JPAP 10 . ISSN (Ceta. : 2548-6233. ISSN (Onlin. : 2548-6241 Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan https://jurnalpasca. id/index. php/jpap/index Pengaruh Manajemen Sarana dan Prasarana terhadap Mutu Pembelajaran pada Madrasah Tsanawiyah Zahira Fitriyatunnisa1*. Dadan F. Ramdhan1. SyamAoiyah1 Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Bandung. Indonesia. *Corresponding Author: Zahira Fitriyatunnisa. Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Bandung. Indonesia. zahirafitriyatunnisa234@gmail. DOI: 10. 29303/jpap. A 2026 The Authors. This open access article is distributed under a (CC-BY Licens. Abstrak: Manajemen sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor yang mendukung terciptanya mutu pembelajaran di lembaga pendidikan. Pengelolaan sarana dan prasarana yang dilakukan secara efektif dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menunjang pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen sarana dan prasarana, mendeskripsikan mutu pembelajaran, serta menganalisis pengaruh manajemen sarana dan prasarana terhadap mutu pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh sehingga seluruh guru dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta regresi linear sederhana dengan bantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sarana dan prasarana berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 4,52, sedangkan mutu pembelajaran berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 4,61. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa manajemen sarana dan prasarana berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pembelajaran (Sig. = 0,001 < 0,. dengan koefisien determinasi sebesar 49,0%. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana yang efektif berkontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran. Kata Kunci: Manajemen Sarana dan Prasarana. Mutu Pembelajaran. Manajemen Pendidikan. Pendahuluan Pendidikan merupakan proses yang bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kemampuan intelektual, spiritual, sosial, dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi perkembangan zaman. Melalui pendidikan, peserta didik dipersiapkan menjadi sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pendidik dan kurikulum, tetapi juga dipengaruhi oleh ketersediaan serta pengelolaan berbagai sumber daya pendidikan. Salah satu sumber daya yang memiliki peran penting adalah sarana dan berlangsungnya proses pembelajaran. Sarana dan prasarana yang dikelola secara efektif mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal (Wardana & Djamaluddin, 2. Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Mutu pembelajaran menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan penyelenggaraan pendidikan karena mencerminkan efektivitas proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan pembelajaran (Suranto et al. , 2. Pembelajaran yang bermutu ditandai dengan tercapainya kompetensi peserta didik melalui proses yang efektif, efisien, menarik, dan berorientasi pada kebutuhan belajar peserta didik (Datulinggi. Limbong, dan Sunaryo, 2. Oleh karena itu, setiap satuan pendidikan dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran secara Upaya tersebut memerlukan dukungan dari seluruh komponen pendidikan agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal (Nasution, ___________ Sitasi: Fitriyatunnisa. Ramdhani. , & SyamAoiyah. Pengaruh Manajemen Sarana dan Prasarana terhadap Mutu Pembelajaran pada Madrasah Tsanawiyah. (JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan, 10. , 327Ae333. https://doi. org/10. 29303/jpap. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Mutu pembelajaran dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, baik faktor internal maupun eksternal sekolah (Nitbani et al. , 2. Faktor internal meliputi kompetensi guru, kepemimpinan kepala sekolah, kurikulum, dan budaya organisasi Sementara itu, faktor eksternal mencakup lingkungan belajar, dukungan masyarakat, serta ketersediaan dan pengelolaan sarana serta prasarana pendidikan (Abdillah & Sediono, 2. Di antara berbagai faktor tersebut, sarana dan prasarana memiliki peran penting karena menjadi fasilitas utama yang menunjang aktivitas belajar mengajar. Ketersediaan fasilitas yang memadai memungkinkan guru melaksanakan pembelajaran secara lebih efektif dan peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih optimal (Hidayat, 2. Sarana dan prasarana merupakan komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan yang pembelajaran secara efektif (Ainiyah dan Husnaini Ketersediaan fasilitas yang memadai tidak akan memberikan dampak optimal apabila tidak disertai dengan pengelolaan yang baik. Oleh karena itu, manajemen sarana dan prasarana menjadi aspek strategis yang meliputi kegiatan perencanaan, pengadaan, penyimpanan, inventarisasi, pemeliharaan, dan penghapusan fasilitas pendidikan. Pengelolaan yang efektif memungkinkan seluruh sumber daya dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Kondisi tersebut akan berdampak pada meningkatnya kualitas layanan pendidikan secara keseluruhan (Makarau et al. , 2. Manajemen sarana dan prasarana merupakan proses yang dilaksanakan secara sistematis agar seluruh fasilitas pendidikan dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya. Setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga penghapusan, memiliki peran yang sama penting dalam menjaga keberlangsungan proses pembelajaran (Nadia & Effane, 2. Pengelolaan yang baik akan memastikan setiap fasilitas selalu tersedia, layak digunakan, dan mendukung kegiatan belajar Sebaliknya, pengelolaan yang kurang efektif pemborosan anggaran, serta menurunkan kualitas Oleh karena itu, penerapan manajemen sarana dan prasarana yang baik menjadi salah satu Pendidikan (Andreyanto et al. , 2. Pengelolaan yang baik akan memastikan setiap fasilitas dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. Sebaliknya, pengelolaan yang kurang efektif berpotensi menghambat proses Juli 2026. Volume 10. Nomor 2, 327-333 pembelajaran karena keterbatasan fasilitas maupun rendahnya kualitas pemanfaatan sarana yang tersedia. Pentingnya pengelolaan sarana dan prasarana juga ditegaskan dalam Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2023 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menetapkan standar sarana dan prasarana sebagai salah satu komponen yang harus dipenuhi oleh setiap satuan pendidikan untuk menjamin mutu pembelajaran (Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi, 2. Selain itu. Permendikbudristek Nomor 40 Tahun 2021 menekankan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana harus dilaksanakan secara berkelanjutan pemanfaatan, pemeliharaan, dan pengawasan agar proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa manajemen sarana dan prasarana memiliki Ketersediaan fasilitas yang memadai mendukung penggunaan media pembelajaran, serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Meskipun demikian, sebagian besar penelitian sebelumnya masih berfokus pada aspek ketersediaan fasilitas, sedangkan kajian mengenai manajemen sarana dan prasarana secara menyeluruh yang meliputi perencanaan, pengadaan, penyimpanan, inventarisasi, pemeliharaan, dan penghapusan masih relatif terbatas, khususnya pada konteks madrasah. Meskipun demikian, sebagian besar penelitian terdahulu masih berfokus pada aspek ketersediaan fasilitas atau hanya mengkaji sebagian fungsi manajemen sarana dan prasarana. Penelitian yang menganalisis secara komprehensif seluruh fungsi manajemen, mulai dari perencanaan, pengadaan, penyimpanan, inventarisasi, pemeliharaan, hingga penghapusan, kemudian menghubungkannya dengan mutu pembelajaran masih relatif terbatas, khususnya pada satuan pendidikan madrasah. Selain itu, masih sedikit penelitian yang mengukur mutu pembelajaran melalui indikator kesesuaian, daya tarik, efektivitas, efisiensi, dan produktivitas secara bersamaan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan penelitian . esearch ga. yang perlu dikaji lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan bukti empiris mengenai hubungan antara manajemen sarana dan prasarana dengan mutu pembelajaran secara lebih Hasil observasi awal di MTsN 2 Kota Bandung menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa kendala Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan dalam pengelolaan sarana dan prasarana, seperti belum meratanya kualitas fasilitas pembelajaran, pemeliharaan yang belum dilakukan secara optimal, serta keterbatasan pemanfaatan media pembelajaran pada beberapa kelas. Kondisi tersebut berdampak pada terciptanya lingkungan belajar yang belum sepenuhnya kondusif sehingga berpotensi memengaruhi efektivitas dan mutu pembelajaran. Di sisi lain, mutu pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh hasil belajar peserta didik, tetapi juga oleh kesesuaian proses pembelajaran, daya produktivitas penyelenggaraan pembelajaran. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini memiliki kebaruan pada pengkajian manajemen sarana dan prasarana secara komprehensif sebagai variabel yang memengaruhi mutu pembelajaran pada madrasah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui menganalisis pengaruh manajemen sarana dan prasarana terhadap mutu pembelajaran di MTsN 2 Kota Bandung. Hasil manajemen pendidikan, khususnya dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran melalui pengelolaan sarana dan prasarana yang efektif dan berkelanjutan. Metode Penelitian kuantitatif dengan metode ex post facto untuk menganalisis pengaruh manajemen sarana dan prasarana terhadap mutu pembelajaran berdasarkan kondisi yang telah terjadi tanpa memberikan perlakuan terhadap variabel penelitian. Penelitian dilaksanakan di MTsN 2 Kota Bandung. Populasi penelitian berjumlah 53 guru, sedangkan sampel ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh, sehingga seluruh anggota populasi dijadikan responden penelitian. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah manajemen sarana dan prasarana (X) yang meliputi indikator perencanaan, pengadaan, penyimpanan, inventarisasi, pemeliharaan, dan penghapusan. Adapun variabel terikat adalah mutu pembelajaran (Y) yang diukur melalui indikator kesesuaian, daya tarik, efektivitas, efisiensi, dan Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert lima pilihan jawaban yang disusun masing-masing Sebelum digunakan, instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan bahwa setiap butir pernyataan layak Juli 2026. Volume 10. Nomor 2, 327-333 digunakan sebagai alat pengumpul data. Selain kuesioner, observasi dan dokumentasi digunakan sebagai teknik pendukung untuk memperoleh informasi mengenai kondisi sarana dan prasarana di lokasi penelitian. Analisis data dilakukan secara bertahap menggunakan IBM SPSS, meliputi analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan kondisi masingmasing variabel, uji prasyarat analisis yang terdiri atas uji normalitas dan uji linearitas, serta uji hipotesis menggunakan regresi linear sederhana. Uji t digunakan untuk mengetahui signifikansi pengaruh manajemen sarana dan prasarana terhadap mutu pembelajaran, sedangkan koefisien determinasi (R Squar. digunakan untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel manajemen sarana dan prasarana terhadap mutu Hasil dan Pembahasan Hasil Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa manajemen sarana dan prasarana di MTs Negeri 2 Kota Bandung memperoleh nilai rata-rata keseluruhan sebesar 4,54 dengan kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana telah dilaksanakan dengan baik melalui tahapan perencanaan, pengadaan, penyimpanan, inventarisasi, pemeliharaan, dan penghapusan sehingga mampu mendukung penyelenggaraan proses pembelajaran di Tabel 1. Hasil Interpretasi Data Variabel Manajemen Sarana dan Prasarana No Indikator Perencanaan Pengadaan Penyimpanan Inventarisasi Pemeliharaan Penghapusan Nilai rata-rata keseluruhan Mean 4,67 4,40 4,51 4,55 4,50 4,60 4,54 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Berdasarkan Tabel 1, indikator perencanaan memperoleh nilai rata-rata tertinggi sebesar 4,67 dengan kategori sangat tinggi, sedangkan indikator pengadaan memperoleh nilai rata-rata terendah sebesar 4,40 dengan kategori tinggi. Indikator penyimpanan, inventarisasi, pemeliharaan, dan penghapusan masingmasing memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,51, 4,55, 4,50, dan 4,60, yang berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Secara umum, seluruh indikator Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Juli 2026. Volume 10. Nomor 2, 327-333 menunjukkan bahwa setiap tahapan manajemen sarana dan prasarana telah dilaksanakan dengan baik. Kemudian Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mutu pembelajaran di MTs Negeri 2 Kota Bandung memperoleh nilai rata-rata keseluruhan sebesar 4,61 dengan kategori sangat tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran telah berlangsung secara optimal berdasarkan indikator kesesuaian, daya tarik, efektivitas, efisiensi, dan Tingginya capaian pada setiap indikator menunjukkan bahwa proses pembelajaran telah dilaksanakan secara efektif sehingga mampu mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Tabel 2. Hasil Interpretasi Data Variabel Mutu Pembelajaran No Indikator Kesesuaian Daya Tarik Efektivitas Efisiensi Produktivitas Nilai rata-rata keseluruhan Mean 4,61 4,58 4,60 4,61 4,62 4,60 Kategori Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Berdasarkan Tabel 2, indikator produktivitas memperoleh nilai rata-rata tertinggi sebesar 4,62 dengan kategori sangat tinggi, sedangkan indikator daya tarik memperoleh nilai rata-rata terendah sebesar 4,58 dengan kategori tinggi. Indikator kesesuaian, efektivitas, dan efisiensi masing-masing memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,61, 4,60, dan 4,61, yang seluruhnya berada pada kategori sangat tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa seluruh indikator mutu pembelajaran telah terlaksana dengan baik dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Pembahasan Manajemen Sarana dan Prasarana di MTsN 2 Kota Bandung Indikator perencanaan memperoleh nilai rata-rata tertinggi yaitu 4,61. Hasil ini menunjukkan bahwa penyusunan kebutuhan sarana dan prasarana telah dilakukan melalui identifikasi kebutuhan, penentuan skala prioritas, serta penyesuaian dengan program kerja Perencanaan yang baik memudahkan sekolah dalam menentukan jenis fasilitas yang dibutuhkan dan mengalokasikan sumber daya secara Dengan demikian, kegiatan pengelolaan pada tahap berikutnya dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan efisien. Temuan ini sejalan dengan (Fauzan & Afandi, 2. yang menyatakan bahwa perencanaan merupakan tahap awal yang menentukan keberhasilan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Indikator pengadaan memperoleh nilai rata-rata 4,40 dengan kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa proses pengadaan fasilitas telah disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, meskipun masih diperlukan peningkatan agar seluruh kebutuhan pembelajaran dapat terpenuhi secara optimal. Meskipun memperoleh nilai rata-rata paling rendah dibandingkan indikator lainnya, pengadaan tetap berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa proses pengadaan fasilitas telah dilaksanakan sesuai kebutuhan pembelajaran, meskipun masih terdapat beberapa kebutuhan yang belum dapat dipenuhi secara optimal. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh keterbatasan anggaran, prioritas pengadaan, maupun penyesuaian terhadap kebijakan Oleh karena itu, evaluasi kebutuhan secara berkala menjadi penting agar pengadaan sarana dan prasarana dapat mengikuti perkembangan proses Hasil ini mendukung penelitian Makarau et al. yang menyatakan bahwa keberhasilan pengadaan sarana dan prasarana sangat dipengaruhi oleh perencanaan kebutuhan dan ketersediaan sumber Indikator penyimpanan memperoleh nilai ratarata 4,51 dengan kategori sangat tinggi. Indikator penyimpanan berada pada kategori tinggi, yang menunjukkan bahwa sarana dan prasarana telah disimpan sesuai prosedur sehingga keamanan dan kondisi fasilitas tetap terjaga. Pengelolaan penyimpanan yang baik memudahkan pendidik maupun tenaga kependidikan dalam mengakses fasilitas ketika Selain itu, penyimpanan yang tertata juga dapat mengurangi risiko kerusakan maupun kehilangan aset sehingga masa pakai sarana dan prasarana menjadi lebih panjang. Indikator inventarisasi memperoleh nilai rata-rata 4,55 dengan kategori tinggi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa inventarisasi berada pada kategori Hal ini mengindikasikan bahwa pencatatan dan pendataan aset telah dilakukan secara tertib sehingga penggunaan, kondisi, dan jumlah fasilitas yang dimiliki. Inventarisasi yang akurat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan terkait pemeliharaan maupun pengadaan sarana dan prasarana. Temuan ini sejalan dengan (Kartika & Arifudin, 2. yang menjelaskan bahwa inventarisasi merupakan bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan aset pendidikan yang efektif dan akuntabel. Indikator pemeliharaan memperoleh nilai ratarata 4,50 dengan kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa madrasah telah melaksanakan pemeliharaan fasilitas secara rutin sehingga sarana dan Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan prasarana tetap berada dalam kondisi layak pakai. Pemeliharaan yang dilakukan secara berkala mampu mengurangi risiko kerusakan, memperpanjang usia pakai fasilitas, dan menjaga keberlangsungan proses Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung tanpa terganggu oleh keterbatasan fasilitas. Indikator penghapusan memperoleh nilai ratarata 4,60 dengan kategori sangat tinggi. Hal tersebut mengindikasikan bahwa barang yang sudah tidak layak digunakan telah dihapus sesuai dengan prosedur yang Penghapusan aset yang dilakukan secara tepat membantu sekolah mengurangi penumpukan barang yang tidak produktif, meningkatkan efisiensi pengelolaan aset, serta memberikan ruang bagi penyediaan fasilitas baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Temuan ini mendukung hasil penelitian (Farkhanudin, 2. yang menyatakan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana yang dilakukan secara menyeluruh akan meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana di MTsN 2 Kota Bandung telah dilaksanakan secara sistematis mulai dari tahap perencanaan hingga penghapusan. Pengelolaan yang baik tersebut mendukung tersedianya fasilitas yang layak sehingga mampu menunjang pelaksanaan pembelajaran secara efektif. Kondisi ini sejalan dengan pendapat (Basirun. Ajepri, & Anwar, 2. yang menyatakan bahwa manajemen sarana dan prasarana merupakan serangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan, pengadaan, inventarisasi, pemeliharaan, hingga penghapusan fasilitas pendidikan agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif. Hasil penelitian ini juga mendukung temuan (Farkhanudin, 2. bahwa pengelolaan sarana dan prasarana yang baik akan meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Mutu Pembelajaran di MTsN 2 Kota Bandung Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pembelajaran berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 4,60. Temuan ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran telah dilaksanakan dengan baik berdasarkan aspek kesesuaian, daya tarik, efektivitas, efisiensi, dan Tingginya capaian pada setiap indikator menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman belajar yang mendukung pencapaian kompetensi peserta didik secara optimal. Juli 2026. Volume 10. Nomor 2, 327-333 Indikator kesesuaian memperoleh nilai rata-rata 4,61 dengan kategori Sangat Tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran telah disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta kurikulum yang berlaku. Kesesuaian antara tujuan, materi, metode, dan evaluasi pembelajaran merupakan salah satu syarat terciptanya pembelajaran yang berkualitas. Apabila seluruh komponen tersebut saling mendukung, proses pembelajaran akan lebih terarah sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif. Temuan ini sejalan dengan pendapat (Andayani. Sari, dan Nuryanto 2. yang menyatakan bahwa pembelajaran yang berkualitas harus dirancang sesuai dengan tujuan pendidikan dan kebutuhan peserta didik. Indikator daya tarik memperoleh nilai rata-rata 4,58 dengan kategori Tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa guru telah mampu menciptakan pembelajaran yang menarik melalui penggunaan metode, media, dan strategi pembelajaran yang Pembelajaran meningkatkan perhatian, motivasi, dan partisipasi aktif peserta didik selama proses belajar berlangsung. Meskipun demikian, indikator ini memperoleh nilai rata-rata paling rendah dibandingkan indikator lainnya sehingga masih diperlukan inovasi dalam penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi maupun pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Nasution, 2. yang menyatakan bahwa variasi metode dan media pembelajaran berpengaruh terhadap minat belajar peserta didik. Indikator efektivitas memperoleh nilai rata-rata 4,60 dengan kategori Sangat Tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran telah mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan strategi pembelajaran yang tepat, pengelolaan kelas yang baik, serta penggunaan sarana pembelajaran secara optimal. Efektivitas pembelajaran tidak hanya diukur dari penyampaian materi, tetapi juga dari tingkat keberhasilan peserta didik dalam memahami dan menguasai kompetensi yang diajarkan. Temuan ini mendukung pendapat (Uno, 2. yang menjelaskan bahwa efektivitas pembelajaran ditentukan oleh kemampuan guru dalam mengelola seluruh komponen pembelajaran secara terpadu. Indikator efisiensi memperoleh nilai rata-rata 4,61 dengan kategori Sangat Tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa proses pembelajaran telah dilaksanakan dengan memanfaatkan waktu, tenaga, biaya, dan sumber daya secara optimal. Efisiensi dalam pembelajaran memungkinkan seluruh kegiatan belajar Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan mengajar berlangsung tanpa pemborosan sumber daya, namun tetap mampu mencapai tujuan yang telah Pengelolaan pembelajaran yang efisien memberikan manfaat bagi guru maupun peserta didik karena proses belajar menjadi lebih terarah dan Indikator produktivitas memperoleh nilai ratarata 4,62 dengan kategori Sangat Tinggi. emuan ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran mampu menghasilkan capaian belajar sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Produktivitas pembelajaran tercermin dari keberhasilan peserta didik dalam mencapai kompetensi, meningkatnya kualitas hasil belajar, serta kemampuan guru dalam mengelola Hasil menunjukkan bahwa seluruh komponen pembelajaran telah berfungsi secara sinergis dalam mendukung pencapaian hasil belajar. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pembelajaran di MTsN 2 Kota Bandung telah terlaksana dengan sangat baik pada seluruh Tingginya capaian setiap indikator menunjukkan bahwa proses pembelajaran telah berlangsung secara efektif, efisien, dan berorientasi pada pencapaian hasil belajar peserta didik. Temuan ini sejalan dengan pendapat (Uno, 2. yang menyatakan bahwa kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh keterpaduan antara pendidik, peserta didik, strategi pembelajaran, serta ketersediaan sumber belajar yang Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa mutu pembelajaran yang tinggi menjadi indikator bahwa penyelenggaraan pendidikan di madrasah telah berjalan secara efektif. Kondisi tersebut memberikan pembelajaran perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pengembangan kompetensi guru, inovasi pembelajaran, optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana, serta evaluasi proses pembelajaran secara Dengan demikian, mutu pembelajaran dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan secara Pengaruh Manajemen Sarana dan Prasarana terhadap Mutu Pembelajaran di MTsN 2 Kota Bandung Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa manajemen sarana dan prasarana berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pembelajaran. Nilai signifikansi sebesar 0,001 (<0,. menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 33,666 0,537X, dengan Juli 2026. Volume 10. Nomor 2, 327-333 koefisien korelasi sebesar 0,700 dan koefisien determinasi (RA) sebesar 0,490. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen sarana dan prasarana memberikan kontribusi sebesar 49,0% terhadap mutu pembelajaran, sedangkan 51,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pengelolaan sarana dan prasarana akan berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran. Pengelolaan fasilitas yang efektif memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif. Namun demikian, nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa mutu pembelajaran juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kompetensi guru, kepemimpinan kepala madrasah, motivasi belajar peserta didik, dan budaya Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Masitoh & Khoiruddin, 2. yang menemukan bahwa manajemen sarana dan prasarana berpengaruh signifikan terhadap mutu pembelajaran. Selain itu, temuan ini memperkuat pendapat (Mahmud. Pratama, & Ilyas, 2. yang menyatakan bahwa pengelolaan sumber daya pendidikan yang efektif merupakan salah satu faktor utama dalam meningkatkan mutu Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen sarana dan prasarana berada pada kategori tinggi, yang pengadaan, penyimpanan, inventarisasi, pemeliharaan, dan penghapusan telah dilaksanakan dengan baik dalam mendukung penyelenggaraan pembelajaran. Mutu pembelajaran juga berada pada kategori sangat tinggi, yang menunjukkan bahwa proses pembelajaran telah memenuhi aspek kesesuaian, daya tarik, efektivitas, efisiensi, dan produktivitas. Hasil analisis inferensial membuktikan bahwa manajemen sarana dan prasarana berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pembelajaran. Kontribusi yang diberikan sebesar 49,0%, sedangkan 51,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan mutu pendidikan tetap memerlukan dukungan dari aspek lain, seperti kompetensi pendidik, kepemimpinan kepala madrasah, strategi pembelajaran, dan lingkungan belajar. Berdasarkan disarankan untuk terus mengoptimalkan pengelolaan Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan sarana dan prasarana, terutama pada aspek pemeliharaan dan pemanfaatan fasilitas pembelajaran secara berkelanjutan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji faktor-faktor lain yang memengaruhi mutu pembelajaran sehingga diperoleh model yang lebih komprehensif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. Daftar Pustaka Abdillah. Adrian Wahyu, dan Sediono. AuEfisiensi Pembelajaran Berkelompok Pembelajaran Mandiri dalam Mata Pelajaran Matematika di SDN 2 Tapan. Ay 3. :610Ae13. https://doi. org/10. 30868/im. Ainiyah. Qurrotul, dan Korida Husnaini. AuImplementasi Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Peningkatan Mutu Pembelajaran di SMAN Bareng Jombang. Ay AlIdaroh: Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Islam 3. :98Ae112. https://doi. org/10. 54437/alidaroh. Andayani. Sakti. Mela Pebriana Sari, dan Uli Wildan Nuryanto. AuPengaruh Dimensi Manajemen Sarana Prasarana Sekolah terhadap Mutu Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Serang. Ay Jurnal Penelitian 6. https://doi. org/12. 54437/jurnalpenelitian. Andreyanto. Ferly. Zulkifli Dadan. Mohzana. Agnes Aryesamba, dan Novihta Sampe. Manajemen Sarana dan Prasarana. Jombang: Aksara Sastra Media. Basirun. Feska Ajepri, dan Khoirul Anwar. AuManajemen Sarana