Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2025 This Journal is available in Telkom University online Journals Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Journal homepage: https://journals. id/IJDPR IJDPR REPRESENTASI CITRA POLITIK CALON GUBERNUR JAWA BARAT TAHUN 2024 DI TIKTOK REPRESENTATION OF POLITICAL IMAGE ABOUT GOVERNOR CANDIDATES OF WEST JAVA 2024 ON TIKTOK Miftakhul Fikri1. Dimas Akhsin Azhar2. Slamet Parsono3 Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, miftahulfikri24@gmail. ARS University, dimas. azhar@gmail. Universitas Telkom, slamparsono@gmail. Diterima 9 Desember 2024 Direvisi 20 Januari 2025 Disetujui 21 Januari 2025 ABSTRAK Jawa Barat merupakan salah satu wilayah terpadat di Indonesia dan memiliki pengaruh politik yang besar, menjadikan kampanye gubernur sebagai dorongan strategis bagi partai politik dan calon pemimpin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana calon gubernur Jawa Barat pada tahun 2024 mengonstruksi citra politiknya melalui platform TikTok, khususnya mengadaptasi simbol, bahasa, dan narasi terhadap aspirasi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan TikTok bisa memperlihatkan elemen visual dan teks untuk serta pemaknaan tanda secara lebih mendalam. Pendekatan semiotika dari Charles Sanders Peirce digunakan untuk mengungkap makna di balik tanda-tanda yang ditampilkan seperti representament, object, interpretant dan hubungannya dengan nilai-nilai budaya Jawa Barat. Temuan menunjukkan bahwa strategi komunikasi politik calon gubernur dirancang secara cermat untuk menghubungkan citra mereka dengan tradisi, budaya, dan identitas lokal masyarakat Jawa Barat. Melalui analisis simbol semiotika, penggunaan unsur budaya seperti seni tradisional, bahasa Sunda, dan simbol agama ditemukan menjadi alat penting dalam membangun hubungan emosional dengan penonton. Sebagai media interaktif, platform TikTok memungkinkan menyebarkan pesan dengan cepat dan efektif kepada pemilih muda sekaligus menciptakan ruang dialog politik yang lebih inklusif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa citra politik yang ditampilkan di media sosial tidak hanya mencerminkan strategi komunikasi, tetapi juga menunjukkan bahwa politik identitas dan budaya lokal merupakan elemen penting dalam konflik politik kontemporer. Kajian ini memberikan kontribusi penting untuk memahami peran media digital dalam membentuk narasi politik di Indonesia, khususnya dalam konteks lokal yang kaya akan makna budaya. Kata Kunci: Citra Politik. Komunikasi Politik. Politik Identitas. Semiotika. Tiktok ABSTRACT West Java is one of the most populous regions in Indonesia and has great political influence, making the gubernatorial campaign a strategic push for political parties and candidate leaders. This research aims to analyse how West Java Governor candidates in 2024 construct their political image through the TikTok platform, specifically adapting symbols, language, and Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2025 narratives to the aspirations of the community. Charles Sanders Peirce's semiotic approach is used to reveal the meaning behind the signs displayed, such as representament, object, interpretant and their relationship with West Javanese cultural values. The findings show that the political communication strategies of the gubernatorial candidates are carefully designed to connect their image with the traditions, culture and local identity of the people of West Java. Through semiotic symbol analysis, the use of cultural elements such as traditional art. Sundanese language, and religious symbols were found to be important tools in building an emotional connection with the audience. Through semiotic symbol analysis, the use of cultural elements such as traditional art. Sundanese language, and religious symbols were found to be important tools in building an emotional connection with the audience. As an interactive medium, the TikTok platform allows for quick and effective message dissemination to young voters while creating a more inclusive space for political dialogue. The conclusion of this study is that political images displayed on social media not only reflect communication strategies, but also show that identity politics and local culture are important elements in contemporary political conflicts. This study makes an important contribution to understanding the role of digital media in shaping political narratives in Indonesia, especially in local contexts that are rich in cultural meanings. Keywords: Identity Politics. Political Communication. Political Image. Semiotics. Tiktok PENDAHULUAN Politik modern saat ini menunjukkan bahwa kampanye tidak hanya bertujuan untuk menyampaikan program kerja tetapi juga menciptakan citra yang kuat untuk menarik simpati publik. Di Jawa Barat, para calon gubernur tahun 2024 berlomba-lomba menampilkan simbol-simbol, atribut budaya serta narasi-narasi tertentu yang mencerminkan kedekatan dengan masyarakat dan kepentingan lokal. Calon pasangan gubernur Jawa Barat yaitu Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan. Ahmad Syaiku-Ilham Habibie. Acep Adang Ruhiyat-Gita Dwinatarina, dan Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja (Detik. Bentuk kampanye politik oleh calon gubernur tersebut telah dilakukan menggunakan tanda atau simbol untuk menampilkan citra politik yang mampu mewakili aspirasi dan identitas masyarakat Jawa Barat. Hal tersebut dikarenakan Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia dan memiliki peran strategis dalam peta politik nasional. Pemilihan gubernur di Jawa Barat tidak hanya mencerminkan preferensi politik lokal akan tetapi juga menjadi barometer tren politik nasional. Citra politik calon gubernur Jawa Barat sering kali menjadi salah satu faktor utama dalam pengambilan keputusan pemilih. Tentunya selain rekam jejak dan program kerja calon gubernur Jawa Barat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk membantu memahami bagaimana preferensi pemilih terbentuk atas tanda-tanda yang muncul sehingga didapatkan wawasan kepada masyarakat tentang bagaimana citra politik dapat dibentuk dan dimanipulasi selanjutnya masyarakat akan membuat keputusan yang lebih rasional dan Pada tahun sebelumnya, pemilihan kepala daerah di Indonesia khususnya pemilihan gubernur Jawa Barat telah menjadi sorotan utama dalam politik nasional. Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu wilayah dengan populasi terbesar di Indonesia memiliki pengaruh politik yang signifikan menjadikan setiap kontestasi pemilihan gubernur di daerah Jawa Barat sebagai ajang yang strategis bagi partai politik dan calon pemimpin. Para calon gubernur Jawa Barat berusaha menunjukkan kapasitas, visi serta kepekaan terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat Jawa Barat. Hal tersebut meliputi isu -isu sosial, ekonomi hingga kebudayaan. Pemilihan semua calon gubernur Jawa Barat dikarenakan bisa membandingkan bagaimana setiap calon gubernur Jawa Barat membangun dan merepresentasikan citra politiknya. Selain itu, untuk menjaga objektivitas penelitian dalam Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2025 mengkaji citra politik calon gubernur serta memberikan ruang bagi representasi citra politik yang adil terhadap semua calon gubernur dalam pemilihan. Berbagai upaya dilakukan oleh para calon gubernur Jawa Barat tahun 2024 untuk menampilkan kepribadian, pengalaman dan keterampilannya dalam rangka membentuk citra yang positif dan dapat diterima masyarakat Jawa Barat. Pendekatan ini mencakup berbagai strategi kampanye mulai dari penggalangan dukungan langsung hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi politik yang efektif. Selain itu, para calon gubernur Jawa Barat juga berusaha untuk merepresentasikan identitas budaya lokal dalam kampanyenya. Hal tersebut dikarenakan masyarakat Jawa Barat memiliki kekayaan budaya yang kuat dan beragam. Dalam konteks ini, citra politik tidak hanya mencakup kualitas pribadi dan kompetensi calon gubernur Jawa Barat akan tetapi juga kemampuannya untuk merangkul dan mencerminkan nilai-nilai lokal yang penting bagi konstituen. Dengan mengetahui fenomena diatas maka dapat lebih dipahami bagaimana pencitraan politik menjadi faktor kunci dalam memenangkan simpati masyarakat Jawa Barat. Penelitian ini berfokus bagaimana para calon gubernur Jawa Barat tahun 2024 mengemas citra politiknya untuk menyesuaikan dengan aspirasi publik. Selanjutnya penelitian ini menggunakan pendekatan semiotik untuk mengungkap makna di balik simbol-simbol, bahasa dan narasi yang mereka tampilkan. Pemahaman mengenai proses penciptaan citra politik melalui pendekatan semiotik akan memberikan wawasan penting tentang cara komunikasi politik beroperasi di era modern ini khususnya di dalam konteks lokal Jawa Barat yang unik dan penuh makna budaya. Banyak penelitian sebelumnya yang membahas terkait dengan pembentukan citra politik oleh calon presiden ataupun kepala daerah di berbagai media sosial. Pada pemilihan presiden tahun 2019, pasangan calon presiden Indonesia yaitu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapatkan banyak komentar hatespeech terkait citra politik yang ditampilkan di Facebook page (Handini. Nugroho and Nur, 2. Hal tersebut memunculkan citra politik yang negatif dikarenakan ada beda pendapat antar-pengguna Facebook tentang kapabilitas calon presiden Prabowo dan Sandiaga. Berlanjut di tahun 2024, pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka diketahui telah memunculkan citra politik pada video YouTube dengan tagline yaitu AuOke Gas Prabowo Gibran Paling PasAy (Fatmalia and Yuwono, 2024. Fitriyani, 2. Temuan tersebut menjelaskan bahwa terdapat citra politik menggunakan simbol pada kampanye yang dilakukan oleh calon presiden Prabowo dan Gibran. Tanda atau simbol pada citra politik calon presiden Prabowo dan Gibran menunjukkan ada unsur audio visual berupa warna ataupun kata-kata yang memiliki arti beragam bertujuan untuk efektivitas dalam menyampaikan pesan politik. Selain itu, pada saat pencalonan presiden Prabowo dan Gibran ditemukan proses citra politik di media sosial terbentuk melalui beberapa indikator politik seperti penampilan, kepribadian dan pesan politik (Muttaqin. Maulina and Fadhlain, 2. Secara keseluruhan, fenomena diatas yang telah ditemukan terdapat citra politik yang terbentuk oleh calon presiden Indonesia sehingga memiliki tanda ataupun simbol yang bisa dianalisis menggunakan analisis semiotik. Selanjutnya calon kepala daerah juga turut ikut serta dalam pembentukan citra politik di media sosial. Terdapat kampaye digital yang bertujuan untuk membentuk citra politik di Instagram oleh Bupati Kabupaten Sragen yaitu Kusdinar Untung Yuni Sukowati dengan akun @mbakyuniselaludihati (Abdillah and Zulhazmi, 2. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Bupati Sragen melalui media sosial berupaya untuk mencitrakan dirinya sebagai pemimpin yang peduli dengan masyarakat. Tidak hanya itu, beberapa calon kepala daerah telah mendapatkan banyak interaksi melalui gambar meme di media sosial. Gambar meme menjadi salah satu alat komunikasi politik dalam menyampaikan kritik politik (Putra et al. , 2. Konteks yang ditampilkan oleh gambar meme tidak selalu Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2025 merepresentasikan karakter calon kandidat yang dikritik namun mampu mengarahkan perhatian pada isu-isu politik yang dianggap penting di masyarakat. Berkaitan gambar meme, penelitian sebelumnya juga telah mendapatkan dari penggambaran meme Ahok yang dimana diungkapkan oleh pengguna media sosial bahwa Ahok terlihat pemimpin yang berani, memiliki kharisma serta mempunyai tekad yang kuat (Fista, 2. Ahok sempat dirindukan sebagai salah satu pemimpin yang berhasil atas prestasi kinerjanya di DKI Jakarta. Kemudian berbicara tentang calon pemimpin DKI Jakarta ada calon yang kuat diinteraksikan oleh pengguna media sosial. Contohnya yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menjadi salah satu calon gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017. Terdapat fenomena menarik dimana ada gaya komunikasi tersendi ri oleh AHY pada raut wajah yang bingung bahkan terlihat marah ketika berkegiatan kampanye pencalonan gubernur DKI Jakarta (Rafiq. Widaningsih and Diana, 2. Raut wajah AHY menandakan ada pembentukan citra politik yang khas kepada pengguna media sosial. Oleh karena itu, citra politik di media sosial bisa ditampilkan tidak hanya calon presiden Indonesia akan tetapi juga calon kepala daerah yang bisa melakukan citra politik. Teori analisis semiotik dari Charles Sanders Peirce merupakan salah satu pendekatan dalam memahami tanda dan makna dalam komunikasi. Teori analisis semiotik berbasis triadik dimana bisa membedakan antara tiga elemen dasar dalam setiap tanda yaitu representament, object dan interpretant. Representament adalah bentuk fisik atau ekspresi dari tanda itu sendiri seperti gambar, kata atau suara yang berfungsi sebagai sesuatu yang menyampaikan makna. Lalu object adalah sesuatu yang dirujuk oleh representament yakni realitas atau gagasan yang menjadi dasar dari tanda tersebut. Pada elemen dasar object bisa diidentifikasi tiga jenis tanda yang berbeda berdasarkan hubungan antara representamen dan object yaitu ikon, indeks dan simbol. Peirce membagi tanda menjadi tiga kategori utama yaitu ikon, indeks dan simbol. Kategori tersebut digunakan untuk mengekspresikan makna secara eksplisit maupun implisit dalam berbagai bentuk tanda. Tanda didefinisikan sebagai apapun yang menentukan sesuatu yang lain yaitu interpretant untuk merujuk pada object yang juga dirujuk oleh tanda itu dengan cara yang sama. Artinya, sebuah tanda harus memiliki hubungan triadik antara tanda itu sendiri, object yang diwakilinya dan interpretant yang dihasilkan oleh tanda tersebut di dalam pikiran pengamat (Hoopes, 1. Ikon adalah tanda yang memiliki kemiripan langsung dengan objeknya seperti contohnya foto yang mencerminkan wajah seseorang. Indeks adalah tanda yang memiliki hubungan sebab-akibat atau kedekatan dengan objeknya misalnya asap sebagai tanda adanya api. Terakhir, simbol adalah tanda yang memiliki hubungan arbitrer atau konvensional dengan objeknya seperti bahasa atau lambang tertentu yang hanya memiliki makna karena adanya kesepakatan sosial misalnya kata-kata dalam bahasa yang disepakati. Sedangkan interpretant adalah konsep atau pemahaman yang muncul di benak penerima ketika menemukan tanda tersebut. Dalam kerangka analisis semiotik, tanda tidak bersifat statis tetapi merupakan bagian dari proses pemaknaan yang disebut dengan Semiosis adalah proses yang dinamis dimana interpretant dari suatu tanda akan terus berkembang seiring dengan konteks atau pengalaman baru yang diterima oleh Tanda didefinisikan sebagai medium komunikasi yang berfungsi untuk menghubungkan suatu objek dengan suatu interpretant atau makna dalam proses semiosis. Tanda tidak hanya berfungsi sebagai representasi tetapi juga mencakup berbagai sifat penting termasuk keterkaitannya dengan objek yang direpresentasikan baik melalui kesamaan, hubungan nyata atau asosiasi konvensional (Parmentier, 1. Setiap interpretant dapat berfungsi sebagai representament baru yang kemudian mengacu pada objek yang sama atau berbeda menghasilkan interpretasi baru dan memperluas pemahaman terhadap tanda tersebut. Proses ini berlangsung tanpa batas dan memungkinkan adanya Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2025 interpretasi yang terus berubah terhadap tanda-tanda sesuai dengan pengalaman dan perspektif individu. Salah satu pendekatan semiotik dari Charles Sanders Peirce dapat digunakan untuk memahami bagaimana berbagai tanda atau simbol yang digunakan dalam citra politik calon gubernur Jawa Barat tahun 2024. Hal tersebut terungkap baik dalam bentuk visual, verbal maupun gestur. Teori semiotik milik Peirce mengkategorikan tanda menjadi ikon, indeks dan simbol dimana masing-masing memiliki fungsi dalam membentuk makna citra politik. Sebagai contoh pemilihan baju, penggunaan bahasa serta atribut-atribut lokal tertentu dapat menjadi tanda berupa ikon yang langsung diasosiasikan dengan budaya Jawa Barat. Di sisi lain, penggunaan indeks dan simbol seperti slogan tertentu atau gambar yang berkaitan dengan tujuan politik juga digunakan untuk memperkuat citra calon gubernur Jawa Barat di mata pemilih. Selanjutnya penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tanda-tanda dirancang untuk menciptakan citra politik tertentu oleh para calon gubernur Jawa Barat Bisa berupa makna-makna yang terkandung dalam tanda-tanda tersebut diterima dan dimaknai oleh masyarakat Jawa Barat. Melalui analisis semiotik khususnya teori Peirce diharapkan pemahaman lebih mendalam dapat diperoleh mengenai strategi kampanye politik yang efektif dalam membangun citra dan memperkuat ikatan emosional dengan pemilih di tingkat lokal Jawa Barat. METODE Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotik dari Charles Sanders Peirce untuk menganalisis konten kampanye politik calon gubernur Jawa Barat tahun 2024 di platform TikTok. Melalui pendekatan semiotik, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memahami tanda-tanda yang muncul dalam konten kampanye calon gubernur Jawa Barat di TikTok serta makna yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Langkah-langkah analisis semiotika penelitian ini ialah mengumpulkan dan menetukan data berupa empat konten video TikTok pada setiap akun calon gubernur Jawa Barat tahun 2024, mengidentifikasi elemen-elemen visual dan tekstual dari data seperti gambar calon gubernur, warna, simbol atau teks yang digunakan dari setiap konten, menentukan apa yang diwakili oleh representamen dari setiap konten, menganalisis interpretasi yang dihasilkan oleh representamen dan object dari setiap konten dan terakhir menghubungkan representamen, object dan interpretant untuk menemukan makna yang lebih mendalam tentang citra politik calon gubernur. Data dalam penelitian ini terdiri dari empat tangkapan layar . gambar video kampanye calon gubernur Jawa Barat tahun 2024 yang dipublikasikan di TikTok selama periode kampanye. Screenshot video yang telah dipilih berdasarkan popularitas, jumlah penonton atau tingkat interaksi serta relevansi kontennya dengan tema kampanye politik para calon gubernur Jawa Barat tahun 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu menentukan screenshot gambar video-video terkait yang diunggah langsung oleh akun-akun calon gubernur Jawa Barat tahun 2024 dari akun @gerindrajabar, @syaikhu_ahmad_, @jeje. wiradinata dan @jabar_bahagia. Cara-cara analisis data dalam penelitian ini yaitu menentukan unit analisis dari konten video TikTok yang akan dianalisis dari akun-akun calon gubernur Jawa Barat. Unit analisis berupa empat screenshot gambar video yaitu simbol visual, teks, musik dan audio yang Selanjutnya peneliti membuat kategori yang sesuai untuk elemen-elemen tanda yang muncul misalnya ekspresi wajah, gestur tangan, pemakaian warna baju, teks dalam video dan musiknya. Analisis semiotik adalah studi tentang tanda dan proses pertandaan secara triadik . epresentament, object dan interpretan. yaitu bagaimana tanda berfungsi untuk menciptakan makna dalam konteks komunikasi (Short, 2. Analisis pertama pada Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2025 semiotik yaitu mengetahui representament. Representament merupakan identifikasi bentuk tanda misalnya warna, kata, suara atau gambar. Peneliti memperhatikan pemakaian simbol visual seperti warna tertentu pada baju yang merepresentasikan identitas calon gubernur Jawa Barat serta penggunaan slogan teks yang sering diulang-ulang. Setelah setiap tanda telah diidentifikasi maka peneliti menemukan object sebagai hal atau ide yang diwakili oleh tanda. Peneliti mengidentifikasi calon gubernur Jawa Barat menggunakan warna tertentu sehingga peneliti mencari tahu asosiasi warna tersebut dalam konteks budaya atau politik di Jawa Barat. Selain itu, peneliti mengungkap tanda mana saja dalam konten calon gubernur Jawa Barat yang termasuk ikon, indeks dan simbol. Analisis terakhir yaitu mengetahui interpretant. Interpretant adalah makna atau pengertian yang diperoleh dari tanda tersebut dari peneliti. Analisis interpretant memerlukan pemahaman konteks sosial dan budaya. Peneliti memperhatikan bagaimana penonton khususnya masyarakat Jawa Barat dapat memaknai atau menafsirkan tanda yang ditampilkan dalam video. Interpretant bisa berdasarkan pada latar belakang sosial-budaya, nilai-nilai politik setempat atau kebiasaan penonton dalam mengonsumsi konten media Dalam konteks TikTok sebagai platform media sosial, peneliti memperhatikan aspek naratif dalam konten video seperti alur cerita, gaya penyampaian dan sebagainya. Selain itu, peneliti juga melihat konteks tren, challenge atau hashtag yang digunakan dalam video. Setelah peneliti mengidentifikasi representament, object, dan interpretant untuk setiap tanda dalam video maka peneliti melakukan penarikan kesimpulan secara holistik dengan menyatukan hasil interpretasi tanda-tanda tersebut. Selanjutnya peneliti membuat kesimpulan tentang bagaimana calon gubernur menyampaikan citra politik melalui elemenelemen semiotik atas videonya serta bagaimana citra tersebut dipahami oleh masyarakat Jawa Barat. Hal tersebut bisa meliputi pandangan atau pesan politik yang dibentuk di TikTok. Terakhir, validasi data penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan interpretasi dengan komentar atau tanggapan dari penonton video TikTok. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini mendapatkan data empat screenshot gambar dari akun-akun TikTok oleh setiap calon pasangan gubernur Jawa Barat yaitu Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan. Ahmad Syaiku-Ilham Habibie. Acep Adang Ruhiyat-Gita Dwinatarina, dan Jeje Wiradinata-Ronal Berikut hasil dan pembahasan citra politik dari para calon gubernur Jawa Barat tahun 2024 seperti: Gambar 1. Pasangan calon gubernur Jawa Barat Acep Adang Ruhiyat dan Gitalis Dwinatarina Sumber: akun TikTok @jabar_bahagia Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2025 Dari gambar 1 didapatkan pembahasan citra politik dari calon gubernur yaitu Acep Adang Ruhiyat-Gita Dwinatarina pada akun @jabar_bahagia. Untuk analisis pembahasannya sebagai berikut: Klasifikasi Qualisign Sinsign Legisign Klasifikasi Icon Index Symbol Klasifikasi Rheme Tabel 1 Analisis Representamen dari Gambar 1 Penjelasan Representamen pada gambar 1 Kualitas yang ada pada tanda Screenshot video tiktok dari calon gubernur Jawa Barat tahun 2024 yaitu Acep Adang Ruhiyat - Gitalis Dwinatarina. Eksistensi aktual benda atau A Terdapat dua orang dimana satu pria dan satu wanita peristiwa yang ada pada tanda yang tampil dengan pakaian formal berwarna hijau A Mencantumkan informasi nama lengkap kedua orang yang ada di foto. A Terdapat logo dan tulisan "JABAR BAHAGIA" yang menjadi slogan atau tema kampanyenya. A Ada nomor angka "1" yang menunjukkan nomor urut dalam pemilihan gubernur Jawa Barat Norma-norma yang dikandung Pemilihan warna latar hijau tosca dan warna aksen merah dalam tanda muda mempertegas makna kebahagiaan yang terlihat dalam tulisan slogan kampanye. Tabel 2 Analisis Object dari Gambar 1 Penjelasan Object pada gambar 1 Hubungan antara penanda dan petandanya bersifat sama atau memiliki kemiripan Menunjukan adanya hubungan alamiah antara tanda dan petanda yang bersifat kausal . ebab Ae akiba. Menunjukan hubungan alamiah antara penanda dan petandanya, namun hubungan ini berdasarkan konvensi Perpaduan warna pakaian hijau tosca dan pink dipilih karena dapat mewakili arti keramahtamahan, lembut, bersahabat namun mengedepankan professional. A Pilihan warna dan jenis tulisan menciptakan kesan ramah dan bahagia sesuai dengan slogan "JABAR BAHAGIA". A Dalam tulisan AuJabar BahagiaAy terlihat nampak ada symbol emoji senyuman dalam visual huruf AuJAy yang memperjelas makna kebahagiaan. Tabel 3 Analisis Interpretant dari Gambar 1 Penjelasan Interpretant pada Gambar 1 Tanda yang memungkinkan A Pemilihan pakaian yang sederhana namun rapi dan orang menafsirkan latar belakang yang minimalis dapat menunjukkan berdasarkan pilihan. citra kesederhanaan dan kejujuran. Hal tersebut dapat mencerminkan nilai-nilai tradisional dan kedekatan dengan masyarakat Jawa Barat. A Tidak hanya itu, mereka ingin menjangkau generasi muda dan lebih aktif di TikTok yang menjadi salah satu sarana kampanye modern untuk mendekatkan diri dengan masyarakat Jawa Barat Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2025 Dicent Sign / Dicisign Tanda sesuai dengan Argument Tanda yang langsung memberikan alasan tentang A Makna dari gambar 1 dapat mencakup citra pasangan yang harmonis dan penuh kebahagiaan, kesederhanaan dan keterbukaan serta keaktifan komunikasi di TikTok. A Kata AuJABAR BAHAGIAAy mengisyaratkan bahwa mereka adalah pasangan calon gubernur Jawa Barat yang akan bekerja sama dengan harmonis untuk membawa kebahagiaan bagi masyarakat Jawa Barat. A Warna hijau tosca pada latar belakang hasil tangkapan layar mewakili warna PKB (Partai Kebangkitan Bangs. sebagai partai tunggal pengusung pasangan ini, dimana pasangan ini adalah kader partai tersebut. A Gelar AuKHAy (Kiyai haj. dan pemakaian atribut peci dan sorban yang digunakan oleh salah satu calon merepresentasikan ciri- ciri Islami dan keterwakilannya sebagai pemilik pondok pesantren. A Terdapat lingkaran merah dengan kalimat AuGita KDIAy menunjukan nama populer yang dikenal masyarakat untuk salah satu calon, dimana sebelum terjun ke dunia politik calon tersebut adalah seorang penyanyi dangdut dan finalis KDI ajang pencarian bakat penyanyi dangdut di stasiun TV. Selanjutnya dari pembahasan calon gubernur yaitu Jeje Wiradinata Ae Ronal surapradja. Sebagai berikut pembahasaanya: Gambar 2. Pasangan calon gubernur Jawa Barat Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja Sumber: akun TikTok @jeje. Dari gambar 2 didapatkan pembahasan citra politik dari calon gubernur yaitu Jeje Wiradinata-Ronal surapradja pada akun @jeje. Untuk analisis pembahasannya sebagai berikut: Klasifikasi Qualisign Sinsign Tabel 4 Analisis Representamen dari Gambar 2 Penjelasan Representamen pada gambar 2 Kualitas yang ada pada tanda Screenshot video TikTok calon gubernur Jawa Barat tahun 2024 yaitu Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja. Eksistensi aktual benda atau A Elemen-elemen visual yang tampak dimana dua sosok peristiwa yang ada pada tanda pria yang berpakaian putih tampil berpasangan dengan posisi berdampingan. A Mencantumkan informasi nama lengkap kedua orang yang ada di foto. Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2025 Legisign Klasifikasi Icon Index Symbol Klasifikasi Rheme Dicent Sign / Dicisign Argument Norma-norma yang dikandung dalam tanda A Terdapat informasi lagu latar yang sedang diputar sebagai lagu resmi kampanye. A Selanjutnya nomor "02" yang besar di bagian atas menunjukkan nomor urut pasangan ini dalam pemilihan calon gubernur Jawa Barat. Selain itu, terdapat latar belakang berwarna merah yang mencolok sehingga memberi kesan kuat dan berani. Tabel 5 Analisis Object dari Gambar 2 Penjelasan Object pada gambar 2 Hubungan antara penanda dan petandanya bersifat sama atau memiliki kemiripan Menunjukan adanya hubungan alamiah antara tanda dan petanda yang bersifat kausal . ebab Ae akiba. Menunjukan hubungan alamiah antara penanda dan petandanya, namun hubungan ini berdasarkan konvensi Merah juga sering diasosiasikan dengan keberanian, kekuatan dan energi. Hal tersebut memberikan penjelasan bahwa pasangan ini tampak ingin menonjolkan kesan kuat dan berkomitmen dalam mencalonkan diri. Warna merah dan pakaian putih yang dikenakan memberikan kesan keseriusan dan keberanian Tabel 6 Analisis Interpretant dari Gambar 2 Penjelasan Interpretant pada Gambar 2 Tanda yang memungkinkan Postur dalam foto kedua paslon menggambarkan orang menafsirkan kepercayaan diri dan terdapat beberapa interpretasi seperti berdasarkan pilihan. komitmen dan keseriusan dalam memimpin, kemitraan yang solid dan pendekatan formal dan tradisional. Tanda sesuai dengan A Pakaian yang serasi dan posisi berdampingan mencerminkan bahwa mereka adalah pasangan yang harmonis dan siap bekerja sama untuk membawa perubahan bagi Jawa Barat. A Penggunaan pakaian putih polos dengan gaya sederhana tanpa aksesoris berlebihan menekankan pada citra kesederhanaan dan kedekatan dengan nilainilai tradisional. Tanda yang langsung A Latar merah yang kuat serta pilihan warna putih pada memberikan alasan tentang pakaian calon gubernur Jawa Barat memberikan kesan kepercayaan diri, keseriusan dan profesionalisme. A Warna merah menciptakan aura kekuatan sementara warna putih memberikan kesan ketulusan. A Warna dominan merah pada latar dan bertextur seperti kain berpadu dengan pakaian serba putih juga merepresentasikan bendera merah putih Indonesia. Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2025 Dimana paslon ini ingin menggambarkan makna persatuan untuk masyarakat Indonesia. A Warna merah menyala juga menggambarkan ciri khas warna dari partai pengusung tunggal yaitu PDI P (Partai Demokrasi Indonesia Perjuanga. Kemudian dari pembahasan calon gubernur yaitu Ahmad Syaiku Ae Ilham Habibie. Sebagai berikut pembahasaanya: Gambar 3. Pasangan calon gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie Sumber: akun TikTok @syaikhu_ahmad_ Dari gambar 3 didapatkan pembahasan citra politik dari calon gubernur yaitu Ahmad Syaiku-Ilham Habibie pada akun @syaikhu_ahmad. Untuk analisis pembahasannya sebagai Klasifikasi Qualisign Sinsign Legisign Klasifikasi Tabel 7 Analisis Representamen dari Gambar 3 Penjelasan Representamen pada gambar 3 Kualitas yang ada pada tanda Screenshot video tiktok calon gubernur Jawa Barat tahun 2024 yaitu Ahmad Syaikhu - Ilham Habibie Eksistensi aktual benda atau A Dua sosok pria yang mengenakan pakaian putih peristiwa yang ada pada tanda dengan aksen biru. A Mencantumkan informasi nama lengkap kedua orang yang ada di foto. A Slogan "JABAR ASIH" yang tampak jelas memberikan pesan kepedulian dan kasih sayang. A Selanjutnya nomor "02" yang besar di bagian atas menunjukkan nomor urut pasangan ini dalam pemilihan calon gubernur Jawa Barat. Norma-norma yang dikandung Latar belakang putih dengan garis arsitektural yang samar dalam tanda menggambarkan bangunan ikonik Jawa Barat yang bisa memberi kesan kedekatan dengan daerah Jawa Barat. Penjelasan Tabel 8 Analisis Object dari Gambar 3 Object pada gambar 3 Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2025 Icon Hubungan antara penanda dan petandanya bersifat sama atau memiliki kemiripan Index Menunjukan adanya hubungan alamiah antara tanda dan petanda yang bersifat kausal . ebab Ae akiba. Symbol Menunjukan hubungan alamiah antara penanda dan petandanya, namun hubungan ini berdasarkan konvensi Klasifikasi Rheme Dicent Sign / Dicisign Argument A Ahmad Syaikhu mengenakan peci hitam yang dapat memperkuat citra keagamaan atau kedekatan dengan budaya lokal Jawa Barat. A Ilham Habibie mengenakan pakaian lebih santai mewakili keterbukaan pikiran menegaskan kesan modern yang bisa mewakili kalangan muda. A Warna biru dan putih yang mendominasi gambar memberi kesan profesionalisme, ketenangan dan A Warna biru juga diasosiasikan dengan kepercayaan, keandalan dan loyalitas. Tabel 9 Analisis Interpretant dari Gambar 3 Penjelasan Interpretant pada Gambar 3 Tanda yang memungkinkan Makna yang dapat dijelaskan dari tanda-tanda gambar 3 orang menafsirkan ada beberapa interpretasinya seperti citra pemimpin yang berdasarkan pilihan. peduli dan dekat dengan masyarakat, ketenangan dan kestabilan serta pendekatan yang berakar pada budaya Tanda sesuai dengan A Kata "ASIH" berarti kasih sayang memberikan kesan bahwa pasangan ini ingin dilihat sebagai pemimpin yang peduli dan memperhatikan kebutuhan rakyatnya. A Pemilihan warna biru sebagai aksen dan putih sebagai dasar mencerminkan kesan ketenangan, profesionalisme dan keseriusan. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa pasangan ini siap membawa kestabilan dan kepercayaan bagi masyarakat Jawa Barat. Tanda yang langsung A Makna peci yang dikenakan oleh Ahmad Syaikhu memberikan alasan tentang memberikan isyarat kedekatan dengan nilai-nilai dan budaya masyarakat Jawa Barat yang religius. A Selain itu, peci juga bisa memancarkan citra sebagai sosok yang memegang nilai-nilai tradisional sambil tetap terbuka pada inovasi. A Penulisan nama belakang dicetak lebih besar daripada nama depan dimaknai bahwa nama belakang paslon lebih dikenal oleh masyarakat AuSyaikhuAy dan AuHabibieAy. A Warna yang dominan digunakan dalam foto adalah putih dan biru merepresentasikan warna ciri khas dari 2 partai besar pengusung paslon yaitu PKS (Partai Keadilan Sejahter. dengan warna putihnya dan partai Nasdem (Nasional Demokra. dengan warna birunya. A Terdapat tulisan Aucalon gubernur Au dengan latar warna oranye menandakan warna dari logo PKS yang mengusung Ahmad Syaikhu sebagai calon gubernur. A Tulisan Auwakil gubernurAy dengan latar belakang warna biru menandakan ciri khas warna partai Nasdem yang Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2025 mengusung Ilham Habibie sebagai calon wakil A Dan terakhir tulisan AuJawa BaratAy dengan latar belakang warna hijau mewakili dukungan dari partai lain yaitu p (Partai Persatuan Pembanguna. sebagai ciri khas warna partai tersebut. Terakhir dari pembahasan calon gubernur yaitu Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan. Sebagai berikut pembahasaanya: Gambar 4. Pasangan calon gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan Sumber: akun TikTok @gerindrajabar Dari gambar 4 didapatkan pembahasan citra politik dari calon gubernur yaitu Dedi Mulyadi Ae Erwan Setiawan pada akun @gerindrajabar. Untuk analisis pembahasannya sebagai Klasifikasi Qualisign Sinsign Legisign Tabel 10 Analisis Representamen dari Gambar 4 Penjelasan Representamen pada gambar 4 Kualitas yang ada pada tanda Screenshot video tiktok calon gubernur Jawa Barat tahun 2024 yaitu Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan Eksistensi aktual benda atau A Dua sosok pria yang mengenakan pakaian putih dan peristiwa yang ada pada tanda aksesoris kepala peci dan AuiketAy A Mencantumkan informasi nama lengkap kedua orang yang ada di foto. A Slogan AuJabar IstimewaAy dan AuKampung diurus. Kota ditataAy memperlihatkan bahwa pasangan ini ingin membuat perubahan bagi Jawa Barat dengan kata istimewa untuk semua lapisan masyarakat . ikampung dan dikot. secara geografis. A Ada symbol jari yang menunjukan angka 4 sebagai nomor urut pasangan. A Ada keterangan lagu yang sedang diputar dalam video dari penyanyi sunda populer Doel Sumbang. Norma-norma yang dikandung dalam tanda Latar belakang putih berpadu dengan pakaian serba putih memberi arti kesederhanaan dan kesucian. Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2025 Klasifikasi Icon Tabel 11 Analisis Object dari Gambar 4 Penjelasan Object pada gambar 4 Hubungan antara penanda dan petandanya bersifat sama atau memiliki kemiripan Index Menunjukan adanya hubungan alamiah antara tanda dan petanda yang bersifat kausal . ebab Ae akiba. A Citra politik calon gubernur Jawa Barat sebagai tokoh politik yang dekat dengan budaya Jawa Barat pada A Citra politik tersebut mendukung upaya calon gubernur Jawa Barat untuk menunjukkan kedekatan dengan masyarakat Jawa Barat dan nilai-nilai tradisional yang mereka junjung. Symbol Menunjukan hubungan alamiah antara penanda dan petandanya, namun hubungan ini berdasarkan konvensi Pemilihan busana tradisional dan atribut budaya Sunda menunjukkan identitas lokal yang kuat serta memberikan kesan bahwa calon gubernur Jawa Barat memahami dan mengangkat nilai-nilai budaya lokal. Klasifikasi Rheme Tabel 12 Analisis Interpretant dari Gambar 4 Penjelasan Interpretant pada Gambar 4 Tanda yang memungkinkan A Slogan AuJabar IstimewaAy seakan akan memberikan arti orang menafsirkan hanya pasangan inilah yang paling mengerti tentang berdasarkan pilihan. Jawa Barat dilihat dari jejak rekam politik Dedi Mulyadi pernah sebagai bupati Purwakarta 2 periode dan Erwan Setiawan sebagai wakil bupati Sumedang. A Selain pernah sebagai wakil bupati Sumedang. Erwan Setiawan juga diketahui sebagai anak dari manager PERSIB Umuh Muhtar yang sangat populer di kalangan masyarakat Jawa Barat. Dicent Sign / Dicisign Tanda sesuai dengan Argument Tanda yang langsung memberikan alasan tentang Calon gubernur Jawa Barat ingin tampil sebagai pemimpin yang berakar pada budaya lokal, mencintai dan melestarikan tradisi Sunda. A Penggunaan asesoris kepala AuiketAy khas Jawa Barat memberi kesan bahwa calon gubernur Jawa Barat tidak hanya memahami tetapi juga mengutamakan kearifan lokal sehingga masyarakat melihatnya sebagai sosok yang merakyat dan dekat dengan kehidupan sehari-harinya. A Hal tersebut juga menjelaskan bahwa calon gubernur Jawa Barat memiliki komitmen untuk menjaga dan mengembangkan budaya serta nilai-nilai lokal Jawa Barat. A Warna latar putih dominan dan aksen dominan kuning keemasan merepresentasikan warna khas 2 partai besar pengusung yaitu Gerindra dan Golkar. A Mencantumkan singkatan KDM AuKang Dedi MulyadiAy merujuk pada salah satu nama populer calon gubernur. Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol. No. Januari 2025 A Kalimat imitasi AuJampe-jampe harupat Dedi Erwan nomer opatAy didalam caption merujuk pada mantra khas masyarakat Jawa Barat AuJampe-jampe harupat gera gede gera lumpatAy menjadi diksi yang menarik perhatian karena masyarakat Jawa Barat sering menggunakannya dalam aktivitas budaya, yang artinya mantra untuk seorang anak agar cepat tumbuh dewasa dan berlari. SIMPULAN Berdasarkan uraian dan pembacaan tanda semiotik dari Charles Sanders Peirce yang penulis jelaskan pada hasil dan pembahasan mengenai AuRepresentasi Citra Politik Calon Gubernur Jawa Barat Tahun 2024 di TiktokAy dapat ditarik kesimpulan bahwa makna citra politik yang direpresentasikan memang dirancang sedemikian rupa agar tanda-tanda yang ditampilkan terasosiasi dengan nilai-nilai budaya Jawa Barat. Bagaimana tanda beroperasi bisa dilihat dari berbagai macam atribut yang melekat tampak tersirat maupun tersurat seperti foto atau gambar, pemilihan baju dan asesoris kepala, penggunaan bahasa, kalimat imitasi mantra lokal, pemilihan latar warna yang terlihat dominan dan aksen dalam tangkapan video, slogan berdiksi yang sesuai dengan visi masing-masing calon. Semua operasi tanda bisa kita tangkap guna mengetahui strategi jenama calon gubernur Jawa Barat dalam hal memperkuat citra di mata pemilih. Dengan pembacaan semiotik triadik milik Charles Sanders Peirce, tanda yang sebelumnya belum terungkap dapat memperlihatkan bentuknya sesuai konteks citra politik yang dibagun oleh masing-masing paslon. Pembacaan ketat unit analisis tanda dalam klasifikasi representamen . ualisign, sinsign, legisig. , object . con,index, symbo. , interpretant . heme, decent sign, argumen. sangat membantu pembacaan makna yang lebih dalam berdasarkan konteks kampanye politik dan substansi strategi jenama diri calon gubernur Jawa barat 2024 di platform TikTok. Temuan menunjukkan bahwa strategi komunikasi politik calon gubernur dirancang secara cermat untuk menghubungkan citra mereka dengan tradisi, budaya, dan identitas lokal masyarakat Jawa Barat. Melalui analisis simbol semiotika, penggunaan unsur budaya seperti seni tradisional, bahasa Sunda, dan simbol agama ditemukan menjadi alat penting dalam membangun hubungan emosional dengan penonton Dengan demikian representasi citra politik yang diperankan oleh para calon gubernur Jawa Barat 2024 berhasil membentuk persepsi dari masyarakat sebagai pemegang konstituen. Dari persepsi tersebut bisa kita lihat nanti calon gubernur mana yang berhasil mengemas sesuai dengan aspirasi publik dan memenangkan hati masyarakat sehingga bisa terpilih menjadi gubernur Jawa Barat 2024. DAFTAR PUSTAKA