Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. 7, No.2, Otober 2023 PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR PADA PEMERIKSAAN PAP SMEAR Sainah1*, Hamdayani2, Wahyuningsih3 , Muhammad Sofyan4 , Doni Rahmatullah5 Patria Artha Journal of Nursing Science (jouNs) 2023. Vol. 7(2), 89 - 98 p-issn: 2549 5674 e-issn: 2549 7545 Reprints and permission: http://ejournal.patria-artha.ac.id/index.php/jns Prodi Diploma Tiga Kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Patria Artha , Negara Republik Indonesia 1,2,3,4,5 * E-mail: iinsainah73@yahoo.com 1 , nershamdayani@gmail.com 2 4 sofyanmuhammad569@gmail.com donirahmatullah1330@gmail.com , wahyuningsih@patria-artha.ac.id 3 5 Abstrak Rendahnya angka cakupan ini terjadi karena kurangnya pengetahuan dan sikap WUS dalam upaya deteksi dini pada kanker serviks. Pengetahuan yang kurang adalah faktor penghambat WUS melakukan pemeriksaan pap smear. Selain itu sikap juga dapat mempengaruhi perilaku wanita usia subur (WUS) untuk melakukan deteksi dini kanker serviks. Tujuan penelitian: mengetahui hubungan tingkat pendidikan dengan sikap wanita usia subur pada pemeriksaan pap smear. Metode penelitian : deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 40 WUS di Perumahan Rawa Indah Penajam. Hasil: sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang pemeriksaan pap smear dalam kategori kurang 17 responden (42,5%) sikap wanita mengenai pemeriksaan pap smear dalam kategori positif 22 responden (55%),berdasarkan hasil uji chi square didapatkan nilai p value 0,000<0,05 yang berarti terdapat hubungan tingkat pengetahuand engan sikap wanita usia subur pada pemeriksaan pap smear di perumahan Rawa Indah Penajam. Kesimpulan: ada hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap wanita usia subur pada pemeriksaan pap smear di Perumahan Rawa Indah Penajam. Diharapkan wanita usia subur melakukan pemeriksaan pap smear bagi usia 21-29 tahun melakukan pemeriksaan 1 atau tiap 2 tahun sekali, dan lebih dari 30 tahun melakukan 2-3 tahun sekali jika hasil 3 kali test normal. Kata kunci: Tingkat Pendidikan,sikap, pemeriksaan pap smear PENDAHULUAN Latar belakang Tingkat Pendidikan,sikap, pemeriksaan pap smear. di dunia diperkirakan 570.000 wanita terdiagnosis menderita kanker serviks dan 311.000 wanita meninggal karena kanker serviks. Menurut World Health Organization (WHO), terdapat 490.000 kasus kanker serviks di seluruh dunia dan mengakibatkan 240.000 kematian tiap tahunnya, 80% dari angka tersebut terjadi di Asia. Data dari Kementrian Republik Indonesia, Indonesia menjadi urutan ke 8 di Asia Tenggara sedangkan di Asia menjadi urutan ke 23 dengan prosentasi 36,633 kasus (GLOBOCAN, 2020). Angka kejadian kanker serviks di Propinsi Kalimantan Timur sebesar 1,4% (Infodatin, 2019). Pada Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur ditemukan 6 orang menderita kanker serviks (Bagus dan Didik, 2017). Cakupan pap smear efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian karena kanker serviks sekitar 85%,di Indonesia cakupan pap smear sekitar 5% hal inilah yang menyebabkan masih tinggi nya angka kanker serviks yang terjadi di Indonesia. Dinas kesehatan provinsi Kalimantan Timur didapatkan cakupan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara hanya 2,2% (Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, 2020). Rendahnya angka cakupan ini terjadi karena kurangnya penegtahuan dan sikap WUS dalam upaya deteksi dini pada kanker serviks (Kartikoputro, 2016). Pengetahuan yang kurang adalah faktor penghambat WUS melakukan pemeriskaan pap smear. Rendahnya tingkat pengetahuan ini karena kurangnya tingkat kewaspadaan masyarakat terhadap kanker cerviks serta informasi mengenai cara pencegahan dan deteksi dini dengan pap smear (Nawangwulan, 2021). Apabila Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. 7, No.2, Otober 2023 wanita usia subur memiliki pengetahuan yang luas mengenai manfaat dan tujuan dari pemeriksaan tersebut. akan menimbulkan kepercayaan terhadap dekeksi dini Namun tidak menutup kemungkinan jika seseorang yang kanker serviks. Pengetahuan dapat mempengaruhi memiliki pengetahuan mengenai pap smear juga enggan perilaku dan perubahan (Epiphania, 2017). Sikap juga melakukan pemeriksaan tersebut. Berdasarkan pada latar dapat mempengaruhi perilaku wanita usia subur belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka (WUS) untuk melakukan deteksi dini kanker permasalahan penelitan ini : Apakah ada hubungan tingkat serviks(Artiningsih, 2011). Sikap merupakan respon pengetahuan dengan sikap wanita usia subur pada pemeriksaan atas keadaan seseorang, dimana seseorang akan pap smear di Perumahan Rawa Indah Penajam?. Tujuan dari bersikap sesuai dengan keadaanya jika WUS memiliki penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap sikap yang positif maka WUS akan melakukan wanita usia subur terhadap pemeriksaan pap smear serta untuk pemeriksaan pap smear. Namun jika sikap WUS melihat hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap wanita memiliki sikap negatif WUS maka akan berdampak usia subur pada pemeriksaan pap smear di Perumahan Rawa pada rendahnya motivasi untuk melakukan Indah Penajam, manfaat pada penelitian dapat dijadikan pemeriksaan (Arindi, 2018). Hasil penelitian yang informasi bagi responden mengenai pemeriksaan pap dilakukan oleh Kusumaningrum(2017) menyatakan smear.Hasil penelitian dijadikan sarana untuk meningkatkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang pelayanan untuk masyarakat dalam pelayanan pemeriksaan pap kanker serviks dengan sikap terhadap pemeriksaan smear. Sebagai ilmu tambahan bagi peneliti dan peneliti pap smear dengan keeratan hubungan sedang, dimana selanjutnya bisa menjadikan hasil penelitian sebagai refenesi Pengetahuan memegang peranan penting dalam dalam mengembangkan penelitian tentang pengetahuan dan penentuan sikap. Selain itu pada penelitian Batu sikap dalam pemeriksaan pap smear. (2020) juga menyatakan ada hubungan pengetahuan dan sikap WUS dengan deteksi dini kanker serviks METODE dimana pengetahuan WUS dalam kategori baik menyebabkan WUS memiliki keinginan untuk Penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross melakukan deteksi dini juga ada begitu juga dengan sectional yakni untuk mencari hubungan tingkat pengetahuan sikap, jika sikap WUS positif maka melakukan dengan sikap wanita usia subur pada pemeriksaan pap smear. pemeriksaan pap smear. Hal lain yang ditemukan oleh Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan agustus – Hateriah didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan sepetember 2022. Populasi penelitian ini adalah 40 WUS di sikap WUS dengan melakukan pemeriksaan pap Perumahan Rawa Indah Penajam yang didapat dari data RW smear di Puskesmas Pekauman Banjarmasin Rawa Indah Penajam pada bulan Juni tahun 2022. Sampel (Hateriah, 2018). Hal sama pada penelitian Siregar penelitian ini sebanyak 40 WUS dengan menggunakan metode (2017) juga menyatakan tidak ada hubungan dengan total sampel, kriteria sampel wanita usia subur yang bersedia pemeriksaan pap smear, namuan faktor pengetahuan, menjadi responden, dan berusia 20-45 tahun, masih aktif informasi tentang pemeriksaan pap smear, dukungan melakukan hubungan seksual, berstatus menikah, bertempat suami dan keluarga menjadi pendorong WUS dalam tinggal di Perumahan Rawa Indah Penajam. Sumber data yang melakukan pemeriksaan Pap smear Studi pendahuluan digunakan yaitu data primer yang diperoleh dari lembar yang dilakukan pada bulan Juni 2022 di Puskesmas kuesioner tingkat pengetahuan dan sikap terhadap pemeriksaan Penajam terdapat 2 orang teridikasi menderita kanker pap smear kemudian data sekunder yang digunakan dalam serviks salah satu wanita yang terindikasi berasal dari penelitian ini adalah data yang diperoleh dari data warga Perumahan Rawa Indah Penajam. Hasil wawancara di Perumahan Rawa Indah Penajam. Metode pengumpulan data Perumahan Rawa Indah Penajam terdapat 60 wanita di peroleh melalui kuesioner berisi pertanyaan yang sudah usia subur (WUS). Hasil wawancara dari 4 WUS tidak disediaan oleh peneliti daam pemilihan jawaban yang menurut mengetahui mengenai pemeriksaan pap smear dan responden sesuai dengan dirinya. Penelitian ini memiliki 2 setelah dijelaskan mengenai pemeriksaan tersebut 2 instrumen yaitu lembar kuesioner tingkat pengetahuan dan WUS dengan pendidikan SMA yang memiliki sikap. Setelah data terkumpul kemudian ditabulasi dalam tabel pekerjaan sebagai wiraswasta dan ibu rumah tangga sesuai dengan variabel yang hendak di ukur dengan menyatakan takut untuk melakukan pemeriksaan. menggunakan analisa statistik univariat dan bivariat dengan Selain itu terdapat 2 WUS dengan pendidikan SMP mengguankan komputerisasi yaitu SPSS versi 16 dengan dan SMA menyatakan ingin melakukan pemeriksaan, pengolahan data editing, coding, scoring, tabulasi, processing, hal menarik ada seorang WUS dengan pendidikan cleaning. Metode Analisis univariat dengan analisa diploma menyatakan tahu mengenai pemeriksaan pap menggunakan uji deskriptif untuk melihat frekuensi dan smear namun tidak ingin melakukan pemeriksaan presentase dari karakteristik sampel usia subur, tingkat tersebut. Selain itu didapatkan data bahwa rata-rata ibu pengetahuan wanita usia subur dan sikap wanita subur terhadap WUS di Perumahan Rawa Indah Penajam memiliki pemeriksaan pap smear. Analisis bivariat bivariat dilakukan pendidikan SMP-SMA dengan banyak ibu yang terhadap 2 varabel yang diduga berhubungan atau berkorelasi memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Uji dalam penelitian ini menggunakan uji Chi Square yaitu uji Puskesmas Penajam memiliki program dalam yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel. penanganan kesehatan wanita terkait dengan serviks Prinsip etik yang perlu di perhatikan oleh peneliti agar dapat namun belum berjalan secara maksimal, hal ini memenuhi hak responden dalam penelitian yaitu Autonomy, kurangnya dukungan dari partisipasi dari penduduk Beneficience, Justice, Nonmaleficence,Veracity, Fidelity, dalam keaktifan melakukan pemeriksaan kesehatan. Warga di Perumahan Rawa Indah Penajam sebagian HASIL besar memiliki pendidikan SMP dan SMA dimana Karakteristik Responden mayoritas sebagai ibu rumah tangga. Hal ini juga Beberapa ganbaran karakteristik responden dengan menjadikan faktor dari kurangnya informasi mengenai mendeskripsikan variabel yang diteliti diuraikan sebagai pemeriksaan pap smear dapat menyebabkan WUS berikut : enggan melakukan pemeriksaan karena tidak tau a. Analisis Univariat Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. 7, No.2, Otober 2023 Pengetahua n Tabel 4.1 distribusi frekuensi pendidikan wanita usia subur di Perumahan Rawa Indah Penajam pendidikan frekuensi persen(%) (f) SMP SMA S1 11 19 10 27.5 47.5 25.0 Total 40 100.0 Persentas e Kurang Cukup 17 42.5 13 32.5 Baik 10 25.0 Total 40 100.0 Tabel 4.6 Distribusi frekuensi berdasarkan sikap wanita usia subur terhadap pemeriksaan pap smear di Perumahan Rawa Indah Penajam Tabel 4.2 distribusi frekuensi pekerjaan wanita usia subur di Perumahan Rawa Indah Penajam pekerjaa n Frekuens i Sikap Frekuensi Persentase Negatif 18 45.0 Positif 22 55.0 Total 40 100.0 frekuens i (f) persen(% ) IRT 30 75.0 PNS 3 7.5 GURU 2 5.0 Analisa bivariat dilakukan pada dua variabel yang PERAWAT 3 7.5 diduga berhubungan atau. Analisa bivariat yakni POLWAN 2 5.0 Total 40 100.0 b. Analisis Bivariat sebagai berikut : Tabel 4.7 hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap wanita usia subur pada pemeriksaan pap smear di Perumahan Rawa Indah Penajam Tabel 4.3 distribusi frekuensi jumlah anak wanita usia subur di Perumahan Rawa Indah Penajam jumlah anak frekuensi persen(%) (f) 1 15 37.5 2 20 50.0 3 5 12.5 Total 40 100.0 pengeta huan Kurang Cukup Baik Tabel 4.4 distribusi frekuensi pemeriksaan pap smear wanita usia suburdi Perumahan Rawa Indah Penajam Jumlah pemeriksaan frekuensi persen(%) pap smear (f) belum melakukan sudah melakukan Total 28 70.0 12 30.0PEMBAHASAN 40 sikap Total Negatif f % 1 82. 4 4% 4 30. 8% 0 0.0 % 1 45. 8 05 Positif f % 17. 3 6% 69. 9 2% 10 10 0% 55. 2 2 05 f 1 7 1 3 1 0 4 0 % 10 0% 10 0% 10 0% 10 0% uji statisti k 0.000 100.0Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan WUS dalam kategori kurang, dengan didukung dengan pendidikan responden sebagian besar adalah SMA dan pekerjaan WUS Tabel.4.5 Distribusi frekuensi sebagian besar adalah ibu rumah tangga. Selain itu sebagian berdasarkan tingkat pengetahuan besar responden juga belum melakukan pemeriksaan pap wanita usia subur terhadap smear, hal ini juga berkaitan dengan pengetahuan dari pemeriksaan pap smear di Perumahan responden. Pengetahuan sering berkaitan dengan pendidikan Rawa Indah Penajam seseorang, pendidikan yang tinggi mudah untuk mencari dan Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. 7, No.2, Otober 2023 menerima pengetahuan yang lebih luas dibanding mengubah sikap. Sikap dapat terbentuk karena adanya interaksi pendidikan yang rendah. Data yang didapatkan sosial yang dilakukan oleh individu (Azwar, 2010). Sikap sebagian besar pengetahuan dalam kategori jawaban adalah reaksi tertutup buka reaksi terbuka atau tingkah laku salah yakni pada indikator waktu pemeriksaan pap berbuka. (Notoatmodjo, 2012). Menurut Putri (2014) sikap smear dilakukan pada setiap tahun untuk wanita usia dapat menentukan seseorang ke arah lebih baik, dalam hasil > 35 tahun dan wanita yang menggunakan pil KB. penelitiannya sikap positif memunculkan perilaku yang baik WUS yang menggunakan pil KB dalam jangka untuk melakukan pemeriksaan pap smear. Upaya yang panjang dapat meningkatkan risiko infeksi HPV yang dilakukan dalam membentuk sikap dapat diwujudkan lewat dapat berkembang menjadi serviks, hal yang yang tenaga kesehatan untuk meningatkan pemberian informasi dan mengharuskan WUS yang menggunakan pil KB pemahaman terhadap pentingnya pap smear. Selain itu sikap disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap negatif dapat terjadi karena petugas kesehatan belum pernah smear.Hal tersebut didukung oleh teori (Budiman & memberikan pendidikan kesehatan tentang IVA, informasi Riyanto, 2013), faktor yang mempengaruhi yang kurang dapat mempengaruhi sikap responden(Nathalia, pengetahuan yakni pendidikan, dimana semakin tinggi 2020). Hasil penelitian senada (Samrotun, S., Ulfiana, E., & pendidikan seseorang maka akan makin cepat Damayanti, 2014) yang menyatakan bahwa sebagian besar menerima dan memahami sesuatu informasi sehingga sikap responden tentang pap smear positif, hal ini terjadi karena pengetahuan yang dimiliki makin tinggi pula. Namun adanya perans suami yang aktif dalam memberikan dukungan seseorang yang memiliki pendidikan rendah tidak , perhatian, dan motivasi selain itu peran tenaga kesehatan. berati mutlak berpenngetahuan rendah pula. selain itu hal ini juga didukung oleh (Ekowati, 2021) yang Peningkatan pengetahuan tidak mutlak diperolah dari menyatakan sikap yang mendukung, hal ini karena responden pendidikan formal akan tetapi diperoleh dari non seirus dalam mengikuti penyuluhan kesehatan. Hasil penelitian formal ( tiffany R. Putri, 2014). Pengetahuan yang didapatkan ada hubungan pengetahuan dengan sikap wanita tepat dapat membentuk perilaku dan sikap yang usia subur pada pemeriksaan pap smear di Perumahan Rawa bertahan lama dan berkelanjutan karena memperoleh Indah Penajam. Pengetahun responden yang kurang sebagian keuntungan dari perilaku yang diwujudkan, dan jika besar memiliki sikap negatif dan pengetahuan cukup sebagian perilaku tidak didasari oleh pengetahuan maka akan besar memiliki sikap postif, dan semua responden tidak berlangsung lama (Ridarti, 2015). Waktu tepat berpengetahuan baik memiliki sikap positif. Hal menarik untuk melakukan pap smear yakni usia yang lebih dari didapatkan bahwa 3 responden memiliki pengetahuan kurang 35 tahun dan yang menggunakan pil KB diharuskan namun memiliki sikap yang positif, kemungkin terdapat faktor setiap tahun(Sukaca, 2009). Penelitian ini sejalan yang mendukung seperti media masa, dalam masa digital ini dengan hasil (Rohimah, 2019) yang menyatakan tidak menutup kemungkinan bahwa ibu yang bekerja dirumah pengetahuan WUS tentang pap smear dalam kategori lebih banyak mengakses informasi di internet dibanding ibu kurang dimana sebagian besar responden yang bekerja diluar rumah. Pengetahuan rendah dan sikap berpendidikan SMA. Selain itu juga didukung pada negatif ini maka petugas kesehatan setempat harus melakukan penelitian (Sari, 2020) yang menyatakan pengetahuan perubahan dengan memberikan pendidikan kesehatan dalam responden mengenai pemeriksaan pap smear dalam rangka memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam kategori rendah. Hasil penelitian didapatkan sikap melakukan pencegahan dini kanker serviks melalui WUS sebagian besar positif yang berarti respon WUS pemeriksaan pap smear. Pengetahuan berpengaruh pada pola baik dalam menanggapi kesehatan reproduksinya. pikir, seseorang yang memiliki pengetahuan baik maka akan Sikap seseorang dapat berkaitan dengan faktor ada keinginan untuk bersikap dalam melakukan pap smear emosional yang ditunjukkan pada indikator kognitif (Oktavyany, 2015). Pengetahuan seseorang mempengaruhi dimana sebagian besar setuju jika mendapatkan perilaku individu namun pengetahuan tinggi tidak menjamin infromasi tentang adanya pemeriksaan pap semar dari membuat seseorang mau sadar untuk melakukan pemeriksaan tenaga kesehatan akan segera melakukan pap smear (Batu, 2020). Menurut penelitian Nawangwulan pemeriksaan. Responden memiliki keingian (2021) menjelaskan bahwa pengetahuan yang dimiliki wanita meningkatkan perilakunya menjadi baik jika ada usia subur terhadap pemeriksaan pap smear secara tidak stimulus dari eksternal yang mendorong, hal yang langsung akan mempengaruhi dalam melakukan pencegahan dimaksud adalah dorongan dari petugas kesehatan. kanker serviks, karena pengetahuan dapat menimbulkan Pendidikan dan pekerjaan tidak terdapat kaitan dengan kesadaran dan melakukan tindakan untuk mengantisipasi sikap pemeriksaan pap smear, karena dalam hal ini adanya kanker serviks, selain itu pengetahuan yang rendah pendidikan rendah dan tinggi memiliki sikap dapat menyebabkan tidak terdeteksinya secara dini kanker kecenderung positif. Salah faktor yang mempengaruhi serviks. Hasil penelitian ini senada penelitian (Aziza, 2017) sikap adalah oranglain yang dianggap penting,dalam yang menyatakan ada hubungan pengetahuan, sikap dengan hal ini berarti peran perawat atau tenaga kesehatan pemeriksanan pap smear, dimana tinggi rendahnya dapat membantu meningkatkan sikap yang baik pengetahuan akan mempenagruhi seseorang dalam bersikap responden jika perawat atau tenaga kesehatan dan mengambil keputusan. Selain itu penelitian ini didukung memberikan suatu stimulus. Hal ini didukung oleh oleh Asmin (2020) yang menyatakan bahwa tingkat teori (Wawan, A dan Dewi, 2012) yang menjelaskna pengetahuan dan sikap berpengaruh terhadap minat WUS bahwa oranglain yang dianggap penting dapat Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. 7, No.2, Otober 2023 melakukan pemeriksaan IVA, dimana pengetahuan Bertiani S. (2009). Cara Cerdas Menghadapi Kanker Serviks (Leher Rahim). yogyakarta: Genius Printika. dan sikap rendah dapat menurunkan minat BKKBN. (2008). Depkes RI. Survei Kesehatan Reproduksi. pemeriksaan IVA. Remaja 2007. Jakarta: BPS. Budiman, & & Riyanto, A. (2013). Kapita Selekta Kuesioner KESIMPULAN Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika Dahlan. Setelah dilakukan penyajian informasi dan Damiati, dkk. (2017). Perilaku Konsumen. Depok: Rajawali pembahasan, maka penelitian ini dapat ditarik Pers. kesimpulannya yaitu Diananda, R. (2008). Mengenal Seluk Beluk Kanker. Jakarta. tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang Retrieved from Katahati pemeriksaan pap smear di Perumahan Rawa Indah dinas kesehatan provinsi kalimantan timur. (2020). Profil Penajam sebagian besar dalam kategori kurang, sikap keseahtan 2019. Kalimantan Timur. wanita usia subur tentang pemeriksaan pap smear di Ekowati, K. U. (2021). Hubungan Tingkat Pengetahuan Perumahan Rawa Indah Penajam sebagian besar dengan Sikap Pegawai Wanita tentang Pemeriksaan IVA di dalam kategori positif Ada hubungan tingkat Puskesmas Kecamatan Pekuncen. Seminar Nasional pengetahuan dengan sikap wanita usia subur pada Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM), pemeriksaan pap smear di Perumahan Rawa Indah 90–97. Penajam. Saran Bagi responden. Diharapkan wanita Emillia, O. (2010). Bebas Ancaman Kanker Serviks. usia subur melakukan pemeriksaan pap smear bagi yogyakarta: Media Presindo. usia 21-29 tahun melakukan pemeriksaan 1 atau tiap 2 Epiphania, J. (2017). GAMBARAN PENGETAHUAN tahun sekali, dan lebih dari 30 tahun melakukan 2-3 WANITA USIA SUBUR TENTANG PENTINGNYA PAP tahun sekali jika hasil 3 kali test normal, bagi praktik SMEAR DI PUSKESMAS BERU TAHUN 2016. Jurnal pelayanan kesehatan yaitu petugas kesehatan dapat Ilmiah Media Bidan, 2(1). melakukan program khusus atau memberikan GLOBOCAN. (2020). The Global Cancer Observatory : All pendidikan kesehatan secara berkala mengenai Cancer. kesehatan reproduksi, bagi Peneliti selanjutnya dapat Hateriah. (2018). Hubungan Sikap Dan Lingkungan Sosial meneliti mengenai faktor yang berkaitan dengan WUS Dengan Pemeriksaan IVA Di PUSKESMAS Pekauman pengetahuan dan sikap seperti peran petugas Banjarmasin. Dinamika Kesehatan, 9(1). kesehatan dalam hubungannya mengenai pemeriksaan Hidayat, A. A. . (2009). Pengantar Kebutuhan dasar manusia: pap smear. aplikasi konsep dan proses keperwatan. Jakarata: Salemba Medika. DAFTAR PUSTAKA Kartikoputro, Y. H. (2016). HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP WANITA USIA American cancer society. (2009). Breast Cancer Facts SUBUR DALAM MELAKUKAN PAP SMEAR DI & Figures 2009. Atlanta: American Cancer Society, UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA Inc. YOGYAKARTA. universitas kriten duta wacana yogyakarta. Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Kusumaningrum, A. R. (2017). HUBUNGAN TINGKAT Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. PENGETAHUAN TENTANG KANKER SERVIKS Arindi, L. C. (2018). hubungan sikap dan motivasi DENGAN SIKAP TERHADAP PEMERIKSAAN PAP wanita pasangan usia subur dengan pemeriksaan PAP SMEAR PADA WUS DI DUSUN PANCURAN BANTUL Smear. sekolah tinggi ilmu kesehatan isan cendekia TAHUN 2017. Jurnal Teknologi Kesehatan, 13(2). medika. Lestadi, J. (2009). Sitologi Pap Smear alat Pencegahan dan Artiningsih. (2011). hubungan antara pengetahuan Deteksi Dini. Kanker Leher Rahim. Jakarta: EGC. dan sikap wanita usia subur dengan pemeriksaan IVA Mansur, herawati. (2009). Psikologi Ibu & Anak untuk dalam rangka dekteksi dini kanker serviks. program Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika. pascasarjana universitas sebelas maret surakarta. Mubarak, W. (2011). Promosi Kesehatan untuk Kebidanan. Asmin, E. (2020). TINGKAT PENGETAHUAN Jakarta: Salemba Medika. DAN SIKAP WUS TERHADAP MINAT Nasution, N. Q. A. (2020). hubungan antara tingkat PEMERIKSAAN IVA DI PUSKESMAS CH. M. pendidikan dan pengetahuan ibu rumah tangga dengan TIAHAHU. Syifa’ MEDIKA, 11(1). keikutsertaan dalam pemeriksaan PAP smear di keluarga Aziza, N. (2017). HUBUNGAN PENGETAHUAN binaan kesehatan FK UMSU angkatan 2017. universitas DAN SIKAP DENGAN PEMERIKSAAN muhammadiyah sumatera utara medan. PAPSMEAR PADA PEKERJA SEKS KOMERSIAL Nathalia, I. K. (2020). HUBUNGAN PENGETAHUAN DI LOKALISASI KOTA BANDAR LAMPUNG. DENGAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TENTANG Jurnal Keperawatan, 13(1). MANFAAT IVA TEST UNTUK DETEKSI DINI KANKER Azwar, S. (2010). Sikap Manusia: Teori dan SERVIKS DI PUSKESMAS SOREANG. JURNAL ILMIAH Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. BIDAN, 5(2). Azwar, S. (2013). Sikap Manusia: Teori dan Nawangwulan, K. (2021). Pengetahuan dan Sikap Wanita Pengukurannya. In Sikap Manusia: Teori dan Usia Subur Terhadap Perilaku Pemeriksaan Pap Smear. Pengukurannya. Journal Health and Science ; Gorontalo Journal Health & Bagus dan Didik. (2017). Enam Penderita Kanker Science Community, 5(1). Serviks Ditemukan di Penajam. Antara Kaltim. Notoatmodjo., S. (2018). metodologi penelitian kesehatan. Batu, R. L. (2020). HUBUNGAN PENGETAHUAN Jakarta: Rineka Cipta. DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR DALAM Notoatmodjo. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarata: PT MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER Rineka Cipta. SERVIK. Indonesian Trust Health Journal, 3(2). Patria Artha Journal of Nursing Science. Vol. 7, No.2, Otober 2023 Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan PUSKESMAS Pekauman Banjarmasin’, Dinamika Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Kesehatan, 9(1). Notoatmodjo, S. (2018). metodologi penelitian Kartikoputro, Y. H. (2016) HUBUNGAN TINGKAT kesehatan. jakarta: rineka cipta. PENGETAHUAN DENGAN SIKAP WANITA USIA SUBUR Oktavyany, S. (2015). HUBUNGAN TINGKAT DALAM MELAKUKAN PAP SMEAR DI UNIVERSITAS PENGETAHUAN TENTANG KANKER SERVIKS KRISTEN DUTA WACANA YOGYAKARTA, universitas kriten DENGAN SIKAP TERHADAPPEMERIKSAAN duta wacana yogyakarta. PAPSMEAR PADA PUS DI PUSKESMAS Kusumaningrum, A. R. (2017) ‘HUBUNGAN TINGKAT SEMANU GUNUNGKIDUL. JURNAL PERMATA PENGETAHUAN TENTANG KANKER SERVIKS INDONESIA, 6(2). DENGAN SIKAP TERHADAP PEMERIKSAAN PAP Putri, tiffany R. (2014). gambaran pengetahuan dan SMEAR PADA WUS DI DUSUN PANCURAN BANTUL sikap ibu terhadap paArindi, L. C. (2018) hubungan TAHUN 2017’, Jurnal Teknologi Kesehatan, 13(2). sikap dan motivasi wanita pasangan usia subur Nathalia, I. K. (2020) ‘HUBUNGAN PENGETAHUAN dengan pemeriksaan PAP Smear, sekolah tinggi ilmu DENGAN SIKAP WANITA USIA SUBUR TENTANG kesehatan isan cendekia medika. MANFAAT IVA TEST UNTUK DETEKSI DINI KANKER Artiningsih (2011) hubungan antara pengetahuan SERVIKS DI PUSKESMAS SOREANG’, JURNAL ILMIAH dan sikap wanita usia subur dengan pemeriksaan BIDAN, 5(2). IVA dalam rangka dekteksi dini kanker serviks, Nawangwulan, K. (2021) ‘Pengetahuan dan Sikap Wanita program pascasarjana universitas sebelas maret Usia Subur Terhadap Perilaku Pemeriksaan Pap Smear’, surakarta. Journal health and Science ; Gorontalo journal health & Asmin, E. (2020) ‘TINGKAT PENGETAHUAN Science Community, 5(1). DAN SIKAP WUS TERHADAP MINAT Notoatmodjo, S. (2012) Promosi Kesehatan dan Perilaku PEMERIKSAAN IVA DI PUSKESMAS CH. M. Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta. TIAHAHU’, Syifa’ MEDIKA, 11(1). Oktavyany, S. (2015) ‘HUBUNGAN TINGKAT Aziza, N. (2017) ‘HUBUNGAN PENGETAHUAN PENGETAHUAN TENTANG KANKER SERVIKS DAN SIKAP DENGAN PEMERIKSAAN DENGAN SIKAP TERHADAPPEMERIKSAAN PAPSMEAR PADA PEKERJA SEKS KOMERSIAL PAPSMEAR PADA PUS DI PUSKESMAS SEMANU DI LOKALISASI KOTA BANDAR LAMPUNG’, GUNUNGKIDUL’, JURNAL PERMATA INDONESIA, 6(2). Jurnal Keperawatan, 13(1). Putri, tiffany R. (2014) gambaran pengetahuan dan sikap ibu Azwar, S. (2010) Sikap Manusia: Teori dan terhadap pa smear di puskesmas ketan lembang, univeritas Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. muhammadiyah palembang. Bagus dan Didik (2017) ‘Enam Penderita Kanker Putri, T. R. (2014) ‘gambaran pengetahuan dan sikao ibu Serviks Ditemukan di Penajam’, antara kaltim. terhadap pap smear di puskesmas kenten palembang’, Batu, R. L. (2020) ‘HUBUNGAN PENGETAHUAN universitas muhammadiyah palembang. DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR DALAM Retnaningtyas, E. (2018) ‘HUBUNGAN PENGETAHUAN MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER DAN SIKAP DENGAN PEMERIKSAAN PAP SMEAR SERVIK’, Indonesian Trust Health Journal, 3(2). PADA PASANGAN USIA SUBUR (PUS) DI DESA JOHO Budiman and & Riyanto, A. (2013) Kapita Selekta KECAMATAN WATES KABUPATEN KEDIRI’, Journal Kuesioner Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian for Quality in Women’s Health, 1(1). Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika Dahlan. Ridarti, G. (2015) ‘GAMBARAN PENGETAHUAN DAN dinas kesehatan provinsi kalimantan timur (2020) DUKUNGAN SUAMI TENTANG PEMERIKSAAN PAP Profil keseahtan 2019. kalimantan timur. SMEAR PADA PASANGAN USIA SUBUR DI DESA Ekowati, K. U. (2021) ‘Hubungan Tingkat SUNGAI CEMARA KECAMATAN SADU KABUPATEN Pengetahuan dengan Sikap Pegawai Wanita tentang TANJUNG JABUNG TIMUR TAHUN 2014’, SCIENTIA Pemeriksaan IVA di Puskesmas Kecamatan JOURNAL, 4(1). Pekuncen’, Seminar Nasional Penelitian dan Rohimah (2019) ‘Gambaran Pengetahuan WUS Tentang Pap Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM), pp. 90– Smear di Bidan Nurul Intan s, Amd.Keb Kabupaten 97. Pamekasan’, Ovary Midwifery Journal, 1(1). Epiphania, J. (2017) ‘GAMBARAN Samadi, H. P. (2011) Yes, i know everything about kanker PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR serviks! Solo: PT Tiga. TENTANG PENTINGNYA PAP SMEAR DI Samrotun, S., Ulfiana, E., & Damayanti, F. N. (2014) PUSKESMAS BERU TAHUN 2016’, Jurnal Ilmiah ‘GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA Media Bidan, 2(1). USIA SUBUR MENGENAI DETEKSI DINI KANKER GLOBOCAN (2020) The Global Cancer LEHER RAHIM DENGAN PAP SMEAR DI KELURAHAN Observatory : All Cancer. MANGUNHARJO KOTA SEMARANG’, Jurnal Kebidanan, Hateriah (2018) ‘Hubungan Sikap Dan Lingkungan 3(2), pp. 8–11. Sosial WUS Dengan Pemeriksaan IVA Di