dan lain sebagainya (Hasibuan, 2. Jati di remaja tidak bisa di bentuk dengan sendirinya, jati diri pada remaja terbentuk sangat di pengaruhi oleh lingkungan, baik lingkungan dalam keluarga dan lingkungan luar rumah seperti lingkungan sekolah, lingkungan tempat remaja berinteraksi dengan remaja lainnya. Kota Padang Panjang merupakan kota yang di Juluki dengan Kota Serambi Mekkah, maka Kota Padang Panjang masih sangat melindungi pertumbuhan anak dan remaja untuk berkembang menjadi manusia yang seutuhnya, karena lingkungan di Kota Padang Panjang dapat mencegah remaja terkontraminasi dengan prilaku menyimpang. Kota padang Panjang masih kuat aturan adat bagi masyarakat yang tinggal di sana, maka hal ini tidak di ragukan lagi bagi tumbuh kembang anak dan anak remaja kita tinggal di PENUTUP Penelitian ini Menyimpulkan bahwa Kota Padang Panjang merupakan yang di juluki Kota Serambi Mekkah dan kota pendidikan. yang mana di sana masih berlaku kontrol social pada masyarakat sehingga lingkungan dengan citra menjunjung nilai agama mengakibadkan masyarakat yang berperan sebagai orang tua memiliki pola asuh berpatokan kepada syariat agama sehingga membuat jati diri remaja memiliki podasi yang kuat dengan landasan agama. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih diungkapkan kepada pihak Akademi Keperawatan Baiturrahamah yang telah memfasilitasi Author dalam melakukan penelitian dan teruntuk warga dan masyarakat kota padang panjang. DAFTAR PUSTAKA